Makassar, humas.sulselprov.go.id – Sekertaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, berharap BPJS Kesehatan Provinsi Sulsel bisa meningkatkan taraf kesehatan masyarakat lewat kerjasama dengan 111 rumah sakit se-Sulsel.

“Tentunya kegiatan ini merupakan sebuah tujuan untuk kesehatan, kalau semua sehat, peningkatan kinerja juga bagus. Hari ini kita pikirkan bersama kolaborasi dan mitra dalam mensupport semua masyarakat di kabupaten kota se Sulsel,” jelas Abdul Hayat saat menerima BPJS Kesehatan dan seluruh organisasi terkait, di Ruang Sekda, Rabu 13 Oktober 2021.

Abdul Hayat berharap, semua untuk satu dan satu untuk semua demi mewujudkan taraf kesehatan masyarakat Sulsel lewat BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan Sulsel, Dinas Kesehatan kabupaten kota se-Sulsel, dan seluruh organisasi terkait.

“Saya kira jelas tadi ada yang ingin kita lakukan untuk masyarakat kita tentunya, harus ada perbaikan baik pelayanan, SDM dan kelengkapan infrastruktur yang dibutuhkan pasien,” harap Abdul Hayat.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Provinsi Sulsel, dr Beno Hemawan, mengaku, semua kegiatan yang dilakukan selama ini diharuskan mengikuti arahan UU No 40 Tahun 2009, PP No 47 Tahun 2021, PMK No 3 Tahun 2020, PMK No 01 Tahun 2012 dan PMK No 14 Tahun 2021 tentang standar rumah sakit.

“BPJS Kesehatan sudah bekerjasama dengan 111 rumah sakit dan paling banyak di Kota Makassar, ada 44 rumah sakit yang kita kerjasama. Nah, dalam menjalankan tugas, kami tetap mengikuti standar WHO,” ungkap Beno Hemawan dalam kesempatan tersebut.

Dirinya mengatakan, selama ini pihak BPJS Kesehatan sudah berupaya untuk mendukung pelayanan kesehatan lewat fasilitas yang ada di BPJS Kesehatan bekerjasama dengan 111 rumah sakit di seluruh Sulsel.

“Didalam proses kontrak yang ada, kita tetap terus mengontrol dan melihat bagaimana layanan baik, mulai kontrak yang sangat bermutu,” tutur Beno.

Di tempat yang sama, Ketua IDI Sulsel, dr Ichsan Mustari, berharap, lewat kesempatan tersebut bisa sama-sama memperbaiki kualitas pelayanan terhadap pasien di rumah sakit maupun puskesmas.

“Bukan hanya soal fasilitas, tapi yang paling utama adalah soal kepuasan pasien. Kadang kita juga jadi pasien, bayangkan kita masuk disana, satpamnya saja tersenyum kepada kita,” ungkapnya.

“Kepuasan ini kita harus betul-betul melakukan dorongan untuk bagaimana memperbaiki kualitas pelayanan yang sangat bagus untuk pasien,” tutupnya. (*)

Facebook Comments

comments

NO COMMENTS

Leave a Reply