Wagub Sulsel Lepas Pengiriman Perdana Jagung Industri Unismuh Makassar

MAKASSAR - Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, melepas pengiriman perdana Jagung Industri PT Surya Pangan Indonesia untuk Eksport ke PT Tiara Mankasti Nusantara, di Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Rabu (3/10). PT Surya Pangan merupakan salah satu unit bisnis Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, sedangkan PT Tiara Mankasti Nusantara merupakan eksportir jagung. 

Andi Sudirman menuturkan, keterlibatan universitas dalam pengembangan pertanian sangat dibutuhkan. Iapun membuka kesempatan bagi Unismuh Makassar untuk ikut terlibat dalam program hilirisasi pertanian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel. 

"Memang penting menggandeng universitas, melakukan penelitian, supaya benih cocok dengan tanah. Dan kami ada program hilirisasi pertanian, apakah Unismuh bisa ikut mengkaji, selain untuk ekspor, bagaimana jagung ini dimanfaatkan untuk pakan," kata Andi Sudirman. 

Ia menceritakan, saat melakukan kunjungan kerja ke Swiss, baru-baru ini, di negara tersebut jagung dibiarkan sampai kering di batangnya, dan akan ada mesin untuk menggulung, kemudian dimasukkan ke plastik untuk persiapan musim salju. Sedangkan bijinya, dibiarkan menjadi makanan burung. 

"Mereka hanya bisa menanam di waktu tertentu. Bersyukurlah kita, sepanjang tahun bisa tanam sepanjang ada air, ada benih, dan lahan yang cocok. Program hilirisasi pertanian, akan meningkatkan kesejahteraan para petani," ujarnya. 

Sementara, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan YL, mengapresiasi hadirnya pabrik jagung Unismuh di Dusun Doja, Kecamatan Bajeng. Akselerasi ekonomi bisa berjalan, sehingga bisa berkontribusi terhadap ekonomi masyarakat. 

Ia berharap, unit bisnis Unismuh tersebut tidak hanya mengejar untung, tapi bisa memberikan edukasi ke petani jagung, agar produk yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan pasar. 

"Mudah-mudahan yang dilibatkan juga orang lokal, sehingga bisa berkontribusi terhadap penurunan angka pengangguran dan kemiskinan," harapnya. 

Dalam kesempatan itu, Direktur PT Surya Pangan Indonesia, Idham Khalid, melaporkan, kapasitas mesin jika berfungsi penuh, bisa menghasilkan 100 ton per hari, 3.000 ton per bulan atau 36.000 ton per tahun. Kalau dikonversi ke rupiah dengan harga Rp 3.500, maka bisa menghasilkan Rp 126 miliar per tahun. 

"Selama uji coba, kita bisa produksi baru 10 ribu ton. Persoalan pemasaran, tidak ada masalah. Yang masalah, suplai bahan baku," kata Idham. 

Pabrik tersebut, tambah Idham, tidak murni bisnis, tapi ada pemberdayaan masyarakat di dalamnya. 

Rektor Unismuh Makassar, Abd Rahman Rahim, menambahkan, hadirnya pabrik ini tentu membuka lapangan kerja baru. Begitupun dengan petani, jika harga bagus, akan tertarik bertani jagung. 

"Perusahaan ini baru dibangun, untuk mewujudkan Unismuh yang mandiri, melalui bisnis yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Organisasi Muhammadiyah memang non profit, tapi unit bisnisnya berorientasi profit," ujarnya. 

Rahman menuturkan, strategi pengembangan Muhammadiyah, pilar ketiganya adalah ekonomi, selain pendidikan dan kesehatan. Ia berharap Pemprov dan Pemda bersinergi dan mendukung program ini. (*)