PKK
PKK

0 28

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Plt Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Sulawesi Selatan, Naoemi Octarina mengukuhkan Bunda PAUD Kota Makassar periode 2021-2026, Indira Yusuf Ismail.

Pengukuhan dan pelantikan ini berlangsung pada Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ke-49 Tingkat Kota Makassar di Hotel Claro, Sabtu, 10 April 2021.

Adapun tema pelantikan: Keluarga Pelopor Perubahan Menuju Indonesia Maju.

Naoemi Octarina menyampaikan, selamat atas pelantikan Indira Yusuf Ismail sebagai Bunda PAUD Kota Makassar.

“Selamat untuk ibu atas amanah ibu Indira Yusuf Ismail, semoga dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawab, serta dedikasi sebagai Bunda PAUD Kota Makassar,” ujar Naoemi Octarina yang juga selaku Plt Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel.

Dalam sambutannya, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Indira Yusuf Ismail membacakan sambutan Ketua TP PKK Tri Tito Karnavian. Ia mengatakan bahwa pengelolaan PKK bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Memasuki 49 tahun, keluarga menjadi pelopor perubahan untuk Indonesia maju. Tim dan kader PKK di pelosok Nusantara jadi garda terdepan untuk membentuk keluarga,” ungkapnya.

Terutama sejak adanya pandemi Covid-19, PKK menjadi salah satu yang mensosialisasikan kebiasaan mencuci tangan dan menerapkan protokol kesehatan. Pelaksanaan pembangunan nasional yang dilakukan pemerintah menuju Indonesia maju masih harus berhadapan dengan isu degradasi moral, tingginya angka stunting, covid dan lainnya.

“Ini menegaskan bahwa program PKK sebagai mitra pemerintah harus bersinergi dengan prioritas program dan kegiatan nasional. Mari kita tetap laksanakan komitmen dan dedikasi untuk kemajuan PKK,” katanya.

Walikota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto dalam sambutannya menuturkan bahwa keluarga adalah inti dari kota.

“Keluarga adalah inti dari kota. Jika kota kuat, provinsi kuat. Maka insya Allah negara juga akan kuat. Peran PKK sangat strategis,” ungkapnya.

Dengan pendidikan usia dini, kata dia, bisa untuk penanaman akhlak dan mental bagi anak.

“Momentum Hari Kesatuan Gerak PKK ini diharapkan menjadi momen mengupdate peran PKK atau keluarga. Ada peran ibu-ibu di dalamnya. Mari sama-sama membuat resolusi yang kuat untuk masa depan,” jelasnya. (*)

0 37

Parepare, humas.sulselprov.go.id – Anak-anak yang tergabung dalam Majelis Anak Saleh di Kota Parepare sangat antusias mengikuti pembekalan menyambut bulan suci Ramadhan yang digelar oleh Andalan Mengaji. Kegiatan yang berlangsung di Balai Ainun Habibie Parepare, Rabu, 7 April 2021 ini mengangkat tema “Ramadhan Siap, Gizi Terpenuhi, Badan Sehat”.

Mengingat masih dalam kondisi pandemi, tentunya pelaksanaan kegiatan ini tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat bagi para peserta dan tetamu yang hadir, serta membatasi peserta yang hadir.

Hadirnya Andalan Mengaji ini atas inisiasi Plt Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, beserta Plt Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina. Dengan melakukan kegiatan-kegiatan sosial dan kajian-kajian Islam.

Dalam sambutannya, Plt Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulsel, Naoemi Octarina, menyampaikan, kegiatan ini diharapkan menjadi bekal bagi anak-anak yang akan menjalani puasa, khususnya di Parepare. Mengingat bulan suci Ramadhan tinggal menghitung hari di Bulan April ini.

“Kami berharap dengan pembekalan menyambut bulan suci Ramadan, bagaimana para orang tua mengajarkan kepada anak-anaknya untuk bisa lebih produktif mengisi waktu Ramadhan dengan hal-hal yang bermanfaat dan dapat memperhatikan keperluan gizi anak-anak, sehingga anak-anak bisa melaksanakan puasa dengan keadaan sehat, khususnya dalam kondisi pandemi saat ini,” ungkapnya.

