Tautoto Tanaranggina Lepas Kloter 1 Embarkasi Makassar ke Tanah Suci

MAKASSAR -- Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Selatan Tautoto Tanaranggina (Tautoto TR) melepas jemaah haji kloter 01 (satu) Embarkasi Makassar Tahun 1439 Hijriah/2018 Masehi di Asrama Haji Sudiang Makassar, Selasa (17/7). 

Kloter pertama jamaah dari Makassar, masuk 16 Juli pukul 17.00 Wita dengan jumlah 450 jamaah dan 5 petugas haji dan diterbangkan hari ini pada pukul 16.50 Wita dengan menggunakan pesawat Garuda (GIA) 1201 menuju Madinah. 

Sebelumnya, calon jamaah haji (CJH) ini memasuki aula keberangkatan untuk menerima paspor, uang riyal dan nomor seat (kursi). Sedangkan kloter kedua yang terdiri dari jamah dari Makassar, Soppeng, Tana Toraja, Toraja Utara dan Palopo tiba pagi tadi sekitar pukul 10.00 wita.

"Selaku pribadi dan atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Saya merasa berbahagia pada hari ini karena berada ditengah-tengah calon jamaah Haji yang berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan," kata Tautoto TR. 

Selanjutnya, mengucapkan Selamat jalan, selamat menunaikan Ibadah Haji semoga menjadi Haji yang Mabrur. Tautoto meminta jamaah manfaatkan kesempatan berhaji ini dengan sebaik-baiknya karena merupakan panggilan dari Allah SWT. 

"Konsentrasikan sepenuhnya hanya kepada Ibadah dan tinggalkan hal-hal yang dapat mengurangi kekhusyuk'an ibadah haji saudara," pintanya. 

Jamaah akan melakukan perjalanan ke tanah suci untuk melakukan ibadah haji tentu berdasarkan iman yang teguh dan harapan yang kuat, oleh karena itu ibadah yang dijalankan saat ini adalah berkat dorongan keimanan sekaligus sebagai perwujudan dari rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan karunia-Nya. 

Ibadah Haji yang akan dilaksanakan ini merupakan suatu perjalanan yang membutuhkan stamina dan konsentrasi yang baik. karenanya untuk itu mantapkanlah niat, ikuti ketentuan ketentuan beribadah yang telah diperoleh dari manasik haji dan yang terpenting pelihara kondisi kesehatan. 

Gelombang pertama akan terbang menuju Madinah untuk menjalankan ibadah arbain (salat wajib 40 waktu tanpa putus di Masjid Nabawi) selama 8-9 hari.

Setelah itu, secara bertahap diberangkatkan menuju Makkah untuk menjalani proses ibadah haji. Perjalanan yang akan tempuh akan memakan waktu yang cukup panjang dan tentu saja akan sangat melelahkan.

"Untuk itu, manfaatkanlah waktu luang selama penerbangan ini dengan baik terutama melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat ibadah. Disamping itu, perhatikan pola makan, istirahat yang cukup dan upayakan rutin melakukan olah raga ringan. Ini penting saya ingatkan karena faktor kesehatan sangat berpengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam beraktivitas," sebutnya. 

Jamaah juga diminta menghadirkanlah rasa kebersamaan antara sesama Calon Jamaah Haji asal Indonesia terlebih lagi dengan sesama yang berasal dari Sulawesi Selatan. Kebersamaan sangat dibutuhkan karena ibadah ini juga memerlukan kerjasama dan kekompakan.

Jumlah jamaah (calon jamaah haji) haji asal Sulawesi Selatan sebanyak 7.296 Jamaah sedangkan Embarkasi Hasanuddin sebanyak 15.736 Jamaah, Total Waiting List (daftar tunggu) calon jamaah haji Sulawesi Selatan sebanyak 197.027 jamaah. Diketahui untuk Sulawesi selatan masa tunggu calon jamaah haji saat ini berkisar 34 tahun. 

Pemprov Sulsel berharap agar ditahun-tahun mendatang ada penambahan kuota sehingga masa tunggu untuk Sulawesi selatan tidak terlalu lama. Untuk itu, Tautoto berharap kepada seluruh calon jamaah Haji agar menunjukkan sikap dan perilaku yang baik, karena selain sebagai tamu Allah Saudara-saudara juga merupakan duta-duta bangsa.

Ia meminta jamaah memperlihatkan budaya orang Bugis-Makassar, Toraja dan Mandar yang senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaraan. Serta kemudahan diberikan dari perjalanan ibadah ini. 

