Tags Posts tagged with "Kab. Jeneponto"

Kab. Jeneponto

0 39

Jeneponto, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, meninjau lokasi banjir di Kabupaten Jeneponto, Selasa (7/12/2021). Diketahui, banjir yang terjadi ini akibat hujan yang melanda sebagian wilayah Sulsel beberapa hari terakhir ini, termasuk di Jeneponto.

Didampingi Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar, mereka meninjau salah satu titik banjir di Jeneponto. Tepatnya di depan Pasar Karisa, Jalan Pahlawan, Kelurahan Empoang Selatan, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto. Arus lalu lintas pun terhambat, dikarenakan air yang ada di saluran pembuangan tersumbat, sehingga meluap dan masuk ke badan jalan.

“Kami bersama Bapak Bupati Jeneponto meninjau lokasi jalan tertutup oleh banjir di Kabupaten Jeneponto,” ujarnya.

Pihaknya pun akan segera berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) untuk membahas masalah banjir itu.

“Karena ruas jalan tersebut (Jalan Pahlawan) merupakan jalan nasional. Kita harap ada penambahan dimensi saluran karena ada yang sempit. Dengan harapan dapat mengurangi dampak banjir,” jelasnya.

Dalam upaya mengatasi masalah banjir, Andi Sudirman mengaku, pihaknya akan berfokus dalam melihat sistem drainase, pompa dan kondisi kanal.

“Ini menjadi perhatian bersama dan kami harap bersinergi dalam upaya memastikan masalah genangan bisa diselesaikan. Meski bukan hal yang mudah, tetapi dengan semangat mencari solusi bersama, perlahan dapat kita atasi,” tuturnya.

Sebelumnya, Andi Sudirman baru saja melakukan kunjungan kerjanya di Kabupaten Bantaeng. (*)

0 70

Jeneponto, humas.sulselprov.go.id – Disela-sela penanaman jagung bersama petani di Kabupaten Jeneponto, Presiden Joko Widodo mengendarai traktor untuk menanam benih jagung. Jokowi yang didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, dan Bupati Jeneponto Iksan Iskandar, melakukan penanaman di Kelurahan Tolo, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, Selasa 23 November 2021.

Selain itu, dalam kunjungan kerjanya ini, Jokowi turut meresmikan Bendungan Karalloe.

“Hari ini saya bisa pegang traktor dan juga sangat mudah sekali. Saya tadi diajari sebentar oleh Pak Menteri Pertanian,” ujar Presiden selepas menjajal traktor.

Presiden pun mulai mendorong alat tanam jagung atau corn planter dan diikuti oleh para petani secara serentak. Uniknya, usai menanam benih jagung sepanjang kurang lebih 100 meter, Presiden menaiki traktor yang telah terparkir di lokasi.

“Tadi kan kita melakukan penanaman dengan planter untuk khusus jagung tapi juga tadi saya mencoba untuk penanaman dengan traktor yang di belakangnya ada planter-nya,” kata Presiden.

Traktor berwarna hijau pun melaju perlahan di hamparan lahan. Bersama Menteri Pertanian, Presiden berkeliling satu putaran lahan.

Kepala Negara memandang, pemanfaatan alat mekanis pertanian seperti traktor dibutuhkan jika lahan garapan para petani sangat luas sehingga penanaman bisa lebih efektif. “Saya kira dua-duanya baik, tetapi kalau dalam hamparan yang sangat luas memang yang paling cepat adalah memakai traktor, cepat sekali. Saya kira mekanisasi seperti ini juga perlu dikenalkan kepada seluruh petani agar penggunaan alat-alat semiberat seperti ini bisa juga dilakukan,” tandasnya.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menyampaikan, semua potensi pertanian berusaha dimaksimalkan agar bisa memenuhi kebutuhan pangan, dan meningkatkan perekonomian negara.