Ia juga berbagi sedikit pemahaman secara sederhana tentang makna puasa, keutamaan Ramadhan, keutamaan puasa, rukun puasa, serta Sunnah-Sunnah puasa, sehingga mudah dipahami anak-anak.

“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi bekal kita sebelum memasuki bulan Ramadhan. Untuk itu, marilah kita sambut bulan Ramadhan ini dengan hati yang ikhlas dan rasa gembira. Jadikan bulan Ramadhan tahun ini sebagai bulan panen amal kebajikan untuk bekal hidup di akhirat kelak,” jelasnya.

“Salah satu keutamaan dalam bulan Ramadhan, doa-doa akan mudah dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Maka dengan itu, mari kita perbanyak berdoa dan meminta yang baik-baik kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” pintanya.

Naoemi Octarina pun menghanturkan terima kasih atas dukungan penyelenggaraan ini dari Ketua Tim Penggerak PKK Kota Parepare.

Dilanjutkan materi kedua dari Ketua Divisi Neonatologi RS Wahidin Sudirohusodo Makassar, dr. Ema Alasiry dengan membahas “Puasa pada Anak”. Ema pun menyampaikan pentingnya memberikan makanan yang bergizi pada anak. Terlebih saat berpuasa dengan menu empat sehat lima sempurna, misalnya bisa dengan memberikan susu, telur, ikan, sayur-sayuran, buah-buahan yang banyak mengandung air dan jagung/nasi. Tidak lupa juga Ema menjelaskan tentang makanan serta minuman yang sebaiknya dihindari pada saat puasa.

Andalan Mengaji pun turut membagikan bingkisan kepada anak-anak berupa Jurnal Ramadhan, buku dzikir serta cemilan. Bahkan para orang tua atau pendamping pun turut antusias bertanya terkait bulan Ramadhan, khususnya bagi anak-anak. (*)

0 49

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Naoemi Octarina, melantik Sufriaty Budiman sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu Timur Masa Bakti 2021-2026.

Sebelum pelantikan ini, didahului dengan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Bupati Luwu Timur sisa masa jabatan 2021-2026, Budiman, oleh Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.

Pelantikan Wakil Bupati Luwu Timur, Budiman sebagai Bupati Luwu Timur menggantikan Thorieg Husler yang meninggal dunia sebelum pelantikan bupati.

“Kami mengucapkan selamat atas pelantikan Bupati Luwu Timur, Bapak Budiman dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu Timur, Ibu Sufriaty Budiman,” ujar Naoemi Octarina.

Ia berharap, dengan dilantiknya Ketua Tim Penggerak PKK Luwu Timur, PKK bisa dapat seiring dan sejalan dengan program-program Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Khususnya yang berdampak langsung bagi masyarakat banyak.

“Kami berharap Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Luwu Timur dapat melaksanakan tugas dan kewajiban sebaik-baiknya, disertai penuh rasa tanggung jawab untuk meningkatkan peran PKK dalam mensukseskan pembangunan demi kemaslahatan masyarakat banyak,” harap istri Andi Sudirman ini.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, dalam sambutannya berharap, pelantikan ini sebagai momentum dalam bekerja untuk kemaslahatan orang banyak.

“Luwu Timur adalah daerah yang strategis, berkontribusi masif untuk Sulsel. Investasi terbesar di Sulsel dari Luwu Timur. Kami berharap bagaimana untuk membangun dalam mensejahterakan masyarakat, dengan koordinasi, sinergitas dan kerjasama yang kuat,” katanya. (*)

0 41

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Naoemi Octarina, membuka kegiatan Sosialisasi Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) di Era Digital bagi Keluarga se Provinsi Sulsel, secara virtual, Rabu, 24 Maret 2021.

