PKK
PKK

0 68

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Naoemi Octarina, mengimbau masyarakat tentang pentingnya memanfaatkan pekarangan rumah untuk ketahanan pangan keluarga.

Hal itu disampaikan Naoemi saat menjadi narasumber pada Sosialisasi Konsumsi Pangan Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) bagi Aparat dan Kelompok Masyarakat yang dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, Rabu, 7 Juli 2021. Secara daring dari Rujab Wagub Sulsel, Naoemi memaparkan mengenai Peran PKK Dalam Peningkatan Gizi Keluarga.

Ia mengajak agar memanfaatkan pekarangan menjadi produktif. “Dengan keberhasilan pemanfaatan lahan pekarangan melalui HATINYA PKK, secara tidak langsung akan menambah perbaikan asupan gizi bagi keluarga serta bisa menjadi penghasilan tambahan bagi keluarga,” jelasnya.

Menurutnya, PKK sebagai organisasi kemasyarakatan yang memberdayakan perempuan, turut berpartisipasi dalam mendukung ketahanan pangan tingkat rumah tangga. “Tim Penggerak PKK merupakan salah satu organisasi yang berperan aktif dalam pemberdayaan perempuan. PKK melalukan pendekatan kepada masyarakat, utamanya ibu-ibu, karena Ibu memiliki peran besar bagi keluarga, khususnya dalam pemenuhan gizi yang baik untuk keluarga. Namun, juga dibutuhkan dukungan dari ayah,” imbuhnya.

Dalam sosialisasi ini, para peserta tampak antusias memberikan pertanyaan maupun masukan terhadap PKK Provinsi Sulsel. Mulai dari Gowa, Sidrap, bahkan peserta dari Kabupaten Enrekang.

Naoemi merespon pertanyaan para peserta, seperti dari peran, langkah, serta upaya PKK akan pentingnya pangan B2SA bagi tumbuh kembang anak, salah satunya dalam mencegah stunting.

Untuk mencapai gizi seimbang, bukan hanya dari sayuran. Tentu dipadukan dengan pangan lainnya, misalnya dari protein nabati maupun hewani.

Beberapa giat PKK lainnya dalam Festival Pangan Lokal. Dimana dalam kegiatan ini akan memperkenalkan makanan pangan lokal yang sehat.

“PKK juga mendorong pemanfaatan lahan pekarangan, seperti yang dilakukan kelompok ibu-ibu di Toddopuli, dengan melakukan penanaman sayuran hidroponik. Bukan hanya dikonsumsi untuk masyarakat sekitar, namun kini sudah berpenghasilan. Sehingga terjadinya menciptakan ekonomi bagi ibu-ibu,” katanya.

Beberapa peran PKK yang termasuk dalam 10 program pokok PKK, diantaranya gerakan halaman, asri, teratur, indah dan nyaman (HATINYA PKK), B2SA (Pangan Beragam Bergizi, Seimbang dan Aman), serta pengembangan olahan pangan lokal. “Tim penggerak PKK mendukung dalam aspek legalitas terhadap pelaksanaan dan pengembangan B2SA dan olahan pangan lokal, tim penggerak PKK terlibat langsung mulai dari perencanaan festival pangan lokal mulai dari tingkat desa Kabupaten provinsi dan nasional,” ungkapnya.

Dirinya menekankan, bagaimana PKK bisa memberikan edukasi kepada masyarakat sehingga kesadaran masyarakat pentingnya ketahanan pangan lokal bagi keluarga. Sehingga, utamanya anak-anak bisa mengkonsumsi makanan yang sehat sesuai dengan potensi daerah masing-masing.

Ia berharap, sosialisasi B2SA bukan hanya sekedar kegiatan seremonial, namun dibutuhkan monitoring dan evaluasi agar bisa berkesinambungan dilakukan di daerah.

Naoemi mengaku senang mendengar kabar jika penerapan pangan B2SA bisa memberikan efek pada penurunan stunting di Kabupaten Enrekang.

