Wakil Gubernur
Featured posts

0 35

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, menerima kunjungan Duta Besar Republik Ceko untuk Indonesia, Jaroslav Doleček, bersama rombongan, di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulsel, di Makassar, Senin, 25 Oktober 2021.

Plt Gubernur menjelaskan, kedatangan Jaroslav yang didampingi istri dan Konsulat Kehormatan Republik Ceko, Subhan Alwi Hamu, untuk membicarakan kemungkinan kerjasama Pemprov Sulsel dengan Pemerintah Republik Ceko.

“Mereka mau melihat potensi, termasuk di sektor pertambangan. Mereka juga mau melihat sistem hydroplan atau pembangkit listrik tenaga air, dan melihat potensi lainnya, termasuk kereta api juga mereka mau lihat,” katanya.

Selain pertambangan dan pembangkit listrik, Plt Gubernur juga mengaku ada beberapa sektor lainnya yang menjadi tawaran Pemprov Sulsel untuk dikerjasamakan. Diantaranya di sektor pertanian dan pariwisata.

“Saya tadi tawarkan terkait tindak lanjut pangan, padi, pertanian lainnya juga kalau ada potensi ekspor impor kedua negara,” ungkapnya.

Bahkan, menurut Andi Sudirman, Dubes Republik Ceko cukup tertarik dengan potensi alam yang dimiliki Sulsel. Untuk itu, pihak Dubes Ceko mengaku akan mengirim tim terlebih dahulu untuk melihat beberapa potensi yang dapat dikerjasamakan.

Sementara itu, Jaroslav Doleček mengaku tertarik dengan potensi alam yang dimiliki Sulsel untuk dapat dikerjasamakan. Selain di sektor pertanian, sektor pertambangan khususnya nikel menjadi salah satu potensi yang diliriknya.

Tidak hanya itu, ketertarikannya ke Sulsel juga karena daerah ini merupakan hub dari Kawasan Indonesia Timur yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang baik dibawah kepemimpinan Plt Gubernur.

“Kami tahu Sulsel ini hub dari Indonesia bagian timur. Kami juga melihat pertumbuhan ekonomi Sulsel juga cukup meningkat secara signifikan,” terangnya.

Duber Republik Ceko ini pun berharap ada kerjasama yang terjalin antara Pemerintah Republik Ceko dengan Pemerintah Provinsi Sulsel, sesuai potensi alam yang dimilikinya. (*)

0 28

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Provinsi Sulawesi Selatan masuk posisi 10 besar dalam Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) XXVI Tingkat Nasional yang dilaksanakan tanggal 16 – 22 Oktober 2021 di Kota Sofifi Maluku Utara.

Dalam STQ itu, Sulsel meraih 4 penghargaan. Yakni Juara Terbaik II Tafsir Bahasa Arab putri diraih oleh Nurfaizah Janaluddin; Juara Terbaik II Hafalan Hadis 500 tanpa sanad putra diraih oleh Rozin Nasrullah; Juara Harapan I Hafalan Hadis 500 tanpa sanad putri diraih oleh Irma Juliana Hasbullah; dan Juara Harapan III, Hifdzil Qur’an 5 Juz putra diraih oleh Ahyar Mustafid Taufiq.

Atas capaian itu, Sulsel menempati posisi kesembilan dalam Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) XXVI Tingkat Nasional. Sulsel dalam 3 perhelatan STQ Nasional terakhir semakin memperbaiki posisi.

Sebagai catatan, STQ Nasional ke-24 di Tarakan tahun 2017 Sulsel berada di peringkat 13, kemudian STQN ke-25 di Pontianak 2019 peringkat 11. Selanjutnya di STQN ke-26 di Sofifi, Maluku Utara tahun 2021, Sulsel berada di peringkat 9.

“Alhamdulillah, Sulawesi Selatan berada di posisi kesembilan pada STQ Nasional tahun ini. Ini adalah kerja progresif dan capaian anak anak kita yang telah tampil maksimal,” ujar Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, Sabtu (23/10/2021).

Ia pun menyampaikan terima kasih serta apresiasi kepada kafilah Sulsel beserta pelatih yang telah melakukan pencapaian hingga kini.

“Terima kasih telah memberikan yang terbaik untuk sulsel, terus belajar dan menghafal Al Qur’an dan Al hadits serta mengamalkannya,” pintanya.

