Tags Posts tagged with "Kab. Tana Toraja"

Kab. Tana Toraja

0 56

Tana Toraja, humas.sulselprov.go.id – Masyarakat di Desa Buakayu, Kecamatan Bonggakaradeng, Kabupaten Tana Toraja, menyambut baik pembangunan Kawasan Wisata Bukit Ollon. Diketahui, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menyalurkan bantuan keuangan tahun 2021 sebanyak Rp 20 miliar untuk difokuskan pada perbaikan jalan dan fasilitas pendukung obyek wisata yang memiliki pemandangan yang indah.

Bukit Ollon menjadi salah satu wisata andalan yang didorong oleh Pemprov Sulsel untuk pengembangannya ke depan. Apalagi, Bukit Ollon memiliki panorama dengan hamparan bukit dan lahan hijau yang luas, serta sungai jernih mengalir di sepanjang bukit. Suasananya seperti kondisi alam berbukit di Swiss, lengkap dengan hewan ternaknya.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman pun memilih berkemah sembari menikmati alam Ollon, sekaligus meninjau langsung lokasi yang akan dikembangkan sebagai objek wisata unggulan Sulsel, 4 September 2021. Di malam hari, Andi Sudirman tampak bercengkrama dengan masyarakat setempat, yang turut dihadiri Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung.

Camat Bonggakaradeng, Zeth Padaoan Giang, mengaku bersyukur atas perhatian Pemprov Sulsel yang menggelontorkan anggaran untuk pengembangan wisata Bukit Ollon.

“Kami sangat berterima kasih. Saya kira objek wisata Ollon ini adalah aset daerah dan aset provinsi, juga aset nasional. Bagi kami, ini surga tersembunyi dilihat secara sepintas tidak ada apa-apanya, tetapi kalau mau dinikmati secara keseluruhan, kayaknya tidak ingin meninggalkan Ollon ini,” bebernya.

“Mudah-mudahan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten dan Pemprov sampai Pusat, untuk memperhatikan Ollon ini dan menjadi suatu kawasan yang sangat strategis di Sulsel. Ollon ini luar biasa pemandangan alamnya, juga bisa olahraga air. Saya harapkan seluruh elemen ini membangun dan ditangani secara serius dan masyarakat juga menyambut dengan baik program yang berjalan sekarang,” imbuhnya.

Kepala Lembang (Desa) Buakayu, Andarias Tawang, berharap adanya perhatian dalam pengembangan wisata Ollon dari pemerintah.

“Harapan kita sebagai masyarakat, setidaknya dalam waktu dekat pengunjung makin antusias dan sangat membutuhkan perhatian lebih dari Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten untuk menata lebih indah, dan nantinya objek wisata ini makin mendunia dan menarik bagi wisatawan dunia dan nusantara,” ungkapnya.

Tak jauh beda dengan harapan dari Risma Balalembang, selaku Sekretaris Lembang Buakayu. Dibutuhkan infrastruktur dasar untuk menunjang objek wisata itu.

“Untuk masalah pengembangan budaya Ollon, secara kasat mata dan brandingnya adalah keindahan alamnya. Di sini bisa juga dipadukan dengan peternakan karena savananya bagus. Sangat cocok untuk pengembangan peternakan kalau bisa dipadupadankan wisata dan peternakannya,” ungkapnya.

Apalagi di Desa Buakayu, kata dia, memiliki objek wisata kuburan tua bernama Liang Saratu. “Kalau bisa pemerintah dapat membantu mempertahankan kearifan lokal yang ada,” ujarnya.

Mahasiswa Universitas Kristen Indonesia Toraja yang tengah menjalani KKN di Desa Buakayu pun turut menikmati keindahan di Bukit Ollon. Mereka turut menaruh harapan pada Plt Gubernur Sulsel untuk pengembangan Ollon.

