Gubernur

0 300
  • Jenguk Korban Ledakan Bom di RS Bhayangkara, Plt Gubernur Serahkan Bantuan
  • Plt Gubernur Sulsel Minta Masyarakat Tetap Tenang dan Beraktivitas Seperti Biasa

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, bersama Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari, mendampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, menjenguk korban ledakan bom bunuh diri, di Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar, Minggu malam, 28 Maret 2021.

Pada kesempatan itu, Plt Gubernur memberikan bantuan kepada korban untuk meringankan beban keluarga korban. Salah satu korban yang diberikan bantuan, bernama Kosmos, berusia 52 tahun, dan berprofesi sebagai juru parkir.

Akibat kejadian tersebut, Kosmos mengalami luka di bagian leher, dada, wajah, dan tangan kiri.

“Saya bersama Ketua DPRD tadi sudah jenguk langsung kondisi korban. Kami sampaikan turut berduka atas kondisi yang dialami para korban. Semoga kondisi para korban bisa segera pulih,” ujarnya.

Andi Sudirman juga mengecam tindakan pelaku yang dianggap berpotensi mencederai toleransi yang sudah terbangun selama ini.

“Kita berikan kesempatan kepada kepolisian untuk mengungkap dan kita berikan kesempatan kepada pihak kepolisian bekerja profesional dalam mengusut tuntas peristiwa tersebut,” ungkapnya.

Andi Sudirman juga berharap agar masyarakat tetap tenang dan meminta masyarakat untuk tetap beraktivitas seperti biasa.

Sebelumnya, Plt Gubernur Sulsel mendampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meninjau lokasi ledakan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Jalan Kajaolalido, Makassar. (*)

0 267

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, melaunching Indonesia-Japan Bussines (IJB) Forum, di Hotel Grand Claro Makassar, Kamis, 25 Maret 2021. Dalam sambutannya, Plt Gubernur menyampaikan, pelaksanaan expo ini menjadi jembatan bagi Sulsel dan Jepang untuk bekerjasama dalam bidang investasi.

Menurutnya, ada tiga sektor yang menjadi minat Jepang untuk berinvestasi di Sulsel, dan itu segaris dengan catatan yang ada di Badan Pusat Statistik (BPS). Ketiganya yakni sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan.

“Mereka tertarik dengan sektor-sektor yang banyak share-nya di Sulawesi Selatan untuk pertumbuhan ekonomi, yaitu sektor pertanian, kemudian perikanan, dan sektor kehutanan,” jelasnya.

Seperti halnya di sektor pertanian, Plt Gubernur mengatakan, Jepang memiliki teknologi yang kuat, sementara Sulsel memiliki potensi lahan yang luas untuk dimanfaatkan, baik itu lahan hujan maupun lahan tidur.

Sehingga, lanjut Andi Sudirman, itu menjadi peluang bagi para petani di Sulsel untuk mendapatkan penghasilan lebih, karena tidak hanya mendapat keuntungan dari pemanfaatan lahan, petani juga akan diberdayakan untuk pengelolaan pertanian.

“Dari sektor pertanian ini, Jepang itu berminat bagaimana membuat tata kelola korporasi didalam sistem pertanian kita yang sistemnya adalah sistem sharing stakeholder dengan para petani kita sebagai pemilik lahan,” ungkapnya.

Apalagi, kata Plt Gubernur, ada banyak lahan milik Sulsel yang bisa dimanfaatkan oleh para investor dari Jepang, baik itu lahan tidur maupun lahan tadah hujan. Khusus lahan tadah hujan saja, ucap Andi Sudirman, Sulsel memiliki sekitar 250 ribu hektar lahan dari sekitar 1 juta hektar lahan tadah hujan. Sementara Jepang diakui memiliki teknologi yang sangat kuat.

Di sektor perikanan, Andi Sudirman menuturkan, Sulsel memiliki potensi laut yang cukup besar. Salah satu potensi laut yang menjadi minat Jepang untuk berinvestasi yakni potensi ikan tuna.

“Kita memiliki pesisir laut itu sepanjang dua ribu kilometer, maka mereka tertarik investasi untuk perikanan salah satunya Tuna,” jelasnya.

“Nilai investasinya saya belum tahu pasti, kalau tidak salah itu 200 miliar rupiah, tapi kita tidak tahu berapa sharenya,” ungkapnya.

Andi Sudirman menjelaskan, jika tiga sektor ini bisa dimanfaatkan oleh pemerintah provinsi, maka pertumbuhan ekonomi di Sulsel bisa lebih maju lagi. Mengingat, saat ini pemerintah provinsi juga telah memiliki gudang di Jepang yang bisa menampung produk-produk lokal Sulsel yang dikirim ke Jepang.