Ia menilai bahwa perbaikan posisi ini karena persiapan yang dilakukan, termasuk dengan memberikan traning center (TC) kepada kontingen sebelum bertanding.

“Di tahun ini kami telah mempersiapkan kafilah kita dengan memberikan training center selama 14 hari di Hotel Alauddin sebelum bertanding di Sofifi, Maluku Utara,” jelasnya. (*)

0 49

Makassar, humas.suslelprov.go.id – Plt Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, menerima kunjungan audiensi Konsulat Jendral Australia di Makassar, Bronwyn Robbins, di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulsel, Kamis, 21 Oktober 2021. Keduanya berbincang terkait upaya recovery di Sulsel selama masa pandemi, serta potensi kerjasama bilateral di berbagai bidang, terutama di bidang pendidikan vokasi/keahlian terapan tertentu.

“Kami Pemerintah Australia mendukung upaya recovery yang dilakukan Sulsel,” kata Bronwyn Robbins.

Ia menyatakan, Australia tertarik bekerjasama dengan Sulsel di bidang peternakan, pertanian, kelautan, pariwisata, industri kecil, dan semakin mengoptimalkan kerja sama yang telah terjalin. Australia juga ingin membagikan keahlian yang dimiliki pada bidang-bidang tertentu.

“Untuk itu, kami ingin mendengarkan apa yang menjadi prioritas Pak Gubernur,” ujarnya.

Andi Sudirman menyebutkan, untuk bidang peternakan dan pertanian, jika Australia tertarik berinvestasi, maka Pemprov Sulsel akan menyediakan lahan bekerjasama dengan Perusda. Termasuk dengan harapan transfer keahlian di bidang ini.

“Kami ingin mengoptimalkan apa yang kami miliki. Kami memiliki lahan dan pertanian. Petani butuh pendampingan untuk meningkatkan kualitas produksinya, kualitas masih menjadi kendala. Para ahli dari Australia bisa membantu mengoptimalkan produksi bahkan sampai pengemasan,” harapnya.

Ia mencontohkan, kualitas rumput laut Sulsel yang baik, namun dalam proses mengalami penurunan, misalnya pada pengeringan atau pengiriman. Potensi kerjasama rumput laut juga besar.

Lanjutnya, untuk tahun depan Pemerintah Sulsel akan fokus pada pengembangan sekolah vokasi. Misalnya untuk vokasi industri, Pemprov akan menyediakan infastruktur pendukung seperti alat praktek dan laboratorium yang dibutuhkan. Australia yang memiliki tenaga ahli kelas dunia diharapkan peranannya untuk dapat mengirimkan tenaga ahlinya untuk mengajar.

“Kami mengharapkan pendampingan dari sisi pengajaran dari tenaga ahli anda di sekolah vokasi. Kami menantikan apa yang bisa anda upayakan untuk meningkatkan pendidikan di sekolah vokasi kami,” ucapnya.

Sebagai langkah awal, tenaga ahli Australia dapat mengajar pada sekolah yang dijadikan sebagai pilot project. “Sekolah vokasi ini misalnya di bidang pariwisata, pertanian, industri, perternakan dan perikanan,” imbuhnya. (*)

0 57

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menghadiri malam ramah tamah penerimaan kontingen Sulsel dan penyerahan penghargaan kepada atlet, pelatih, asisten pelatih dan mekanik peraih medali PON 22 Papua di Baruga Karaeng Patingaloang Rujab Gubernur Sulsel, Selasa, 19 Oktober 2021.

Bertepatan dengan usia 352 tahun Sulsel, Andi Sudirman memenuhi janjinya untuk memberikan bonus dua kali lipat dari PON sebelumnya bagi peraih medali. Bagi peraih medali emas diberikan Rp 200 juta, peraih perak Rp 150 juta dan peraih medali perunggu Rp 100 juta. Sedangkan bagi tim peraih medali bervariasi, untuk medali emas hingga Rp 500 juta, perak hingga Rp 560 juta dan perunggu hingga Rp 560 juta.

Salah satu atlet yang berhasil meraih emas, Muhammad Hardiansyah Muliang menyatakan bahwa pemerintah telah memenuhi janjinya untuk memberikan bonus kepada atlet.

