Wakil Gubernur
Featured posts

0 26

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, meniadakan kegiatan Safari Ramadhan pada tahun ini, karena adanya larangan dari Presiden RI Joko Widodo.

Meski demikian, Andi Sudirman mengaku kegiatan pemerintahan tetap akan berjalan seperti biasa selama bulan Ramadhan. Termasuk, tidak ada kegiatan pengganti dari Safari Ramadhan.

“Kami tidak ada Safari Ramadhan. Kami cuma kunjungan kerja, ketika memang dibutuhkan untuk koordinasi aja untuk pengecekan di lapangan terkait dengan pelaksanaan infrastruktur pembangunan,” terangnya, di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulsel, di Makassar, Rabu, 14 April 2021.

Hal itu dilakukan, kata Andi Sudirman, sebagai upaya dukungan pemerintah daerah terhadap pemerintah pusat dalam menekan penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Dengan ditiadakannya kegiatan Safari Ramadhan, Plt Gubernur telah menggelar rapat koordinasi dan berdiskusi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Sulsel. (*)

0 56

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, melaunching program Indonesia Satu Ekspor, sekaligus melepas ekspor komoditi perikanan, di Balai Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Makassar, Rabu, 14 April 2021.

Dalam kegiatan itu, Plt Gubernur mengapresiasi pelaksanaan ekspor perikanan ke sejumlah negara yang dilakukan Balai Besar Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Makassar. Mengingat, nilai ekspornya yang cukup besar.

“Kami sampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya untuk Balai Besar Karantina perikanan yang telah melakukan kegiatan ini, yang nilainya luar biasa ya, Rp 97 miliar untuk kegiatan hari ini, dan ini tentu melibatkan perusahaan-perusahaan lokal,” ujarnya.

Dengan begitu, kata Andi Sudirman, pemerintah provinsi akan terus mendukung upaya ekspor komoditi ikan, terutama dalam meningkatkan produksi ekspor dari sejumlah daerah di Sulsel.

Salah satu bentuk dukungan pemerintah, kata Andi Sudirman, yakni dengan upaya membangun komunikasi dengan Kementerian Perhubungan, PT Angkasa Pura, dan pihak terkait lainnya, agar menghadirkan penerbangan langsung dari Makassar ke berbagai negara tujuan ekspor.

“Inilah nanti yang kita tindaklanjuti supaya teman-teman eksportir leluasa, banyak pilihan untuk mengirim kemana-mana. Kita perlu meningkatkan kapasitas pengangkutan, dan kita tahu Arab Saudi, Hongkong, Cina, Malaysia, suka dengan seafood,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Makassar, Sitti Chadidjah, menuturkan, Sulsel adalah salah satu provinsi dengan produksi perikanan yang sangat besar. Bahkan Sulsel juga jadi hub komoditi ekspor perikanan untuk wilayah Indonesia timur.

Dalam launching Indonesia Satu Ekspor, Chadidjah mengaku, pihaknya menggelar ekspor periode tanggal 12 hingga 17 April untuk 20 jenis komoditi ikan atau sebanyak 71.555 ekor ikan, dengan volume pengiriman sebesar 2.075,8 ton dan nilai ekspor sebesar Rp 97 miliar atau senilai USD 6,9 juta.

“Meski ditengah pandemi Covid-19 ini, angka ini menunjukkan potensi yang sangat besar di Sulawesi Selatan. Program Indonesia Satu Ekspor yang dicanangkan hari ini memicu pertumbuhan ekonomi yang besar, khususnya di Sulawesi Selatan,” terangnya.

