Tags Posts tagged with "Biro Humas dan Protokol Prov. Sulsel"

Biro Humas dan Protokol Prov. Sulsel

0 168

Barru, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, menghadiri Peringatan Hari Jadi Kabupaten Barru ke 61 tahun, yang digelar di Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Barru, Selasa, 9 Maret 2021.

Di Kabupaten Barru, Plt Gubernur Sulsel juga menghadiri peletakan batu pertama pembangunan kantor Polres Kabupaten Barru dan peresmian Anjungan Pantai Sumpang Binangae.

Andi Sudirman dalam sambutannya meminta kepada Pemerintah Kabupaten Barru, termasuk pemerintah desa untuk bersama-sama pemerintah provinsi dalam melakukan refocusing anggaran terhadap sektor kesehatan, stunting, pembangunan, padat karya, pertanian, dan perikanan.

“Kita akan lakukan intervensi untuk masyarakat menengah kebawah, sebagai stimulan. Kami meminta kepala desa dan pemda untuk refocusing anggaran menyasar sektor kemiskinan, pembangunan, stunting, padat karya, pertanian, dan perikanan,” tegasnya.

Untuk mendukung pembangunan di Kabupaten Barru, Plt Gubernur telah menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk tidak memotong anggaran infrastruktur, karena hal tersebut berkaitan dengan konektivitas daerah.

Di Kabupaten Barru, kata Andi Sudirman, ada banyak potensi yang bisa mendukung pertumbuhan perekonomian daerah. Salah satunya dukungan pelabuhan di Kabupaten Barru yang dapat membantu distribusi pengangkutan barang ke berbagai daerah.

“Ketika Pelabuhan Barru sudah besar, distribusi barang bisa lebih mudah ke daerah lainnya,” ungkapnya.

Plt Gubernur juga menekankan kepada Pemerintah Kabupaten Barru untuk memperhatikan masalah stunting. “Stunting ini sangat penting untuk menghadirkan generasi SDM kita kedepannya,” jelasnya.

Untuk itu, Plt Gubernur meminta agar Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di daerah bisa berjalan dengan baik sesuai dengan fungsinya sebagai promotor kesehatan untuk masyarakat tingkat bawah.

Sementara itu, Bupati Barru Suardi Saleh menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang telah banyak memberikan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Barru.

“Capaian pembangunan Kabupaten Barru bukan hanya karena kerja masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Barru. Dibalik itu ada upaya massif dari pemerintah provinsi melalui bantuan yang diberikan, termasuk bantuan untuk pembangunan infrastruktur jalan,” terangnya.

Di Kabupaten Barru, Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menghadiri sejumlah agenda. Yakni peletakan batu pertama pembangunan Kantor Polres Kabupaten Barru bersama dengan Kapolda Sulsel Irjen Pol MerdiSyam, dan peninjauan proyek Anjungan Pantai Sumpang Binangae Kabupaten Barru. (*)

0 170

Makassar, birohumas.sulselprov.go.id – Haerul, pemuda asal Langnga, Kelurahan Pallameang, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang, tidak pernah menyangka jika pesawat buatannya viral di Sulsel, hingga Indonesia. Hal itu yang membuat Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengundangnya untuk datang di Rumah Jabatan Wakil Gubernur, Jumat (17/1).

“Pesawat ini direncanakan dan dibuat selama dua bulan, dengan menggunakan mesin motor ninja tahun 2011. Ini kemudian jadi viral dan kami diundang di Acara Hitam Putih. Saya berharap bisa dikembangkan di bidang industri. Ini kedua kalinya, pernah saya membuat helikopter, tapi hanya naik sejengkal,” ungkap Haerul.

Pesawat dari bahan bekas itu telah terbang setinggi 20 meter di atas Pantai Langga.

Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid yang menyempatkan hadir, mengapresiasi perhatian Wakil Gubernur kepada warganya. Ia menyempatkan berdiskusi untuk pengembangan pesawat temuan ini.

