Sekretaris Daerah
Sekretaris Daerah

0 209

Makassar, birohumas.sulselprov.go.id – Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, mendampingi Tim Koordinasi dan Supervisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam Rekonsiliasi Aset Pendanaan, Personil, Prasarana, dan Dokumen (P3D) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dengan Pemerintah Kabupaten/Kota Se-Sulsel, di Ruang Pola Kantor Gubernur, Senin (12/8).

Kegiatan ini diinisiasi oleh Korwil VIII KPK, untuk melakukan pencegahan penyalahgunaan aset daerah. Berkat rekonsiliasi yang digagas, KPK berhasil menyelamatkan potensi penyalahgunaan aset daerah dengan total nilai Rp. 3.215.631.781.991,05.

Terdiri dari Sektor Pendidikan Rp. 2.804.309.692.545,22, Sektor Kelautan dan Perikanan Rp. 324.925.372.429,03, Sektor Perhubungan Rp. 49.848.146.941,82, dan Sektor Kehutanan Rp. 36.548.570.074,98.

Abdul Hayat berharap, melalui kegiatan tersebut semua dapat berproses dengan baik dan lebih aplikatif. Yang terpenting, adalah hal-hal terkait aset yang ada di kabupaten/kota, terutama masalah pendidikan, kelautan dan perikanan, dan lain-lain.

“Masalah aset harus dikawal dan dipastikan berproses secara efektif. Kenapa sekda yang harus dipanggil, karena sekda di kabupaten/kota secara prinsip, secara teknis merupakan ketua dan yang bisa menghimpun dinas-dinas terkait untuk segera memastikan bahwa kita selalu terbuka mengenai aset-aset yang kita miliki,” terangnya.

Alasan aset-aset tersebut harus berproses, jelas Abdul Hayat, karena terpantau oleh aplikasi dari KPK.

“Sekali lagi, setiap saat terpantau langsung oleh KPK. Karena itulah, hari ini, demi kesejahteraan umum, kita sama-sama duduk bersama di sini. Semoga secara teknis KPK dapat memberikan gambaran mengenai proses kita ini,” tegasnya.

Hadir dalam rekonsiliasi tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota se-Sulsel dan perwakilannya, para Pimpinan Tinggi Pratama, serta perwakilan bidang Pendidikan, Kelautan dan Perikanan, Perhubungan, Kehutanan, dan Pertambangan Kabupaten/Kota se-Sulsel. (*)

0 176

Makassar, birohumas.sulselprov.go.id – Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, mendampingi Tim Koordinasi dan Supervisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam Rekonsiliasi Aset P3D Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dengan Pemerintah Kabupaten/Kota Se-Sulsel, di Ruang Pola Kantor Gubernur, Senin (12/8).

Abdul Hayat berharap, melalui kegiatan tersebut semua dapat berproses dengan baik dan lebih aplikatif. Yang terpenting, adalah hal-hal terkait aset yang ada di kabupaten/kota, terutama masalah pendidikan, kelautan dan perikanan, dan lain-lain.

Baca Juga : Sekprov Minta Bantuan Keuangan Lebih Dimaksimalkan

“Masalah aset harus dikawal dan dipastikan berproses secara efektif. Kenapa sekda yang harus dipanggil, karena sekda di kabupaten/kota secara prinsip, secara teknis merupakan ketua dan yang bisa menghimpun dinas-dinas terkait untuk segera memastikan bahwa kita selalu terbuka mengenai aset-aset yang kita miliki,” terangnya.

Alasan aset-aset tersebut harus berproses, jelas Abdul Hayat, karena terpantau oleh aplikasi dari KPK.

Baca Juga : Bahas Status GOR Sudiang, Sekprov Minta Optimalkan PAD

“Sekali lagi, setiap saat terpantau langsung oleh KPK. Karena itulah, hari ini, demi kesejahteraan umum, kita sama-sama duduk bersama di sini. Semoga secara teknis KPK dapat memberikan gambaran mengenai proses kita ini,” tegasnya.