Chadidjah menambahkan, tingginya produksi ekspor perikanan juga terlihat dari data ekspor komoditi perikanan tahun 2020 lalu. Dimana volume ekspor sebesar 158.050 ton, dengan nilai ekonomi sebesar Rp 5,47 triliun, dengan berbagai jenis komoditi perikanan yang diekspor. Terutama rumput laut, udang, tuna, gurita, dan beberapa komoditi lainnya. (*)

0 56

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Jemaah memadati Masjid Al-Markaz Al-Islami di Jalan Masjid Raya Makassar, di hari pertama salat tarawih, Senin malam, 12 April 2021. Meski dipadati warga, namun pihak masjid telah menyiapkan petugas untuk penegakan protokol kesehatan, yang mengatur jarak shaf jemaah, serta mengimbau penggunaan masker.

Pihak masjid pun tidak menyiapkan karpet, sehingga para jemaah membawa perlengkapan salat sendiri.

Tarawih pertama di Ramadan 1442 H ini, Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman melakukan salat di Masjid Al-Markaz Al-Islami. Dirinya pun memberikan pesan-pesan serta himbauan kepada para jemaah yang hadir.

Ia mengaku bersyukur di tahun ini, pemerintah bisa memberikan izin untuk melaksanakan salat berjamaah di masjid. Di mana tahun sebelumnya, masjid belum boleh dibuka sehingga tarawih dilakukan di rumah masing-masing.

“Rindu dengan salat tarawih kan? Alhamdulillah, tahun ini kita bisa tarawih bersama,” ujarnya.

Menurutnya, bulan Ramadan ini merupakan bulan kemuliaan, dimana datangnya setahun sekali. Serta menjadi bulan yang penuh ampunan.

Ia mengaku, dirinya telah mengeluarkan edaran tentang pelaksanaan kegiatan keagamaan untuk Ramadan 1442 H, namun dengan beberapa catatan. Salah satunya mengizinkan pelaksanaan salat tarawih di masjid.

“Jadikan Bulan Puasa ini menjadi momentum untuk intropeksi diri, karena kita masih dicoba pandemi Covid-19. Mari kita sama-sama sebagai pemerintah dan masyarakat, untuk meningkatkan keimanan ke depan agar senantiasa ber-istighfar kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” tuturnya.

Andi Sudirman mengingatkan masyarakat, untuk memanfaatkan tahun ini untuk fokus beribadah.

“Manfaatkan tahun ini untuk salat tarawih, tahun lalu tidak bisa. Kita tidak tahu bagaimana tahun depan. Ini menjadi kesempatan kita untuk memperbaiki diri. Mari saling menghargai, nikmati dan manfaatkan serta perbanyak ibadah selama Ramadan ini,” pintanya.

Andi Sudirman mengingatkan masyarakat untuk disiplin dalam mengikuti protokol kesehatan. “Tunjukkan kita sebagai karakter Islam yang mematuhi protokol kesehatan,” imbuhnya.

Di sela-sela sambutannya, ia pun sedikit bercerita keistimewaan dari Masjidilaqsa atau Masjid Al-Aqsa.

Diketahui, pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan awal Ramadan 1442 Hijriah/ 2021 jatuh pada Selasa, 13 April 2021. Penetapan ini disampaikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam telekonferensi pers usai Sidang Isbat Awal Ramadan 1442 H, di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta. (*)

0 60

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Ditandai dengan penekanan tombol sirine, Plt Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, melepas ekspor perdana rempah-rempah, pupuk bat guano, dan beberapa komoditas unggulan Sulsel lainnya, di Terminal Peti Kemas Makassar PT Pelindo IV, Senin, 12 April 2021. Ekspor perdana ini sebesar 1.488 ton dengan nilai USD 3,44 juta atau Rp 49,9 miliar.

Adapun negara tujuan ekspor meliputi Hongkong, Amerika Serikat, Cina, Italia, Kanada, Rusia, Perancis, Jepang, Australia, dan Korea Selatan.