“Terkait pemberian penghargaan oleh Gubernur saya rasa sangat baik, ini juga sudah meningkat dua kali lipat dari PON sebelumnya di Jawa Barat. Alhamdulillah Pemerintah memenuhi janjinya,” Kata Hardiansyah.

Mahasiswa Pasca Sarjana UNM ini bertarunh di nomor Quadrant Putra bersama Nofrizal, Rusdi, Andi Try Sandi Saputra dan Diky Apriyadi. Pada cabang ini, Sulsel berhasil mengawinkan juara di mana tim quadrant putri juga meraih emas.

Ia juga mengapresiasi langkah yang akan diambil Pemprov untuk meningkatkan fasilitas dan bonus penghargaan bagi atlet ke depannya.

“Terkait penyampaikan dari Pak Gubernur akan lebih ditingkatkan lagi baik dari fasilitas dan penghargaannya ke depannya. Kami dari sepak takraw juga akan terus meningkatkan latihan untuk mempertahankan emas yang didapatkan,” sebutnya.

Plt Gubernur Andi Sudirman dalam sambutannya menyampaikan, atlet yang sudah berlaga di PON Papua baik yang meraih medali maupun tidak semuanya merupakan patriot bagi Sulsel. Mereka menjadi kebanggan keluarga yang telah mewakili 9 juta lebih warga Sulsel.

“Saya mengucapkan terima kasih atas nama pribadi dan pemerintah Sulsel,” kata Andi Sudirman.

“Kami menempatkan mereka sebagai patriot olahraga Sulsel yang kita kirim. Mereka adalah orang terbaik,” tambahnya.

Ia menilai atlet Sulsel memiliki semangat bertanding yang luar biasa dengan karakter petarung. Sehingga Ia optimis bahwa prestasi lebih dapat diraih pada event olahraga selanjutnya. Sulsel sendiri pada PON 21 tahun 2025 di Aceh-Medan nanti kembali menargetkan masuk 10 besar. Tentunya dengan menjadikan catatan PON Papua untuk persiapan yang lebih baik.

Demikian juga dengan perbaikan fasilitas dan juga reward bagi atlet agar dapat ditingkatkan, “Saya yakin seyakin dengan formulasi yang kita buat dan semangat eksekutif dan legislatif untuk memperbaiki penghargaan dan hadiah-hadiah. Mudah-mudahan ini memberikan motivasi,” ujarnya.

PON 20 Papua untuk kontingen Sulsel mengikut sertakan atlet-atletnya untuk 32 cabang olahraga. Kontingen Sulsel berjumlah 386 orang, terdiri dari 230 atlet, 45 pelatih, 7 asisten pelatih dan 11 mekanik, 19 monev, 7 tim medis dan 45 unsur satgas.

Pada pelaksaan PON ini kontingen Sulsel mendapatkan hasil membanggakan dengan berhasil memperbaiki peringkat menjadi posisi ke-11. Sedangkan sebelumnya pada PON 19 Jawa Barat berada pada posisi 12. Memperoleh 11 emas dari 8 cabang olahraga.(*)

0 119

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Ramah Tamah dan Apresiasi Program Kebut Vaksinasi Tim Penggerak PKK Se Sulsel, dilaksanakan di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulsel, di Jalan Yusuf Daeng Ngawing, Rabu, 20 Oktober 2021.

Sebelumnya, TP PKK Sulsel telah menyiapkan hadiah bagi daerah dengan tingkat vaksinasi terbanyak pada program Kebut Vaksinasi Covid-19, yang digelar secara serentak di 24 kabupaten/kota. Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, dan Plt Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel Naoemi Octarina, hadir langsung untuk menyerahkan piagam, hadiah dan uang tunai.

Hadiah istimewa sebagai bentuk apresiasi kepada terbaik 1, terbaik 2 dan terbaik 3. Pengumuman pemenang juga telah diumumkan pada Rapat Paripurna Istimewa 352 Tahun Sulsel, di Kantor DPRD Sulsel, Selasa kemarin, 19 Oktober 2021.

Adapun pemenang pertama tingkat kabupaten/kota, Juara 1 Kabupaten Gowa, Juara 2 Kabupaten Pinrang, dan Juara 3 Kabupaten Enrekang. Sedangkan untuk tingkat kecamatan, Juara 1 Kecamatan Soreang Kota Parepare, Juara 2 Kecamatan Tarowang Kabupaten Jeneponto, dan Juara 3 Kecamatan Bantimurung Kabupaten Maros.