Dalam IJB Forum yang rencananya digelar pada Agustus mendatang, Plt Gubernur Sulsel berharap agar kegiatan tersebut nantinya bisa menjadi wadah kerjasama investor lokal dan pihak Jepang, khususnya di tiga sektor yang menjadi minat investasi Jepang di Sulsel. (*)

0 271
  • Petani Garam Jeneponto Dukung Upaya Plt Gubernur : Menandakan Andi Sudirman Berpihak Rakyat Kecil

Jeneponto, humas.sulselprov.go.id – Petani garam di Jeneponto mengaku senang atas dukungan Plt Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, yang menggalakkan menggunakan garam asal Jeneponto.

Salah seorang warga Jeneponto, Annas GS Karaeng Jalling, mengaku sangat setuju dengan upaya Andi Sudirman yang mendorong optimalisasi peningkatan pendapatan untuk petani garam di Jeneponto.

Dirinya yang juga sebagai petani garam ini pun bersyukur, keluhan para petani didengar dan ditindaklanjuti oleh kepedulian Plt Gubernur Sulsel.

“Rintihan penderitaan petani garam Jeneponto didengar Plt Gubernur Sulsel, hal ini menandakan bahwa Bapak Andi Sudirman Sulaiman ini berpihak kepada rakyat kecil yang terpukul dengan garam impor,” bebernya, Kamis (25/3/2021).

Terlebih dalam kondisi pandemi Covid-19. “Lebih baik kita bantu rakyat atau petani garam,” ujar Annas GS.

Sebelumnya, Plt Gubernur Sulsel mengajak seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota di Sulsel untuk mendukung penggunaan garam olahan Jeneponto, melalui dapur-dapur rumah warga, restoran hingga UMKM.

“Garam di Jeneponto adalah salah satu produksi lokal dari Sulawesi Selatan yang perlu kita kembangkan. Ini juga sebagai bentuk dukungan kepada usaha lokal. Saya mengajak kita untuk mengoptimalkan penggunaan garam Jeneponto. Garam Jeneponto kearifan lokal untuk dicintai,” pesan Andi Sudirman.

Diketahui, daerah di selatan Sulsel itu terkenal sebagai salah satu sentra petani garam tradisional di Indonesia. (*)

0 187
  • Jelang Ramadhan, Plt Gubernur Minta Penceramah, Ustad, Imam Masjid, Hingga Marbot Divaksin

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Menghadapi bulan suci Ramadhan, Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, menginstruksikan kepada Dinas Kesehatan Sulsel untuk memprioritaskan pemberian vaksin kepada guru mengaji, penceramah, ustad, dan marbot. Ini dilakukan untuk menjaga kondisi kesehatan masyarakat di bulan Ramadhan nanti.

“Yang saya juga minta karena mau Ramadhan, pengkhotbah, ustad, imam masjid, marbot, guru mengaji anak-anak itu divaksin semua. Bahkan termasuk tokoh agama lainnya seperti pendeta dan sebagainya itu divaksin semua,” katanya dalam agenda Coffee Morning, di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Senin, 22 Maret 2021.

Menurutnya, di bulan Ramadhan nanti aktivitas masyarakat khususnya umat muslim, akan lebih banyak dilakukan untuk beribadah di masjid dan tempat-tempat pengajian. Sehingga kalangan inilah yang akan lebih sering berinteraksi dengan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Plt Gubernur juga kembali menegaskan kepada Dinas Kesehatan untuk memprioritaskan pemberian vaksin kepada tenaga pendidik. Mulai pengajar di tingkat Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi, sampai pada bulan Mei nanti.

Menurutnya, tenaga pengajar ini harus diprioritaskan untuk menjalani vaksinasi karena berdasarkan target Presiden, sekolah tatap muka sudah akan dibuka pada Juni mendatang.

Untuk itu, Plt Gubernur berharap dinas terkait mendata jumlah semua guru yang ada di Sulsel untuk menjalani vaksinasi. Mengingat masih ada waktu tiga bulan yang bisa dimanfaatkan untuk memvaksin semua tenaga pengajar sebelum masuknya sekolah tatap muka.

“Ini kan Maret, April, Mei, dua bulan kedepan selesai semua guru, tercover semua guru,” katanya.

Menurutnya, tidak hanya tenaga guru, tenaga pengajar di tingkat perguruan tinggi juga harus menjadi target sasaran vaksinasi sebelum dimulainya proses belajar tatap muka.

