Gubernur

0 120

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. HM Nurdin Abdullah menerima kunjungan silaturahmi Wali Kota Makassar terpilih Moh Ramdhan Pomanto di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Rabu, 24 Februari 2021.

Pria yang akrab disapa Danny atau DP ini didampingi wakilnya, Fatmawati Rusdi bertemu orang nomor satu Sulsel tersebut sebelum dilantik lusa, 26 Februari di Baruga Karaeng Pattingaloang bersama 10 pasang kepala daerah lainnya.

“Saya berterima kasih kepada Pak Gubernur telah menerima kami berdua sekaligus izin lapor diri,” kata Danny Pomanto.

Imbuhnya, mereka dukungan dari Gubernur. Demikian juga laporan program-program yang akan dijalankan serta yang akan diluncurkan termasuk memperkuat program-program yang sudah ada, seperti penanganan Covid-19.

“Saya kira dengan Pak Gub, bukan orang baru saling kenal. Saya sudah kenal sejak lama. Jadi saya kira tidak terlalu sulit untuk diwujudkan. Apalagi ada sosok perempuan. Jadi lengkap kami,” sebutnya.

Setelah berdialog, Nurdin mengajak DP-Fatma untuk meninjau beberapa ruangan yang telah direnovasi di kantor yang terletak Jalan Urip Sumiharjo nomor 269 ini. Seperti, ruangan kerja gubernur dan ruangan pelayanan lembaga pemerintah yang ada seperti KPK. Serta ruang rest room (toilet) berstandar hotel berbintang.

Danny menilai bahwa selera dari gubernur juga dapat diaplikasikan di Balai Kota dengan memberikan pelayanan yang nyaman bagi tamu dan masyarakat.

“Supaya semua bisa matching selama perjalanan kami berdua bertugas. Saya kira seperti itu, artinya Pak Gub tadi menerangkan tentang kantor gubernur, saya menganggap itu perintah ke wali kota untuk memperbaiki diri dan memperbaiki ruangnya juga,” ucapnya.

Sedangkan, Fatmawati mengapresiasi arahan dari gubernur, “Kami butuh arahan dari Pak Gubernur, kami butuh arahan dari Provinsi,” ujarnya.

Gubernur Nurdin Abdullah menilai, bahwa pertemuan ini memiliki makna bahwa hubungan yang terjalin antara gubernur dengan wali kota terpilih selama ini tetap harmonis.

“Saya kira hari ini kita patut bersyukur bahwa sudah terjawab kepada masyarakat. Bahwa Gubernur dengan wali kota terpilih itu tidak ada masalah,” sebutnya.

Ia melihat sosok Danny telah banyak memberikan kontribusi di Sulsel, merancang pembangunan di Sulsel dan kabupaten/kota lainnya.

Harapan dan titipan diberikan ke pada Danny untuk membangun Kota Makassar.

“Saya titip Makassar. Karena Makassar ini adalah etalase Sulsel bahkan Indonesia Timur. Pemerintah Provinsi siap untuk bersinergi, tentu tanggung jawab kita bersama Kota Makassar ini,” tambahnya.

Pemprov dan Pemkot kata Nurdin akan membangun team work yang kuat untuk terus mendorong percepatan pembangunan di Kota Makassar.

Pertemuan awal ini sebagai tanda kolaborasi yang baik ke depan. Serta sebagai momen yang tepat untuk bertemu menjelang pelantikan.

“Kita bicara dari hati ke hati. Apa yang bisa kita support tentu kita juga harus mendengar dari wali kota terpili maupun dari ibu wali kota,” ungkapnya.

Tidak ketinggalan, Nurdin memuji Fatmawati sebagai pendamping DP. Dengan pengalaman yang dimiliki menjadi kombinasi kepimimpinan yang baik.

“Ibu wakil wali kota juga punya pengalaman yang luar biasa. Saya kira ini kombinasi yang sangat bagus,” pungkasnya. (*)

0 369
  • HUT Tagana Ke-17 Tahun

Takalar, humas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah dan Ketua TP-PKK Sulsel, Liesty F Nurdin didampingi langsung Kadis Sosial Pemprov Sulsel hadir membagikan bibit mangrove, di Desa Galesong Baru, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar sebagai bagian kegiatan dari HUT Tagana Ke-17, Selasa, 23 Febuari 2021. Sebanyak 1.000 bibit mangrove dibagikan untuk ditanam.

