Pemprov Sulsel Akan Gelar Rapat Koordinasi di Atas Kapal Pelni

MAKASSAR -- Penjabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsono bersama jajarannya berencana menggelar rapat koordinasi di atas kapal milik PT Pelni. Ide ini diungkapkan saat menerima Direktur Utama PT Pelni, Insan Purwarisya di Ruang Kerja Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (12/7).

"Di Sulsel juga saya berpikir, kalau di Jakarta saya melakukan rapat kerja di atas gerbong kereta api wisata dari Jakarta ke Jogyakarta. Kalau di Sulsel mungkin bisa di atas kapal dari Makassar ke Bali atau Surabaya," kata Sumarsono. 

Yang ikut rapat bisa mencapai 200 sampai 300 orang. Direncanakan akan membahas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), termasuk membahas berbagai isu. 

"Apakah kita akan menyusun RPJMD atau apalah yang jelas ada sesuatu yang kita kerjakan. Dari pada bolak balik rapat, tidak jelas, boros waktu dan juga energi," sebutnya. 

Teknis rapat akan dilakukan persektor sekaligus komprehensif rapat seluruh OPD Pemprov Sulsel. 

Menurut Sumarsono, rapat sekaligus bisa dimanfaatkan untuk kegiatan studi banding. Rencana rapat koordinasi dengan seluruh OPD Pemprov Sulsel dan perwakilan kabupaten-kota ini direncanakan sebelum bulan September. 

"Ini pernah dilakukan oleh Pemprov Maluku dengan mengunjungi beberapa pulau yang ada di sana. Jadi memang efektif," jelasnya. 

Presiden Jokowi juga melakukan model rapat di gerbong kereta api dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti juga melakukan rapat di atas kapal. 

Terkait anggaran yang digunakan, mantan Penjabat Gubernur DKI Jakarta ini menyebutkan tak terlalu besar. Nota kesepahaman juga akan dilakukan dengan PT Pelni. 

"Pertanggungjawaban keuangan harus diatur dengan MoU dengan Pelni, kita harapkan semua bisa berjalan dengan baik," ungkapnya. 

Sementara itu, Direktur Utama Pelni, Insan Purwarisya mengapresiasi ide Pj Gubernur Sulsel ini. Menurutnya kegiatan ini bisa dimanfaatkan pihaknya untuk sosialisasi program Tol Laut. 

"Apalagi Makassar menjadi hub program Tol laut. Kami bisa jelaskan program yang disubsidi oleh pemerintah ini untuk meningkatkan perdagangan antar pulau," ungkapnya. 

Insan berharap pemerintah daerah bisa bekerjasama terkait program CSR Pelni. Salah satu diantaranya pembagian pelampung (life jacket) untuk mendukung keselamatan pada pelayaran rakyat.(*)