Berdasarkan data yang disampaikan Dinas Kesehatan Sulsel, total sasaran vaksinasi di Sulsel sebanyak 6,4 juta orang yang dibagi dalam tiga kategori. Yakni sumber daya kesehatan atau tenaga kesehatan, petugas publik dan lansia.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Muhammad Ichsan Mustari, menjelaskan, target pemberian vaksin untuk tenaga kesehatan pada tahap pertama dan kedua sudah mencapai lebih dari 100 persen.

“Minggu ini sampai dua minggu ke depan, kita terus usahakan vaksinasi. Kedua, untuk para lansia dan petugas publik,” bebernya. (*)

0 250

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Di tengah pendemi Covid-19, seluruh stakeholder Sulawesi Selatan (Sulsel) diharapkan dapat mengambil bagian dalam memajukan daerah, termasuk keberlangsungan perekonomian. Khusus di Sulsel, pengembangan potensi wisata terus dilakukan, karena sektor ini jika bergerak juga melibatkan aspek lain, termasuk perekonomian. Para kepala daerah di Sulsel yang baru saja dilantik juga diharapkan mengambil peran tersebut.

“Insyaallah Sulsel akan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia. Mudah-mudahan kami bersama bupati dan wali kota yang baru saja dilantik, saya yakin memiliki semangat yang sama dengan kita untuk memoles seluruh potensi wisata kita sehingga bisa menjadi destinasi pariwisata,” kata Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah, dalam program Forum Group Discussion (FGD) dengan tema Pengelolaan Potensi Alam dan Wisata Sulsel, Jumat 26 Februari 2021.

FGD ini dalam rangka Hari ulang tahun Tribun Timur yang ke-17 yang ditayangkan secara live di channel Youtube.

Selain Gubernur Sulsel, hadir juga sebagai pembicara, Sandiaga Salahuddin Uno (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif); Mohamad Nurdin Subandi (Kepala OJK Regional Sulawesi, Maluku, dan Papua); Budi Hanoto (Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan); Ary A. Setiawan (Senior Vice President PT. Summarecon Agung Tbk dan Adi Satria (Senior Vice President Operations and Gov Relation, Accor Indonesia & Malaysia).

Lanjut Nurdin, Sulsel dikaruniai Tuhan dengan alam yang sangat indah. Dari 24 kabupaten/kota, semuanya memiliki potensi wisatanya masing-masing, hanya saja perlu dipoles lagi.

“Saya melihat pulau-pulau yang begitu indah, terumbu karang yang begitu luas, apalagi seperti di Takabonerate luar biasa, punya atol terumbu karang terbesar ketiga dunia,” ungkapnya.

Pemerintah Provinsi Sulsel terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan potensi pariwisata dengan menumbuhkan pusat ekonomi baru, meningkatkan konektivitas dengan pembangunan infrastruktur untuk mendukung aksesibilitas menuju destinasi wisata unggulan daerah.

Nurdin menyebutkan, Tana Toraja adalah salah satu destinasi favorite yang sangat khas di Sulsel, baik bagi wisatawan lokal maupun internasional. Tetapi, karena infrastruktur yang kurang memadai, seperti jalan rusak yang berdebu, membuat potensi wisata yang ada belum dapat disajikan secara maksimal.

Target sasaran pemerintah, agar ada kunjungan berulang dan endorsement dari para wisatawan yang datang ke spot-spot wisata di Sulsel termasuk Toraja. Maka dari itu, upaya untuk memberikan pelayanan yang maksimal serta fasilitas yang mendukung.

Salah satu upaya untuk mengembangkan potensi pariwisata yaitu membangun konektivitas wilayah. Pada tahun 2020 telah dirampungkan Bandara Buntu Kunik di Tana Toraja. “Sehingga wisatawan yang ingin ke Toraja cukup naik pesawat 45 menit saja,” imbuhnya.

Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan anggaran bagi sejumlah proyek strategis prasarana infrastruktur di kawasan Toraja. Melalui dukungan ketersediaan prasarana dan penunjang konektivitas ini, pihaknya ingin mewujudkan Kawasan Toraja yang bebas debu dan ramah turis.

Pemandian Air Panas Lejja, Soppeng,
Potensi pariwisata lainnya yang sedang dikembangkan adalah konsep wisata sehat dengan membuat Pemandian Air Panas Lejja atau Hot Spring. Wisata Sehat ini adalah program yang dikerjasamakan dengan pihak Pemerintah Jepang melalui program sister province.

Pendukung lainnya, juga sedang membangun jalan pintas penghubung antara kabupaten Soppeng dan Barru. Jalur ini melewati daerah Lejja, Soppeng, menuju Nepo, Kabupaten Barru, sehingga akses ke Lejja bisa lebih cepat.

