PPDB Sulsel Paling Sukses di Tanah Air

MAKASSAR - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online di Sulsel tak bisa dipungkiri mengalami sedikit kendala. Namun ternyata, PPDB Sulsel merupakan PPDB paling sukses di Tanah Air.

Ketua Panitia PPDB Sulsel, M Basri mengatakan, fakta ini diperoleh dari data pelaksanaan PPDB di seluruh Indonesia. Jika ditelisik persoalan yang dialami berbagai daerah, Jawa Barat merupakan daerah yang paling banyak mengalami kekacauan

"PPDB di daerah ini mengalami masalah pada server seperti kondisi down, overload hingga peretasan," katanya, Jumat (6/7). 

Akibatnya, data calon peserta didik yang telah melakukan pendaftaran pun hilang. 

Jika dibandingkan, lanjut Basri, Sulsel jauh lebih baik karena meski mendapatkan serangan hacker (peretas), data-data pendaftar di hari pertama hingga hari kedua tetap aman. Calon peserta didik pun tidak perlu lagi mengulangi pendaftaran.

Daerah berikut yang mengalami kekacauan yang parah yakni Kabupaten Bogor. Di daerah ini bahkan oleh pihak-pihak berkepentingan merekomendasikan agar dihentikan pendaftaran secara online dan beralih ke manual. 

"Di Disdik Sulsel, hal serupa tidak sampai membuat mereka menyerah," katanya. 

Sebaliknya, opsi-opsi lebih baik dan solutif segera ditempuh sehingga tetap dilaksanakan secara online. 

Misalkan persoalan pengumuman, saat terjadi serangan hacker yang mengacaukan hasil pengumuman, Disdik Sulsel segera mengambil langkah taktis dengan mengumumkan hasil kelulusan ke media online dengan back up data (demi keamanan) pengumuman langsung ke email kepala sekolah-kepala sekolah setiap daerah (kabupaten/kota). Setelah itu baru diupload di website PPDB 2018 Sulsel.

"Persoalan penanganan pengaduan masyarakat pun demikian. Disdik Sulsel menyediakan ruang khusus dengan staf-staf yang siaga melayani dan menangani langsung keluhan dan aduan masyarakat (pendaftar) di Gedung Guru Kantor Disdik Sulsel," kata Basri. 

Dari penelusuran portal berita ini, PPDB di sejumlah daerah memang banyak mengalami kekacauan. Di Bogor misalnya, orangtua siswa protes lantaran kebingungan hendak bertanya dimana soal informasi PPDB.

Di DKI Jakarta lain lagi, kisruh PPDB yang terjadi membuat beberapa orangtua siswa meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ikut turun tangan.

Belum lagi di Kulonprogo, Denpasar dan Bekasi. Orang tua siswa meradang lantaran sistem PPDB di tiga daerah tersebut berjalan kacau.

Ketua Dewan Pendidikan Sulsel, Adi Suryadi Culla pun mengapresiasi pelaksanaan PPDB Sulsel yang dinilainya berjalan cukup sukses. Menurutnya, meski terdapat protes dan sejumlah kendala, tidak ada yang keliru dengan sistem yang dibangun. 

"Justru saya melihat Disdik berusaha seobjektif mungkin dengan sistem ini. Tujuannya, supaya tak ada lagi pungutan liar dan pelanggaran lainnya," katanya.

Sukses PPDB Sulsel pun menuai pujian salah satu pejabat fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran (FPTP) Pusat Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) Kemdikbud RI, Andy. Ia mengirim pesan kepada Disdik Sulsel melalui status di media sosialnya seperti ini, "Sukses PPDB Sulsel. Berhasil mengatasi persoalan-persoalan dengan baik" yang lalu ditutup dengan emoticon jempol.

Penjabat Gubernur Sulsel Dr. Sumarsono, MDM juga ikut menguatkan panpel PPDB Sulsel saat sekelompok masyarakat melakukan aksi unjuk rasa. Mantan Pj. Gubernur DKI itu pasang badan dengan sistem yang sudah diterapkan Disdik Sulsel.

"10 kali atau 20 kali mereka demo (unjuk rasa), maka jawaban saya tetap sama, kami tidak akan mengubah sistem yang diperintahkan oleh pemerintah pusat," tegas Dirjen Otoda Kemendagri tersebut.(*)