“Hari ini berbagai rangkaian acara yang pertama adalah penanaman 1.000 mangrove di Galesong ini, yang kedua adalah penyerahan bantuan sembako dari Dinas Sosial provinsi Sulawesi Selatan,” ungkap Prof Nurdin Abdullah, di Takalar, Selasa, 23 Febuari 2021.

Ia menjelaskan, dengan adanya cuaca ekstrem ini tentunya hampir semua nelayan belum bisa untuk melaut.

“Oleh karena itu saya kira kita tentu berdoa kepada Allah SWT mudah-mudahan pandemi selesai. Cuaca juga sudah kembali normal sehingga kita bisa melaut kembali,” tuturnya.

“Hari ini kita hadir untuk sedikit meringankan beban masyarakat Galesong. Jadi Dinas Sosial Provinsi hari ini membawa sembako menyambung hidup kota. Iya tentu saya selaku Gubernur dan Pak Bupati Takalar akan terus memantau kondisi ini dan Insyaallah pemerintah akan hadir bersama-sama kita semua,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Sosial Sulawesi Selatan, Gemala Faoza, mengaku, kegiatan hari ulang tahun Tagana kali ini sangat berarti dan sangat membanggakan bagi anggota Tagana Sulawesi Selatan.

Karena pertama kalinya di hadiri Gubernur Sulawesi Selatan sekalu pembinaan utama Tagana Sulsel dan hadir juga Ketua TP-PKK Sulsel.

“Izinkan kami mewakili seluruh anggota Tagana Sulawesi Selatan, menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran bapak dan ibu,” ungkapnya.

“Izinkan kami melaporkan kepada bapak Gubernur dalam menghadapi cuaca ekstrem saat ini. Kami Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan melakukan upaya sejak dini dalam menghadapi cuaca ekstrem tersebut, kesiapan logistik di masing-masing kabupaten kota sudah kami distribusikan,” tutupnya. (*)

0 129

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. HM Nurdin Abdullah mengusulkan Program Desa Digitalisasi pada kesempatan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas RI, Suharso Monoarfa, secara virtual, di Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Selasa, 23 Febuari 2021.

“Kami mengusulkan beberapa pilot project desa digital di Kabupaten Pinrang, Barru, Luwu Timur dan Bone dengan harapan bahwa desa lainnya juga akan kami topang melalui APBD Provinsi dan APBD Kabupaten. Kami usulkan untuk fasilitasi UMKM Pertanian dan Perikanan di Kabupaten Jeneponto, Sinjai, Wajo dan Bone,” ungkap Nurdin, dalam kesempatan tersebut.

Program Desa Digital tersebut adalah Pengembangan Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN). Khusus untuk proyek ini, Pemprov Sulsel mengimplementasikan arahan Presiden untuk mendorong pemulihan ekonomi dari desa agar lebih berkualitas. Sebab, kantong kemiskinan saat ini masih lebih besar di pedesaan, padahal desa masih sangat kaya akan potensi.

“Hal ini juga dimaksudkan untuk menjawab isu strategis pertumbuhan ekonomi yang belum inklusif dan transformasi digital ke desa untuk membangun sistem pemasaran komoditi unggulan dan produk desa melalui pemanfaatan teknologi informasi,” ujarnya.

Apalagi, Sulsel selain menjadi pintu gerbang, juga menjadi penghubung serta lokomotif pertumbuhan ekonomi Kawasan Timur Indonesia.

“Oleh karena itu, support maksimal dari Bapak Menteri sangat kami harapkan agar, pembangunan di KTI khususnya di Sulsel bisa semakin akseleratif,” tutupnya. (*)

0 301

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah memaparkan potensi 319 pulau-pulau yang ada di Sulsel pada saat Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas RI, Suharso Monoarfa dan seluruh Gubernur se-Indonesia, melalui virtual, di Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Selasa, 23 Febuari 2021.

“Sulawesi Selatan ini terdapat sekitar 319 pulau dan masih banyak pulau-pulau kecil yang kondisinya sangat memprihatinkan, karena adanya kontradiksi antara potensi yang ada dengan kondisi kehidupan sosial masyarakat,” ungkap Nurdin Abdullah dalam paparannya.

Ia, menjelaskan, dengan kemampuan APBD dan bantuan dana pihak ketiga melalui corporate social responsibility (CSR) dan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota dapat membangun sejumlah fasilitas seperti telekomunikasi, air minum dan listrik.