Sosialisasi yang dilaksanakan oleh Pokja I TP PKK Sulsel bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dan Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel ini diikuti oleh para anggota Majelis Ta’Lim, PKK, Dharma Wanita, Bhayangkari, Persit Kartika Chandra Kirana, serta Guru dari 24 Kabupaten/Kota se Sulsel.

Melalui sosialisasi ini, kata Naoemi, dapat memberikan pelajaran buat kita semua untuk berbenah dalam meningkatkan kualitas pola asuh berbasis hak anak, khususnya dalam keluarga.

Apalagi, penduduk di Provinsi Sulsel dominan anak dan remaja, dengan jumlah usia anak sebanyak 3.084.993 jiwa atau sekitar 34 persen dari jumlah penduduk Sulsel yang mencapai 9.073.509 jiwa.

“Kami berharap melalui pengasuhan yang lebih berkualitas dan berbasis hak anak, dimana sasaran yang akan dicapai adalah penguatan keluarga dalam pola asuh bagi anak dan remaja di era digital,” jelasnya.

Wakil Ketua Dekranasda Sulsel ini pun mengaku, dalam peningkatan kualitas keluarga merupakan tanggung jawab bersama. Di mana salah satu upaya pemerintah saat ini adalah membangun kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu modal pembangunan yang sangat penting dalam membangun keluarga sejahtera.

“PKK merupakan salah satu mitra pemerintah dalam membangun kualitas keluarga, khususnya di Provinsi Sulawesi Selatan,” jelasnya.

Dalam kondisi pandemi ini serta era digitalisasi, mengharuskan mengikuti perkembangan teknologi. Olehnya itu, dirinya mengingatkan, dalam penggunaan gadget harus bijak serta ada pemantauan, arahan yang tegas dan konsisten dari para orang tua dalam memberikan sisi positif bagi teknologi yang digunakan anak-anak.

Mengenai permasalahan yang dialami anak, kata dia, ini harus menjadi perhatian kita bersama. Mengingat anak adalah generasi penerus bangsa yang perlu mendapatkan haknya, khususnya dalam tumbuh kembangnya.

Istri Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman ini pun menyampaikan, pentingnya suatu keluarga memberikan pengasuhan atau pola asuh yang baik untuk anak-anak.

“Diharapkan kita semua dapat mengetahui tugas dan tanggung jawab kita masing-masing dalam keluarga dan juga tenaga pendidik untuk mengubah cara berpikir kita semua dalam.mengasuh anak-anak untuk menjadi lebih baik dan dapat membangun karakter dan potensi anak ke arah yang positif, semuanya dibutuhkan kesabaran dan keikhlasan,” imbuhnya.

Adapun dalam sosialisasi ini menghadirkan beberapa pembicara. Diantaranya Layanan PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga) Layanan yang Tepat bagi Keluarga di Era Digital oleh Kadis DP3ADalduk KB SulSel; Pentingnya Pemahaman Pola Asuh Anak dan Remaja bagi Keluarga di Era digital oleh Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak Atas Pengasuhan dan Lingkungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Rohika Kurniadi Sari; Mengenal Karakter Anak dan Remaja di era digital oleh Zaldy Zulkifli (Save The chikdren); Pengasuhan Positif bagi Anak dan Remaja di Era Digital oleh Iyan Afriyani (Psikolog Puspaga); serta Pentingnya pengasuhan bagi anak berkebutuhan khusus oleh orang tua dan tenaga pendidik oleh kadis Pendidikan Sulsel. (*)

0 51
  • Naoemi Membatik dan Tanam Pohon Bersama

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Wakil Ketua Tim Penggerak (PKK) Provinsi Sulawesi Selatan, Naoemi Octarina melihat langsung aktivitas kegiatan Pendidikan Keterampilan Bermain di Alam oleh Anak Down Syndrome dan Anak Prasejahtera di Imperata Garden, Mall Phinisi Point Makassar, Jalan Mento Tanjung Bunga, Senin, 22 Maret 2021.

