Gubernur

0 152

Sidrap, humas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah mengajak, masyarakat Sidenreng Rappang (Sidrap) sama-sama mengawal sejumlah program strategis baik dari Pemerintah Pusat, Pemprov Sulsel maupun di Kabupaten Sidrap sendiri.

Dimana tahun 2020 lalu sudah berhasil membangun sejumlah ruas jalan dan jembatan salah satunya jembatan Sungai Bangkae, ruas jalan lingkar dan irigasi Wette’e, perbaikan krikil ruas Jalan Tanro Tedong – Larongkong, ruas jalan Babapangi – Lajonga semuanya dengan anggaran Rp 14 miliar.

“Saya menyimak betul apa yang disampaikan sama Pak Bupati. Kami sama pak Saharuddin Alrif (Wakil Ketua DPRD Sulsel) juga bangga ada hasil dari bantuan keuangan daerah. Yang pasti kita akan melanjutkan bantuan keuangan daerah. Apalagi ada salah satu tokoh kita disini Pak Sahar. Ini adalah salah satu anggota DPRD Sulsel kita dari Dapil Sidrap,” jelas Prof. Nurdin Abdullah, di Kantor DPRD Sidrap, Kamis 18 Februari 2021.

Ia menjelaskan, memasuki tahun ketiga kepemimpinan dirinya sebagai Gubernur Sulsel terbukti membangun kolaborasi dengan seluruh elemen terutama dengan DPRD Sulsel, kolaborasi tersebut berhasil melahirkan bantuan keuangan daerah bagi kabupaten kota se-Sulsel.

“Mari kita mengawal program nasional kita. Hampir semua daerah mengalami krisis. Tolong Pak Bupati dipercepat rencana pembangunan untuk kita selesaikan dengan Anggaran Tahun 2021 ini,” ungkapnya.

Apalagi, kata Nurdin Abdullah, kolaborasi dengan DPRD tentunya untuk mempermudah penyusunan APBD.

“Bayangkan belum masuk tahun 2021 sudah menyusun APBD dan memang program sinergitas langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), H. Dollah Mando menyampaikan, terimakasih banyak kepada Bapak Gubernur Sulsel atas dukungannya lewat bantuan keuangan daerah dan bantuan ini dinikmati langsung oleh masyarakat.

“Bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi seluruh masyarakat di Sidrap. Tanpa bantuan dari bapak Gubernur kami tidak bisa bekerja banyak. Kami sangat berterimakasih banyak atas bantuan keuangannya bapak Gubernur,” tutupnya. (*)

0 290

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas Harian (PLH) Bupati Kabupaten Barru, Bulukumba, Gowa, Kepulauan Selayar, Luwu Timur, Luwu Utara, Maros, Pangkep, Soppeng, dan Kabupaten Tana Toraja.

Dalam arahannya, Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah, berharap, dengan tugas yang cukup singkat ini diharapkan bisa bekerja dengan baik dan benar dalam mengemban amanah sebagai Bupati di masing-masing daerahnya.

“Iya meski cukup singkat, tapi kami berharap bapak ibu sebagai pelaksana tugas harian bupati ini bekerja dengan baik, untuk menyiapkan pelantikan bupati defenitif,” kata Nurdin Abdullah, di Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Rabu, 17 Febuari 2021.

Sementara untuk pelantikan kepala daerah terpilih berdasarkan surat dari Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, akan berlangsung di minggu ke empat Bulan Febuari 2021 ini.

Berdasarkan arahan melalui surat Mendagri dengan nomor surat 131/966/OTDA tertanggal 15 Febuari 2021 dan pasal 4 undang-undang nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan, pemerintah pusat dan pemerintah daerah bertanggung jawab melindungi kesehatan masyarakat dari penyakit atau faktor risiko kesehatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kedaruratan kesehatan penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan.