“Alhamdulillah, semoga pemenuhan pangan B2SA bisa juga berdampak untuk daerah lainnya. Insya Allah, dengan kolaborasi dan kerjasama dari semua lintas sektor, kita bersama dalam upaya penurunan angka stunting di Sulawesi Selatan,” pungkasnya. (*)

0 77

Palopo, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina, menyerahkan bantuan penanganan stunting dan penanganan gizi senilai Rp 150 juta, kepada Ketua TP PKK Kota Palopo, Utia Sari Judas. Bantuan diserahkan pada acara Silaturahim Tim Penggerak PKK Sulsel bersama pengurus TP PKK Kota Palopo, di Auditorium Rujab Walikota Palopo, Sabtu, 3 Juli 2021. Penyerahan bantuan turut disaksikan Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.

Plt Ketua TP PKK Sulsel, Naoemi Octarina, mengingatkan untuk tetap waspada dengan kondisi pandemi Covid-19, serta tidak mengabaikan protokol kesehatan dalam melakukan kegiatan. Ia mendoakan, di usia 19 tahun, Kota Palopo bisa menjadi kota idaman dan lebih maju dalam mensejahterakan masyarakat.

“Kehadiran kita sebagai wujud komitmen dan untuk bersinergi dalam melakukan pemberdayaan kepada masyarakat, dalam kondisi pandemi Covid-19 ini. Salah satunya dalam penanganan stunting,” ujarnya.

Stunting adalah kondisi ketika seorang anak gagal berkembang akibat kurang gizi kronis sejak dalam kandungan. Olehnya itu, pentingnya pengasuhan yang bisa dilakukan pada masa 1.000 hari pertama kehidupan untuk mencegah stunting.

Sebagai bentuk upaya pencegahan dan penanganan stunting, kata Naoemi, bantuan yang diberikan senilai Rp 150 juta.

“Diharapkan dana ini mampu untuk melakukan langkah penanganan yang bisa dimanfaatkan untuk lebih efektif programnya dalam melakukan sosialisasi, edukasi mencegah stunting dengan memberikan pemahaman pentingnya pengasuhan yang bisa dilakukan pada masa seribu hari pertama kehidupan, dan lainnya,” jelasnya.

Menurutnya, perlunya persamaan visi misi dalam penanganan stunting. “Kita harus bersinergi, berjalan sama-sama. Ada tim ahli dari Pemprov bersama PKK untuk saling monitoring upaya pencegahan dan penanganan stunting,” ungkapnya.

Naoemi juga berharap, agar adanya sinergi dalam melakukan 10 program pokok PKK yang bisa bermanfaat untuk masyarakat banyak.

Sementara, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palopo, Utia Sari Judas, berharap, dengan arahan Plt Gubernur Sulsel dan Plt Ketua TP PKK Sulsel, bisa memberikan ilmu dan masukan tentang penanganan stunting. Ia melaporkan, tahun lalu dengan bantuan anggaran dari Provinsi Sulsel senilai Rp 100 juta, memberikan intervensi kepada 129 kasus stunting yang tidak tercover dalam Dinas Kesehatan Palopo.

Usai penyerahan bantuan, kegiatan dilanjutkan dengan Sosialisasi Kelembagaan 10 Program Pokok PKK oleh pengurus PKK Sulsel. Dengan narasumber dari Ketua I, Amelia; Sekretaris I, Zulfitriany Dwiyanti Mustaka; dan Sekretaris IV, drg. Aisyah Ahmad. Adapun 10 program pokok PKK yakni Penghayatan dan Pengamalan Pancasila; Gotong Royong; Pangan; Sandang; Perumahan dan Tata Laksana; Rumah Tangga; Pendidikan dan Ketrampilan; Kesehatan; Pengembangan Kehidupan Berkoperasi; Kelestarian Lingkungan Hidup; dan Perencanaan Sehat. (*)

0 83

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Puluhan anak panti asuhan sangat antusias mengikuti dongeng Islami di Rujab Wagub Sulsel, Rabu, 23 Juni 2021. Kegiatan Belajar Shiroh Bersama Anak-Anak Hebat dengan tema “Rosulullah, Kota Thaif dan Kebun Anggur”. Anak-anak yang hadir dari Panti Asuhan Jabal Rahmah dan Panti Asuhan Nurul Iksan.

