Sulawesi Selatan

0 64

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Cakupan vaksinasi di Sulawesi Selatan (Sulsel) kini telah mencapai 2,1 juta lebih orang untuk dosis satu atau sekitar 30,14 persen dari total target 7.058.141 orang. Untuk vaksinasi dosis dua, cakupan di Sulsel telah mencapai 17,16 persen atau sebanyak 1.211.435 orang.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) pun terus mendorong upaya percepatan cakupan vaksinasi bagi masyarakat melalui program Sulsel Kebut Vaksinasi.

“Alhamdulillah, tertanggal 18 September 2021, adapun cakupan vaksinasi di Sulawesi Selatan dari target 7.058.141 orang telah mencapai sekitar 2.127.376 orang lebih atau sekitar 30,14 persen, untuk vaksinasi dosis satu,” kata Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, Minggu, 19 September 2021.

Pemprov Sulsel, kata dia, bekerjasama dengan jajaran Forkopimda dan pihak swasta guna memassifkan program vaksinasi dengan menghadirkan gerai-gerai vaksin dan mobile vaksinator, sehingga memudahkan masyarakat untuk mendapatkan fasilitas vaksin.

“Kami bersama TNI-Polri bersama pihak swasta terus mendorong percepatan vaksinasi. Sehingga terbentuknya herd immunity (kekebalan kelompok). Apalagi dengan vaksinasi, salah satu upaya untuk menekan penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

Tertanggal 18 September 2021, kondisi perkembangan Covid-19 di Sulsel, dimana Effective Reproduction number (Rt) di Sulsel berada dibawah 1 sekitar 0,72. Sedangkan tingkat kesembuhan atau Recovery Rate (RR) mencapai 95,7 persen (Nasional 95,1 persen). Dan Tingkat Kematian atau Case Fatality Rate (CFR) adalah 2,02 persen (Nasional 3,4 persen).

Adapun beberapa kebijakan yang telah dilakukan dalam penanganan pengendalian Covid-19 di Sulsel, diantaranya program Fasilitas Isolasi Terintegrasi (FIT), yaitu di Asrama Haji Sudiang 1.500 TT, BPSDM 150 TT, Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) 80 TT dengan total 1.730 TT; pengadaan HFNC (ICU) untuk meningkatkan kapasitas BOR (Bed Occupancy Rate) kini keterisian tempat tidur rumah sakit untuk isolasi 11 persen dan tempat tidur ICU 16,71 persen; pemberlakuan RT-PCR di bandara dan pelabuhan guna menekan angka imported cases ke Sulawesi Selatan; Telemedicine Hallo Dokter, yaitu program konsultasi dokter secara online bagi pasien isolasi mandiri di rumah. (*)

0 41

Bone, humas.sulselprov.go.id – Pembangunan Bendung Lalengrie tahap II kini telah memasuki progres tahap pemgerjaan 85 persen. Bendung yang berada di Desa Ujung Lamuru, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone ini merupakan salah satu fokus pembangunan pada infrastruktur pertanian oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dalam pembangunan Bendung Lalengrie oleh Pemerintah Provinsi Sulsel melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) ini, dibagi dalam dua tahapan pengerjaan.

Untuk tahap pertama, progres pengerjaan berupa pekerjaan bendung dan jaringannya senilai Rp 21,5 Miliar telah rampung (progres pengerjaan 100 persen). Sementara untuk pembangunan tahap kedua, berupa pekerjaan reservoir dan jaringannya dengan anggaran Rp 41,9 miliar tengah berprogres 85 persen.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan, progress Bendung Lalengrie di Kabupaten Bone memperlihatkan kemajuan dan aspek fungsional sesuai rencana. Jika pembangunan tahap kedua ini rampung, maka pemanfaatan Bendung Lalengrie ini bisa segera dinikmati oleh masyarakat. Olehnya itu, dirinya meminta seluruh pihak serta masyarakat setempat untuk mendukung penyelesaian Bendung ini.

Untuk areal potensial Bendung Lalengrie direncanakan mengairi 1.100 hektar. Namun untuk pengerjaan tahap 1 dan tahap 2, baru bisa mengairi 700 hektar. Hal itu dikarenakan masih ada pekerjaan lanjutan untuk menghubungkan Daerah Irigasi pada bagian bawah. Rencananya, pembangunan Bendung ini dilanjutkan pada tahun 2022 untuk perampungan reservoir dan kolam isap.