Hal ini sebagai upaya mencegah
penyebaran penyakit kedaruratan kesehatan masyarakat yang sedang terjadi antar orang di suatu wilayah tertentu. (*)

0 143
  • Sesuai Target Selesai Empat Bulan

Yogyakarta, humas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, meresmikan gedung baru Asrama Putri Sulawesi Selatan “Anging Mammiri” di Kota Yogyakarta, Selasa, 16 Februari 2021.

Sebelumnya, peletakan batu pertama untuk asrama putri yang berlokasi di Jalan Kota Baru ini dilakukan oleh Nurdin pada 2 September 2020 lalu. Menelan anggaran sebesar Rp 4.408.916.029 yang bersumber dari APBD Provinsi Sulsel tahun 2020, yang ditargetkan penyelesaian dalam waktu empat bulan. Bangunan dua lantai dengan 18 kamar.

Ia menyebutkan, masyarakat dan mahasiswa Sulsel yang ada di Yogyakarta cukup besar jumlahnya. Tentu hadirnya asrama sangat penting. Sehingga Pemprov terus mendorong penyiapan asrama. Selain itu, masyarakat Sulsel adalah perantau, termasuk anak muda dan mahasiswanya. Mereka selalu berusaha melakukan dan mendapatkan yang terbaik di perantauan, termasuk pendidikan. Dan Yogyakarta salah satu menjadi pilihan utama.

“Animo anak-anak kita dari Sulsel itu untuk belajar ke Jogjakarta di berbagai universitas termasuk di UGM itu tinggi sekali,” kata Nurdin Abdullah.

Ia menuturkan, saat berkunjungan ke sini, asramanya banyak bagian yang bocor atapnya, kayunya lapuk demikian juga dengan dindingnya. Setiap tahun direhab, tapi dianggap belum menjadi solusi. Sehingga diputuskan untuk robohkan dan membangun bangunan yang baru.

“Tentu saya berharap, mudah-mudahan dengan hadirnya asrama ini bisa semakin memotivasi anak-anak kita untuk semakin giat belajar. Sehingga nanti sudah selesai, mereka akan kembali ke Sulsel untuk mengabdi,” harapnya.

Selian itu, bangunan baru ini dimintanya untuk dirawat dengan baik, sehingga dapat terus digunakan oleh mahasiswa Sulsel lainnya yang akan ke Kota Pelajar ini.

Nurdin menjelaskan, selain di Yogyakarta asrama lainnya ada di Bandung, Jakarta, Bogor dan Semarang.

“Di Semarang insyaallah (akan diperbaiki), di Bandung, terus di Bogor sudah selesai, ada lagi satu di sana, Jakarta. Mungkin empat tahun depan. Inikan cuma Rp 4 miliar, tidak terlalu mahal. Kira-kira seperti itu, itu sudah dengan perabot. Dan asrama ini (Angging Mammiri) letaknya sangat strategis dekat ke mana-mana,” ujarnya.

Diketahui, di Kota Yogyakarta saat ini Pemprov memiliki lima asrama provinsi. Diantaranya Asrama Mattoanging, Asrama Putri Anging Mammiri, Asrama Latimojong, Asrama Bawakaraeng, dan Asrama Sawerigading.

Sejak tahun 2018 Pemprov Sulsel memiliki 11 asrama mahasiswa di Pulau Jawa. Hadirnya asrama diharapkan akan membuat mereka semakin giat, memicu dan memacu semangat belajar mereka. (*)

0 189
  • Silaturahmi Bai Nian Virtual

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Tiga komunitas Tionghoa di Sulawesi Selatan (Sulsel), yakni Permabudhi Sulsel, INTI Sulsel, dan PSMTI, menggelar Bai Nian Virtual, Minggu, 14 Februari 2021. Acara ini diikuti Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah, secara virtual.

Bai Nian adalah tradisi mengucapkan salam Tahun Baru Imlek. Bagi masyarakat Tionghoa, biasanya akan berkunjung ke rumah saudara atau keluarga yang lebih tua. Mereka yang berumur panjang akan menjadi pertama yang menerima ucapan selamat tahun baru.