Untuk tingkat desa dan kelurahan, Juara 1 diraih Kelurahan Amasangan, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Juara 2 Desa Buntu Tangti, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, dan Juara 3 Desa Lompoloang, Kecamatan Pitungpanua, Kabupaten Wajo.

Ketua Panitia, dr Haeryah Bohari menyampaikan, capaian vaksinasi dalam sehari yang dilakukan oleh PKK di Sulsel pada 29 September lalu sebanyak 56.910 vaksinasi. Pemenang ditetapkan dengan beberapa pertimbangan. Diantaranya, capaian tertinggi diambil dari data yang terimput ke aplikasi P-Care, serta kecepatan dan ketepatan pemasukan data. Data yang masuk ke panitia pengumpul data, kemudian dikonfirmasikan dengan data Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel.

“Alhamdulillah, pelaksanaan Kebut Vaksinasi Covid-19 serentak TP-PKK berjalan dengan baik dan memuaskan. Ini tentu saja support dari Pemprov Sulsel dan merupakan inisiatif dari Bapak Plt Gubernur untuk melibatkan PKK dalam program ini,” kata Plt Ketua TP PKK Sulsel, Naoemi Octarina.

Ia menyebutkan, di Sulsel terdapat 3.047 desa/kelurahan yang juga didalamnya terdapat TP PKK. Sehingga, bagaimana kekuatan ibu-ibu PKK dapat dimanfaatkan untuk bisa mewujudkan program vaksinasi ini.

Naoemi juga menyampaikan, untuk keberlanjutan program ini, sebanyak sembilan mobile vaccinator milik Pemprov Sulsel akan diterjunkan ke kabupaten kota.

“Mobile vaccinator kita nanti akan diterjunkan ke Jeneponto, sehingga melalui TP PKK bisa tercapai 30 ribu yang bisa divaksin. Alhamdulillah semua mendapat support dan terima kasih banyak atas supportnya terhadap program PKK,” ujarnya.

Sementara, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan apresiasi atas capaian jumlah warga yang divaksin 56 ribu.

“Dalam satu hari PKK sebanding dengan 15 hari mobile vaccinator kami bergerak. Inilah sebenarnya kekuatan ibu-ibu dalam menggerakan warga untuk divaksin. Karena vaksinasi ini menyangkut masalah kesehatan. Dan kesehatan ini sangat dekat dengan keluarga dan tumpuannya itu ibu rumah tangga,” terangnya.

Terkait rencana mobile vaccinator Kebut Vaksinasi Sulsel yang akan diturunkan ke kabupaten kota berkolaborasi dengan TP PKK, diawali bergerak dari yang paling membutuhkan, dari banyaknya penduduk dan tingkat vaksinasi. Demikian juga dengan tujuh rumah sakit provinsi yang menangani vaksinasi, juga akan diturunkan untuk membantu.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Buntu Tangti, Kecamatan Mengkendek Kabupaten Tana Toraja, Muhammad Parinding, mengatakan, hal yang pertama kali dilakukan adalah memperbaiki data vaksinator, dan siapa yang belum divaksin. Sehingga, penggenjotan vaksinasi bisa dilakukan dengan mudah.

“Kemudian memang di desa kami niatnya agar seluruh masyarakat desa yang ada itu bisa tervaksin secepat mungkin, agar kehidupan bisa berjalan dengan normal. Untuk itu, kami sadar untuk berbarengan dengan warga, sehingga dalam sehari di desa kami berhasil memvaksin 299 orang,” bebernya. (*)

0 58

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, dan Plt Ketua TP PKK Sulsel Naoemi Octarina, menghadiri sidang paripurna peringatan 352 tahun Sulsel, di Gedung DPRD Sulsel, Selasa, 19 Oktober 2021.

Kegiatan yang mengangkat tema Bersatu SIPAKATAU dalam Era Baru Menuju Sulawesi Selatan yang Lebih Baik yang dilaksanakan secara hybrid ini, juga dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Syahrul Yasin Limpo, dan Amin Syam.