“Semoga kerjasama semua pihak akan mempercepat penyelesasian pembangunan Bendung Lalengrie sehingga dapat menjadi aset Provinsi untuk irigasi teknis bagi masyarakat sekitar,” harap Andi Sudirman, Minggu, 19 September 2021.

Menurutnya, bendung ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Hadirnya pembangunan bendung ini, kata Andi Sudirman, merupakan investasi Pemerintah Provinsi Sulsel yang langsung dinikmati manfaatnya oleh masyarakat.

“Hadirnya bendung ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Dimana ini bermanfaat untuk irigasi pertanian yang bisa meningkatkan produksi hasil pertanian,” tuturnya. (*)

0 42

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Sistem pengadaan barang dan jasa pada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menjadi salah satu fokus evaluasi Komisi Pemberantasan Korupsi melalui Satgas Koordinasi, Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) Korupsi Wilayah IV.

Hal ini pun menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan yang dilakukan oleh Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, bersama Ketua Satgas Koordinasi, Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) Korupsi, Niken Ariyati dan dihadiri oleh beberapa OPD Lingkup Pemprov Sulsel di Toraja Room, Kantor Gubernur Sulsel, 17 September 2021.

Diketahui, sejak menjabat sebagai Plt Gubernur, sistem tender proyek telah diubah Andi Sudirman. Tepatnya berlaku sejak April 2021. Sebelumnya paket proyek dilakukan tender secara manual. Dimana Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa langsung yang menunjukkan Kelompok Kerja (Pokja). Dan Pokja yang terdiri dalam lima kelompok itu diisi oleh orang-orang yang sama dan telah diketahui umum. Kini, Pokja dilakukan sistem pengacakan (random), agar tim yang ada sifatnya tidak permanen. Dan para peserta tender proyek tidak akan mengetahui Pokja yang bertanggung jawab. Hal ini sebagai wujud komitmen agar sistem tender transparan, lebih fair, akuntabel dan berkualitas.

Plt Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sulsel, Andi Bakti Haruni menyampaikan, sistem PBJ menjadi fokus Korsupgah KPK Wilayah IV. KPK pun tidak hanya memberi apresiasi dan memuji atas sistem PBJ yang dilakukan. Juga memberikan masukan agar sistem PBJ lebih baik lagi kedepan.

“Ibu Kasatgas Korsupgah KPK Wilayah IV menilai jika sistem PBJ yang sedang kita terapkan ini sudah berjalan dengan baik. Dan diminta agar kami terus bekerja sesuai dengan aturan yang ada,” katanya, Sabtu (18/9/2021).

Satgas Korsupgah KPK Wilayah IV, kata Andi Bakti, akan terus memantau proses pengadaan yang ada pada Biro Pengadaan Barang dan Jasa. Serta diharapkan tidak ada intervensi pada Pokja.

Bahkan KPK juga akan memantau serta mengevaluasi proses perencanaan dan penganggaran yang berjalan di Pemprov Sulsel yang dilakukan oleh TAPD, DPRD dan seluruh OPD Lingkup Pemprov Sulsel.

“Kedepan yang didorong terus dalam E-Payment, E-Catalog dan Bela Pengadaan,” sebutnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman memberikan apresiasi atas peran Satuan Tugas (Satgas) Koordinasi Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) KPK Wilayah IV dalam melakukan tindakan-tindakan pencegahan korupsi.

“Kasatgas Korsupgah KPK Wilayah IV dalam reguler evaluasi system pengadaan barang dan jasa Pemprov Sulsel. Hal ini sebagai bentuk kerjasama pendampingan KPK pada 1 dari 8 area of concern (perhatian) dalam upaya koordinasi, pencegahan dan pengawasan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/ Kota menuju Sulsel yang lebih baik,” ungkapnya.

“Evaluasi ini pun dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi,” pungkasnya. (*)

0 64

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menyalurkan bantuan kepada dua daerah yang terdampak banjir. Bantuan berupa logistik pangan, perlengkapan keluarga, perlengkapan bayi, dan shelter kit disalurkan untuk Kabupaten Bone dan Wajo.

Berdasarkan data dari Pusdalops PB BPBD Kabupaten Bone, akibat intensitas curah hujan yang tinggi sejak tanggal 12 September 2021 menyebabkan meluapnya Sungai Walanae. Akibatnya, tiga desa di Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone terendam banjir.