Generasi yang lebih muda akan menyapa atau mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek dan mengucapkan, “Sin Chun Kiong Hie” atau “Gong Xi Fa Cai” dengan menggunakan sikap Bai Nian. Yaitu dua tangan terkepal dan yang menerima ucapan, biasanya akan membalas dengan sikap Bai Nian, sambil berucap, “Kiong Hie” atau “Gong Xi”.

Namun, karena perayaan Imlek 2572 jatuh di tengah masa pandemi, maka dilakukan secara virtual melalui aplikasi Zoom, dengan Tema “Untukmu Negeri Kami Berbakti dan Peduli”.

Selain memberikan salam, acara juga menghadirkan pertunjukan barongsai, tarian dan pakaian khas Thionghoa.

Dalam sambutannya, Nurdin Abdullah mengatakan, dengan bangga hati atas nama pemerintah dan segenap masyarakat Sulsel menyampaikan ucapan selamat.

“Karena masih dalam masa pandemi, imlek kali ini tentu sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Meskipun demikian, tidak membatasi kita untuk terus menjaga dan memelihara serta menjalin tali persaudaraan dan keharmonisan. Sehingga kita selalu mendapat keberuntungan dan kesehatan,” ucap Nurdin Abdullah.

Nurdin Abdullah yang mengenakan batik merah-kuning dengan motif cheongsam, menyebutkan, tahun 2021 merupakan tahun kerbau logam yang identik dengan sifat pekerja keras. Untuk itu, dapat dimaknai dan menjadikan momentum untuk berkolaborasi.

“Mari kita maknai dengan bekerja keras dan berkolaborasi membangun Sulsel, khususnya dalam upaya recovery ekonomi dan kesehatan kita. Saya rasa ini juga sejalan dengan tema perayaan imlek kali ini, yakni mengabdi dan peduli pada negeri,” terangnya.

Ia menegaskan, Covid-19 memberikan dampak yang sangat besar bagi perekonomian dunia, termasuk di Sulsel. Sebagai upaya pemulihan ekonomi, pemerintah terus berusaha untuk menumbuhkan pusat ekonomi baru yang tersebar di 24 kabupaten/kota di Sulsel.

“Kami telah membuka akses-akses jalan di daerah-daerah tersiolir seperti Seko, Bua, Rantepao, Pangkep-Bone, Barru-Soppeng, dan beberapa ruas jalan lainnya. Selain meringkas jarak tempuh juga peningkatan konektivitas untuk mempercepat distribusi hasil-hasil pertanian,” harap Nurdin yang baru saja melakukan peninjauan bandara di Kabupaten Bone yang akan dioperasikan kembali.

Pembangunan di Sulsel sangat progresif dan massif. Banyak potensi yang dapat dikelola, tentunya ini adalah peluang investasi yang sangat bagus bagi para investor dan Pemprov.

“Saya kira pemerintah sangat menyambut baik pihak-pihak yang ingin berinvestasi di Sulsel. Bersamaan dengan itu Pemprov Sulsel berupaya menciptakan pemerintahan yang berorientasi melayani, maka dari itu izin usaha lebih mudah dan tranparan terus didorong,” ucapnya.

Paradigma masyarakat melayani harus diubah, karena pemerintah sudah seharusnya menjadi pelayan bagi seluruh lapisan masyarakat. Termasuk bagi kalangan dunia usaha.

Ia menyebutkan, masyarakat bisnis Tionghoa yang ada di Sulsel berasal dari berbagai marga yang berbeda-beda. Begitu pula dengan Indonesia yang kaya dan beragam serta mejemuk. Ini adalah karunia yang harus disyukuri.