Tanjung Bira juga menjadi salah satu kawasan pariwisata bahari yang sangat menarik. Sama dengan beberapa spot wisata lainnya, jarak Tanjung Bira dari pusat Kota Makassar juga lumayan jauh karena memakan sekitar 5-6 jam melalui jalur darat.

Maka dari itu, direncanakan pembangunan jalan tol yang bisa menghubungkan Makassar dengan Bulukumba, juga membangun bandara di Bira. Dengan begitu, wisatawan punya lebih banyak opsi.

Pemprov Sulsel juga bersinergi bersama Pemerintah Kabupaten Bulukumba untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, dalam hal ini pembenahan dan penataan Obyek Wisata Bira seperti Kawasan Titik Nol.

Sedangkan di Kabupaten Selayar terkenal dengan Taman Nasional Takabonerate yang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan. Kawasan ini adalah taman laut yang mempunyai kawasan atol atau gugusan terumbu karang terbesar ketiga di dunia.

Pemprov Sulsel juga berupaya mengembangkan potensi pariwisata yang ada, dengan mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Kepulauan Selayar, dengan menyiapkan berbagai kebutuhan wisata, infrastruktur, hingga konektivitas.

“KEK Pariwisata ini tidak hanya berpusat pada potensi alam pariwisatanya saja, tapi juga agrowisatanya seperti jeruk Keprok yang ingin kami kembalikan kejayaannya. Jeruk ini sering kita sebut dengan lemo china, luar biasa jika kita bisa kembalikan kejayaannya,” harapnya.

Pemerintah juga mencanangkan pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Bira dan Pelabuhan Pattumbukang Selayar, sehingga bagi para wisatawan terdapat banyak opsi baik lewat udara direct Makassar, maupun lewat laut direct Bira Bulukumba tujuan Selayar.

Sedangkan terkait aksesibilitas menuju wisata ke Danau Matano dan Towuti juga disampaikan.

“Saya kira ini juga satu-satunya danau yang termasuk danau purba yang terdalam di Asia Tenggara, kurang lebih 600 meter kedalaman dengan luas 16 ribu hektar,” terangnya.

Danau ini memiliki airnya jernih dan masuk dalam kategori danau purba yang dihuni fauna endemik. Uniknya, hewan endemik ini tidak ada di danau-danau lain di Indonesia.

Agar danau ini bisa menjadi pusat kunjungan, maka infrastruktur dan konektivitasnya harus dikembangkan. Satu-satunya cara untuk mengatasi persoalan jarak tempuh itu adalah harus ada rute penerbangan dan Bandar Udara untuk umum.

Selama ini, akses dari Makassar menuju Sorowako melalui udara kira-kira 45 menit dan melalui darat sekitar 10-11 jam.
Akses melalui udara juga masih terkendala, karena Bandara di Sorowako adalah bandara khusus milik PT.Vale.

“Kami juga dalam proses negosiasi dalam rangka mendorong potensi wisata di Luwu Raya, kami meminta PT Vale agar bandara yang ada di sana bisa diserahkan ke Pemprov untuk mengelola, sehingga nanti tidak lagi hanya digunakan pesawat Vale tetapi pesawat reguler juga bisa mendarat di sana. Saya yakin dalam waktu beberapa bulan bandara ini akan diserahkan,” jelasnya.

Ia percaya bahwa Sulsel dapat menjadikan pariwisata sebagai leading sektor yang mampu mendorong perkembangan industri-industri lainnya. Maka dari itu, dalam upaya pengembangan kawasan pariwisata, sedang membangun konektivitas sehingga terbangun kawasan pariwisata yang terintegrasi dan menghadirkan lebih banyak fasilitas pendukung.

Ia menjelaskan, adapun kondisi pariwisata Sulsel juga tertinggal jauh dibandingkan sebelum pandemi. Jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia jumlahnya 16 juta, tetapi yang masuk ke Sulsel hanya 17 ribu pengunjung.

“Ini yang perlu dikoreksi apa yang menjadi hambatan, wisatawan manca negara ke Sulsel masih sangat kecil,” kata Nurdin.

Kuncinya, menurut Nurdin, butuh keseriusan menangani infrastruktur dan konektivitas serta SDM kepariwisataan, juga diharapkan pihak swasta juga mengambil peran.

“Kami meyakini, insyaallah dua hingga tiga tahun ke depan, Sulsel kita persiapkan menjadi wisata unggulan, baik wisata alam, budaya, bahari. Karena 319 pulau yang kita miliki, yang berpenghuni itu di atas 50 persen. Jadi opportunity untuk mengembangkan wisata bahari masih sangat besar,” pungkasnya. (*)

0 206

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, melantik 11 kepala daerah bupati/wali kota hasil Pilkada Serentak 2020, di Baruga Karaeng Pattingalloang, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jumat pagi, 26 Februari 2021.

