Tags Posts tagged with "Dinas Sosial Sulsel"

Dinas Sosial Sulsel

0 85

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) bergerak cepat dalam penanganan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana. Mengingat dalam beberapa hari terakhir ini, Sulsel dilanda cuaca ekstrim, hujan dan angin kencang di beberapa kabupaten/kota.

Hal itu pun atas instruksi langsung dari Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, kepada Dinsos Sulsel.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Sulsel, Herman, menyampaikan, Plt Gubernur memberikan pesan agar Dinas Sosial harus hadir dalam setiap kejadian bencana. Masyarakat sangat membutuhkan kehadiran pemerintah.

“Kita diharapkan memiliki kepekaan untuk peduli kepada masyarakat yang menjadi korban bencana, selalu tanggap, siap siaga, dan segera melakukan tindakan yang diperlukan,” tuturnya, Senin, 5 April 2021.

Tim Social Care (SC) Dinsos Sulsel, kata dia, telah berkunjung ke lokasi terdampak angin kencang di Topa, Desa Banrimanurung, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto.

“Teman-teman dari Tagana Jeneponto telah melakukan assesment. Dan kami juga melihat langsung kondisi korban terdampak atas arahan dari Bapak Plt Gubernur. Di sana ada satu rumah rusak berat, dan satu rumah rusak sedang,” katanya.

Minggu lalu, kata Herman, Dinsos Sulsel pun telah berkunjung membawa bantuan di Kabupaten Sidrap dan Kabupaten Pangkep. Bantuan itu untuk masyarakat yang terdampak angin puting beliung. Sementara bencana banjir di Kabupaten Wajo, Dinsos Sulsel terus berkoordinasi dengan kabupaten dan informasi terakhir banjir telah surut.

Sementara di Bantaeng, terjadi abrasi di pesisir pantai. “Kami terus berkoordinasi dengan Dinsos Kabupaten. Alhamdulillah, bantuan sudah disalurkan kepada korban abrasi pantai,” imbuhnya.

Dalam rangka percepatan penanganan bantuan dari Dinas Sosial Provinsi Sulsel, pihaknya juga sudah mendistribusikan bantuan logistik ke 24 kabupaten/kota. Hal ini dilakukan untuk mempercepat pelayanan ke masyarakat ketika ada bencana. Sehingga, kabupaten/kota sudah siap memberikan bantuan.

“Dinas Sosial Sulsel pun siap mengirimkan bantuan ketika kabupaten/kota meminta tambahan bantuan,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengapresiasi langkah tim Social Care (SC) Dinsos Sulsel. “Cuaca yang ekstrim membuat pohon tumbang dan merusak rumah warga. Kami sudah instruksikan Dinsos untuk turun membawakan bantuan. Serta terima kasih kepada Tim Social Care Dinsos Sulsel yang dipimpin Kabid Linjamsos yang telah turun ke lokasi terdampak bencana,” ujarnya.

Dalam kondisi cuaca saat ini, ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa waspada dan berhati-hati terhadap kemungkinan yang terjadi. (*)

0 45

Jeneponto, humas.sulselprov.go.id – Seorang pemuda di Kabupaten Jeneponto dikabarkan mengalami kondisi yang membutuhkan bantuan. Pemuda itu bernama Irfan. Ia warga Desa Bontosunggu, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto. Irfan tinggal di kolong rumah milik neneknya, hal itu lantaran dirinya selalu merah gerah.

Meski usianya sudah 23 tahun, namun pria itu hanya bisa terbaring. Menderita lumpuh layu sejak usia 11 tahun. Bahkan kondisi itu membuat tubuhnya menurun. Pada bagian lengan hingga tangan tampak kurus.

Kabar itu pun sampai pada Plt Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman. Ia pun langsung mengutus Dinas Sosial untuk mengecek kondisi Irfan.

Plt Kepala Dinas Sosial Sulsel, Gemala Faoza, menyampaikan, atas arahan dari Plt Gubernur Sulsel, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinsos Kabupaten Jeneponto untuk melakukan assesment ke rumah Irfan.

“Dari hasil assesment, diketahui bahwa keluarga Irfan telah terdaftar pada Data Terpadu Kesejahteran Sosial (DTKS) sebagai penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), BPNT dan sudah memiliki KIS,” jelasnya.

Dinsos Sulsel melalui Dinas Sosial Jeneponto memberikan bantuan kepada keluarga Irfan berupa sembako.