“Upaya konkret yang kita lakukan ini dalam rangka percepatan hingga terjadi peningkatan indeks pertanaman tiga kali lipat setahun dan menaikkan produktivitas. Dan kita targetkan harus bisa ekspor,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan, kehadiran Jokowi ini sebagai bentuk dukungan dan perhatian dalam mendorong Sulsel sebagai lumbung pangan Nasional. Menurutnya, bendungan ini sama halnya dengan ‘investasi’ pemerintah yang langsung dinikmati oleh masyarakat banyak.

“Bapak Presiden telah meresmikan Bendungan Karalloe, juga melakukan penanaman jagung. Alhamdulillah, ini sangat membantu para petani di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Jeneponto. Kita harap dapat meningkatkan produktivitas pertanian di Sulsel,” tuturnya.

Terlebih lagi, kehadiran Jokowi menjadi kali ketiganya ke Sulsel di tahun 2021 ini. “Terima kasih Bapak Presiden atas perhatian besarnya terhadap pembangunan di Sulsel. Semua ini untuk masyarakat Sulawesi Selatan,” tegasnya. (*)

0 63

Jeneponto, humas.sulselprov.go.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terus mendorong percepatan cakupan vaksinasi Covid-19 di masyarakat. Hal itu guna membangun herd immunity (kekebalan kelompok).

Kali ini, mobile vaccinator menyasar warga Kabupaten Jeneponto. Vaksinasi yang berlansung selama sehari itu, Jum’at 12 November 2021, berlangsung pada delapan titik lokasi di Kantor Desa/Kelurahan.

Di Kecamatan Tamalatea yakni di Kelurahan Bontotangnga, Manjangloe, Tamanroya, Tonrokassi, Tonrokassi Barat, Tonrokassi Timur dan Desa Borongtala. Kemudian, di Kelurahan Balang, Kecamatan Binamu.

Pelaksana Tugas Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan, pelaksanaan vaksinasi di Jeneponto dilakukan mengingat masih rendahnya tingkat capaian vaksinasi.

“Jeneponto merupakan salah satu daerah yang masih rendah cakupan vaksinasi. Olehnya itu, tim mobile vaccinator melakukan vaksinasi di beberapa titik kantor Desa/Kelurahan,” katanya.

Olehnya itu, kata dia, dibutuhkan sinergitas bersama untuk mensosialisasikan pentingnya melakukan vaksinasi Covid-19. Apalagi dirinya pun telah menjadi orang pertama yang disuntikkan vaksin Covid-19 di Sulsel, yang diharapkan masyarakat percaya akan keamanan vaksinasi.

“Apalagi sekarang sudah ada vaksin untuk masyarakat yang memiliki penyakit bawaan, ada vaksin Moderna. Jadi kita harap, mari bersama-sama untuk saling menjaga dengan melakukan vaksinasi agar terbentuknya herd immunity,” tuturnya.

Dari data KPCPEN tanggal 11 November 2021 pukul 19.18 Wita, capaian vaksinasi di Sulsel Untuk dosis satu sebanyak 3.029.643 atau 42,92 persen dari target 7 juta. Dan dosis dua sebanyak 1.991.177 atau 28,21 persen. Sementara capaian vaksinasi Kabupaten Jeneponto untuk dosis satu sebesar 21,91 persen, dan dosis 2 sebesar 9,19 persen.

“Kita harap cakupan vaksinasi di Kabupaten Jeneponto terus meningkat. Ini menjadi tugas kita bersama untuk sama-sama mensosialisasikan ke masyarakat,” pungkasnya. (*)

0 133

Jeneponto, humas.sulselprov.go.id – Mobile vaccinator kini bergerak di Kabupaten Jeneponto. Di daerah yang dijuluki Butta Turatea itu, tim vaksinator Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan vaksinasi bagi pelajar tingkat SMA sederajat di Jeneponto.