Pelantikan dilakukan secara hybrid (on site dan virtual). Mereka menjabat untuk periode 2021-2024 (SK 2021-2026 dengan klausal).

Pembacaan surat keputusan Menteri Dalam Negeri dibacakan oleh Plt Kepala Biro Pemerintahan dan Otda Sulsel. Mereka yang dilantik berdasarkan SK Mendagri Nomor 131.73-356 Tahun 2021 masing-masing Adnan Purichta Ichsan – Abdul Rauf Mallagani (Gowa), Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Makassar), Chaidir Syam-Suhartina Bohari (Maros), Muhammad Yusran Lalogau-Syahban Sammana (Pangkep), Suardi Saleh-Aska Mappe (Barru).

Kemudian, Andi Kaswadi Razak-Lutfi Halide (Soppeng), Basli Ali-Syaiful Arif (Kepulauan Selayar), Andi Muchtar Ali Yusuf-Andi Edy Manaf (Bulukumba), Theofilus Allorerung-Zadrak Tombeg (Tana Toraja), Andi Indah Putri Indriani-Suaib Mansyur (Luwu Utara), dan Budiman Hakim (Luwu Timur).

“Pada hari ini Jumat, 26 Februari 2021. Saya Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan atas nama Presiden Republik Indonesia dengan ini resmi melantik,” sebut Nurdin Abdullah memulai pelantikan.

Nurdin Abdullah yang melantik atas nama Presiden RI Jokowi menyatakan harapan agar para pimpinan daerah dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.

“Saya percaya bahwa saudara-saudari dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan,” ujarnya.

Dalam pelantikan ini terdapat perubahan gerakan acara dari gladi resik. Menjadi dengan susunan penandatanganan berita acara dan sumpah serta fakta integritas kemudian dilanjutkan dengan pemasangan tanda pangkat dan jabatan.

Prosesnya, satu persatu kepala daerah kemudian wakilnya maju ke depan dari posisi masing-masing yang telah ditentukan. Pelantikan dimulai dari kepala daerah Makassar, Barru, Soppeng, Luwu Utara, Gowa, Kepulauan Selayar, Bulukumba, Pangkajene Kepulauan, Maros, Tana Toraja kemudian Luwu Timur.

Dari 12 daerah berpilkada, pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Toraja Utara akan dilaksanakan secara terpisah pada 31 Maret mendatang. Hal ini disesuaikan dengan masa akhir jabatan bupati.

Usai pelantikan, para kepala daerah secara bersama-sama bertepuk tangan kemudian duduk di tempat masing-masing.

Acara selanjutnya di tempat yang sama dilanjutkan dengan pelantikan Ketua TP PKK dan Dekranasda Kabupaten-Kota oleh Ketua TP-PKK Sulsel, Lies F Nurdin.

Acara ini juga dipantau langsung oleh pihak Kemendagri memastikan acara dilakukan mengikuti protokol kesehatan ketat di tengah pandemi Covid-19. Sehingga hanya dihadiri oleh kepala daerah dan wakilnya serta ketua TP-PKK kabupaten/kota.

Diketahui sebelumnya, sedianya pelantikan hanya dilakukan melalui virtual. Namun diberikan diskresi, karena Gubernur Sulsel meminta untuk melakukan pelantikan hybrid dan disetujui oleh Kementerian Dalam Negeri yang kemudian diikuti oleh daerah lain di Indonesia. (*)

0 474

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. HM Nurdin Abdullah dan istri Ketua TP PKK Sulsel, Lies F Nurdin menyambut 11 pasangan bupati/wali kota dan wakil Pemilihan Kepala Daerah Terpilih 2020 dalam sebuah acara ramah tamah di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel di Jalan Sungai Tangka, Kamis, 25 Februari 2021. Mereka akan dilantik besok (26/2).

Semua kepala daerah yang akan dilantik hadir. Santapan malam yang disajikan seperti pallubasa, lopis, mi kering (efumi) dan kue putu.

Di sela santap malam, beberapa kepala daerah menyanyi, Wali Kota Makassar, Danny Pomanto dengan lagu daerah “Minasa Riboritta”, Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf dengan lagu “Endless Love”. Kemudian Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menyanyikan lagu “Shallow” Lagu Bradley Copper feat Lady Gaga. Lagu ini dinyanyikan bersama istrinya Priska Paramita yang merupakan finalis Indonesian Idol musim keempat.