“Dinas Sosial Kabupaten jeneponto telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dalam pendampingan bantuan pemenuhan gizi secara rutin. Dinas Sosial Kabupaten Jeneponto sudah menyediakan kendaraan untuk antar jemput bila Irfan ingin memeriksakan kesehatan ke rumah sakit, karena keluarga tidak bersedia bila Irfan dirawat inap,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengapresiasi langkah Dinas Sosial Sulsel dan Dinsos Jeneponto atas gerak cepat untuk melihat langsung kondisi warga.

“Dinas Sosial Provinsi dan Kabupaten sudah turun melihat dan mendata adik Irfan di Jeneponto. Alhamdulillah, sudah terdaftar mendapatkan bantuan sosial. Namun tugas kita itu, kondisinya perlu diperhatikan dan dilakukan pendampingan,” pintanya. (*)

0 78

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui Dinas Sosial Sulsel kembali memberikan bantuan kemanusiaan kepada korban bencana alam di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Bantuan kemanusiaan tersebut berupa logistik, yang terdiri dari bahan makanan dan sandang, serta dukungan psikososial.

“Jadi selain logistik seperti bahan makanan dan sandang, kami juga membawa tim psikososial sebanyak 20 orang yang dibagi ke Mamuju dan Majene untuk mengobati trauma yang dialami para pengungsi, utamanya anak-anak,” kata Kepala Dinas Sosial Sulsel, Gemala Faoza.

Dinas Sosial Sulsel melakukan trauma healing untuk mengurangi trauma yang dialami para pengungsi.

“Anak-anak dikumpulkan, diajak bermain bersama, diajak belajar bersama, dan dibagikan buku-buku pelajaran, buku mewarnai dan beberapa permainan edukatif,” jelasnya.

Bantuan buku-buku dan permainan edukatif disediakan oleh Pokja Bunda PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Sulsel. Mereka juga diberikan tas sekolah dan perlengkapan tulis menulis.

“Bantuan ini sebagai bentuk perhatian Bunda PAUD Sulsel, Ibu Lies F Nurdin kepada anak-anak korban bencana. Ini agar mereka bisa tetap belajar walau di tempat pengungsian,” kata Gemala.

Bukan hanya untuk anak-anak, orang tua juga diberikan buku-buku serta diberikan motivasi agar tetap semangat menjalani hidup. (*)

0 108
  • Korban Gempa Sulbar

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) berhasil memulangkan 102 orang warga Jawa Timur dan Jawa Tengah melalui Lanud Hasanuddin, Kamis 21 Januari 2021. Hal tersebut berdasarkan laporan dari Plt Dinas Sosial Sulsel, Gemala Faoza.

Menurut Gemala Faoza, untuk sampai ke rumah masing-masing dari 54 orang warga Jawa Tengah (Jateng) dan 48 orang warga Jawa Timur (Jatim), Dinsos Sulsel sudah berkoordinasi dengan Dinsos Jatim, Jateng maupun kabupaten masing-masing di dua provinsi tersebut.

“Sudah kami koordinasikan dengan Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan rencananya di tujuan nantinya rombongan pengungsi akan dijemput oleh gubernur masing-masing,” kata Gemala.

Diketahui, turut hadir pada acara pelepasan tersebut, Danlanud Hasanuddin, Kalaksa BPBD Sulsel, Kadis Perhubungan Sulsel, Kasat Pol-PP Sulsel, beserta pejabat lainnya.

Sebelumnya, Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah, akan menanggung semua biaya kepulangan warga Jatim dan Jateng yang terkena dampak gempa bumi di Sulbar melalui jalur udara.

“Semua (Biaya) atas tanggungan pemerintah provinsi. Jadi kalau mereka bisa kembali ke kampung bertemu dengan keluarga, mungkin trauma itu bisa terobati. Saya juga tadi berdiskusi dengan semuanya para saudara-saudara kita dari Mamuju, mereka sebenarnya punya rumah juga di Jawa Timur, maupun yang Jawa Tengah,” tutupnya. (*)

0 58
  • Satu Keluarga Ditampung dan Diisolasi di Swissbell

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pemerintah Provinsi Sulsel menampung pengungsi korban gempa Sulawesi Barat (Sulbar). Adapun jumlah pengungsi yang telah tiba melalui Lanud Hasanuddin sampai 19 Januari 2021 sebanyak 686 orang. Sebagian besar langsung dijemput oleh keluarganya.

Selain di Aula Dinas Sosial, Pemprov juga menyiapkan Asrama Haji dan UPT Inang Matutu.