Sementara dari data Pusdalops PB BPBD Kabupaten Wajo, banjir terjadi di 48 Desa/Kelurahan pada enam Kecamatan. Banjir terjadi akibat intensitas hujan sedang hingga lebat, mengakibatkan luapan Danau Tempe, Sungai Bila, Sungai Walennae, Sungai Cendranae dan beberapa anak sungai lainnya. Tercatat, sekitar 12.760 KK atau 34.228 jiwa yang terdampak pada kondisi yang terjadi sejak 28 Agustus 2021 lalu.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan, BPBD Provinsi telah menyalurkan bantuan untuk korban terdampak banjir di Kabupaten Wajo. “Tim TRC BPBD Provinsi juga berkunjung ke tenda pengungsian warga,” katanya, Rabu (15/9/2021).

Saat ini, lanjut dia, tim BPBD Provinsi tengah dalam perjalanan menuju Kabupaten Bone untuk menyalurkan bantuan logistik bagi korban terdampak banjir. Informasi terakhir, air masih tergenang di Kabupaten Wajo, sementara di Kabupaten Bone, banjir mulai surut.

“Di tengah kondisi saat ini, mari saling bahu membahu dan bergotong royong, serta mendoakan saudara-saudara kita yang terdampak banjir agar banjir cepat surut. Serta tetap menjaga kondisi kesehatan,” pesannya. (*)

0 89

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel berharap ada inovasi terbaik dari kabupaten kota se-Sulsel dalam ajang South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) 2021. Sekertaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat, berharap ada inovasi dalam ekspor untuk meningkatkan ekonomi di Sulsel.

“Kita berharap muncul inovasi-inovasi terbaik dari kabupaten kota se-Sulsel. Bagaimanapun juga Sulsel saat ini ada dua skala prioritas. Pertama, bagaimana meningkatkan optimalisasi ekspor, dan kedua bagaimana melakukan investasi yang kuat untuk Sulawesi Selatan yang kita cintai,” ungkap Abdul Hayat, di Gedung Bank Indonesia Perwakilan Sulsel, Senin 13 September 2021.

Abdul Hayat berharap, dengan adanya momentum seperti ini dapat mendapatkan proyek investasi terbaik untuk Sulsel demi meningkatkan taraf ekonomi Sulsel. “Maka hari ini salah satu instrumen penting bagi kita semua adalah bagaimana mengoptimalkan kalender kegiatan forum Pinisi Sultan South Sulawesi 2021,” harapnya.

“Ini tentu tujuannya adalah mencari proyek investasi terbaik dan setiap kabupaten di provinsi ini tentu kita ingin secara lanjut kita promosikan lebih lanjut di berbagai forum promosi investasi, baik dalam maupun diluar,” tambahnya.

Menurut dia, konsistensi Pemprov Sulsel selama 10 tahun berturut-turut ini menjadi salah satu provinsi dengan angka pertumbuhan ekonomi selalu berada diatas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kita selalu mencari model apa yang menjadi ikon kita marketing diluar, untuk segera memastikan pertumbuhan ekonomi Sulsel ini tambah bagus. Tidak hanya menjadi capaian, tapi juga menjadi tantangan bagi kita semua, karena kita mengurus juga pandemi Covid-19,” tutupnya.

Turut hadir pada acara tersebut, Deputi Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Makassar, Bupati dan Wali Kota se-Sulsel, dan seluruh OPD lingkup Pemprov Sulsel serta OPD kabupaten kota se-Sulsel. (*)

0 71

Maros, humas.sulselprov.go.id – Sinergitas dan gotong royong dari jajaran Forkopimda di Sulawesi Selatan (Sulsel) berdampak baik pada penanganan pandemi Covid-19. Pujian hingga pengakuan dilontarkan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Sulsel tertanggal 8 September 2021, kasus positif aktif kembali turun dengan jumlah 3.531 atau 3,32 persen, angka kesembuhan 94,69 persen, angka kematian 1,9 persen.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan, secara umum penanganan Covid-19 di Sulsel sangat baik dan ada beberapa perubahan sehingga angkanya juga terus menurun. Meski begitu, dirinya memberikan beberapa catatan yang perlu diperhatikan di Sulsel. Diantaranya, menjaga Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit, isolasi terpusat (isoter) dan isolasi mandiri.

Sigit juga meminta agar tempat isoter dilakukan pula oleh pemerintah kabupaten/kota lainnya. Dimana saat ini, hanya ada tempat isoter di beberapa lokasi di Kota Makassar. Yakni FIT di Asrama Haji, FIT di BPSDM, serta Isolasi Apung.