Kegiatan yang berlangsung hingga Selasa (23/3) ini, diikuti anak-anak yang berusia 10-17 tahun. Diberikan pelatihan membatik pada syal yang dipersembahkan untuk ibu mereka. Sementara anak-anak dibawah 10 tahun akan diperkenalkan lingkungan dengan kegiatan menanam pohon.

Dirinya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PT Pos Indonesia Regional 10 Sulawesi Maluku yang telah menunjukkan komitmen dan perhatian terhadap anak-anak di tengah pandemi Covid-19.

“Kami dari Tim Penggerak PKK berterima kasih atas dukungan CSR PT Pos Indonesia, semoga ini bisa berkelanjutan dimana bisa membangun wadah untuk anak-anak down syndrome kepada hal-hal yang bermanfaat,” katanya.

Kepada orang tua anak down syndrome, Naoemi, menyebut mereka orang tua yang hebat. Bisa diberikan kesabaran dan ikhlas dalam merawat anak-anak yang memiliki kelebihan khusus.

Ia pun berharap Kegiatan Pendidikan Keterampilan Bermain di Alam bisa memberikan psikologi positif bagi anak-anak down syndrome dan anak-anak prasejahtera.

“Untuk anak-anak down syndrome, kita perlu memberikan perhatian khusus. Kami berharap sinergitas dan dukungan para OPD terkait bisa memfasilitasi bagaimana kesehatan pada sarafnya, memantau perkembangan dan bisa memberi masukan kepada orang tua tentang perlakuan dan merawat mereka,” ujarnya.

Ia pun sempat mendengar masukan-masukan dari Komunitas Orang Tua Anak Down Syndrome, salah satunya dalam hal pendidikan. Wakil ketua Dekranasda Sulsel ini pun berharap, para anak-anak down syndrome bisa berbaur dengan anak normal lainnya, namun tetap dalam pendampingan.

“Semoga mampu memberi solusi, harmonisasikan dan dekatkan anak dengan alam. Kegiatan ini, sangat baik dalam menstimulus sensori dan motorik untuk memberikan aktivitas-aktivitas yang kreatif,” tuturnya.

Istri Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman ini pun mengajak kepada OPD, lembaga, komunitas dan elemen masyarakat untuk bersinergi serta meningkatkan peran dan kepedulian dalam kondisi pandemi Covid-19 ini.

Sementara itu, Rahmatullah selaku Ketua Komunitas Orang Tua Anak Down Syndrome berharap pemerintah bisa memberikan dukungan.

“Pemerintah bisa memberikan dukungan kepada kepada kami, agar anak kami bisa mendapatkan haknya seperti anak lainnya, bisa berekspresi menampilkan keahlian dan bisa mendapatkan kemandirian untuk mereka,” ujarnya.

Dengan tema “Harmonisasi Anak dan Alam di Masa Pandemi”, kegiatan ini dirangkaikan dengan penyerahan hadiah lomba Peringatan Hari Down Syndrome Sedunia Tahun 2021. (*)

0 45

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Empat anak berkebutuhan khusus, Down Syndrome, tampak bahagia bertemu dengan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Naoemi Octarina. Pertemuan yang berlangsung di Rujab Wagub Sulsel itu pun tampak hangat, Jum’at (19/3/2021).

Terlihat Naoemi berinteraksi dengan anak-anak itu. Bahkan para anak-anak itu pun menyambut baik, terlebih saat diberikan bingkisan hadiah berupa alat tulis hingga mainan. Bahkan di sela-sela pertemuan itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, turut menyapa dan berinteraksi dengan mereka.

Mereka bernama Andi Atira Salsabilah Putri (13), Abdul Rahman Al Zudais Sijaya (17), Al Amin (13), dan Andi Muh Al Fatih (3). Keempat anak itu didampingi oleh orang tuanya yang tergabung dalam Komunitas Orang Tua Anak Down Syndrome (KOADS) beserta dr Sylvia Evelyn Aritonang, dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indonesia (Perdosri) Cabang Sulawesi Papua (Sulapua).

