Tags Posts tagged with "Abdul Hayat Gani"

Abdul Hayat Gani

0 68

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Sekertaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, melantik tiga pejabat fungsional ahli utama di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel.

Pelantikan jabatan fungsional ahli utama tersebut berdasarkan keputusan Presiden RI dengan nomor 41/M Tahun 2021 Tgl. 3-9-2021, atas nama dr. Taufik Imran, Sp.An., NIP.196908052000031009, jabatan dokter ahli utama, di RSUD Sayang Rakyat pada Dinas Kesehatan Sulsel.

Kemudian, berdasarkan nomor 43/M Tahun 2021 Tgl. 27-9-2021, atas nama dr. Naomi, NIP. 196202161998032002, dengan jabatan dokter ahli utama, di RSKD Dadi pada Dinas Kesehatan Sulsel. Dan nomor 43/M Tahun 2021 Tgl. 27-9-2021, atas nama dr. Andi Amal Alamsyah M., NIP. 196712042000031003, dengan jabatan dokter ahli utama, di RSKD Dadi pada Dinas Kesehatan Sulsel.

Pengangkatan jabatan fungsional ahli utama tersebut sesuai peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara RI Nomor 13 Tahun 2019 tentang Pengusulan, Penetapan, dan Pembinaan Jabatan Fungsional PNS, dinyatakan bahwa PNS yang diangkat dalam jabatan fungsional wajib dilantik dan diambil sumpah menurut agama atau kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Abdul Hayat berharap, pasca pelantikan tersebut yang bersangkutan dapat menjalankan amanah dan tanggung jawab sesuai ketentuan berlaku di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulsel.

“Saya berharap dengan jabatan fungsional ini Bapak Ibu lebih amanah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di tempatnya masing-masing,” harap Abdul Hayat pasca pelantikan, di Ruang Kerja Sekda, Selasa, 16 November 2021. (*)

0 117

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Sekertaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, mensupport penuh kemajuan pelayanan publik lewat forum inspirasi Sulsel yang digagas KOMPAK.

KOMPAK merupakan program kemitraan Pemerintah Australia dan Indonesia yang mendukung upaya pemerintah Indonesia untuk mengurangi kemiskinan melalui peningkatan pelayanan dasar dan kesempatan ekonomi bagi masyarakat miskin dan rentan.

“Jadi saya kira hari ini Pemprov sangat mengapresiasi kegiatan seperti. Dan Pemprov Sulsel tidak hanya berhenti sampai disini. Kita akan terus menciptakan inovasi pelayanan,” ungkap Abdul Hayat dalam acara peningkatan pelayanan publik untuk Sulsel yang melayani, inovatif, dan berkarakter, di Hotel Claro Makassar, Kamis 11 November 2021.

Menurut Abdul Hayat, kerjasama tim merupakan kunci kesuksesan dalam menjalankan sebuah amanah. Lewat KOMPAK ini sudah menunjukkan kerja-kerja keras meskipun disaat pandemi Covid-19 ini.

“Kita di Provinsi adalah support sistem. Jadi tidak ada orang hebat yang bekerja sendiri, tapi itu dikerjakan sama-sama. Nah ini sudah kelihatan. Kurangi diskusi dan perbanyak eksekusi,” tuturnya.

Sementara itu, Team Leader KOMPAK, Arina Winoto, mengaku, metode pemerintah provinsi Sulsel maupun kabupaten kota di Sulsel cenderung menggunakan kearifan lokal untuk mengurangi angka kemiskinan, terkusus di Kabupaten Bantaeng dan Pangkep.

“Pada kesempatan ini kami ingin menyampaikan terimakasih kepada pemerintah provinsi Sulsel, Kabupaten Bantaeng dan Luwu Utara yang sudah bekerjasama sama dengan KOMPAK selama ini,” katanya.

Dirinya menyampaikan terimakasih juga kepada Pemerintah Australia yang ada di Makassar, yang selalu memberikan peluang kepada pemerintah provinsi Sulsel untuk terus menerapkan strategi baru dalam menangani kemiskinan.

