Tags Posts tagged with "Kab. Tana Toraja"

Kab. Tana Toraja

0 219
  • Hampir Rampung Run Way 1.400 Meter

Toraja, birohumas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah mengecek langsung pembangunan Bandara Buntu Kunik Internasional Toraja. Dari pantaunya, pekerjaan tersebut hampir rampung.

Pembangunan Bandar Udara Internasional Buntu Kunik Toraja ini pada awalnya dibangun dengan panjang landasan 1.400 meter, namun setelah dilakukan pembicaraan baik dengan Pemerintah Provinsi Sulsel, Kabupaten Tana Toraja dan Pemerintah Pusat akan dibangun landasan sepanjang 2.600 meter.

“Ini 1.600 meter, (bisa untuk pesawat) ATR 72 bisa mendarat. Nah, harapan kita ini bisa 2.600 meter supaya ini bisa menjadi bandara internasional,” ungkap mantan Bupati Bantaeng dua periode ini, Jumat 22 November 2019.

Untuk diketahui, pada bulan Desember 2019 ini akan rampung pembangunan sesuai rencana awal yakni 1.400 meter. Sementara sisahnya akan dilanjutkan pada tahun 2020.

“Insyaallah Desember run way tuntas, memang masih ada beberapa bukit yang tahun depan akan kita cutting (potong). Desember sudah bisa pendaratan awal. Tapi kita berharap biar tuntas,” kata Prof Nurdin Abdullah saat usai melakukan peninjauan pembangunan bandar udara tersebut.

Mantan Sekjen Apkasi Indonesia ini menjelaskan, progres pembangunan Bandar Udara Internasional Buntu Kunik Toraja ini dinilainya sangat bagus, karena dikerjakan dengan cara kolaborasi baik pemerintah daerah dan pusat.

“Jadi kita kolaborasi, ini bandara ini kolaborasi, jadi Kementerian Perhubungan membangun bandaranya. Terus provinsi membangun jalannya, terus kabupaten juga melebarkan akses jalan ke sini. Jadi saya kira ini wujud sinergi yang kita bangun antara pusat, provinsi, dan kabupaten,” pungkasnya.

Pada acara kunjungan tersebut ikut hadir juga Bupati Kabupaten Tana Toraja dan seluruh rombongan Gubernur Sulsel beserta tim dari Kementerian Perhubungan RI. (*)

0 161

Tana Toraja, birohumas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, menggelar Focus Group Discussion (FGD) Perencanaan Pembangunan 2020 untuk tiga kabupaten. Yakni Toraja Utara, Tana Toraja dan Enrekang.

Acara FGD dilaksanakan di Kantor Bupati Tana Toraja, Kamis malam, 21 November 2019. Hadir bupati ketiga kabupaten tersebut, dan jajaran terkait. Setiap daerah memaparkan rencana program strategisnya untuk tahun 2020 dan juga yang sedang berjalan di tahun 2019 ini.

“Hari ini kita mendengarkan beberapa program strategis, tiga daerah,” kata Nurdin Abdullah.

Untuk mendukung program strategis ketiga daerah tersebut dan daerah lainnya di Sulsel, tahun 2019 disiapkan bantuan keuangan daerah sebesar Rp 300 miliar. Tahun 2020 mendatang, akan ditambah sebesar Rp 200 miliar, sehingga totalnya Rp 500 miliar.

“Anggaran ini kami dapatkan melalui penghematan. Beberapa biaya coba kita hemat dan kita siapkan untuk daerah yang punya inovasi,” ungkap Nurdin Abdullah.

Penekanan Gubernur sesuai arahan Presiden agar daerah mendorong sektor pariwisata. Ketiga daerah ini memiliki keunggulan sektor pariwisata. Toraja telah menjadi aset dunia, sedangkan Enrekang dapat dikembangkan lebih baik lagi. Sehingga target 20 juta wisatawan manca negara ke Indonesia tahun 2020, minimal sepuluh persen bisa masuk ke Sulsel.

Untuk rencana yang ada, Tana Toraja dibuat ramah wisatawan dan ramah turis. Pemerintah provinsi hadir untuk menyiapkan infrastruktur yang ada. Termasuk jalan, bandara, dan juga pedesterian.

“Tadi kita lihat bahwa untuk penyelesaian Bandara Buntu Kunik masih membutuhkan Rp 32 miliar. Saya kira itu harus kita selesaikan,” paparnya.