“Luar biasa, saya mengapresiasi Pak Wagub atas inisiasi pertemuan sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat Pinrang dan ide pembuatan pesawat ini,” ungkap Andi Irwan Hamid.

Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, terlihat memegang baling-baling kayu yang dibawa oleh Haerul ke Makassar. Ia bercerita banyak mengenai pengembangan dan mengarahkan pesawat ini agar bisa bermanfaat untuk masyarakat Sulsel. Ia mengakui sangat surprise melihat kemauan dan keuletan Haerul.

“Luar biasa, kami bangga sebagai warga Sulawesi Selatan, tentu kami pemerintah harus mensupport kreativitas yang seperti ini. Kalau kita memiliki SDM dalam negeri seperti Haerul, kenapa tidak untuk kita dorong, kenapa kita bergantung dengan orang luar. Kita menunggu dari Pemerintah Pusat dan dukungan dari pihak Industri. Kita semua harus bergerak untuk mendukung Haerul kedepan,” tutur Andi Sudirman. (*)

0 208

Makassar, birohumas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah menunjuk Mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Sulsel, Devo Khaddafi, sebagai Pelaksana Tugas Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulsel, Kamis, 9 Januari 2020. Sehari sebelumnya, Devo juga dilantik sebagai Sekretaris Badan Kesbangpol Sulsel.

Penunjukan Devo tersebut, melalui Surat Perintah Pelaksana Tugas Nomor: 821.2/01/I/Plt yang diserahkan langsung Nurdin Abdullah, di Rumah Jabatan Gubernur.

“Tadi waktu penyerahan, Pak Gubernur menitipkan agar saya bekerja sebaik-baiknya, dan mempercepat semua program,” kata Devo.

Secara resmi, Ia akan mulai bertugas, Jumat, 10 Januari 2020. Devo akan fokus pada program yang telah dijalankan dan menjadi prioritas di Kesbangpol.

Devo juga meminta dukungan agar bisa menjalankan tugas dengan baik. Selain membina kesatuan bangsa dan membangun komunikasi dengan organisasi masyarakat, tahun 2020 adalah tahun politik yang tentu saja akan hadir tugas penting yang akan ditangani.

Usai melakukan silaturahmi dengan staf Biro Humas dan Protokol, Devo kemudian bersilaturahmi ke Kantor Kesbangpol.

“Kami ingin berkenalan, melihat-lihat juga kondisi di sana. Walaupun sebagian sudah saling mengenal,” ujarnya.

Devo menuturkan kesannya memimpin Biro Humas dan Protokol selama tiga tahun. Ia mengakui, pengalaman dengan berbagai rasa, bercampur baur.

“Kesannya, pokoknya nano-nano, gado-gado segala macam, karena tiga tahun sejak 2017. Jadi semuanya tentu saja penuh suka duka. Banyak hal yang berkesan, ini menjadi kenangan manis berada Humas,” ucapnya. (*)

0 227
  • Devo Jelaskan Falsafah Bugis- Makassar Sipakatau, Sipakainga dan Sipakalebbi

Yogyakarta, birohumas.sulselprov.go.id – Konvensi Nasional Humas (KNH) 2019 mengusung kearifan lokal sebagai topik utama. Ada yang menarik dari konvensi yang diadakan di Hotel Sahid Jaya Yogyakarta, 16-17 Desember 2019. Para peserta menggunakan pakaian adat lokal.

Demikian juga dengan peserta dari kontingen Sulsel yang tergabung dalam Badan Pengurus Cabang Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (PERHUMAS) Makassar – Sulsel menggunakan pakaian dan simbol adat Sulsel.

Ketua BPC Perhumas Makassar – Sulsel, Devo Khaddafi, menyampaikan apresiasinya. Sebab acara ini meminta agar di hari pertama para peserta yang berjumlah 600 peserta menggunakan pakaian adat. Sedangkan di hari kedua menggunakan batik.