“Maka dari itu sangat penting untuk menjaga kerukunan dan keharmonisan antar sesama. Peran organisasi kemasyarakatan dalam meningkatkan tali persaudaraan. Seperti yang dilakukan saat ini, tentunya sangat penting dalam menjaga persaudaraan dan kesatuan kita,” ucapnya.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat Tionghoa yang telah ikut berperan dalam pembangunan dan aktivitas sosial kemasyarakatan. Semoga kondisi ini dapat kita pertahankan dan tingkatkan khususnya dalam rangka membangun kedamaian dan kemakmuran masyarakat Sulsel,” imbuhnya.

Di akhir sambutan, ia juga meminta dukungan masyarakat Tionghoa untuk mendukung program vaksinasi penanganan Covid-19.

“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa membimbing usaha kita dalam mewujudkan Sulsel yang maju dan sejahtera. Selamat Tahun Baru Imlek tahun 2572, gong xi fa cai, xin nian kuai le (selamat berbahagia di tahun baru), terima kasih, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera untuk kita semua,” ucapnya. (*)

0 208

Bone, humas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), HM Nurdin Abdullah, melakukan panen perdana benih jagung hibrida NASA 29, di Desa Unra, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, Minggu, 14 Februari 2021. Jagung Hibrida NASA 29 merupakan inovasi Balitbangtan Kementrian Pertanian, dengan potensi hasil 13,5 ton/hektare. Tetua Jagung Hibrida NASA 29 diambil dari Balai Serealia Maros.

Varietas unggul berdaya adaptasi luas ini diharapkan dapat memberikan pencerahan bagi dunia pertanian, khususnya komoditas jagung di Indonesia. Peneliti pertanian dan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Bidang Pertanian Dr Ir Muktar Andi Nawir mengatakan, Presiden Joko Widodo memberikan nama jagung hibrida tongkol ganda ini dengan nama “NASA (Nakula Sadewa) 29”.

“Varietas NASA – 29 itu dicetuskan oleh Presiden (Jokowi) namanya, dan ini ada penelitinya Doktor Muhammad Azrai (Kepala Balai Sereal Maros) di sini. Ini adalah hibrida Nakula Sadewa, singkatannya NASA-29, angka 29 adalah tanggal dicetuskan,” jelasnya.

Sementara, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, mengaku bangga dengan upaya yang dilakukan sehingga Bone bisa menghasilkan benih unggul hibrida NASA – 29.

“Saya bangga sekali hari ini bisa menghasilkan benih unggul hibrida NASA – 29. Ini adalah benar produk kita Sulsel, dan ini diawali waktu saya menjabat bupati di Bantaeng,” kata Nurdin Abdullah.

Ia mengatakan, masalah klasik yang dihadapi petani adalah saat mau menanam sulit mendapatkan benih, saat akan melakukan pemupukan juga langka, dan saat panen raya harga jatuh. Baginya, masalah klasik ini harus diselesaikan oleh pemerintah.

“Kita hadir di sini untuk menjadikan Bone tidak lagi langka bibit. Mudah-mudahan pupuk juga tahun ini mulai kita atasi,” ujarnya.

Nurdin menegaskan, dengan bibit berkualitas maka akan dihasilkan pula jagung yang berkualitas. Ia juga terus berkomitmen meningkatkan jumlah dan kualitas produksi jagung, termasuk melalui research. Termasuk kepada para peneliti, dengan belajar ke luar negeri.

Negara bagian Minnesota di Amerika Serikat, lanjutnya, memiliki produksi jagung hingga 29 ton/per hektare. “Semoga setiap tahun ada inovasi-inovasi baru,” harapnya.

Ia berharap, sebagai negara agraris, yang paling makmur adalah petani. Karena sektor pertanian tahan terhadap krisis ekonomi.

“Hasil pertanian, tidak pernah tidak laku. Karena tidak ada orang yang menunda makan. Ke depan sektor pertanian harus menjadi unggulan kita. Ke depan bukan lagi perang dunia menjadi ancaman, tetapi krisis pangan dunia. Peluang Indonesia muncul sebagai negara besar. Karena kita menguasai pangan. Kita produksi sepanjang tahun,” ungkapnya.

