Sulawesi Selatan

0 58

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Dr. Drs. Bahtiar, M.Si menyanjung sosok Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman. Hal itu disampaikan di hadapan para pejabat Kesbangpol Provinsi dan Kabupaten/Kota se Indonesia, pada Rapat Koordinasi Nasional Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), di Claro Hotel Makassar, Jumat, 14 Januari 2022.

Ia pun merasa senang dengan kehadiran Andi Sudirman sekaligus membuka acara yang digelar oleh Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri.

“Atas nama Kementerian Dalam Negeri dan jajaran Kesbangpol mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sulawesi Selatan, beliau berkenan hadir langsung. Beliau, Gubernur yang hebat. Gubernur yang termuda di Indonesia. Beliau lama di Jakarta, di perusahaan multinational. Kembali memimpin Sulsel. Pengalaman di perusahaan asing bisa menjadi keberkahan di Sulsel. Masyarakat bahagia memiliki Gubernur seperti Pak Andi Sudirman Sulaiman,” ujarnya.

“Kami juga mendengarkan pengalaman beliau (Plt Gubernur) dalam mengelola pemerintahan umum di Sulawesi Selatan, menyampaikan pengalaman yang sangat positif bagi kami,” ungkapnya.

Didalam perundangan-undangan, Gubernur juga sebagai kepala pemerintahan umum. Ia pun menyampaikan, lokasi rapat koordinasi awal tahun ini dipilih Sulsel karena menjadi lokasi strategis. “Ini pintu timur Indonesia,” pungkasnya.

“Rapat koordinasi ini diharapkan muncul adanya komunikasi antara jajaran Kesbangpol seluruh Indonesia dalam mengelola stabilitas sosial politik,” pintanya. (*)

0 64

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov Sulsel) menjual langsung barang milik aset daerah yang tak laku terjual setelah dua kali lelang dilaksanakan.

Barang tersebut adalah satu mobil merek KIA jenis atau tipe K 2700, tahun pembuatan 2008. Kedua ada motor bebek merek Suzuki tipe EN 125 tahun pembuatan 2009.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Aset BKAD Sulsel Murni, belum lama ini. “Sudah dua kali barang aset milik daerah ini diikutkan dalam lelang, tapi tidak laku juga,” ujarnya.

Pelaksanaan Penjualan Langsung Barang Milik Daerah menurut BKAD Sulsel akan dilaksanakan pada Kamis, 13 Januari 2022 pukul 10.00 Wita di Gedung H Lantai 1 Kantor Gubernur Sulawesi Selatan.
(Ruang Rapat Bidang Pengelolaan Barang Milik Daerah Badan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sulawesi Selatan).

Syarat penjualan atau syarat pembeli dijelaskan lebih detail melalui selebaran pengumuman yang telah disebarkan BKAD Sulsel. (*)

0 342

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Beredar foto Plt Gubernur Andi Sudirman Sulaiman di berbagai platform sosial media (Sosmed) sedang dilantik oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Rabu (12/1/2022).

Memang santer pelantikan Plt Gubernur awal tahun ini namun sampai saat ini belum diketahui kapan kepastian pelantikan tersebut. Makanya, saat foto tersebut beredar membuat warga net heboh.

Atas hal itu, Kadis Kominfo-SP Provinsi Sulsel, Amson Padolo melakukan klarifikasi. Dia menegaskan bahwa foto yang beredar tersebut adalah foto lama, saat pelantikan Andi Sudirman sebagai Wakil Gubernur 2018 lalu di Jakarta.

“Itu foto lama, kami banyak menerima laporan dan minta konfirmasi. Saya katakan itu foto lama yang beredar,” ujar Amson Padolo.

Mantan Kabag Protokol Pemprov Sulsel ini mengatakan, bahwa Pemprov Sulsel akan memberikan informasi jika sudah ada jadwal yang ditentukan oleh Kemendagri atas pelantikan tersebut.