“Ini tentu kami sambut dengan gembira, kita juga dari Sulsel ingin memperlihatkan khazanah budaya kita kepada perwakilan daerah lain,” kata Devo Khaddafi.

Kepala Biro Humas Sulsel ini sendiri menggunakan tutup kepala tradisional khas Makassar, Pasapu/Passapu. Terbuat dari serat kayu atau lontar yang dipintal menjadi kain yang dibuat dalam bentuk segi empat. Kainnya terlebih dahulu harus diberi kanji agar dapat tegak di atas kepala. Devo juga menggunakan baju batik dengan motif dan tulisan khas Sulsel.

Ia juga berkesempatan untuk memperlihatkan atribut ada tersebut di atas panggung saat menjadi moderator. Ketua PBSI Sulsel ini bahkan menjelaskan falsafah Bugis- Makassar Sipakatau, Sipakainga dan Sipakalebbi.

Sipakatau berasal berarti memanusiakan manusia, Sipakainge berarti saling mengingatkan. Dan Sipakalebbi memiliki arti saling memuji, mengasihi dan membantu.

Sedangkan Kasubag Publikasi Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Sulsel, Elvira Jayanti, mengenakan pakaian adat Toraja.

Sementara itu, Staf Humas dan Kerjasama Kabupaten Gowa, Vivianty menggunakan Baju Bodo dan Lipa’ Sa’be (sarung sutra).

Salah seorang peserta memberikan komentar tentang pakaian adat yang digunakan oleh peserta asal Sulsel. Ia menilai, pakaian lokal Sulsel cenderung berwarna cerah dan memiliki filosofi.

“Bagus sekali, warnanya juga cerah. Ini juga pasti ada filosofinya masing-masing,” sebut Rokhmad Hidayanto.

Humas Universitas Jember ini berharap, pakaian ini juga bisa digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

“Semoga ini bisa dipakai di keseharian, misalnya di tempat kerja. Ini juga harus disosialisasikan terus. Jangan sampai mereka lebih tahu baju tradisional atau baju nasional Korea,” paparnya.

Peserta dari Sulsel pada saat disapa oleh Ketua Panitia HKN 2019, Aswad Ishak menjawab dengan semangat dengan kata “Ewako” secara serentak dan disambut tepuk tangan.

“Peserta berasal dari 34 provinsi, kita menggunakan pakaian khas daerah ini merupakan unsur kebanggaan kita,” ujarnya. (*)

0 206
  • Moderator Konvensi Nasional Humas 2019

Yogyakarta, birohumas.sulselprov.go.id – Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel, Devo Khaddafi, kembali didapuk menjadi moderator dalam Konvensi Nasional Humas 2019, di Sahid Jaya Hotel, Yogyakarta, Senin, 16 Desember 2019.

Devo menjadi moderator di sesi pertama yang diisi oleh Ketua Umum PERHUMAS Indonesia Agung Laksamana, Karopenas Div Humas Polri Brigadir Jendral Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo Prof. Widodo Muktiono, Ketua Umum Aspikom Muhammad Sulham, Ketua Forum Humas BUMN dan Corporate Secretary Bank Indonesia Rohan Hafas.

Pada KNH 2018 lalu, Devo didadak menjadi moderator secara tiba-tiba untuk memandu secara keseluruhan satu sesi. Tahun ini menjadi moderator di sesi tanya-jawab.

“Ini kesempatan saya kedua, didadak menjadi moderator. Untungnya jantung sudah terlatih, tahun lalu di KSN di Jakarta. Saya juga diminta menjadi moderator,” kata Devo Khaddafi.

Menutup sesi tanya jawab, Devo menyampaikan falsafah Bugis-Makassar. Yakni, sipakatau, sipakainge dan sipakalebbi.

