Tags Posts tagged with "Andalan Mengaji"

Andalan Mengaji

0 77

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Andalan Mengaji melaksanakan Fun Day Kids Cooking Class. Kegiatan yang dilaksanakan untuk mengasah kreativitas anak di masa pandemi ini, dilaksanakan di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulsel, Sabtu, 26 Juni 2021.

Pelaksana Tugas Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, hadir langsung membuka acara yang diikuti oleh anak-anak usia 7 – 9 tahun tersebut. Sebelum memulai acara inti, ia memberikan hadiah kepada peserta yang hafalan Al Qur’annya sudah satu juz.

Hadiah juga diberikan kepada anak yang bisa menjawab pertanyaan dari Andi Sudirman. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasinya atas dilaksanakannya kegiatan tersebut.

Di hadapan anak-anak peserta cooking class, ia mengaku sesekali memasak untuk membahagiakan sang ibu, dan sang istri.

“Anak-anakku, memasak itu bukan hanya pekerjaan perempuan saja. Tapi anak-anakku yang laki-laki juga bisa memasak. Saya juga sesekali memasak,” aku Andi Sudirman.

Sementara, Pelaksana Tugas Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina, mengatakan, cooking class tersebut merupakan momentum temu kangen bagi anak-anak, juga para orangtua murid. Apalagi, sejak pandemi dimana anak-anak menjalani sekolah online, mereka tidak pernah bertemu teman-temannya secara langsung.

“Kita ambil hikmahnya. Salah satunya, kita punya lebih banyak waktu bersama anak-anak di rumah,” kata Naoemi.

Sama seperti Andi Sudirman, Naoemi juga memberikan hadiah kepada anak-anak yang bisa menjawab pertanyaan yang diberikan. Pertemuan tersebut juga diisi dengan curhatan para orangtua, suka duka para orangtua murid mendampingi anak-anak mereka selama sekolah online. (*)

0 63

Maros, humas.sulselprov.go.id – Anak-anak Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II di Kabupaten Maros memiliki banyak harapan agar bisa menjadi perhatian pemerintah, khususnya pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Seperti salah satu anak berusia 17 tahun berinisial SA. Ia sudah satu tahun lebih menjalani masa pembinaan di LPKA Kelas II Maros.

“Di sini banyak kegiatan pembinaan dilakukan. Setiap hari sekolah. Dan kebetulan saya mengikuti kegiatan musik, namun masih kurang maksimal alat, diharapkan ada bantuan alat musik sehingga bisa mengembangkan kreativitas kami dalam bermusik selama di sini,” ujarnya, Jum’at, 25 Juni 2021.

Dirinya meminta agar LPKA ini diperuntukkan bagi WBP anak-anak. “Kalau memang ini lapas anak, harusnya untuk anak saja. Karena kalau bercampur dewasa kurang kondusif,” bebernya.

Ia berharap, banyaknya bantuan dan perhatian untuk anak-anak binaan LPKA Maros ini.

Sama halnya diungkapkan oleh AF. Remaja berusia 17 tahun asal Kabupaten Pinrang ini berharap agar WBP dewasa tidak lagi bercampur di LPKA Maros.

“Kita harap dengan dipisahnya lapas anak-anak dengan dewasa, untuk menghindari pengaruh atau hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

“Saya juga harap bisa ada terus bantuan untuk kami, khususnya berupa ilmu bagi kami anak-anak di sini,” ucapnya.

Sementara itu, seorang perempuan AU berusia 15 tahun dari Kabupaten Gowa, juga tengah menjalani masa pembinaan di LPKA Maros. Ia berharap, adanya bantuan berupa kipas angin untuk blok lapas anak.

“Kita harap ada kegiatan tambahan untuk anak-anak binaan perempuan. Jika malam kadang panas, kita harap ada bantuan kipas angin untuk blok anak,” tuturnya. (*)

0 78

Maros, humas.sulselprov.go.id – Suasana haru menyelimuti saat anak-anak Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II di Kabupaten Maros menunjukkan keterampilannya dalam berpuisi dan bernyanyi dengan tema Ayah dan Ibu, Jum’at, 25 Juni 2021. Hal itu disaksikan saat tim Andalan Mengaji bersama dengan beberapa organisasi wanita melakukan Anjangsana di LPKA Kelas II Maros.

Kepala LPKA Kelas II Maros, Tubagus M. Chaidir, berharap, kehadiran Andalan Mengaji bersama organisasi wanita ini bisa memberikan bimbingan, support, semangat, dan memotivasi anak-anak binaan LPKA Maros.

“Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Maros ini memiliki anak pemasyarakatan 46 orang dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Mereka rata-rata remaja berusia dan atau dibawah 17 tahun. Dari beberapa kasus tindak pidana umum dan narkoba. Mereka dengan berbeda masa hukuman, ada 1 tahun, 2 tahun, bahkan 10 tahun. Meski bernama Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), namun Lapas ini terbilang untuk umum. Karena tergabung dengan sekitar 256 WBP dewasa.

Tubagus menyampaikan banyak program yang dilakukan untuk WBP anak-anak di LPKA Maros. Hal ini dilakukan dengan harapan menjadi bekal bagi anak-anak ketika bebas.

“Alhamdulillah, kami melakukan pembinaan dengan pengajian, bersih-bersih, tadi malam kita lakukan Yamaha atau Yasinan. Kita berharap ini bisa meningkatkan ketakwaan anak-anak kepada Allah,” sebutnya.

Ia mengaku, rata-rata para WBP anak-anak ini putus sekolah dan dalam lingkungan keluarga kurang baik. Olehnya itu, sebagai generasi muda masih perlu pendampingan khusus memberikan pemahaman nilai-nilai untuk menjadi orang yang lebih baik kedepannya.

“Anak-anak dibekali dengan pendidikan formal dan informal. Pendidikan informal disebut Sekolah Mandiri Merdeka yang pengajarnya dari pegawai LPKA II Maros, sementara pendidikan formal dari Dinas Pendidikan,” ungkapnya.

Para WBP anak-anak pun mendapatkan pemahaman mulai tentang etika, tingkah laku, manajemen usaha, serta diajari komputer, dan pengetahuan lainnya.

“Terima kasih atas bantuan dari ibu-ibu, terutama dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, yang selalu memberi bantuan perlengkapan kepada anak-anak seperti masker dan hand sanitizer,” urainya.

Ia berharap, para WBP anak-anak ini setelah bebas tidak merasa tersisihkan dalam masyarakat. “Tempat ini mereka kita bina dan didik. Membuka kreativitas anak-anak untuk menjadi bekalnya nanti. Kita punya komitmen, jika yang bebas semua harus bisa mengaji, jadi (meski cukup masa tahanan) tapi tidak bisa bebas jika tidak bisa mengaji. Jadi mereka paham Salat dan ada juga yang menghafal Al-Qur’an,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua I TP PKK Sulsel, Amelia, sekaligus Ketua Andalan Mengaji, menyampaikan, kegiatan ini diinisiasi Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, dan Plt Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina. Ia merasa terharu dan prihatin atas hukuman dari anak-anak itu. Serta berharap, anak-anak yang menjalani masa pembinaan di LPKA II Maros ini bisa mendapatkan bekal untuk menjadi generasi yang lebih baik kedepannya.

“Tujuan kami berkunjung ini untuk memberikan dukungan dan support kepada anak-anak binaan agar mereka merasa adalah bagian dari kita yang diluar sehingga anak-anak bisa menjadi generasi yang lebih baik,” tuturnya.

“Kegiatan ini bersinergi antara Andalan Mengaji bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, TP PKK, Dharma Wanita, Iwapi, Bunda PAUD,” sambungnya.

Andalan Mengaji bersama organisasi wanita memberikan bantuan kepada anak-anak binaan LPKA. Diantaranya bibit pohon, perlengkapan mandi, kipas, serta bantuan lainnya. Serta dihadiri psikolog anak dari DP3A Sulsel yang memberikan motivasi kepada anak-anak binaan LPKA Kelas II Maros. (*)

0 152
  • Jelang Ramadan, Andalan Mengaji Gelar Kajian Kajian Anak “Puasaku Surgaku” oleh Andalan Mengaji, Kak Yogi Paparkan Keistimewaan Berpuasa

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Puluhan anak-anak usia balita hingga pelajar SD antusias mengikuti Kajian Online Anak yang digelar Andalan Mengaji.

Kajian dengan tema “Puasaku Surgaku”, berlangsung di Rujab Wagub Sulsel serta adapula sekitar 112 peserta yang mengikuti virtual melalui Zoom.

Pelaksanaan Kajian Online Anak ini dimulai dengan mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh ketiga putra-putri Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman dan sang istri, Naoemi Octarina.