“Kami dengan segala kemampuan APBD dan potensi dana pihak ketiga mendorong penyediaan air minum, listrik, telekomunikasi dan sarana prasarana lainnya untuk memberikan ruang kepada mereka agar lebih produktif dalam mengelola potensi yang ada disekitar pulau,” jelasnya.

Lebih lanjut Nurdin Abdullah menyampaikan, sebagai tindak lanjut atas penyelenggaraan Pra Rakorgub yang berlangsung pada tanggal 8 – 11 Februari 2020 lalu, ada beberapa isu strategis yang disepakati dalam rangka mendorong pencapaian target percepatan pemulihan ekonomi tahun 2022 yang akan datang. Secara umum meliputi kondisi perekonomian daerah yang mengalami kontraksi akibat pandemi.

Termasuk konektivitas infrastruktur yang masih perlu mendapatkan perhatian serius, sebab Sulawesi Selatan memiliki potensi dan kekuatan ekonomi di sektor pertanian. Namun, belum bisa memberikan andil secara maksimal terhadap peningkatan kesejahteraan termasuk perbaikan kapasitas fiskal daerah.

“Harapan kami bahwa, dengan dukungan infrastruktur yang memadai, maka potensi yang ada akan mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat serta mengurangi ketergantungan daerah terhadap dana transfer,” tutupnya.

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas RI, Suharso Monoarfa menyampaikan, semua usulan dari Pemprov Sulsel pada tahun 2020 akan direalisasikan pada tahun 2021 ini, demikian juga usulan tahun 2021 akan di realisasikan pada tahun 2022 mendatang.

“Saya kira itu yang kita bahas pada kesempatan ini, semua pengusulan di tahun 2020 di gunakan tahun 2021. Begitu juga dengan pengusulan tahun 2021 akan di berikan pada tahun 2022,” ungkap Kepala Bappenas RI.

Khusus pada tahun 2021 ini untuk mengusulkan maksimal tiga program strategis untuk direalisasikan pada tahun 2022 mendatang.

“Diharapkan seluruh bapak Gubernur agar menyampaikan usulan tiga proyek strategis untuk tahun 2022 mendatang,” tutupnya. (*)

0 90

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, memuji kolaborasi yang terjalin dengan wakilnya, Andi Sudirman Sulaiman, dalam memberikan pengabdian kepada masyarakat Sulsel di depan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel yang baru.

“Saya bersama dengan Pak Wakil Gubernur, beliau merupakan Wakil Gubernur termuda di Indonesia, dan saya beruntung ini sebuah kolaborasi yang baik,” kata Nurdin Abdullah, pada Malam Pisah Sambut Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel, di Baruga Pattingalloang Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Senin, 22 Februari 2021. Pimpinan Korps Adhyaksa Sulsel itu berganti dari Firdaus Delwimar ke Raden Febrytrianto.

Nurdin menyebutkan, Andi Sudirman Sulaiman bersama dirinya banyak terjun ke lapangan, terutama dalam hal mengetahui persoalan ril atau nyata yang ada di masyarakat.

“Ini partner yang sangat bagus. Semuanya kita ada di lapangan. Jadi banyak persoalan-persoalan kita bisa selesaikan bersama. Dan saya yakin Pak Insyaallah, Bapak Ibu Forkopimda ini team work yang sangat kompak. Mohon dukungannya dan pengawalan dalam mempersembahkan pembangunan di Sulawesi Selatan,” tuturnya.

Andi Sudirman Sulaiman, lahir di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada 25 September 1983. Bersama Wakil Gubernur Jawa Timur, merupakan sosok Wagub termuda di Indonesia yang dilantik pada usia 34 tahun. (*)

0 151
  • Hadiri Pelantikan Pengurus IKM dan ISA Sidrap

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, meyakini bahwa Indonesia telah ditakdirkan menjadi sumber pangan dunia. Memberi makan dunia. Sumber daya alam yang berasal dari pertanian dan kelautan menjadi sumbernya. Sulsel memiliki peran yang besar di sektor ini.