Hadir dalam rekonsiliasi tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota se-Sulsel dan perwakilannya, para Pimpinan Tinggi Pratama, serta perwakilan bidang Pendidikan, Kelautan dan Perikanan, Perhubungan, Kehutanan, dan Pertambangan Kabupaten/Kota se-Sulsel. (*)

0 173
  • Hadiri Rapat Kerja Banggar dengan TAPD Sulsel

Makassar, birohumas.sulselprov.go.id – Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, menghadiri Rapat Kerja Badan Anggaran (Banggar) DPRD dengan Tim Anggaran Pembangunan Daerah (TAPD) Provinsi Sulsel, di Kantor DPRD Sulsel, Senin (12/8).

Dalam rapat yang dipimpin langsung Ketua DPRD Sulsel, Moh Roem tersebut, Abdul Hayat menyampaikan, yang krusial adalah bantuan keuangan yang harus lebih dimaksimalkan lagi.

“Lebih didorong lagi pada undang-undang yang berkeadilan dan selalu berpihak pada peningkatan angkatan kerja,” kata Abdul Hayat.

Terkait dengan masalah pendidikan, peralatan-peralatan peningkatan proses pendidikan juga menjadi perhatian khusus. Misalnya komputer.

“Bagaimana bisa memberikan akses adik-adik kita, anak-anak kita bisa lebih efektif untuk meningkatkan sumber daya manusia dari Sulsel,” tambahnya.

Ia menyebutkan, infrastruktur lainnya dengan skala prioritas juga perlu mendapatkan perhatian serius, tanpa mengesampingkan area lainnya.

“Tetap melakukan dorongan-dorongan, tahun 2020 itu menjadi sentral untuk persiapan memastikan layanan infrastruktur itu hadir. Terutama dari daerah ke daerah kita harus efektifkan, supaya betul-betul masyarakat yang di pelosok terakomodir dengan baik,” terang Abdul Hayat.

Untuk mendorong semua itu, lanjutnya, supporting system harus dijaga. Salah satunya melalui OPD-OPD, seperti Biro Umum dan Biro Humas.

“Bagaimanapun kerjanya kita, teman-teman di DPRD, di Kantor Gubernur, tetapi jika tidak dipublish dengan baik, saya kira kembali ke nol. Jadi Humas juga perlu sebagai corong untuk menunjukkan akuntabilitas kita sudah terjaga,” lanjutnya.

Abdul Hayat mengharapkan, ada masukan dari peserta rapat lainnya, agar sekiranya dapat langsung dirembukkan.

“Untuk efektifnya, langsung saja didiskusikan. Kita berikan masukan, sehingga kita bisa sepakati dan diselesaikan sampai di situ,” tutupnya. (*)

0 168

Makassar, birohumas.sulselprov.go.id – Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, membuka rapat terkait Permohonan Persetujuan Pemanfaatan Lahan dan Pengembangan Kawasan Gedung Olahraga (GOR) Sudiang, di Ruang Rapat Sekda, Senin (12/8).

Dalam arahannya, Abdul Hayat mengungkapkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari GOR Sudiang memang sedikit mengalami penurunan, sehingga kedepannya perlu dioptimalkan kembali.

“Untuk optimalisasi perlu pemaparan. Kalau perlu, master plannya direview kembali, sehingga dapat berjalan sesuai apa yang diinginkan,” ujarnya.

Untuk tahun 2019 sampai seterusnya, lanjutnya, harus dicari solusi yang paling maksimal. Kalau perlu, dikelola dengan menghasilkan perencanaan-perencanaan yang baik, sehingga apa yang diinginkan ke depan dapat tercapai.

Terkait masalah parkir di GOR Sudiang, Abdul Hayat menjelaskan, sementara diproses dengan Perusahaan Daerah (Perusda).

“Kenapa saya tidak menyinggung parkir, karena semua ini sementara berproses dengan Perusda. Itu anggaran lain lagi, itupun juga saya belum setuju semua, karena masih riskan sekali,” jelasnya. (*)

0 198

Makassar, birohumas.sulselprov.go.id – Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, menerima kunjungan pemenang Lomba Perpustakaan Umum Terbaik (Desa/Kelurahan), Lomba Perpustakaan Sekolah Terbaik, Lomba Pustakawan Berprestasi dan Lomba Bercerita Tingkat Provinsi Sulsel, di Kantor Gubernur, Jumat (9/8). Para pemenang lomba tersebut akan mewakili Sulsel di ajang yang sama di tingkat nasional.