Kepala Dinas Perdagangan Sulsel, Ashari Fakhsirie Radjamilo, melaporkan, pelepasan ekspor perdana ini diikuti oleh 14 pelaku usaha ekspor. Antara lain, CV. Aromata Anugrah Sultan, CV. Muna Agro Indonesia, PT. Sumber Guna Makassarnusa, CV. Adi Tirta, CV. Mega Citra Karya, CV. Guna Bahari Indonesia, PT. Prima Indo Tuna, PT. Prima Bahari Inti Lestari, PT. Biota Laut Ganggang, PT. Comextra Majora, PT. Nuansa Cipta Magello, PT. Biru Laut Nusantara, PT. Bogatama Marinusa, dan PT. Dunia Marine Product.

“Komoditas yang diekspor perdana terdiri dari kemiri, kayu manis, ketumbar, pupuk bat guano. Sedangkan rumput laut, ikan segar, gurita, carragenan, mete kupas, daging kepiting, udang olahan, udang segar dan cumi merupakan komoditas ekspor yang sudah berjalan selama ini,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan, pelepasan ekspor perdana ini sangat luar biasa, dengan nilai awal Rp 49,9 miliar. Iapun mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh eksportir di Sulsel.

“Semua yang diekspor adalah rempah-rempah dan ini tentu menyangkut dengan masyarakat banyak di Sulawesi Selatan,” ungkapnya.

Ia mengapresiasi PT Pelindo yang terus mendorong ekspor produk Sulsel ke belahan dunia. Terlebih, jika Makassar New Port (MNP) bisa beroperasi, maka akan meningkatkan nilai ekspor di Sulsel.

“Nanti kalau sudah jadi Makassar New Port, ini bisa lebih besar lagi. Karena kapal yang bisa sandar adalah yang panjangnya 400 meter. Bisa dibayangkan jika bisa mampir. Jalur perdagangan kapal besar (dari luar negeri) bisa melintasi Sulsel. Kita berharap mampir ke sini dan biar kita bisa menitipkan barang-barang kita, direct ekspor dengan kapal yang lebih besar,” jelasnya.

Dengan ekspor komoditas Sulsel ini, maka membuat neraca pertumbuhan ekonomi akan besar. “Karena kita selalu berinovasi di dalam. Dan teman-teman dari perusahaan yang menjadi spesialis itu. Kami tentu mendorong dan bagaimana kita menyediakan karpet merah untuk mereka. Pokoknya jemput bola mereka, bantu mereka, dan perlancar kegiatan-kegiatan mereka. Dan ini akan menjadi perputaran ekonomi,” bebernya.

“Rempah-rempah ini adalah keunggulan kita, kejayaan kita yang perlu kita kembalikan,” tegasnya.

Bahkan dengan hadirnya MNP ini, bisa menjadi tolak ukur dan starting poin untuk mengangkat ekspor-ekspor di Sulsel.

“Kita over stok beras 450 ribu ton, dan sudah kirimkan 27 provinsi di Indonesia. Ini nantinya jika kita melempar dengan kapal 400 meter, bisa dikirim ke mana-mana. Banyak sekali yang datang (dari negara lain), semua datang audiens menanyakan apa yang lebih di Sulsel. Saya bilang ada beras, sayuran, rempah-rempah dan beberapa produk lainnya. Kita punya bentangan laut 2.000 km, tinggal optimalisasi saja dan bagaimana pasar menjelajah ke seluruh belahan dunia,” pungkasnya.

Dirinya mengajak para pengusaha untuk bersinergi. “Jadikan kami sebagai mediator untuk fasilitator dan jadikan kami sebagai benteng untuk memperkuat dan memperkokoh dunia usaha. Itulah komitmen kami bersama. Saya menginginkan bahwa jabatan ini memaksimalkan untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Dan tentu dengan ekspor ini, untuk kesejahteraan Sulawesi Selatan, karena ada efek bagi masyarakat Sulawesi Selatan,” terangnya.

