Gubernur

0 310

JENEPONTO — Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah (NA), Penjabat Sekda Sulsel Ashari F Radjamilo, Bupati Jeneponto Iksan Iskandar melakukan kunjungan ke Desa Kapita, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Jum’at (25/1).

Kunjungan untuk melihat kondisi warga yang juga terdampak banjir beberapa waktu lalu, sekaligus menyerap aspirasi dan harapan warga.

Ratusan warga telah menyambut di rumah mantan kepala Desa Kapita Dini Bata yang telah mengabdi selama 30 tahun.

“Saya sampaikan beberapa waktu tepatnya dua hari lalu, kami berduka, beberapa terkena dampak parah rumah terkena banjir,” kata Sudirman sebagai perwakilan rakyat.

Dia juga sekaligus menyampaikan beberapa aspirasi warga lainnya, mengenai kondisi jalan yang perlu diperbaiki dan diaspal. Pengembangan pasar dan jembatan gantung

Gubernur menyampaikan rasa dukanya secara langsung serta berharap menjadi pelajaran agar alam tetap dijaga.

“Saya atas nama Pemerintah Provinsi menyampaikan rasa duka yang mendalam, mudah-mudahan ini menjadi pelajaran buat kita memperbaiki lingkungan kita, mudah-mudahan tahun depan kita tidak mengalami hal yang sama,” sebut NA.

NA menyampaikan pembenahan pasar warga akan dilakukan, termasuk sekolah yang terdampak, bantuan seng dan bantuan lainnya untuk korban banjir dan angin kencang. Termasuk NA akan berupaya menghadirkan tower jaringan komunikasi di desa ini.

Sementara itu, Iksan Iskandar menyampaikan jalan warga sepanjang kurang lebih 10 Km akan diperbaiki.(*)

0 160

• Salat Jum’at Masjid Babul Imam Desa Kapita

MAKASSAR — Dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Jeneponto, Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah (NA) menyempatkan diri melaksanakan salat di Masjid Babul Imam Tombolo Loe, Desa Kapita, Kecamatan Bangkala, Jum’at (25/1).

“Tentu kita patut bersyukur pada Allah SWT kita masih diberikan kesempatan salat Jum’at berjamaah,” kata Nurdin Abdullah.

NA menyampaikan kepada warga bahwa Sulsel saat ini sedang dilanda bencana alam. Dan pemerintah saat ini bersama masyarakat sedang melakukan pemulihan dan mencoba mengembalikan keadaan masyarakat dalam kondisi normal.

“Tentu kita semua mungkin mendengar, membaca dan melihat di televisi bahwa kita di Sulsel mendapat ujian dan cobaan, musibah banjir dan anging kencang. Kita bisa melihat saudara kita di Gowa, Jeneponto, Makassar dan Maros serta daerah lainnya.

NA juga menyampaiakan turut berduka atas meninggalnya warga kita akibat banjir dan tanah longsor.

Di Jeneponto juga kejadian luar biasa dialami. Nurdin Abdullah menyebutkan, kondisi sepeti ini, kemungkinan belum pernah terjadi.

NA menyampaikan, Tuhan telah menciptakan bumi beserta isinya, termasuk bagaimana menjaga lingkungan. Yang menjadi masalah adalah, salah satunya banyak perubahan penggunaan lahan yang tadinya hutan.

“Tentu ada tekniknya, untuk menanam jagung dengan terasering untuk menghindari erosi. DAS Jeneberang juga kritis, saya imbau kita waspada apalagi cuaca ekstrem,” sebutnya.

NA berharap kejadian ini menjadi pelajaran, untuk selalu menjaga lingkungan.

“Mudah-mudahan jadi pelajaran untuk kita, menjaga lingkungan, kalau kita jaga lingkungan kita pasti dijaga alam,” ujarnya.

Dirinya dan Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar ujarnya akan duduk bersama melihat kerugian yang dialami masyarakat termasuk sawah yang mengalami kerusakan.

“Jangan kita biarkan saudara-saudara kita menanggung sendiri. Saya datang ke Jeneponto, berdiskusi dengan Pak Bupati untuk berdiskusi agar masyarakat bisa hidup normal lagi,” jelasnya.