“Kesan kami bahwa warga di sini sangat antusias dengan kedatangan kami dan interaksinya bermasyarakat dengan kami dan kami senang dengan masyarakat sini,” ujar Serlin, salah satu mahasiswa Universitas Kristen Indonesia Toraja. (*)

0 63

Tana Toraja, humas.sulselprov.go.id – Sebuah objek wisata di Sulsel sedang dikembangkan untuk menjadi destinasi andalan. Disebut-sebut sebagai surga tersembunyi yang ada di pelosok Tana Toraja. Objek wisata tersebut Bukit Ollon, terletak di Desa Buakayu, Kecamatan Bonggakaradeng.

Bukit Ollon dengan hamparan bukit dan lahan hijau yang luas, serta sungai jernih mengalir di sepanjang bukit. Suasananya seperti kondisi alam berbukit di Swiss, lengkap dengan hewan ternaknya.

Jika ingin menikmati alamnya lebih dekat, berkemah menjadi pilihan untuk berlibur. Hal itu pula yang dilakukan Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, untuk menikmati alam Ollon, sekaligus meninjau langsung lokasi yang akan dikembangkan sebagai objek wisata unggulan Sulsel.

“Kita sangat suprise dengan tempat ini. Dan kelihatannya sangat menarik, sudah ada pengunjung reguler yang datang ke Ollon ini,” kata Andi Sudirman, Minggu, 5 September 2021.

Ia juga melakukan dialog dengan Bupati Tana Toraja dan tokoh masyarakat di Ollon, untuk mengetahui kebutuhan dan harapan pemerintah serta masyarakat setempat. Pemprov sendiri mengelontorkan anggaran Rp 20 miliar untuk difokuskan pada perbaikan jalan dan fasilitas pendukung obyek wisata.

“Saya juga begitu mengetahui tentang tempat ini, langsung memberikan bantuan Rp 20 miliar untuk akses jalan. Karena persoalan utama di sini adalah masalah akses menuju ke tempat ini,” ucapnya.

Ia berharap, dengan bantuan keuangan daerah yang diberikan Pemprov Sulsel kepada Pemerintah Kabupaten Tana Toraja, dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk wisata di Toraja yang lebih baik dan mengembalikan kejayaannya.

“Sekiranya nanti dibangun dengan bantuan keuangan oleh Pemda, ini nanti kita bisa manfaatkan untuk menjadi fasilitas wisata. Dimana harapan kami nanti dikelola oleh masyarakat sekitar yang dapat menambah penghasilan mereka,” ujarnya.

“Tempat ini layak dikungungi, sangat cantik, datang ki,” tambahnya.

Sebelumnya, Andi Sudirman menyatakan rasa penasaran dan keinginan kuatnya untuk berkunjung langsung ke tempat yang berjarak sekira 41 kilometer dari Makale, ibu Kota Tana Toraja.

“Kami menyempatkan waktu. Saya memang penasaran untuk ke sana untuk melihat langsung,” sebutnya, saat melaunching pembangunan obyek wisata Ollon pada acara perayaan Hari Jadi Toraja ke 774 dan HUT Tana Toraja ke 64 tahun, di Gedung Tammuan Mali’ Makale, Sabtu, 4 September 2021 kemarin. (*)

0 82

Tana Toraja, humas sulselprov.go.id – Pemerintah Provinsi Sulsel terus berupaya memaksimalkan pencapaian herd immunity atau kekebalan kelompok. Salah satunya, dengan pengoperasian mobile vaccinator yang diturunkan untuk memberikan vaksinasi bagi masyarakat. Termasuk mengirim ke Kabupaten Tana Toraja (Tator) dan Toraja Utara (Torut).

Untuk pelaksanaan vaksin di dua daerah tersebut, vaksinasi yang berlangsung selama tiga hari itu bahkan mencapai 12 ribu orang. Mobile vaccinator ini memberikan pelayanan di area Bundaran Kolam Makale (Patung Lakipadada), Sabtu 4 September 2021.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman yang hadir di puncak HUT Ke-64 Kabupaten Tana Toraja menyempatkan hadir.