Vaksinasi yang dilakukan selama sehari itu, pada 21 Oktober 2021 melibatkan 22 sekolah. Menempatkan tujuh titik lokasi vaksinasi dengan target sasaran sebanyak 1.500 pelajar. Dalam pelaksanaan vaksinasi ini, bekerjasama Dinas Kesehatan Sulsel dan Dinas Pendidikan Sulsel.

Adapun tujuh titik lokasi vaksinasi, yakni di SMKN 4 Jeneponto melibatkan pelajar dari SMKN 4 Jeneponto, SMKN 5 Jeneponto dan SMAN 13 Jeneponto; lokasi di SMAN 7 Jeneponto melibatkan pelajar dari SMAN 7 Jeneponto, SMAN 4 Jeneponto dan SMKS Harapan Nusantara; lokasi di SMAN 2 Jeneponto melibatkan pelajar dari SMAN 2 Jeneponto, SMKN 9 Jeneponto, SMKS Persada Tamalatea dan SMKS Persada Embo; lokasi di SMAN 10 Jeneponto melibatkan pelajar dari SMAN 10 Jeneponto, SMAN 12 Jeneponto, SMKN 6 Jeneponto, SMAS Al Bahrah dan SMAS PGRI Bontoramba; lokasi di SMAN 5 Jeneponto; lokasi di SMAN 6 Jeneponto melibatkan pelajar dari SMAN 6 Jeneponto, SMAN 8 Jeneponto dan SMKN 10 Jeneponto; lokasi di SMAN 14 Jeneponto melibatkan pelajar dari SMAN 14 Jeneponto, SMKN 2 Jeneponto, SMAS Sanur Loka dan SMAS Sanur Kapasa.

Pelaksanaan vaksinasi ini sebagai upaya dalam mendukung Kebut Vaksinasi yang dicanangkan oleh Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman. Hal ini sebagai salah satu langkah hulu dalam penanganan pandemi Covid-19, guna membangun herd immunity (kekebalan kelompok).

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Sulsel (Jeneponto-Takalar), Abdul Rahim, mengakui, hadirnya mobile vaccinator sangat membantu percepatan vaksinasi di daerah. Apalagi didukung dengan antusiasme pelajar untuk melakukan vaksinasi.

“Kami telah melaksanakan vaksinasi di tujuh titik dengan sasaran 1.500 pelajar SMA/sederajat di Kabupaten Jeneponto. Para pelajar ini sebelumnya telah mendapatkan persetujuan (izin) dari orangtuanya untuk melakukan vaksinasi,” katanya, Sabtu, 23 Oktober 2021.

Saat ini, kata dia, masih ditemukan kendala-kendala dalam pemenuhan vaksinasi bagi pelajar berusia diatas 12 tahun. “Kami berharap adanya sosialisasi massif dari pemerintah kabupaten kepada orang tua siswa, pentingnya vaksinasi ini. Karena ada pelajar yang ingin vaksin, namun terkendala izin dari orang tua,” ungkapnya.

Olehnya itu, Rahim meminta pemerintah kabupaten setempat, khususnya kepala sekolah untuk mensosialisasikan pentingnya vaksinasi dan keamanannya kepada orang tua siswa. Sehingga, vaksinasi bisa kembali dilakukan dibantu oleh mobile vaccinator.

“Ada jadwal kembali tim mobile vaccinator dari provinsi untuk bisa melakukan vaksinasi lagi di sini. Target kami di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Sulsel untuk wilayah Jeneponto dan Takalar, hingga Desember 2021, bisa mencapai cakupan 70 persen vaksinasi bagi pelajar,” pungkasnya. (*)

0 156

Jeneponto, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, membawa bantuan untuk korban terdampak banjir bandang di Kabupaten Jeneponto, Jum’at, 9 Juli 2021. Didampingi Bupati Jeneponto Iksan Iskandar, Andi Sudirman meninjau salah satu titik terparah banjir yang berada di Desa Tarowang, Kecamatan Tarowang.

Dalam kunjungannya tersebut, Andi Sudirman menyerahkan bantuan langsung kepada warga, berupa sembako, tikar, selimut, masker dan bantuan lainnya.

