Tags Posts tagged with "Abdul Hayat Gani"

Abdul Hayat Gani

0 153

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) tentang perkeretaapian, yang berlangsung di Toraja Room Kantor Gubernur Sulsel, Senin, 14 Februari 2022.

Abdul Hayat mengatakan, produk dari rapat ini adalah implementatif. Sehingga berbicara tentang prioritas kebijakan nasional, salah satunya adalah yang ada di Garongkong.

Menurutnya, ini adalah bagian dari infrastruktur, yang tujuannya adalah Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Meskipun masih dalam situasi pandemi, pekerjaan harus tetap berjalan.

“Apa yang kita lakukan hari ini, instrumen penting untuk mendorong sekuat tenaga kita agar optimalisasi harus jalan,” ucap Abdul Hayat.

Di tempat yang sama, Kepala Balai Pengelola Kereta Api Sulsel, Amanna Gappa, mengatakan, di Garongkong sebenarnya bukan jalur kereta api. Tetapi stok up, yakni penumpukan untuk pengangkutan barang.

Ia menambahkan, pihaknya juga fokus melakukan pembangunan stokyard dalam rangka mendukung angkutan logistik. “Jadi, tidak hanya fokus ke angkutan penumpang akan tetapi juga fokus ke angkutan barang,” jelasnya.

Terkait masalah pembebasan lahan di kawasan itu, Amanna Gappa menjelaskan, lahan itu masuk wilayah mangrove dan DAS dan merupakan tanah negara. Sedangkan untuk jalur utama, masalah lahan sudah selesai dan fokus terhadap percepatan konstruksi.

“Semoga di Bulan Juni nanti, badan jalan sudah sesuai dengan rencana, kemudian tahapan selanjutnya adalah pemasangan rel sekitar dua bulan, di bulan Agustus kita sudah bisa trail. Jika kita sudah bisa trail, maka optimistis Oktober sudah siap dioperasikan secara penuh,” terangnya.

Hadir dalam rapat tersebut, Kepala Dinas Perkimtan Sulsel Iqbal Suhaeb, Perwakilan ATR/BPN Kabupaten Barru, Perwakilan dari Dinas KLH, dan Perwakilan dari Dinas KKP. (*)

0 310

Sorowako, humas.sulselprov.go.id – Sekertaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Abdul Hayat Gani, memimpin upacara penutupan bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di PT Vale Indonesia, Luwu Timur, Sabtu 12 Februari 2022.

Abdul Hayat menjelaskan, berbagai kondisi saat ini tentunya tidak boleh menurunkan semangat untuk tetap produktif dan menerapkan standar K3 sebagai salah satu upaya alternatif yang dapat dilakukan.

Sebelum pandemi Сovid-19, Sulsel memiliki trend positif capaian IPM, yakni dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terjadi peningkatan yang menggembirakan. Dari peringkat 23 nasional melaju hingga berada pada kisaran 15 – 17 nasional.

Pada saat yang sama, pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 7,3 persen hingga 8,05 persen. Serta Pendapatan Perkapita mencapai Rp 40 juta.

“Saya meyakini implementasi standar K3 merupakan salah satu opsi dalam upaya mengembalikan kemajuan yang telah dicapai sebelumnya. Alhamdulillah, tahun ini meski belum keluar dari pandemi, sepenuhnya kondisi pertumbuhan ekonomi Sulsel di 2021 dibanding tahun 2020 tumbuh sebesar 4,65 persen,” ungkap Abdul Hayat.

Ia menambahkan, Pemprov Sulsel memiliki komitmen yang kuat dalam mendorong implementasi K3, melalui visi menjadikan K3 sebagai salah satu faktor pendorong peningkatan daya Sulsel. Dengan mengemban misi, meningkatkan daya saing produk, daya saing SDM dan daya saing investasi.

Pemprov Sulsel juga merasa bersyukur bahwa pada tahun 2021 salah satu perusahaan di Sulsel, telah memperoleh penghargaan K3 internasional, yakni ASEAN OSHNET AWARD.