Nurdin mengatakan bahwa ramah tamah ini merupakan sebuah tradisi sebelum pelantikan. Selain sebagai ajang mempererat silaturahmi.

“Kita tumpul ramah tamah, pasti ada kepala daerah yang baru dan bisa berkenalan dengan kepala daerah yang lama,” kata Nurdin Abdullah.

Ia membeberkan banyak hal yang didiskusikan, terutama kepala daerah meminta support dari gubernur.

“Karena memang sebagai Wakil Pemerintah Pusat di daerah tugas kita adalah support kabupaten/kota. Jadi saya kira ini sebuah ajang silaturahmi yang menjadi tradisi kita sudah bangun,” sebutnya.

Adapun pesan khusus gubernur yakni adalah upaya melindungi masyarakat dari Covid-19, dan merawat yang sakit. Tapi juga tetap membuat perekonomi juga harus bergerak.

Demikian juga dengan kesepakatan membangun rekonsiliasi, untuk menyatukan semua kekuatan.

“Jadi saya kira kuncinya adalah membangun team work yang kuat, silaturahmi kita rajut kembali yang tentu pasti ada efek dari pada pilkada,” ujarnya.

Nurdin menambahkan, dari 12 Pilkada yang dilaksanakan hanya 11 daerah yang dilakukan pelantikan. Satu daerah yakni Toraja Utara kepala daerahnya masa jabatannya baru berakhir 31 Maret.

Kepala Daerah yang dilantik untuk Kabupaten Luwu Timur adalah wakil bupatinya. Diketahui, bahwa bupati Luwu Timur terpilih, Thorig Husler telah meninggal dunia di akhir Desember lalu.

“Jadi wakilnya itu kita lantik sebagai wakil, nanti setelah dilantik akan menjadi pelaksana tugas bupati. Lantas kita usulkan kembali, menjadi bupati di sana.

Imbuhnya, jadi tinggal menunggu proses, setelah pelantikan diproses untuk mengajukan sebagai bupati definitif karena bupatinya meninggalkan, setelah itu melakukan pemilihan wakil di DPRD oleh partai pengusung.

“Mereka periode 2021-2024, karena 2024 kita akan melakukan pilkada serentak,” pungkasnya. (*)

0 281

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, meresmikan Amphi Theatre Pelebaran Jalan Metro Tanjung Bunga Tahap 1, Kamis, 25 Februari 2021.

Amphi theatre ini memiliki lebar 50 meter. Tahap pertama diselesaikan sepanjang 250 meter dengan anggaran biaya sekitar Rp 30 miliar lebih.

Fasilitas ini diharapkan menjadi ikon baru Kota Makassar, menjadi ruas jalan boulevard (utama) yang akan menghubungkan beberapa kabupaten kota dengan Makassar.

Jika rampung, jalur jalan lebar Metro Tanjung Bunga ini akan dilengkapi jembatan, pedesterian, dan memberikan alternatif bagi masyarakat menikmati pemandangan. Ini diharapkan akan menjadi ikon baru Kota Makassar.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, mengatakan, penyelesaian jalan ini penting untuk segera diselesaikan, karena berhubungan dengan kepentingan rakyat.

“Ini kepentingan rakyat, kepentingan rakyat itu di atas segala-galanya. Jadi ini harus kita selesaikan. Karena Tanjung Bunga ini adalah harapan kita menjadi landmark Kota Makassar, sehingga wajib harus selesai,” kata Nurdin Abdullah.

Penyelesaian tahap awal termasuk banyaknya ditemukan lubang di jalan tersebut melalui perbaikan jalan.

“Jadi mungkin tahap awal dulu. Karena sudah banyak lubang-lubang preservasi dulu kita lakukan. Supaya tidak ada lagi masyarakat mengeluh,” sebut Nurdin.

Jalan Metro Tanjung Bunga sendiri akan menjadi landmark Makassar, dengan panjang jalan 6 Km, lebar 50 meter akan dilengkapi dengan fasilitas jalur sepeda lebar 6,6 meter, jalur lambat 4,8 meter, jalur hijau 1 meter, jalan utama 9,6 meter dan jalur hijau 2 meter. Jalan nanti diharapkan dapat mengakomodir intensitas transportasi tinggi.

Selanjutnya, akan dilakukan pendekatan dengan para pemilik lahan. Demikian juga berkoordinasi dengan BPN Makassar dan Kanwil Pertanahan untuk bersama-sama menyelesaikan akses lahan yang masih tersisa.

“Insyaallah kita berharap 2022 ini betul-betul sudah tuntas,” harapnya.

