Tags Posts tagged with "Kab. Tana Toraja"

Kab. Tana Toraja

0 158

Tana Toraja, humas.sulselprov.go.id – Presiden Joko Widodo secara resmi meresmikan Bandara Buntu Kunik di Tana Toraja, Kamis, 18 Maret 2021. Peresmian ditandai dengan pemukulan gendang Toraja dan penandatanganan prasasti yang didampingi oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.

Di awal sambutannya, Presiden menyatakan terus mendorong agar penyelesaian bandara dilakukan secepatnya. Iapun menyampaikan rasa syukurnya karena bandara ini juga telah beroperasi dengan baik melayani penumpang.

“Hampir setiap enam bulan selalu saya tanyakan kepada Menteri Perhubungan Kapan airport di Tana Toraja bisa selesai?. Dan akhirnya hari ini bisa kita resmikan dan sudah beroperasi. Kita patut bersyukur alhamdulillah,” kata Jokowi.

Lanjut Jokowi, anggaran yang digunakan untuk melakukan penyelesaian bandara ini sekira Rp 800 miliar. Untuk runway sepanjang 2.000 meter harus memotong tiga bukit. Dan tanah yang harus dipindahkan dari bukit tersebut sekira 6 juta meter kubik.

Dengan hadirnya bandara ini akan memudahkan mobilitas orang dan barang. Jika sebelumnya menempuh darat ke ibu kota provinsi di Makassar membutuhkan waktu 9-10 jam lewat darat, maka dengan jalur udara hanya sekira 50 menit.

“Kita tahu, biasanya masyarakat sini lewat darat ke Makassar itu butuh waktu sembilan jam tiba. Sekarang saya coba dengan ATR 50 menit, artinya apa, mobilitas orang, mobilitas barang itu akan akan ada kecepatan,” kata Jokowi.

Jokowi juga berharap, dengan dibukanya bandara ini konektivitas pariwisata akan semakin baik dan berkembang. “Akses menuju ke sini bisa langsung, baik dari Makassar, Bali dan Jakarta, juga daerah lainnya,” imbuhnya.

Destinasi wisata Toraja seperti Negeri di Atas Awan, Pango-pango dan Kete Kesu, bisa dengan mudah dinikmati, karena akses transportasi yang tersedia. Demikian juga dengan hadirnya bandara ini, dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pertumbuhan daerah dan menciptakan lebih banyak lagi lapangan kerja, serta memicu dan menghidupkan sentra-sentra ekonomi baru.

Pada kesempatan ini, di tempat yang sama Presiden meresmikan Bandara Pantar Kabupaten Alor, Provinsi NTT. Bandara ini juga dibangun sejak 2014 dan dilengkapi dengan terminal yang melayani 35 ribu penumpang.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menjelaskan, bandara Buntuk Kunik dibangun dengan runway 2.000 meter, tetapi efektif baru digunakan 1.700 meter dengan lebar 30 meter, dan bisa menampung 45.000 orang dalam satu tahun.

“Dan untuk mencapai suatu tempat yang termasyur dan indah sekali dan kita sudah membangun bandara ini 2.000 meter, tetapi efektif baru digunakan 1.700 meter dengan lebar 30 meter dan insyaallah bisa menampung 45.000 orang dalam satu tahun,” paparnya.

Bandara Toraja telah mendekatkan jarak tempuh. Toraja pernah menjadi salah satu destinasi wisata terbaik kedua Nasional setelah Bali, tetapi karena adanya isu akses, kemudian menjadikan Toraja kurang diminati.

Selanjutnya, Pemprov Sulsel merencanakan Bandara Buntu Kunik menjadi Bandara International yang dapat melayani rute Jakarta-Toraja-Bali. (*)

0 90

Makassar, humas.sulselprovgo.id – Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Se-Jabotabek bekerja sama dengan Toraja Tourism Forum, mengadakan Webinar, Minggu (8/11/2020). Webinar melalui aplikasi Zoom tersebut menghadirkan seluruh Calon Kepala Daerah di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara.

Dengan mengangkat topik Pariwisata sebagai Penopang Kebangkitan Ekonomi Toraja di Era Baru dalam Perspektif Para Calon Kepala Daerah, webinar dihadiri Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.