Tugas pemerintah, lanjutnya, menghadirkan pupuk dan bibit unggul, serta sistem pemasaran yang memberikan kepastian pada petani.

Wakil Bupati Bone, H Ambo Dalle, yang hadir pada acara tersebut menjelaskan, Kabupaten Bone memiliki lahan pertanian sawah untuk padi 118.000 hektare. Produksi setiap tahun hampir 1 juta ton. Serta lahan jagung 50.000 hektare.

“Permasalah setiap tahun adalah terkait bibit. Alhamdulillah berkat program gubernur untuk mandiri bibit, ternyata Bone dijadikan pilihan pertama untuk bibit hibrida. Ini pertama, karena bibit hibrida itu dihasilkan luar negeri. Alhamdulillah sekarang di dalam negeri dan itu Unra,” paparnya.

Ia berharap, ke depan tidak akan ada lagi persoalan bibit. Masyarakat Unra punya sejarah masa lalu. Sebagai orang-orang berani melawan penjajah, konteks sekarang berani melakukan inovasi.

“Konteks sekarang bisa menerima pembaharuan untuk menanam bibit hibrida di Kabupaten Bone. Ini luar biasa,” tambahnya.

Salah seorang petani, Muhammad Zuhri, mengaku sangat terbantu dengan hadirnya program pemerintah. Dan hadirnya PT Citra Indonesia (Perseroda) sebagai penyangga hasil pertanian.

“Ini tentu kami merasa terbantu dengan perusahaan ini,” sebutnya.

NASA 29 memiliki umur panen 100 hari dengan warna biji kuning-oranye. Potensi hasil yang tinggi mencapai 13,5 t/ha. Selain potensi hasil yang tinggi, jagung ini memiliki ketahanan terhadap penyakit bulai, karat, dan hawar.

Keunggulan jagung hibrida tongkol ganda NASA 29 ini adalah stay green, yaitu warna batang dan daun di atas tongkol masih hijau saat biji sudah masak/waktu untuk panen, sehingga dapat dimanfaatkan untuk pakan.

Jagung hibrida NASA 29 merupakan hasil persilangan antara galur inbrida G102612 sebagai tetua jantan dan MAL03 sebagai tetua betina. Kedua tetua tersebut memiliki gen bertongkol dua (prolifik) sehingga jagung hibridanya dapat bertongkol dua dengan persentase ≥70 persen pada kondisi lingkungan yang sesuai.

Adapun keunggulan jagung hibrida NASA 29 yakni: Pengisian biji pada tongkol penuh dan kelobot tertutup sempurna, rendemen biji >80%, batang kokoh, tahan terhadap serangan hawar daun, penyakit bulai dan busuk tongkol, mempunyai adaptasi yang cukup luas baik di dataran rendah sampai dataran tinggi.

Selain itu, NASA 29 mempunyai penampilan yang sangat menarik dimana kelobot tertutup rapat sehingga jika panen saat kondisi hujan air hujan tidak mudah masuk ke tongkol yang dapat menyebabkan biji berkecambah.

Jagung hibrida NASA 29 telah didesiminasikan kepada masyarakat mulai tahun 2016 dalam skala luas. Para petani dengan cepat mengadopsi jagung hibrida NASA 29, sehingga program pemerintah untuk mewujudkan swasembada jagung berkelanjutan dapat dicapai. (*)

0 279

Bone, humas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, menggandeng PT Citra Indonesia (Perseroda) Sulsel dan Bank Sulselbar, untuk mensejahterakan masyarakat Sulsel. Kerjasama tersebut masing-masing mengambil bagian, Pemprov Sulsel sebagai fasilitator, Perseroda sebagai penyangga hasil pertanian, Bank Sulselbar sebagai penyedia modal dan pemerintah kabupaten kota menyediakan lahannya.