Jika selesai tahun ini, maka runwaynya akan diperpanjang, agar bukan hanya didarati pesawat jenis ATR, tetapi juga jenis Boeing. Penerbangan bukan hanya Makassar – Toraja, tetapi juga langsung dari kawasan wisata lainnya.

Untuk Toraja utara diantaranya membahas pembangunan jalan dan pedesterian, sedangkan Enrekang pembangunan rumah sakit pratama, penataan kota dan Kebun Raya Enrekang.

Nurdin Abdullah menjelaskan, pemerintah provinsi hadir untuk bersinergi dengan daerah. “Memang tanggung jawab kita ada jalan provinsi dan sebagainya. Seperti sektor pertanian dan perikanan itu harus kolaborasi dan disinergikan, termasuk terkait usulan yang ada,” imbuhnya. (*)

0 166

Toraja, birohumas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah, mengungkap lima alasan sehingga menggenjot pembangunan jalan Bua – Rantepao. Antara lain, memperpendek jarak tempuh dan waktu menuju Bandara Bua, mendorong potensi pertanian, memperlancar penyebaran produk-produk masyarakat setempat, mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat, dan jalan tersebut juga bisa menjadi alasan Bua dan Bastem akan menjadi daerah penyangga bagi Palopo dan Toraja.

“Kami bersama Bupati Luwu dan Toraja Utara bersama-sama menyelesaikan akses jalan ini, karena jalan ini akan memperpendek jarak ke Bandara Bua,” kata Prof Nurdin Abdullah kepada awak media, di Bastem, Kabupaten Luwu, Kamis, 21 November 2019.

Nurdin Abdullah menjelaskan, Bastem sangat potensial untuk pengembangan sektor pertanian. Ia berharap, dengan terbukanya akses jalan ini, seluruh produk masyarakat yang ada di Bastem dan Bua ini bisa menjadi penyanggah Toraja dan Palopo.

“Saya kira, ekonomi masyarakat akan tumbuh dengan cepat kalau jalan ini bisa terbuka,” jelas mantan Bupati Bantaeng dua periode itu.

Jalan Bua-Rantepao sengaja dibuat dengan lebar 14 meter dan empat lajur kanan dan kiri.

“Nah kita merencanakan jalan ini menjadi dua jalur, empat lajur. Nah mungkin bisa ditempuh 40 menit paling lama dari Rantepao. Dan juga kita bangun Bandara Buntu Kuni, nah mungkin akses dari Rantepao lebih dekat ke Bua, daripada ke Buntu Kuni,” ungkapnya.

Nurdin Abdullah berharap, selain dari APBD Provinsi dan APBD Kabupaten, juga harus berkolaborasi dengan APBN untuk menyelesaikan pekerjaan jalan tersebut. Sebab, jalan tersebut baru bisa diselesaikan dengan anggaran sebesar Rp 200 miliar.

“Kita berharap APBN juga bisa membantu, ditambah dengan APBD Provinsi. Mudah-mudahan jalan ini bisa dinikmati dalam waktu dekat dengan cepat,” harapnya. (*)

0 245

Tana Toraja, birohumas.sulselprov.go.id – Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengikuti seluruh rangkaian acara peringatan HUT ke 62 Kabupaten Tana Toraja dan Hari Jadi Toraja ke 772, Sabtu (31/8). Termasuk menghadiri acara pagelaran Budaya Toraja 2019.

Ketua Panitia HUT Tana Toraja, Bonifasius Paundanan, mengatakan, peringatan Hari Jadi Tana Toraja dan Toraja kali ini, mengangkat tema Budaya Toraja Perekat Bangsa. Dengan misi, menyerukan persatuan di tengah kejadian di Tanah Papua.

Baca Juga : Andi Sudirman Sulaiman Wakili Gubernur Sulsel di HUT Tana Toraja ke-62

Baca Juga : Karya Nyata Prof Andalan, Hadiah untuk Masyarakat di Hari Jadi Toraja

“Melalui ini, orang Toraja mengajak kita untuk mengurai kebekuan, merajut kebersamaan dengan menjunjung tinggi satu Toraja, satu Indonesia, satu Bangsa dan Pancasila,” ujarnya.

Adapun rangkaian acara Perayaan HUT ke 62 Tana Toraja dan Hari Jadi Toraja ke 772, dimulai dengan parade hasil bumi tiap kecamatan Tana Toraja. Dilanjutkan dengan atraksi tarian kolosal dan ditutup dengan meminum kopi dengan peserta terbanyak menggunakan Kararo (tempurung kelapa).