Webinar ini bertujuan untuk membahas bagaimana kontribusi pemerintah daerah dapat kembali menyiapkan skema baru terhadap potensi pariwisata di daerah saat New Normal. Forum diskusi ini sebagai bukti perhatian untuk Toraja. Nantinya, Toraja akan melakukan lompatan yang jauh lebih di depan daripada daerah lain.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, melihat topik Webinar ini sangat penting sekali untuk mengembalikan kejayaan Toraja, khususnya di sektor wisata,” kata Andi Sudirman.

Menurutnya, Toraja memiliki potensi kearifan lokal. Dimana potensi yang bisa menjadi wilayah pariwisata terhebat dan nama yang sudah dikenal dunia.

“Kita tidak perlu berfikir akan kemunduran pariwisata di Toraja, kita harus percaya diri untuk bisa terus membangun pariwisata Toraja,” ujarnya.

“Tak perlu kita terlalu banyak berencana ingin membuat ini itu, tapi hal yang critical yang harus dimulai adalah bagaimana membranding kembali mengembalikan kejayaan Toraja seperti yang kita kenal dan sangat dikagumi di dunia, dalam dua hal. Pertama, pariwisata dan kedua, Coffee Toraja. Nanti dengan fokus dua ini akan memiliki efek sistemik sebagai turunan termasuk industri UMKM, dll. Akses cepat ke Toraja termasuk ekspansi bandara, direct flight dari Jakarta, Bali atau luar negeri ke Toraja, serta akomodasi yang nyaman,” lanjutnya.

Ia pun berharap, calon kepala daerah harus memiliki visi dan misi yang inline dengan sinergitas antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat. “Bagaimana menjadi pemimpin yang amanah, membangun dengan berkeadilan, bertanggung jawab bekerja untuk menjadikan Toraja lebih baik,” pintanya.

Hadir sebagai panelis Lily Amelia Salurapa, Jonathan Limbong Parapak, Pdt. Henriette T. Hutabarat-Lebang, dan acara dipandu oleh Panca R Sarungu. (*)

0 117

Tana Toraja, humas.sulselpriv.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, berharap, Bandara Buntu Kunik Toraja bisa melayani penerbangan setiap hari. Rencana penerbangan tersebut sudah direspon dengan baik oleh Direktur Citilink Indonesia.

“Alhamdulillah Pak Dirut Citilink sudah merespon dengan baik rencana itu. Tentu kita berharap bisa berjalan,” kata Prof Nurdin Abdullah di Bandara Toraja, Rabu, 30 September 2020.

Ia mengaku sudah menyampaikan kepada kepala Bandara Sultan Hasanuddin terkait rencana untuk melakukan penerbangan tiap hari di Bandara Toraja.

“Saya dengan kepala bandara kemarin sudah menyampaikan penerbangan ke Toraja ini bukan hanya empat kali seminggu, tapi kita berharap setiap hari. Karena itu, kita harap di Citilink dan kita support dengan baik dari kabupaten maupun dari provinsi,” jelasnya.

Ia berharap, kedepannya akan dilakukan perpanjangan landasan agar bisa melayani pesawat Boeing 373, dengan rute penerbangan langsung dari Bali-Toraja, Jogja-Toraja, dan tujuan lainnya.

“Bandara Toraja ini kalau perpanjangan landasan sudah bisa masuk pesawat Boeing 737. Jadi langsung bisa dari Bali langsung Toraja, dari Jogja, Labuang Bajo ini bisa kita lakukan. Dan harapan kita ini nanti ada tambahan. Bukan lagi Bandara Toraja, tetapi Toraja Internasional Airport, itu tujuan kita kesana, makanya ini landasannya kita perpanjang,” urainya. (*)

0 108

Tana Toraja, humas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, memimpin langsung rapat persiapan peresmian bandara Buntuk Kunik Toraja, Rabu 30 September 2020. Ia mengaku, untuk mewujudkan Bandara Toraja ini dibutuhkan kerja keras dan perjuangan panjang, baik dari pemerintah kabupaten, provinsi maupun pemerintah pusat.

“Bandara ini tidak mudah kita wujudkan hari ini, tapi ini adalah perjuangan dan doa, karena optimisme kita maupun pemerintah daerah sehingga bandara ini bisa dimanfaatkan,” jelasnya.