“Terimakasih kepada Pemerintah Australia atas dukungan serta selalu memberikan kami kemajuan-kemajuan baru untuk provinsi ini. Selamat bagi yang lain, yang ingin mencontohkan apa yang kami lakukan di Sulawesi Selatan,” tutupnya. (*)

0 145

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Deputi Bidang Kemasyarakatan dan Kependudukan Bappenas RI, Drs Pungky Sumadi, mengapresiasi keberhasilan inovasi Pemprov Sulsel, baik di bidang kesehatan, pendidikan maupun pelayanan publik lainnya.

“Bapak Sekda kami ucapkan terimakasih banyak yang setinggi-tingginya kepada pemerintah provinsi yang sudah menjalankan betul apa yang kami berikan dari Bappenas mengenai pelayanan kepada masyarakat. Ini adalah keberhasilan Bapak Sekda,” ujar Pungky Sumadi dalam sambutannya, pada kegiatan Forum Inspirasi Sulsel, di Hotel Claro Makassar, Kamis 11 November 2021.

Menurut dia, kegiatan semacam ini merupakan momentum bagi para kepala daerah dan seluruh stakeholder agar mendapatkan pelajaran bagaimana mengatasi masalah kesehatan pelayanan publik di daerahnya masing-masing.

“Forum ini adalah kesempatan yang baik bagi seluruh daerah untuk mendapatkan pembelajaran, khususnya untuk pemberantasan kemiskinan,” harapnya.

Sementara itu, Sekertaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, mengaku, kegiatan seperti ini merupakan bentuk kolaborasi dan koordinasi yang baik antara pihak terkait, untuk mewujudkan pelayanan terbaik untuk masyarakat.

“Pemprov tentu memberikan apresiasi di tengah pandemi Covid-19 ini masih ada inovasi yang bisa dilakukan,” katanya.

Sesuai cita-cita bangsa, bagaimana agar sama-sama membangun badannya, membangun jiwa segenap bangsa ini, supaya betul-betul bisa dinikmati oleh masyarakat apa yang menjadi kebijakan pemerintah.

“Nah untuk mewujudkan itu pemerintah harus hadir di tengah-tengah masyarakat. Makanya saya sampaikan untuk OPD agar kurangi ke pusat, perbanyak ke daerah agar mengetahui keadaan masyarakat,” jelasnya.

Adapun inovasi pemerintah provinsi maupun kabupaten kota di Sulsel selama pendampingan dari KOMPAK melalui program kemitraan Pemerintah Australia dan Indonesia yang mendukung upaya pemerintah Indonesia untuk mengurangi kemiskinan melalui peningkatan pelayanan dasar dan kesempatan ekonomi bagi masyarakat miskin dan rentan.

Terdiri dari inovasi kelas perahu untuk mengatasi generasi penerus yang putus sekolah, karena ikut orang tua kelaut. Kemudian pelayanan kesehatan yang berkualitas, layanan khusus masyarakat di Desa melalui Aspirasi BPD, Bendera Saskia (Satu Bendera Satu Sasaran Kesehatan), ANC Hipnoterapis dan Dongkel Wait Mobile Library. (*)

0 84

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, membuka secara resmi Kongres II Konfederasi Serikat Nusantara (KSN), yang dilaksanakan di Hotel Grand Asia Makassar, Rabu, 3 November 2021. Iapun mengapresiasi pelaksanaan kongres, dan berharap agar lahir pemikiran yang solutif dalam memperbaiki tatanan kehidupan rakyat. Khususnya bagi para pekerja/buruh dalam memantapkan langkah pengembangan organisasi, seiring dengan perkembangan zaman dengan segala dinamika dan tantangannya.

“Pandemi Covid-19 dan era revolusi industri 4.0 membuat tatanan kehidupan di dunia kerja menjadi berubah,” kata Abdul Hayat.