Andi Sudirman juga mendorong adanya percepatan outer ring road Mamminasata. Sehingga perlintasan di Makassar tidak hanya melalui jalur kota saja. “Makassar di Indonesia timur bisa menjadi pusat transportasi terbaik untuk angkutan barang dan jasa selain Tanjung Priok dan Surabaya. Saya yakin saat MNP bisa dioperasikan, Surabaya bisa menjadi saingan kita, karena lokasi secara strategis adalah kita. Tempat ekspor terbaik barang dan jasa adalah dari kita yang paling banyak. Karena kita adalah lumbung pangan, pertambangan dan peternakan adalah potensi Sulawesi Selatan yang terbaik,” urainya. (*)

0 33

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Wali Kota Makassar Periode 1993-1999, Abdul Malik B Masry, meninggal dunia, Senin 12 April 2021. Almarhum meninggal setelah dirawat di Rumah Sakit Siloam Makassar.

Mendengar kabar itu, Plt Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan belasungkawa dan duka cita mendalam.

“Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun. Atas nama pribadi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan masyarakat khususnya Kota Makassar, turut berduka cita mendalam atas berpulangnya ke Rahmatullah salah satu putra terbaik Sulsel, Bapak Dr. H. Abd Malik B Masry, SE, Ms,” ujarnya.

Ia pun mendoakan almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Semoga Allah menempatkan Beliau di sisi-Nya, di tempat yang layak serta memberi ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkannya. Aamiin,” ucapnya. (*)

0 47

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melakukan kunjungan kerja di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Mereka diterima oleh Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Senin, 12 April 2021. Rombongan Komisi X berjumlah delapan orang, dengan ketua tim, Agustina Wilujeng Pramestuti.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, memaparkan progres pembangunan di Sulsel. Salah satunya mendorong pariwisata di Toraja, yang merupakan perpaduan wisata alam dan budaya.

“Ini suatu kesyukuran bagi kami, ini sudah tepat karena Provinsi Sulawesi Selatan adalah hub untuk wilayah Indonesia Timur,” ujarnya.

Terlebih lagi, kata Andi Sudirman, pemerintah pusat telah menggelontorkan Rp 800 miliar untuk pembangunan Bandara Buntu Kunik Toraja. Bandara Buntu Kunik memiliki landasan pacu sepanjang 2.000 x 30 meter. Namun, saat ini yang efektif digunakan adalah sepanjang 1.700 meter.

Dirinya berharap, landasan pacu bisa lebih diperpanjang, sehingga bisa ada direct flight.

“Sudah ada Bandara Buntu Kunik, dimana sebelumnya jika lewat darat harus menempuh 10 jam, sekarang bisa menempuh kurang dari satu jam lewat udara (pesawat),” ungkapnya.

Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah pusat maupun dari legislatif yang terus mendorong pembangunan dan pengembangan pariwisata di Sulsel.

“Terima kasih, ini tidak terlepas dari dorongan Bapak dan Ibu di DPR yang mendukung Provinsi Sulawesi Selatan. Kami berharap sinergitas dan kerjasama terus dijaga untuk kita sama-sama membangun yang lebih baik,” tuturnya.

Anggota Komisi X DPR RI, My Esti Wijayati, menyampaikan beberapa informasi mengenai kerja-kerja Komisi X DPR RI. Komisi ini dalam bidang pendidikan, kebudayaan, pariwisata dan ekonomi kreatif, pemuda dan olahraga, perpustakaan dan kearsipan, perguruan tinggi negeri, serta perguruan tinggi swasta.

“Dari sisi legislasi, pada periode tahun 2019-2024, Komisi X DPR RI telah mengajukan 12 Rancangan Undang-undang,” ujarnya.

Di kesempatan itu pula, legislator pusat itu mendengarkan aspirasi dari perwakilan OPD terkait, serta tokoh pemuda dan tokoh masyarakat yang hadir. (*)

0 47

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Plt Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, melakukan peninjauan lapangan bahan pokok di pasar tradisional, Pasar Terong Makassar, Senin pagi, 12 April 2021.