“Dengan isolasi terpadu atau terpusat, maka akan memiliki nakes dan dokter yang jauh lebih sehat, resiko penularan bisa dihindari. Dan ini menjadi perhatian kita semua, tolong segera isoternya dipersiapkan,” pintanya, pada acara pengarahan Presiden kepada Forkopimda se Provinsi Sulsel, yang digelar di Skadron Udara 11, Lanud Hasanuddin, Kabupaten Maros, Kamis, 9 September 2021.

Upaya tracing dan testing, kata Sigit, perlu lebih diperkuat. Serta mendorong upaya percepatan vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat.

Senada disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Ia meminta Forkopimda untuk bahu membahu dalam upaya menekan angka penyebaran Covid-19.

“Melihat tren di Sulsel mengalami suatu perbaikan. Namun tidak boleh berpuas diri, tidak lengah, karena Covid-19 belum selesai,” tegasnya.

Ia mengaku akan terus melaksanakan pemantauan dengan cermat. TNI Polri akan terus membantu pemerintah daerah untuk melaksanakan protokol kesehatan 3M, meningkatkan kemampuan 3T dan melaksanakan vaksinasi. (*)

0 62

Maros, humas.sulselprov.go.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) tak hanya mampu menekan angka penyebaran Covid-19, tetapi juga meningkatkan perekonomian pada kuartal kedua tahun 2021 ini.

Keberhasilan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi, mendapat pujian dari Presiden RI, Joko Widodo. Apresiasi disampaikan Jokowi, saat memberikan pengarahan kepada Forkopimda se Provinsi Sulsel, yang digelar di Skadron Udara 11, Lanud Hasanuddin, Kabupaten Maros, Kamis, 9 September 2021.

Untuk diketahui, ekonomi Provinsi Sulsel pada Triwulan II tahun 2021 tumbuh sebesar 7,66 persen (y-on-y). Hal ini menjadi pencapaian Pemprov Sulsel dibawah kepemimpinan Plt Gubernur, Andi Sudirman Sulaiman. Mengingat sejak pandemi Covid-19, perekonomian Sulsel mengalami kontraksi. Bahkan pertumbuhan ekonomi ini melebihi nasional yang tumbuh 7,07 persen.

“Terkait dengan ekonomi, Sulawesi Selatan sangat bagus. Kalau angkanya seperti ini, Covid-19 bisa ditekan, angkanya 7,66 persen pertumbuhan pada kuartal kedua 2021 bisa naik lagi. Bahkan jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional 7,07 persen,” ujar Jokowi.

Ia pun meminta agar terus melakukan realisasi APBD. “Kalau bisa keluar, realisasi serapannya tinggi, akan berpengaruh terhadap ekonomi di daerah, perputaran uang akan semakin banyak, sehingga ekonomi juga akan semakin membaik,” katanya.

Menurutnya, ekonomi dan pandemi Covid-19 merupakan dua hal yang penanganan kompleksitasnya sangat sulit. “Seperti di Provinsi Sulawesi Selatan dipastikan ekonominya bergerak naik. Asal Covid-19 dikendalikan/dikurangi/diturunkan. Secara otomatis ekonomi naik,” tuturnya.

Berbagai perlindungan sosial diberikan oleh pemerintah di tahun 2021. Olehnya itu, jika ditunjang dengan APBD Provinsi, kabupaten/kota, maka akan mendongkrak lebih baik konsumsi masyarakat dan rumah tangga, serta daya beli masyarakat akan terdongkrak naik.

“Saya menghargai kerja keras (Plt Gubernur serta Forkopimda dan Jajaran), tetapi jangan cepat puas dan tetap harus waspada. Jangan sampai lengah. Mari kita bersama-sama bekerja keras menjaga rakyat kita, agar tidak terpapar Covid-19. Dan juga kita semuanya bisa bersama-sama meningkatkan daya beli masyarakat dan konsumsi masyarakat, sehingga pertumbuhan ekonomi di provinsi, kabupaten/Kota di Sulsel bisa lebih baik lagi,” harapnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, merasa bersyukur atas dukungan dan arahan pemerintah pusat hingga perekonomian yang mengalami perbaikan.

“Semoga upaya pemulihan ekonomi terus kita lakukan sembari menekan laju penularan Covid-19,” pungkasnya. (*)

0 48

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Kehadiran Presiden RI, Joko Widodo, dalam kunjungan kerjanya di Sulsel, rupanya membawa bantuan untuk Pemerintah Provinsi Sulsel. Adapun bantuan tersebut berupa 100 unit oksigen konsentrator melalui Kementerian Kesehatan. Bantuan ini pun telah tiba di Sulsel.