Tito Karnavian dalam sambutannya mengatakan, Sulsel sebagai pintu masuk dan hub Kawasan Timur Indonesia memiliki potensi besar dalam berbagai sektor. Baik itu investasi, manufaktur, pariwisata, pertanian, dan jasa. Demikian juga dengan sumber daya manusianya, agar dapat dibangun untuk dapat meningkatkan daya saing menjadi hal yang tidak dapat ditunda.

“Diharapkan Sulsel dapat meningkatkan potensi tersebut untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Tito Karnavian, dalam sambutan virtualnya.

Sementara, Andi Sudirman menyampaikan, di tahun ini Sulsel yang memasuki usia 352 tahun masih berada di masa pandemi Covid-19. Kondisinya, memiliki tantangan yang lebih.

“Namun berkat sinergi dengan Forkopimda Sulsel dan bahu membahu dengan masyarakat, dapat keluar dari puncak pandemi,” kata Andi Sudirman.

Ia menyebutkan, mengawali tugas sebagai Plt Gubernur Sulsel, tantangan yang dihadapi adalah kondisi keuangan pemerintah provinsi yang sedang dalam kondisi tidak baik. Dimana Pemprov perlu menyelesaikan utang ke sejumlah pihak.

“Dalam waktu singkat dapat membalikkan keadaan. Tiga bulan pertama penyelesaian sistem utang-piutang. Forkopimda dengan sense of crisis melakukan pendampingan. Yang diprediksi menjadi masalah akhir tahun, tetapi dapat dilewati. Dengan membalikkan keadaan, Sulsel secara pasti, secara perlahan menuju lebih baik, slow but sure,” terangnya.

Pada momentum 352 Tahun Sulsel, mengangkat tema SIPAKATAU. Artinya, saling respek dan menghargai. Dalam artian, banyak keinginan yang dilaksanakan, namun karena keadaan, program perlu terukur dan berdampak langsung ke masyarakat.

Sulsel melakukan perbaikan kondisi dengan baik secara perlahan. Pada triwulan pertama, ekonomi Sulsel tumbuh 7,66 persen setelah mengalami kontraksi 0,21 persen dan angka kemiskinan dapat ditekan sekitar 15 ribu jiwa di triwulan kedua.

Sedangkan, Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari, menyebutkan, paripurna ini merupakan upaya mengenang momentum sejarah terbentuknya Sulsel. Berakhirnya perang Makassar pada tahun 1669 menjadi awal bangkitnya kesadaran mengembalikan hubungan persaudaraan sebagai awal tahun peringatan.

“Mengenang sejarah sangat penting, karena sejarah adalah bagian dari daya ingat dalam memotivasi kecakapan, kemampuan, kekuatan dan keteguhan dalam menjaga persatuan dan kesatuan demi keutuhan, kepaduan, kekokohan dan kejayaan bangsa dan negara yang kita cintai,” ujarnya.

Penghargaan dan bantuan-bantuan juga diberikan oleh Plt Gubernur Sulsel. Untuk penghargaan Kategori Penyelematan Aset Daerah Milik Sulsel berupa lahan Masjid Al-Markaz, Kategori Penyelamatan Aset Milik Pemprov yang dipisahkan berupa lahan Gedung Juang 45 ke Pemprov Sulsel, Kategori Pendampingan ke Pemprov Sulsel, Kategori Capaian Vaksinasi Tertinggi TP PKK kabupaten/kota – kecamatan – keluarahan/desa.

Pemberian santunan juga diberikan kepada istri dua prajurit TNI asal Sulsel yang gugur dalam penyerangan Pos Koramil Kisor, Kabupaten Maybrat, Papua Barat. Santunan yang diberikan Rp 15 juta. Santunan juga diberikan kepada 94 orang anak yatim piatu yang kehilangan orang tua akibat pandemi Covid-19, masing-masing Rp 2,5 juta.

Selanjutnya, penyerahan persetujuan pembangunan stasiun penyediaan kendaraan listrik umum di Kantor Gubernur Sulsel oleh GM PLN Unit Induk Sulselrabar kepada Plt Gubernur. Dalam kegiatan ini, ASN lingkup Pemprov Sulsel memberikan bantuan kita suci Al-Qur’an sebanyak 17.550 buah, yang akan didistribusikan ke pondok tahfiz di Sulsel. (*)

0 48

Bone, humas.sulselprov.go.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) tengah mempersiapkan bantuan logistik untuk korban terdampak bencana angin puting beliung di Kabupaten Bone.