“PT. Trakindo Site Sorowako saya menyampaikan selamat atas prestasi tersebut, semoga menjadi pemantik bagi perusahaan lainnya,” ujarnya.

Pemprov Sulsel juga berharap upacara bulan K3 ini, tidak semata bersifat seremonial. Namun benar-benar dapat mengingatkan kita bersama untuk senantiasa mendorong semangat pembudayaan K3 dalam rangka meningkatkan kualitas hidup tenaga kerja dan keluarganya, dan meningkatkan kualitas produk di Sulsel.

“Kepada semua pihak yang
telah berkontribusi dalam pemajuan penerapan standar K3. Pemprov Sulsel menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak,” tutupnya.

Hadir pada acara tersebut, Asisten III Pemprov Sulsel, Tautoto Tanaranggina, Sekda Luwu Timur, Ketua DPRD Luwu Timur, Perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan RI, dan Direktur ProsQQes Plant PT Vale Indonesia Jinan Syakir. (*)

0 117

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, menerima Kunjungan Kerja (Kunker) Badan Legislasi DPR RI, di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulsel, Selasa, 8 Februari 2022. Kunjungan tersebut dalam rangka Sosialisasi Proglegnas RUU Prioritas Tahun 2022.

Achmad Baidowi selaku Ketua Tim Badan Legislasi DPR RI, sangat berterima kasih kepada Pemprov Sulsel yang telah menerima para rombongan Badan Legislasi DPR RI di Baruga Lounge, sebagai tempat aspirasi masyarakat.

Ia juga menginformasikan bahwa pada masa persidangan ketiga tahun sidang 2021/2022, Badan Legislasi telah membentuk tiga tim untuk kunjungan kerja. Yakni ke Provinsi Sulsel, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Riau.

Kunker ini dalam rangka Sosialisasi Proglegnas RUU Prioritas tahun 2022 dan Prolegnas Perubahan ke III Tahun 202/2024.

“Dalam kegiatan sosialisasi Proglegnas ini, Badan Legislasi DPR memiliki beberapa tujuan, yakni terjalinnya komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat dengan pemerintah daerah terkait pembentukan undang-undang yang sudah ditetapkan, baik prioritas maupun Proglegnas dalam jangka menengah,” ucapnya.

Kemudian, lanjut Achmad Baidowi, yang kedua adalah tersuratnya aspirasi masyarakat di daerah dan pemerintah daerah yang memiliki kepentingan terhadap beberapa atau keseluruhan RUU yang ada dalam Proglegnas prioritas dan Proglegnas dalam jangka menengah.

Sementara itu, Abdul Hayat menyampaikan, Pemprov Sulsel mengapresiasi kunjungan Badan Legislasi DPR RI yang terus aktif dan bekerja keras di tengah kondisi pandemi saat ini.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas kunjungannya ke Sulsel, serta bantuan yang telah diberikan pemerintah pusat baik dari unsur legislatif maupun eksekutif, dalam menghadapi pandemi COVID 19 di Sulsel.

Sesuai dengan tujuan kunjungan kerja ini, merupakan fungsi kinerja anggota DPR RI dan untuk mensosialisasikan tahap II Prolegnas Rancangan Undang-Undang Prioritas Tahun 2022.

“Untuk itu, diharapkan pencapaian dari kunjungan kerja ini dapat memberi solusi konkret yang bisa dihasilkan atau ditindaklanjuti,” ujarnya.

Abdul Hayat menjelaskan, DPR sebagai badan perwakilan rakyat yang memiliki fungsi legislasi menjadi jawaban bahwa DPR sebagai lembaga yang legitimate mewakili rakyat beserta kehendak-kehendak rakyat guna dituangkan dalam kebijakan yang nantinya dibahas dengan kepala daerah.

Menurutnya, jika fungsi legislasi ini dapat berjalan secara efektif, maka tentu juga akan mendukung pula berjalannya kedua fungsi DPR yang lain yaitu fungsi anggaran dan fungsi pengawasan.

Untuk itu, dalam Prolegnas Prioritas Tahun 2022 tentu terdapat banyak Rancangan Undang-Undang (RUU) yang juga mendapat perhatian luas dari rakyat Indonesia.

