Sumarsono: Tidak Ada Sulsel Tanpa Toraja

TANA TORAJA -- Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Soni Sumarsono bersilaturahmi dan memberikan arahan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Tana Toraja di Gedung Tammuan Mali, Kecamatan Makale, Tana Toraja, Sabtu sore (20/7).

Dalam pertemuan tersebut, Sumarsono menyampaikan kekagumannya pada Toraja baik itu Tana Toraja dan Toraja Utara atas kekayaan alam dan budayanya. 

"Tidak ada Sulsel tanpa Toraja, Sulsel justru terkenal karena punya Toraja. Sama dengan Indonesia punya Bali. Saya kalau di pusat orang nanyanya Toraja, karena kampanye Toraja sudah mendunia orang melihat Pariwisatanya,".

Survei juga menujukkan orang datang ke suatu wilayah itu paling utama yaitu melihat kultur yang belum pernah dilihatnya, Toraja memiliki hal tersebut, baru kemudian alamnya. 

Iya menyebut Toraja sama dengan Bali, hanya saja perbedaanya ada pada akses, akses ke Bali lebih mudah. Untuk itu, maka solusi yang diperlukan oleh Toraja ada pembukaan akses transportasi udara. 

Untuk itu, Sumarsono yang juga Dirjen Otonomi daerah ini akan melakukan tiga langkah. Langkah pertama, adalah mengajukan secepatnya ke Menteri Perhubungan untuk membuka pernerbangan tujuan Toraja. 

"Sudah ada maskapai yang setuju, yaitu Lion Air, namun izin trayeknya belum ada, maka tugas saya sebagai gubernur adalah Kementerian Perhubungan," paparnya. 

Hal, kedua adalah penerbangan dengan opsi subsidi silang, berbicara Toraja maka akan membicarakan akses dua daerah Tana Toraja dan Toraja Utara, termasuk Enrekang. 

"Maka provinsi harus ikut menangani karena sifatnya lintas kabupaten-kota, maka Pemerintah Provinsi harus memberikan subsidi," sebutnya. 

Dengan menggunakan baju adat Toraja, Tenun Toraja dan Passapu. Ia mengaku merasa terdorong agar daerah ini bisa dirasakan oleh masyarakat manfaatnya. 

Ketiga, jika tidak ada kepastian atau belum jelas respon pusat. 

"Kalau ini masih lama nda jelas, Pemerintah Provinsi Sulsel akan melakukan penguatan surat meminta Pak Presiden hadir di Tana Toraja hadir di bulan Desember (Lovely Desember). Saya sebagai gubernur akan bersurat menjadi penguatan aspirasi butuh transportasi udara," paparnya. 

Bahkan Ia akan mengundang sebelum masa Jabatan Sumarsono berakhir di bulan September. Ia yakin, Jokowi akan mewujudkan ini, apalagi merupakan kebutuhan masyarakat. Konsep Nawa Cita adalah negara hadir di masyarakat dan hadir ditengah masyarakat.

Ia berjanji juga akan hadir dalam HUT Tana Toraja pada 31 Agustus mendatang, besok diangendakan akan menghadiri HUT Kabupaten Toraja Utara. 

Baginya Toraja adalah daerah yang kaya dengan masyarakat yang ramah dan juga merupakan bagian dari penggambaran pluralisme di Sulsel. 

"Toraja ini the land of smiling, Saya saja orang luar bangga, apalagi anda orang Toraja harus bangga," pungkasnya.(*)