Dalam pertemuan tersebut, Abdul Hayat menyampaikan, ketangguhan suatu daerah akan dijawab oleh Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas. Salah satu variable penentunya, adalah bagaimana motivasi, semangat membaca referensi.

“Yang membuat knowledge kita lebih berkembang, ketika banyak respon yang masuk dan itu diolah dengan baik, melahirkan suatu paradigma berfikir yang cerdas,” kata Abdul Hayat.

Ia menambahkan, kecerdasan itu tidak muncul secara alami, tidak dibawa sejak lahir, tanpa dibentuk oleh lingkungan.

“Anak-anak dibentuk, tentu negara harus hadir di situ. Pemerintah tidak boleh absen di dalam memberikan pendampingan, di dalam setiap langkah, apalagi untuk generasi muda,” tambahnya.

Motivasi membaca untuk Indonesia, lanjut Abdul Hayat, memang agak lemah. Hanya orang tertentu saja yang memegang buku.

“Kita harus bekali bank data yang ada di otak kita. Jika terlalu banyak informasi yang masuk tanpa diperbaharui, maka informasi itu akan hilang. Ini harus diperbaharui, karena setiap hari lingkungan berubah, instrument pentingnya adalah membaca dan perpustakaan sebagai partnernya,” jelasnya.

Ia berharap agar para pemenang lomba yang akan berangkat ke Jakarta untuk mewakili Sulsel di tingkat nasional, dapat membawa nama baik daerah.

“Selamat berangkat ke sana, saya kira adaptasi juga penting. Mudah-mudahan reward seperti ini, karena masuk Istana Negara itu hadiah, tidak semua orang bisa ke sana. Ketika kita keluar dari Istana Negara, pertahankan apa yang kita miliki. Kalau perlu ditingkatkan lagi untuk kembali lagi ke sana,” pesannya. (*)

0 168
  • Buka Acara Silaturahmi dengan Keluarga Pahlawan Nasional

Makassar, birohumas.sulselprov.go.id – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Abdul Hayat Gani membuka secara resmi acara Silaturahmi dengan Keluarga Pahlawan Nasional, Janda Perintis Kemerdekaan, Veteran, Wredatama dan Panti Asuhan di Baruga Karaeng Pattingalloang, Makassar, Jumat (8/8).

Acara yang bertema “SDM Unggul Indonesia Maju” tersebut merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-74 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus mendatang.

Dalam sambutannya, Abdul Hayat mengatakan bahwa ada makna yang diharapkan melalui acara silaturahmi yang diadakan tersebut, yaitu sesuai dengan tema acara, dalam rangka menggagas sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia maju.

“Ketika kita mendengar kata pahlawan, dari bahasa Sansekerta, dari kata pala, artinya suatu buah atau hasil. Hasil yang ditinggalkan untuk kita, tentu dijawab dengan sumber daya manusia yang unggul, kita tinggal mengisi kemerdekaan ini,” kata Abdul Hayat.

Abdul Hayat menambahkan bahwa kemerdekaan yang ditinggalkan untuk kita itu jangan sampai disia-siakan.

“Semua sektor harus bergerak untuk menuju visi misi Indonesia, kesejahteraan dan bagaimana menurunkan angka kemiskinan yang terutama,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ada tiga hal yang menjadi instrumen penting Indonesia dalam bernegara, yaitu pertahanan keamanan, ekonomi dan politik.

“Politik menentukan segala-galanya, politik yang menentukan kader pimpinan tingkat nasional, siapa melakukan apa, karena itu demi amanat undang-undang,” jelas Abdul Hayat.

Menutup sambutannya, Abdul Hayat mengharapkan kedepannya acara yang serupa dapat dibuat lebih semarak dan meriah lagi.

“Mudah-mudahan nanti Pak Kadis Sosial lebih bisa melakukan inovasi yang kuat untuk memastikan bahwa kehadiran negara itu ada. Pemerintah tidak boleh absen dalam memberikan pelayanan,” tutupnya.