“Hari ini kita kunjungi titik bencana banjir di Desa Tarowang. Ada rumah terdampak, ada juga ternak, tadi juga dilaporkan ada yang meninggal satu orang (korban meninggal) karena terkejut. Kita tentu turut menyampaikan prihatin dan duka cita,” ungkap Andi Sudirman.

Ia mengaku akan segera merespon permintaan Pemkab Jeneponto mengenai surat tanggap darurat. Serta menunggu hasil analisis mengenai terjadinya banjir ini.

“Kita menunggu analisis dari PU Kabupaten karena ada jalan kewenangan nasional, maka provinsi menunggu surat dari kabupaten dan diteruskan ke kementerian,” katanya.

Ia menyampaikan kepada warga untuk tetap bersabar dalam menghadapi cobaan bencana ini. Serta mengingatkan untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Sabarki, Insya Allah ada hikmahnya. Tetap ki jaga kesehatan, jaga imun, perketat protokol kesehatan, serta banyak-banyak berdoa. Salamakki,” pesannya, saat pamit kepada warga.

Plt Gubernur terus memantau situasi banjir saat itu. Bahkan dirinya langsung menginstruksikan kepada OPD terkait untuk memberikan bantuan kebutuhan mendesak korban banjir maupun tim TRC.

Selain meninjau lokasi banjir, Andi Sudirman juga menyerahkan bantuan keuangan daerah secara simbolis, di Rumah Jabatan Bupati Jeneponto. Untuk tahun 2021 ini, Pemprov Sulsel mengucurkan bantuan keuangan senilai Rp 3 miliar.

“Total bantuan yang kita berikan Rp 3,5 miliar, berupa bantuan keuangan dan untuk penanganan banjir. Bantuan keuangan tersebut untuk pembangunan sarana pendukung dry port, rehabilitasi jaringan daerah irigasi Topa, pencegahan stunting dan gizi buruk,” bebernya.

Pembangunan lokasi pergudangan untuk dry port ini sebagai hub alias tempat yang di dalamnya terjadi aktivitas transit barang atau persinggahan barang di selatan di Sulsel. Dry port ini akan menjadi feeder menuju pelabuhan besar, Makassar New Port (MNP). Apalagi Pemprov Sulsel telah melakukan perjanjian kerjasama (PKS) bersama PT. Pelindo IV dan Pemkab Jeneponto untuk pembangunan lokasi tersebut.

“Diharapkan bantuan keuangan ini bisa dimanfaatkan untuk pembangunan yang in line dengan program kami dengan Bapak Bupati dan Wakil Bupati Jeneponto,” ungkap Andi Sudirman.

Andi Sudirman juga berharap bantuan keuangan ini bisa membantu dalam upaya pemulihan ekonomi di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Untuk diketahui, ratusan rumah di Jeneponto rusak akibat bencana banjir bandang. (*)

0 348
  • Petani Garam Jeneponto Dukung Upaya Plt Gubernur : Menandakan Andi Sudirman Berpihak Rakyat Kecil

Jeneponto, humas.sulselprov.go.id – Petani garam di Jeneponto mengaku senang atas dukungan Plt Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, yang menggalakkan menggunakan garam asal Jeneponto.

Salah seorang warga Jeneponto, Annas GS Karaeng Jalling, mengaku sangat setuju dengan upaya Andi Sudirman yang mendorong optimalisasi peningkatan pendapatan untuk petani garam di Jeneponto.

Dirinya yang juga sebagai petani garam ini pun bersyukur, keluhan para petani didengar dan ditindaklanjuti oleh kepedulian Plt Gubernur Sulsel.

“Rintihan penderitaan petani garam Jeneponto didengar Plt Gubernur Sulsel, hal ini menandakan bahwa Bapak Andi Sudirman Sulaiman ini berpihak kepada rakyat kecil yang terpukul dengan garam impor,” bebernya, Kamis (25/3/2021).