Naoemi Octarina menyampaikan, seorang anak merupakan anugerah yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. “Jangan melihat kekurangan, namun dibalik itu ada hal khusus dari anak-anak dengan Down Syndrome. Kita hanya perlu menjaga anak dengan baik dan sabar,” ungkapnya.

Ia pun meminta, bagi anak-anak Down Syndrome yang beragama Islam, bisa dibiasakan mendengarkan ayat suci Al-Qur’an. “Sering-seringlah dengarkan Al-Qur’an, karena baik untuk mempengaruhi sel saraf bagi anak,” ungkap Wakil Ketua Dekranasda Sulsel ini.

Istri dari Andi Sudirman Sulaiman ini pun menginstruksikan Tim Penggerak PKK Sulsel untuk ikut dalam pendampingan bagi anak-anak disabilitas, salah satunya bagi penderita Down Syndrome.

Dr Sylvia Evelyn Aritonang dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indonesia (Perdosri) Cabang Sulawesi Papua (Sulapua) mengatakan, kunjungannya ini dalam rangka membahas rencana kegiatan Perayaan Hari Down Syndrome Sedunia yang jatuh pada tanggal 21 Maret. Rencananya, akan dilakukan beberapa kegiatan, diantaranya lomba mewarnai dengan glitter, lomba gerak dan lagu, serta webinar “Connect With Us”.

“Kami sangat senang bahwa Ibu Wakil Ketua PKK sangat welcome menerima permohonan audiensi kami dan beliau sangat antusias terkait anak-anak berkebutuhan khusus, dalam hal ini komunitas anak Down Syndrome,” ujarnya.

Ia menambahkan, dari Perdosri berkomitmen akan membantu dan mendukung program pemerintah dalam hal managemen komprehensif para penyandang disabilitas. (*)

0 27

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Kajian Virtual, Selasa, 16 Maret 2021. Kegiatan ini bekerjasama dengan DT Peduli dan Daarut Tauhid.

Menghadirkan narasumber dr. Aisah Dahlan, CHt.CM. NNLP seorang Praktisi Neuro Parenting Skill. Kajian ini mengangkat tema “Keajaiban Bismillah pada Sel Saraf”.

Lebih dari 100 peserta yang mengikuti secara virtual, dari PKK, DWP, BKMT, dan peserta lainnya dari kabupaten/kota se Sulsel. Bahkan, PKK di luar Sulsel pun turut antusias mengikuti kajian virtual.

Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina menyampaikan, kajian virtual ini menjadi ajang untuk membangun silaturahmi, komunikasi yang baik, serta meningkatkan iman dan taqwa.

“Semoga dalam kondisi pandemi ini, dengan beraktivitas di rumah, kita bisa mengisi rohani, meningkatkan iman dan takwa melalui kajian ilmu agama,” ujarnya.

“Kami juga berharap, dengan kebiasaan membaca basmallah bisa dimulai dari kecil untuk anak-anak. Serta ilmu yang didapatkan bisa disimak dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Dalam, dr. Aisah Dahlan menyampaikan, dalam tubuh manusia memiliki sel saraf berjumlah 100 miliar. Dengan membaca basmallah –ucapan pembuka Alquran atau memulai pekerjaan yang baik, yaitu bismillah –, terjadi koneksi ke sel saraf dan kelenjar pituitery (ada hormon kasih sayang dan cinta).

“Pentingnya melafazkan nama Allah dengan sungguh-sungguh. Saat membaca basmallah, terkoneksi jalan ke sistem saraf dan kelenjar pituitery, ke sel-sel tubuh,” jelasnya.

Untuk membangkitkan gen yang tidur, kata dia, bisa dilakukan dengan dzikrullah; suasana emosi, pikiran dan perasaan; makan minum secukupnya.

“Inti dari hakikat manusia yang terukir dalam gen adalah hidup untuk orang lain. Makanya kalau kita bantu orang lain, nyala gen kita,” pungkasnya.