Di akhir acara, Abdul Hayat berkesempatan mendampingi Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Lies F Nurdin memberikan piagam penghargaan secara langsung kepada keluarga pahlawan nasional serta bingkisan kepada janda perintis kemerdekaan, veteran, wredatama dan anak-anak panti asuhan yang hadir. (*)

0 202

Makassar, birohumas.sulselprov.go.id – Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, melepas Calon Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXX Tahun 2019, di Ruang Pola, Kantor Gubernur, Kamis (8/8). Para Calon Praja yang merupakan perwakilan kabupaten/kota se-Sulsel tersebut akan mengikuti tes seleksi penentuan akhir di Kampus IPDN Jatinangor, Bandung, Jawa Barat.

Dalam arahannya, Abdul Hayat Gani mengatakan, dalam proses seleksi tersebut, negara betul-betul mengawasi pelaksanaannya secara objektif.

“Kenapa negara harus pastikan semua itu objektif, karena kita ingin mencari kader pimpinan tingkat nasional di era yang akan datang. Ada salah satu yang perlu kita perhatikan, dari semua sistem yang ada, salah satunya adalah proses rekrutmen yang transparansi. Kita semua harus ikut mengawasi,” kata Abdul Hayat.

Ia menjelaskan, satu hal yang perlu dilakukan untuk memperoleh kesuksesan adalah melakukan adaptasi yang benar. Adaptif memiliki jangkauan yang luas, terutama dalam bahasa-bahasa lintas budaya.

“Adaptif terhadap lingkungan di mana saja berada. Insya Allah, akan masuk pada proses-proses yang kita ingin tuju bersama,” pesannya.

“Semakin kita jauh dari kampung kita, semakin kita mengenal budaya kita. Tetapi jika tidak ada pembanding, kita tidak akan mengerti budaya kita seperti apa,” lanjut Abdul Hayat.

Menutup arahannya, Abdul Hayat mengatakan, pemerintah siap memantau semua proses seleksi tersebut.

Turut hadir mendampingi Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Asri Sahrun Said, dan Kepala Bidang Pengembangan Karir Widyawati. (*)

0 151
  • Tekankan Pentingnya Regulasi dan Koordinasi Semua Pihak Terkait

Makassar, birohumas.sulselprov.go.id – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Hayat Gani memimpin rapat pembahasan terkait nilai sewa tanah dan bangunan kompleks ruko Latanete Plaza, di Ruang Rapat Sekda, Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Rabu (7/8).

Abdul Hayat mengatakan rapat tersebut harus diarahkan ke focus group discussion (FGD) terbatas untuk dapat menyikapi permasalahan.

“Sama halnya dengan kasus lain, tidak semudah itu ketika ada tanah kita tiba-tiba mau dikerjasamakan dan dioptimalisasi, dan tidak jelas siapa melakukan apa. Ini yang akan menjadi soal di kemudian hari,” kata Abdul Hayat.

Ditemui setelah memimpin rapat Abdul Hayat menjelaskan bahwa terkait masalah ruko tersebut, harus ada wujud konkret terlebih dahulu sebelum dikerjasamakan.

“Sebelum konkret di sana masalah-masalah internal, kita belum bisa kerjasamakan. Sesuatu yang tidak jelas regulasinya, objeknya, saya kira membuat masalah baru lagi jika kita kerja samakan,” jelasnya.

Lebih lanjut Abdul Hayat menambahkan bahwa sebelum kerja sama dan optimalisasi aset negara, harus ada pertemuan terlebih dahulu untuk memperjelas tupoksi masing-masing.

“Kedua belah pihak harus tahu di mana batasan-batasan, memulai dari mana, ini yang harus dibicarakan. Dari semua pihak terkait harus terkoordinasi,” tambah Abdul Hayat.

Hadir dalam rapat tersebut perwakilan dari Biro Aset, Biro Perekonomian, Inspektorat dan OPD terkait lainnya. (*)

0 16
Makassar, humas.sulselprov.go.id - Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Sulawesi Selatan (Sulsel), Naoemi Octarina, menghadiri Gebyar PAUD Insan Masagena 2021, yang dilaksanakan di PAUD...