“Sekali lagi itu hanya foto lama yang beredar di sosial media,” tambah Amson Padolo. (*)

0 78

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Komoditas pertanian menjadi ekspor perdana tahun 2022 di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Pelepasan ekspor itu berlangsung di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Laut Soekarno-Hatta, Makassar, 10 Januari 2022.

Komoditas pala dan cengkeh yang diekspor langsung menuju Negara Rusia. Adapun ekspor yang dilakukan eksportir, CV Surya Mandiri Sejahtera dengan volume ekspor 15 ton senilai USD 123.386,36 atau setara dengan Rp 1,7 miliar.

Bagi perusahaan ini, menjadi ekspor perdana di bawah perusahaan miliknya. Apalagi eksportir ini merupakan kelompok UKM dibawah binaan Dinas Perdagangan Sulsel.

“Eksportir dari CV Surya Mandiri Sejahtera merupakan pemuda asal Kabupaten Luwu yang juga UKM binaan Dinas Perdagangan. Mereka sebelumnya telah melakukan ekspor, namun masih melalui perusahaan milik orang lain yang berada di Surabaya. Dan Alhamdulillah sudah memiliki perusahaan sendiri dan bisa langsung diekspor ke Rusia,” ungkap Kepala Dinas Perdagangan Sulsel, Ashari F. Radjamilo, Rabu (12/1/2022).

Menurutnya, hal ini tak terlepas dari dukungan Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, yang senantiasa memberikan arahannya dalam menggenjot ekspor. Apalagi nilai ekspor menjadi salah satu indikator capaian kabupaten/kota untuk mendapatkan bantuan keuangan daerah dari Pemerintah Provinsi Sulsel.

Terlebih, Sulsel pun dikaruniai beragam hasil komoditas. Khususnya pertanian. “Pala dan cengkeh yang diekspor ini merupakan hasil dari petani Luwu. Alhamdulillah, Sulawesi Selatan diberkahi dengan barang apapun semua ada di sini, mau cengkeh, pala, coklat, kopi dan lain-lain bisa kita ekspor semuanya. Insya Allah Sulawesi Selatan akan banyak produk-produk andalan kita yang bisa diekspor,” pungkasnya.

Ia berharap, ini bisa menjadi contoh bagi UKM lainnya untuk turut serta dalam melakukan ekspor. “Saya mengimbau kepada seluruh UKM di Sulawesi Selatan bahwa UKM bisa tonji’ untuk melakukan ekspor ke luar negeri, yang langsung pengiriman melalui Makassar. Sekarang sudah era baru, kita memiliki Makassar New Port, kita memiliki infrastruktur andalan, kita memiliki bandara. Saya berharap untuk seluruh teman-teman UKM untuk ikut meningkatkan ekspor di Provinsi Sulawesi Selatan,” terangnya. (*)

0 79

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terus berupaya dalam percepatan cakupan vaksinasi Covid-19. Bahkan di awal tahun 2022, lebih dari separuh masyarakat di Sulsel telah melakukan vaksinasi Covid-19.

Berdasarkan data KPCPEN, tanggal 5 Januari 2022 pukul 22.13 Wita, update vaksinasi Covid-19 di Sulsel untuk dosis 1 mencapai 5.119.682 orang atau 72,54% dari total target 7 juta lebih. Sementara untuk dosis 2 telah mencapai 2.954.961 atau 41,87%. Didalamnya termasuk lansia, yang telah mencapai 408.371 orang atau 54,17% dari total target 753.919.

Pemprov Sulsel pun berhasil mencapai target pemerintah pusat sebanyak 70% hingga akhir Desember 2021. Tepat Pukul 07.10 Wita, 30 Desember 2021 Provinsi Sulsel telah berhasil mencapai target vaksinasi 70 persen.