Dengan tetap mengikuti protokol kesehatan, kegiatan yang dilaksanakan Pemprov Sulsel bekerjasama dengan Andalan Mengaji ini diinisiasi oleh Naoemi Octarina, Pelaksana Tugas Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel.

Dalam sambutannya, Naoemi Octarina menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk anak-anak agar bisa lebih mengenal kisah nabi, terutama kisah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam.

“Banyak hal yang bisa diteladani dari sifat Rasulullah, seperti bagaimana kesabaran, kelembutan dan perjuangan beliau yang sangat memikirkan umatnya,” ungkap Naoemi.

Ia berharap, anak-anak bisa menjadikan Nabi Muhammad sebagai salah satu yang diidolakan. “Kalian adalah anak-anak yang menjadi generasi penerus bangsa. Kita berharap kegiatan ini disimak baik-baik, serta bisa diamalkan kelak dan mencontohkan sifat-sifat Rasulullah,” pungkasnya.

Membawakan Shiroh, Anugrah Fadreny Zab atau yang akrab disapa Mama Anggi mengisahkan sejarah hidup perjuangan Nabi Muhammad dalam menyebarkan dakwah Islam. Dimana saat di Mekkah, banyak orang Quraisy menolak ajaran Islam. Kematian Abu Talib dan Hazrat Khadija membuat Nabi Muhammad SAW sangat berduka dan menyebabkan runtuhnya pertahanan Islam di Mekkah. Rasulullah kemudian bertekad untuk menyebarkan Islam lebih luas lagi ke sekitar Mekkah.

Rasulullah pun berkelana ke sebuah kota kecil bernama Thaif yang berjarak 80 km dari Mekkah. Tak diduga, masyarakat di sana juga tidak menyambut dengan baik. Meski begitu, Rasulullah tetap sabar dan tidak membalas atas perlakuan yang diterimanya.

“Meski ditawari balas dendam tapi Rasulullah tidak ingin. Dia hanya berdoa, dan memohon kepada Allah agar dijadikan Rahmat, bukan menjadikan sebagai pembawa azab. Jadi jangan kecewakan perjuangan Nabi Muhammad, kita harap mampu sifat keteladanan ini bisa dipahami, diilmui dan jadi amalan yang dapat diterima,” harapnya.

Di akhir acara, Plt Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina membagikan beragam hadiah dari kuis-kuis kepada anak-anak. Mulai dari hadiah berupa Al-Qur’an serta hadiah lainnya. (*)

0 100

Maros, humas.sulselprov.go.id – Tim Penggerak PKK Sulsel menyiapkan sejumlah program untuk menekan angka pengangguran. Salah satunya, menggandeng PT Pos Indonesia dalam menyiapkan lapangan kerja.

Pelaksana Tugas Ketua TP PKK Sulsel, Naoemi Octarina, mengatakan, PT Pos Indonesia, membuka lapangan kerja sebagai pengantar paket dengan fee 10 persen. Selain itu, juga akan dibuka agen PT Pos Indonesia, baik untuk pribadi ataupun lembaga, dengan sharing fee 20 persen.

“Inilah yang akan kita sosialisasikan bersam PKK Kabupaten Kota, supaya teman-teman di daerah memanfaatkan kesempatan ini,” kata Naoemi, di sela-sela penyerahan bantuan tong sampah dari PT Pos Indonesia, di kawasan wisata Rammang-rammang, Kabupaten Maros, Jumat, 18 Juni 2021.

Menurut Naoemi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) yang ada di kawasan wisata Rammang-rammang juga bisa memanfaatkan kesempatan dari PT Pos Indonesia dalam memasarkan produk mereka secara online. Tinggal bagaimana konsistensi dalam produksi dan pengemasan, sehingga produk senantiasa tersedia.

“PKK tentu saja harus membina UMKM yang ada di sini,” ujarnya.

