Tags Posts tagged with "Kab. Maros"

Kab. Maros

0 64

Maros, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, menghadiri pelaksanaan Vaksinasi Merdeka, di Pondok Pesantren Darul Ulum Kabupaten Maros, Selasa, 7 September 2021. Program Vaksinasi Merdeka ini digelar secara serentak di Indonesia untuk pesantren dan rumah ibadah.

Kegiatan ini juga dihadiri Presiden RI Joko Widodo secara virtual, dan juga dihadiri Kepala Daerah, Kapolda dan Pimpinan Pondok Pesantren serta Rumah Ibadah dari sejumlah daerah yang juga hadir secara virtual.

Di Sulsel, selain Plt Gubernur juga hadir Bupati Maros Chaidir Syam, Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Chuzaini Andi Pattopoi, perwakilan Kodam XIV Hasanuddin Makassar, dan Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum Kabupaten Maros.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengungkapkan, pelaksanaan vaksinasi serentak ini sejalan dengan target pemerintah provinsi menyasar vaksinasi untuk pesantren dan juga rumah ibadah.

“Apresiasi Bapak Kapolri dan Kapolda beserta jajaran yang telah menginisiasi kegiatan vaksin menyasar pesantren-pesantren dan rumah-rumah ibadah,” ucapnya.

Menurutnya, kegiatan vaksinasi yang telah digelar aparat kepolisian sudah sangat membantu pemerintah provinsi dalam memenuhi capaian vaksinasi dan juga dalam menghadirkan herd immunity di Sulsel.

“Sepeti halnya hari ini, ada 19 titik pelaksanaan vaksin yang sudah dilaksanakan selama dua hari di pesantren dan rumah ibadah,” ungkapnya.

Sementara itu, Presiden Jokowi, mengatakan, pelaksanaan vaksinasi serentak untuk pesantren dan rumah ibadah ini sebagai upaya pemerintah untuk segera mewujudkan sekolah tatap muka dan memaksimalkan kembali kegiatan ibadah.

“Tentu kita berharap tatap muka bisa segera dilangsungkan dan semua bisa normal kembali,” tegasnya. (*)

0 95

Maros, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mendorong Sulsel menjadi provinsi mandiri benih. Salah satu bentuk keseriusannya, dengan hadirnya mesin pabrik pengolahan benih jagung, di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros.

“Dengan hadirnya pabrik ini, para petani kita bisa dimudahkan dalam menyiapkan benih yang bagus dan unggul, serta bisa menyiapkan pakan ternak yang berkualitas. Kita ingin Sulawesi Selatan menuju mandiri benih,” ujar Andi Sudirman, saat meninjau uji coba Pabrik Pengolahan Benih Jagung di Maros, Selasa, 31 Agustus 2021.

Ia berharap, dengan pabrik ini bisa menjaga kualitas benih jagung yang unggul. Sehingga hasil produksi petani lebih berkualitas.

“Kita harap produksi benih bisa meningkat. Paling tidak 50 persen peluang itu dengan menyiapkan bibit yang unggul. Kita juga mendorong adanya peluang market sasaran benih keluar Sulsel, khususnya di wilayah Kawasan Timur dengan membuka peluang kerjasama kemitraan dengan perusahaan lokal dan lainnya,” jelasnya.

Untuk diketahui, pabrik ini dikelola oleh Pemerintah Provinsi Sulsel melalui Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Holtikultura. Ada dua jenis produksi di pabrik ini, yakni untuk produksi benih dan produksi jagung komersil untuk keperluan pakan ternak. Adapun kapasitas produksi benih jagung dari pabrik ini sebanyak 1.000 ton/tahun. Sementara untuk produksi pakan ternak, bisa mencapai kapasitas 50 ton per sekali proses dengan waktu 8 jam atau bisa mencapai 150 ton per hari. Tak hanya itu, bahkan tongkol jagung pun memiliki nilai ekonomi.

Pabrik prosesing benih jagung ini merupakan yang pertama di Pulau Sulawesi. Bahkan menjadi pabrik pengolahan benih pertama yang menjadi milik pemerintah daerah di Indonesia. (*)

0 130

Maros, humas.sulselprov.go.id – Sekertaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, mewakili Plt Gubernur Sulsel meresmikan gedung pelatihan Komunitas BLK FSPBI dan KSN di Kabupaten Maros. Diketahui, sumber anggaran gedung training center, mess dan workshop ini merupakan bantuan dana hibah dari Kementerian Ketenagakerjaan dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel.

“Dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim mess dan gedung workshop komunitas BLK ini resmi digunakan pada hari ini,” ucap Abdul Hayat, di Maros, Rabu 7 Juli 2021.

Dalam sambutannya, Abdul Hayat memberikan apresiasi kepada Konferensi Serikat Nusantara (KSN) dan FSPBI atas keberhasilan membangun gedung pelatihan komunikasi BLK ini.

“Saya mewakili Plt Gubernur memberikan apresiasi kepada Bapak Mukhtar Guntur sebagai leading sektor dalam membangun gedung pelatihan ini,” tuturnya.

Menurut Abdul Hayat, dengan adanya komunitas seperti ini tentunya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Sulsel, bahkan secara nasional.

“Tentu kita ingin berbangga dengan adanya sarana prasarana ini. Ini akan menjadi sesuatu instrumen untuk pengembangan ekonomi di Sulsel. Dan tidak ada jalan lain kecuali mendukung pemulihan ekonomi nasional,” ujarnya.

“Ini adalah sebuah sejarah bagi kita semua. Bahwa negara harus hadir untuk memberikan perlindungan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tambahnya.

Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Makassar, Fitroh Hanrahmawan, mengaku siap berkolaborasi dengan seluruh komunitas BLK. BLK Kota Makassar sudah melatih ribuan SDM dari puluhan komunitas seperti ini.

“Kita akan berkoordinasi dan kolaborasi upaya dalam menyediakan pekerja yang kompeten lewat kegiatan latihan,” katanya.

Kendati demikian, pihaknya tetap berharap lewat komunitas BLK seperti ini tetap menjaga standar pelatihan serta harus memiliki sertifikasi dari asesor.

“Pelatihan harus memiliki standar, dan harus dilengkapi dengan sertifikasi. Kami memiliki asesor dan kejuruan yang ada di BLK Makassar. BLK Makassar dengan seluruh jajaran siap berkolaborasi dengan seluruh kebutuhan dan kami berharap komunitas ini bisa menjadi tim untuk BLK Makassar,” tutupnya.

Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Nusantara (KSN), Mukhtar Guntur, menyampaikan terimakasih kepada Pemprov Sulsel, Pemerintah Kabupaten Maros, dan seluruh hadirin yang mensupport kegiatannya.

“Saya menyampaikan terimakasih atas responnya terhadap kegiatan ini. Kami membangun gedung pelatihan dari bantuan Kementerian Ketenagakerjaan dan anggaran hibah ini. Ini kami membangun mess dibantu juga Pemerintah Provinsi Sulsel juga Rp 500 juta. Jadi anggaran untuk membangun gedung keseluruhannya mencapai Rp 2 milir,” tutupnya. (*)

0 105

Maros, humas.sulselprov.go.id – Percepatan ekonomi dan pembangunan di Sulsel tidak lepas dari dukungan pemerintah provinsi kepada semua kabupaten/kota, baik secara finansial ataupun support secara langsung oleh Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman. Termasuk kepada Kabupaten Maros.

Dampak Covid-19 pada berbagai sektor. Sektor perekonomian perlu ditingkatkan. Pemerintah provinsi, melakukan dukungan termasuk melalui bantuan keuangan. Ia menyebutkan, untuk Kabupaten Maros di tahun 2021 dari APBD Provinsi sebanyak Rp 60 miliar diberikan. Ini ditujukan bagi pertanian, irigasi, infrastruktur jalan dan lainnya. Diantaranya bantuan keuangan senilai Rp 10 miliar, untuk rehabilitasi daerah irigasi untuk jaringan DI Kalengkere; jaringan DI Manarrang; jaringan DI Bulu Marapa; jaringan DI Damma’ peningkatan jalan ruas cendrana (sempatu) Camba-Bonto Cani, serta dana penanggulangan stunting dan gizi buruk.

“Di tahun 2021 ini, APBD masuk dari provinsi sekitar Rp 60an miliar untuk seluruh. Termasuk sistem irigasi dan ruas jalan untuk daerah strategis, merupakan daerah strategis terisolir yang in line dengan program kami dengan Bapak Bupati dan Wakil Bupati,” kata Andi Sudirman Sulaiman, saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Maros dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Maros ke-62, di Ruang Pola Kantor Bupati Maros, Senin, 5 Juli 2021.

