Gubernur Kunjungi PLTB Tolo-1

JENEPONTO - Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan kunjungan ke lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Tolo-1, di Desa Lengke-lengkese, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Rabu (4/4). Progres pembangunannya telah mencapai 85 persen, untuk konstruksi jalan dan pondasi turbin. 

Sejauh ini sudah terpasang 17 pondasi turbin dari 20 turbin. Tiap turbin menghasilkan energi 3,6 Megawatt (MW), sehingga total kapasitas pembangkit mencapai 72 MW. 

PLTB Tolo-1 ini akan menjadi pembangkit listrik tenaga angin/bayu terbesar kedua di Sulsel setelah PLTB Sidrap. PLTB Sidrap sendiri merupakan PLTB terbesar di Asia Tenggara. Proyek ini menelan investasi sebesar USD 160,7 juta, 

Tak kurang dari 60 baling-baling akan dikirim ke lokasi proyek hingga akhir April 2018. Model turbin yang dipasang di PLTB ini memakai jenis Siemens DD On-Shore 3,6 WTG, dimana dua unit transformator Siemens selesai dipasang dengan kapasitas masing-masing 45 MVA. 

SYL mengungkapkan, sejauh ini tidak ada kendala berarti dalam pembangunan PLTB ini. Pemprov dan Pemda siap memfasilitasi agar cepat selesai. Dalam waktu tiga bulan sudah terpasang, dan bisa dilakukan uji coba. PLTB ini sekaligus mewujudkan harapan pemerintahan Jokowi menghadirkan energi terbarukan untuk rakyat. 

"Saya merasa sangat percaya diri, apa yang menjadi harapan Presiden Jokowi untuk bisa hadir bentuk-bentuk kepedulian pada energi terbarukan di Sulsel, dan kita pertama di Asia Tenggara," kata SYL. 

Sementara, Direktur Konstruksi PT Energi Bayu Jeneponto, Peter Oliver, mengatakan, apa yang dilakukan oleh SYL, merupakan inovasi dan pioner di bidang kelistrikan. Karena baru pada eranya, energi terbarukan hadir. Bahkan ia menyebut SYL sebagai Bapak Energi Terbarukan dari Sulsel. 

"Pak Peter mengatakan Bapak sebagai Bapak Energi Terbarukan di Sulsel," kata penerjemah yang mengartikan ucapan Peter. 

Sedangkan, GM PLN Sulselrabar, Bambang Yusuf, menyambut baik hadirnya PLTB Tolo-1 Jeneponto ini, setelah PLTB Sidrap. Program pembangkit energi terbarukan Sulsel menjadi rujukan program energi Indonesia. 

"Ini sangat fenomenal dan relatif besar pertama di Asia Tenggara. Saya yakin ke depan Sulsel menjadi pioner kedepan untuk mencapai energi pemerintahan untuk implementasi terbarukan," ungkapnya. 

Nantinya, kata Bambang, pembangkit berbasis angin tersebut akan terkoneksi dengan jaringan transmisi yang akan terinterkoneksi melalui Gardu Induk Jeneponto. Energi listrik PLTB Tolo-I dihasilkan dari kecepatan angin sebesar 6 m/s yang merupakan potensi angin cukup besar untuk dikembangkan secara komersial. 

Penandatanganan jual-beli atau Power Purchase Agreement (PPA) diteken oleh Perusahaan Listrik Negara bersama PT. Energi Bayu Jeneponto sejak tanggal 14 November 2016, dengan harga jual listrik 10,89 USD cent/kWh. Berdasarkan PPA tersebut, proyek akan selesai dan Commercial Operation Date (COD) pada 14 November 2019. 

"Hadirnya PLTB Tolo-I Jeneponto akan melengkapi keberadaan PLTB Sidrap untuk meningkatkan kontribusi energi berbasis angin di Indonesia, disamping semakin meningkatkan kehandalan kelistrikan di Sulsel," pungkasnya. (*)