Kendati demikian, bandara masih bersoal mengenai jumlah penumpang, baik yang dari Makassar maupun dari Toraja sendiri.

“Tentu kendala pertama yang kita hadapi adalah penumpang. Nah tentu itu menjadi kendala bagi kita,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan, dalam waktu dekat ini akan datang Menteri Perhubungan di bandara Buntu Kunik Toraja.

“Insyaallah Menteri perhubungan hari Sabtu datang kesini. Mudah-mudahan kita sudah bisa jalan. Saya sudah lapor sama beliau. Dan beliau punya keinginan besar menjadikan bandara ini sebagai bandara internasional,” jelasnya. (*)

0 96
  • Hadiri Peringatan Ke 63 Tahun Tana Toraja dan ke 773 Tahun Kabupaten Toraja

Toraja, humas.sulselprov.go.id – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, menghadiri acara peringatan 63 Tahun Kabupaten Tana Toraja dan ke 773 Tahun Kabupaten Toraja, yang mengusung tema Budaya Toraja Perekat Bangsa.

Andi Sudirman yang mengenakan pakaian adat Toraja ini disambut Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae, yang mengalungkan kain tenun. Perayaan ini berlangsung di Bundaran Kolam Makale, tepatnya di depan Monumen Patung Lakipadada, Senin (31/8/2020).

Peringatan hari jadi kali ini, berbeda dengan tahun sebelumnya. Dengan menerapkan protokol kesehatan, para tamu yang hadir menggunakan masker dan menjaga jarak. Bahkan para penari pun menggunakan face shield.

Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae, menyampaikan, atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Tana Toraja mengucapkan bangga dan terima kasih atas kehadiran Wagub Sulsel.

“Ini bukti kepedulian Pak Wagub. Pak Wagub sudah hadir sejak kemarin untuk melakukan peninjauan pada beberapa pembangunan di Toraja,” ungkapnya.

Ia pun menyampaikan, Pemprov Sulsel telah memberikan bantuan keuangan sebesar Rp 32 miliar di APBD Tahun Anggaran 2020 untuk Kabupaten Tana Toraja. Hal itu untuk pembangunan, pembukaan dan pengaspalan jalan akses bandara Buntu Kunik.

“Tanggal 4 nanti, DPRD mengeluarkan instruksi agar kalau OPD mau ke Makassar, agar naik pesawat (di Bandara Buntu Kunik), termasuk Kepala Desa, tokoh masyarakat. Jadi kita harus berpromosi selama tiga bulan,” pungkasnya.

Hari jadi ini, kata dia, merupakan momentum sebagai loncatan untuk perubahan dan perbaikan ke depan dalam menghadirkan bangsa yang cerdas.

“Budaya sebagai perekat bangsa. Orang Toraja harus bangga dengan budaya. Budaya mempersatukan Negera Kesatuan Republik Indonesia. Kita mendorong bagaimana budaya ini betul-betul hadir sebagai perekat bangsa,” pungkasnya.

Ia mengungkapkan, Bank Sulselbar memberikan CSR bantuan keuangan senilai Rp 200 juta dan ambulans. “Awalnya (bantuan CSR) Rp 200 juta. Tapi berkat kehadiran Pak Wagub bertambah,” akunya.

Di sela-sela kegiatan, Bank Sulselbar kembali membawa kabar baik. Menambahkan bantuan CSR menjadi Rp 250 juta.

Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan, untuk meningkatkan wisatawan, diperlukan infrastruktur yang memadai agar mempermudah dalam menjangkau tempat wisata. Terlebih Kabupaten Tana Toraja memiliki beragam destinasi wisata.

Pemprov Sulsel, kata dia, mengupayakan untuk daerah terisolir.

“Pemerintah harus jalankan asas keadilan. Toraja tidak boleh lagi melihat ke belakang. Harus terdepan dalam pembangunan, baik wisata budaya, kearifan lokal dan panorama alam. Saya ada di belakang Sang Torayan,” tegasnya.

Menurutnya, Tana Toraja harus terdepan dalam pembangunan di Sulawesi Selatan.

“Tana Toraja harus terdepan dalam pembangunan di Sulsel. Itu menjadi wujud pemerataan pembangunan,” ungkapnya yang disambut tepuk tangan dari hadirin.