“Kita berada di Kabupaten Bone tepatnya di Desa Unra Baru. Saya kira sampai hari ini masalah klasik para petani kita ketika mereka mau menanam pasti bibit menjadi soal, ketika mereka mau memupuk pupuk menjadi soal, ketika panen raya harga yang menjadi soal,” ungkap Nurdin Abdullah, di lokasi panen raya jagung hibrida NASA 29, di Desa Unra Baru, Kabupaten Bone, Minggu 14 Februari 2021.

“Kami hari ini hadir untuk menjadikan Kabupaten Bone ini mandiri benih. Dan hari ini kita panen perdana di area 100 hektare, dan mengejutkan kita karena produksinya juga luar biasa, 4 ton benih menghasilkan sampai 13 ton. Dan ini sudah dilaunching oleh Bapak Presiden, NASA 29, tinggal sekarang bagaimana kita perluas di daerah-daerah menjadi mandiri benih,” lanjutnya.

Kedepan, kerjasama Pemprov Sulsel, Perseroda, Bank Sulselbar dan pemerintah kabupaten kota terus berinovasi untuk meningkatkan jumlah produksi dengan umur pendek.

“Tidak lagi setiap tahun benih menjadi soal, apalagi ada inovasi itu di tingkatkan produksinya. Kedepan kita berharap, kita bisa menghasilkan bibit umur pendek dengan produksi lebih besar lagi. Itu harapan kita,” kata Guru Besar Kehutanan itu.

Adanya Perseroda dan Bank Sulselbar tentunya akan menjadi jaminan baik dari harga jagung maupun penyaluran hasil produksi petani. Apalagi Pemprov Sulsel saat ini sudah menjaring kerjasama dengan Asosiasi Pengumpul Padi (Perpadi) Sulsel.

“Kami punya Perseroda, kami punya perbankan, Bank Sulselbar yang mensupport terus, Pak Bupati menyiapkan lahan, menyiapkan petani. Saya kira ini adalah sebuah kolaborasi yang bagus. Tinggal sekarang, saya minta Perseroda bersama dengan Bank Sulselbar menjadi penyangga jagung. Karena sudah menjadi rahasia umum bahwa masih ada kartel, ini yang harus kita putus,” jelasnya.

Langkah tersebut berdasarkan kebutuhan petani. Petani selama ini masih berputar di lingkaran yang sama. Bahkan lanjut Nurdin, ketidakpastian harga, pupuk dan benih merupakan sesuatu yang sangat menyedihkan, dan pemerintah harus hadir menyediakan apa yang menjadi kebutuhan petani.

“Bayangkan, petani udah setengah mati siang malam menggarap lahannya, menanam dan sebagainya. Giliran panen tidak mendapatkan hasil maksimal, ini kan sesuatu yang menyedihkan. Oleh karena itu, kalau sistem kartel ini tidak berhenti, maka Pemerintah Sulsel melalui Perseroda dan Bank Sulselbar, akan hadir untuk menjadi penyangga jagung,” jelasnya.

Olehnya itu, salah satu langkah pasti bagi petani menuju kesejahteraan, pemerintah harus berpihak dan menyediakan apa yang menjadi kebutuhannya.

“Pertanyaan sekarang, apa kita mau berpihak ke petani? Jangan sampai saya ingin mengatakan bahwa kenapa impor jalan terus, karena kesejahteraan belum ke petani. Kalau ini menjanjikan, kita nggak perlu impor, termasuk juga kedelai,” tutupnya.

Gubernur juga menyumbang satu unit traktor, satu unit pompa air, dan satu unit sprayer untuk masyarakat Desa Unra Baru.

Sekedar diketahui, hadir mendampingi Dirut Perseroda Sulsel, Ketua TGUPP Sulsel, Kadis Kominfo Sulsel, Kepala Biro Umum Setda Sulsel, Kepala Kesbangpol Sulsel, dan Plt Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Sulsel. (*)

0 292

Mamuju, humas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, memberikan bantuan 100 unit Rumah Hunian Tetap (Huntap) khusus untuk korban gempa yang ada di Sulawesi Barat (Sulbar). 100 unit Huntap tersebut terbagi dua, 50 unitnya diberikan kepada anggota kepolisian Polda Sulbar. Sedangkan 50 unitnya untuk masyarakat umum yang kena dampak gempa bumi belum lama ini.

