Sumarsono Pimpin RUPS Bank Sulselbar

MAKASSAR - PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulselbar menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS - LB), di Jasmine Room Hotel Clarion Makassar, Senin (14/5). Hadir Penjabat Gubernur Sulsel Sumarsono, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, dan Plt Wali Kota Makassar Syamsu Rijal. 

Sejumlah pimpinan Bank Sulselbar seperti Dirut Utama Andi Muhammad Rahmat juga hadir. Termasuk Komisaris Independen Ellong Tjandra.

Rapat ini membahas sejumlah agenda. Diantaranya, membahas pergantian dan penetapan Komisaris Utama PT Bank Sulselbar. Dalam rapat itu, akan dilakukan pengesahan surat pengunduran diri Abdul Latif sebagai Komisaris Utama PT Bank Sulselbar.

Juga terdapat penyampaian nama calon komisaris utama PT Bank Sulselbar periode 2018-2022, dan penunjukan dan penugasan sebagai Komisaris Utama PT Bank Sulselbar.

Usai rapat, Sumarsono memberikan keterangan. Ia menilai, selama satu bulan menjabat di Sulsel, dia melihat tren positif di Bank Sulselbar. 

"Saya selama menjabat satu bulan dan saya pergi ke Bank Sulselbar, saya lihat seluruh indikatornya positif. Bank ini termasuk bank pembangunan daerah yang sehat dan bisa menjadi model untuk bank BPD lainnya," kata Sumarsono. 

Dia berharap, bank ini terus melakukan terobosan. Seperti di Kabupaten Maros. Dimana, delapan persen dari deviden digunakan untuk makan siang pegawai ASN berupa voucer makanan, yang selanjutnya diharapkan akan berbentuk kartu dengan memiliki chip dari Bank Sulselbar. 

"Sehingga uang tidak kemana-mana dengan tujuan mensejahterakan karyawan. Saya kira itu contoh konkrit sumbangsih Bank Sulselbar," ujarnya. 

Dia juga mangapresiasi gagasan dari Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar. Idenya, deviden dijadikan kas dana taktis, untuk bencana alam dan kebutuhan mendesak. 

"Idenya sebagai kas dana taktis untuk kepentingan rakyat, bisa digunakan untuk bantuan sosial sehingga keberadaan bank ini makin jelas," sebutnya. 

Ali Baal Masdar menjelaskan, ide yang dikembangkan, dari deviden yang ada kemudian disimpan di Bank Sulselbar Syariah. Modelnya akan dikembangkan untuk bantuan modal usaha rakyat, termasuk bencana alam. 

"Ke depan tidak ada lagi rakyat yang mengatakan saya tidak diperhatikan," pungkasnya. (*)