Dimana, kata Abdul Hayat, diantaranya RUU TPKS (Tindak Pidana Kekerasan Seksual) dan Cipta Karya yang sudah menjadi kebutuhan hukum di negara kita ini.

“Saya berharap semoga kegiatan ini, akademisi, aktifis LSM dan seluruh lapisan masyarakat dapat memberikan masukan, sehingga setiap RUU yang akan ditetapkan menjadi Undang-Undang senantiasa mencerminkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat,” harapnya.

Hadir dalam kunjungan ini, Anggota Badan Legislasi Putra Nababan dari Komisi X, Forkopimda Sulsel, Akademisi Unhas, UMI, Kepala OPD lingkup Pemprov Sulsel. (*)

0 115

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, berharap, kebhinekaan dijadikan sebagai pondasi kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik di Indonesia, khususnya di Sulsel.

Hal tersebut disampaikan, pada acara Temu Hari Imlek 2022 dengan mengusung tema Cinta Kasih dalam Kebhinekaan, yang dilaksanakan di Hotel Phinisi Poin, Sabtu, 5 Februari 2022.

Dalam kesempatannya, Abdul Hayat mengatakan, Imlek ini merupakan bagian penting untuk merefleksi diri apa yang telah dilewati menjadi evaluasi yang kuat untuk memperbaiki silaturahim guna memperbaiki kerukunan, kekeluargaan untuk membangun Sulsel.

“Kebhinekaan Indonesia adalah pondasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Inilah benteng persatuan tetap tegaknya Indonesia,” ucap Abdul Hayat.

Bagi Abdul Hayat, beragam etnis dan agama yang hidup dan bermasyarakat di Indonesia merupakan salah satu kekayaan yang perlu dijaga kedamaiannya.

Di tempat yang sama, Peter Gosal menyampaikan, karena ini masih kondisi masa pandemi Covid-19, seluruh warga Tionghoa yang ada di Makassar dan di Sulsel memutuskan perayaan Imlek diadakan secara hybrid atau dilakukan secara virtual zoom meeting.

“Momentum perayaan Imlek ini, kami sampaikan kepada para masyarakat Tionghoa dikarenakan Corona ini masih sangat mengkhawatirkan. Untuk itu, mari kita bersama-sama menerapkan 5 M dan protokol kesehatan agar kita terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdan Pomanto, mengatakan, perayaan Imlek tahun ini adalah tantangan. Sehingga, dirinya berterima kasih kepada semua yang merayakan Imlek karena dirinya mendatangi tiga Klenteng yang ada di Makassar dan semuanya ketat dalam menjalankan protokol kesehatan.

Hadir dalam acara ini, Ketua Umum Permabudhi Prof.dr.Philip K.Widjaja, Ketua Umum Perhimpunan INTI Teddy Sugianto, Ketua Umum PSMTI David Herman Jaya, Staf Ahli Pemprov Sulsel Suherman, Kepala Dispenda Sulsel Andi Sumardi, Ketua Dewan Pembina Yayasan Budi Luhur Benny Phie, dan hadir secara virtual Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Kapolda Sulsel Nana Sudjana, Ketua DPRD Sulsel, dan Ketua FKUB Sulsel. (*)

0 254

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Ketua Markas Daerah Pemuda Panca Marga (PPM) Sulsel, Abdul Hayat Gani, menyerukan kepada seluruh pengurus PPM se-Sulsel untuk melanjutkan perjuangan dengan sama-sama membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurut Abdul Hayat, mengabdikan diri untuk negara tercinta tentunya harus mengambil peran penting demi mengawal cita-cita bangsa ini.

“Saya harap ini menjadi refleksi perjalanan Bangsa Indonesia. Dengan memperingati hari ulang tahun Pemuda Panca Marga ini, kita semua harus mengambil peran,” kata Abdul Hayat dalam pidato HUT Ke-41 Markas Daerah PPM Sulsel, di Kantor PUTR Sulsel, Minggu 30 Januari 2022.