Turut bersama Plt Gubernur Sulsel, diantaranya Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) VI Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Makassar Hilman Pujana, serta beberapa Kepala OPD terkait Lingkup Pemprov Sulsel.

Berjalan menyusuri pasar tradisional itu, Andi Sudirman berbincang dengan beberapa pedagang. Menanyakan harga bahan pangan mulai dari bawang, cabe, daging, ayam, minyak, beras, serta telur. Bahkan Andi Sudirman memborong jualan para pedagang.

Di kesempatan itu pula, Andi Sudirman turut membagikan masker kepada para pedagang, serta mengingatkan untuk mematuhi protokol kesehatan.

Andi Sudirman menyampaikan, peninjauan ini dilakukan guna memastikan pasokan komoditas pangan pokok tetap terjaga jelang memasuki bulan Ramadan 1442 H.

“Sebelum masuk Ramadan, kita mengecek data umum (ketersediaan pangan di pasar). Alhamdulillah, Insya Allah pasokan pangan masih aman,” ujarnya.

Ada beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan maupun penurunan. “Setelah kita cek, cabe sudah turun, dari yang sebelumnya harga Rp 90-100 ribuan, sekarang sudah Rp 70 ribu per kg. Harga beras stabil. Harga minyak ada kenaikan seribu masih wajar. Daging Rp 120 ribu masih normal. Harga ayam dan bawang juga normal. Yang naik ini harga telur, dari Rp 38 ribu menjadi Rp 43 ribu, naik Rp 5 ribu,” jelasnya.

Harga cabe pun menjadi perhatian. “Nanti Jeneponto akan panen. Insya Allah akan mulai turun lagi. Kita juga tidak ingin (harga) turun kencang, jangan sampai masalah di sistem rantai pasokan. Kita juga tidak bisa (menghambat penjualan) ketika luar Sulsel membutuhkan. Ini kan pasar, kita tidak bisa menahan barang untuk keluar. Namun bagaimana kita menjaga harga tidak melonjak naik, maka kita akan turun untuk intervensi operasi pasar. Apalagi saat ini sudah turun dengan harga Rp 70 ribu,” ungkapnya.

Ia pun berharap, Satgas Pangan bisa membantu menjaga stok pangan di pasar menjelang Ramadan ini.

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam, menyampaikan, Satgas Pangan dari Polda Sulsel akan bertugas dalam mengendalikan harga dan inflasi. Ada beberapa faktor yang membuat harga mengalami kenaikan atau penurunan. Diantaranya karena faktor permintaan, ketersediaan, panen, maupun kondisi.

“Intinya bagaimana kita menjaga agar tidak ada permainan harga. Kita bersama-sama dengan stakeholder terkait Satgas Pangan untuk ikut membantu dalam hal pengawasan terhadap para pelaku yang ‘nakal’ yang memanfaatkan situasi dan mempertahankan barang untuk menaikkan harga,” tuturnya.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) VI Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Makassar, Hilman Pujana, menambahkan, KPPU berfokus bagaimana kelancaran arus barang, apakah pasar berfungsi secara maksimal ataupun tidak.

“Kalau harga buat kami itu adalah parameter. Harga dan ketersediaan. Kalau harganya naik, kita lihat apakah itu dalam penawaran atau dari permintaan yang bertambah. Kepada pelaku usaha, tolong tidak mengambil kesempatan terlalu menaikkan harga. Seperti yang kita cek ketersediaan cukup, jadi kita harapkan harga bisa stabil. Kita tetap memantau agar tidak ada pelaku usaha yang menahan atau menghambat arus pasokan barang di pasar,” terangnya. (*)

0 45
  • Jelang Ramadan, Andalan Mengaji Gelar Kajian Kajian Anak “Puasaku Surgaku” oleh Andalan Mengaji, Kak Yogi Paparkan Keistimewaan Berpuasa

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Puluhan anak-anak usia balita hingga pelajar SD antusias mengikuti Kajian Online Anak yang digelar Andalan Mengaji.