Ia menyebutkan, peranan strategis Maros sebagai bagian wilayah Mamminasata yang juga berbatasan langsung dengan Makassar sangat penting. “Maros menjadi wilayah strategis kota penyangga dan sebagai kota dengan destinasi wisata alam Bantimurung dan Geopark Rammang-rammang,” sebutnya.

Sehingga penting juga membangun infrastruktur yang menghubungkan Maros dengan wilayah tetangga dan sekitarnya, seperti Bone, Pangkep, Barru dan Soppeng. “Inilah kenapa Parigi-Bungoro kita rintis. Di sana salah satunya juga adalah mendekatkan akses-akses di wilayah segi tiga atau segi empat yang ada di Maros, Soppeng, Bone, Pangkep dan Barru,” ungkapnya.

Pada kesempatan ini, Andi Sudirman juga meresmikan dan menandatangani prasasti proyek-proyek tahun 2021. Penandatangan prasasti pada pembangunan peningkatan jalan Arra-Damma, Kecamatan Tompobulu dan jalan Tombolo-Tala-tala, Kecamatan Tompobulu. Plt Gubernur juga menyerahkan CSR dari Bank Sulselbar untuk fasilitas sarana dan prasarana olahraga dan seni yang diterima oleh Bupati Maros.

Bupati Maros, Andi Syafril Chaidir Syam, menyampaikan capaian awal di lima bulan kepemimpinan yang ditorehkan dapat dilanjutkan dan tingkatkan lagi, kekurangan dapat diperbaiki, dan ke depan semakin maju dengan dukungan Pemerintah Sulsel. “Atas nama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada Bapak Plt Gubernur Sulsel, Ibu Ketua DPRD Sulsel serta seluruh jajaran yang telah memberikan banyak perhatian untuk pembangunan kita di Kabupaten Maros. Dan terima kasih kepada Bank Sulselbar yang memberikan bantuan CSR,” ujarnya.

Demikian juga dengan Ketua DPRD Kabupaten Maros, Andi Patarai Amir, mengatakan, DPRD Maros dan segenap masyarakat mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas atensi yang begitu besar dari Plt Gubernur Sulsel dalam memperkuat kondisi fiskal daerah. “Melalui bantuan keuangan ke daerah yang terus menerus mengalami peningkatan. Semoga sinergitas untuk kemajuan akselarasi pembangunan di Sulsel. Khususnya di Kabupaten Maros akan terus terbina dengan baik dari masa ke masa yang akan datang,” ucapnya. (*)

0 63

Maros, humas.sulselprov.go.id – Anak-anak Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II di Kabupaten Maros memiliki banyak harapan agar bisa menjadi perhatian pemerintah, khususnya pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Seperti salah satu anak berusia 17 tahun berinisial SA. Ia sudah satu tahun lebih menjalani masa pembinaan di LPKA Kelas II Maros.

“Di sini banyak kegiatan pembinaan dilakukan. Setiap hari sekolah. Dan kebetulan saya mengikuti kegiatan musik, namun masih kurang maksimal alat, diharapkan ada bantuan alat musik sehingga bisa mengembangkan kreativitas kami dalam bermusik selama di sini,” ujarnya, Jum’at, 25 Juni 2021.

Dirinya meminta agar LPKA ini diperuntukkan bagi WBP anak-anak. “Kalau memang ini lapas anak, harusnya untuk anak saja. Karena kalau bercampur dewasa kurang kondusif,” bebernya.

Ia berharap, banyaknya bantuan dan perhatian untuk anak-anak binaan LPKA Maros ini.

Sama halnya diungkapkan oleh AF. Remaja berusia 17 tahun asal Kabupaten Pinrang ini berharap agar WBP dewasa tidak lagi bercampur di LPKA Maros.

“Kita harap dengan dipisahnya lapas anak-anak dengan dewasa, untuk menghindari pengaruh atau hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

“Saya juga harap bisa ada terus bantuan untuk kami, khususnya berupa ilmu bagi kami anak-anak di sini,” ucapnya.

Sementara itu, seorang perempuan AU berusia 15 tahun dari Kabupaten Gowa, juga tengah menjalani masa pembinaan di LPKA Maros. Ia berharap, adanya bantuan berupa kipas angin untuk blok lapas anak.

