Tags Posts tagged with "Bendungan Karalloe"

Bendungan Karalloe

0 70

Jeneponto, humas.sulselprov.go.id – Disela-sela penanaman jagung bersama petani di Kabupaten Jeneponto, Presiden Joko Widodo mengendarai traktor untuk menanam benih jagung. Jokowi yang didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, dan Bupati Jeneponto Iksan Iskandar, melakukan penanaman di Kelurahan Tolo, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, Selasa 23 November 2021.

Selain itu, dalam kunjungan kerjanya ini, Jokowi turut meresmikan Bendungan Karalloe.

“Hari ini saya bisa pegang traktor dan juga sangat mudah sekali. Saya tadi diajari sebentar oleh Pak Menteri Pertanian,” ujar Presiden selepas menjajal traktor.

Presiden pun mulai mendorong alat tanam jagung atau corn planter dan diikuti oleh para petani secara serentak. Uniknya, usai menanam benih jagung sepanjang kurang lebih 100 meter, Presiden menaiki traktor yang telah terparkir di lokasi.

“Tadi kan kita melakukan penanaman dengan planter untuk khusus jagung tapi juga tadi saya mencoba untuk penanaman dengan traktor yang di belakangnya ada planter-nya,” kata Presiden.

Traktor berwarna hijau pun melaju perlahan di hamparan lahan. Bersama Menteri Pertanian, Presiden berkeliling satu putaran lahan.

Kepala Negara memandang, pemanfaatan alat mekanis pertanian seperti traktor dibutuhkan jika lahan garapan para petani sangat luas sehingga penanaman bisa lebih efektif. “Saya kira dua-duanya baik, tetapi kalau dalam hamparan yang sangat luas memang yang paling cepat adalah memakai traktor, cepat sekali. Saya kira mekanisasi seperti ini juga perlu dikenalkan kepada seluruh petani agar penggunaan alat-alat semiberat seperti ini bisa juga dilakukan,” tandasnya.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menyampaikan, semua potensi pertanian berusaha dimaksimalkan agar bisa memenuhi kebutuhan pangan, dan meningkatkan perekonomian negara.

“Upaya konkret yang kita lakukan ini dalam rangka percepatan hingga terjadi peningkatan indeks pertanaman tiga kali lipat setahun dan menaikkan produktivitas. Dan kita targetkan harus bisa ekspor,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan, kehadiran Jokowi ini sebagai bentuk dukungan dan perhatian dalam mendorong Sulsel sebagai lumbung pangan Nasional. Menurutnya, bendungan ini sama halnya dengan ‘investasi’ pemerintah yang langsung dinikmati oleh masyarakat banyak.

“Bapak Presiden telah meresmikan Bendungan Karalloe, juga melakukan penanaman jagung. Alhamdulillah, ini sangat membantu para petani di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Jeneponto. Kita harap dapat meningkatkan produktivitas pertanian di Sulsel,” tuturnya.

Terlebih lagi, kehadiran Jokowi menjadi kali ketiganya ke Sulsel di tahun 2021 ini. “Terima kasih Bapak Presiden atas perhatian besarnya terhadap pembangunan di Sulsel. Semua ini untuk masyarakat Sulawesi Selatan,” tegasnya. (*)

0 342

Jeneponto, humas.sulselprov.go.id – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, meninjau lokasi pembangunan Bendungan Karalloe tahap II, Sabtu, 21 November 2020. Saat ini, progresnya sudah di atas 80 persen.

Bendungan Karalloe terletak di perbatasan Kabupaten Gowa-Jeneponto. Tepatnya di Desa Garing dan Desa Datara, Kecamatan Tompobulu, dan Desa Taring, Kelurahan Tonrorita, Kecamatan Biring Bulu, Kabupaten Gowa.

Bendungan yang berlokasi 137 km dari arah tenggara Kota Makassar itu telah didesain sejak tahun 1997. Bendungan itu memiliki ketinggian 85 meter.

PPK BBWS JP Arfandi menyampaikan, bendungan yang dibangun di Kabupaten Gowa ini, akan dirasakan manfaatnya oleh Kabupaten Jeneponto. Pembangunan melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan-Jeneberang ini dilakukan dua tahap yang berasal dari APBN. Tahap pertama dengan nilai Rp 578 miliar dan tahap kedua senilai sekitar Rp 689 miliar.

“Untuk paket satu, kontrak tahun 2013 dan selesai di tahun 2019. Untuk paket dua, pelaksanaan konstruksi 25 Mei 2018 – 9 Desember 2021. Saat ini progresnya sudah di atas 80 persen,” ungkap Arfandi.

Nantinya, beragam manfaat atas bendungan itu. Diantaranya irigasi 7.004 hektare, air baku kurang lebih 440 liter/detik, pembangkit listrik tenaga air kurang lebih 4,5 MW, pengendali banjir, konservasi sumber daya air, dan pengembangan pariwisata.

Sasaran dari bendungan ini yakni mampu meningkatkan cadangan air, peningkatan luas tanam dari empat ribu hektare menjadi 7.004 hektar, peningkatan intensitas tanam dari 150 persen menjadi 250 persen, dan peningkatan tarif hidup masyarakat.

Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengaku takjub dengan desain bendungan itu. Selain bermanfaat untuk pengendali banjir dan mengairi lahan, juga bisa menjadi objek wisata, dengan menghadirkan spot pemandangan yang indah.

“Kita akan mengurai kekeringan lahan pertanian Jeneponto secara bertahap. Alhamdulillah bendungan ini adalah Proyek Strategis Nasional (PSN) saat ini sudah di atas 80 persen progresnya. Masih in progress, Insya Allah tahun depan sudah selesai. Dengan kapasitas mengairi 7.004 hektare dan tenaga listrik 4,5 MW,” jelasnya.

“Sangat bagus desainnya. Menarik karena ada spot wisata, dengan desain yang modern dan rumah bangunan minimalis sekitarnya nan rapi,” lanjutnya.

Ia pun mengingatkan para pekerja untuk tetap menjaga kesehatan dalam bekerja. Khususnya memperhatikan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan penularan Covid-19. (*)

0 24
Makassar, humas.sulselprov.go.id - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan rilis atas survei yang telah dilakukan untuk angka kemiskinan di Sulsel per...