Sementara, Asisten Manajer Administrasi dan Penjualan PT Pos Indonesia Wilayah Sulawesi dan Maluku, Sri Endarti Halim, mengatakan, untuk menjadi agen PT Pos Indonesia, tidaklah sulit. Bahkan, cukup menyiapkan satu ruangan kecil saja di kantor desa, itu sudah bisa dilakukan.

“Jika sudah ada agen disini, tidak perlu jauh-jauh lagi cari jasa pengiriman. Ini tentu akan menguntungkan UMKM yang ada disini. Selain itu, sharing fee sebesar 20 persen bisa menjadi sumber pendapatan baru,” jelasnya.

Begitupun dengan tenaga pengantar paket, bisa menjadi lapangan kerja baru. Sri mengungkapkan, ada pengantar paket yang bahkan mendapatkan gaji hingga Rp 8 juta per bulan.

“Kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan baik. Ini lapangan kerja yang cukup menjanjikan, apalagi dalam kondisi pandemi seperti sekarang banyak yang berbelanja online,” terangnya.

Camat Bontoa, A Armansyah, menyambut baik tawaran yang disampaikan PKK Sulsel bersama PT Pos Indonesia. Apalagi, di kawasan Rammang-rammang, ada 30 UMKM. Ada yang membuat kerajinan dari daun nipah, alang-alang, hingga limbah plastik.

“Sekarang kami sedang mengembangkan keripik berbahan dasar ikan,” kata Armansyah. (*)

0 63

Maros, humas.sulselprov.go.id – Tim Penggerak PKK Sulsel bekerjasama dengan PT Pos Indonesia, menyiapkan tong sampah organik dan non organik, di obyek wisata Rammang-rammang, Kabupaten Maros. Bantuan yang merupakan bagian dari program CSR PT Pos Indonesia tersebut, diserahkan Pelaksana Tugas Ketua TP PKK Sulsel, Naoemi Octarina, kepada Camat Bontoa A Armansyah, Jumat, 18 Juni 2021.

Naoemi dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih kepada PT Pos Indonesia, atas sinerginya menyiapkan tong sampah tersebut. Ia berharap, tong sampah itu tidak hanya menjadi pajangan, dan masyarakat atau pengunjung harus diedukasi untuk memilah mana sampah organik dan non organik.

“PKK harus turun tangan mengedukasi masyarakat dan juga pengunjung. Ini juga akan memudahkan ketika ada Bank Sampah,” kata Naoemi.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga kembali mengingatkan agar masyarakat tidak lengah, karena kasus Covid-19 kembali naik di sejumlah daerah. Seperti di DKI Jakarta.

“Kita baca di berita, kasus Covid-19 melonjak lagi. Jangan lengah. Tetap jaga iman, imun, dan protokol kesehatan,” pesan istri Andi Sudirman Sulaiman ini.

Sementara, Asisten Manajer Administrasi dan Penjualan PT Pos Indonesia Wilayah Sulawesi dan Maluku, Sri Endarti Halim, mengungkapkan, PT Pos Indonesia bersinergi dengan PKK Sulsel, dalam pelaksanaan sejumlah program CSR. Salah satunya, adalah bantuan tong sampah khusus untuk kawasan wisata Rammang-rammang ini.

“Ke depan, ada banyak hal yang akan kita kerjasamakan. Khususnya dalam program sosial dan lingkungan,” kata Sri. (*)

0 73

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina, menghadiri

Halal Bihalal Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sulsel, yang dilaksanakan di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sulsel, Selasa, 8 Juni 2021. Kegiatan ini mengangkat tema “Mengukuhkan Persaudaraan dan Solidaritas Ditengah Pandemi Covid-19”.

Naoemi yang juga merupakan Penasehat Dharma Wanita Persatuan Sulsel, berharap, pertemuan ini menjadi awal sinergitas, koordinasi, dan komunikasi untuk pelaksanaan program-program ke depan. Senantiasa menjaga kekompakan, bekerja dengan tulus dan ikhlas.

“Hilangkan ego atau kepentingan pribadi dulu. Mari bekerja bersama untuk kemaslahatan umat. Hilangkan prasangka-prasangka, kita belajar berpikir positif agar persaudaraan kita lebih erat,” pesan Naoemi.