Kajian dengan tema “Puasaku Surgaku”, berlangsung di Rujab Wagub Sulsel serta adapula sekitar 112 peserta yang mengikuti virtual melalui Zoom.

Pelaksanaan Kajian Online Anak ini dimulai dengan mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh ketiga putra-putri Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman dan sang istri, Naoemi Octarina.

Naoemi Octarina menyampaikan, bahwa kegiatan kajian untuk anak ini dilakukan dalam menyambut bulan suci Ramadan 1442 H.

“Mari anak-anak kita didampingi orang tua untuk lebih produktif dalam mengisi bulan Ramadan ini, serta bisa lebih mengetahui makna dari bulan puasa ini,” ujarnya.

Apalagi, kata dia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah memberikan izin untuk pelaksanaan salat tarawih di Masjid, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat.

“Anak-anak ingat, Ramadan bukan hanya puasa saja, tetapi bagaimana kita juga harus menahan diri, sabar terhadap amarah dan lainnya. Semoga anak-anak sekalian bisa sama-sama menyambut Ramadan ini dengan hati yang ikhlas, sabar dan mengisi waktu ke hal yang bermanfaat,” tuturnya.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Yogi menyampaikan, bahwa tujuan dari berpuasa agar kita menjadi hamba Allah yang bertaqwa dan menjadi hamba Allah yang baik.

“Karena kita ingin mendapatkan pahala dan mendapatkan gelar taqwa dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ucapnya.

Pria yang akrab mengisi tausiah untuk anak-anak ini pun mengajak para anak-anak untuk tidak perlu takut dan khawatir dengan bulan Ramadan. Apalagi banyak keistimewaan dari bulan puasa.

“Kalau kita berpuasa, maka pintu surga akan dibuka. Banyak kenikmatan di dalamnya bagi adik-adik saleh dan salehah. Saat bulan Ramadan, pintu neraka ditutup, setan akan dikurung sehingga kita lebih mudah melaksanakan ibadah. Adik-adik akan diberi hati yang nyaman untuk beribadah,” jelasnya.

Selain itu, kata Kak Yogi, bahwa keutamaan bulan Ramadan itu maka pahala akan dilipatgandakan.

“Semakin rajin puasanya, produktif puasanya, semangat rajin baca Al-Qur’an, maka akan mendapatkan pahala yang banyak dari Allah. Sikap kita sebagai seorang muslim yang beriman, ketika mendengar besok Ramadan, maka yang harus ditanamkan di hati adalah sikap bahagia. Alhamdulillah Allah mempertemukan aku dengan bulan Ramadan,” ungkapnya.

Mengingat masih dalam kondisi pandemi Covid-19, kak Yogi menyarankan, jika salat belum diizinkan di Masjid agar bisa dilaksanakan di rumah.

Kak Yogi pun berpesan kepada anak-anak, agar dalam berpuasa untuk makan makanan yang sehat saat sahur.

“Makan sayur-sayuran, buah-buahan, daging/ikan, tahu, tempe, ditambah kurma, jangan lupa minum madu. Insya Allah kuat puasa Ramadan-nya,” sebutnya.

Bagi orang-orang yang berpuasa, kata Kak Yogi, akan menerima dua kebahagiaan. “Yakni bahagia ketika sedang berbuka puasa dan kebahagiaan saat ketemu dengan Allah dengan masuk surga. Buat adik-adik yang rajin berpuasa akan masuk surga lewat pintu istimewa, pintu Ar Rayyan,” terangnya.

“Jadikan Ramadan ini, puasaku, surgaku. Jangan takut menghadapi bulan Ramadan. Berbahagialah dalam bulan Ramadan, berpuasa karena Allah, salat yang rajin. Insya Allah, sore (saat berbuka puasa) kita mendapatkan kebahagiaan. Berjuanglah untuk berpuasa dengan jujur, ikhlas dan sesuai dengan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad,” pungkasnya.