Ia mengungkapkan, terhambatnya aktivitas perekonomian akibat pandemi, secara otomatis membuat pelaku usaha melakukan efisiensi untuk menekan kerugian. Akibatnya, banyak pekerja yang dirumahkan atau bahkan diberhentikan. Untuk itu, diperlukan kebijakan yang tepat dalam menanggulangi dampak yang ditimbulkan.

“Kebijakan yang dibuat tentu harus ditujukan untuk melindungi dan mengembalikan kesejahteraan masyarakat yang terdampak pandemi. Dan pemerintah harus turun tangan dalam mempersiapkan sumber daya manusia sesuai dengan kebutuhan dunia kerja pasca pandemi,” ujarnya.

Menurut Abdul Hayat, KSN sebagai salah satu organisasi pekerja diharapkan menjadi wadah untuk menyalurkan aspirasi, berdiskusi dan mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi para pekerja. Isu angkatan kerja, pengangguran, dan orang miskin, adalah hal yang senantiasa harus didiskusikan untuk mendapatkan solusi pemecahannya.

“Semoga berbagai isu-isu tersebut pada kongres ini, menjadi langkah awal dalam komitmen yang nyata bagi seluruh rakyat untuk turut serta berperan aktif dalam mempercepat penyelenggaraan ketenagakerjaan yang lebih baik. Tentunya, kami dari Pemprov Sulsel mengajak pengurus dan anggota KSN Sulsel untuk turut serta bersinergi dan berkolaborasi dalam upaya pencegahan dan penanganan pandemi,” harapnya.

Sementara, Presiden KSN, Mukhtar Guntur Kilat, berharap, program-program yang telah dibuat bisa lebih menyesuaikan dengan situasi saat ini. Karena kongres pertama belum masuk era pandemi, sehingga ada perubahan yang signifikan.

“Kali ini, kita wacanakan akan dipilih oleh presiden dan wakil presiden, struktur lainnya setelah kongres. Saya berharap agar peserta yang hadir dalam kongres ini semua aktif sehingga menghasilkan program yang maksimal, dan bisa dinikmati oleh para buruh yang ada di Indonesia,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan PHI dan Jamsos TK, Indah Anggoro Putri, menyampaikan, Kementerian Ketenagakerjaan selalu mengimbau agar seluruh pekerja dapat mandiri dan terus menjaga solidaritas, kekompakan, dan terbebas dari segala bentuk pengaruh atau kontrol dari pihak-pihak luar yang mengganggu kinerja dan visi misi dari setiap pekerja.

“Kami terus menghimbau kiranya serikat pekerja dapat terus menjunjung tinggi dan menerapkan hak-hak berserikat, demokrasi, terbuka, mandiri dan bertanggung jawab, serta mendukung kemajuan kesejahteraan pekerja dan juga keberlangsungan usaha,” pesan Indah, saat membawakan sambutan dari Menteri Ketenagakerjaan lewat virtual zoom meeting.

Ia juga mengharapkan kiranya dapat memperkuat dan kapasitas seluruh pengurus dan anggota, sehingga dapat terus tumbuh dan berkembang di kompetisi yang tidak hanya terjadi diantara para pekerja, tapi juga kompetisi yang terjadi diantara para pengusaha atau pelaku bisnis.

“Teruslah fokus untuk membangun dan menjadikan serikat pekerja mandiri serta memiliki komitmen yang kuat untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh anggota dengan terus mendukung pemulihan ekonomi nasional,” terangnya.

Hadir dalam kongres ini, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar, Plt Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sulsel, perwakilan Kapolda Sulsel, perwakilan Pangdam XIV Hasanuddin. (*)

0 74

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Sekertaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, berharap kepada seluruh kontingen atlet dari Sulsel bisa menjaga semangat persaudaraan selama pertandingan berlangsung di Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas), yang berlangsung di Papua.