Sementara, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sulsel, Sri Rejeki Hayat, mengatakan, kegiatan ini rutin dilaksanakan tiap tahun, dalam rangka silaturahmi dan saling memaafkan. Ia berharap, semua bisa saling menjaga agar tetap solid sebagai Anggota Dharma Wanita Persatuan.

“Tetap kompak. Dan seandainya tidak dalam kondisi pandemi, yakin banyak yang datang. Tapi karena pandemi, dibatasi,” ujarnya.

Sri Rejeki menambahkan, Dharma Wanita telah melaksanakan banyak kegiatan, dengan menyentuh warga kurang mampu dan membutuhkan. Seperti membantu korban kebakaran dan banjir.

“Kami harap, kehadiran Dharma Wanita bisa dirasakan masyarakat secara langsung,” imbuhnya.

Halal bihalal ini menghadirkan tauziah dari Ustadz Muh Fakhrurrazi. Dalam ceramahnya, ia banyak mengingatkan bahaya fitnah dan menjauhkan diri dari sikap sombong. (*)

0 119

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina, menutup pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PKK Sulsel Tahun 2021, yang diselenggarakan di Hotel Four Point by Sheraton Makassar, Kamis malam, 3 Juni 2021. Dalam acara ini, dilakukan penyerahan hasil rumusan Rakerda PKK dan pengumuman lomba stand pameran.

Dalam sambutannya, Naoemi menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja para pengurus PKK atas waktu, tenaga, dan pikiran, agar kegiatan tersebut terlaksana dengan baik. Ia berharap, PKK bisa memainkan peran sebagai mitra pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat dan keluarga.

“Ada banyak masalah yang dihadapi masyarakat kita, yang butuh perhatian serius. Seperti stunting, anak putus sekolah, hingga masalah kemiskinan,” kata Naoemi.

Selaku Pelaksana Tugas Ketua PKK Sulsel, Naoemi berpesan agar Ketua PKK Kabupaten Kota bersama-sama membangun komitmen dan dedikasi tinggi untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi di daerahnya masing-masing. PKK Kabupaten Kota bisa melahirkan inovasi sebagai motor penggerak keluarga.

“Yang paling utama dan harus menjadi perhatian bersama adalah bagaimana pola asuh anak dan remaja. Apalagi zaman digital, sekolah online, dimana mereka bisa mengakses semuanya. Semoga Ketua PKK Kabupaten Kota ada inovasi mengatasi anak-anak yang sudah ketergantungan gadget,” pesan Naoemi.

Adapun para pemenang lomba stand pameran, masing-masing Kabupaten Bone (Juara I), Enrekang (Juara II), dan Sinjai (Juara III). Kemudian, Kota Palopo (Harapan I), Kabupaten Gowa (Harapan II), dan Luwu Utara (Harapan III).

Sekedar informasi, Rakerda PKK Tahun 2021 ini menghasilkan delapan rekomendasi. Antara lain, pengadaan buku pedoman hasil rakerda tetap dicetak, penggunaan papan nama bagi seluruh pengurus sampai ke tingkat desa kelurahan, penyeragaman data, tindaklanjut SIM PKK dimana Sekretaris PKK akan diberangkatkan ke DKI Jakarta dalam rangka studi tiru, dengan catatan jika Ketua PKK Sulsel menyetujui.

Selanjutnya, struktur organisasi yang mengacu pada hasil rekomendasi Rakerda, pelaksanaan lomba program PKK masih mengacu pada tahun sebelumnya dan lomba di tingkat nasional, program unggulan PKK, dan PKK Remaja sebagai pilot project lahirnya embrio PKK di masa mendatang. (*)

0 95

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Tim Penggerak PKK Sulsel menjadi pelopor program Keluarga Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (KISAK) di Indonesia. Program ini merupakan hasil rumusan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PKK Tahun 2021, dan Sulsel merupakan provinsi pertama yang menindaklanjuti hal tersebut.