Para peserta dari Rujab Wagub maupun secara virtual zoom tampak antusias menjawab pertanyaan dari Kak Yogi. Ditambah senang mendapat hadiah berupa alat salat serta buku Amaliyah Ramadan. (*)

0 41

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menjadi Pembina Upacara pelepasan jenazah Mantan Sekprov Sulsel, Abdul Latif di rumah duka, Jalan Mapala, Kota Makassar, Minggu, 11 April 2021.

Diketahui, Abdul Latif menjabat sebagai Sekprov Sulsel sejak tahun 2014 di masa kepemimpinan Gubernur Syahrul Yasin Limpo. Namun di tahun 2018 mengajukan pensiun dini karena mengikuti Pilkada Kabupaten Pinrang. Pria kelahiran Pinrang 18 agustus 1956 (64 tahun) ini menghembuskan nafas terakhirnya di Primaya Hospital Makassar, Minggu, 11 April 2021.

Sebelumnya, Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyempatkan melihat jenazah almarhum Abdul Latif di Primaya Hospital Makassar sesaat dikabarkannya berpulang.

Upacara pelepasan jenazah dimulai dengan penyerahan jenazah dari pihak keluarga kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

“Atas nama keluarga menyerahkan jenazah almarhum Ir. H. Abdul Latief, M.Si, MM kepada pemerintah provinsi Sulawesi Selatan untuk dimakamkan di pemakaman umum Panaikang,” ujar Irjen Pol (Purn) Arifin Rahim mewakili keluarga yang kemudian jenazah almarhum diterima oleh Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

“Pada kesempatan penuh rasa belasungkawa ini, atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan rasa turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya almarhum Ir. H. Abdul Latief, M.Si, MM. Kita semua umat beragama yang percaya, bahwa kepergian almarhum ini sudah menjadi kehendak Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujar Andi Sudirman Sulaiman.

Plt Gubernur Sulsel mengajak untuk bersama-sama mendoakan Abdul Latif agar diampuni segala kekhilafan serta diterima amal baktinya oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Kepada keluarga almarhum, kami berharap hendaknya dapat menerima kepergian almarhum dengan tabah, ikhlas, dan tawakal,” tuturnya.

Turut hadir pada upacara pelepasan jenazah ini diantaranya Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo; anggota DPR RI, Rusdi Masse; Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari; serta beberapa pejabat lingkup Pemprov Sulsel. (*)

0 37

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Sulawesi Selatan berduka. Mantan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Selatan, Abdul Latif meninggal dunia, Minggu, 11 April 2021.

Mendengar kabar kepulangan Abdul Latif, Plt Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman langsung bergegas ke rumah sakit tempat dirawatnya di Primaya Hospital, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar.

Dikabarkan, Abdul Latif menghembuskan nafas terakhirnya di Primaya Hospital sekitar pukul 07.30 Wita.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan belasungkawa atas kepulangan Abdul Latif.

“Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun. Atas nama pribadi, masyarakat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan turut berduka cita mendalam atas berpulangnya ke Rahmatullah putra terbaik Sulsel, Ir. H. Abd. Latief, MSi, MM (Sekprov Sulsel tahun 2014-2018),” ujarnya.

Ia pun mendoakan almarhum mendapatkan tempat terbaik disisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Semoga Allah menempatkan Beliau di sisi-Nya di tempat yang layak serta memberi ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkannya. Aamiin,” pungkasnya.

Diketahui, Abdul Latif menjabat sebagai Sekprov Sulsel sejak tahun 2014 di masa kepemimpinan Gubernur Syahrul Yasin Limpo. Namun di tahun 2018 mengajukan pensiun dini karena mengikuti Pilkada Kabupaten Pinrang.(*)