Baca Juga : Andi Sudirman Pimpin Prosesi Minum Kopi Serentak Gunakan Kararo

Baca Juga : Andi Sudirman Ceramah Subuh di Masjid Raya Makale

Turut hadir Keluarga dari Ibu Presiden RI Ke-7, Watimpres, Direktur Pemasaran dan Produksi Kementerian Perdagangan RI, Wali Kota Makassar Ke-26, Wali Kota Palopo, Wakil Bupati Enrekang, Wakil Bupati Toraja Utara, Wakil Bupati Sigi, Ketua DPR Tana Toraja, Ibu Kapolda Sumatra Utara, Kapolres Tana Toraja, Rektor UKI Toraja dan Forkopimda se Sulsel. (*)

Simak Juga Video Progres Pembangunan Bandara Buntu Kunik Kab. Tana Toraja : The provided API key has an IP address restriction. The originating IP address of the call (103.151.191.29) violates this restriction.

0 171
  • Pecahkan Rekor MURI dengan Peserta Terbanyak

Tana Toraja, birohumas.sulselprov.go.id – Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, bersama Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae, memimpin prosesi meminum kopi serentak menggunakan Kararo (tempurung kelapa), untuk memecahkan rekor MURI dengan peserta terbanyak, Sabtu (31/8).

Baca Juga : Karya Nyata Prof Andalan, Hadiah untuk Masyarakat di Hari Jadi Toraja

Baca Juga : Andi Sudirman Sulaiman Wakili Gubernur Sulsel di HUT Tana Toraja ke-62

Perwakilan Museum Rekor Republik Indonesia (MURI) mengumumkan, peserta yang berpartisipasi meminum kopi menggunakan Kararo sebanyak 5.195 peserta dan sekaligus memecahkan rekor yang sebelumnya berjumlah 4.000 peserta.

Piagam diserahkan oleh Perwakilan Musium Rekor Republik Indonesia (MURI) ke Bupati Tana Toraja, dan disaksikan Direktur Pemasaran dan Produksi Kementerian Perdagangan RI.

Baca Juga : Andi Sudirman Ceramah Subuh di Masjid Raya Makale

Baca Juga : Andi Sudirman dan Asman, Nikmati Kopi Kalosi Enrekang

Selain minum kopi dengan peserta terbanyak, juga dilakukan lelang sembilan jenis Kopi Toraja yang juga dilakukan untuk memecahkan Rekor MURI dengan peserta terbanyak. (*)

Simak Juga Video Progres Pembangunan Bandara Buntu Kunik Kab. Tana Toraja : The provided API key has an IP address restriction. The originating IP address of the call (103.151.191.29) violates this restriction.

0 209

Tana Toraja, birohumas.sulselprov.go.id – Sejumlah karya nyata Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah dan Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, menjadi hadiah untuk masyarakat di Hari Jadi Toraja ke 772 dan HUT ke 62 Kabupaten Tana Toraja. Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae, mengucapkan terima kasih atas karya nyata tersebut, serta atas kehadiran Andi Sudirman pada acara peringatan Hari Jadi tersebut, Sabtu (31/8).

Dalam sambutannya, Andi Sudirman menyampaikan permohonan maaf Gubernur Nurdin Abdullah, atas ketidakhadirannya di HUT Tana Toraja ke 62 dan Hari Jadi Toraja ke 772.

“Saya mewakili Pak Gubernur, Pak Prof Nurdin Abdullah, menyampaikan permohonan maaf beliau, dikarenakan ada hal mendesak yang tidak dapat beliau tinggalkan, sehingga tidak bisa hadir disini,” ucap Andi Sudirman.

Di hadapan masyarakat Toraja, Andi Sudirman menyampaikan, bahwa pemerintah adalah pelayan masyarakat. Karena itu, bersama Gubernur Nurdin Abdullah, ia akan mewujudkan social justice di Sulsel.

“Alhamdulillah di tahun pertama pemerintahan bersama Pak Prof Nurdin Abdullah, sudah memberikan kerja nyata untuk Toraja,” ujarnya.

Baca Juga : Andi Sudirman Sulaiman Wakili Gubernur Sulsel di HUT Tana Toraja ke-62

Baca Juga : Andi Sudirman Ceramah Subuh di Masjid Raya Makale

Adapun karya nyata yang dimaksud, salah satunya di Toraja Utara, yakni pelebaran jalan di perbatasan Toraja Utara – Luwu, dari Tugu Tedong Bonga hingga ke Kecamatan Rantebua. Kemudian, jalan poros poros Rantepao – Sadan – Batusitanduk.