“Kita berharap agar perlunya asa persaudaraan diantara kita anak bangsa tanpa membedakan suku, ras dan kondisi fisik. Tentunya punya kontribusi untuk bangsa dan Tanah Air tercinta,” jelas Abdul Hayat dalam sambutannya, saat pelepasan kontingen, di Hotel Jolin Makassar, Selasa, 2 November 2021.

Abdul Hayat yakin, kontingen atlet Sulsel di Peparnas Papua akan meraih kemenangan dan membanggakan daerah tercinta. Apalagi dibawah komando Ketua Kontingen, Dr H Nukhrawi Nawir, tentunya memiliki sejuta prestasi.

“Baru-baru saja banyak Cabor (Cabang Olahraga) binaannya menyumbangkan medali emas pada PON XX Papua,” tuturnya.

Ia menambahkan, ini merupakan bentuk kolaborasi seluruh elemen. Khususnya Kadis Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sulsel yang sudah berjuang bersama dengan seluruh kontingen dari semua Cabor.

“Ini kita akan mengikuti lagi ajang yang bergengsi ini. Kita semua berharap bisa merebut medali sebanyak mungkin,” harapnya. (*)

0 166

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, membuka secara resmi Workshop Peningkatan Kapasitas Kader Organisasi Perempuan Tingkat Provinsi, yang berlangsung di Hotel Novotel, Jalan Jenderal Sudirman, Senin, 1 November 2021.

Dalam sambutannya, Abdul Hayat mengapresiasi Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian dan Keluarga Berencana Sulsel bersama enam Dharma Wanita Persatuan (DWP) sebagai mitra, pihak swasta, serta unsur masyarakat yang telah berkontribusi dalam memajukan peningkatan peran serta perempuan dalam pembangunan, khususnya di Sulsel.

“Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk menumbuhkan harapan dan keyakinan bahwa perempuan bisa mengambil peran dalam pembangunan,” kata Abdul Hayat.

Ia mengaku menaruh harapan yang besar akan suksesnya peningkatan pengarusutamaan gender di Sulsel, dengan kekuatan lini lapangannya dapat mewujudkan tujuan untuk mensejahterakan perempuan Indonesia, termasuk di Sulsel.

“Kepada seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan untuk tetap menjaga marwah sebagai pendamping suami yang merupakan ASN, karena kesuksesan dan keselamatan suami-suami ada di tangan ibu-ibu selaku istri ASN,” pesannya.

Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian dan Keluarga Berencana Provinsi Sulsel, Fitriah Zainuddin, menyampaikan, Provinsi Sulsel mendapatkan penghargaan Anugerah Eka Praya, yakni anugrah tertinggi dalam bidang utama kesetaraan gender. Provinsi Sulsel mendapatkan peringkat tertinggi yakni Kategori Mentor, dan sudah dua kali Sulsel mempertahankan penghargaan ini.

“Semoga di tahun 2045, perempuan di Indonesia sudah maju semua,” harapnya.

Di tempat yang sama, Ketua DWP Sulsel, Sri Rejeki Hayat, menyampaikan bahwa ia bertekad akan mengawal organisasi ini menjadi organisasi modern, yang memberikan manfaat yang luas kepada masyarakat Sulsel. Tentunya, dengan terus mengoptimalkan potensi-potensi sebagai anggota organisasi perempuan, dan khusus tugas utama sebagai istri pegawai negeri sipil.

Menurutnya, sebagai salah satu organisasi perempuan terbesar di Indonesia, DWP mempunyai prinsip dan mengambil peran strategis dalam konstalasi pembangunan nasional. Dalam posisi sebagai mitra pemerintah daerah, harus mempunyai program kerja untuk mensejahterakan anggota keluarga dan masyarakat.

“Saya menaruh harapan yang sangat besar kepada pengurus Dharma Wanita Persatuan, kiranya bisa menumbuhkan jiwa entrepreneurship diantara pengurus, guna melahirkan kepengurusan dan organisasi yang lebih memiliki posisi tawar tinggi terhadap upaya memajukan dan mensejahterakan anggota maupun masyarakat secara umum,” harapnya.