Dengan mengendepankan kegotongroyongan, kekeluargaan, etos kerja yang tinggi dan disiplin bagi seluruh anggota, dianggapnya paling penting untuk mempersembahkan peran PPM untuk masyarakat Sulsel.

“Peran dan fungsi PPM harus konkrit dan melestarikan nilai-nilai UUD 1945. Harus memperhatikan empat pilar yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” tutur Sekprov Sulsel.

Eks Direktur Pemberantasan Kemiskinan Kemensos RI ini, mengajak PPM Sulsel untuk sama-sama mengawal dan mendukung pemerintahan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dengan mengambil peran penting didalamnya.

“Kita mulai mendorong kinerja dari PPM untuk mendukung kinerja dari Bapak Gubernur. Kita sudah mulai mengambil peran sejak natal. Kita menjaga titip orang tua kita, kita harus berdampingan dengan pemerintahan,” ajaknya.

Abdul Hayat menyampaikan kepada seluruh hadirin, Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) yang hadir di tengah-tengah perayaan HUT PPM Ke-41 ini masih memiliki semangat juang untuk membela NKRI.

“Saya kira sudah menyaksikan orang tua kita yang rata-rata umurnya 60-80 tahun tapi masih terjaga semangat juangnya. Kita kibarkan bendera kita, kita kibarkan bendera kita, kita kibarkan bendera kita. Sengaja saya ucapkan tiga kali pengibaran bendera untuk negara tercinta,” tutupnya. (*)

0 154

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, menghadiri acara webinar Mitigasi Kebencanaan dan Kegawatdaruratan Medis Sulawesi Selatan Tahun 2022, yang berlangsung secara virtual zoom meeting, di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulsel, Sabtu, 29 Januari 2022.

Dalam kesempatan itu, Abdul Hayat menyampaikan, atas nama Pemerintah Provinsi Sulsel, ia mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Jaringan Peduli Kesehatan (JAPIK) Indonesia bekerjasama dengan Relawan Andi Amran Sulaiman (RAAS) Indonesia dan kontributor lainnya, yang telah mengupayakan kegiatan ini sebagai bagian dari bentuk kepedulian dan perhatian terhadap upaya mitigasi. Khususnya dalam kebencanaan dan kegawadaruratan medis di Sulsel.

Mitigasi kebencanaan dan kegawatdaruratan medis, merupakan suatu program yang sejalan dengan harapan dan tujuan Pemerintah Provinsi Sulsel dalam upaya terus menerus mendorong pihak terkait, untuk ikut bersama-sama mengambil bagian dalam upaya peningkatan layanan kesehatan.

“Hal ini tentu tidak terlepas dari besarnya tuntutan dan ekspektasi masyarakat terhadap layanan pemerintah atau pihak terkait untuk menyiapkan banyak hal jika terjadi bencana atau kegawatdaruratan,” ucap Abdul Hayat.

Untuk itu, tahapan mulai dari upaya kesiapsiagaan, tanggap darurat hingga tahap rehabilitasi dan konstruksi, perlu dipahami dan disiapkan dengan baik. Demikian pula dengan keseluruhan tahapan penanggulangan bencana. Mulai dari manajemen risiko bencana, manajemen kedaruratan, hingga manajemen pemulihan juga perlu dilakukan dengan konsep dan pelatihan yang baik dalam satu sistem yang terpadu dan terorganisir.

“Upaya mitigasi dapat menjadi solusi atas kebencanaan dan kegawatdaruratan medis yang mungkin saja akan terjadi nantinya,” katanya.

Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus menerus bersinergi untuk menyiapkan program upaya pencegahan dan pengendalian penyakit. Termasuk upaya mitigasi kebencanaan dan kedaruratan medis sesuai standar melalui sumber dana APBN, APBD dan sumber dana lainnya.

“Kami berharap melalui webinar ini menjadi momentum bagi kita untuk memberikan dukungan dan menjadi motivasi untuk tetap memperhatikan secara konsisten upaya mitigasi, apalagi di saat situasi pandemi,” pungkasnya. (*)

0 214

Luwu, humas.sulselprov.go.id – Bupati Luwu, Basmin Mattayang, menyerahkan sebuah buku prosa puitis Romansa Purba dalam Stanza I La Galigo kepada Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, pada pelaksanaan Pekan Budaya 2022 Sengerenna Luwu, di Area Baruga Arung Senga Belopa, Minggu, 23 Januari 2022.