Adapula poros jalan Rantepao – Singki – Madandan Rantetayo, serta jalan Rantepao – Tikala – Baruppu.

Sedangkan di Tana Toraja, yakni ruas jalan poros Makale – Rantepao dan akses pariwisata Bandara Buntu Kuni.

Pemerintah Provinsi juga memperhatikan daerah terpencil, yaitu Simbuang dan Mappak, dengan memperbaiki infrastruktur jalan sepanjang sebelas kilometer, yakni jalan poros Passobo’ – Matangli – Balepe’.

Baca Juga : Andi Sudirman dan Asman, Nikmati Kopi Kalosi Enrekang

“Alhamdulillah, saya sudah berkunjung ke Simbuang dan InsyaAllah Tahun 2020 akan dibangun jalan sepanjang 50 kilometer, dari Pasobo tembus Simbuang,” terang Andi Sudirman.

Di akhir sambutannya, Andi Sudirman berpesan agar masyarakat Toraja selalu menjaga perdamaian, persatuan dan kesatuan.

“Saya mengimbau kepada masyarakat agar tidak terpengaruh dengan hoax, yang memicu disintegrasi. Dan mari berdoa agar saudara kita di Papua, bisa kembali berdamai karena kita adalah Indonesia,” tutup Andi Sudirman. (*)

Simak Juga Video Progres Pembangunan Bandara Buntu Kunik Kab. Tana Toraja : The provided API key has an IP address restriction. The originating IP address of the call (103.151.191.29) violates this restriction.

0 191

Tana Toraja, birohumas.sulselprov.go.id – Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sudirman mewakili Gubernur Prof HM Nurdin Abdullah, di Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Tana Toraja ke 62 dan Hari Jadi Toraja ke 772. Ribuan orang menghadiri acara yang dipusatkan di Plaza Kolam Makale, Tana Toraja, Sabtu (31/8).

Baca Juga : Andi Sudirman Ceramah Subuh di Masjid Raya Makale

Baca Juga : Andi Sudirman dan Asman, Nikmati Kopi Kalosi Enrekang

Tahun ini, Perayaan HUT Tana Toraja tahun ini dikabarkan akan dirangkaikan dengan rencana pemecahan rekor MURI, yaitu tarian massal dan meminum kopi terbanyak menggunakan Kararo (tempurung kelapa).

Sejumlah Bupati, unsur muspida dan Forkompinda dikabarkan turut hadir dalam Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Tana Toraja ke 62 Dan Hari jadi Toraja ke 772. (*)

Simak Juga Video Progres Pembangunan Bandara Buntu Kunik Kab. Tana Toraja : The provided API key has an IP address restriction. The originating IP address of the call (103.151.191.29) violates this restriction.

0 182
  • Pembangunan Infrastruktur Topang Sektor Pariwisata

Toraja Utara, birohumas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan Prof HM Nurdin Abdullah menyebut Toraja adalah aset dunia. Terlebih Toraja Utara yang saat ini memiliki banyak tempat wisata terbaik dunia.

“Saya kira Toraja ini sudah menjadi aset dunia, dan beberapa program strategis kita akan selesaikan untuk menarik wisatawan masuk di Toraja ini,” ungkap Prof Nurdin Abdullah dalam sambutannya pada acara launching pelebaran jalan di Kabupaten Toraja Utara, Kamis (22/8).

Salah satu pemicu naiknya wisatawan dari mancanegara maupun domestik hadir di Toraja karena adanya Bandara Internasional Toraja Buntu Kunik yang akan segera rampung pada Desember 2019 ini.

“Ada Bandara Buntu Kunik sudah bisa beroperasi pada bulan Desember 2019, dengan didarati pesawat ATR 72. Ini akan menjadi Bandara tercantik di Indonesia,” jelas alumni Universitas Jepang itu.

Baca Juga : Angin Segar Bagi Wisatawan, Bandara Internasional Toraja Desember Rampung

Hal ini juga ditunjang dengan pembangunan infrastruktur jalan maupun pedestarian sepanjang jalan di Rantepao Toraja Utara.Ini dimaksudkan untuk memberi ruang khusus bagi penjalan kaki baik di siang hari maupun malam hari.

“Saya menaruh harapan bahwa Toraja ini akan menjadi wisata terbaik. Jadi saya yakin Toraja ini akan berjalan dengan baik setelah pembangunan infrastruktur diselesaikan,” jelas mantan Bupati Bantaeng dua periode itu.