“Bahwa Indonesia sudah ditakdirkan untuk beri makan warga dunia. Indonesia sudah ditakdirkan sebagai negara agraris dan negara maritim,” kata Nurdin Abdullah, saat menghadiri pelantikan dan rapat kerja pengurus Pusat Ikatan Kekerabatan Masyarakat (IKM) Sidrap dan Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Asal (ISA) Sidrap, di Hotel Four Points by Sheraton, Senin, 22 Februari 2021.

Ada sekitar 100 pengurus yang dilantik sebagai pengurus periode 2020-2025. Mereka yang hadir merupakan perwakilan berbagai bidang, dilakukan menimbang pandemi masih berlangsung.

Selain dihadiri gubernur, hadir juga Ketua DPRD Sulsel, Wakil Ketua DPRD Sidrap, Pj Wali Kota Makassar, Sekretaris Kabupaten Sidrap, Ketua DPRD Sidrap, Ketua IKM Sidrap Prof Alimuddin Unde, dan Ketua ISA Sidrap Mahmud Lakaiya.

Nurdin mengaku bangga akan hadirnya dua organisasi besar asal Sidrap ini yang dapat dan sangat menentukan perjalanan pembangunan daerah Sidrap. Termasuk sebagai lumbung pangan Indonesia yang juga memiliki peran memberikan makan pada dunia.

“Dengan potensi Sidrap, dengan IKM dan ISA Sidrap tidak hanya akan mendukung komoditi padi dan jagung. Tetapi juga komoditi lain yang bisa diekspor, ini juga bisa kita lakukan,” tuturnya.

Dari segi SDM, IKM dan ISA dapat melakukan pemetaan menemukan sumber daya yang sangat kompeten dalam mendorong percepatan pembangunan di Sidrap.

“Setiap kita berbicara, kita bisa jelaskan, kita punya Eselon I di kementerian di Jakarta sekian orang. Kita punya kepala dinas di kabupaten/kota sekian. Ini penting sekali, termasuk pengusahanya,” tambahnya.

Sementara, Sekretaris Kabupaten Sidrap, Sudirman Bungi, menyampaikan, sangat besar perhatian dari Gubernur Sulsel. Baik untuk pembangunan atau menghadiri kegiatan secara langsung ke Sidrap.

“Banyak dukungan yang beliau arahkan dari Bantuan Keuangan Daerah. Ini mendorong dan mengungkit percepatan pembangunan di Sidrap,” sebutnya.

Sedangkan, Prof. Alimuddin Unde menyampaikan, warga Sidrap yang bermukim di Makassar sekitar 30 ribu orang dengan berbagai profesi dan komunitas. Sehingga, warga Sidrap baik yang ada di Makassar ataupun kabupaten lain dapat mendorong potensi daerah tempat mereka bermukim.

“Di mana ada orang Sidrap, disitu potensi yang bisa dikembangkan dengan kompetensi yang dimiliki,” ujarnya.

Ia juga berharap, pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan daerah, dapat mendorong peningkatan pendapatan daerah dengan berbagai aktivitas yang dioptimalkan.

“Yang telah kita lakukan, kemarin Kementerian Dalam Negeri dengan Universitas Hasanuddin dalam rangka pemetaan potensi daerah. Ini juga karena kita sudah ada kerjasama dengan pemerintah daerah kita dorong ke depan kabupaten bisa petakan desanya. Apakah itu pariwisata atau pertanian maupun industri,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Mahmud Lakaiya menyampaikan rasa haru atas hadirnya tokoh-tokoh Sulsel dalam pelantikan ini. Ini sebagai bentuk kecintaan pada masyarakat Sidrap.

Ia mengapresiasi respon gubernur yang dengan cepat menerima audiensi pengurus. Demikian juga pembangunan infrastruktur dengan melakukan aspalisasi jalan.

“Dan kita sudah rasakan di jalan poros, kalau dulu berlubang ini sudah beraspal. Semoga beliau diberikan kesehatan untuk memberikan sentuhan bagi Sidrap,” ucapnya. (*)

0 278

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah memastikan pelantikan Kepala Daerah Terpilih di Pilkada Serentak Tahun 2020 dilakukan secara langsung alias tatap muka, dengan jumlah hadirin terbatas.

Selain itu juga disediakan fasilitas daring atau virtual bagi yang ingin menyaksikan pelantikan. Dilantik secara langsung adalah bupati dan wakil bupati terpilih dan ketua TP-PKK.

