Tim Transisi Akomodir Visi-Misi Gubernur Sulsel Terpilih

MAKASSAR -- Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel menantikan program apa yang akan dilakukan oleh pasangan Gubernur Sulsel terpilih HM Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan).

Agar program yang ada di periode sebelumnya bisa tetap berjalan dan program yang dijanjikan kepada publik juga bisa direalisasikan, maka dilakukan pembentukan Tim Transisi untuk membahas penyusunan anggaran pokok daerah tahun 2019.

Pertemuan dilakukan di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel di Jalan Sungai Tangka, Kamis (19/7).

Tim ini bersama Gubernur mendiskusikan langkah-langkah penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kebijakan Umum Anggaran Platform Penggunaan Anggaran (KUPPS) untuk penyusunan APBD 2019.

Pertemuan silaturahmi ini menyingkronkan program gubernur terpilih dengan progam jangka panjang Pemprov Sulsel.

"Mereka yang akan melaksanakan nantinya, gubernur baru definitif, bisa bayangkan kalau saya yang menyusun tetapi bukan yang melaksanakan bisa kagok nanti," kata Sumarsono. 

Pertemuan yang di mulai 16.00 Wita, hingga 17.30 Wita petang ini, dari pantauan pertemuan mereka terlihat cair dan santai. 

"Hari ini kita sangat rileks dan santai pemahaman sudah tercapai, bahkan RPJMD ini bagian dari RPJMD 25 tahun ke depan. Ini untuk menjaga kesinambungan untuk Sulsel. Saya kira rapat ini akan berlangsung hingga jam 12 ternyata hanya satu setengah jam," sebutnya. 

Rapat ini sendiri berlangsung secara tertutup, dipimpin langsung Sumarsono dan Wagub Sulsel terpilih, Sudirman Sulaiman.

Tim Transisi ini terdiri dari gabungan antara Pemprov Sulsel dan Tim Perencana Program Politik Prof Andalan saat Pilgub Sulsel 2018 baru-baru ini.

Tim Transisi pihak Pemprov Sulsel dipimpin oleh Kepala Bappeda Sulsel Jufri Rahman, dengan Anggota Asisten II Bidang Ekonomi Muhammad Firda, dan Kaban Keuangan Sulsel Arwin Azis. Untuk Tim Transisi pihak Gubernur terpilih, di antaranya, Prof Yusran Yusuf, (akademisi), Prof Sudirman (akademisi), Ketua Timses Prof Andalan Taufik Fahruddin, konsultan Prof Andalan meliputi, Rusdi, Muh Yusuf Idham, Fahmi dan Rendra Darwis.

Pertemuan ini juga untuk mengakomodir program 100 hari kerja Prof Andalan. 

"Kita posisinya side by side saling menyusun, menjembatan dan nenyingkronkan program kita," sebut Sudirman Sulaiman. 

Selanjutnya, program-program akan mereka sampaikan saat digelar rapat bersama senin 23 Juli mendatang.

Sementara itu, Ketua Tim Transisi Prof Andalan, Yusran Yusuf mengatakan mengapresiasi pertemuan ini. 

"Apa yang kami lakukan dalam 100 hari ada dalam visi misi dan itu bagian dari janji politik yang jadi prioritas," sebutnya. 

Diketahui, Prof Andalan memiliki lima program utama saat pesta demokrasi Pilgub Sulsel, yakni, (1) Bantuan permodalan, teknologi skill untuk mendukung hilirisasi pertanian dan perikanan, (2) Rumah Sakit Regional di enam Wilayah dan Ambulans Siaga. (3) Birokrasi Anti-Korupsi dan Masyarakat Madani, (4) Destinasi Wisata Andalan Berkualitas Internasional, dan (5) Pembangunan Infrastruktur yang Menjangkau Masyarakat Desa Terpencil.(*)