“12 Ribu Warga Toraja divaksin dalam tiga hari. Antusiasme warga dalam mengikuti program vaksin sangat menggembirakan. Upaya ini juga untuk menegaskan program dalam menyasar wilayah epicentrum penyebaran Covid-19 tinggi dalam setiap gelombang,” ungkap Andi Sudirman.

Mobile vaccinator menyasar warga Tana Toraja dan Toraja Utara, dan akan dimaksimalkan melalui kerjasama antara pemerintah provinsi dan Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara.

Kepada Bupati Tana Toraja dan Kadis Kesehatan Tana Toraja, Andi Sudirman menyampaikan bahwa saat ini Pemprov memprioritaskan pemberian vaksin Moderna kepada penderita komorbid dan lansia. Sehingga, Pamkab diharapkan bisa dengan baik mendukung program ini.

Warga dari berbagai golongan mulai dari pelajar, petani dan lansia menyambut antusiasme pelayanan kebut vaksinasi ini.

“Mau vaksin supaya penyebaran Covid-19 tidak menyebar dan juga melindungi diri dan keluarga. Saya baru mau mendaftar Pak,” sebut Ruru, yang berprofesi sebagai petani.

“Saya dan teman-teman sudah siap divaksin, sudah makan juga,” ucap Novianti Sirendeng, siswi SMAN 2 Makale. (*)

0 67

Tana Toraja, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, menyerahkan bantuan sosial dari Pemprov Sulsel kepada Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung. Penyerahan bantuan sosial itu bertepatan dengan 64 Tahun Kabupaten Tana Toraja, di area Bundaran Kolam Makale (Patung Lakipadada), Sabtu 4 September 2021.

Di kesempatan itu pula, Andi Sudirman didampingi Bupati Tana Toraja dan Kapolres Tana Toraja, melepas bantuan Gebyar Bansos Gotong Royong oleh Polres Tana Toraja bersama Masyarakat Donatur. Adapun para donatur diantaranya Bank Sampoerna, KSP Sahabat Mitra Sejati, Gemilang Realty, dan Harapan Jaya Group. Bantuan ini nantinya akan diberikan kepada masyarakat Tana Toraja, khususnya yang terdampak pandemi Covid-19.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengapresiasi langkah Kapolres Tana Toraja, AKBP Sarly Sollu, dan para donatur dalam gebyar bansos gotong royong ini. Apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19, aksi tolong menolong dan bahu membahu sangat dibutuhkan untuk membantu masyarakat di sekitar.

“Ini luar biasa, ini gotong royong namanya, ada beberapa perusahaan yang bergabung dalam Gebyar Bansos Gotong Royong ini. Semoga bantuan dari Pemprov serta bantuan Gebyar Bansos ini bisa bermanfaat untuk masyarakat yang membutuhkan,” harapnya. (*)

0 70

Tana Toraja, humas.sulselprov.go.id – Plt Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan komitmennya menjadikan Toraja sebagai objek pembangunan sejak awal kepemimpinannya di tahun 2018. Mulai tahun 2019 sampai saat ini, tidak ada perubahan dalam arah kebijakan untuk menjadikan pariwisata dan sistem transportasi infrastruktur jalan di Tana Toraja makin berkualitas.

“Apa yang kami lakukan mulai 2019 sampai sekarang, kita terus membantu. Ini merupakan wujud komitmen kita,” kata Andi Sudirman, pada Rapat Paripurna Istimewa Dalam Rangka 774 Tahun Toraja dan 64 Tahun Kabupaten Tana Toraja, di Gedung Tammuan Mali, Makale, Tana Toraja, Sabtu, 4 September 2021.

Ia mengungkapkan, mulai tahun 2019-2021, Tana Toraja sudah mendapatkan alokasi bantuan keuangan dan pembangunan APBD Provinsi sebesar Rp 285 miliar. Anggaran besar yang digelontorkan Pemprov Sulsel untuk Tana Toraja, tidak terlepas dari dukungan DPRD Sulsel.

“DPRD turut memberi masukan. Kami hanya mengusulkan, memprogramkan, dan melaksanakan dengan Pemda Tana Toraja. Hal ini dilakukan untuk kemaslahatan dan kepentingan orang banyak,” ujarnya.