“Ada virtual juga yang di daerah, jadi masing-masing di daerah menunggu. Yang ke sini hanya Bupati, Wakil Bupati, beserta seluruh Ketua Tim Penggerak PKK,” ujarnya, saat ditemui di Hotel Four Points by Sheraton, usai bertemu dengan Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Akmal Malik, Senin, 22 Februari 2021.

Nurdin Abdullah menyampaikan, Dirjen Kemendagri telah menyetujui untuk melaksanakan pelantikan secara langsung yang nantinya akan digelar pada 26 Februari mendatang, yang akan digelar di Kantor Gubernur Sulsel Jalan Urip Sumohardjo Makassar.

“Pertemuan bersama Dirjen (Otda) yang diutus oleh Pak Menteri (Mendagri) ke sini. Yang inti saya mau sampaikan bahwa, surat kita untuk pelantikan hybrid itu direstui. Jadi nanti pelantikannya di Makassar, ibu kota provinsi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, peserta pelaksanaan pelantikan ini akan dibatasi dengan jumlah 25 orang.

“Pesertanya tidak lebih dari 25 orang, per ruangan. Nanti PKK juga. Tanggal 26 kita pelantikan, pokoknya 25 malam SKnya datang, 26 kita pelantikan,” papar Nurdin.

Adapun sebelas daerah yang kepala daerahnya akan dilantik Bulan Februari ini adalah Kabupaten Gowa, Maros, Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Barru, Soppeng, Tana Toraja, Luwu Utara, Luwu Timur, Bulukumba, Kepulauan Selayar, dan Kota Makassar.

Diketahui, bahwa 12 daerah berpilkada di Sulsel. Satu pasangan kepala daerah lainnya, yakni Bupati-Wakil Bupati Toraja Utara akan dilantik Maret 2021 mendatang, karena masa tugas bupati sebelumnya sampai bulan Maret 2021. (*)

0 134

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin merayakan puncak Dies Natalis ke-60. Tema yang diangkat adalah “Digitalisasi dan Inovasi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Melalui Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat di Era New Normal”. Acara puncak ditandai dengan tudang sipulung dan reuni akbar, berlangsung mulai pukul 12.00 Wita secara virtual melalui aplikasi zoom meeting, Sabtu, 20 Februari 2021.

Tokoh Nasional HM Jusuf Kalla hadir dalam kegiatan perayaan puncak Dies Natalis ke-60 FISIP Unhas ini. Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah secara resmi membuka kegiatan.

Jusuf Kalla yang juga merupakan Ketua IKA Unhas, dalam sambutannya memberikan penghargaan dan apresiasi terhadap penyelenggaraan Dies Natalis ke-60 FISIP Unhas. Di usia saat ini telah menunjukkan perjalanan panjang FISIP Unhas dalam menghasilkan luaran terbaik yang memiliki kontribusi terhadap pembangunan bangsa.

“FISIP memiliki andil penting utamanya dalam bidang sosial politik. Kedudukan politik yang bersosial dengan pola kemasyarakatan yang memperhatikan kesejahteraan rakyat. Untuk itu, diharapkan lulusan FISIP Unhas bisa semakin berkiprah dan meningkatkan eksistensi diri dalam mempelopori dunia politik kemasyarakatan jangka panjang,” kata Jusuf Kalla.

Sedangkan, Gubernur Sulsel berharap FISIP Unhas dapat terus berperan aktif dalam membangun masa depan bangsa dengan karya dan kreativitas.

“Saya menaruh harapan, FISIP Unhas dapat terus memacu semangat untuk menjadi fakultas unggul yang mencetak lulusan terbaik di Sulsel secara khusus dan Indonesia secara umum. Peran FISIP sangat penting dan strategis, sebagai dapur kebijakan dalam bidang sosial politik yang berdampak pada masyarakat,” kata Nurdin.

Sementara itu, Ketua IKA FISIP Unhas A. Fahsar Mahdin Padjalangi (yang juga menjabat sebagai Bupati Bone) dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh alumni atas keterlibatan dan dukungan menyukseskan perayaan Dies Natalis. Meskipun dilakukan berbeda dari tahun sebelumnya, namun dirinya berharap tidak mengurangi makna.

“Kami juga apresiasi terhadap panitia penyelenggara yang mempersiapkan kegiatan ini. Tudang sipulung maupun reuni akbar bukan hanya untuk mempererat silaturahmi, juga dimaksudkan agar menjadi wadah meningkatkan kreatifitas dan menjadi ikon FISIP Unhas yang berkiprah untuk masyarakat luas,” jelas Fahsar.

