Kepala Satpol PP Bantah Ada Biaya Parkir di Kompleks Rujab Gubernur Sulsel

MAKASSAR -- Kepala Satpol PP Sulsel Mujiono menanggapi keluhan warga yang mengaku adanya parkir liar di dalam kompleks Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan saat pelepasan api obor Asian Para Games, Rabu (12/9).

Mujiono mengaku akan menyelidiki lebih lanjut dari laporan dan keluhan tersebut dan memastikan apakah petugas Satpol PP menjalankan tugasnya.

"Bukan tidak ada yang menjaga, mungkin Satpol PP yang sedang bertugas juga sedang mengamankan yang lain, pada prinsipnya semua pengamanan dilakukan," Kata Mujiono.

Untuk terkait prkir liar di sekitar Rumah Jabatan, Mujiono memang sedang melakukan penertiban liar, Ia juga membantah jika ada kerjasama antara petugas dengan pelaku parkir liar.

"Itu sementara kita tertibkan perparkiran liar, kita memang instruksi di atas tidak ada lagi, di depan masjid misalnya kita tertibkan terutama di sekeliling Rujab," sebutnya. 

Terkait pengalaman yang dialami oleh seorang warga, Yunus yang dimintai biaya parkir juga sedang Ia cari tahu lebih jauh dan selidiki.

"Tidak ada sama sekali kerjasama dengan tukang parkir, saya sementara menempuh langkah menertibkan parkir liar," ujarnya.

Sebelum, Yunus mengeluhkan adanya parkir liar dan dimintai bayaran sebesar Rp5.000.

"Saya parkir dalam kompleks disuruh bayar Rp5.000 sama tukang parkir dari luar," sebutnya.

Yunus mengaku saat akan keluar dari Rumah Jabatan yang berlokasi di Jalan Sungai Tangka, Ia diminta untuk membayar biaya parkir motor sebesar Rp5.000, walaupun Ia memarkir di dalam area kompleks Rujab. Tiga orang anak berusia sekitar 10-15 tahun meminta biaya parkir. Yunus menambahan saat kejadian ada pertugas Satpol PP, namun berkumpul di dalam pos.(*)