Dari laporan Pusdalops PB BPBD Kabupaten Bone, bencana angin puting beliung itu terjadi di beberapa desa di Kecamatan Sibulue. Dimana hujan disertai angin kencang yang terjadi sejak Minggu 17 Oktober 2021 hingga Senin 18 Oktober 2021, mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan dan menyebabkan pohon tumbang yang menutup akses jalan desa.

Adapun lima desa yang terdampak angin kencang yakni Desa Pattiro Sompe, Desa Mabbiring, Desa Pasaka, Desa Tunreng Tellue, dan Desa Mallusetasi.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, memastikan pemenuhan kebutuhan bagi para korban terdampak angin kencang. Dirinya pun langsung menginstruksikan agar bantuan bisa tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat.

“Insya Allah, BPBD Provinsi bergerak siang ini (persiapan) untuk membantu logistik bagi korban angin puting beliung di Kecamatan Sibulue, Kabupaten bone,” kata Andi Sudirman, Selasa, 19 Oktober 2021.

Adapun bantuan yang akan disalurkan oleh BPBD Provinsi, berupa logistik pangan dan logistik shelter. (*)

0 52

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, menghadiri Sidang Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja secara virtual, pada Senin (18/10/2021).

Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan, pemerintah senantiasa mendukung kegiatan tersebut dan berharap ada sinergitas yang terbangun dengan pemerintah atas pelaksanaan kegiatan itu.

“Kita ini adalah pemerintah yang selalu mendukung kegiatan-kegiatan apapun yang dilaksanakan, dan bagaimana bersinergi dengan pemerintah kedepannya,” ujarnya.

Plt Gubernur juga menyampaikan komitmennya untuk pembangunan Tana Toraja dan Toraja Utara yang telah disampaikannya semasa kampanye lalu, untuk menghadirkan pembangunan secara merata dan berkeadilan. Komitmen itu telah diperlihatkan dengan banyaknya anggaran pemerintah yang dikucurkan untuk pembangunan dua daerah tersebut, yakni sebesar Rp 500 miliar.

“Sejak masa kampanye lalu, Andi Sudirman ‘Larampo pe meloi Toraya’ artinya kita tetap komitmen pada pembangunan Toraja dengan tetap memperhatikan dan mengalokasikan anggaran-anggaran pemerintah dalam rangka pembangunan yang merata dan berkeadilan, termasuk kepada dua Toraja,” tegasnya.

Andi Sudirman optimistis, di tahun 2022 akan lebih banyak pembangunan yang akan dilakukan di daerah itu. “Kami optimistis dan yakin kedepan banyak sekali yang akan kita bangun. Kedepan di tahun 2022, bagaimana pembangunan (Jalan) Batu Sitanduk-Saddang, meneruskan Bua-Rantepao yang masih ada pembebasan lahan karena masih ada tanah disana belum dibebaskan,” ungkapnya.

Dalam kegiatan itu, Plt Gubernur juga mengingatkan para tokoh masyarakat, tokoh agama, pendeta, jemaat gereja, dan juga masyarakat Toraja Utara, untuk tetap bersama-sama dengan agama lainnya mengedepankan toleransi dan berkolaborasi, serta bersinergi dengan pemerintah. (*)

0 86

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pelaksanaan Hari Jadi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang ke 352 tahun akan digelar pada Selasa 19 Oktober 2021. Perbaikan di berbagai sektor menjadi perhatian pemerintah provinsi untuk menjadikan Sulsel lebih baik.

Pelaksana Tugas Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengaku akan mereview kinerja Pemprov Sulsel untuk tahun 2021 ini, dengan berkomitmen melakukan recovery di semua keadaan.

“Termasuk sistem keuangan kita yang tadinya perkiraan sampai triliunan rupiah devisit, bisa kita recover menuju batas toleransi. Kita bisa membayar utang ratusan miliar rupiah, menyelesaikan program-program yang mandek dari beberapa tahun, dan merecovery program-program strategis,” jelasnya.

Untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, Plt Gubernur mengaku akan tetap melanjutkan pembangunan dan menuntaskan program infrastruktur yang menjadi prioritas.

“Bendungan Lalengrie yang tadinya banyak yang pesimis, alhamdulillah bisa selesai dan berjalan, sudah berfungsi,” ucapnya.