Untuk Desa Kapita, NA menyampaikan, perbaikan jalan sudah masuk program tahun 2019 untuk diaspal.(*)

0 279

JENEPONTO – Gubernur Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah meninjau langsung wilayah yang akan menjadi tempat pembangunan rest area yang ketiga setelah Kabupaten Barru dan Toraja Utara.

Rest area tersebut sudah ditentukan wilayah, tepatnya di Desa Karamaka, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto.

Peninjauan wilayah tersebut didampingi langsung Bupati Jeneponto Iksan Iskandar, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Aliah Mustika Ilham dan seluruh stakeholder baik dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel maupun Pemda Kabupaten Jeneponto.

“Ini rest area akan menjadi pusat perputaran ekonomi masyarakat disekitar rest area ini,” ungkap Nurdin Abdullah saat meninjau langsung, wilayah rest area, di Desa Karamaka, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Jumat (25/1/2019).

Untuk menunjang, rencana pembangunan rest area ini juga, Nurdin Abdullah menyampaikan kepada Bupati Jeneponto agar nantinya melakukan kegiatan pelatihan terlebih dahulu, bagi seluruh masyarakat dan pekerja yang akan mengelola rest area tersebut.

Untuk diketahui, dikawasan rest area tersebut akan dibangun sejumlah fasilitas penunjang, bagi pengguna jalan yang melewati jalan poros Makassar-Jeneponto. Fasilitas tersebut yakni, Musolah, tempat jualan, toilet, dan sejumlah tempat pendukung lainnya.

Terpisah, Bupati Kabupaten Jeneponto, Iksan Iskandar menambahkan, pembangunan rest area ini diyakininya akan menjadi sumber pendapatan masyarakat Jeneponto dan sekitarnya.

“Ini nanti akan jadi tempat jualan untuk ibu-ibu, nanti akan dibangun juga tempat jualan juga untuk ibu-ibu ya,” pungkasnya. (*)

0 177

MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan berharap setelah Sulsel mampu melakukan direct call ke beberapa negara dengan mengirimkan produk ekspornya secara langsung, dia berharap akan ada direct flight langsung. Misalnya ke Jepang.

“Direct fligt telah lama kita usulkan, karena terus terang kita adalah gerbang kawasan timur Indonesia. Tetapi selama ini kalau kita mau ke luar negeri, lewat Bali, Jakarta atau Surabaya, alasannya selalu (jumlah) penumpang,” kata Nurdin Abdullah.

Dia berharap Bandara Udara Internasional Hasanuddin dapat dioptimalkan termasuk penerbangan ke luar negeri. Misalnya untuk ke Jepang harus via Bali terlebih dahulu.

“Ini dari Bali langsung ke Osaka lewat di atas kita, sebenarnya mampir ke kita juga bisa dapat kargo,” sebut NA.

Hal itu diungkapkan dalam Smart Economic Outlook 2018 to 2019 yang digelar Smart FM bersama Pelindo 4 di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Kamis siang (24/1).

Bahkan pentingnya direct fligt disampaikan NA ke Presiden Jokowi.

“Kemarin waktu kunjungan Bapak Presiden saya sampaikan, Pak ini direct call sudah selesai. Sekarang direct flight, kalau ini dibuka, kita di kawasan timur Indonesia akan enak,” ujarnya.

NA menyampaikan bahwa Pemprov Sulsel menata kepariwisataan daerahnya.

“Kami juga provinsi tetap mendorong kepala daerah menata bagaimana menjadi kota yang nyaman dan ramah bagi turis baik domestik dan mancanegara,” ujarnya.

Sementara itu, Ekonom Indef Aviliani mengatakan, sudah menjadi rahasia umum jika pertumbuhan ekonomi Sulsel selalu berada di atas pertumbuhan rata-rata nasional. Namun, sayangnya Sulsel masih tergantung pada harga komoditas, akibatnya pendapatan perkapita berfluktuasi.

Menurut Aviliani, potensi ekspor Sulsel masih sangat besar khususnya di sektor perikanan dan kelautan. Untuk itu, para pengusaha pun harus bermain dalam skala besar.