“Kita harap ada kegiatan tambahan untuk anak-anak binaan perempuan. Jika malam kadang panas, kita harap ada bantuan kipas angin untuk blok anak,” tuturnya. (*)

0 96

Maros, humas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, memahami betul pentingnya tetap merawat infrastruktur yang telah dibangun oleh para gubernur pendahulunya. Bahkan ditata menjadi lebih baik. Termasuk Kawasan Wisata Pucak Maros.

Minggu siang, 29 November 2020, Nurdin Abdullah melakukan kunjungan ke Pucak, Maros, untuk melihat progres pembangunan yang ada setelah sekian puluh tahun tak disentuh.

Nurdin Abdullah berkeliling melihat progres pembangunan jalan yang dilebarkan menjadi 17 meter. “Jalannya kita tata, parkirnya yang kita juga mau tata, ini nanti pasti ramai,” ujarnya, usai berkeliling.

Pelaksana Tugas (Plt) Badan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Edi Junaedi, yang turut mendampingi menjelaskan mengenai jalan di kawasan pariwisata. Dalam pengembangan kepariwisataan infrastruktur jalan sebagai urat nadi yang menghubungkan satu titik dengan yang lain.

“Yang sudah bergerak (dikerjakan) ini sudah empat hingga lima kilometer, dengan lebar 17 meter, badan jalan 10 meter, bahu jalan satu meter kiri dan satu meter kanan,” jelasnya.

Oleh karena itu, di APBD Perubahan 2020 Pemprov Sulsel telah mengalokasikan sekitar Rp 40 miliar untuk jalan dalam kawasan hingga lima kilometer.

“Ini juga terkait dengan pemulihan ekonomi, jadi alhamdullilah progres pengerjaan sekitar 40-50 persen. Inikan proses percepatan terus, memang pembangunan kawasan Pucak ini masuk di APBD Perubahan,” imbuhnya.

Kemudian untuk tahun 2021, juga disiapkan anggaran untuk jalan akses yang mencakup di luar kawasan menghubungkan satu spot dengan lainnya, dengan anggaran Rp 50 miliar.

Edi menyebutkan, Pucak secara lokasi menempati posisi yang sangat strategis aksesnya tidak jauh dari Kota Makassar. Kebijakan untuk mendorong kembali kawasan Pucak untuk dibenahi menjadi hal strategis, karena akan memberikan dampak multiplier efek, baik kepada pemerintah ataupun kepada masyarakat sekitar kawasan.

“Kawasan pariwisata ini diharapkan bukan hanya menjadi kawasan kunjungan sesaat, tetapi menjadi tempat stay beberapa hari sehingga fasilitas pendukung juga penting,” pungkasnya. (*)

0 225

Maros, humas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, melakukan peletakan batu pertama Masjid Pucak, Kampung Ara, Desa Tompobulu, di Kabupaten Maros, Minggu, 29 November 2020.

Nurdin berharap masjid ini dapat digunakan oleh masyarakat, termasuk bagi mereka yang berwisata ke tempat ini.

Masjid ini berlantai satu dengan 9 x 12 meter. Dengan adanya masjid ini menjadi salah satu wujud kepedulian hadirnya sarana peribadatan di daerah wisata.

“Di tempat ini nantinya, setiap masyarakat, termasuk yang ingin berpariwisata bisa memanfaatkan sarana ini untuk beribadah,” kata Nurdin.

Sementara, Ketua Pengurus Masjid, Suardi Daeng Nojeng, menyebutkan harapan masyarakat agar masjid ini bisa cepat selesai.

“Harapan kita agar bisa selesai cepat, karena warga senang akan hadir masjid di sini,” ujarnya.

Bendahara Masjid, Aminuddin, menambahkan, di desa ini juga terdapat masjid lain, namun lokasinya jauh dari lokasi masjid ini, sekira dua kilometer. Adapun jumlah kepala keluarga desa ini sebanyak 250.

“Saya juga selaku warga masyarakat di sini sangat senang sekali. Karena di sini jauh sekali dari tempat masjid lainnya yang ada di kampung ini,” ucap salah satu tokoh masyarakat desa ini.