Untuk Tahun 2022, menurut Andi Sudirman, Pemprov fokus pada pembangunan infrastruktur jalan berdasarkan kebijakan dengan memprioritaskan lalu lintas harian rata-rata (LHR) tinggi.

“Motto kami, membangun yang berkelanjutan dan berkeadilan. Tidak boleh ada sekat dalam pembangunan, tidak memandang dari mana. Namun bagaimana masyarakat bisa merasakan apa yang kita kerjakan,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung, menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas kehadiran Andi Sudirman pada Hari Jadi yang pertama di era kepemimpinannya bersama Wakil Bupati, Zadrak Tombeg.

“Kiranya ini akan memberikan spirit dan inspirasi serta semangat kami (bersama Wakil Bupati) dalam memenuhi harapan masyarakat Tana Toraja. Kami hadir mengusung visi bangkit, produktif dan tangguh menuju tatanan kehidupan yang baik. Visi ini akan mampu menggerakan, menuntun dan menginspirasi seluruh pemimpin tokoh masyarakat dan masyarakat untuk tidak larut dalam tekanan pandemi Covid-19,” jelasnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk bangkit bergerak, berinovasi, berkreasi dan mendorong peningkatan kinerja dan produktivitas dalam mengelola dan mengoptimalkan berbagai potensi daerah yang dimiliki.

“Kita bersyukur dan berterima kasih bahwa selama ini kita mendapat support dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) sampai saat ini, dan juga dari pemerintah pusat yang memberikan banyak dukungan dan bantuan,” kata Theo. (*)

0 139

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, terus mendorong pemerataan pembangunan, khususnya di daerah terisolir. Salah satunya dalam pembangunan jalan ruas Passobo-Matangli-Massupu di Kabupaten Tana Toraja.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel melakukan pembukaan jalan penghubung Kabupaten Tana Toraja – Pinrang – Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Kepala Seksi Perencanaan Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (PUTR) Sulsel, Sukarlan, menyebutkan, progres pengerjaan jalan tersebut pada tahun ini sudah mencapai 41,35 persen.
Untuk pengerjaan jalan alternatif utama tersebut dilakukan secara bertahap. Untuk tahun 2021, dikucurkan sekitar Rp 67,6 miliar untuk pengerjaan sepanjang 8,5 km.

“Dengan penanganan sepanjang 8,5 km pengaspalan (pelebaran) jalan,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, ini merupakan wujud kepedulian Plt Gubernur Sulsel terhadap masyarakat. Dimana warga setempat sangat mendukung pembangunan ini, apalagi melihat kondisi sebelumnya rusak berat dengan permukaan jalan tanah dan pengerasan (kerikil).

Sementara itu, Pelaksana Tugas Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menjelaskan, jalan ini diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat dengan mempermudah akses distribusi barang.

“Alhamdulillah, progres ruas jalan ini sudah 41,35 persen dengan tahapan pengaspalan. Jalan ini nantinya dapat membuka akses daerah terisolir Simbuang di Kabupaten Tana Toraja sebagai penghasil kopi, dan akses ke destinasi wisata yang ada di Kabupaten Tana Toraja,” ucapnya.

“Ruas jalan ini kami bangun secara bertahap sebagai wujud pemerataan pembangunan dan berkeadilan,” imbuhnya. (*)

0 171

Tana Toraja, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, meninjau lokasi penanaman bibit pohon sepanjang jalan menuju Bandara Buntu Kunik Tana Toraja, Senin, 24 Mei 2021. Didampingi Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung, Andi Sudirman melihat langsung perkembangan bibit pohon yang ditanam sebulan silam. Dimana bibit pohon mahoni yang ditanam Andi Sudirman tampak tumbuh subur.

Sebelumnya, Andi Sudirman melakukan penanaman pohon ini dirangkaikan Peringatan Hari Hutan Internasional di area jalanan Bandara Buntu Kunik Toraja, 10 April 2021 lalu.