“Misalnya berani membuat industri untuk menghasilkan produk setengah jadi atau produk jadi siap ekspor,” kata Aviliani.

Selain itu, pengusaha harus membiasakan bertransaksi tidak menggunakan USD dollar melainkan mata uang negara sendiri. Hal tersebut membantu negara mengurangi kemiskinan.

Dalam kesempatan itu, Aviliani juga mendorong Pemerintah Daerah agar lebih peka terhadap aturan Pemerintah Pusat. Pemerintah Daerah adalah eksekutor Pemerintah Pusat sehingga perlu adanya kreatifitas dari Kepala Daerah.

Secara khusus Aviliani memberi apresiasi kepada Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah yang jeli membidik sektor pariwisata sebagai program prioritas.

Sebab berdasarkan pengamatannya, pariwisata adalalah sektor yang termasuk cepat menyumbang devisa ke daerah.(*)

0 305

MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah (NA) bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo serta Wali Kota Makassar Danny Pomanto melakukan peninjaun ke lokasi terdampak banjir di Blok 8 Antang, Kota Makassar, Kamis sore (24/1).

Dengan menggunakan perahu karet mereka menyusuri rumah-rumah warga bersama tim gabungan yang memberikan pertolongan kepada warga dan melakukan evakuasi.

“Pak Wali sudah jelaskan, jadi ini harus kita redesain, supaya tidak terulang kembali, seperti perumahan ini, harus ada pintu air keluar, daerah lain itu sudah surut semua, tinggal di sini, oleh karena itu apa pun langkah kita, harus kita lakukan,” kata Nurdin Abdullah.

Nurdin Abdullah melanjutkan terkait persoalan tambang harus dihentikan, harus dievaluasi.

“Jangan sampai merusak aset terbesar kita ini adalah dam Bili-bili, karena dam ini multi fungsi, bisa digunakan sampai 100 tahun, padahal ini belum 20 tahun, sudah dangkal, itu berarti ada perlakuan keliru di atas, saya yakin Inshaallah tahun depan kita minimalkan bencana ini,” sebut Nurdin Abdullah.

Sementara itu Kepala BNPB, Doni Manardo menyampaikan upaya untuk penyelamatan Gunung Bawakaraeng harus dilakukan. Kolaborasi baik oleh pemerintah, pakar dan ahli bisa melakukan riset dan penelitian untuk bisa memberikan masukan pada pemerintah daerah.

Demikian juga dengan komunitas-komunitas, LSM dan pemuda dapat ikut terlibat dalam program penyelematan.

“Kemudian, juga kalangan media yang dapat memberikan informasi dapat mendorong semua masyarakat mau peduli dengan alam, artinya apa, kalau alam kita jaga, maka alam akan menjaga kita,” ujarnya.

Dia juga berharap di kawasan hulu Bawakaraeng ini harus dikembalikan fungsi konservasinya. Termasuk dengan menanam pohon trembesi.

“Hampir semua bibit pohon, trembesi yang tumbuh di Indonesia itu hampir pasti dari Makassar,” ujarnya.

BNPB juga sebelumnya memberikan bantuan berupa bantuan dana siap pakai (DSP) untuk operasional tanggap darurat bencana banjir dan longsor untuk BPBD Provinsi Sulsel, BPBD Kabupaten Gowa, BPBD Kabupaten Jeneponto, BPBD Maros dan BPBD Makassar tahun 2019 sebesar Rp1.150.000.000,00,-.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga memberikan bantuan paket logistik BNPB Bencana Banjir Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2019 berupa, tenda gulung 250 lembar, sandang 425 paket, selimut 560 lembar, paket perlengkapan keluarga 100 paket, perlengkapan bayi 202 paket, matras 240 lembar, kantong mayat 30 lembar, karung pasir 300 lembar, makanan siap saji 540 paket, lauk pauk 714 paket, makanan tambahan gizi 690 paket. Adapun totalnya senilai Rp828.815.144,-.