“Izinkan saya menutup sesi ini. Karena saya dari Makassar, mau sedikit menyampaikan falsafah Bugis-Makassar. Yaitu, Sipakatau, yang berarti memanusiakan manusia, kedua sipakainge yang berarti saling mengingatkan. Yang ketiga sipakallebi, yang artinya saling menghargai. Mungkin kita juga bagian dari kategori orang Bugis-Makassar yang memiliki falsafah ini, terima kasih,” tutupnya disambut tepuk tangan.

Devo juga mendampingi narasumber untuk launching Gerakan Satu Juta Tumbler di acara konvensi ini. Pemerintah sendiri meluncurkan gerakan ini dan digagas Kementerian Komunikasi dan Informatika Kemenkominfo. (*)

0 222
  • Ciptakan Sumber Daya Manusia Unggul

Yogyakarta, birohumas.sulselprov.go.id – Biro Humas Setda Sulawesi Selatan (Sulsel) mengikuti Konvensi Nasional Humas (HKN) 2019 di Yogyakarta.

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Sahid ini berlangsung dari 16-17 Desember. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (PERHUMAS) mengusung tema HUMAS 2020: Kearifan Lokal, Solusi Global (Local Wisdom, Global Solutions).

Konvensi nasional tahunan ke-20 ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dan terampil di era digital society 5.0, sejalan dengan Visi Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan “SDM Unggul, Indonesia Maju”. Perhumas meyakini peran SDM humas dalam mensosialisasikan keunggulan yang dimiliki Indonesia kepada dunia sangat vital untuk membantu pemerintah mencapai target tersebut.

Kepala Biro Humas Sulsel, Devo Khaddafi kegiatan ini merupakan moment agar di era digital ini dapat melangkah dan saat bersamaan tidak meninggalkan akar budaya yang ada.

“Bagi kita Sulsel, ini sebuah moment untuk kita betul-betul melangkah ke era digital. Tetapi pada saat yang bersamaan tidak meninggalkan root, tidak meninggalkan budaya kita,” kata Devo.

Devo yang juga ketua BPC Perhumas Sulsel menyebutkan nilai adat istiadat atau lokal wisdom adalah hal yang dapat dimasukan dalam kerja-kerja kehumasan. Konvensi ini juga akan memastikan seperti apa roadmap kehumasan di Indonesia.

“Ini untuk memastikan bahwa di 2020 itu jelas, bagaiaman arah dan strategi kehumasan ke depan,” sebutnya.

Termasuk di era digital ini, bagaimana Humas Sulsel memainkan peran menangkal hoaks yang begitu cepat. Demikian juga dengan era artificial intellegent dan big data diharapan dari kegiatan ini akan ditemukan formula dan strateginya.

Ia menambahkan Sulsel akan mengajukan diri sebagai tuan rumah untuk HKN 2020. Hal ini dalam rangka Sulsel berperan dalam menyelesaikan persoalan bangsa.

Sedangkan, Ketua Umum BPP PERHUMAS, Agung Laksamana mengatakan berkembang pesatnya media digital dan teknologi artificial intelligence (AI), hiruk pikuk informasi serta ketidakpastian hoaks dan fake news menambah komplexitas peran-fungsi profesi Humas saat ini. Di sisi lain, Indonesia memiliki keistimewaan dengan beragamnya kearifan lokal yang dapat menjadi nilai tambah dalam penciptaan solusi kreatif bidang komunikasi.

Pemilihan kota Yogyakarta dalam KNH 2019, lanjut Agung, sangat tepat dan istimewa. Yogyakarta yang kaya akan kearifan budaya akan memberikan perspektif bagi para praktisi Humas agar tetap memiliki dan mencari perspektif lokal budaya masing-masing sebagai solusi kreatif dalam menghadapi era globalisasi dan disrupsi saat ini.

“KNH 2019 di Yogyakarta ingin menitikberatkan peran fungsi Humas dalam mencari berbagai kearifan dan kekayaan budaya Indonesia yang bisa memberi inspirasi bagi strategi maupun solusi kreatif kehumasan dan komunikasi,” kata Agung dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.