“Iya, ada bantuan alat oksigen konsentrator dari Bapak Presiden Jokowi. Nantinya ini akan disalurkan di rumah sakit,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr. Ichsan Mustari, Kamis, 9 September 2021.

Menurutnya, bantuan ini sangat bermanfaat khususnya untuk penanganan pandemi Covid-19. Alat ini pun mendukung alat yang dimiliki Pemprov Sulsel, High Flow Nadal Cannula (HFNC) yaitu alat untuk membantu pernapasan oksigen aliran tinggi.

“Oksigen konsentrator adalah alat medis yang berfungsi untuk memberikan oksigen kepada orang yang memiliki gangguan pernapasan seperti pada pasien Covid-19. Alat ini dapat menghasilkan oksigen yang dibutuhkan pasien,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menghanturkan terima kasih atas bantuan dari Pemerintah Pusat melalui Presiden Jokowi. Menurutnya, ini menjadi bukti dukungan dan perhatian Jokowi dalam penanganan pandemi Covid-19 di Sulsel.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah mengirimkan oksigen konsentrator melalui Kementerian Kesehatan. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami,” katanya.

Untuk diketahui, dalam kunjungan kerjanya di Sulsel, Jokowi meresmikan Bendungan Passeloreng dan Bendung Gilireng. Serta meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi pelajar dan masyarakat umum. Diakhiri dengan memberikan pengarahan terhadap Forkopimda se Sulsel. (*)

0 54

Maros, humas.sulselprov.go.id – Presiden RI, Joko Widodo, memuji kekompakan Forkopimda dalam upaya penanganan Covid-19 yang dilakukan di Sulawesi Selatan (Sulsel). Hal itu diungkapkan Jokowi pada pengarahan kepada Forkopimda se Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), yang digelar di Skadron Udara 11, Lanud Hasanuddin, Kabupaten Maros, Kamis, 9 September 2021, yang diikuti Plt Gubernur Sulsel, para Forkopimda Provinsi Sulsel, Bupati/Wali Kota, serta Forkopimda se Sulsel yang hadir secara langsung maupun virtual.

“Alhamdulillah disampaikan tadi sama Pak Kapolri, Panglima dan Pak (Plt) Gubernur juga menyampaikan memang sudah turun (kasus aktif) 73 persen dari puncak di 7 Agustus 2021. Kita ikuti terus perkembangannya. Kalau kita lihat (tren kasus aktif per Kabupaten/kota), tidak ada yang merah, artinya baik. Tetap hati-hati, waspada, jangan lengah. Virus ini tidak kelihatan barangnya ada dimana,” ungkapnya.

Ia pun memuji upaya dalam menekan angka kematian akibat Covid-19 diangka 1,9 persen. “Saat ini yang dibutuhkan adalah kepemimpinan lapangan. Gubernur, Wali Kota, Bupati, Pangdam, Kapolda, Kapolres, Dandim, semuanya harus tahu BOR (Bed Occupancy Rate) di daerahnya masing-masing berapa. (Melihat di Sulsel) BOR-nya baik-baik di bawah standar WHO 60 persen. Jangan biarkan Covid-19 ini naik,” pungkasnya.

Jokowi mengingatkan untuk memperhatikan protokol kesehatan 5M dan upaya 3T, serta mendorong percepatan vaksinasi Covid-19.

“Capaian vaksinasi secara umum di Sulsel, cukup baik (27,2 persen). Kalau bisa didorong agar segera bisa naik lagi. Jangan ada stok vaksin (tersimpan). Segera suntikkan guna menekan angka kematian. Kalau vaksin datang, habiskan,” tegasnya.

“Keadaan dan situasi sekarang ini adalah situasi yang tidak mudah atau gampang, tidak hanya negara kita, tetapi dunia menghadapi hal yang sama. Ekonomi sekaligus pandemi, dua hal yang penanganan kompleksitasnya sangat sulit. Seperti di Provinsi Sulawesi Selatan dipastikan ekonominya bergerak naik.
Asal Covid-19 dikendalikan/dikurangi/diturunkan. Secara otomatis ekonomi naik,” katanya.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, melaporkan perkembangan penanganan Covid-19 di Sulsel. Upaya dari hulu hingga hilir dilakukan untuk menekan angka penyebaran virus corona. Beberapa diantaranya, Program Kebut Vaksinasi, Mobile Vaccinator, Telemedicine Hallo Dokter, Fasilitas Isolasi Terintegrasi (FIT), dan mendistribusikan 35 unit High Flow Nasal Cannula (HFNC).