“Ada bantuan dari BNPB untuk BPBD sehingga bisa operasional memberikan bantuan pada pengungsi, ada dana berupa Rp1,150 miliar, untuk empat kabupaten/kota, Makassar, kemudian Maros, Jeneponto dan Gowa ditambah BPBD Provinsi,” jelasnya. (*)

0 226

• Serta Bantuan Paket Logistik Rp. 828.815.144

MAKASSAR — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan bantuan kepada Sulawesi Selatan yang diterima langsung Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah (NA) di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (24/1).

Bantuan diberikan langsung oleh Kepala BNPB Doni Monardo. Bantuan berupa bantuan dana siap pakai (DSP) untuk operasional tanggap darurat bencana banjir dan longsor untuk BPBD Provinsi Sulsel, BPBD Kabupaten Gowa, BPBD Kabupaten Jeneponto, BPBD Maros dan BPBD Makassar tahun 2019 sebesar Rp1.150.000.000,00,-.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga memberikan bantuan paket logistik BNPB Bencana Banjir Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2019 berupa, tenda gulung 250 lembar, sandang 425 paket, selimut 560 lembar, paket perlengkapan keluarga 100 paket, perlengkapan bayi 202 paket, matras 240 lembar, kantong mayat 30 lembar, karung pasir 300 lembar, makanan siap saji 540 paket, lauk pauk 714 paket, makanan tambahan gizi 690 paket. Adapun totalnya senilai Rp828.815.144,-.

Kepada Doni Manardo, NA memberitahukan kondisi yang ada. Termasuk level air sudah menurun, masalah pendangkalan serta masalah tambang galian pasir. Serta kondisi yang dialami petugas di lapangan.

“Kita kemarin kewalahan karena ada jembatan terputus,” kata Nurdin Abdullah.

Selanjutnya NA dan juga Doni melakukan peninjauan di lokasi banjir di Antang Blok 8.(*)

0 178

• Nurdin Abdullah Dorong Daerah Tata Sektor Pariwisata

MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah (NA) menerima Association Of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) di Baruga Lounge Kantor Gubernur, Kamis (24/1).

NA menyampaikan bahwa Pemprov Sulsel menata kepariwisataan daerahnya. Dia mendorong agar kapal-kapal yang masuk di Makassar agar bisa tinggal setidaknya tiga hari, sehingga mereka juga bisa melakukan wisata di Sulsel.

“Bahwa kapal-kapal yang masuk di Makassar minimal tiga hari stay, mungkin dunia pariwisata bisa tumbuh lagi. Kami juga provinsi tetap mendorong kepala daerah menata bagaimana menjadi kota yang nyaman dan ramah bagi turis baik domestik dan mancanegara,” kata Nurdin Abdullah yang juga disampaikan pada acara Economic Outlook 2018 to 2019 dirangkaikan dengan Focus Group Discussion PT. Pelindo IV di Ruang Rapim.

NA menyampaikan, Pemprov memulai dari Toraja dengan melakukan perbaikan pedesterian. Kawasan wisatanya ditata. NA ingin mau Toraja tumbuh seperti Bali.

“Turis-turis bisa menikmati suasana sejuk (Tanjung) Bira juga demikian akan kita tata. Pariwisata ini penyumbang tenaga kerja terbesar, oleh kareba itu saya berharap pangkas birokrasi yang menyulitkan dunia pariwisata,” sebut NA.(*)

0 281

• Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Audiensi Ke Gubernur

MAKASSAR — Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Sulsel, Agus Arifin Nu’mang melalukan audiensi dan silaturahmi ke Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah (NA). Agus di terima langsung di Lounge Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (24/1).

Kunjungan ini untuk menyampaikan terkait persiapan pergantian pengurus pada 26 Januari memdatang dan mengundang Gubernur Sulsel. Selain itu bersama NA, Agus membicarakan persoalan haji dan umroh. Misalnya menggunakan visa negara lain.

“Dia pakai Visa jatah muslim Korea, di sanakan ada bebeberapa persen, tahun lalu ada laporannya,” kata Agus Arifin Nu’mang.

Dia berharap semua proses bisa berjalan sesuai prosedur.