Wagub Sulsel pun menyampaikan terima kasih terhadap Presiden RI, Joko Widodo yang memperhatikan pembangunan di Sulawesi Selatan. Salah satunya pada pembangunan bandara Buntu Kunik. Infrastruktur harus merata baik di kota maupun di wilayah terpencil. Bagi Wagub Andi Sudirman, ada hak-hak orang terpencil yang harus diberikan.

“Infrastruktur harus dibangun baik itu di wilayah terpencil. Ini pemerintah harus melakukan subsidi untuk tiket sebagai stimulan untuk akses transportasi udara mendekatkan Toraja dengan wisatawan,” lanjutnya.

Bagi Wagub, masyarakat Toraja hidup dengan toleransi yang tinggi. “Di Toraja, saya selalu bangga dengan masyarakatnya yang hidup dalam kerukunan beragama, berbeda-beda tapi satu. Ini kampung saya juga, keluarga saya hadir di sini jauh sebelum saya lahir,” sambungnya.

Memasuki momentum Pilkada, dirinya berpesan untuk memiliki komitmen. “Saya tahu orang toraja tidak bisa dipengaruhi, memilih dengan apa yang dilihat, didengar dan dirasakan,” tuturnya.

Wagub Andi Sudirman mempertegas akan memperjuangkan hak-hak masyarakat Toraja. Hal itu untuk menerapkan Pancasila, salah satunya social justice atau Keadilan Sosial.

“Tahun ini (perayaan) ke 773, luar biasa. Kedepan tidak boleh lagi menganggap (Toraja daerah kecil) dan takut. Ada Gubernur, ada Wagub,” pungkasnya yang disambut tepuk riuh.

“Memperjuangkan hak-hak yang dibutuhkan masyarakat Toraja, termasuk budaya, wisata, serta pengembangan,” tegasnya.

Di kesempatan itu, Wagub Sulsel menyerahkan reward prestasi pendidikan bagi lulusan SMA/sederajat yang diterima di universitas terkemuka di Indonesia, seperti di UI dan IPB.

Turut hadir Anggota DPD RI, Lily Amelia Salurapa; Ketua dan Wakil Ketua PKK Tana Toraja; DPRD Tana Toraja; Forkopimda Tana Toraja; serta tokoh agama dan tokoh masyarakat. (*)

0 103

Tana Toraja, humas.sulselprov.go.id – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, membuka secara resmi Rapat Koordinasi Dalam Rangka Pelaksanaan Sensus Penduduk September 2020 Provinsi Sulsel. Dalam rapat koordinasi ini dilakukan secara virtual, Senin (31/8/2020). Wagub Sulsel mengikuti rapat virtual ini dari Kantor Gubernur Sulsel Perwakilan Kabupaten Tana Toraja.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan (Sulsel), Yos Rudiansyah, menyampaikan terima kasih atas dukungan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel serta Kepala Daerah se Sulsel pada sensus penduduk secara online pada 15 Februari hingga 29 Mei 2020 lalu.

“Berkat dukungan itu, sensus penduduk online mencapai 21 persen, melebihi target dari pusat 17 persen,” ujarnya.

Sensus Penduduk (SP) merupakan kegiatan nasional yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Mulai 1 September 2020, BPS melakukan sensus dengan mendatangi rumah penduduk secara door to door oleh petugas sensus yang telah direkrut.

Misi mereka adalah mendapatkan data yang akurat dari keluarga-keluarga yang belum merespon SP2020 secara online.

“BPS Sulsel telah merekrut 5.953 petugas sensus yang akan bertugas bulan September. Catatan kami, 14,5 persen petugas sensus adalah pencari kerja,” ungkapnya.

Dalam sensus penduduk ini, BPS telah melakukan penyesuaian ditengah kondisi pandemi Covid-19.

“Upaya untuk meminimalisir interaksi dan melindungi petugas sensus dan masyarakat, kami mengedepankan protokol kesehatan, mewajibkan petugas rapid tes, serta dilengkapi APD, berupa masker, hand sanitizer, face shield dan sarung tangan,” jelasnya.

Ia pun berharap, semuanya turut ikut membantu mulai dari Pemerintah Daerah setempat, dari Camat, Lurah/Desa, RT/RW untuk mendampingi petugas melakukan verifikasi penduduk.

“Bantu kami mencatat Indonesia. Dengan harapan bisa berjalan lancar dan hasil data yang akurat,” pungkasnya.

Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan, agar selalu berkoordinasi untuk memperlancar sinergitas. Ia pun mengapresiasi BPS Sulsel dalam merekrut sebagian petugas sensus bagi orang yang tidak memiliki pekerjaan.

“Pada sensus penduduk online bisa mencapai target 21 persen. Kami harap bisa mencapai target pada sensus penduduk (tahap kedua) ini,” ujarnya.

Hal itu, karena masih ada wilayah yang sulit mengakses internet, sehingga tidak bisa melakukan sensus penduduk online.
Ia pun menyampaikan pencapaian Pemprov Sulsel dalam realisasi belanja APBD untuk Tahun Anggaran 2020.

“Per 27 Agustus 2020, Provinsi Sulawesi Selatan berada di urutan pertama persentase realisasi belanja APBD Provinsi se Indonesia Tahun Anggaran 2020. Persentase itu melebihi persentase secara Provinsi bahkan secara Nasional, yakni 62,55 perse ,” ujarnya.

“Kami harap di kondisi pandemi ini, pelaksanaan sensus penduduk tetap memperhatikan protokol kesehatan, karena akan berinteraksi sama masyarakat dan melakukan pendekatan terbaik. Kami imbau Kepala Daerah sampai tingkat RW atau Kepala Dusun untuk membantu petugas kita yang turun, bisa memberikan informasi agar bisa proteksi diri dengan melakukan regulasi pencegahan Covid-19,” pintanya.

Andi Sudirman mengaku, pencatatan statistik kependudukan sangat penting. Melalui data ini akan menghadirkan sebuah kebijakan suatu daerah.

“Adanya sensus penduduk dengan door to door ini, bisa memperlihatkan data yang jauh berbeda, yang bisa jadi acuan bersama, tingkat akurasi yang tinggi, dengan kerja-kerja yang ulet, ikhlas, berintegritas dan profesional, maka hasilnya bosa dapat lebih baik. Sehingga pemangku kebijakan bisa memberikan kebijakab yang tepat untuk masyarakat,” paparnya.

Rakor Pelaksanaan Sensus Penduduk ini diikuti oleh Bupati/Walikota se Sulsel, OPD terkait, serta camat se Sulsel. (*)

0 117

Tana Toraja, humas.sulselprov.go.id – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, mendorong Pemerintah Kabupaten Tana Toraja untuk memaksimalkan bandara Buntu Kunik.

Uji coba runway atau landasan pacu Bandara Buntu Kunik telah dilaksanakan, 12 Agustus 2020. Pendaratan perdana pesawat Kalibrasi Hakwer 900 XP milik Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI pun berlangsung mulus.

Sebagai informasi, Bandara Buntu Kunik merupakan salah satu proyek yang masuk dalam RPJMN 2019-2024. Proyek bandara tersebut dilakukan secara multi years, dibangun diatas tanah seluas 141 hektare. Bandara ini memiliki luas bangunan terminal 1000 m² dengan kapasitas 150 orang. Taxiway 124,5 m x 15 m dan panjang apron 94,5 m x 67 m.

Minggu, 30 Agustus 2020, mengenakan kemeja batik, Wakil Gubernur Sulsel meninjau progres pembangunan bandara Buntu Kunik di Kecamatan Mengkendek.
Rencananya, proyek yang menggunakan anggaran dari APBN ini tak lama lagi bakal diresmikan oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Andi Sudirman mengaku takjub dengan keindahan pada bandara Buntu Kunik. Dengan bandara berciri khas Toraja. Terdapat tongkonan tepat di depan bandara. Sebagian bandara ini, bercorak batik dengan nuansa warna coklat dan putih. Dengan pemandangan bukit di sekitar bandara.

“Kunjungan kali ini untuk melihat tahap progres pembangunan, sebelum diresmikan oleh Bapak Presiden. Kami atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, memberikan apresiasi atas pembangunan bandara ini,” ujarnya.

Pemerintah, kata dia, wajib hadir untuk memastikan bahwa penerbangan di bandara baru ini difungsikan lebih maksimal, terutama untuk menopang sektor pariwisata.