Gubernur Sulsel juga mengajak seluruh elemen untuk bersyukur atas peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Toraja yang ke 11 tahun.

“Kita bersyukur bahwa Toraja Utara genap 11 tahun,” katanya.

Baca Juga : Gubernur NA Wujudkan Mimpi Warga Bastem dan Luwu Raya

Sementara Bupati Kabupaten Toraja Utara Kalatiku Paembonan mengapresiasi kehadiran Gubernur Sulsel yang menyaksikan secara langsung launching pelebaran jalan di Rantepao Toraja yang dimulai dari pembongkaran kantor camat.

“Kami mohon bapak Gubernur memberikan contoh untuk menyaksikan pembongkaran kantor pemerintah sebagai contoh bahwa kami tidak ada pandang bulu demi untuk pembangunan infrastruktur jalan ini,” ungkap Kalatiku Paembonan.

Pembangunan dan renovasi jalan dan jembatan provinsi di Kabupaten Toraja Utara dari anggaran tahun 2019 terdiri dari empat paket pengerjaan, yakni Ruas batas Luwu – Tedong Bonga, Ruas Rantepao – batas Sulawesi Barat, ruas Rantepao – Sa’dan – Batu Sitanduk dan pemeliharaan rutin jalan dan jembatan provinsi dan Pemda Toraja Utara. (*)

0 220
  • Infrastruktur Jalan Rantepao – Bua

Toraja Utara, birohumas.sulselprov.go.id — Melalui kerja nyata dan tangan dinginnya, Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. HM Nurdin Abdullah berupaya mewujudkan mimpi masyarakat Bastem dan Luwu Raya untuk dapat menikmati akses jalan dari Rantepao, Toraja Utara menuju Bua, Kabupaten Luwu berhasil diwujudkan.

Tahun 2019 menjadi saksi dimulainya pekerjaan jalan ini. Ruas jalan Rantepao, Toraja Utara – Bandara Bua, Luwu 41 kilometer, lebar 14 meter dengan 4 lajur.

Mantan Bupati Bantaeng dua periode ini menjelaskan, pembangunan jalan tersebut merupakan upaya untuk mempermudah akses masyarakat petani dan wisatawan dari Luwu Raya ke Toraja.

“Ini adalah akses yang mempermudah tiga daerah, yakni Kabupaten Toraja Utara, Luwu dan Kota Palopo. Ini aksesnya orang Luwu, orang Palopo yang mau ke Toraja, inikan aksesnya lebih dekat, jalannya lebih luas lebih besar, tidak ekstrim dan waktu tempuhnya lebih cepat, ini kalau jadi dari Bua ke Rantepao hanya 40 menit,” jelas alumni Universitas Jepang itu, usai meninjau langsung ruas jalan Bua – Rantepao, di Toraja Utara, Rabu (21/8).

Baca Juga : Angin Segar Bagi Wisatawan, Bandara Internasional Toraja Desember Rampung

Selain akses darat, akses udara juga tetap menjadi prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dibawah kepemimpinannya sebagai orang nomor satu di Sulsel.

“Kedua, kita ada dua pilihan Bandara Internasional Toraja dan Bandara Bua Luwu. Jadi kita tidak tahu kalau tiba-tiba gagal landing di Toraja bisa mendarat di Bandara Bua. Aksesnya juga tidak jauh,” kata mantan Sekjen Apkasi Indonesia ini.

Sehingga, masyarakat akan merasakan dan menikmati sebuah perkembangan setelah berhasil membangun jalan ini.

“Pasti Palopo juga akan berkembang. Turis-turis juga tidak stay (tinggal) di Rantepao, Makale saja, tapi mungkin stay di Palopo juga menikmati Pantai di Palopo. Saya kira ini adalah kolaborasi antara beberapa kabupaten,” kata guru besar Unhas Makassar ini.

Menurutnya, setelah selesai semua tahap pekerjaan ini disamping mempercepat akses, juga untuk mewujudkan semua mimpi-mimpi masyarakat Bastem yang ingin menikmati akses jalan yang aman dan nyaman.

“Ini juga agar masyarakat Bastem menikmati akses jalan, setelah sekian lama memimpikan ini jalan. Sekarang, alhamdulillah ini sudah dibuka. Ini saja sudah gembira mereka (warga Bastem), itu kan luar biasa apalagi kalau kita sudah aspal. Nah, nantinya Bastem ini akan menjadi penyangga sayur-sayuran, buah-buahan baik ke Toraja maupun ke Palopo,” pungkasnya.