“Tahun kemarin ada yang ketemu, dia pakai (Haji) visa Korea tetapi pakai bahasa Bugis, saya tidak tau dia kerja di sana, jadi ambilnya dari sana,” sebutnya.

Agus AN menyampaikan seiring dengan kesejahteraan masyarakat yang semakin meningkat. Minat masyarakat untuk melakukan ibadah haji dan umroh juga semakin bertambah.

“Ini karena kesejahteraan masyarakat meningkat, jadi daftar tunggu haji saja itu sampai 30 tahun, ada kabupaten 36 tahun, terendah 22 tahun. Ini baru Sulsel. dan animo untuk melakukan umroh juga tinggi,” sebutnya.

Agus juga mengatakan IPHI memiliki peranan untuk bermitra dengan pemerintah. Sehingga tidak timbul masalah dalam pelaksanaan haji dan umroh.

“Dari dulukan sudah saya wanti-wanti, jangan sampai ada tergiur dengan haji dan umroh murah sehingga bersoal, hasilnyakan kelihatan, saya dari dulu ingatkan,” kata mantan Wakil Gubernur Sulsel periode 2008-2018 mendampingi Syahrul Yasin Limpo (SYL).(*)

0 422
Gubernur Sulsel saat ditemui di kediaman pribadi, Perdos Unhas. Biro Humas Pemprov Sulsel

MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah (NA) menyampaikan upaya pemerintah dan pihak terkait yang dilakukan terkait dampak yang ditimbulkan oleh bencana alam berupa banjir, longsor dan anging kencang yang terjadi di 10 kabupaten/kota di Sulsel.

NA menyampaikan sejak hari pertama pemerintah Provinsi Sulsel telah siaga dan mengantisipasi dampak yang dapat ditimbulkan.

“Dari dua hari yang lalu kita sudah siaga, karena kita sudah memantau bahwa akan ada cuaca ektstrem di Sulsel. Oleh kami minta kepada Balai Sungai Pompengan supaya menjaga cek dam kita, terutama kita lihat level yang normal apakah sudah melewati batas normal, karena ada syarat tindakan,” kata Nurdin Abdullah.

NA juga telah meminta Basarnas turun ke lapangan mengantisipasi hal yang kita tidak inginkan. Termasuk upaya mengevakuasi masyarakat.

NA juga melakukan koordinasi dengan daerah terdampak termasuk Kabupaten Gowa dan Kabupaten Jeneponto yang mengelami dampak terbesar.

“Saya apresiasi Pak Bupati ini responnya luar biasa, Pak Bupati Gowa, minta supaya pintu cek dam ini dibuka, kalau tidak bisa lebih fatal lagi, dan Alhamdulillah dilakukan,” sebut NA, Kamis pagi (24/1).

Lanjutnya, namun, pembukaan tersebut memang memiliki resiko lainnya, karena akan tergenang beberapa pemukiman warga baik di Gowa dan di Makassar. Hal tersebut harus dilakukan sebagai upaya agar tidak menimbulkan dampak yang lebih besar.

Dinas Sosial Sulsel pun dimintanya untuk turun memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama makanan siap saji.

Upaya yang dilakukan juga dengan meminta masyarakat mengungsi, meninggalkan daerah rawan terutama di daerah bantaran sungai. Dan kewaspadaan lebih tinggi di daerah tergenang.

Sementara itu terkait tanah longsor yang menutupi pemukiman penduduk secara tiba-tiba. Kendala yang dihadapi saat dilakukan pertolongan adalah akses ke lokasi yang terputus. Namun, saat ini akses jalan Makassar-Sungguminasa dan Malino sudah bisa diakses.

Untuk menjangkau daerah terdampak terutama yang sulit di akses juga memiliki kendala. Beberapa daerah untuk memberikan bantuan akan mudah diakses dengan menggunakan helikopter. Sementara Pemprov Sulsel tidak memiliki alat tersebut.

“Oleh karena itu baru hari ini kita pinjam ke Kodam, mungkin Bupati Gowa akan menyebar logistik ke daerah yang belum tersentuh, kami juga pinjam Lanud untuk kita gunakan bersama para Forkopimda, kita akan melihat daerah hulu dan daerah yang kena dampak banjir ini,” jelasnya.