Naoemi Octarina menyampaikan, bahwa kegiatan kajian untuk anak ini dilakukan dalam menyambut bulan suci Ramadan 1442 H.

“Mari anak-anak kita didampingi orang tua untuk lebih produktif dalam mengisi bulan Ramadan ini, serta bisa lebih mengetahui makna dari bulan puasa ini,” ujarnya.

Apalagi, kata dia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah memberikan izin untuk pelaksanaan salat tarawih di Masjid, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat.

“Anak-anak ingat, Ramadan bukan hanya puasa saja, tetapi bagaimana kita juga harus menahan diri, sabar terhadap amarah dan lainnya. Semoga anak-anak sekalian bisa sama-sama menyambut Ramadan ini dengan hati yang ikhlas, sabar dan mengisi waktu ke hal yang bermanfaat,” tuturnya.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Yogi menyampaikan, bahwa tujuan dari berpuasa agar kita menjadi hamba Allah yang bertaqwa dan menjadi hamba Allah yang baik.

“Karena kita ingin mendapatkan pahala dan mendapatkan gelar taqwa dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ucapnya.

Pria yang akrab mengisi tausiah untuk anak-anak ini pun mengajak para anak-anak untuk tidak perlu takut dan khawatir dengan bulan Ramadan. Apalagi banyak keistimewaan dari bulan puasa.

“Kalau kita berpuasa, maka pintu surga akan dibuka. Banyak kenikmatan di dalamnya bagi adik-adik saleh dan salehah. Saat bulan Ramadan, pintu neraka ditutup, setan akan dikurung sehingga kita lebih mudah melaksanakan ibadah. Adik-adik akan diberi hati yang nyaman untuk beribadah,” jelasnya.

Selain itu, kata Kak Yogi, bahwa keutamaan bulan Ramadan itu maka pahala akan dilipatgandakan.

“Semakin rajin puasanya, produktif puasanya, semangat rajin baca Al-Qur’an, maka akan mendapatkan pahala yang banyak dari Allah. Sikap kita sebagai seorang muslim yang beriman, ketika mendengar besok Ramadan, maka yang harus ditanamkan di hati adalah sikap bahagia. Alhamdulillah Allah mempertemukan aku dengan bulan Ramadan,” ungkapnya.

Mengingat masih dalam kondisi pandemi Covid-19, kak Yogi menyarankan, jika salat belum diizinkan di Masjid agar bisa dilaksanakan di rumah.

Kak Yogi pun berpesan kepada anak-anak, agar dalam berpuasa untuk makan makanan yang sehat saat sahur.

“Makan sayur-sayuran, buah-buahan, daging/ikan, tahu, tempe, ditambah kurma, jangan lupa minum madu. Insya Allah kuat puasa Ramadan-nya,” sebutnya.

Bagi orang-orang yang berpuasa, kata Kak Yogi, akan menerima dua kebahagiaan. “Yakni bahagia ketika sedang berbuka puasa dan kebahagiaan saat ketemu dengan Allah dengan masuk surga. Buat adik-adik yang rajin berpuasa akan masuk surga lewat pintu istimewa, pintu Ar Rayyan,” terangnya.

“Jadikan Ramadan ini, puasaku, surgaku. Jangan takut menghadapi bulan Ramadan. Berbahagialah dalam bulan Ramadan, berpuasa karena Allah, salat yang rajin. Insya Allah, sore (saat berbuka puasa) kita mendapatkan kebahagiaan. Berjuanglah untuk berpuasa dengan jujur, ikhlas dan sesuai dengan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad,” pungkasnya.

Para peserta dari Rujab Wagub maupun secara virtual zoom tampak antusias menjawab pertanyaan dari Kak Yogi. Ditambah senang mendapat hadiah berupa alat salat serta buku Amaliyah Ramadan. (*)

0 188

Makassar, humas.sulselprov.go.id  – Andalan Mengaji kembali mengadakan kajian Islam yang disiarkan secara online. Kajian Islam spesial ini digelar oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, Kamis, 14 Mei 2020, atau hari ke-21 Ramadan.

Kajian dengan tema Kiat Meraih Malam Lailatul Qadar, dibawakan oleh Ustadz Dr Firanda Andirja MA. Kajian online ini disiarkan live di Fanpage Facebook Andi Sudirman Sulaiman dan live instagram @andisudirman.sulaiman. Peserta kajian pun bisa ikut melalui Zoom Meeting.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Firanda Andirja, menyampaikan, malam Lailatul Qadar menjanjikan banyak hal.