Buku ini ditulis oleh penyair dan sastrawan putra Tana Luwu, Alvin Shul Vatrick, dalam kurung waktu 14 bulan dengan penuh kesabaran dalam menjaga pranata serta penerjemahan banyak kata berbahasa To Ware’. Bahasa yang kemudian disebut bahasa Bugis kuno oleh para ahli. Sehingga terbitlah buku yang mudah dicerna.

Basmin menyebutkan, naskah I La Galigo adalah karya sastra paling tebal sedunia, mengalahkan epik legendaris dari India, Mahabharata.

“Ia menerjemahkan I la Galigo ke dalam Bahasa Indonesia. Buku yang lebih tebal dari Mahabarata dan tertua di dunia,” katanya, saat menyerahkan karya tersebut.

Abdul Hayat yang menerima buku tersebut menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kerja keras Alvin Shul.

“Selamat dinda, ini karya yang luar biasa. Ini bisa dibaca masyarakat Tana Luwu. Kembali mempelajari pesan-pesan serta nilai-nilai yang diwariskan,” sebutnya.

Alvin Shul menyampaikan rasa haru atas apresiasi yang diberikan pada karya yang dikerjakannya selama 14 bulan tersebut.

“I La Galigo ini identitas kita sebagai orang Luwu. Ada keharuan tersendiri bagi saya buku tersebut diterima oleh beliau,” ucapnya sambil menyeka air mata.

Alvin Shul adalah seorang praktisi sastra yang berijasah terakhir SMP. Namun banyak berkiprah di dunia perpuisian sebagai salah satu penyair nasional dari Luwu yang kerap diundang sebagai pembicara di berbagai perhelatan sastra dan budaya di tingkat nasional, ASEAN dan internasional.

Keseluruhan isi dari buku Romansa Purba dalam Stanza I La Galigo sendiri adalah sadur bebas dari naskah Kitab Lontara I La Galigo salinan Colliq Pujie Arung Pancana Toa dari Lontara I La Galigo yang berasal dari berbagai daerah di Sulsel dikumpulkan oleh Dr. BF Matthes pada tahun 1848. Kemudian, sebanyak 12 jilid disimpan di Perpustakaan Leiden Belanda dengan nomor perpusatakaan NBG.188.

Berkat kegigihannya yang ingin masyarakat Tana Luwu kembali mempelajari pesan-pesan serta nilai-nilai yang diwariskan oleh para pendahulu Tana Luwu, sehingga Wija To Luwu tidak kehilangan identitas di kemudian hari.

“Semoga buku ini bisa menjadi refensi ke depannya tentang Budaya Tana Luwu,” harapnya. (*)

0 177

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Sekertaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, mengapresiasi fungsi evaluasi dan kontrol Komite II Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) khusus untuk Sulsel.

“Kami sangat mengapresiasi kedatangan Bapak Pimpinan dari Komite II DPD RI dan seluruh anggota untuk melakukan evaluasi dan kontrol,” kata Abdul Hayat dalam sambutan selamat datangnya, di Ruang Rapim, Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Senin, 25 Januari 2022.

Menurut Abdul Hayat, Pemprov Sulsel terus update dalam mengikuti perkembangan zaman, termasuk mengikuti kemajuan teknologi dan informasi.

“Di Sulawesi Selatan harus selalu mengikuti perkembangan zaman termasuk mengenai pelayaran,” ungkap eks Direktur Kemiskinan Kemensos RI itu.

Sementara itu, Pimpinan Komite II DPD RI, Lukky Semen, berharap, kepada seluruh stakeholder yang hadir dalam acara kunjungan senator ini dapat disampaikan semua kendala masing-masing, baik perwakilan dari Kementerian maupun dari Pemprov Sulsel.