“Ini kita lagi buka Asrama Haji, ini pengungsi yang datang sampai hari ini kita sudah siapin Asrama Haji, tapi masih lebih banyak langsung ke keluarga,” kata Nurdin Abdullah di Hotel Rinra, Selasa, 19 Januari 2021.

Nurdin mengaku telah berkoordinasi dengan Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulsel untuk penyiapan lokasi penampungan ini.

“Saya kira itu bagus juga, kecuali yang tidak ada keluarga mau mengungsi ke sini kita siapin asrama haji, saya sudah komunikasi dengan Kanwil untuk itu,” ujarnya.

Termasuk bagi pengungsi yang membutuhkan penanganan medis dan kesehatan. Mereka juga yang tiba dilakukan rapid antigen.

“Jelas ini sudah mulai bergerak semua. Jadi kita siapin klinik, bagi yang serius kita rujuk ke rumah sakit. Di Rumah Sakit Pendidikan Unhas,” jelasnya.

Nurdin juga direncanakan akan berkunjungan ke UPT Inang Matutu, Rabu, 20 Januari 2021.

Adapun mereka yang ditampung di UPT Inang Matutu sebanyak 84 orang, terdiri dari balita 11 orang, anak-anak 13 orang, remaja 17 orang, dan orang dewasa 43 orang.

Rata-rata pengungsi masih trauma, sehingga dilakukan trauma healing oleh pekerja sosial dan tim psikososial. Selain itu juga anak-anak diberikan mainan edukatif selama di penampungan. Di lokasi juga sudah dibuka dapur umum.

Sedangkan di Asrama Haji Sudiang, sebanyak 28 orang, terdiri dari bayi 2 orang dan orang dewasa 26 orang. Juga terdapat 1 keluarga yang terdiri dari 4 orang ditampung di Hotel Swissbell, dimana tempat ini diketahui sebagai lokasi karantina Covid-19.

Alasan dibawa ke Swissbell karena hasil rapid antigen reaktif, sehingga untuk mencegah kemungkinan atas saran Kadis Kesehatan Susel untuk diisolasi terlebih dahulu untuk di tes PCR.

Untuk pemeriksaan kesehatan rapid antigen sudah dilakukan oleh AU, tetapi sudah dilakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Sulsel untuk dilakukan Rapid Antigen ulang. (*)

0 67

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Para pengungsi korban bencana alam gempa bumi dari Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) telah tiba di Kantor Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin, 18 Januari 2021. Selanjutnya, para pengungsi diberikan tempat tinggal sementara.

Adapun jumlah pengungsi sebanyak 50 orang dan sebagian sudah dijemput oleh keluarga masing-masing. Dinsos juga telah melakukan assesment kepada para pengungsi.

“Jadi awalnya tiba sekitar 50 pengungsi. Namun, sebagian sudah dijemput keluarga mereka di Makassar, sehingga jumlahnya saat ini sekitar 20 orang,” jelas Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial, Gemala Faoza.

Sebelumnnya, pengungsi tersebut juga telah diperiksa kesehatanya dan dirapid test di Pangkalan Lanud Hasanuddin Makassar. Gemala menyebutkan, saat ini Dinsos Sulsel juga menanti kedatangan sekitar 90 pengungsi lainnya.

“Jumlah tersebut bisa saja berkurang saat tiba di Makassar, apabila ada dari para pengungsi yang dijemput pihak keluarga di Makassar,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi kapasitas penampungan, selain di Aula Kantor Dinsos Provinsi Sulsel, juga disiapkan di UPT Inang Matutu dan Asrama Haji Sudiang. (*)

0 138

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Berbagai lini bergerak membantu korban gempa di Sulawesi Barat (Sulbar). Termasuk Dinas Sosial Sulsel.

Bantuan dikirim melalui KRI Teluk Ende. Bantuan diserahkan langsung oleh Plt Kadis Sosial Sulsel, Gemala Faoza, mewakili Gubernur Sulsel kepada Danlantamal VI Makassar, Laksamana Pertama TNI Benny Sukandari di Pangkalan Utama TNI AL VI Makassar, Jumat, 15 Januari 2020.

“Alhamdulillah, ini sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Sulsel mengirimkan bantuan bencana alam kepada saudara-saudara kita di Sulbar,” kata Kadis Sosial Sulsel, Gemala Faoza.

Adapun bantuan yang diberikan berupa beras 10 ton, mi instan 3.000 dos, gula pasir 3.000 liter, ikan sarden 3.000 kaleng, minyak kelapa 3.000 liter, selimut 3.000 buah, dan sarung 3.000 lembar.