Launching KISAK dilakukan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina, didampingi Kepala Dinas Catatan Sipil Sulsel, Sukarniaty Kondolele, di sela-sela acara pembukaan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Provinsi Sulsel, di Hotel Four Points Makassar, Rabu, 2 Juni 2021. Launching KISAK juga ditandai dengan penerbitan 49 dokumen kependudukan di masing-masing kabupaten kota.

Naoemi mengatakan, PKK senantiasa berusaha ikut andil dalam kemajuan Indonesia, melalui program-programnya. Termasuk mendorong kemampuan masyarakat memperoleh berbagai layanan publik. Seperti pendidikan, kesehatan, perbankan, dan sebagainya.

“Untuk mengakses layanan tersebut, tentu membutuhkan kelengkapan dokumen. Saat pelaksanaan Rakernas PKK, program KISAK ini menjadi rekomendasi. Dan Sulsel menjadi pelopor, provinsi pertama yang menindaklanjuti hasil Rakernas ini,” ujarnya.

Melalui program KISAK ini, lanjut Naoemi, PKK Provinsi Sulsel dan Kabupaten Kota, akan bersinergi, bersama-sama menyadarkan masyarakat akan pentingnya dokumen kependudukan, sehingga dapat mengakses pelayanan publik. Mulai dari Akte Kelahiran hingga KTP, sangat dibutuhkan.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penyerahan Kartu ID Anak dan KTP Elektronik 17 tahun secara simbolis oleh Naoemi Octarina.

Sementara, Kepala Dinas Catatan Sipil Sulsel, Sukarniaty Kondolele, mengatakan, PKK Sulsel bersinergi dengan Dinas Catatan Sipil Sulsel, untuk melakukan gerakan administrasi kependudukan yang pertama kali di Indonesia. Tidak hanya di tingkat provinsi, tapi pihaknya juga telah menginstruksikan Dinas Catatan Sipil yang ada di kabupaten kota untuk bersinergi dengan PKK di daerahnya masing-masing.

“Saya sudah menginstruksikan Dinas Catatan Sipil Kabupaten Kota agar mensupport program KISAK ini sampai ke tingkat paling bawah,” ujarnya.

Sukarniaty mengakui, masih banyak masyarakat yang enggan mengurus administrasi kependudukan, kecuali bersoal dengan masalah pelayanan publik. Karena itu, pihaknya bersinergi dengan PKK sebagai mitra pemerintah, yang memiliki kader hingga ke tingkat paling bawah.

“Kami bermitra dengan PKK, karena PKK tidak hanya subjek, tapi juga objek yang bisa bersentuhan langsung dengan masyarakat,” imbuhnya. (*)

0 70
  • Andi Sudirman Sulaiman Buka HKG dan Rakerda PKK Tingkat Provinsi Sulsel Tahun 2021

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina, memaparkan sejumlah program PKK Sulsel, pada pelaksanaan pembukaan Hari Kesatuan Gerak PKK dan Rapat Kerja Daerah PKK Tingkat Provinsi Sulsel Tahun 2021, yang dilaksanakan di Hotel Four Points Makassar, Rabu, 2 Juni 2021. Acara ini dibuka Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, melalui virtual.

Dalam sambutannya, Naoemi menyampaikan, PKK Sulsel berupaya untuk ikut andil dalam kemajuan Indonesia melalui program-programnya.
Termasuk mendorong kemampuan masyarakat memperoleh berbagai layanan publik. Seperti pendidikan, kesehatan, perbankan, dan sebagainya.

“Untuk mengakses layanan tersebut, tentu membutuhkan kelengkapan dokumen. Saat pelaksanaan Rakernas PKK, program KISAK ini menjadi rekomendasi. Dan Sulsel menjadi pelopor, provinsi pertama yang menindaklanjuti hasil Rakernas ini,” ujarnya.

Melalui program KISAK ini, lanjut Naoemi, PKK Provinsi Sulsel dan Kabupaten Kota, akan bersinergi, bersama-sama menyadarkan masyarakat akan pentingnya dokumen kependudukan, sehingga dapat mengakses pelayanan publik. Mulai dari Akte Kelahiran hingga KTP, sangat dibutuhkan.

