Makassar, humas.sulselprov.go.id – Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, membuka Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Sulsel dan Kabupaten/Kota Tahun 2021, yang berlangsung di Hotel Claro, Jumat, 10 Desember 2021.

Rapat pleno ini mengangkat tema Percepatan Akses Keuangan Daerah di Sulsel dalam mendukung program percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Dalam sambutannya, Abdul Hayat mengapresiasi bupati dan wali kota yang turut aktif dalam mendukung program kerja dan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan TPAKD daerah.

“Dimana, kondisi saat ini memang sangat dibutuhkan kegiatan-kegiatan untuk membangkitkan kembali UMKM di tengah pandemi Covid-19,” kata Abdul Hayat, sekaligus membuka rapat tersebut.

Abdul Hayat menyampaikan, Pemerintah Provinsi Sulsel memberi dukungan dan support sepenuhnya terhadap program kerja dan kegiatan-kegiatan TPAKD di Sulsel. Seperti membangun website TPAKD, membuat konten edukasi budaya menabung sejak dini di kalangan pelajar, mulai PAUD sampai SMA.

Lebih lanjut, Abdul Hayat mengatakan, realisasi penyaluran KUR cukup besar di Sulsel, mencapai angka Rp 13,7 triliun, dengan jumlah debitur 402.156, dari target Rp 16 triliun. “Ini merupakan pencapaian yang luar biasa,” ucapnya.

Program KUR, kata Abdul Hayat, untuk meminimalisir para pelaku usaha atau UMKM agar tidak terjerat dengan rentenir-rentenir yang memanfaatkan situasi kesulitan masyarakat dengan memberi kemudahan pinjaman. Untuk itu, diharapkan kepada seluruh bupati/wali kota agar memastikan penyaluran KUR di kalangan pelaku usaha benar-benar tepat sasaran dan dimanfaatkan dengan baik.

“Kita berharap TPAKD di kabupaten/kota terus aktif dan melakukan berbagai terobosan serta inovasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah, termasuk menggali potensi ekonomi daerah yang bermanfaat bagi masyarakat dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Sulsel,” harapnya.

Peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Sulsel, tambah Hayat, dapat terwujud apabila adanya sinergitas, komitmen, dan konsistensi dari semua lembaga terkait antara pemerintah daerah dan lembaga jasa keuangan.

Sebagai informasi, tahun 2020 kondisi perekonomian Sulsel dan beberapa daerah lainnya mengalami kontraksi. Namun, atas upaya bersama, membuahkan hasil yang tercermin dari pertumbuhan ekonomi Sulsel pada triwulan ketiga, yang telah tumbuh sebesar 3,24 persen.

Hadir dalam rapat tersebut, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Sulsel Since Erna Lamba, Kepala OJK Regional 6 Sulampua Muhammad Nurdin Subandi,
Bupati/Wali Kota se-Sulsel, Sekda Kabupaten Barru, Sekda Parepare, serta para OPD lingkup Pemprov Sulsel yang terkait. (*)

Facebook Comments

comments

NO COMMENTS

Leave a Reply