Sedangkan Pj Wali Kota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin, menyatakan, hadirnya amphi theater ini selain akan menjadi ikon, juga akan semakin menguatkan peran Makassar sebagai hub menghubungkan kawasan timur dan barat yang telah dimiliki dan menjadi modal sejak dulu.

“Dari sisi histori telah menjadi kota tujuan niaga bagi pedagang luar ini. Ini tidak lepas dari posisi strategis secara geografis Kota Makassar yang hampir berada di tengah-tengah gugusan kepulauan Indonesia. Sehingga tentu memegang peran sebagai hub yang menghubungkan antara timur dan barat,” jelasnya.

Kota Makassar merupakan ibu kota Sulsel, yang dikeliling oleh potensi yang didukung oleh daerah di sekitar Kota Makassar. Ini menjadi modal dasar Kota Makassar berkembang menjadi kota terkemuka, bukan saja di Indonesia tetapi juga dunia.

Potensi ekonominya bukan dari sektor pertanian, namun sebagai kota jasa, potensi ekonominya ada pada sektor pariwisata dan investasi. Dengan terkelola dan teroptimalisasi dengan baik, maka Kota Makassar akan menjadi kota maju di masa yang akan datang.

“Tentu amphi theatre yang merupakan inisiasi dan gagasan dari Gubernur Sulsel, yang merupakan bukti bahwa Pemerintah Provinsi Sulsel sangat memperhatikan Kota Makassar untuk sama-sama bisa bersinergi menghasilkan Kota Makassar yang ramah pariwisata dan investasi,” ujarnya.

Perannya bagi Kota Makassar untuk menggenjot pariwisata dan investasi untuk peningkatan PAD dan peningkatan Kota Makassar.

“Beliau sangat konsen memperhatikan Makassar, Lego-lego baru saja diresmikan oleh beliau, setiap hari, setiap sore, sangat ramai pengunjung dan sekarang pelebaran amphe theatre yang saya yakini dan percaya, bahwa ini akan memberikan kontribusi akumulatif dalam hal mendorong dan memajukan pariwisata di Kota Makassar,” lanjutnya.

Rudy meyakini, jika berbicara pariwisata dan investasi adalah bagaimana memuaskan pelayanan. Demikian juga menghadirkan kemudahan bagi investor. Sehingga terkait kepariwisataan dibutuhkan program kesungguhan yang ikhlas untuk menghasilkan karya nyata yang memberikan kepuasan.

Ia juga yakin dan percaya, wali kota terpilih yang akan dilantik, dengan latar belakang sebagai seorang arsitek, dengan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki oleh Danny Pomanto, akan mampu lebih optimal menumbuhkan dan menggairahkan sektor pariwisata dan investasi di Kota Makassar. (*)

0 206

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Makassar, Hardaningsih melakukan audiensi ke Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah di Kantor Gubernur, Rabu, 24 Februari 2021.

Menyampaikan perkenalan dirinya sebagai Kepala BB POM Makassar yang baru. Sebelumnya, ia bertugas di Bandung. Serta, berharap dukungan Pemerintah Sul-Sel dalam pengawasan obat dan makanan terpadu.

“Ini adalah audiensi yang pertama saya dengan Pak Gubernur. Memang karena banyak yang harus kami kerja samakan, baik dengan Pak Gubernur atau kepala daerah kabupaten/kota,” kata Hardaningsih.

Hardaningsih juga menyampaikan Inpres No.3 Tahun 2017 Tentang Peningkatan Efektifitas Pengawasan Obat dan Makanan, serta Permendagri No 41 Tahun 2018 Tentang Peningkatan Koordinasi, Pembinaan, dan Pengawasan Obat dan Makanan.

“Memang ada mandat dari Inpres Nomor 3 Tentang Efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan di daerah,” sebutnya.

Juga terdapat sebuah Permendagri yang mengamanatkan untuk pembentukan Tim Koordinasi Pengamanan Obat dan Makanan di daerah. Di level provinsi dibentuk melalui SKnya dari Pak Gubernur.

Selain, dengan Gubernur juga dengan bupati dan wali kota. Diantaranya, harus mensinkronkan program.

BB POM selanjutnya akan melakukan MoU dengan Pemprov Sulsel selain terkait obat dan makanan. Terutama peningkatan daya saing UMKM. Di dalamnya terdapat pangan olahan, obat tradisional, kosmetik yang banyak memerlukan izin BB POM.

Selain sejauh ini masih terbatas juga ditemukan berbagai kesulitan. MoU ini diharapkan dapay mendorong produktif dan berdaya saing.

“Kelihatannya BB POM belum pernah MoU dengan Pak Gubernur juga. Akhirnya saya mengajukan bekerjasama MoU, ruang lingkupnya lebih besar lagi bukan hanya obat dan makanan. Pak Gubernur sangat mendukung dan juga setuju untuk MoU,” ujarnya.