Pada kesempatan ini, ia juga mengajak seluruh pengurus dan anggota Dharma Wanita di seluruh Sulawesi Selatan bersama-sama meningkatkan kualitas sebagai perempuan, sehingga bisa menjadi pelaku utama dalam ketahanan keluarga.

Hadir dalam kegiatan workshop ini, Kepala OPD Kabupaten Kota, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kota, dan sejumlah Ketua Organisasi Perempuan. (*)

0 104

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Sekertaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulsel, Abdul Hayat Gani, mengajak stakeholder sama-sama mengawal kebijakan prioritas nasional, dalam hal ini proyek kereta api Makassar-Parepare.

“Nah teman-teman sekalian memang rasanya kita kumpul hari ini ada tujuan. Kebijakan prioritas nasional harus kita dikawal, baik provinsi maupun kabupaten kota,” kata Abdul Hayat, di Hotel Horison, Makassar, Senin, 25 Oktober 2021.

Menurut dia, pemerintah provinsi merupakan support sistem bagi kabupaten kota se-Sulsel. Karena itu, harus terus dilakukan pertemuan seperti ini, dan bahkan sebelumnya sudah beberapa kali bertemu dengan Staf Kepresidenan.

“NKRI ini harga mati tidak bisa tawar-menawar karena untuk kepentingan publik. Hanya, memang di dalam konsultasi publik ini ada proses perencanaannya, persiapannya, pelaksanaannya, sampai kepada hasil. Disitulah titik yang harus kita bicarakan secara demokrasi, karena bicara demokrasi berarti semua lapisan terlibat,” urainya.

Dirinya berharap, dengan kekuatan demokrasi ini bisa menyelesaikan persoalan-persoalan lahan dan lain-lainnya, khusus proyek kereta api Makassar-Parepare. Harus ada perencanaan yang disertai dengan konsultasi publik.

“Kita sama ingin Sulsel ini lebih bagus, lebih hebat. Kalau Sulsel lebih hebat, tentu Indonesia lebih tangguh. Kalau kita ingin tangguh, ya kita semua yang bersama-sama didalamnya,” jelasnya.

Apalagi, proyek ini didampingi seluruh elemen. Baik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulsel, Pangdam Hasanuddin, dan tentunya pemerintah kabupaten serta seluruh elemen lainnya.

“Apa yang ingin kita lakukan di konsultasi publik ini, paling tidak mempertemukan antara keinginan kebijakan nasional kita dengan keinginan masyarakat kita. Ketika masyarakat terlibat langsung, maka nawacita kita jadi panduan. Negara harus hadir disini dan pemerintah tidak boleh absen mengawal, karena ini saya dengar kemarin kita tidak ganti rugi, tapi ganti keuntungan” jelasnya.

Dengan kehadiran semua stakeholder, sama-sama menginginkan Sulsel terkhusus juga Kota Makassar ini, tidak ada kebijakan sentral dilewatkan begitu saja.

“Bagimana pun juga ini pembangunan Kota Makassar berproses, sudah menjadi ikon untuk kota dunia di bawah panduan Bapak Danny Pomanto. Jadi saya kira itu yang terpenting kita lakukan, demokrasi yang santun, ditambah dengan kearifan lokal kita semua untuk kepentingan bersama,” tutupnya. (*)

0 77

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel terus mendorong agar UMKM memenuhi ketentuan Standarisasi Nasional Indonesia (SNI). Apalagi, persaingan pasar saat ini semakin kompetitif.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, saat menghadiri sosialisasi Badan Standar Nasional Indonesia (BSNI) Bina UMKM, yang berlangsung secara virtual zoom meeting di Baruga Lounge kantor gubernur Sulsel, Jumat, 22 Oktober 2021. Iapun menyambut baik acara sosialisasi SNI Bina UMKM ini, agar UMKM di Sulsel siap bersaing di dalam negeri dan pasar global.