Terlebih dalam kondisi pandemi Covid-19. “Lebih baik kita bantu rakyat atau petani garam,” ujar Annas GS.

Sebelumnya, Plt Gubernur Sulsel mengajak seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota di Sulsel untuk mendukung penggunaan garam olahan Jeneponto, melalui dapur-dapur rumah warga, restoran hingga UMKM.

“Garam di Jeneponto adalah salah satu produksi lokal dari Sulawesi Selatan yang perlu kita kembangkan. Ini juga sebagai bentuk dukungan kepada usaha lokal. Saya mengajak kita untuk mengoptimalkan penggunaan garam Jeneponto. Garam Jeneponto kearifan lokal untuk dicintai,” pesan Andi Sudirman.

Diketahui, daerah di selatan Sulsel itu terkenal sebagai salah satu sentra petani garam tradisional di Indonesia. (*)

0 160

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Plt Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, mendorong optimalisasi peningkatan pendapatan untuk petani garam di Jeneponto. Daerah di selatan Sulsel itu terkenal sebagai salah satu sentra petani garam tradisional di Indonesia.

Menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun 2015, Jeneponto menduduki peringkat 14 sebagai daerah produsen garam terbesar di nusantara. Pembuatan garam di Jeneponto terpusat pada empat kecamatan. Yaitu, Kecamatan Bangkala, Bangkala Barat, Arungkeke, dan Tamalatea. Apalagi, proses produksi garam di Jeneponto masih terbilang tradisional, dengan hanya mengandalkan bantuan sinar matahari.

“Garam di Jeneponto adalah salah satu produksi lokal dari Sulawesi Selatan yang perlu kita kembangkan. Ini juga sebagai bentuk dukungan kepada usaha lokal. Mariki nganre ce’la (ayo konsumsi garam) Jeneponto,” ajaknya, Rabu, 24 Maret 2021.

Pria yang akrab disapa Andalan ini pun bernostalgia dengan penjual garam yang biasa keliling.

“Eeeee ce’la (garam). Gaung suara teriakan penjual garam yang biasa lewat di depan rumah di masa kecil dulu, menjadi satu hal yang dirindukan,” katanya.

Andi Sudirman mengajak, masyarakat di Sulsel untuk mengoptimalkan penggunaan bumbu dapur produksi petani Jeneponto ini. “Saya mengajak kita untuk mengoptimalkan penggunaan garam Jeneponto. Garam Jeneponto kearifan lokal untuk dicintai,” imbuhnya.

Ia berharap, seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota di Sulsel mendukung penggunaan garam olahan Jeneponto.
“Biarkan garam-garam Jeneponto masuk ke dapur-dapur rumah kita, restoran serta UMKM,” pintanya. (*)

0 387
  • Laporan Iksan Iskandar ke Gubernur

Jeneponto, humas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Jeneponto, Rabu, 6 Januari 2021. Ini merupakan kunjungan pertamanya pada tahun 2021 di Butta Turatea.

Nurdin disambut Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar, bersama unsur Forkopimda. Dalam kesempatan itu, gubernur menyampaikan arahan di depan para Kepala OPD dan undangan, di Ruang Kalabirang, Kompleks Rumah Jabatan Bupati Jeneponto.

Di kesempatan ini, Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Sulsel dan rombongan atas kunjungan ke Jeneponto.

“Terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur telah melihat kita disini, dan sepertinya rasa rindu yang selama ini ada, itu sudah terpenuhi. Mudah-mudahan Bapak Gubernur dan seluruh jajaran diberikan kesehatan, kekuatan agar mampu mengunjugi seluruh masyarakat di Sulawesi Selatan, terkhusus masyarakat Jeneponto merasa sangat bergembira atas kedatangan Pak Gubernur,” ujarnya.

Ia menegaskan, Jeneponto juga telah ditangani dengan baik oleh Nurdin Abdullah sebagai gubernur yang begitu peduli dengan masyarakatnya.

