Gubernur Genjot Elevated Road Untuk Mudik Lebaran

MAROS - Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan peninjauan pembangunan proyek Elevated Road Segmen 1 (MYM) di KM 48 Jalan Poros Maros - Bone, Kabupaten Maros, Kamis (8/3). SYL tiba di lokasi jalan layang ini yang sedang diguyur hujan deras.

Ia ke beberapa titik lokasi bangunan, terutama yang masih dikerjakan dan yang menemui sedikit kendala. Jalan layang ini sendiri bertujuan untuk mengurangi kondisi tanjakan dan tikungan ekstrim, serta kondisi jalan yang sempit di ruas jalan yang sering dilalui kendaraan, baik alat berat atau ringan. 

Adapun peroyek ini dikerjakan dengan nilai kontrak Rp167.682.102.359 dengan menggunakan sumber dana dari APBN Tahun 2015-2017, dan masa pelaksanaan pengerjaan 766 hari dan masa pemeliharaan 1.095 hari. Dengan target penanganan sepanjang 1,48 Kilometer dan pembangunan Elevated Road dengan panjang 316 meter.

SYL berharap, pada arus mudik Lebaran Idul Fitri mendatang jalan layang ini sudah dapat dilalui, walaupun dalam artian belum sepenuhnya. 

"Minimal bisa dipakai, dalam pengertian tidak sepenuhnya. Yang kesana sedang diperlebar ke depan, tinggal beberapa ruas. Saya kira Juni sudah selesai," kata SYL. 

Walaupun elevated ini memang sepenuhnya belum jadi, tetapi ini membuktikan keseriusan pemerintah. Baik yang ada di pusat, kabupaten-kota dan provinsi. Begitupun pekerja PU yang serius dan memiliki integritas yang kuat untuk bersama-sama menyelesaikan proyek.

Pada kesempatan ini, SYL juga menyebutkan, telah disepakati untuk pembangunan jalan layang ini tidak lagi dikerjakan ke arah atas hutan, gunung dan bukit yang dilindungi. Tetapi membangun terowongan (tunnel) dengan tujuan agar tidak merusak kawasan hutan yang masuk dalam Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung (TNBB).

"Kita sepakat untuk membangun terowongan seperti Mina tunnel, semacam terowongan, di ujung elevated kendaraan akan masuk diterowongan," sebut SYL. 

Tunel itu akan memiliki panjang 1,3 kilometer. Dengan demikian, diharapkan akan menyelamatkan hutan diatasnya. Serta untuk menghindari jatuhnya korban serta menjaga rakyat tidak terpancing naik ke atas hutan, bukit atau gunung di tempat tersebut. 

Dengan pembangunan terowongan ini, akan merubah sedikit anggaran. Namun dengan tujuan untuk penyelamatan jangka panjang hutan lindung yang ada di jalan layang, yang terletak di Kecamatan Camba ini. 

"Saya akan coba berjuang bersama teman-teman dari Dinas Pekerjaan Umum untuk mencoba mengubah sedikit anggaran kita, agar tunnel itu ada dan penyelamatan jangka panjang bisa dilakukan," jelasnya. 

Menurutnya, akan terdapat tambahan biaya, namun tidak besar. Jika dihitung secara teknis, memang akan ada perubahan biaya. Untuk alat akan menggunakan sebagian alat pembuatan tunnel yang digunakan di Jakarta. 

"Sebagian pengerjaan tunnel di Jakarta sudah selesai. Alatnya kita minta kira-kira begitu di pikiran saya. Tetapi ini belum disetujui oleh menteri," imbuhnya. 

Ia menambahkan, dana yang digunakan bersumber dari APBN, alokasi anggaran masih cukup, tinggal penambahan sedikit dana. 

Gubernur juga mengecek sarana dan prasarana penunjang lainnya seperti, fasilitas lampu dan kelistrikan. Dimana untuk lampu-lampu menggunakan penerangan dengan tenaga surya (solar cell), dan pemasanganya untuk bulan ini sudah selesai. 

Sementara, Koordinator Pengawas Lapangan Elevated Road, Syamsu Alam, mengatakan, untuk target pemanfaatan saat Lebaran, jembatan layang ini dapat digunakan. 

"Kami usahakan dari pihak proyek secepat mungkin, karena kontrak kami akan berakhir di bulan enam, kami usahakan sebelum lebaran. Sementara untuk pembangunan progresnya sudah 77 persen. Jadi elevatednya hampir rampung," jelas Syamsu. 

Pengerjaan yang masih perlu diselesaikan adalah lampu penerangan. Sementara untuk pembangunan untuk terowongan akan di lakukan di segmen dua, tiga dan empat. 

Selanjutnya, SYL mengunjungi juga Sungai Pattunuang yang berada di lokasi proyek, untuk melihat potensi pengembangan lokasi wisata arung jeram Sua-sua.(*)