Gubernur SYL Motivasi Pegawai Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel

MAKASSAR - Sebulan di akhir masa jabatannya, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) begitu gencar dalam bersilaturahim ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di lingkup Pemprov Sulsel. Selain bersilaturahim, juga memberikan arahan dan motivasi. 

Salah satunya, saat berkunjung ke Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulsel, Selasa (13/3). Ditempat ini, selain menyampaikan pesan agar seorang aparatur sipil negara atau abdi negara selalu mensyukuri fungsi dan jabatan, juga memotivasi untuk selalu melakukan yang terbaik. 

"Kerjakan apa yang belum dikerjakan orang, dan lakukan lebih baik dari orang lain lakukan. Tiada hari tanpa perubahan, tiada hari tanpa penyempurnaan, besok harus terjadi penyempurnaan yang lebih sempurna," kata SYL. 

Pekerjaan dapat dilakukan dengan baik, jika disertai kedisiplinan pada aturan. Pekerjaan sebagai pegawai aparatur negara harus membawa rahmat. SYL juga menyampaikan filosofi hidup Bugis-Makassar "Sulapa Appa", yang memiliki agama yang baik (sifat jujur), memegang adat (pemurah), cerdas (berpengetahuan) dan siri (memiliki harga diri).

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel, Malik Faisal, berterima kasih atas motivasi yang diberikan orang nomor satu Sulsel tersebut pada jajarannya. 

"Terima kasih, ini menambah motivasi kami dalam proses meningkatkan kinerja kami," ucapnya. 

Ia juga menyampaikan laporan kepada gubernur bahwa seluruh rencana program dari dinas yang dipimpinnya selesai 100 persen. Pada tahun 2018, Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel dalam menyiapkan anak muda terjun ke dunia usaha membekali mereka dengan skill dan pemahaman yang mendalam tentang kewirausahaan, menggagas semacam sekolah wirausaha muda dengan program Young Entrepreneur School Sulsel (YESS). 

"Kami melakukan pelatihan bagi remaja dibawah 17 tahun dan telah dilakukan selama dua bulan," bebernya.

Idenya, agar mampu membuka "mind set" para generasi milenial atau generasi muda untuk menjadi enterprenuer atau wirausahwan. 

"Bagaimana agar saat selepas SMA sudah bermind set pengusaha, yang tadinya mau menjadi pegawai, birokrat, PNS, Insya Allah setelah SMA mau menjadi enterprenur," ujarnya. 

Hadirnya enterprenuer sebagai salah faktor sebuah negara maju. Amerika memiliki 12 persen enterprenuer, Singapura 8 persen, sedangkan Indonesia hanya 0,18 persen. 

"Alhamdullilah di akhir tahun 2017 kami dapatkan laporan secara nasional sudah 3,6 persen. Di Sulsel kita sudah berada di enam persen. Dan yang ada di Sulsel itu enam persen, itu ada hampir satu persen masuk kelas dunia karena sudah melakukan kegiatan ekspor dan impor," jelasnya. (*)