Usai mencapai target 70%, Pemerintah Provinsi Sulsel terus berupaya dalam percepatan vaksinasi, utamanya bagi lansia. Hal itu dilakukan sebagai syarat untuk memulai pelaksanaan vaksinasi bagi anak yang berusia 6-11 tahun. Pelaksanaan vaksinasi akan dilakukan bertahap dengan tahap pertama akan dilaksanakan di provinsi dan kabupaten/kota dengan kriteria cakupan vaksinasi dosis 1 di atas 70% dan cakupan vaksinasi lansia di atas 60%.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes Sulsel, Husni Thamrin, menyampaikan, Pemerintah Provinsi Sulsel menargetkan capaian vaksinasi Covid-19 hingga bulan Maret 2022. “Kami menargetkan sampai akhir bulan Maret 2022 mencapai 100% dari target vaksinasi Covid-19 di Sulsel. Selain itu, kita menargetkan untuk segera mencapai 60% untuk lansia, karena sebagai syarat untuk pelaksanaan vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun,” ujar Husni Thamrin, Kamis (6/1/2022).

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman meyakini, target vaksinasi bisa segera dicapai. Menurutnya, hal itu tentu atas sinergitas dalam Kebut Vaksinasi dari berbagai pihak, baik dari Forkopimda, Pemerintah Kabupaten/Kota, serta dukungan dari masyarakat dan kelompok masyarakat lainnya. Terlebih lagi dibantu dengan hadirnya inovasi Mobile Vaccinator (vaksinator keliling) yang menyasar Kabupaten/Kota.

“Alhamdulillah capaian vaksin 70 persen sesuai instruksi Bapak Presiden tercapai. Fokus kita untuk percepatan vaksinasi mencapai target 100%. Utamanya untuk lansia,” tuturnya.

“Ini semua sebagai bentuk dukungan dan kerja keras bersama dalam ikhtiar kita pada masyarakat menuju herd immunity. Insya Allah, dengan sinergitas dan kerja bersama, kita bisa mencapai target untuk membangun herd immunity masyarakat,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 anak usia 6-11 tahun didasari telah terbitnya rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (Indonesian Technical Advisory Group on Immunizational/ ITAGI) perihal kajian vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun dan sudah adanya Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM untuk penggunaan vaksin Sinovac bagi anak usia 6-11 tahun. (*)

0 72

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam menurunkan angka stunting di daerah mendapat pengakuan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Lembaga perlindungan anak ini mengaku bangga serta mengapresiasi capaian Pemerintah Provinsi Sulsel dalam menurunkan angka stunting. Khususnya terkait dengan program Aksi Setop Stunting yang dicanangkan Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman. Dalam program itu, memberikan pendampingan gizi kepada keluarga pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan dan memberikan paket intervensi gizi pada anak dan ibu hamil. Para pendamping gizi juga akan mensosialisasikan dalam perubahan perilaku pengasuhan kehamilan agar tidak melahirkan anak yang lahir dalam kondisi stunting.

Menurut Komisioner KPAI, Jasra Putra, pengabdian para pendamping gizi di Sulsel selama 8 bulan sangat layak diapresiasi karena telah berhasil menurunkan stunting hingga 9,08%. Bahkan, melebihi target nasional menurun 14% di tahun 2024. Angka stunting di Sulsel pada tahun 2018 mencapai 35,6% (Riskesda 2018), tahun 2019 angka stunting menurun hingga 30,5% (SSGBI 2019). Sementara dari data ePPGBM Elektronik Pencatatan & Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat, angka stunting tahun 2020 pada bulan Februari 12,3% dan bulan Agustus 11%. Sementara di tahun 2021 bulan Februari angka stunting menurun hingga 9,6% dan bulan Agustus turun hingga 9,08%.

“Artinya Pemerintahan Sulawesi Selatan telah mencapai target nasional dalam penurunan angka Stunting di Indonesia dan kita meminta para Pendamping Gizi terus diperkuat dan tidak berhenti berjuang menurunkan angka stunting di Sulawesi Selatan,” pintanya, Rabu (5/1/2022).

Jasra juga menjelaskan, program Pendampingan Gizi di masyarakat merupakan bukti keberpihakan pemerintah setempat dalam menyiapkan generasi emas di Sulsel pada 10 hingga 15 tahun mendatang. “Serta memerangi momok besar Stunting di Indonesia yang menjadi perhatian besar Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo),” katanya.