"Akhirnya dengan mengucapkan Bismillahi Rahmanir Rahim, dan dengan senantiasa memohon ridho dari Allah SWT, pada hari ini Selasa tanggal 17 Juli 2018 Pemberangkatan Kloter I Calon Jamaah Haji Embarkasi Makassar, saya nyatakan resmi di berangkatkan," sebut Tautoto melepas jamaah (CJH). Jamaah juga dilepas dengan doa dan juga kibaran bendera merah putih. 

Sementara, Iskandar Fellang selaku pelaksana tugas (Plt) kepala kantor wilayah (Kanwil) Kemenag Sulsel, mengatakan jumlah 15.896 CJH diberangkatkan dari Embarkasi Makassar terdiri dari delapan Provinsi kawasan Timur Indonesia. Sulsel 7269 orang, Sultra 2003 orang, Sulbar 1453 orang, Gorontalo 983 orang, Maluku 1074 orang dan 175 petugas kloter.

Ketua Tim Komisi VIII DPR RI Syamsu Niang, menyampaikan, daftar tunggu di negara-negara muslim panjang, bahkan di Malaysia hingga 50 tahun lebih. 

Tahun 2018, DPR RI telah berusaha dalam membahas Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) meskipun terdapat peningkatan biaya haji tapi untuk meningkatkan pelayanan karena ada kenaikan pajak barang dan jasa dari pemerintah Arab Saudi. Pemerintah juga berusaha untuk selalu memperbaiki fasilitas pelayanan. 

"Pemondokan di Mekah dan Madinah secara fasilitas hotel berbintang tiga. Ada juga hotel bintang lima yang kita dapatkan, fasilitas hampir sama antara yang khusus dengan reguler," ujarnya. 

Peningkatan jumlah makan jamaah haji tahun 2018 mendapatkan faslitas makan 75 kali dengan rincian Mekah 40 kali, Madinah 18 kali, Mina 16 kali, kedatangan di Jeddah 1 kali.

"Kami setiap saat mengawasi bagaimana makan jamaah, Kami bahas bagaimana agar difasilitasi makan di Mekah hingga Mina," sebutnya. 

Untuk, mengurangi antrian panjang mulai tahun 2018 ini dilakukan registrasi CJH pada saat keberangkatan embarkasi di dalam negeri. Ini untuk memangkas 3-4 jam waktu antrian saat tiba di Arab Saudi. Petugas CJH tahun 2017 berjumlah 3500 dan meningkat menjadi 4100 di tahun 2018

Cuaca di Arab Saudi memasuki musim panas bisa sampai 53 derajat. CJH diminta menjaga kesehatan agar tidak terjadi dehidrasi selama di Masjidil haram dan Nabawi. Air zam-zam juga banyak disediakan. 

Staf Ahli Menteri Kesehatan Pattisellano Robert Johan membenarkan, suhu di Arab Saudi memang sangat panas bisa mencapai 53 derajat sehingga risiko kondisi kesehatan CJH menjadi sangat besar. Sehingga, cuaca yg panas dengan berkumpulnya jutaan orang berpotensi terjadi penyakit. 

Ia juga menyampaikan, pesan-pesan Menkes terkait jamaah diminta menjaga kondisi kesehatan dan juga jika terjadi gangguan kesehatan untuk menghubungi petugas, baik di pos-pos kesehatan dan juga di Madina dan Jeddah. 

Istirahat cukup selama di pesawat, membawa obat-obatan dan untuk tidak diletakkan di bagasi. Disarankan untuk membawa minuman dan makan kecil. Tidak melakukan aktivitas fisik yang belebihan terutama yang tidak berhubungan dengan ibadah. Menjaga Perilaku hidup bersih dan sehat. 

Makan makanan yang begizi yang tersedia harap dimakan sesuai waktunya. Sebelum ke masjid kondisi fisik terjaga dengan meminum air putih dan air zam-zam sebanyak-banyaknya, karena adanya suhu panas, penguapan cairan tubuh membutuhkan air yang banyak. 

Diharapakan menyemprotkan ke tubuh dengan botol semprotan yang telah disediakan. Mencuci tangan sehabis beraktivitas dan sebelum makan. 

"Membawa topi dan payung saat beraktivitas. Untuk Lansia dan sakit jangan memaksakan diri beraktivitas. Perkuat persaudaaran sehingga menghindarkan perselisihan," paparnya. (*)