“Dapat menyampaikan permasalahan dalam pertemuan ini untuk dilakukan evaluasi oleh DPD RI dalam hal ini Komite II DPD RI. Kita ingin mendengar apa penyampaian dari seluruh dinas dan kementerian untuk menjadi bahan evaluasi kami di DPD RI,” kata Lukky Semen, saat memulai pertemuan tersebut.

Mewakili pimpinan dan seluruh anggota senator yang berkunjung kali ini, Lukky Semen mengucapkan terimakasih dan apresiasi atas sambutan yang luar biasa dari Pemprov Sulsel.

“Saya mengucapkan terimakasih atas sambutan yang luar biasa ini dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dalam hal ini Bapak Gubernur dan Sekda,” tuturnya.

Hadir dalam kunjungan tersebut, Pimpinan Komite II DPD RI Lukky Semen, Andi Muh Ihsan, Dr Badikenita BR Sitepu, adapun anggota Benty Eka Widi Pratiwi, Adilla Azis, Angelius Wake Kako, H. Habib Hamid Abdullah, Aji Mirni Mawarni, Stefanus B.A.N Low, Dewi Sartika Hemeto, Andri Prayoga Putra Singkarpu, Anna Lutocunsina, Namto Roba dan Mamberob Y Rumakiek. (*)

0 274

Luwu, humas.sulselprov.go.id – Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, membuka Pekan Budaya 2022 Sengerenna Luwu, di Area Baruga Arung Senga Belopa, Minggu, 23 Januari 2022.
Bersama Bupati dan Ketua DPRD Luwu, ia naik becak dari Lapangan Andi Djemma. Iring-iringan ini ripadduppai lellung atau disambut payung kehormatan tarian Pangranjen. Ini adalah tarian yang diangkat dari tarian perang etnis Basse Sangtempe Luwu.

Dahulu kala tarian ini menggambarkan semangat yang menyala-nyala dari pasukan perang, baik laki-laki maupun perempuan dalam mempertahankan kebenaran. Semangat digambarkan oleh kibasan penai atau pedang yang selalu diimbangi dengan pertimbangan matang yang digambarkan oleh gemulai penari perempuan.

Dengan pengguntingan pita, Sekprov Sulsel secara resmi membuka acara yang berlangsung dari 23-26 Januari 2022. Adapun item kegiatan yang ditampilkan berupa, pameran pusaka, lomba kegiatan tradisional seperti, permainan gasing, ma’balendo, penampilan talen Wija to Luwu, Baca Puisi, Dongeng Berbahas Daerah, penampilan tari tradisional dari beberapa Komunitas Sanggar Seni yang ada di Kabupaten Luwu.

“Apa yang ada kita lestarikan, apa yang menjadi miliki kita perlu dilestarikan, seperti seni dan budaya kita yang berasal dari Tana Luwu ini,” kata Abdul Hayat Gani.

Selanjutnya, di Baruga Arung Senga, ia diperlihatkan sejumlah benda pusaka dan juga karya seni dari seniman lokal seperti lukisan.

Ia menyebutkan, bahwa negara-negara maju menjadi kuat juga karena mempertahankan budaya. Seperti Jepang dan Amerika Serikat. Selain ekonomi, pertahanan, juga seni dan budayanya.

Selanjutnya, ia bersama Bupati Luwu, Basmin Mattayang bermain gassing tradisional. Permainan tradisional ini dimainkan rakyat. Bukan hanya anak-anak tetapi juga dewasa. Dengan menggunakan baju adat, sekali melemparkan gasing ke tanah dan berhasil terputar.

Gassing yang dimainkan merupakan buatan masyarakat Desa Marinding dan Desa Kadong-kadong, Kecamatan Bajo Barat. Dan hingga saat ini masih dapat ditemukan dimainkan di desa tersebut dan desa lainnya.

“Ini bagian sangat penting sekali bagaimana kita tahu, seperti apa model interaksi sosial pendahulu kita,” sebutnya.

Kemudian terakhir melihat pertunjukan ma’balendo. Ma’ berarti memegang dan balendo adalah menumbuk padi. Kesenian ini merupakan ciri khas masyarakat Luwu. Kesenian ini lebih banyak digelar saat pesta panen. Ma’balendo juga merupakan aset dan ciri khas masyarakat Luwu. Melalui Ma’balendo mereka bisa mempererat tali persaudaraan. Dan juga sebagai rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberikan hasil panen yang berhasil berupa padi.