“Semoga bantuan ini berguna dan membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di sana. Mari berdoa, semoga tidak ada bencana susulan dan semoga Allah senantiasa melindungi kita semua,” ucapnya. (*)

0 111

Luwu Timur, humas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, mencanangkan kawasan siaga bencana di Kabupaten Luwu Timur (Lutim). Kegiatan siap siaga tersebut dipelopori Tagana dan Dinas Sosial Sulsel dan Lutim.

Taruna Siaga Bencana (Tagana) sendiri merekrut anggota sebanyak 120 orang dari dua kecamatan di Lutim. Mereka dilatih secara khusus, bagaimana membantu warga di kawasan siaga bencana alam.

“Saya mendapatkan amanah untuk membuka kegiatan ini. Kami setiap kegiatan selalu kompak dalam mengikuti kegiatan dengan diikuti bupati dan anggota DPRD setempat maupun provinsi,” kata Nurdin Abdullah di hadapan Kasubdit Penanganan Korban Bencana Alam Kemensos RI, Iyan Kusmadiana, di Desa Kertoraharjo, Kecamatan Tomoni Timur, Kamis, 22 Oktober 2020.

Ia menjelaskan, bencana alam terjadi karena ketidakseimbangan alam semesta. Sementara Tuhan sudah menciptakan alam semesta dengan desain yang luar biasa, tergantung bagaimana kita menjaga alam.

“Bencana itu bisa terjadi karena tidak ada keseimbangan alam. Tuhan sudah menciptakan alam ini seperti rantai kehidupan saling membutuhkan,” jelasnya.

“Keberlangsungan hidup ini tergantung pada kehidupan kita semua. Mari kita jaga betul hulu kita. Saya kira Tuhan sudah menjaga itu semua, Tuhan sudah mendesain semua. Kalau kita mau dicintai oleh alam, kita harus mencintai alam kita,” tambahnya.

Sementara itu, Kasubdit Penanganan Korban Bencana Alam Kemensos RI, Iyan Kusmadiana, mengatakan, kegiatan ini sangat luar biasa. Mulai dari daerahnya yang sangat sejuk, dan kegiatan yang paling lengkap karena dihadiri seluruh tokoh-tokoh dan unsur pemerintahnya.

“Terimakasih banyak Bapak Gubernur. Ini adalah kegiatan yang sangat lengkap selama kami melakukan kegiatan pencanangan kawasan siaga bencana,” katanya.

Olehnya itu, pihaknya sudah melatih secara khusus relawan yang sudah siap untuk turun membantu masyarakat yang terkena bencana alam di wilayah Lutim.

“Kami sudah melatih secara khusus anggota baru yang siap untuk melayani masyarakat yang terkena bencana alam. Kami mohon Dinas Sosial setempat untuk membimbing dan mendampingi relawan yang sudah dilatih secara khusus ini,” tutupnya.

Pjs Bupati Luwu Timur, Jayadi Nas, menyampaikan terimakasih kepada seluruh anggota relawan yang sudah siap melibatkan diri dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat yang terkena bencana alam.

“Terimakasih kepada teman-teman dari Tagana. Sekali lagi saya ulangi terimakasih banyak kepada Tagana yang sudah melatih dan membimbing seluruh relawan ini,” tutupnya. (*)

0 84

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Abdul Hayat Gani, membuka kegiatan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program Sembako yang dilaksanakan Dinas Sosial, di Hotel Grand Asia Makassar, Selasa, 29 September 2020.

Abdul Hayat menyampaikan, Program Sembako merupakan program inovasi dan transformasi dari program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Rastra. Sebelumnya, Program Rastra dijalankan dengan memberikan bantuan sosial beras, dan dengan peralihan ke BPNT, bantuan diberikan secara Non-Tunai sebesar Rp 110 ribu, yang harus dibelanjakan kebutuhan pangan berupa beras dan telur di warung/toko yang telah ditentukan.

Pada Program Sembako, jumlah bantuan yang diberikan lebih besar, yakni Rp 150 ribu setiap bulannya dan ditargetkan menjadi Rp 200 ribu hingga bulan September 2020 sebagai respon pemerintah terhadap Covid 19.

“Program ini mulai dilaksanakan secara bertahap di seluruh kabupaten kota di Indonesia sejak 2017,” jelas Abdul Hayat.