Dalam sambutannya, Abdul Hayat menjelaskan, sejak tahun 2008 telah terjalin kerjasama antara BSN dan Pemprov Sulsel, yang mencakup pertukaran dan silang layanan informasi standardisasi. Antara lain, dalam perumusan standar meliputi usulan standar baru produk unggulan daerah dan partisipasi dalam jajak pendapat penyusunan standar. Kemudian, penerapan standar meliputi pengembangan lembaga penilaian kesesuaian (laboratorium, lembaga inspeksi dan lembaga sertifikasi), industri dan institusi yang akan menerapkan SNI. Riset pasar dan diseminasi hasil riset di bidang standardisasi, serta pelatihan dan promosi standardisasi.

Menurutnya, selama pandemi, pelaku UKM menghadapi sejumlah tantangan. Diantaranya, kesulitan memperoleh modal, kesulitan mengakses modal dari perbankan, hingga kesulitan mendapat bahan baku karena suplai bahan baku berkurang.

“Dengan bantuan dari pemerintah, pelaku UKM bisa mengatasi berbagai tantangan tersebut. Bantuan dari pemerintah diantaranya berupa keringanan pajak, relaksasi pinjaman bank, meningkatkan kemampuan penggunaan teknologi digital hingga memperluas pasar,” jelasnya.

Ketika pelaku UMKM mampu memanfaatkan teknologi digital, lanjut Abdul Hayat, maka pasar produknya bisa diperluas ke mancanegara. Oleh karena itu, Kementerian Koperasi dan UKM juga mendorong UMKM meningkatkan standar produknya, sehingga bisa diterima di pasar global.

“Sepanjang tahun 2020, dukungan penuh diberikan kepada UMKM melalui pendampingan usaha secara online, akses pembiayaan seperti KUR, fasilitasi legalitas badan usaha dan operasional UMKM, akses pasar, penguatan kapasitas SDM serta penyaluran Bantuan Presiden Usaha Mikro,” urainya.

Hayat mengungkapkan, tahun ini Pemprov Sulsel melalui Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, akan terus memberikan pendampingan , pelatihan, dan konsultasi kepada pelaku UMKM agar pengembangan ekonomi pada  sektor UMKM bisa terus berkelanjutan. Untuk Bantuan Presiden Usaha Mikro (BPUM), tercatat sebanyak 368.222 UMKM yang mendapat bantuan sebesar Rp 2,4 juta, dari total UMKM yang mendaftar yaitu 1.143.749 UMKM. Pencairan mencapai kurang lebih sekitar Rp 900 miliar hingga 31 Desember 2020

“Perlu dilakukan penguatan sistem manajemen UMKM. Propinsi Sulawesi Selatan ini memiliki warna tersendiri, berbeda dari daerah-daerah lain. Standardisasi yang biasa dikenal dengan sebutan Standardisasi Penilaian Kesesuaian (SPK) atau SNI dinilai penting sebagai langkah untuk membuat produk-produk milik pelaku UMKM lokal memiliki nilai tambah dan berdaya saing tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga untuk memasuki pasar ekspor,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan sektor ekonomi kreatif didorong memanfaatkan teknologi untuk memperluas akses pasar untuk meminimalisir dampak pandemi Covid-19 terhadap usaha yang mereka geluti, juga mampu menerapkan standarisasi dan kesesuaian yang telah ditetapkan.

“Karena itu diperlukan sinergi multipihak dalam mendorong, menata, serta  membuat kebijakan agar UMKM yang didominasi usaha mikro dan ultra mikro dapat bertumbuh lebih pesat dan berperan lebih optimal, dan bisa Naik Kelas,” imbuhnya. (*)

0 76

Jakarta, humas.sulselprov.go.id – Sekertaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, kembali meraih penghargaan

Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) yang kelima kali, setelah sebelumnya mendapatkan penghargaan 10, 20, 30 dan 45 tahun purnabakti.