Sekarang, mereka menanam tanam buah-buahan, tapi tidak mengatahui wilayah pemasarannya, dikarenakan akses yang susah.

“Nah sekarang ini kita buat jalan untuk membuka kantong produksi. Makanya kita all out untuk menyelesaikan ini,” tutupnya.

Diketahui, target Pemprov Sulsel bulan Desember tahun 2019 ini sudah rampung untuk pembangunan tahap pertama dan akan melanjutkan pembangunan tahap kedua pada bulan Januari 2020 dengan betonisasi. (*)

0 182

Tana Toraja, birohumas.sulselprov.go.id — Angin segar bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara, Bandara Internasional Toraja Buntu Kunik di Tana Toraja akan rampung pada bulan Desember 2019 ini.

Perwakilan Kementerian Perhubungan RI, Anas mengaku, pembangunan Bandara Buntu Kunik akan dimaksimalkan sesuai dengan permintaan Gubernur Sulsel, dengan landasan 2600 meter. Untuk tahun 2019 anggaran hanya cukup untuk 1400 meter landasan, dengan panjang landasan seperti ini, sudah bisa beroperasi pesawat jenis ATR 72.

“Targetnya kita itu selesai Desember tahun 2019. Mudah-mudahan tidak ada kendala Desember ataupun awal Januari kita sudah beroperasi,” ungkap Anas saat dimintai keterangan, progres pembangunan bandara tersebut, di Tana Toraja, Rabu (21/8).

Untuk terminal Bandara Buntu Kunik sendiri akan dibangun dengan seluruh fasilitas lainnya dengan alokasi anggaran Rp80 miliar.

“Untuk terminal masuk di fasilitas isi darat. Anggarannya sudah dialokasikan sementara proses revisi dari eselon satu Kementerian Perhubungan, untuk proses lelangnya sudah selesai, sudah ada pemenang tender kalau tidak ada halangan akhir bulan Desember kita sudah jalan,” jelasnya.

Sementara, Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. H.M. Nurdin Abdullah menjelaskan, pembangunan bandara tersebut sudah berjalan dengan baik sesuai harapan, namun pekerjaan terlebih dahulu dikerjakan satu jalur dengan panjang 1400 meter landasan.

“Kita sudah 1400 landasan dari dua sisi, tapi kita kerjakan satu sisi dulu. Tapi kita berharap selesai tender ini kita bisa tambahkan supaya rampung dua jalur,” kata mantan Bupati Bantaeng dua periode itu.

Selain itu, mantan Sekjen Apkasi Indonesia ini berharap pembangunan terminal bisa diselesaikan dengan cepat karena semua wisatawan ingin menikmati akses transportasi darat agar bisa menikmati semua tempat wisata dengan nyaman dan bagus.

“Harapan kita terminal juga bisa selesai cepat, karena persoalan yang dihadapi Toraja ini adalah akses itu aja. Orang semua mau ke Toraja cuman iya tahulah kalau kita lewat darat habis waktu 8 jam,” ujarnya.

Tidak tanggung-tanggung menantu mantan Rektor Unhas Makassar ini ingin pembangunan bandara Internasional Toraja Buntu Kunik ini dengan panjang landasan 2600 meter supaya bisa dipakai mendarat pesawat jet.

Menurutnya, private jat sudah banyak sekarang. Private jet bukan lagi menjadi barang langkah, sehingga orang bisa cater, bisa ke Toraja.

“Nah kalau Bandara ini selesai, ini menjadi salah satu pemicu orang akan berinvestasi, bangun hotel, restoran, mall, semuanya akan berkembang,” kata mantan Sekjen Apkasi Indonesia ini.

Apalagi sebutnya, wisata budaya ini hanya ada di Toraja dan tidak ada di daerah lain di belahan dunia manapun. Yang tidak dimiliki negara lain, seperti Singapura.

“Kita itu kalah dengan Singapura. Padahal Singapura punya apa coba, wisata belanja. Kalau kita mulai dari pinggir pantai sampai puncak gunung bisa kita jual, apalagi Toraja ini spesifik nggak ada di dunia, kalau wisata pantai semua orang bisa bikin,” pungkasnya. (*)

0 20
Makassar, humas.sulselprov.go.id - Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Sulawesi Selatan (Sulsel), Naoemi Octarina, menghadiri Gebyar PAUD Insan Masagena 2021, yang dilaksanakan di PAUD...