“Kita meninjau bibit pohon yang sudah ditanam. Ada beberapa yang tumbuh dan yang diganti bibit yang baru (pohon yang layu),” ujar Andi Sudirman.

Dalam penghijauan di area jalanan bandara ini, kata Andi Sudirman, turut dibantu penjagaannya oleh Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dan KPH Saddang I. Bukan hanya di area masuk Bandara Buntu Kunik, kata Andi Sudirman, beberapa wilayah sekitar lainnya akan dihijaukan.

“Penanaman ini atas arahan dan instruksi Bapak Presiden (Joko Widodo) untuk menghijaukan bandara ini. Agar ditanami supaya rindang dan sejuk. Kita juga ingin mengembalikan kejayaan pariwisata Toraja sama seperti Bali,” ungkapnya.

Sepanjang masuk jalan bandara sekitar 3,2 km telah ditanami beragam jenis bibit pohon. Seperti pohon mahoni, tabebuya, flamboyan, dan jenis lainnya. Sehingga tidak hanya rindang, pohon yang ditanam pun dipilih tanaman yang indah, seperti pohon tabebuya yang kerap dikira pohon sakura karena memiliki warna yang cantik.

Penanaman pun dilakukan bertahap, yang ditargetkan sekitar 3.300 bibit pohon. Dimana jalur tengah telah ditanami sebanyak 640 pohon. Sementara area jalur kiri dan kanan masih dilakukan bertahap, mengingat masih ada beberapa dalam tahap ditimbun dan ditalud.

Dilakukannya penghijauan ini, diharapkan bisa meningkatkan kualitas lingkungan di sekitar bandara. “Penghijauan Bandara Buntu Kunik ini juga sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem dan kualitas lingkungan,” tuturnya.

Andi Sudirman berharap masyarakat ikut menanam pohon bersama, serta memeliharanya. Apalagi, Pemprov Sulsel pun telah menginstruksikan penanaman pohon bagi pelajar. (*)

0 122

Tana Toraja, humas.sulselprov.go.id – Sebanyak 3.300 bibit pohon dengan 15 jenis pohon siap menghijaukan di sepanjang jalan menuju Bandara Buntu Kunik Toraja.

Penanaman pohon ini dirangkaikan pada Peringatan Hari Hutan Internasional ini dimulai oleh Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman dengan menanam secara simbolis pohon jenis mahoni, Sabtu, 10 April 2021.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan, bahwa penanaman pohon ini dilakukan atas instruksi Presiden RI, Joko Widodo pada saat peresmian Bandar Udara (Bandara) Buntu Kunik Toraja, di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, 18 Maret 2021 lalu.

“Atas arahan dan instruksi bapak Presiden, untuk menghijaukan bandara ini. Dulu di Indonesia ada dua tempat menjadi primadona, Bali dan Toraja. Kita ingin mengembalikan kejayaan pariwisata Toraja sama seperti Bali,” ungkapnya.

Terlebih lagi, kata Andi Sudirman, Pemerintah Pusat telah menggelontorkan senilai Rp 800 miliar untuk penyelesaian bandara ini.

Menurutnya, Toraja ini merupakan perpaduan wisata alam dan pariwisata. Olehnya itu, pembangunan pariwisata perlu memperhatikan kearifan lokal, budaya dan panorama alam.

Saat ini, Bandara Buntu Kunik memiliki landasan pacu sepanjang 2.000 x 30 meter. Namun, saat ini yang efektif digunakan adalah sepanjang 1.700 meter. Dirinya berharap landasan pacu bisa lebih diperpanjang.

“Jika diperpanjang pesawat yang besar bisa landas, maka nantinya kita bisa minta ada akses direct flight tanpa harus transit di Makassar lagi. Misalnya dari Jakarta atau daerah lainnya bisa langsung ke Toraja,” ungkapnya

Andi Sudirman mengajak masyarakat untuk menanam pohon bersama serta memeliharanya.

“Saya juga sudah menginstruksikan kepada Dinas Pendidikan, agar setiap siswa bisa menanam 5 pohon,” katanya.