Adapun jumlah kuota Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berdasarkan data Kementerian Sosial pada awal tahun 2020 adalah sebanyak 427.512 KPM, dan ditambahkan sebanyak 155.629 KPM selama masa pandemi Covid-19. Jadi total kuota yang ditangani adalah 583.141 KPM.

“Dengan program sembako, diharapkan manfaat yang dirasakan masyarakat dapat lebih luas, jika program beras sejahtera dan BPNT hanya akan memenuhi sebagian kebutuhan akan pangan, maka manfaat yang dirasakan dari program sembako lebih kepada pemenuhan nutrisi/gizi yang lebih seimbang dan variatif,” bebernya.

Dalam kesempatan ini, Abdul Hayat mengingatkan agar seluruh pihak yang terlibat pada kegaiatan ini mulai dari Kemensos, Tim Koordinasi Provinsi, Tim Koordinasi Kabupaten/Kota, Koordinator Daerah (Korda), bank penyalur dan pendamping yang ada di lapangan senantiasa berkoordinasi dan bersinergi dengan baik bersama pihak kecamatan, desa hingga kelurahan dan mampu memastikan terpenuhnya prinsip 6T. Yakni Tepat jumlah, Tepat kualitas, Tepat harga, Tepat waktu, Tepat administrasi dan Tepat sasaran.

“Verifikasi dan validasi data harus dilaksanakan sungguh-sungguh, sesuai dengan aturan dan mekanisme yang berlaku, sehingga Program Sembako menjadi tepat sasaran,” tegasnya.

Sementara, berdasarkan data BPS pada Semester 1 (Maret) 2020 persentase jumlah penduduk miskin di Sulsel berada di angka 8,69 persen. Angka ini berada di bawah angka nsional yakni 9,78 persen.
Program penanggulangan kemiskinan secara berlanjut telah dilaksanakan di Sulsel, antara lain KUBE Jasa, Usaha Ekonomi Produktif (UEP) PKH, Rastra, serta BPNT yang sedang bertransformasi menjadi Program Sembako. (*)

0 127

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Abdul Hayat Gani, memastikan penyaluran bantuan non-tunai kepada masyarakat prasejahtera di setiap kabupaten kota dilakukan dengan akuntabel dan efisien melalui pengawasan dari Kepolisian Daerah dan Kejaksaan Tinggi. Sekprov Abdul Hayat selaku Ketua Tim Koordinasi penyaluran bantuan mejelaskan hal ini pada Rapat Koordinasi Evaluasi Berkala Bantuan Pangan Non-Tunai Kementerian Sosial yang digelar secara daring bersama Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sulsel dan Kejaksaan Tinggi bersama seluruh Wakapolres dan Sekda serta Dinas Sosial masing-masing daerah.

“Aparat hukum Polri baik dari kepolisian daerah dan kejaksaan tinggi ikut mengawasi penyaluran bantuan kepada masyarakat. Jadi segera koordinasi jika ada kendala di lapangan. Kalau ada bantuan tidak tepat sasaran, kami tidak main-main,” tegas Abdul Hayat pada rapat yang digelar melalui video conferensi di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulsel, Kamis, 2 Juli 2020.

Abdul Hayat menyebutkan, pengawasan yang dilakukan terkait penyaluran yang tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah, tepat kualitas, tepat administrasi dan tepat harga yang dapat diakses memlaui Sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Bantuan beras yang diberikan adalah sepuluh kilo per keluarga, jumlah ini harus tepat, kualitas yang diberikan harus sesuai dengan yang diatur, kalau jenis premium harus premium yang disalurkan,” jelas Abdul Hayat.

Sementara, Wakapolda Sulsel, Brigjenpol Halim Pagarra, menyebutkan, perlu melakukan upaya preventif di setiap daerah melalui koordinasi antara semua pihak yang terlibat dalam penyaluran bantuan. Senada dengan Sekprov, Wakapolda sebagai Ketua Satuan Tugas penyaluran bantuan sosial menegaskan, seluruh Wakapolres, Kepala Dinas Sosial, Sekda dan suplier harus memiliki kepastian jumlah keluarga penerima bantuan, jumlah bantuan, waktu, kualitas, harga dan administrasi.

“Kalau tidak ada penyimpangan ya Alhamdulillah. Saya harapkan sebelum ada penyidikan, harus ada upaya preventif yang dilakukan oleh wilayah,” ujarnya. (*)

0 13
Makassar, humas.sulselprov.go.id - Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, menerima kunjungan silaturahmi Wakil Ketua MPR RI, Syarief Hasan, di Rumah Jabatan...