“Tentu kami hadir di sini memberikan support kepada seluruh masyarakat Sulbar, bukan kita berlebihan tapi kami merasakan kepedihan atas gempa yang terjadi di Sulbar ini. Sehingga kami menyiapkan 100 rumah, 50 Kapolda walaupun 50 sebenarnya belum cukup, kami sudah merekam itu dan 50 lagi di Provinsi Sulbar,” jelas Nurdin Abdullah, di Kota Majene, Sulbar, Jumat 12 Februari 2021.

Diketahui, Huntap ini merupakan pembangunan rumah instan yang dikerjakan langsung oleh kontraktor spesialis rumah anti gempa. Pekerjaan pun hanya diselesaikan dalam waktu 90 hari untuk 50 unitnya.

“Bangunan ini sudah bangunan tahan gempa dan memang atas rekomendasi PUPR. Bangunan ini Insyaallah akan selesai dalam paling lama 90 hari, tapi tadi beliau mengatakan Insyaallah 60 hari akan kita selesaikan. Jadi mudah-mudahan ini berjalan lancar semua,” jelasnya.

Menurut Nurdin, pekerjaan persatuan unit rumah ini dikerjakan dalam waktu 12 hari sudah selesai. Hal tersebut didukung dengan adanya komponen dari rumah tersebut barang sudah jadi.

“Jadi rumah ini dibangun 12 hari selesai. Kenapa 12 hari selesai? Karena memang ini perusahaan dia sudah produksi semua mulai dari pintu, atap dan semuanya. Jadi tidak ada produk-produk dari luar, jadi memang sudah menjadi sebuah rumah,” tutupnya.

Turut hadir mendampingi Gubernur Sulsel, Kepala Bappeda, Kepala Biro Umum, Plt Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Kepala BPBD Sulsel, Kepala Dinas Sosial, Sespri Gubernur Sulsel, Juru Bicara Gubernur dan Staf Khusus Gubernur Sulsel, serta seluruh rombongan lainnya. (*)

0 248

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, melantik Irwan Bachri Syam sebagai Bupati Luwu Timur melanjutkan periode 2016-2021. Irwan Bachri melanjutkan sisa masa jabatan Almarhum Thorig Husler hingga tanggal 17 Febuari 2021 mendatang.

Dalam sambutannya, Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah, menyampaikan ucapan selamat kepada Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam atas jabatan barunya sebagai orang nomor satu di Luwu Timur.

“Berkenan dengan hal ini saya mewakili masyarakat mengucapkan selamat menjalankan tugas dengan baik dan aman. Meskipun cukup singkat karena berakhir sampai tanggal 17 Febuari 2021,” ungkap Nurdin Abdullah, di Ruang Rapim Kantor Gubernur, Kamis 11 Febuari 2021.

Pada kesempatan tersebut, Nurdin Abdullah menyampaikan turut berdukacita yang mendalam atas meninggalnya Thoriq Husler.

“Kami semua menyampaikan turut berdukacita atas wafatnya almarhum Bupati Luwu Timur Bapak Thoriq Husler,” tuturnya.

Nurdin Abdullah juga memberikan apresiasi dan support kepada Bupati Luwu Timur, meskipun dalam waktu yang cukup singkat ini.

Hadir pada acara pelantikan tersebut, Wakil Gubernur Sulsel, Pangdam Hasanuddin, dan seluruh tamu undangan, baik yang hadir secara langsung maupun secara virtual. (*)

0 207

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah dan Ketua TP PKK Sulsel, Liesty F Nurdin, meresmikan kawasan wisata kuliner di Center Point Of Indonesia (CPI). Kawasan wisata kuliner tersebut dibangun dengan anggaran sebesar Rp 25 miliar dengan bahan dasar kayu ulin.