Pada kesempatan yang sama, Dekan FISIP Unhas Prof. Dr. Armin, M.Si., memberikan gambaran capaian FISIP Unhas di usia ke-60. Ia menuturkan, saat ini seluruh program sarjana telah terakreditasi A dan dua diantaranya juga memperoleh pengakuan internasional. Saat ini, juga dilakukan persiapan untuk pembukaan prodi S3 Ilmu Politik Unhas.

Rektor Unhas, Dwia Aries Tina Pulubuhu menyebutkan, banyak alumni FISIP berperan di tengah masyarakat dan menjadi contoh.

“Kita berharap ke depan, FISIP Unhas bisa semakin melahirkan lulusan terbaik yang tidak hanya cerdas secara kognitif. Namun, juga memiliki karakter sebagai satu penguatan dalam menghadirkan demokrasi di Indonesia. Banyak alumni FISIP yang berperan di tengah masyarakat dan menjadi contoh pimpinan teladan. Saya bangga bisa menjadi bagian dari Sospol,” ungkap Prof Dwia.

Acara tudang sipulung dihadiri oleh sekitar 400 civitas akademika dan alumni yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Hadir pula empat Kepala Daerah di Sulawesi Selatan yang baru terpilih pada Pilkada Serentak 2020, yang merupakan alumni FISIP Unhas. (*)

0 104

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, mendukung program pembangunan madrasah yang akan dilakukan Kementerian Agama RI. Program tersebut antara lain, Madrasah Luar Biasa, Madrasah Edukasi Alam, Asrama Anak Pulau, Madrasah Program Kebahasaan serta Gerakan Sejuta Koin Wakaf Pendidikan Madrasah dan Pondok Pesantren di Sulsel, yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Agama.

Hal ini disampaikan saat menerima Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel, KH. Khaeroni beserta jajaran, serta Peneliti Pusat Kemenag Melisha, di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Sabtu pagi, 20 Februari 2021. Sebelumnya mereka juga telah melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman.

Kakanwil membahas pengembangan madrasah dan meminta masukan gubernur. Sedangkan, Melisha memaparkan hasil penelitian di 24 kabupaten/kota.

Untuk Madrasah Edukasi Alam, akan dilakukan di Kabupaten Soppeng. Jika ini berhasil, maka akan menjadi ikon di Indonesia. Sedangkan untuk Asrama Pulau direncanakan berupa tempat tinggal bagi madrasah yang ada di kepulauan jauh, sehingga siswa-siswi memiliki hunian. Sedangkan untuk Madrasah Luar Biasa diperuntukan bagi anak berkebutuhan khusus.

Nurdin Abdullah menyetujui rencana program yang dilakukan oleh Kemenag RI dan menjadikan Sulsel sebagai pilot project. Sehingga Pemerintah Provinsi Sulsel dan kabupaten-kota siap mendukung dengan bersinergi bersama menciptakan sumber daya manusia berkualitas yang lahir dari madrasah.

“Saya setuju bahwa kita tidak bisa sendiri dan itu kendala kita di Indonesia. Dua tahun lebih kami memimpin, kami mensinergikan antara Pemerintah Sulsel, Pemerintah Kabupaten dan Kota dan juga Kementerian,” kata Nurdin Abdullah.

Untuk itu, Nurdin meminta agar konsep program yang ada jelas dan lebih dimantapkan, sehingga pemerintah daerah dapat memberikan support dengan baik dan tepat. “Saya ingin kita duduk bersama-sama. Utamanya pemberian support,” tambahnya.

Ia juga menyatakan akan mendorong program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) di Sulsel untuk membantu dunia pendidikan.

Kakanwil Kemenag Sulsel, Khaeroni menyampaikan, jika kunjungannya ini untuk menjalin silaturahmi sekaligus membahas program pembangunan di Sulsel.

“Kalau seluruh aspek misalnya sosial, politik, ekonomi, budaya kita bisa bersinergi, maka visi misi Pemprov Sulsel akan cepat tercapai. Dan saya siap mendukung,” katanya.

Adapun, peneliti pusat dari Kementerian Agama RI, Melisha menyampaikan latar belakang dari penelitian yang dilakukannya adalah bagaimana meningkatkan sumber daya manusia dengan sumber daya alam yang ada.