Selanjutnya, kata Naoemi, PKK Sulsel berupaya menjadikan keluarga sebagai pelopor perubahan untuk penanganan stunting, angka kematian ibu hamil, dan angka kematian bayi. Namun untuk mewujudkan hal ini, semua harus bersinergi dan bergerak bersama.

“Sejauh ini belum ada data yang akurat mengenai angka kematian ibu dan bayi. Kita akan perbaiki sama-sama. Ke depan ada wacana, bagaimana jika data tersebut wajib ditembuskan ke PKK, agar bisa lebih diperhatikan,” ungkap Naoemi.

Terkait penanganan stunting, PKK Sulsel sudah membentuk tim stunting yang akan turun ke kabupaten kota, menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Dokter Spesialis Obgyn.

“Dalam pelaksanaan programnya, PKK Sulsel juga menitikberatkan pada lingkungan hidup, dimana PKK aktif melakukan penghijauan,” bebernya.

Selain itu, PKK Sulsel juga turut andil dalam penanganan Covid-19. Naoemi mengungkapkan, PKK Sulsel aktif melakukan sosialisasi, apalagi masih banyak warga yang tidak memakai masker dan enggan mengikuti program vaksinasi.

“Bagaimana peningkatan ekonomi selama pandemi Covid-19, PKK melakukan program inovasi agar perempuan bisa diberdayakan. Mulai dari memanfaatkan lahan pekarangan, hingga pelatihan untuk perempuan,” jelasnya.

Ke depannya, tambah Naoemi, PKK akan menjadi organisasi mandiri. Tidak hanya sekedar mengandalkan OPD, tetapi juga pihak swasta dan BUMN.

Sementara, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, dalam sambutannya yang disampaikan melalui video sekaligus membuka acara, mengapresiasi upaya PKK Provinsi Sulsel dan Kabupaten Kota, yang selama ini turun melaksanakan program pemberdayaan keluarga. Apalagi di tengah pandemi, PKK juga gencar melakukan sosialisasi pelaksanaan protokol kesehatan.

“PKK Sulsel juga banyak berperan dalam penanganan stunting, gizi buruk, hingga membantu warga miskin atau prasejahtera,” tuturnya.

Meski telah banyak berperan membantu pemerintah, Andi Sudirman mengatakan, masih banyak tugas PKK ke depannya. Salah satunya, menciptakan generasi berkualitas, yang lebih baik lagi ke depannya.

“Semoga PKK bisa membangun Sulsel lebih baik lagi ke depannya. Melakukan penanganan stunting, kesehatan ibu dan anak, mengatasi anak putus sekolah, ketahanan pangan, dan lain-lain. PKK Provinsi dan Kabupaten Kota, harus bersinergi, bekerja bersama-sama,” harap Andi Sudirman.

Sedangkan, Ketua TP PKK Pusat, Tri Tito Karnavian, dalam video sambutannya, menyampaikan, Hari Kesatuan Gerak PKK merupakan momentum mendasar dan memiliki arti strategis, dalam implementasi 10 program pokok PKK. Gerakan PKK dikelola dari, oleh, dan untuk masyarakat.

“PKK dalam hal ini tim penggerak di seluruh pelosok nusantara, menjadi garda terdepan meewujudkan keluarga berkualitas. Gerakan PKK bukan semata menempatkan keluarga sebagai objek sasaran pemerintah, tapi mampu menginisiasi menuju kehidupan lebih baik, sebagaimana tujuan pembangunan nasional,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini, juga dilakukan launching program Keluarga Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (KISAK), Penandatanganan Perpanjangan MoU PKK dan OPD lingkup Pemprov Sulsel, Pemberian Apresiasi Bagi Pemenang Lomba, dan Peninjauan Stand Pameran. (*)

0 102

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Tim Penggerak PKK Sulsel menggelar pengajian secara virtual bersama pengurus PKK dari 24 kabupaten/kota, Selasa, 11 Mei 2021. Ustadz Dr H Abbas Baco Miro LC MA hadir sebagai narasumber, membawakan materi Tuntunan Shalat Idul Fitri dan Hikmah Silaturrahim.

