Makassar, humas.sulselprov.go.id – Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Naoemi Octarina, menyerahkan bantuan bagi korban terdampak banjir di RW 03 Swadaya, Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sabtu, 13 Maret 2021. Naoemi menyerahkan bantuan di tempat pengungsian, di Masjid At-Thoyyibah.

Bantuan yang dibagikan berasal dari Dinas Sosial Sulsel. Adapun bantuan berupa masker, handsanitizer, sabun, vitamin, makanan siap saji, makanan anak, selimut, matras, sarung, susu dan tikar. Selain itu, adapula bantuan dari Ikatan Pengusaha Wanita Indonesia (IWAPI), Biro Kesra Sulsel, Dharma Wanita Sulsel, PKK Sulsel, dan Andalan Mengaji.

Didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Indira Jusuf Ismail, Naoemi Octarina turut berinteraksi dengan masyarakat yang sedang mengungsi akibat rumah yang masih tergenang air.

“Kita semua bekerja sama untuk membantu warga,” kata Naoemi.

Istri Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman ini mengharapkan agar peristiwa banjir yang telah terjadi diambil hikmahnya. Mengapa bisa terjadi banjir, dan seperti apa solusi penanganannya.

“Ke depan dibutuhkan sinergitas antara Pemprov dan Pemkot bagaimana mengatasi banjir,” ujarnya.

Adapun bagi masyarakat yang terdampak banjir, ia meminta agar tidak melupakan protokol kesehatan.

Sementara, Lurah Batua, Jufri, mengatakan, bantuan sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan dinantikan dengan antusias. Wilayah Kota Makassar diguyur hujan lebat dengan intensitas tinggi sejak Senin, 8 Maret 2021 lalu. Warga sempat bertahan di rumah hingga dua hari sebelum mengungsi ke masjid. Sebanyak 200 warga terdampak di RT5/RW3.

“Karena curah hujan yang berturut-turut deras sekali sehingga mau tidak mau, harus ditinggalkan rumahnya. Dua hari bertahan di rumah, kemudian ke sini (masjid). Sekarang sudah surut,” jelas Jufri.

Ia berharap, wilayah yang dipimpinnya mendapatkan bantuan infrastruktur. Menurutnya, Batua setengah wilayahnya berada di wilayah rendah.

Adapun untuk dapur umum telah disiapkan oleh Dinsos Kota Makassar sejak Kamis, 11 Maret 2021. Mereka membuka dapur umum, dan ada 20 orang Tagana dan relawan bertugas secara bergantian.

“Tagana sudah ada sejak Kamis, kami sebanyak 20 orang bertugas bergantian melayani untuk 203 orang,” kata Hikmah, Relawan Tagana Makassar. (*)

Facebook Comments

comments

NO COMMENTS

Leave a Reply