Dengan dilakukannya penghijauan ini, diharapkan bisa meningkatkan kualitas lingkungan di sekitar bandara.

“Penghijauan Bandara Buntu Kunik ini juga sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem dan kualitas lingkungan,” ungkapnya.

Dengan itu, kata dia, menjadi prioritas kecintaan kita kepada Sulsel untuk menjaga keindahan dengan kearifan lokal.

Di Toraja, kata dia, banyak potensi wisata yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pertumbuhan daerah dan menciptakan lebih banyak lagi lapangan kerja, serta memicu dan menghidupkan sentra-sentra ekonomi baru. Salah satunya pesona Bukit Ollon Toraja, layaknya panorama memukau di Negara Swiss.

“Potensi wisata Ollon akan direview oleh Tim OPD Pemprov. Bagaimana mengekspose potensi itu,” katanya.

Ia pun menghanturkan atas dukungan masyarakat Toraja kepada Pemprov Sulsel.

“Anggap kehadiran saya untuk mendudukkan pemerintahan ini hanya untuk membangun yang berkeadilan untuk seluruh masyarakat Sulawesi Selatan,” tegasnya.

Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung mengaku, bahwa ini menjadi tantangan bagaimana mengembalikan alam menjadi kawasan yang dicintai, dinikmati dan dinikmati oleh banyak orang.

Ia pun mengaku, bahwa Menteri Pariwisata RI bakal berkunjung ke Toraja.

“Bapak Menteri akan mencanangkan masterplan pengembangan pariwisata Toraja. Kami juga yakin bapak Gubernur akan mendampingi dan bersama kita untuk pengembangan pariwisata di Toraja,” ungkapnya. (*)

0 142

Tana Toraja, humas.sulselprov.go.id – Presiden Joko Widodo secara resmi meresmikan Bandara Buntu Kunik di Tana Toraja, Kamis, 18 Maret 2021. Peresmian ditandai dengan pemukulan gendang Toraja dan penandatanganan prasasti yang didampingi oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.

Di awal sambutannya, Presiden menyatakan terus mendorong agar penyelesaian bandara dilakukan secepatnya. Iapun menyampaikan rasa syukurnya karena bandara ini juga telah beroperasi dengan baik melayani penumpang.

“Hampir setiap enam bulan selalu saya tanyakan kepada Menteri Perhubungan Kapan airport di Tana Toraja bisa selesai?. Dan akhirnya hari ini bisa kita resmikan dan sudah beroperasi. Kita patut bersyukur alhamdulillah,” kata Jokowi.

Lanjut Jokowi, anggaran yang digunakan untuk melakukan penyelesaian bandara ini sekira Rp 800 miliar. Untuk runway sepanjang 2.000 meter harus memotong tiga bukit. Dan tanah yang harus dipindahkan dari bukit tersebut sekira 6 juta meter kubik.

Dengan hadirnya bandara ini akan memudahkan mobilitas orang dan barang. Jika sebelumnya menempuh darat ke ibu kota provinsi di Makassar membutuhkan waktu 9-10 jam lewat darat, maka dengan jalur udara hanya sekira 50 menit.

“Kita tahu, biasanya masyarakat sini lewat darat ke Makassar itu butuh waktu sembilan jam tiba. Sekarang saya coba dengan ATR 50 menit, artinya apa, mobilitas orang, mobilitas barang itu akan akan ada kecepatan,” kata Jokowi.

Jokowi juga berharap, dengan dibukanya bandara ini konektivitas pariwisata akan semakin baik dan berkembang. “Akses menuju ke sini bisa langsung, baik dari Makassar, Bali dan Jakarta, juga daerah lainnya,” imbuhnya.

Destinasi wisata Toraja seperti Negeri di Atas Awan, Pango-pango dan Kete Kesu, bisa dengan mudah dinikmati, karena akses transportasi yang tersedia. Demikian juga dengan hadirnya bandara ini, dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pertumbuhan daerah dan menciptakan lebih banyak lagi lapangan kerja, serta memicu dan menghidupkan sentra-sentra ekonomi baru.