“Karena dapat menjadi momok ketakutan penurunan kualitas generasi di negeri ini di masa mendatang yang menjadi kekhawatiran kita semua dalam melihat perkembangan anak anak kita di masa sekarang,” terangnya.

Jasra mengatakan, pencegahan stunting menjadi landasan dasar bangsa dalam memiliki generasi yang maju dan mampu bersaing di tingkat global. Mengingat, ini menjadi kebutuhan dan hak utama dalam membekali anak menghadapi masa depannya.

“Saya berharap apa yang terjadi di Sulawesi Selatan juga diikuti daerah lainnya dalam konsen dan fokus menurunkan angka stunting. Terutama di daerah daerah yang angka stuntingnya masih tinggi. Semoga gerakan aksi setop stunting yang dilakukan oleh Pemprov Sulsel bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengakui jika tahun 2022 ini pemerintah provinsi masih fokus pada penurunan stunting di 24 Kabupaten/Kota di Sulsel.

Pemprov Sulsel memilih 10 desa yang tingkat stuntingnya tinggi untuk menjadi lokus dalam program Aksi Setop Stunting dari masing-masing kabupaten kota di Sulsel, dengan melibatkan pendamping gizi di masing-masing daerah. Jadi, total desa lokus penurunan stunting di Sulsel sebanyak 240 desa. Aksi tersebut juga akan melibatkan tim penggerak PKK yang memiliki jejaring yang luas hingga ke tingkat desa dengan ranah pembinaan keluarga. (*)

0 48

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Komunitas Andalan Mengaji yang digagas Naoemi Octarina ST, membagikan sejumlah paket sembako kepada warga yang membutuhkan, sejak 1 Januari 2022. Sedekah di awal tahun ini sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah Subhanahu Wata’ala.

Isnaeni Haerany Rahman dari Andalan Mengaji, menuturkan, paket sembako ini dibagikan kepada tukang becak, bentor, lansia, maupun kaum dhuafa di beberapa ruas jalan di Kota Makassar. Seperti di Jalan Timor, Sangir, Wahidin Sudirohusodo, Cakalang, Tentara Pelajar, Veteran Utara, Tarakan, Tinumbu, Adipura, Korban Empat Puluh Ribu Jiwa, Sunu, dan Gatot Subroto.

“Alhamdulillah, di awal tahun ini, Andalan Mengaji bisa berbagi sedekah, berupa paket sembako. Semoga bermanfaat, dan bisa meringankan beban penerima,” kata Isnaeni, Selasa, 4 Januari 2022.

Ia menuturkan, sedekah bisa menolak 70 macam bala dan bencana, serta menyembuhkan penyakit, sebagaimana yang disampaikan Rasulullah.

“Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah. Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah. Sedekah itu sesuatu yang ajaib. Sedekah menolak 70 macam bala dan bencana, dan yang paking rinfan adalah penyakit kusta dan sopak (vitiligo),” tuturnya, mengutip hadits Nabi Muhammad, yang diriwayatkan HR Baihaqi dan Thabrani. (*)

0 69

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melalukan mitigasi terkait resiko keterlambatan pelaksanaan proyek, khusus pekerjaan fisik. Di mana Pemprov Sulsel telah menayangkan di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) sejak Desember 2021. Sebanyak 23 paket sudah tayang di SPSE.

“Hal ini untuk meminimalisir keterlambatan pekerjaan proyek fisik, sehingga dilakukan tender dini,” kata Andi Sudirman Sulaiman, Selasa, 4 Januari 2021.

Sedangkan, Plt Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Sulsel, Asrul Sani, menyebutkan, Tender Pra Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) atau sebelum DPA ditetapkan.

“Ini bagian dari mitigasi resiko keterlambatan pelaksanaan proyek khususnya pekerjaan fisik. Untuk tender Pra DPA baru tahun ini,” sebutnya.

“Ini juga untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.

