Pemprov Bahas Polemik Tarif Taksi Online

By Humas Sulsel 31 Mar 2017, 19:12:36 WIB Umum
Pemprov Bahas Polemik Tarif Taksi Online

Makassar - Keberadaan taksi online yang menuai polemik di sejumlah daerah di Indonesia menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Forum OPD Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel yang digelar di M-Regency Hotel, Jum'at, 31 Maret 2017. Dalam forum ini juga hadir perwakilan Badan Pengelola Trasportasi Jabodetabek, Staf Ahli dari Kementerian Perhubungan dan stake holder terkait.
Kepala Dinas Perhubungan Ilyas Iskandar mengatakan forum ini membahas polemik tarif taksi online yang menuai protes dari pemilik jasa angkutan konvensional. 
"Ada perwakilan dari Jakarta memberikan arahan, Ibu Ely Sinaga dari Badan Pengelola Trasportasi Jabodetabek. Sebentar lagi komisi akan bersidang. Komisi A membahas pemerintahan dan trasportasi darat, sementara Komisi B akan membahas Trasportasi dan persoalan Darat dan Laut."Ungkap Ilyas. 
Terkait taksi online, pemerintah memperhatikan empat komponen toleransi diantaranya kuota, tarif, STNK dan KIR yang diberlakukan mulai 1 April mendatang. 

"Kementerian Perhubungan sendiri masih memberikan toleransi untuk empat komponen tersebut. Kami akan melakukan penertiban dengan cara pembinaan. Angkutan sewa khusus punya tarif khusus. Kementerian sendiri memberikan batas toleransi 26 persen dari harga konvensional tetapi kami di Sulsel berkisar 20 persen. Jadi jika konvensional 4800 per kilometer maka taksi 6500, untuk buka pintu 6000 rupiah."Ujar Ilyas.

Terkait penetapan harga secara resmi masih akan dibahas lebih lanjut untuk kemudian diteruskan dan di konsultasikan kepada Gubernur sebelum Pergub dikeluarkan. 

Sementara itu Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo sebelumnya Kamis (30/3), mengaku belum mendapatkan laporan atau draf resmi dari Dinas Perhubungan Sulsel terkait persoalan tarif.

"Terkait taksi online belum, belum sampai ke Saya. Setelah ada kesepakatan pasti akan sampai ke Saya untuk dikonsultasikan. Hal tersebut belum disampaikan dan masih dalam pembicaraan dan tarik menarik pasti masih ada dengan pertimbangan kesepakatan yang ada memperhatikan 
kepuasan bagi masyarakat pengguna."Kata Syahrul.
Taksi online sendiri akan diberikan stiker khusus dan chip untuk memantau jalur-jalur yang dilalui agar tidak bersinggungan dengan jalur taksi konvensional.
Selain polemik taksi online, forum ini juga membahas bagaimana membangun integritas pelayanan jasa perhubungan dan koneksi antar dinas yang dihadiri seluruh Dinas Perhubungan Kabupaten Kota.




Video Terbaru

View All Video

Galeri Foto


Video Lainnya

View All Video

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Bagaimana Tetang Website ini ?
  Sangat Membantu
  Mebantu
  Cukup Membantu