Sri Sultan Hamengkubuwono X dijadwalkan akan membuka konvensi nasional humas yang akan dihadiri oleh praktisi humas baik dari korporasi, pemerintah, akademisi dan mahasiswa ilmu Komunikasi.(*)

0 178
  • Narsum Expose Perhubungan 2019 dan Rencana Aksi 2020

Makassar, birohumas.sulselprov.go.id – Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Sulsel, Devo Khaddafi, menjadi narasumber pada kegiatan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2019, dengan tema Expose Perhubungan 2019 dan Rencana Aksi 2020. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Gammara Makassar, Rabu, 12 Desember 2019.

Selain Devo, pada diskusi panel ini juga menghadirkan narasumber dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Kusnendi Soehardjo, dan dari Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri serta Staf Ahli Gubernur Sulsel, Jayadi Nas.

Pada ekspose ini, Devo menyampaikan pentingnya dinas perhubungan, baik provinsi dan kabupaten/kota, melakukan penyebaran informasi program dan kegiatan melalui sistem digital.

“Kita mendorong untuk melakukan digitalisasi terkait penyebaran informasi transportasi dan kegiatan. Termasuk melalui media sosial,” kata Devo.

Terutama hal yang berhubungan dengan apa yang terjadi di lapangan. Dinas Perhubungan dapat mencontoh Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, dalam penyebaran informasi lalu lintas.

“TMC Polda Metro Jaya dapat jadi contoh. Termasuk bagaimana mempersiapkan laporan lalu lintas. Sehingga masyarakat mengetahui informasi yang ada, misalnya penutupan jalan,” ujarnya.

Penyebaran informasi ini, menurut Devo, sangat penting langsung dari instansi terkait, sebagai informasi yang bisa dipercaya kebenarannya. (*)

0 239

Jakarta, birohumas.sulelprov.go.id – Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulawesi Selatan, Devo Khaddafi mengikuti Festival Media Digital KPK. Kegiatan ini berisi talkshow dan diskusi dilaksanakan di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, 9 Desember 2019.

Devo mengatakan, peran humas memang akan semakin kompleks di era disrupsi sekarang ini. Namun, juga tersedia sarana atau alat untuk menghadapi fenomena di mana masyarakat menggeser aktivitas-aktivitas yang awalnya dilakukan di dunia nyata, ke dunia maya.

“tool (alat) yang tersedia juga ada untuk mengadapi persoalan yang semakin kompleks ini. Salah satu kegiatan seperti ini. Saling sharing, bertukar pengalaman antar humas,” kata Devo.

Adapun narasumbernya sesi pertama dengan tema ” Optimalisasi Pemanfaatan Media Digital bagi Humas Pemerintah untuk Transparansi Informasi Layanan Publik di Era Disrupsi Informasi” diisi oleh, Inspektur Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Menkominfo RI), Doddy Setiadi dan praktisi kehumasan pemilik akun @NdoroKakung, Wicaksono.

Doddy Setiadi membahas tentang peran humas pemerintah dalam menjaga konsistensi layanan informasi publik yang transparan.

Sedangkan Wicaksono menyampaikan tentang tantangan dan solusi humas pemerintah di era distrupsi informasi dan post trust dalam konteks pelayanan informasi publik.

Menurutnya, untuk mencegah krisis public relations (kehumasan), humas pemerintahan harus mempunyai SOP yang jelas. Sehingga dapat menghadapi krisis yang terjadi setiap saat.

“Di era disrupsi informasi saat ini respon time menjadi faktor penting dalam mencounter info atau hoaks,” sebutnya.

Sesi selanjutnya, tentang optimalisasi media sosial dan konten kreatif media sosial.