Selanjutnya, setelah itu akan mengumpulkan bupati/wali kota yang terkena dampak ini. Evaluasi akan dilakukan, termasuk apa yang menjadi langkah ke depan. Termasuk rumah yang hanyut, masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dan masyarakat yang rumahnya rusak.

“Kita punya persawahan yang terendam di 10 kabupaten ini. Dan langkah-langkah yang akan kita ambil, mudahan-mudahan tidak dalam waktu lama ada langkah konkrit kita lakukan, supaya masyarakat bisa kembali normal,” pungkasnya.

Sementara itu data yang dirilis BPBD Sulsel melalui Crisis Media Center Pemprov Sulsel hingga 24 Januari 2019, pukul 09:22 Wita. Total korban, Kepala Keluarga terdampak 3.914 (KK) atau 5.825 jiwa, 26 orang meninggal dunia, jumlah hilang 24 jiwa, sakit 46 jiwa dan mengungsi 3.321.

Kerusakan yang ditimbulkan rumah rusak ringan 25 unit, rusak sedang 2 unit dan rusak berat 12 unit. Rumah terendam 2.024, hanyut 32 rumah, tertimbun 5 rumah, kerusakan tempat ibadah 6 unit, fasilitas pemerintah 3, pasar 2 unit, jembatan 9, jalan 10.700 meter, sawah 30.930 Hektare dan kerusakan sekolah 13 unit.

Sementara ketinggian muka air Bendungan Bili-bili di Kabupaten Gowa 99,45 meter dan sudah dibawah batas ketinggian normal yakni 99,50.(*)

0 182


PALOPO — Dihadapan seluruh kepala daerah Luwu Raya, Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah (NA) menyampaikan bila dirinya bukan hadir sebagai penguasa di Luwu Raya.

Namun, dirinya sengaja hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat Luwu Raya dan seluruh masyarakat 24 kabupaten kota se-Sulsel.

“Saya hadir bukan untuk berkuasa, saya hadir bukan untuk merepotkan atau menyusahkan, tapi saya datang ke sini mau melayani semua kebutuhan masyarakat,” kata Nurdin Abdullah dalam sambutannya, di Ruang Pola Kantor Wali Kota Palopo, Rabu (23/1).

Nurdin Abdullah menjelaskan, posisi dirinya sebagai orang nomor satu di Sulsel, bukan berarti dirinya akan berkuasa, justru dirinya siap hadir untuk membantu semua kebutuhan masyarakat Luwu Raya.

“Kami pemerintah Provinsi tidak punya wilayah pak, makanya kami hadir untuk berkantor di Kantor Wali Kota Palopo supaya komunikasi kita semua lebih cepat dan efisien,” ungkapnya.

Olehnya itu, Nurdin Abdullah meminta kepada seluruh stakeholder agar tidak enggan untuk membangun komunikasi dengan dirinya, demi mendorong pertumbuhan infrastruktur yang ada di Luwu Raya.

“Jangan segan-segan untuk hubungi kami, kalau ada yang mau didiskusikan, kalau ada hal yang perlu dibicarakan,” tutur mantan Bupati Bantaeng dua periode ini.

Selain itu, dihadapan ratusan masyarakat Luwu Raya, Gubernur Nurdin Abdullah menyampaikan kelebihan yang dimiliki daerah Seko saat ini.

“Seko itu adalah mutiara, itu belum terjama, airnya jernih, tanahnya masih subur. Tapi jangan khawatir tahun depan jalan menuju Seko sudah mulus sampai diatas,” tambahnya.

Lebih jauh Nurdin Abdullah menyampaikan, dibalik kepemimpinan dirinya dengan Andi Sudirman Sulaiman akan menjadikan beberapa daerah di Sulsel, termasuk daerah Seko untuk dijadikan sebagai wilayah peternakan hewan, untuk keperluan daging.

“Disini ada Wali Kota Palopo, Bupati Luwu Timur, dan seluruh tokoh Luwu Raya. Dan nantinya Sulsel ini akan menjadi lumbung daging tahun 2021,” pungkasnya. (*)