Pengajian diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an, yang dibawakan oleh
Muh Farhan Attaya, Juara Lomba Tahfidz Al Qur’an yang diselenggarakan PKK dan Pemprov Sulsel, belum lama ini. Farhan merupakan utusan dari Kabupaten Barru.

Dalam sambutannya, Plt Ketua TP PKK Sulsel, Naoemi Octarina, menyampaikan, setelah melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh, sebentar lagi umat Islam akan merayakan Idul Fitri. Lebaran merupakan momentum yang ditunggu oleh umat Islam, dan kita akan seperti terlahir kembali.

“Pada hari raya Idul Fitri, kita harus saling memaafkan dan menyambung silaturahmi. Meskipun tidak bisa saling mengunjungi secara langsung karena masih suasana pandemi, tetapi kita bisa bersilaturahmi dengan memanfaatkan teknologi,” kata Naoemi, yang membuka acara secara virtual dari Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulsel.

Ia menuturkan, silaturahmi memiliki arti yang sangat penting. Mereka yang senantiasa menyambung tali silaturahmi, akan ditambah rejekinya.

“Silaturahmi tidak hanya kepada keluarga, tetapi kepada orang-orang di sekeliling kita,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Naoemi juga meminta agar para peserta pengajian mendoakan saudara-saudara muslim yang ada di Palestina, yang kembali diberi ujian di Bulan Ramadhan kali ini.

“Saudara kita di Palestina kembali mendapat ujian dari Allah SWT. Mari kita doakan agar mereka diberi kekuatan dan kesabaran,” tuturnya.

Sementara, Ustadz Dr H Abbas Baco Miro LC MA, mengawali tausiahnya dengan menyampaikan pentingnya mengikuti majelis ilmu. Dimana menghadiri pengajian, sama halnya dengan berada di taman-taman surga. Dan diantara kenikmatan majelis ilmu, mereka ini akan menjadi saksi di hari kiamat.

“Mereka yang rajin mengikuti majelis ilmu seperti yang kita laksanakan hari ini, InsyaAllah adalah calon penghuni surga,” kata Ustadz Abbas.

Iapun memulai materinya dengan memutar sebuah video. Dimana seorang anak terlihat kelaparan, dan harus diusir oleh pedagang makanan. Hingga akhirnya, ia mendapat sepotong gorengan, yang ia bungkus dan dibawa lalu diberikan kepada adik perempuannya.

“Dari tayangan di video ini kita belajar, apapun yang Allah SWT berikan pada kita, harus kita syukuri,” ujarnya.

Bulan Ramadhan ini, kata Ustadz Abbas, menjadi momentum untuk melatih kepedulian sosial kita. Mereka yang tidak mampu, seharusnya menjadi ladang ibadah kita.

“Nabi sangat mencintai mereka yang lemah. Sebelum menjadi Nabi, Muhammad memiliki sumber kekuatan. Yakni silaturahmi, suka membantu orang lain, memuliakan tamu, dan menyokong amal kebajikan,” urainya.

Khusus pada silaturahim, sambungnya, bukan hanya kepada keluarga, tapi kepada siapa saja saudara kita umat muslim. Tetapi yang harua diperhatikan adalah silaturahmi kepada kedua orangtua, yakni ibu dan bapak kita.

Ustadz Abbas juga menyampaikan mengenai hari raya Islam, yang kerap disebut dengan Id. Dimana pada hari raya Idul Fitri, Allah SWT mempunyai kebaikan dan kemurahan yang kembali berulang-ulang, dan dianugerahkan kepada makhluknya setiap tahun, yang membawa kegembiraan dan kepuasan.

Para peserta pengajian virtual dari 24 kabupaten/kota terlihat antusias mengikuti acara ini. Mereka mengajukan banyak pertanyaan, bahkan yang tidak berkaitan dengan tema. (*)

0 39
Makassar, humas.sulselprov.go.id - Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, menghadiri Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2021, yang digelar Kementerian Pemberdayaan...