Acara ini dibuka oleh Komisioner KPK, Laode M. Syarif. Ia menyampaikan humas harus memanfaatkan media digital, “Ini penting, ada huumas pemerintahan dalam mengikuti perkembangan jaman. Bahkan KPK pun harus terus berbenah,” ujarnya. (*)

0 267

Makassar, birohumas.sulselprov.go.id – Mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Negara, Universitas Muhammadiyah Makassar melakukan kunjungan instansi ke Biro Humas dan Protokol Provinsi Sulawesi Selatan pada Jumat, 6 Desember 2019.

Bertempat di baruga Lounge, Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, 50 mahasiswa yang mengambil mata kuliah Public Relation ini diterima langsung oleh Kepala Bagian Humas, Amrullah Hanafie.

Usai menerima kunjungan, Amrullah Hanafie menyebutkan tujuan adalah memperkenalkan dunia public relation secara aplikatif kepada mahasiswa khususnya dalam bidang pemerintahan.
“Jadi kami memperkenalkan mengenai dunia kerja kehumasan secara langsung, apa yang diperoleh di kampus kadang berbeda pengaplikasiannya dengan dunia kerja,” jelas Amrullah Hanafie.

Amrullah berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan dan memotivasi para mahasiswa untuk lebih mengembangkan skill dan pengetahun di bidang kehumasan.

Sementara, Indah Elza Putri, dosen pengampu mata kuliah Public Relation Unismuh Makassar yang hadir mendampingi mahasiswa mengatakan, informasi yang diberikan selama kunjungan membantu merealisasikan antara teori dan praktik kehumasan di perkuliahan.

“Humas Pemprov Sulsel memang kami pilih sebagai lokasi untuk melakukan studi lapangan dalam bidang kehumasan karena sederet prestasi yang telahh dicapai dan berbagai inovasi yang dilakukan untuk menjaga citra dan kepercayaan public,” jelas Indah.(*)

0 210

Makassar, birohumas.sulselprov.go.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara mengunjungi Biro Humas dan Protokol Provinsi Sulawesi Selatan pada Jumat, 6 Desemmber 2019.

Kepala Biro Humas dan Protokol Sulsel, Devo Khaddafi menerima kunjungan yang bertujuan membahas penerapan Public Service Oblgation (PSO) yang ditugaskan kepada LKBN Antara kepada mitranya, salah satunya Pemprov Sulawesi Selatan.

Kegiatan ini diisi dengan diskusi dan Tanya-jawab mengenai penerapan PSO pada kegiatan Pemprov Sulsel dan respon pemberitaan LKBN Antara.

“Kami melaksanakan monitoring dan evaluasi Public Service Obligation atau kewajiban pelayanan universal, yang ditugaskan Negara melalui Kominfo RI kepada LKBN Antara, seperti apa diseminasi informasi yang dilakukan Biro Antara Sulselbar” jelas Kepala Seksi Tata Kelola Penyediaan Informasi Publik Kominfo RI, Hardy Kembar Pribadi di Humas Corner, Kantor Gubernur Sulsel.

Sementara, Koordinator PSO Perum LKBN Antara, Rini Utami, tujuan PSO adalah menyebarluaskan informasi terkait kebijakan pemerintah dari pusat hingga ke daera ekpada masyarakat.

“Sebagai bagian dari usaha mencerdaskan anak bangsa,” sebut Rini.

Sementara, Devo Khaddafi usai menerima kunjungan ini mengatakan, dirinya memberi masukan kepada LKBN Antara mengenai hal yang perlu dimaksimalkan dari kerjasama Pemprov Sulsel dan LKBN Antara Sulselbar.

“Salah satunya kami mengusulkan untuk membuka segmen baru bagi milenial, sehingga pembaca Antara tidak hanya berasal dari kalangan professional namun juga bagi kaum muda,”terang Devo.(*)

0 15
Makassar, humas.sulselprov.go.id - Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Sulawesi Selatan (Sulsel), Naoemi Octarina, menghadiri Gebyar PAUD Insan Masagena 2021, yang dilaksanakan di PAUD...