“Alhamdulillah, (positif aktif) terus melandai. Dari sebelumnya puncaknya positif diatas seribuan, sekarang kisaran 200-an per hari. Saat ini, di Sulsel ada satu PPKM Level 4 yakni Kota Makassar. Level 3 ada 15 Kabupaten/Kota dan Level 2 ada 8 daerah,” sebutnya.

Ia mengatakan, melalui pengarahan Presiden penanganan Covid-19 di Sulsel semakin membaik. Dari total target vaksinasi sebanyak 7 juta orang, kata Andi Sudirman, yang sudah divaksin sekitar 27 persen.

“Alhamdulillah animo masyarakat Sulsel sangat kuat dan terima kasih banyak terus mendorong kami melakukan vaksinasi. Kami juga menyasar bersama Bapak Kapolri melalui Kapolda dan Panglima melalui Pangdam, untuk terus melakukan vaksinasi di wilayah Sulawesi Selatan. Kami juga menyiapkan mobil vaksinator sembilan unit untuk melakukan vaksinasi di spot-spot untuk wilayah aglomerasi,” pungkasnya.

Hal lainnya, kata dia, Pemprov Sulsel juga terus melakukan pembagian sembako baik sifatnya melalui CSR, APBD serta melalui bantuan TNI Polri. “Bantuan sosial terus dikucurkan kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 ini,” akunya. (*)

0 54

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel memberikan apresiasi kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) atas inovasinya dengan menyelenggarakan lomba video tik tok untuk peserta didik SMP se-Sulsel. Kegiatan seperti ini merupakan sejarah baru untuk semua di masa pandemi Covid-19. Di saat kita semua terhambat untuk melakukan pembelajaran tatap muka, namun bukan halangan untuk terus berinovasi serta berkreasi bagi seluruh anak didik di SMP se-Sulsel.

“Kegiatan ini adalah sesuatu yang luar biasa, ini sejarah aplikatif di era pandemi dan di tengah-tengah konsentrasi masalah ekonomi, ternyata masih ada ruang, waktu, ide, gagasan. Terbukti dengan kedatangan ini Senior Manejer dari Muri untuk memberikan penganugerahan,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, di Ruang Rapim Kantor Gubernur Sulsel, Kamis 9 September 2021.

Menurut dia, penganugrahan penghargaan kepada Pemprov Sulsel merupakan sebuah pengakuan dan nilai ukur tersendiri dalam memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Sulsel.

“Artinya ini tidak sembarang memberikan sertifikat pengakuan. Namanya sertifikat, itu adalah variabel antara untuk memotivasi orang bekerja dan layanan yang kuat untuk pelayanan kepada masyarakat yang kita cintai,” tuturnya.

Sementara, Kepala Balai Badan POM Kota Makassar, Hardaningsih menyampaikan terimakasih kepada Pemprov Sulsel dan seluruh kabupaten kota se-Sulsel atas supportnya selama kegiatan berlangsung.

“Kami mengucapkan terimakasih atas dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulsel dan kabupaten kota se-Sulsel atas kegiatan yang diikuti 286 sekolah dan 2.111 peserta, serta 1.066 konten pangan aman ini,” urainya.

Menurut dia, kegiatan ini memang dimulai dari peserta didik Sekolah Menengah Pertama (SMP) di 24 kabupaten kota se-Sulsel. Namun sebenarnya bisa juga diikuti oleh peserta didik di tingkat SD dan SMA.

“Inovasi pada tahap awal ini diperuntukkan kepada anak sekolah SMP di 24 kabupaten kota se-Sulsel,” tutupnya.

Diketahui, kegiatan gebyar Komunikasi Informasi Elektronik (KEI) inovatif dan ajang kreativitas video konten pangan aman tingkat SMP se-Sulsel dan penganugerahan rekor Muri melibatkan 286 SMP dan 2.111 peserta serta 1.066 konten video.

Namun, dari jumlah peserta tersebut yang berhasil keluar sebagai pemenang hanya 7 sekolah dari 286 SMP se-Sulsel. Adapun perairan penghargaan harapan 3 SMP 29 Makassar, harapan 2 SMP 8 Sinjai, harapan 1 SMPN 4 Parepare, juara 3 SMP 2 Belopa Luwu, juara 2 SMP 2 Galesong Utara Takalar, juara 1 SMP Telkom Makassar dan SMP Budi Utomo dengan 303 konten video tik tok. (*)