Nurdin Abdullah: Saya dan Agus AN Susah Dipisahkan

MAKASSAR -- Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah (NA) menyampaikan bahwa seorang penerus untuk tidak melupakan jasa dari para pendahulu, termasuk dalam kepemimpinan. Hal itu juga berlaku bagi dirinya sebagai Gubernur kepada Gubernur dan Wakil Gubernur sebelumnya.

"Jadi kita sebagai penerus tidak bisa melupakan jasa pendahulu kita. Saya sampai hari ini, di setiap sambutan saya menyampaikan itu. Kemarin, saya meresmikan Asrama Latimojong (Bogor), saya sampaikan enak sekali saya jadi Gubernur, Pak Syahrul dan Pak Agus yang membangun, saya yang menandatangani prasasti. Jadi susahnya beliau, kami yang dapat enak," kata Nurdin Abdullah.

Hak tersebut dia sampaikan pada saat acara Milad (hari jadi) Ke-10 dan Forum Kajian Cinta Al-Qur'an (FKCA) dan Muswil Provinsi Sulsel di Baruga Karaeng Pattingalloang, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Sabtu (5/1). Acara ini juga dihadiri mantan Wagub Sulsel Agus Arifin Nu'mang.

Bagi NA, kesinambungan yang harus dibangun. Dalam Al-Qur'an, juga disampaikannya bahwa pemimpin harus jadi suri teladan ditengah-tengah masyarakat. 

Saat mendengarkan acara ini akan dilaksanakan, NA meminta langsung agar Gedung Baruga Karaeng Pattingalloang yang digunakan sebagai tempat pelaksanaan acara.

"Saya minta agar Gedung Baruga Karaeng Pattingalloang yang digunakan. Karena ini dibangun di zamannya Pak Syahrul dan Pak Agus. Jadi untuk kegiatan itu harus digunakan dan disupport penuh," sebut NA.

Lanjut NA, dia menceritakan keakrabannya dengan mantan Wagub Agus AN dan istrinya Majdah Agus.

"Saya dengan ibu Majdah tidak bisa dipisahkan dari anak-anak, saya dengan Pak Agus satu kost di Kampus Barraya (Universitas Hasanuddin), saya dengan Pak Agus jadi kayak pacaran di Toraja berdua, jadi ini susah dipisahkan," Beber Nurdin Abdullah.

Walaupun dulu sempat berkompetisi dalam pemilihan gubernur, namun itu tidak menjadi alasan pemisah.

"Jadi kami berjuang bersama-sama, tidak ada pemisah, sekarang kita selesai. Kita ngumpul lagi sama-sama, mudah-mudahan, namanya takdir, kita bisa berjuang tetapi Allah SWT yang menentukan," ujarnya.

Ia membeberkan, untuk bertemu dengan Agus AN. Ia terpaksa meminta terlebih dulu acara lain diundur sejam.

"Jadi saya harus hadir di sini takut nanti Pak Agus marah sama saya, masa saya datang Pak Gubernur tidak hadir, makanya saya datang untuk memberikan support pada FKCA, kebetulan ini Ultah ke 10 mudah-mudahan semakin melebarkan sayap dan memberikan motivasi kepada seluruh umat Islam untuk lebih mendalami isi Al-qur'an sebagai pedoman dan pegangan hidup," pungkasnya. (*)