“Sulsel memiliki potensi yang unggul dibandingkan dengan provinsi lain. Terutama dari sumber daya alam. Sehingga muncul beberapa ide berdasarkan hasil penelitian,” ungkapnya.

Pertama, bagaimana kurva pendidikan yang kurang berkembang dengan kurva pendidikan yang berkembang bisa seimbang. Karena saat ini masih terdapat banyak aspek yang perlu menjadi perhatian untuk mencapai titik keseimbangan tersebut.

Dari penelitian ini, Kakanwil dan Kementerian Agama Sulsel menyambut dengan baik. Terdapat 24 madrasah yang kurang berkembang akan difasilitasi, sehingga dapat ikut berkembang. Salah satunya, dukungan dapat dilakukan dengan Gerakan Sejuta Koin, karena sebagai umat Islam paling besar di dunia sangat potensial untuk mengembangkan infaq dan shadaqah ke dunia pendidikan.

Hasil lain dari penelitiannya, muncul gagasan menghadirkan program Asrama Anak Pulau. Didasarkan pada pemikiran yang telah dilahirkan oleh Nurdin Abdullah untuk memberikan fasilitas asrama bagi anak pulau untuk menempuh pendidikan di Kota Makassar.

“Kebetulan saya melihat di Google itu salah satu program Pak Gubernur. Sehingga saya diskusi, ayo berkolaborasi bagaimana menjalin stakeholder dengan Pak Gubernur, karena itu salah satu program Pak Gubernur,” jelasnya.

Program Asrama Anak Pulau ini juga lahir dari fenomena di lapangan. Bahwa banyak sekali anak didik di Selayar, mereka menumpang di rumah penduduk. Belum lagi kurang mendapat perhatian. Jika sebelumnya kementerian memberikan fasilitas pemberian makan setiap hari, maka selanjutnya akan disiapkan asrama.

“Sehingga kami sudah membuat desain Asrama Anak Pulau beserta juga program yang bisa mendukung sumber daya manusia yang ada di pulau-pulau tersebut bagaimana sesuai dengan lokus daerahnya,” ungkapnya.

Sedangkan saat berkunjung ke wilayah pegunungan, Melisha melihat potensial pada sumber daya alam yang bisa dikembangkan oleh lembaga madrasah. Konsepnya, dapat seperti seperti wisata edukasi pertanian Inagro Bogor. Pilihan jatuh pada daerah Bulu Dua Kabupaten Soppeng.

“Itu karena itu sangat luar biasa bagus potensinya. Insya allah nanti, Madrasah Edukasi Alam itu khusus semacam laboratorium bagaimana anak-anak bisa belajar secara langsung mengembangkan sumber daya alamnya. Di mana selama ini hanya berdasarkan buku, nanti kita bangun skillnya,” sebutnya.

Contohnya membuat abon dari ikan, minyak VCO (virgin coconut oil), kemudian mengolah bahan alam atau barang bekas bisa dimanfaatkan, seperti perca kain.

“Alhamdulillah Soppeng sendiri sudah juara nasional. Jadi barang-barang itu bisa digunakan menjadi barang bermutu. Dengan harapan madrasah ini akan melahirkan generasi bangsa Indonesia, yang bukan hanya secara akademi tetapi juga siap mengelola sumber daya alam yang ada,” harapnya.

Sedangkan untuk Madrasah Luar Biasa, dihadirkan karena kami melihat beberapa anak-anak kurang beruntung dari segi fisik atau anak berkebutuhan khusus. Ia menilai, anak berkebutuhan khusus sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah. Sedangkan yang sekolah luar biasa (SLB) hanya memberikan gambaran umum untuk dipelajari.

Sehingga lahir ide bagaimana Madrasah Luar Biasa ini bisa mengkolaborasikan antara urusan dunia dengan akhirat. Contohnya, anak berkebutuhan khusus dengan cacat tuna netra bisa menjadi qari (penghafal qur’an) dan sebagainya. Kabupaten Maros, Gowa dan Kota Makassar dinilai cocok. Sebab melihat data anak didik berkebutuhan khusus banyak di wilayah ini.

Di Takalar akan dihadirkan Program Moderasi Beragama. Konsepnya, madrasah dengan pondok pesantren bersinergi. Apabila ini berkembang maka keduanya akan menjadi lembaga pendidikan yang bisa mencegah paham radikalisme berkembang.