Sedangkan, Ketua Umum Pusat Pengkajian Pengadaan Indonesia (P3I), Fahrurrazi, menjelaskan, tahapan pengadaan barang/jasa pemerintah, merupakan rangkaian panjang dari perencanaan sampai dengan serah terima, dan dilanjutkan dengan proses pembayaran. Sehingga setiap Kementerian, Lembaga, dan Perangkat Daerah, yang menyelenggarakan pengadaan harus mampu memformulasikan waktu yang cermat agar alokasi waktu dapat mencukupi, terlebih pada paket-paket pengadaan tahun tunggal dan memerlukan waktu pelaksanaan yang lama.

“Upaya Pemerintah Sulawesi Selatan yang sudah memulai tayang paket-paket tender tahun 2022 sejak akhir tahun 2021 dan awal tahun 2022 merupakan langkah yang sangat baik,” ucapnya.

Terlebih aturan sekarang memang sangat mendukung percepatan-percepatan pengadaan. Bahkan jika mencermati ketentuan di dalam Peraturan LKPP Nomor 12 Tahun 2021, proses pemilihan penyedia dapat dilakukan mendahului persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Perangkat Daerah.

“Ini sebagai ikhtiar percepatan pembangunan melalui percepatan tahapan Pengadaan. Namun tentunya ada persyaratan dan ketentuan dalam hal ini,” jelasnya.

Syarat ini, termasuk upaya percepatan Pejabat Pembuat Komitmen dan pihak terkait untuk segera mematangkan dokumen-dokumen persiapan pengadaan nya dengan sebaik mungkin, termasuk kolaborasi efektif dengan Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa perlu intens ditingkatkan.

“Kiranya proses percepatan yang dilaksanakan oleh beberapa SKPD di Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan ini juga menjadi semangat percepatan bagi SKPD yang lain, dan Kota/Kabupaten lainnya,” harapnya.

Hal ini untuk menghindari pekerjaan dan proses pengadaan yang menumpuk di akhir tahun.

“Jangan sampai kita berulang terpaksa harus sangat lelah menghadapi pekerjaan dan proses pengadaan yang menumpuk di akhir tahun. Energi sangat terkuras, sementara anggaran akan closing di penutup tahun,” ujarnya.

“Semoga semangat percepatan tender menjadi ikhtiar baik agar masyarakat bisa segera menikmati hasil pembangunan yang salah satu mekanismenye melalui proses pengadaan barang/jasa,” pungkasnya. (*)

0 47

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Sebuah riset dari Indonesia Indicator (I2) yang dirilis, Senin, 3 Januari 2022, menempatkan Plt Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, dalam 10 besar sebagai Gubernur Terpegah (terpopuler) 2021.

Dari pengolahan data perusahaan intelejen media dengan menggunakan piranti lunak artificial intelligence (AI) ini berdasarkan 28.779.574 berita yang dimuat 6.470 media online Indonesia mulai 1 Januari – 19 Desember 2021, kemudian dianalisis secara real time menggunakan sistem Intelligence Media Analytics (IMA) yang berbasis Artificial Intelligence. Andi Sudirman berada pada posisi ke sembilan.

Kepala Dinas Kominfo Sulsel, Amson Padolo, menyebutkan, Plt Gubernur Sulsel tersebut muncul sebagai gubernur terpegah karena sosoknya banyak muncul dalam berbagai media.

“Beliau tercatat hadir dalam 21.863 berita itu kurun waktu dari Januari sampai Desember,” katanya.

Sementara itu, Manager Tim Media Analisis I2, Fanny, menyebutkan, kepopuleran Andi Sudirman karena kemunculannya di awal tahun 2021 memimpin Sulsel. Termasuk dalam penanganan Covid-19.

“Andi Sudirman Sulaiman, hadir sebagai Plt Gubernur sejak awal tahun 2021. Terutama dalam perkembangannya, isu dalam setahun terakhir adalah penanganan Covid-19,” ungkapnya.

Hadir di media dalam berbagai upaya untuk memenuhi target vaksinasi demi pemenuhan herd immunity.

“Capaian vaksinasi Sulsel hingga akhir tahun 2021, telah mencapai 70 persen. Hal ini menjadi prestasi, karena Sulsel salah satu dari 27 provinsi yang masuk dalam capaian target tersebut,” paparnya.