Pemprov Sulsel, kata dia, telah mensupport dalam pembangunan bandara ini melalui bantuan keuangan untuk pembangunan, pembukaan dan pengaspalan jalan akses bandara Buntu Kunik dari APBD Tahun Anggaran 2019 dan APBD Tahun Anggaran 2020.

Andi Sudirman menyarankan agar Pemkab Tana Toraja menghadirkan subsidi tiket khusus untuk wisatawan.
Dengan adanya subsidi itu, maka akan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik yang ke Toraja.

“Pemerintah harus menjamin tersedianya alokasi anggaran subsidi tiket penerbangan. Kita minta Pemda memberi subsidi, bekerja sama Pemprov dan Pemerintah pusat,” ujarnya.

“Sehingga airlines atau maskapai yang memberi pelayanan transportasi udara, akan selalu ada,” sambungnya.

Orang nomor dua di Sulsel ini pun menyampaikan, pemerintah daerah dan pemerintah provinsi bersinergi dalam membangun infrastruktur, sarana maupun prasarana untuk menonjolkan wisata kearifan lokal, budaya dan panorama alam.

Jika kunjungan wisatawan meningkat, maka akan menjadikan lokasi destinasi pariwisata semakin menggeliat. Serta memberikan efek peningkatan perekonomian bagi masyarakat di Toraja dan sekitarnya.

Selain itu, Wagub Sulsel berharap, runway atau landasan pacu Bandara Buntu Kunik bisa diperpanjang hingga 3.200 meter.

“Kita butuh ekspansi dari 1.900, menjadi runway 3.200 meter. Dan pemerintah pusat membantu akses direct flight domestik maupun internasional, tanpa transit ke Makassar. Jadi bisa mempersingkat (penerbangan),” pungkasnya.

Apalagi saat ini, pemerintah pusat tengah merancang program dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Yang diharapkan, subsidi penerbangan ini bisa dilakukan sebagai upaya PEN.

Diketahui, Bandara Buntu Kunik Toraja sudah dapat melayani pesawat jenis ATR-72 pada bulan Agustus 2020 ini. (*)

0 107

Tana Toraja, humas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tana Toraja, Senin, 24 Agustus 2020. Ia melakukan pemantauan kesiapan Bandara Buntu Kunik Toraja untuk melayani penerbangan.

Nurdin Abdullah mengatakan, terwujudnya bandara merupakan sinergi pemerintah mulai dari daerah hingga pemerintah pusat.

“Saya kira ini bentuk sinergitas yang kita bangun. Pertama, hadir pemerintah kabupaten menyiapkan lahan, pemerintah provinsi membuat jalan akses menuju bandara. Terus Menteri Perhubungan membangun bandara, baik landasan maupun terminal,” kata Nurdin Abdullah.

Ia menilai, hadirnya bandara di kabupaten yang menjadi andalan wisata Sulsel ini untuk mendekatkan masyarakat pada pelayanan transportasi.

Diketahui, Maskapai Wings Air telah menguji coba rute baru Makassar-Tana Toraja. Pesawat ATR 72-600 dan mendarat dengan selamat di Bandara Buntu Kunik untuk pertama kalinya, Kamis (20/8) lalu. Wings Air sukses melakukan uji coba terbang awal (proving flight) dengan rute Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Maros, tujuan Bandara Buntu Kunik Toraja di Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja. Dalam waktu dekat, maskapai ini juga akan memang akan melayani penerbangan reguler penumpang berjadwal rute Makassar-Toraja pergi-pulang.

Sedangkan, 12 Agustus lalu, pesawat Kalibrasi Hawker 900 XP milik Kementerian Perhubungan juga sukses mendarat di Bandara Buntu Kunik. (*)

0 179

Tana Toraja, humas.sulselprov.go.id – Bandara Buntu Kunik di Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja, untuk pertama kalinya didarati pesawat. Pesawat tersebut merupakan pesawat Kalibrasi Hawker 900 XP, sukses mendarat pada sekira pukul 10.30 Wita, Rabu, 12, Agustus 2020.

Pesawat ini milik Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI. Pesawat ini sekaligus melakukan uji coba runway atau landasan pacu.

“Tadi pesawat Kalibrasi sudah mendarat di Bandara Buntu Kunik (BBK). Itu uji coba sebelum Presiden mendarat ke sana. Karena kita berharap sebenarnya Agustus ini, bandara kita akan diresmikan,” kata Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah.