Pada kesempatan ini, di tempat yang sama Presiden meresmikan Bandara Pantar Kabupaten Alor, Provinsi NTT. Bandara ini juga dibangun sejak 2014 dan dilengkapi dengan terminal yang melayani 35 ribu penumpang.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menjelaskan, bandara Buntuk Kunik dibangun dengan runway 2.000 meter, tetapi efektif baru digunakan 1.700 meter dengan lebar 30 meter, dan bisa menampung 45.000 orang dalam satu tahun.

“Dan untuk mencapai suatu tempat yang termasyur dan indah sekali dan kita sudah membangun bandara ini 2.000 meter, tetapi efektif baru digunakan 1.700 meter dengan lebar 30 meter dan insyaallah bisa menampung 45.000 orang dalam satu tahun,” paparnya.

Bandara Toraja telah mendekatkan jarak tempuh. Toraja pernah menjadi salah satu destinasi wisata terbaik kedua Nasional setelah Bali, tetapi karena adanya isu akses, kemudian menjadikan Toraja kurang diminati.

Selanjutnya, Pemprov Sulsel merencanakan Bandara Buntu Kunik menjadi Bandara International yang dapat melayani rute Jakarta-Toraja-Bali. (*)

0 85

Makassar, humas.sulselprovgo.id – Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Se-Jabotabek bekerja sama dengan Toraja Tourism Forum, mengadakan Webinar, Minggu (8/11/2020). Webinar melalui aplikasi Zoom tersebut menghadirkan seluruh Calon Kepala Daerah di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara.

Dengan mengangkat topik Pariwisata sebagai Penopang Kebangkitan Ekonomi Toraja di Era Baru dalam Perspektif Para Calon Kepala Daerah, webinar dihadiri Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.

Webinar ini bertujuan untuk membahas bagaimana kontribusi pemerintah daerah dapat kembali menyiapkan skema baru terhadap potensi pariwisata di daerah saat New Normal. Forum diskusi ini sebagai bukti perhatian untuk Toraja. Nantinya, Toraja akan melakukan lompatan yang jauh lebih di depan daripada daerah lain.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, melihat topik Webinar ini sangat penting sekali untuk mengembalikan kejayaan Toraja, khususnya di sektor wisata,” kata Andi Sudirman.

Menurutnya, Toraja memiliki potensi kearifan lokal. Dimana potensi yang bisa menjadi wilayah pariwisata terhebat dan nama yang sudah dikenal dunia.

“Kita tidak perlu berfikir akan kemunduran pariwisata di Toraja, kita harus percaya diri untuk bisa terus membangun pariwisata Toraja,” ujarnya.

“Tak perlu kita terlalu banyak berencana ingin membuat ini itu, tapi hal yang critical yang harus dimulai adalah bagaimana membranding kembali mengembalikan kejayaan Toraja seperti yang kita kenal dan sangat dikagumi di dunia, dalam dua hal. Pertama, pariwisata dan kedua, Coffee Toraja. Nanti dengan fokus dua ini akan memiliki efek sistemik sebagai turunan termasuk industri UMKM, dll. Akses cepat ke Toraja termasuk ekspansi bandara, direct flight dari Jakarta, Bali atau luar negeri ke Toraja, serta akomodasi yang nyaman,” lanjutnya.

Ia pun berharap, calon kepala daerah harus memiliki visi dan misi yang inline dengan sinergitas antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat. “Bagaimana menjadi pemimpin yang amanah, membangun dengan berkeadilan, bertanggung jawab bekerja untuk menjadikan Toraja lebih baik,” pintanya.

Hadir sebagai panelis Lily Amelia Salurapa, Jonathan Limbong Parapak, Pdt. Henriette T. Hutabarat-Lebang, dan acara dipandu oleh Panca R Sarungu. (*)

0 33
Makassar, humas.sulselprov.go.id - Sekertaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulsel, Abdul Hayat Gani, mengajak stakeholder sama-sama mengawal kebijakan prioritas nasional, dalam hal ini proyek kereta api...