Dukungan daari stakeholder bersama antara Pemprov, Pemkab-Pemkot, juga beberapa Kementerian di bawah Kabinet Indonesia Bersatu untuk bisa mendukung Program Nawacita.

“Sehingga salah satu program moderasi dari pemerintah pusat, termasuk dari Presiden Jokowi dan Kemenag saya yakin insyaallah bisa terwujud,” ucapnya.

Melisha melanjutkan, bahwa Sulsel akan dijadikan ikon pengembangan berbagai madrasah. “Nanti Sulsel akan menjadi Ikon se- Indonesia, dibuatkan satu-satu (program madrasah). Nanti para pimpinan daerah bisa belajar dari ikon yang ada,” pungkasnya.

Selanjutnya, ia akan menyerahkan hasil penelitiannya kepada gubernur, berupa buku 559 halaman tentang pendidikan madrasah di Sulsel. Isinya termasuk kritik dan saran kepada Kementerian Agama, salah satunya memperhatikan guru dan detail rencana pilot project madrasah yang akan dilakukan di Sulsel. (*)

0 199

Enrekang, humas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. HM Nurdin Abdullah mengaku sangat takjub melihat inovasi Pemerintah Kabupaten Enrekang dengan bangunan Anjungan Sungai Matallo Enrekang.

Bangunan dengan anggaran sebesar Rp 14 miliar bantuan keuangan daerah dari Pemprov Sulsel nampak indah. Selain menambah tempat wisata bagi masyarakat Enrekang, anjungan tersebut terdapat los penjualan masing-masing kecamatan dan satu los untuk TP-PKK Kabupaten Enrekang.

“Saya takjub melihat inovasi Pak Bupati Enrekang dalam mendukung pembangunan (Infrastruktur) di Kabupaten Enrekang,” kata Nurdin Abdullah dalam sambutannya, pada hari jadi Kabupaten Enrekang ke-61 tahun di Alun-alun Kab. Enrekang, Jumat, 19 Februari 2021.

Sosok yang banyak melakukan perubahan terutama bidang infrastruktur di Sulsel ini mengaku, sangat memahami misi dari Bupati Enrekang, Muslimin Bando yang gereget untuk mensupport penuh pembangunan.

Menurut dia, pemimpin yang perduli terhadap pembangunan tentunya secara tidak langsung sangat mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 ini.

“Saya harus menjawab apa yang disampaikan oleh Pak Bupati. Saya yakin dan percaya Pak Bupati punya misi yang luar biasa dan semangat yang kuat. Kalau mau ekonomi berjalan dengan baik maka perbaiki jalan, jembatan dan infrastruktur lainnya supaya roda perekonomian terus jalan dengan baik,” jelasnya.

Meski demikian, Nurdin Abdullah menyampaikan dalam keadaan pendemi Covid-19 ini tentunya, terdapat refokusing anggaran yang cukup besar di semua daerah. Olehnya itu, pembangunan infrastruktur harus difokuskan pada proyek strategis.

“Insyaallah Pak Bupati kami paham, hampir semua daerah dipotong, temasuk kami dilakukan pemotongan banyak. Tapi itu tidak akan mempengaruhi bantuan keuangan daerah (tahun 2021),” katanya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Enrekang, Muslimin Bando menjelaskan, peresmian Anjungan Sungai Matallo tersebut memang harus diresmikan oleh bapak Gubernur Sulsel. Pasalnya, anggaran Rp 14 miliar tersebut adalah Bantuan Keuangan Daerah Tahun 2020 lalu dari Pemprov Sulsel.

“Kenapa harus bapak Gubernur yang meresmikan Anjungan Sungai Matallo ini, karena ini adalah anggaran Rp 14 miliar dari Pemerintah Provinsi. Ini atas usulan dari salah satu anggota TGUPP Pak Dr. Hendra, beliau ada di depan saya ini,” jelas Muslimin Bando.

Menurut dia, di awal pembangunan anjungan tersebut banyak kritikan dari masyarakat dan pihak lainnya. Namun, dirinya memilih untuk diam dan membuktikan lewat pembangunan fisik yang cukup megah itu.

“Saya tidak mau simpan di belakang. Anjungan itu adalah bantuan keuangan daerah dari Provinsi. Tapi saya tampilkan di depan untuk kita lihat semuanya,” tutupnya. (*)