Pimpinan BPK Sulsel Temui SYL

MAKASSAR - Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) menerima kunjungan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Pewakilan Sulsel, di Ruang Kerja Kantor Gubernur, Selasa (13/3). Gubernur menerima Kepala BPK Perwakilan Sulsel yang baru, Widiyatmantoro, yang menggantikan Endang Tuti Kardiani yang memasuki masa purna bhakti. 

Kedatangan mereka untuk mengundang gubernur menghadiri serah terima jabatan (sertijab) pimpinan yang baru di yang rencananya akan dilaksanakan 20 Maret mendatang, di Kantor Perwakilan BPK RI Sulsel. 

SYL mengatakan, peranan BPK sangat penting agar pemerintahan dapat berjalan dengan baik. Ia juga meminta saran BPK apa yang harus dilakukan dan tidak. 

"BPK bantu kami apa yang boleh dan apa yang tidak, walaupun saya mau berakhir, dan negara ini bisa baik kalau BPK hadir," kata SYL. 

BPK juga ibaratnya sebagai lampu merah, memberikan peringatan agar sesuai aturan yang ada. "Memberikan peringatan, Pak hati-hati nah, ada begini, BPK sebagai lampu merah, ada yang cepat warning," sebutnya. 

Terkait hadirnya pejabat baru BPK di Sulsel, menjadi tantangan berbeda di Sulsel dibandingkan daerah lain. "Menjadi kepala di Sulsel, levelnya berbeda dan tinggi. Selain harus bisa bekerja juga harus pintar jadi tukang protes, mesti double," kata Widiyatmantoro.

Ia menyebutkan, saat ini pemeriksaan terhadap laporan setiap daerah rutin dilaksanakan. Visi misi BPK, bagaimana laporan keuangan yang ada sesuai prosedur. 

"Kita secara rutin harus memeriksa sesuai aturan, visi misi BPK, kalau bisa diperiksa 2-3 kali, masalah apa yang perlu diperbaiki," ucapnya. 

Saat ini, sudah ada laporan dua laporan keuangan daerah yang masuk di BPK. Diantaranya, Kota Parepare dan Kabupaten Pinrang. Sudah dalam tahap pendahuluan pemeriksaan. 

"Daerah lain dinantikan sampai 31 Maret mendatang," imbuhnya. 

Untuk memperoleh predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), memiliki perhitungan dengan rumus tertentu. Termasuk catatan rekomendasi tahun sebelumnya. Jika tidak atau terlambat, akan mempengaruhi hasil berikutnya. 

"Yang paling penting adalah, apa yang dikeluarkan bisa dipertanggung jawabkan, BPK pada prinsipnya bertugas untuk memotret saja," tambah Kepala Sub Auditorat BPK, Andi Sonni.

Sulsel sendiri hingga saat ini telah meraih tujuh kali predikat laporan keuangan opini WTP secara berturut-turut. (*)