“Basmallah adalah memulai suatu pekerjaan atau ucapan dan diawal khutbah. Bacaan basmallah ada 5 hukum syar’i yakni basmallah yang wajib; basmallah yang disunahkan; basmallah yang mubah; basmallah yang makruh; basmallah yang haram,” paparnya.

Ia pun mengaku, bahwa luar biasanya manfaat bacaan basmallah. Bahkan dianjurkan mengajarkan anak-anak sedari dini membaca basmallah. “Maka seumur hidupnya anak itu baca basmallah, amal jariyahnya untuk kita semua. Ilmu yang bermanfaat, amal salehnya ke kita. Bahkan Al-Qur’an bisa menstimulasi sel syaraf anak-anak berkebutuhan khusus,” pungkasnya. (*)

0 38

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IX Tim Penggerak PKK Tahun 2021 resmi ditutup, Selasa, 16 Maret 2021. Wakil Ketua TP PKK Sulsel, Naoemi Octarina, mengikuti susunan acara Rakernas PKK selama empat hari, mulai dari tanggal 8, 9, 10, dan 16 Maret 2021 secara virtual, dari Rujab Wakil Gubernur Sulsel di Makassar.

Naoemi menuturkan, hasil dari Rakernas Tim Penggerak PKK Pusat ini akan diteruskan oleh PKK Provinsi untuk dilakukan bersama Kabupaten/Kota lainnya. Pihaknya akan melakukan rapat koordinasi dengan pengurus TP PKK Kabupaten Kota, sehingga program kerja dapat diselaraskan dan diimplementasikan dengan segera.

“Tim Penggerak PKK Sulsel menjadi salah satu provinsi yang masuk menjadi tim perumus aturan yang berlaku di PKK disesuaikan dengan Permendagri 36 tahun 2020,” jelasnya.

Sementara, Ketua Bidang III TP PKK Pusat, Irma Zainal, menyampaikan pandangan akhir dalam Rakernas IX PKK.

“Kesejahteraan keluarga menjadi tujuan utama dalam PKK. Dengan menekankan empat agenda prioritas, beberapa diantaranya revolusi mental, memperkuat pelayananan dasar, dan lingkungan hidup,” ungkapnya.

Untuk instruksi utama PKK, kata dia, berfokus dalam hal penanganan pandemi Covid-19 dan penurunan angka stunting.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa, Yusharto Huntoyungo, menyampaikan harapannya agar PKK aktif melakukan pendampingan kepada masyarakat. Sehingga, warga bisa merasakan langsung keberadaan PKK.

“Kami tentu apresiasi dan berharap PKK bisa bekerja maksimal dan memperkuat sinergitas,” terangnya.

Ia pun berharap peran PKK dalam pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro atau PPKM mikro. (*)

0 44

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Naoemi Octarina, menyerahkan bantuan bagi korban terdampak banjir di RW 03 Swadaya, Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sabtu, 13 Maret 2021. Naoemi menyerahkan bantuan di tempat pengungsian, di Masjid At-Thoyyibah.

Bantuan yang dibagikan berasal dari Dinas Sosial Sulsel. Adapun bantuan berupa masker, handsanitizer, sabun, vitamin, makanan siap saji, makanan anak, selimut, matras, sarung, susu dan tikar. Selain itu, adapula bantuan dari Ikatan Pengusaha Wanita Indonesia (IWAPI), Biro Kesra Sulsel, Dharma Wanita Sulsel, PKK Sulsel, dan Andalan Mengaji.

Didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Indira Jusuf Ismail, Naoemi Octarina turut berinteraksi dengan masyarakat yang sedang mengungsi akibat rumah yang masih tergenang air.

“Kita semua bekerja sama untuk membantu warga,” kata Naoemi.

Istri Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman ini mengharapkan agar peristiwa banjir yang telah terjadi diambil hikmahnya. Mengapa bisa terjadi banjir, dan seperti apa solusi penanganannya.