“Lailatul Qadar adalah anugerah yang diberikan oleh Allah, itu suatu nikmat yang luar biasa. Beribadah pada malam Lailatul Qadar, lebih baik dari pada seribu bulan atau setara 83 tahun,” ujarnya.

Da’i kelahiran Surabaya pada 28 Oktober 1979 ini mengaku, ada tiga penafsiran makna Lailatul Qadar.

“Pertama, dari bahasa arab, Lailatul Qadar adalah Asy-syaraf artinya suatu kemuliaan dan keagungan. Karena (malam Lailatul Qadar) diridhoi oleh Allah lebih baik dari pada seribu bulan,” jelasnya.

Kedua, Lailatul Qadar memiliki makna takdir. Di mana pada malam itu Allah menurunkan takdir tahunan. Terakhir, memiliki makna sempit, yakni malam tersebut para malaikat turun ke bumi.

Pada malam Lailatul Qadar, kata Ustadz Firanda, semuanya bisa dirasakan. “Namun siapa yang dapat keberkahan pada malam Lailatul Qadar? Itulah yang beribadah,” katanya.

Kapan malam Lailatul Qadar? Beberapa hadist memberikan pendapat yang berbeda. Ada yang menyebut pada malam ke 21, ada pula malam ke-27. Namun ada pula berpendapat, malam Lailatul Qadar berbeda setiap tahunnya.

“Rasulullah menyuruh sahabatnya beribadah pada malam-malam ganjil, paling sangat diharapkan pada malam ke-27. Barangsiapa beribadah 10 malam terakhir dengan serius dan ikhlas kepada Allah, maka dipastikan akan mendapatkan Lailatul Qadar,” jelasnya.

Meski begitu, dirinya menyampaikan, bahwa dari awal Ramadan hingga akhir semuanya mulia. Namun yang paling mulia di malam Lailatul Qadar. Ustadz Firanda pun mengaku, jika Rasulullah ibadahnya spesial di sepuluh malam terakhir Ramadan.

Olehnya itu, dirinya mengajak di sepuluh hari terakhir Ramadhan ini, perbanyak beribadah.

“Jika 10 hari terakhir kita serius dalam beribadah, akan mendapatkan Lailatul Qadar. Maka kita dapat umur bonus 83 tahun (seribu bulan) yang isinya ibadah. Ini penghematan umur. Inilah nikmat dari Allah,” bebernya.

Malam tersebut, kata dia, tidak hanya shalat, diselingi dengan membaca Al Qur’an, dzikir dan doa-doa.

“Barang siapa yang menghidupkan Lailatul Qadar dengan penuh keimanan, akan diampuni dosa-dosanya,” imbaunya.

Ustadz yang pernah berceramah berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi ini pun memberikan doa terbaik di malam Lailatul Qadar. Doa ini biasanya dibacakan oleh Nabi Muhammad.

Yaitu “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni’,” artinya Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku.

Tak lupa pula, dirinya mengingatkan, di tengah kondisi pandemi Covid-19, hendaknya melakukan shalat di rumah saja.

Sementara, Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan, sesi kajian ini yang ketiga kalinya dilakukan selama bulan Ramadhan.

“Mari kita bersama mendengarkan ceramah kiat meraih malam Lailatul Qadar,” ucapnya.

Andi Sudirman kembali mengingatkan, kepada khalayak utamanya pengikut kajian ini untuk selalu mendukung upaya Pemerintah. Dengan disiplin dalam mengikuti imbauan yang dikeluarkan Pemerintah dalam pandemi Covid-19 ini.

Diketahui, kajian online ini ketiga kalinya digelar oleh Andalan Mengaji selama bulan suci Ramadhan. Andalan Mengaji rutin melakukan kegiatan perkumpulan keagamaan, seperti kajian Islam akbar. Biasanya digelar di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulsel, Jalan Yusuf Dg. Ngawing.

Namun kali ini berbeda dengan kajian sebelum-sebelumnya. Mengingat kondisi saat ini dalam pandemi virus corona (Covid-19) yang mengharuskan menerapkan social distancing. Salah satunya larangan membuat kerumunan.

Andalan Mengaji merupakan perkumpulan yang tergabung dalam gerakan aktivitas sosial maupun keagamaan. Kehadiran Andalan Mengaji atas inisiasi Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, beserta sang istri, Naoemi Octarina yang juga sebagai Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel. (*)