Dilantik Diakhir Tahun, Ini Harapan Bupati Jeneponto Terpilih Iksan Iskandar

MAKASSAR -- Gubernur Sulawesi Selatan akan melantik Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Jeneponto hasil pilkada serentak, yakni Iksan Iskandar dan Wakilnya Paris Yasir di Ruang Pola Kantor Gubernur, Senin (31/12) pagi.

Dia akan dilantik bersama Bupati Sidrap terpilih Dolla Mando dan Wakilnya, Mahmud Yusuf.

Iksan Iskandar berharap pelantikan dapat berjalan lancar dan sukses. Usai dilantik, tugas pertama yang akan dilakukan adalah memimpin apel dan upacara.

"Terima kasih mudah-mudahan acara pelantikan besok (hari ini) berjalan lancar, aman dan sukses. Dan setelah itu mulai tanggal 2 Januari kembali saya memimpin apel dan upacara, sekaligus untuk pemberian ucapan selamat dari para ASN yang ada di Jeneponto," kata Iksan Iskandar pada acara perjamuan makan malam di Rujab Gubernur, Minggu (30/12) malam.

Adapun selanjutnya, menyiapkan langkah-langkah persiapan, sebagaimana visi-misinya, akan mengenjot dan lebih mempercepat untuk pencapaian target. 

"Program-program yang baru yang akan kita laksanakan kita akan sinkronkan dengan lebih disosialisasikan kepada SKPD-SKPD termasuk Muspida dan DPRD," sebutnya.

Iksan menyebutkan, jika selama ini Jeneponto dikenal sebagai daerah tertinggal, maka tahun 2019 sudah tidak lagi. Bahkan, Jeneponto berada pada peringkat atas di Indonesia yang akan keluar dari status tersebut.

"Insya Allah tahun 2019, Jeneponto tidak lagi menjadi daerah tertinggal, persoalan penetapan daerah tertinggal itu adalah penetapan dari Presiden. SK Presiden tentang status daerah sekali 5 tahun. Dan salah satu daerah yang sudah masuk dalam daftar untuk keluar dari Daerah Tertinggal, yakni Jeneponto, sudah ada di urutan ketiga namanya untuk keluar dari Daerah Tertinggal. Cuma SK-nya nanti tahun 2019 diterbitkan," jelasnya.

Iksan menyebutkan daerah yang dipimpinnya adalah daerah yang memiliki potensi besar di Sulsel. Dengan luas 750 Km bujur sangkar luasnya. Terdiri dari dataran tinggi (gunung), dataran rendah dan laut.

Sebutnya, di gunung menghasilkan sayur-mayur, tanaman holtikultura. Di dataran rendah, ada jagung, padi, dan laut banyak potensi mulai dari garam dan rumput laut.

"Dan semuanya ini akan kita genjot. Kalau di atas udara kita, ada angin dikelola menjadi pembangkit listrik tenaga angin," ujarnya.

Sementara itu, potensi lainnya adalah buah tala atau biasa disebut buah siwalan dan lontar. Buah ini bergerombol dalam tandan, hingga sekitar 20 butir, bulat peluru berdiameter 7–20 cm, hitam kecoklatan kulitnya dan kuning. Berpotensi menjadi sumber energi.

"Buah tala yang selama ini kita pikirkan rencanakan bersama Menristek. Tala mulai dari buahnya sampai airnya akan di rekayasa menjadi sebuah etanol listrik," jelasnya.

Untuk Bendungan Kelara-Karangloe, walaupun belum selesai, namun di tahun depan ditargetkan pembangunanya hingga 80 persen. 

"Kita harapkan Bapak Presiden berkunjung ke sana agar progresnya bisa dipercepat," pungkasnya.(*)