Sebelum beranjak kembali ke Makassar, Abdul Hayat diberikan buku prosa puitis bertajuk Ramansa Purba Dalam I La Galigo, yang ditulis selama 14 bulan oleh penyair/sastrawan putra Tana Luwu Alvin Shul Vatrick.

“Karya yang luar biasa, melalui buku ini kita bisa membaca kembali pesan-pesan serta nilai-nilai oleh para pendahulu kita,” ungkapnya.

Adapun Pemerhati Budaya Luwu, Syamsul Hilal yang menjadi pemandu menjelaskan, peralatan yang ada di pameran ini. Seperti kawali (badik), tempat meludah raja Luwu.

“Kami juga menujukkan peralatan yang sering disebut di I La Galigo. Ada lampu-lampu (penerangan) orang dulu, ada juga tempat meludah yang terbuat dari kuningan,” jelasnya. (*)

0 351

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Abdul Hayat Gani, menghadiri puncak peringatan Hari Jadi Luwu (HJL) ke-754 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPPL) ke-76, serta Hari Jadi Kota Belopa ke-16, yang dilaksanakan di Rumah Jabatan Bupati Luwu, Minggu, 23 Januari 2022.

“Terima kasih atas undangan ini. Tentu Pemprov Sulsel sangat mengapresiasi momentum ini,” kata Abdul Hayat Gani.

Peringatan ini mengangkat tema‘Mewujudkan Ekonomi Bangkit, Menuju Tana Luwu yang Maju. Tema ini diangkat sejalan dengan kondisi yang dihadapi Tana Luwu di era pandemi Covid-19, bangkit melakukan pemulihan ekonomi dan daerah yang lebih maju.

“Bagaimanapun juga di awal tahun 2022, ini merupakan momentum kebangkitan pemulihan ekonomi nasional,” ujarnya.

Ia menyampaikan pesan khusus agar teladan dari para pendahulu dapat diikuti, terutama bagi generasi muda.

“Kita melihat tadi mulai dari sejarah Datu Luwu sampai sekarang ini penuh dengan perjuangan. Karena itu kepada generasi muda, generasi milenial, tentu makna yang dikandung itu sangat-sangat fundamental. Kita tidak bisa sia-siakan perjuangan para pendahulu kita,” ucapnya.

Abdul Hayat yang mewakili Plt Gubernur Sulsel, pada kesempatan ini menyerahkan secara langsung satu unit bantuan mobil Toyota Hilux Double Cabin 4X4 kepada Pemda Luwu, bantuan dari Bank Sulselbar.

Sementara, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, yang menghadiri secara virtual, menyerahkan Bantuan Keuangan Daerah Tahun 2022 kepada Luwu senilai Rp 17 miliar. Ia menekankan agar Pemda Luwu bergegas melakukan realisasi pada anggaran bantuan ini agar bisa terserap dan dapat dinikmati masyarakat secara cepat serta dimanfaatkan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Luwu, Basmin Mattayang, menyebutkan, peringatan ini merupakan satu momen yang sangat tepat bagi Wija To Luwu, menjadi ajang silaturahim, memperkokoh kebersamaan dan persatuan. Adapun di masa pandemi dengan keterbatasan anggaran, baik karena refokusing atau pendapatan daerah yang menurun, masih dapat melaksanakan beragam program pembangunan, baik fisik, sosial dan ekonomi.

“Bahwa alhamdulillah, Kabupaten Luwu pada tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Luwu masih dapat membangun jalan sepanjang 105, 23 Km. Itu sangat luar biasa. Dan jembatan sebanyak 30 unit,” paparnya.

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas antar wilayah dan harapan menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. (*)

0 242
Luwu, humas.sulselprov.go.id - Musibah banjir melanda Kabupaten Luwu, Senin, 14 Maret 2022 sekitar pukul 17.30 Wita. Banjir ini diakibatkan hujan deras yang berlangsung lama....