Selain itu, Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menyampaikan progress report terkait bantuan anggaran provinsi sebesar Rp 40 miliar di tahun 2020. Ini memperkuat anggaran keuangan daerah.

“Alhamdulillah APBD Jeneponto 2020 lebih diperkuat lagi oleh bantuan Bapak Gubernur sebanyak Rp 40 miliar, dan semuanya telah diselesaikan berdasarkan jadwal dan ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

Dalam laporannya, penggunaan anggaran ini telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Diantaranya, pembangunan jalan di sekitar Bangkala 10 Km, ditambah di Kecamatan Binamu dan Arungkeke beberapa kilo, dan selebihnya untuk sumur bor. Sebagian untuk memperindah ibu kota kabupaten, dengan membuat trotoar pejalan kaki.

Di akhir laporan, ia menyampaikan persiapan Jeneponto dalam menghadapi musim hujan.

“Menghadapi musim hujan, di awal tahun 2021 ini Jeneponto telah membuat posko siaga bencana di seluruh kecamatan dan posko induknya ada di kabupaten,” jelasnya.

Kabupaten Jeneponto tetap dalam kondisi aman terkendali, demikian juga dengan kondisi sosial. Untuk pandemi Covid-19 di Jeneponto, mulai dari April 2020 hingga Januari 2021, sudah tercatat 868 orang terkofimasi positif Covid-19.

Turut hadir juga beberapa Kepala OPD lingkup Pemprov Sulsel, Wakil Bupati Jeneponto H Paris Yasir SE, beberapa Kepala OPD Pemkab Jeneponto, Dandim, dan Kapolres Jeneponto.

Nurdin Abdullah sendiri menyampaikan tujuan kedatangannya dalam rangka silaturahim dan juga mengkoordinasikan program antara Pemerintah Provinsi dengan Pemkab Jeneponto.

“Sewaktu saya menjabat Bupati Bantaeng, program pertama yang saya buat adalah merobohkan batas kabupaten antara Bantaeng dan Jeneponto. Kenapa? Karena menurut saya Bantaeng dan Jeneponto itu satu,” ujarnya seperti yang disampaikan di awal arahan.

Selain itu, memberikan rekomendasi terkait usulan program yang disampaikan Bupati Jeneponto.

“Insya Allah dari beberapa usulan program yang disampaikan Bupati, minggu depan akan dibuatkan SK penganggarannya,” terangnya.

Nurdin Abdullah juga memaparkan berbagai program dan kebijakan ke depan. Seperti sektor infrastruktur pertanian, irigasi, kesehatan, dan pariwisata. Terkhusus irigasi, gubernur mencanangkan pembangunan irigasi tetes di beberapa daerah, termasuk Jeneponto.

Dengan irigasi tetes (drip irigasi), bisa menghemat air dan pupuk dengan membiarkan air menetes pelan-pelan ke akar tanaman, baik melalui permukaan tanah atau langsung ke akar, melalui jaringan katup, pipa dan emitor.

“Hampir semua negara sekarang itu memanfaatkan drip irigation. Jadi namanya irigasi tetes. Jeneponto itu paling tepat. Karena hasil survei kita, Jeneponto itu memiliki potensi air yang sangat besar,” terang Nurdin Abdullah.

Tahun 2021 ini juga akan diterapkan di Jeneponto. Pemprov telah memiliki data potensi air di Jeneponto.

“Untuk drip irigation, insyaallah saya ingin kirim tenaga ahli untuk menghadap Pak Bupati untuk menentukan titik lokasinya berdasarkan hasil survei mereka. Kalau kita secara bertahap bisa melakukan ini, maka Jeneponto akan menjadi lumbung pangan kita,” imbuhnya. (*)

0 158

Jeneponto, humas.sulselprov.go.id – Pada berbagai kesempatan, Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah, menyatakan, akan menjadikan Jeneponto sebagai pusat industri garam nasional.