Apalagi, tambahnya, masjid ini akan dilengkapi dengan fasilitas pendingin udara. (*)

0 81

Maros, humas.sulselprov.go.id – Pemerintah menetapkan tanggal 28 dan 30 sebagai cuti bersama di Bulan Oktober 2020 yang bisa dinikmati seluruh masyarakat. Cuti bersama mengapit perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW pada 29 Oktober 2020. Ini ditambah dengan tanggal 31 Oktober dan 1 November jatuh pada hari Sabtu dan Minggu, sehingga menjadi long weekend. Long weekend ini juga ada di bulan Desember.

Hal ini dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berlibur. Demikian juga dengan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah. Walaupun sebagian waktu dari long weekend ini masih diisi dengan jadwal kerja. Di hari terakhir, Minggu, 1 November, ia memilih untuk ke Desa Wisata Pucak, Kecamatan Tompobulu, Maros, untuk menanam bibit buah-buahan.

Untuk pertanian dan kebun buah, daerah yang dapat ditempuh dari Makassar kurang dari satu jam ini memiliki curah hujan mendukung, mata airnya banyak, sehingga lahan yang ada dapat dimanfaatkan. Sehingga, Ia menilai sangat sayang jika tidak dimanfaatkan.

“Saya kira di masa pandemi Covid-19 ini, salah satu yang bisa menopang ekonomi kita ke depan adalah sektor pertanian, kebetulan daerah ini adalah daerah yang sangat subur,” kata Nurdin Abdullah.

Ia mencoba memberikan spirit dan mengajak masyarakat sekitar untuk menanam tanaman yang bernilai ekonomi tinggi dan punya pasar jelas.

“Itu bisa dikembangkan di sini. Dan juga sukun dari daerah lembah, disamping kita bisa memanen buah-buahan, juga berfungsi sebagai fungsi konservasi dan kita berharap ini juga menjadi taman buah nantinya, sehingga masyarakat tidak hanya ke mal pada saat weekend,” ujarnya.

Ia bersama istri, Lies Nurdin menanam tanaman buah-buahan di kebun pribadinya. Bibit buah-buahan yang ditanam meliputi pohon durian musang king, durian montong, durian lokal, rambutan, manggis, sukun, aneka macam bibit mangga, dan nangka. Hasil dari tanaman ini dapat dipetik dalam waktu 3,5 tahun.

“Saya mengimbau kepada masyarakat seluruh Indonesia, bahkan Sulawesi Selatan secara umum, mari kita mengoptimalkan lahan yang kita miliki walaupun sejengkal, tetapi bisa memberikan nilai tambah bagi perekonomian keluarga,” harapnya.

Menurut Nurdin Abdullah, perkebunan pribadi ini akan dijadikan sebagai perkebunan percontohan. Sebagai sarana pendukung, juga membangun bendungan penampung air di dalam lokasi perkebunan.

Ia juga dikenal hobi berkebun. Diharapkan, kebun pribadinya ini juga memberi manfaat kepada warga sekitarnya.

Langkah ini juga diikuti warga sekitar. Semakin banyak warga Kecamatan Tompobulu, Maros, yang aktif menanam bibit pohon buah-buahan, mengikuti jejaknya. (*)

0 103
  • Tim Apprisial BPN Sudah Bisa Lakukan Pengukuran Lahan

Maros, humas.sulselprov.go.id – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Abdul Hayat Gani, meninjau areal yang masuk dalam segmen tiga rencana pembangunan jalur kereta api Makassar-Parepare, yang terletak di Desa Marumpa, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Senin, 31 Agustus 2020.

“Pemprov sebagai support untuk Kabupaten Maros, tapi ini sudah tuntas, masalah lahan sudah berjalan lancar, tim apprisial BPN sudah bisa masuk, yang sebelumnya tidak bisa masuk karena dihalangi oleh oknum,” terang Abdul Hayat usai peninjauan.

Abdul Hayat menilai, persoalan pembebasan lahan yang terus bergulir di Kabupaten Maros hingga hari ini memerlukan kerja ekstra dan respon cepat, utamanya dari pemerintah kabupaten melalui koordinasi aktif bersama pemerintah provinsi.

“Selama ini saya terlibat langsung pada pengurusan lahan jalur kereta api ini, rapat kami gelar di Kejaksaan Tinggi, kemudian terakhir di rapat Maros agar ada progres dan berharap agar Bupati, Sekda, Kapolres setempat semangat, saya kasi waktu satu minggu progresnya, sampai dua minggu setelah rapat, tolong camat lakukan secara verbal ke Bupatinya, Kapolres bisa laporkan juga namun sampai saat ini tidak ada progres,” kata Abdul Hayat.

Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sulsel, Bambag Priono yang turut hadir dalam kunjungan ini menyempatkan berbincang dengan beberapa warga yang lahannya masuk dalam pembangunan jalur kereta api, menyatakan pemerintah tidak akan merugikan masyarakat atas persoalan pembayaran tanah.

“Negara tidak akan merugikan masyarakat,” katanya singkat.

Bambang mengatakan, akan melakukan ganti rugi terhadap tanah dan bangunan warga yang masuk dalam areal pembangunan jalur kereta api.

“Bangunan, sumur, kalau ada kandang ayam akan kami hitung untuk diganti rugi, kalau ada warga yang tidak menerima ganti rugi silakan langsung melapor,” kata Bambang.

Sementara, Bupati Maros, Muhammad Hatta Rahman, yang turut hadir menolak memberikan penjelasan terkait kunjungan Pemprov Sulsel.

Sebelumnya, Kepala Balai Perkeretaapian Wilayah Jawa bagian Timur Kemeterian Perhubungan, Jumadi, menjelaskan, proyek pembangunan jalur kereta api Makassar- Parepare yang durencanakan sepanjang 142 kilometer membentang dari Kabupaten Makassar, Maros, Pangkep, Barru dan Parepare.

“Proyek ini dibagi dalam lima segmen yang terdiri atas panjang lahan bervariasi di tiap daerah yang dilalui jalur kereta api ini. Segmen satu berlokasi di Barru dengan panjang lahan yang telah selesai adalah 16 kilometer. Dengan pengadaan lahannya berasal dari APBD dan konstrusi jalurnya menggunakan APBN,” kata Jumadi.

Sementara, kata Jumadi, segmen kedua pembangunan kereta api ini juga berlokasi di Kabupaten Barru sepanjang 42 kilometer.

“Segmen ketiga, yang kini masih tersangkut persolan pembebasan lahan dipersiapkan 60 kilometer yang berlokasi di perbatasan Kabupaten Barru, Kabupaten Pangkep menuju wilayah Mandai, tepatnya di Kelurahan Marupa, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros,” jelasnya. (*)

0 150

Maros, humas.sulselprov.go.id – Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, memimpin Rapat Pembangunan Jalur Kereta Api Makassar – Parepare, yang dilaksanakan di Kantor Bupati Maros, Kamis, 13 Agustus 2020. Rapat ini turut dihadiri Sesditjend Perkeretaapian Zulmafendi, Kepala Balai Kereta Api Jumardi, Wakil Bupati Maros Harmil Mattotorang, dan semua stakeholder terkait.

Abdul Hayat mengatakan, kereta api merupakan proyek strategis nasional, dan dipantau langsung oleh Presiden dan Menteri Perhubungan, setiap pekannya. Rapat dengan semua stakeholder terkait juga dilakukan setiap minggu, untuk mengevaluasi progres pembangunannya.

“Dengan sinergitas, kolaborasi, dan kerjasama semua pihak, saya optimistis proyek ini bisa rampung sesuai target,” kata Abdul Hayat.

Sementara, Sesditjend Perkeretaapian, Zulmafendi, mengatakan, setiap pekan dilakukan evaluasi. Pertama, terkait progres pembebasan lahan. Kedua, soal progres pembangunan fisik.

“Pembangunan kereta api Makassar – Parepare adalah proyek strategis nasional yang diatur dalam Perpres, dan merupakan kewajiban kita menyelesaikan,” ujarnya.

Kabupaten Maros, menurut Zulmafendi, adalah daerah yang penting dalam rencana kereta api ini. Pasalnya, Mandai dan Bandara Sultan Hasanuddin akan menjadi titik sentralnya.

“Mandai akan jadi pusat integrasi perkeretaapian,” ungkapnya.

Namun, kata Zulmafendi, di Maros masih terkendala pembebasan lahan. Hal inilah yang harus secepatnya disiapkan solusinya.

“Kami berharap dukungan pemerintah daerah untuk menyelesaikan,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Maros, Harmil Mattotorang, membeberkan, ada oknum yang berusaha menghalang-halangi proses pembebasan lahan. Ia berjanji, akan secepatnya menyelesaikan persoalan tersebut, dengan melibatkan Forkopimda.

“Kita akan libatkan Forkopimda, semoga bisa diselesaikan dengan baik,” imbuhnya. (*)