Menurut Nurdin Abdullah, dengan keadaan pasir putih yang berubah menjadi hitam karena sirkulasi air tidak mengalir, maka diinisiasi oleh Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar untuk dibangun kawasan wisata kuliner ini.

“Saya tidak akan menyia-nyiakan keindahan Pantai Losari, apalagi dengan adanya reklamasi ini. Tentu kita memanfaatkan, apalagi setelah kita buka seluruh kuliner center ini ternyata animo masyarakat begitu besar, sehingga kita perluas lagi supaya semakin banyak akses yang bisa digunakan,” jelas Nurdin Abdullah, usai meresmikan wisata kuliner tersebut, Rabu 10 Februari 2021.

Selain itu, Nurdin Abdullah mengaku, Masjid 99 Kubah saat ini sudah masuk dalam tahap tender dan diharapkan sudah bisa dimanfaatkan sebelum Bulan Ramadhan tahun ini.

“Masjid 99 ini dalam proses tender. Jadi kita akan fungsikan dulu, pokoknya masjid ini harus berfungsi dulu. Makanya kita berharap tahun ini bisa berfungsi dan kita buru sampai (Bulan) Ramadhan mudah-mudahan, tapi kita akan upayakan,” harapnya.

“Kita fungsikan dulu seperti tempat wudhu, toilet, akses masuk di dalam yang bocor-bocor itu kita akan perbaiki. Kita siapkan Rp 22 miliar, karena ini belum sampai 99 Kubah, karena masih ada satu kubah yang belum sampai,” jelasnya.

Sementara itu, Pj Wali Kota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin, berharap wisata kuliner tersebut menghadirkan pemandangan baru buat masyarakat Makassar.

“Lego-lego ini diharapkan bisa menjadi wisata baru di Kota Makassar. Bagaimana kita menghadirkan spot baru pariwisata di Kota Makassar. Kita ketahui Sulsel ini merupakan gerbang masuk bagi Indonesia bagian timur, begitu juga dengan pariwisatanya,” tutupnya. (*)

0 292

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. HM Nurdin Abdullah menyaksikan proses pengukuhan Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Sulsel, dibawah kepemimpinan Abdul Hayat Gani sebagai Ketua DP Korpri Sulsel, dengan masa jabatan 2019-2024.

Nurdin Abdullah mengaku, Dewan Pengurus Korpri Sulsel ini merupakan organisasi bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemprov Sulsel maupun kabupaten kota se-Sulsel.

Olehnya itu, pasca pengukuhan ini tugas dapat berjalan dengan lancar dan berkoordinasi dengan seluruh elemen untuk sama-sama meningkatkan kinerja ASN.

“Selamat atas pengukuhan dewan pengurus Korpri Sulawesi Selatan. Ini adalah awal yang bagus, bagi pengurus masa bakti 2019-2024. Selamat bekerja dan menjalankan tugas,” ungkap Nurdin Abdullah, di ruang Rapim, Kantor Gubernur Sulsel, Senin, 8 Februari 2021.

Menurut Nurdin, dalam struktur kepengurusan dewan pengurus Korpri Sulsel ini diisi oleh sumber daya manusia terbaik yang ada di Pemprov Sulsel.

“Ada Pak Sekda Pemprov Sulsel, Asisten, Staf Ahli, kadis-kadis dan masih banyak lagi yang lainnya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum KORPRI Nasional, Zudan Arif Fakrullah mengaku, sangat yakin dengan kepengurusan Korpri Sulsel saat ini dapat mengemban amanah dengan baik.

“Kami sangat percaya dan yakin Korpri Sulawesi Selatan, bisa berjalan dengan baik dan mewujudkan beberapa terobosan baru nantinya,” tutup dia.

Pengukuhan mengangkat tema mewujudkan PNS yang profesional, netral, dan sejahtera. Dihadiri mulai dari Asisten I, Asisten III dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulsel. (*)