Isu lainnya, hadir dalam pemulihan ekonomi di Sulsel. “Juga hadir dalam upaya pemulihan ekonomi. Terutama tetap terjaga pertumbuhannya di tengah pandemi,” bebernya.

Adapun dalam research ini, posisi pertama ditempati oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan muncul dalam 127.677 berita. Posisi kedua Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan 85.158 berita; Ketiga Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) dengan 73.567 berita; Keempat, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan 51.830 berita; Kelima, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria 39.648 berita; keenam hingga sepuluh masing-masing ditempati oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi (28.273 berita), Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru (24.866 berita), Gubernur Riau Syamsuar (23.442 berita), Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman (21.863 berita), serta Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad (18.562 berita).

Adapun berdasarkan rilis I2 (3/1) Tokoh Terpegah 2021, yakni Presiden Joko Widodo 804.469 berita, kedua, Kapolri Listyo Sigit Prabowo 169.994 berita dan ketiga Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswesdan. (*)

0 83

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo melakukan pengundian grand prize satu unit mobil Gebyar Vaksin yang dilaksanakan di Celebes Convention Center (CCC), Jumat, 31 Desember 2021.

Ia mengapriasi program inovasi Pemprov Sulsel yang juga memberikan hadiah 30 motor dan 300 sepeda serta 300 handphone yang dinilainya dapat meningkatkan partisipasi masyarakat.

“Hari ini kita lihat antusias masyarakat, ini mendapatkan apresiasi berupa door prize yang diberikan. Dan ini tentu kita harapkan semakin meningkatkan semangat masyarakat yang belum vaksin,” katanya.

Ia juga mengapresiasi capain vaksinasi Sulsel yang telah mencapai 70 persen sesuai target dari Presiden Joko Widodo.

“Kami mengapresiasi Sulsel tembus dari target yang diberikan oleh pemerintah sudah tembus 70 persen. Oleh karena itu, saya mengucapkan selamat kepada seluruh stakeholder terkait, Forkopimda Sulsel yang telah bekerja keras, bersatu dan bersinergi sehingga pencapaian target 70 persen bisa tercapai,” sebutnya.

Vaksinasi, lanjutnya, sebagai bentuk upaya dalam menghadapi Covid-19, termasuk varian Omicron yang sudah masuk di Indonesia. Selain itu, dengan adanya Omicron dan saat ini berada di akhir tahun, Kapolri menekankan agar tidak terjadi kerumunan, serta menjaga agar di awal tahun 2022 Covid-19 dapat terkendali.

“Imbauan kepada masyarakat untuk akhir tahun ini. Perayaan-perayaan yang biasa dilaksanakan kita hindari dulu. Lebih baik berkumpul bersama keluarga di rumah, tidak usah berkumpul di luar karena resisten terhadap terjadinya transmisi,” sebutnya.

Pengendalian laju Covid-19 penting, karena berdampak terhadap segala macam aktivitas, termasuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Sulsel dapat mencapai 70 persen target vaksinasi dua hari sebelum berakhirnya tahun 2021. Dicapai pada Kamis kemarin, 30 Desember 2021, pukul 07.10 Wita.

Menurut Andi Sudirman, capaian vaksinasi untuk membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok ini, karena kerja keras semua pihak, baik itu tenaga kesehatan dan TNI-Polri, bupati/wali kota yang menggenjot vaksinasi.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya kepada Bapak Kapolda, Kapolres, seluruh jajaran hingga Babinkamtibmas. Demikian juga dengan Bapak Pangdam, Danrem, Dandim beserta seluruh jajaran. Serta Bapak Kajati Sulsel dan Kajari beserta seluruh jajaran,” ucapnya.

“Terkhusus terima kasih kepada nakes kita, yakni dokter, perawat dan bidan. Baik itu dari instansi pemerintah dan swasta serta PTN/PTS,” imbuhnya.

Peran dan dukungan dari partai politik maupun organisasi masyarakat, lanjutnya, juga sangat membantu dalam percepatan vaksinasi Covid-19. Keberhasilan ini tidak lepas dari partisipasi masyarakat. (*)