Diketahui, PWRI merupakan organisasi kemasyarakatan tempat berhimpunnya para pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Melalui momentum Musyawarah Nasional (Munas) XIV PWRI ini, pejabat terkait lainnya juga turut menerima penghargaan dari lembaga tersebut.

Abdul Hayat mengatakan, penghargaan yang diraihnya saat ini tidak terwujud begitu saja. Pasalnya, peran para senior terdahulu dalam memberikan motivasi dan support untuk terus berkarya serta mengabdikan diri kepada negara tercinta membuahkan hasil bagi dirinya.

“Penghargaan ini bisa menjadi motivasi bagi junior yang sedang menjalankan tugas negara agar bisa bekerja seperti para senior. Dengan semangat dan motivasi, kita bisa mengikuti jejak-jejak serta pengalaman yang ditinggalkan para pendahulu,” kata Abdul Hayat usai menerima penghargaan tersebut, di Gedung C Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kamis 21 Oktober 2021.

Bagi Abdul Hayat, pengabdian terhadap negara tentunya menjadi cita-cita bagi seluruh abdi negara tanpa terkecuali. Pengabdian, katanya, semata-mata untuk kepentingan masyarakat umum dan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Sampai sekarang dan sampai kapan pun kita tidak bisa membiarkan begitu saja, kita harus mengisi dari hari ke hari, dari bulan ke bulan, pengabdian kita kepada negara, kepada masyarakat dan bangsa ini, agar lebih meningkatkan kualitas dalam pengabdian kepada negara,” harapnya.

Dirinya sangat mengapresiasi kegiatan PWRI ini. Pasalnya, bisa menjadi wadah untuk bersilaturahmi dengan seluruh elemen purnabakti di semua daerah, bahkan lintas kementerian.

“Kedatangan saya tentu sangat mengapresiasi acara PWRI yang terdapat para senior-senior yang purnabakti di hampir semua kementerian,” tutupnya. (*)

0 106

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Sekertaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, memaknai Hari Ulang Tahun (HUT) Sulsel Ke-352 tahun sebagai ajang untuk berkolaborasi dalam membangun Sulsel maju. Dengan umur yang tidak muda lagi, menjadi kesempatan bagi seluruh elemen untuk terus fokus mengantarkan Sulsel menuju kemajuan dari berbagai bidang, terkhusus di bidang pertanian dan ekspor impor.

“Setiap kesempatan saya selalu sampaikan, bangunlah jiwanya bangunlah badannya untuk Sulawesi Selatan,” demikian makna HUT Sulsel Ke-352 tahun bagi Abdul Hayat Gani, Selasa 19 Oktober 2021.

Lewat podium HUT Sulsel Ke-352 tahun di ruang sidang paripurna DPRD Sulsel, Abdul Hayat mendapatkan kesempatan membacakan sejarah singkat terbentuknya HUT Sulsel.

Dimana, HUT Sulsel diawali dengan seminar pada tanggal 18 dan 19 Juli 1995 di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel dan dihadiri kurang lebih 200 orang. Terdiri dari kalangan cendekiawan, tokoh masyarakat linisepuh, pimpinan daerah provinsi maupun kabupaten kota se-Sulsel, pimpinan organisasi politik, dan pemuda Sulsel.

Setelah persidangan berkali-kali, menyatukan persepsi, DPRD Sulsel pada saat itu menetapkan dan menentukan tanggal 19 Oktober 1669, sebagai HUT Sulsel dan disahkan melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 tahun 1995.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Sulsel, Andi Inakartika, mengucapkan, atas nama pimpinan dan seluruh masyarakat Sulsel, menyampaikan selamat hari jadi Sulawesi Selatan yang ke 352 tahun.

“Kami di dewan akan terus mendukung Pemerintah Provinsi Sulsel, dan kami juga mendorong untuk penanganan Covid-19 dan mempercepat penyelesaian vaksinasi,” ungkap politisi Golkar Sulsel itu, dalam momentum HUT Sulsel Ke-352 tahun. (*)