“Ke depan dibutuhkan sinergitas antara Pemprov dan Pemkot bagaimana mengatasi banjir,” ujarnya.

Adapun bagi masyarakat yang terdampak banjir, ia meminta agar tidak melupakan protokol kesehatan.

Sementara, Lurah Batua, Jufri, mengatakan, bantuan sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan dinantikan dengan antusias. Wilayah Kota Makassar diguyur hujan lebat dengan intensitas tinggi sejak Senin, 8 Maret 2021 lalu. Warga sempat bertahan di rumah hingga dua hari sebelum mengungsi ke masjid. Sebanyak 200 warga terdampak di RT5/RW3.

“Karena curah hujan yang berturut-turut deras sekali sehingga mau tidak mau, harus ditinggalkan rumahnya. Dua hari bertahan di rumah, kemudian ke sini (masjid). Sekarang sudah surut,” jelas Jufri.

Ia berharap, wilayah yang dipimpinnya mendapatkan bantuan infrastruktur. Menurutnya, Batua setengah wilayahnya berada di wilayah rendah.

Adapun untuk dapur umum telah disiapkan oleh Dinsos Kota Makassar sejak Kamis, 11 Maret 2021. Mereka membuka dapur umum, dan ada 20 orang Tagana dan relawan bertugas secara bergantian.

“Tagana sudah ada sejak Kamis, kami sebanyak 20 orang bertugas bergantian melayani untuk 203 orang,” kata Hikmah, Relawan Tagana Makassar. (*)

0 39
  • Ajak Kader Berkontribusi Berdayakan Masyarakat

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Naoemi Octarina, menyatakan kegembiraannya atas prestasi Tim Penggerak PKK Kota Makassar dan Kabupaten Enrekang pada tingkat nasional.

Hal itu atas prestasi pada Lomba Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan dan Lomba Kegiatan PKK Tahun 2020, yang diumumkan saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IX PKK Tahun 2021.

Dalam Rakernas itu, Wakil Ketua TP PKK Sulsel, Naoemi Octarina mengikuti secara virtual dari Rujab Wagub Sulsel.

Adapun prestasi yang diraih, sebagai pelaksana terbaik tertib administrasi PKK kategori Kota, yakni Kelurahan Laikang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar berada pada posisi kedua. Dan sebagai pelaksana terbaik Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) dengan penuh cinta dan kasih sayang kategori Kabupaten, Desa Karueng, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, yang turut berada di posisi kedua.

Naoemi Octarina berharap, para jajaran Tim Penggerak PKK Sulsel bisa terus berinovasi untuk berkontribusi positif dan aktif untuk memberdayakan masyarakat.

“Alhamdulillah, apresiasi kami dan ucapan selamat atas raihan prestasi tingkat Nasional yang diberikan kepada Tim Penggerak PKK Kota Makassar dan Tim Penggerak PKK kabupaten Enrekang,” ujarnya, Jum’at, 12 Maret 2021.

Istri dari Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman ini pun mengapresiasi kinerja seluruh kader PKK, khususnya di tingkat dasa wisma. Ia juga mengajak kader PKK untuk terus mendukung pemerintah dalam menyukseskan program untuk masyarakat luas.

“Kami mohon para kader PKK untuk terus semangat dan berkontribusi aktif dan positif untuk masyarakat, khususnya Sulawesi Selatan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Rakernas ini berlangsung selama empat hari, yakni tanggal 8, 9, 10, dan 16 Maret 2021. Dengan tema “Sinergitas dan Kemitraan Menjadi Kunci Dalam Mewujudkan Keluarga Berdaya dan Sejahtera”. Rakernas dirangkaikan dengan Hari Kesatuan Gerak PKK ke 49 yang jatuh pada 4 Maret 2021. Rakernas IX TP PKK ini diikuti oleh para pengurus TP PKK Pusat dan TP PKK Provinsi. (*)

0 26
Makassar, humas.sulselprov.go.id - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, meniadakan kegiatan Safari Ramadhan pada tahun ini, karena adanya larangan dari...