Salah satu yang menjadi fokus Pemprov di 352 Tahun Sulsel, kata Andi Sudirman, yakni upaya penyelamatan aset yang akan dilakukan secara perlahan tapi pasti. Dimana ada sejumlah aset pemerintah yang diakuinya harus dimanfaatkan dan diselamatkan.

Seperti halnya, laham masjid Al Markaz Al Islami yang nilainya triliunan, setelah beberapa tahun kalah dalam sidang gugatan pihak ketiga, akhirnya menang dalam kasasi. Kemudian, Gedung Juang 45 juga sudah diakuisisi oleh Pemprov setelah dikontrak oleh pihak ketiga selama 30 tahun.

“Termasuk tanah tumbuh yang nilainya ratusan miliar yang menjadi kewenangan provinsi harus kita selamatkan. Lego-lego yang tadinya nihil pendapatan, kita sudah recovery. Sudah ada pendapatan Rp 6 miliar, sudah dikelola Perusda dengan manajemen yang baik dan nanti akan kembali ke kita lagi,” jelasnya.

Penyelamatan aset di Latanete, lanjut Plt Gubernur, secara perlahan juga mulai akuisisi. “Nanti ada juga 75 yang bisa kita selesaikan administrasi dan tahapan proseduralnya. Penyelamatan aset yang sudah menimbun ratusan miliar rupiah anggaran seperti Masjid 99 Kubah yang sudah berapa tahun mangkrak yang sudah Rp 120 miliar masuk, mau kita tuntaskan,” tegasnya.

Dengan kondisi tersebut, ucap Plt Gubernur, nilai-nilai Budaya Kerja Pemprov Sulsel yakni, Sinergitas, Inovatif, Profesional, Akuntabel, Integritas, dan Tanggungjawab atau disingkat Sipakatau dapat diwujudkan dengan bekerja secara perlahan tapi pasti. Stadion Mattoanging juga akan mulai dilaksanakan secara bertahap.

“Kita bekerja ‘Slow But Sure’,” ungkapnya.

Ia menambahkan, di tahun 2021 ini seluruh perangkat daerah bisa tetap sabar dan optimistis dalam mengerjakan program prioritas. Sehingga di tahun 2022 nanti, kondisi keuangan Pemprov Sulsel bisa berjalan normal dan maksimal. (*)

0 41

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan telah memasang papan bicara pada aset milik negara di tanah tumbuh di Binangan, Barombong, Makassar, Kamis, 14 Oktober 2021 lalu.

Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengungkapkan, pemasangan papan bicara itu sebagai bentuk penertiban dan pengamanan atas aset pemerintah di tanah tumbuh seluas 6 hektar tersebut.

“Alhamdulillah pemasangan plang atas penguasaan lahan tanah tumbuh oleh Pemprov Sulsel 6 hektar ditertibkan/diamankan,” katanya, di Makassar, Sabtu, 16 Oktober 2021.

Menurutnya, pengamanan atas lahan itu merupakan upaya pemerintah provinsi melalui pendampingan Korgah KPK RI untuk tidak menjadi konflik serobotan oleh pihak yang tidak berhak.

“Bersama pendampingan Korgah KPK, tanah aset negara untuk dikuasai dalam radius kewenangan provinsi sebagai wilayah pesisir 12 mil untuk tidak menjadi konflik serobotan oleh pihak yang tidak berhak, termasuk ancaman pidana pada penerbitan surat-surat garapan dan lainnya” tegasnya.

Tidak hanya itu, Plt Gubernur mengungkapkan, penertiban aset negara digencarkan oleh Pemprov Sulsel bersama jajaran Polda, Kejati, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Korgah KPK dan seluruh instansi terkait.

Penertiban itu, lanjut Andi Sudirman, tidak lain untuk pemanfaatan peningkatan pendapatan daerah baik untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Penertiban ini dalam rangka pemanfaatan untuk peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang akhirnya bermuara pada pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat banyak,” tegasnya.

Pemasangan plang/papan bicara di kawasan tersebut, dilakukan tim penertiban yang terdiri dari BKAD (Badan Keuangan dan Aset Daerah), Biro Hukum dan Satpol PP Pemprov Sulsel tersebut berkerjasama dengan Satgas Koordinasi Pencegahan (Korgah) KPK RI. (*)