BB POM Makassar melaksanakan tiga Program Nasional (Prognas) yang pelaksanaannya terintegrasi dalam satu kabupaten/kota yang memenuhi kriteria. Yaitu Program Pasar Aman, Gerakan Keamanan Pangan Desa dan Pangan Jajanan Anak Sekolah. Sinkronisasi dilakukan dengan program yang akan dibuat pemerintah daerah.

“Dengan Pak Gubernur tadi. Karena di Makassar ini mau dibuat namanya Pasar Lelang Ikan dan Pasar Ikan. Itu sudah berbicara dengan beberapa pihak, ini bisa jadi promo wisata juga,” sebutnya.

Sebagai Kepala BB POM baru, ia memiliki harapan dan menyatakan Makassar, memiliki potensi sumber daya yang besar. Baik sumber daya alam maupun SDMnya. Dukungan Universitas Hasanuddin juga dapat memberikan kontribusi besar melalui pengabdian pada masyarakatnya, melalui penelitian.

“Di sini ada Unhas, jadi artinya potensinya besar banget. Ini yang kita dorong untuk dimaksimalkan. Bagaimana mengolah ikan, tidak hanya dijual di Makassar tetapi bisa diekspor bahkan bagaimana teknologinya. Kami membantu registrasinya, nanti Unhas membantu penelitiannya dan Pak Gubernur dari sisi kebijakan,” paparnya.

Tidak lupa, Hardaningsih juga membagikan tips bagi masyarakat dalam memilih obat, makanan dan juga kosmetik.

Selian yang utama, menghindari memilih produk yang berisi bahan berbahaya juga dapat menerapkan “Cek Klik” sebagai cara mudah menjadi cerdas.

“Yang paling mudah kita menjadi cerdas kita melakukan Cek Klik. Ini cek kemasannya, cek labenya, cek izin edarnya dan cek kadaluarsanya. Harus ada juga penandanya produknya terdaftar. Saya juga akan sosialisasikan supaya aware (sadar),” pungkasnya. (*)

0 312
  • Harga Khusus Pertalite Setara Premium

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulsel, Prof. HM Nurdin Abdullah mendukung penggunaan bahan bakar minyak yang lebih ramah lingkungan. Termasuk pada program Langit Biru Pertamina.

Program ini, untuk mengajak masyarakat merasakan langsung penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan kualitas yang lebih baik dalam rangka meningkatkan kualitas lingkungan dengan udara yang bersih dan sehat.

“Saya mengajak masyarakat Sulawesi Selatan untuk beralih menggunakan BBM berkualitas seperti Pertalite dan Pertamax agar udara lebih bersih dan sehat,” kata Nurdin Abdullah di Kantor Gubernur, 24 Februari 2021.

Ia mendukung Program Langit Biru (PLB) Pertamina melalui pemberian harga khusus Pertalite setara Premium bagi kendaraan roda dua, roda tiga, taksi plat kuning, ojek online dan angkutan umum.

“Mariki warga Sulsel beralih ke BBM yang lebih berkualitas sehingga dapat berkendara dengan nyaman, udara bersih dan sehat,” sebutnya.

EGM Regional Sulawesi PT Pertamina (Persero), Rama Suhut menjelaskan bahwa program pemerintah ini melalui Pertamina terkait lingkungan hidup.

“Kita rencana untuk mengedukasi masyarakat untuk menggunakan BBM berkualitas, Pertalite dan Pertamax,” sebutnya.

Program yang difokuskan pada beberapa jenis kendaraan. Beberapa SPBU akan menjual Pertalite dengan harga khusus ini yang diharapkan akan mengedukasi masyarakat menggunakan Pertalite.

Diketahui, PLB merupakan bentuk dukungan kepada Pemerintah sesuai Peraturan Pemerintah No. 41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

Upaya pencegahan pencemaran udara, dapat dilakukan melalui pengendalian emisi gas buang kendaraan bermotor. Salah satunya dengan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang lebih berkualitas dan ramah lingkungan.

BBM yang lebih berkualitas memiliki kadar oktan (Research Octane Number/RON) tinggi, sehingga lebih ramah lingkungan karena rendah emisi.

Selain itu, BBM yang lebih berkualitas akan berdampak positif terhadap performa kendaraan serta lebih irit konsumsi BBM karena pembakaran di ruang mesin lebih sempurna.

Pertamina terus mendorong penggunaan produk BBM berkualitas yakni Pertalite dengan RON 90, Pertamax RON 92 dan Pertamax Turbo RON 98. (*)