Makassar, humas.sulselprov.go.id – Dari tanggal 9 – 18 Maret 2021 Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Kehutanan Bidang Penyuluhan dan Perhutanan Sosial menggelar kegiatan Pertemuan Teknis Penyuluhan Kehutanan.

Pertemuan teknis ini dilakukan secara maraton di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Jeneberang I, KPH Jeneberang II, KPH Cenrana, KPH Selayar, KPH Sawitto, KPH Bila, KPH Mata Allo, KPH Saddang I dan KPH Saddang II sebagai rangkaian dari kegiatan sebelumnya yang telah dilaksanakan di KPH Bulusaraung.

Pada keseluruhan acara, hadir Kepala Bidang Penyuluhan dan Perhutanan Sosial, Para Kepala KPH setempat, Tim Penilai dan Sekretariat Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan, pejabat struktural lingkup KPH dan pejabat fungsional penyuluh kehutanan serta pendamping perhutanan sosial dari local champion.

Pertemuan yang dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan ini bertujuan menyampaikan beberapa kebijakan Dinas Kehutanan di Tahun 2021 guna meningkatkan kapasitas SDM tenaga penyuluh kehutanan dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan serta pendampingan di wilayah kerja masing-masing. Selain itu, pertemuan ini juga dimaksudkan untuk membahas metode-metode penyuluhan maupun aspek teknis lainnya yang terkait dengan capain kinerja penyuluh kehutanan.

Dalam sambutannya saat pelaksanaan pertemuan teknis di KPH Jeneberang II, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Kepala Bidang Penyuluhan dan Perhutanan Sosial, St. Khadijah Munirah Wahid, S.Hut, M.Si. mengharapkan para penyuluh dapat terus dan tidak kenal lelah dalam melakukan pendampingan bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan.

“Diharapkan para penyuluh siap mendampingi dan menyukseskan setiap program dan kegiatan, dalam rangka mengawal visi dan misi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Penyuluh kehutanan diharapkan terus melakukan komunikasi, koordinasi dan persamaan persepsi dengan semua pihak, baik pemerintah kabupaten, NGO, pihak swasta dan pihak terkait lainnya, sehingga pelaksanaan pembangunan kehutanan berjalan efektif dan efisien, serta mencapai tujuan bersama yaitu masyarakat sejahtera dan hutan lestari”, harapnya.

Lebih lanjut, St. Khadijah Munirah Wahid, S.Hut, M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan penyuluhan kehutanan Tahun 2021 diprioritaskan pada kegiatan untuk mendukung program perhutanan sosial.

“Program ini merupakan program prioritas yang ditujukan untuk menumbuhkan pusat-pusat ekonomi baru yang produktif agar tercipta lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat di dalam dan di sekitar kawasan hutan. Program ini membutuhkan pengawalan dari penyuluh agar terus menerus melakukan kegiatan pendampingan kepada para pemegang izin perhutanan sosial untuk dapat meningkatkan kelas KUPSnya”, lanjutnya.

Ditambahkannya lagi bahwa penyuluh selain dapat menjadi tauladan bagi masyarakatnya, juga harus mampu menggerakkan dan meningkat ekonomi masyarakat binaannya melalui berbagai program pembangunan kehutanan.

“Oleh karena itu penyuluh kehutanan dituntut untuk selalu berinovasi dan memiliki strategi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sasaran khususnya dalam penyelenggaraan kegiatan perhutanan sosial”, pungkasnya.

Secara umum, pertemuan teknis di seluruh KPH dapat berjalan dengan tertib dan lancar dalam suasana penuh kehangatan dan keakraban. Melalui pertemuan teknis ini dapat digali berbagai permasalahan di bidang penyuluhan kehutanan serta diperolehnya informasi dan masukan untuk perencanaan kegiatan penyuluhan kehutanan di masa yang akan datang. (*)

Facebook Comments

comments

NO COMMENTS

Leave a Reply