“Karena garam ini kita impor, padahal potensi garam Jeneponto ini luar biasa,” kata Nurdin Abdullah di Rumah Jabatan Bupati Jeneponto, Rabu, 6 Januari 2021.

Ia berharap, di Jeneponto dapat memanfaatkan 10.000 hektare lahan yang ada untuk dikembangkan menjadi industri garam. Hal yang juga dapat dilakukan oleh Pemprov adalah dengan memberikan bantuan keuangan daerah kepada perusahaan daerah Jeneponto.

“Saya kira tidak akan ada yang sulit, tinggal apakah kita support Pak Bupati dalam bentuk keuangan untuk memanfaatkan Perserodanya untuk membangun industri garam. Itu bisa saja sambil kita carikan mitra untuk pengelolaan,” terangnya.

Sebelumnya, dalam kunjungan di Desa Kalumpangloe, Kecamatan Arungkeke, 1 November 2018, hal ini telah dirumuskan.

“Kita punya banyak keunggulan seperti garam. Bahkan kemarin kita sudah rumuskan bersama dengan Pak Bupati, mendorong percepatan pembangunan. Kita rumuskan ingin jadikan pusat industri garam nasional Jeneponto ini,” papar Nurdin Abdullah. (*)

0 164

Jeneponto, humas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, berharap agar infrastruktur yang ada di Kabupaten Jeneponto dapat selesai sesegera mungkin, agar dapat dimanfaatkan untuk peningkatan kesejahteraan. Termasuk Bendungan Kelara serta Bendungan Karalloe. Dengan potensi infrastruktur yang ada, dapat menjadikan Jeneponto sebagai lumbung energi dan lumbung pangan.

“Apalagi kalau nanti Kelara selesai, itu puluhan ribu hektare lahan bisa diairi,” kata Nurdin Abdullah di Rumah Jabatan Bupati Jeneponto, Rabu, 6 Januari 2021.

Ia berharap, Presiden bisa datang ke Jeneponto untuk meresmikan berbagai proyek strategis, termasuk Bendungan Kelara.

Menurut Nurdin, potensi yang dimiliki Jeneponto sebagai lumbung energi, dapat menjadikan kabupaten ini sebagai pusat smelter yang merupakan fasilitas pengolahan hasil tambang. Sumber energinya berasal dari tenaga bayu (angin). PLTB Jeneponto memiliki kapasitas 72 MW. Serta berbagai potensi energi lainnya yang dapat dimaksimalkan.

“Dari seluruh daerah di Sulsel, Jeneponto ini potensi anginnya paling tinggi. Paling berkualitas. Jadi hampir semua investor yang datang ke saya menyampaikan itu. Saya kira, salah satu syarat untuk mendirikan industri itu adalah listrik,” jelasnya.

Potensi lain adalah sektor pariwisata. Jeneponto memiliki pantai yang indah.

Dalam kunjungan kerja ini, Nurdin juga melakukan kunjungan ke ruas jalan di Desa Kalimporo dan Desa Pallantikang, Kecamatan Bangkala. Ini merupakan dua akses jalan yang dibangun dari bantuan keuangan daerah.

Pemkab Jeneponto juga menyampaikan beberapa usulan pembangunan infrastruktur, seperti akses jalan, irigasi jaringan tersier, dan pembangunan tanggul.

Ia menjelaskan, dari usulan yang ada, Pemprov akan melihat yang mana dapat menjadi prioritas sesuai dengan kondisi keuangan. Menurut Nurdin, yang mendesak adalah Pembangunan Pasar Turatea sebesar Rp 20 miliar. Serta peningkatan jalan dan pembangunan pedesterian jalan sebesar Rp 36 miliar.

“Jadi total Rp 56 miliar. Mungkin itu dulu prioritas. Yang lain kita akan melihat anggaran. Minggu depan Insyaallah SK-nya akan kita kirim. Mudah-mudahan ada sisa anggaran lagi, kita masukkan irigasi tersier,” pungkasnya. (*)