Ia menyebutkan, hadirnya BBK menjadi satu bukti sistem transportasi yang sudah dibangun di Sulsel.

“Dengan hadirnya bandara baru ini akan semakin memberikan nilai tambah pada perkembangan pariwisata di Toraja,” sebutnya.

Sebelumnya, 4 Agustus lalu, mantan Bupati Bantaeng ini menyampaikan hal terkait progres pembangunan Bandara Internasional Toraja Buntu Kunik, di Tana Toraja.

Ia mengungkapkan, pada bulan Agustus tahun ini sudah dapat melayani pesawat jenis ATR-72.

Gubernur sendiri meminta kepada pemerintah pusat untuk memaksimalkan dengan landasan pacu 2.600 meter. Saat ini, pembangunannya telah sampai 1.400 meter dan sudah bisa melayani pesawat jenis ATR-72. (*)

0 188
  • 13 Item Non-APBD Donasi Berbagai Pihak

Tana Toraja, humas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof. HM Nurdin Abdullah, melakukan penyerahan bantuan alat kelengkapan penanganan Covid-19 ke Kabupaten Tana Toraja. 13 item diterima langsung oleh Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae, Sabtu, 9 Mei 2020.

“Ini kita bawa ada 13 item, bantuan non-APBD, betul-betul donasi dari bebagai pihak, BUMD, BUMN, organisasi kemasyarakatan, termasuk dari Vale kemarin ada rapid test, ini juga ada APD. Ini dibagikan ke Puskesmas, ada masker, handsanitizer, alat pelindung wajah, lengkap ini Pak Bupati,” kata Nurdin Abdullah.

Adapun bantuan kali ini sama dengan lima daerah sebelumnya. Yakni, berupa Rapid Test Kit 160 unit, APD Full Set 5 unit, APD 180 unit, Masker 3M 40 Lembar, Masker N-95 40 Lembar, Masker Bedah 400 lembar, Hand Sanitizer Semprot 10 botol, Hand Sanitizer Jerigen 4 jerigen,Sabun Cuci Tangan 7 botol, Face Shield 30 unit, Alcohol swab 1 dos, Blood Lancets 2 dos dan Sarung Tangan 5 dos.

Nurdin Abdullah menyampaikan, sejauh ini untuk Covid-19 belum ditemukan obat dan vaksinnya. Untuk memutus mata rantai penyebarannya, maka yang harus dilakukan adalah disiplin dan patuh pada protokol kesehatan dan memberikan gizi yang baik.

Selain itu, yang harus dipersiapkan adalah skenario pemulihan serta munculnya orang-orang miskin baru. Tantangan paling berat adalah krisis ekonomi yang dapat terjadi, bahkan sejauh ini sudah dirasakan dampaknya dengan pemutusan kerja karyawan.

“Yang harus kita lakukan adalah bagaimana menyikapi orang-orang miskin baru. Kita butuh lapangan kerja minimal 30.000. Semua kegiatan ini diubah menjadi padat karya,” ujarnya.

Sementara, Nicodemus Biringkanae menyampaikan, di Tator sejauh ini tercatat jumlah pasien status Covid-19 sebanyak tiga orang, termasuk Wakil Bupati Tana Toraja Victor Datuan Batara.

“Kita ada positif tiga, dan sudah sembuh semua,” jelasnya.

Nicodemus juga menyampaikan beberapa bantuan pemerintah provinsi juga telah disalurkan.

“Terima kasih atas bantuannya, atas nama dan rakyat Tana Toraja. Kepada Pak Gubernur, selamat menjalankan ibadah puasa dan terima kasih atas sumbangannya,” ucapnya.

Ia juga memanfaatkan pertemuan tersebut, untuk meminta agar pembangunan Bandara Buntu Kunik tetap diperhatikan pembangunannnya.

“Pak Gubernur, kalau ingat Toraja, ingat bandaranya juga,” kata Nicodemus yang disambut tepuk tangan gubernur.

Menanggapi hal itu, Nurdin Abdullah menegaskan, pembangunan tetap akan dilaksanakan hingga tuntas. Namun fokus pemerintah saat ini adalah penanganan pandemi Covid-19. (*)

0 4
Makassar, humas.sulselprov.go.id - Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, menghadiri Gebyar PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Insan Masagena 2021, di halaman...