Tags Posts tagged with "Kepala Dinas Kesehatan Sulsel"

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel

0 62

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Kehadiran Presiden RI, Joko Widodo, dalam kunjungan kerjanya di Sulsel, rupanya membawa bantuan untuk Pemerintah Provinsi Sulsel. Adapun bantuan tersebut berupa 100 unit oksigen konsentrator melalui Kementerian Kesehatan. Bantuan ini pun telah tiba di Sulsel.

“Iya, ada bantuan alat oksigen konsentrator dari Bapak Presiden Jokowi. Nantinya ini akan disalurkan di rumah sakit,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr. Ichsan Mustari, Kamis, 9 September 2021.

Menurutnya, bantuan ini sangat bermanfaat khususnya untuk penanganan pandemi Covid-19. Alat ini pun mendukung alat yang dimiliki Pemprov Sulsel, High Flow Nadal Cannula (HFNC) yaitu alat untuk membantu pernapasan oksigen aliran tinggi.

“Oksigen konsentrator adalah alat medis yang berfungsi untuk memberikan oksigen kepada orang yang memiliki gangguan pernapasan seperti pada pasien Covid-19. Alat ini dapat menghasilkan oksigen yang dibutuhkan pasien,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menghanturkan terima kasih atas bantuan dari Pemerintah Pusat melalui Presiden Jokowi. Menurutnya, ini menjadi bukti dukungan dan perhatian Jokowi dalam penanganan pandemi Covid-19 di Sulsel.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah mengirimkan oksigen konsentrator melalui Kementerian Kesehatan. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami,” katanya.

Untuk diketahui, dalam kunjungan kerjanya di Sulsel, Jokowi meresmikan Bendungan Passeloreng dan Bendung Gilireng. Serta meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi pelajar dan masyarakat umum. Diakhiri dengan memberikan pengarahan terhadap Forkopimda se Sulsel. (*)

0 128

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat, sebanyak 2.320 orang tenaga kesehatan telah disuntik vaksin Covid-19. Kepala Dinkes Sulsel, dr. Muhammad Ichsan Mustari, menjelaskan, vaksinasi baru difokuskan di Kota Makassar, Kabupaten Gowa dan Maros.

Diketahui, tiga daerah ini menjadi pertimbangan utama dengan alasan presentase vaksinasi di tiga wilayah ini yakni 12,66 persen atau 4,09 persen untuk tingkat Sulsel.

“Setelah Makassar, Maros, dan Gowa. Distribusi vaksin sedang dilakukan ke 21 kabupaten lain,” kata Ichsan Mustari di Makassar, Kamis 28 Januari 2021.

Status vaksinasi di Sulsel terdiri dari tenaga kesehatan yang telah menerima vaksin di masing-masing daerah, yakni 1.759 orang di Kota Makassar, 285 orang di Kabupaten Gowa dan 276 orang di Maros. Selain itu, total tenaga kesehatan yang masih dalam observasi atau menunggu sebanyak 137 orang, sedangkan yang batal menerima vaksin yakni 344 orang.

“Tenaga kesehatan yang batal menerima vaksin tersebut diartikan tidak memenuhi salah satu syarat atau lebih dari 16 persyaratan vaksinasi,” jelasnya.

Berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK 02.02/4/1/2021 tentang Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19, tidak semua orang dapat divaksin.

Petunjuk teknis ini menjelaskan terdapat 15 kondisi orang yang tidak bisa divaksin. Pada format skrining khusus untuk vaksin Sinovac, terdapat 16 pertanyaan yang mesti dijawab oleh calon penerima vaksin berdasarkan rekomendasi Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) tersebut.

“Jika salah satu dari syarat itu tidak memenuhi, secara otomatis mereka tidak bisa divaksin,” katanya.

Pada status registrasi ulang vaksinasi Covid-19, data Dinkes Sulsel menunjukkan 18.027 orang telah menyatakan bersedia dari total 18.327 sasaran tenaga kesehatan di tiga daerah, yakni Makassar, Maros, dan Gowa.

Sejauh ini, sama sekali tidak ada tenaga kesehatan yang berhalangan melakukan vaksinasi setelah melalui hasil screening awal pada aplikasi. Sehingga total tenaga kesehatan yang telah melakukan registrasi ulang untuk vaksinasi Covid-19 mencapai 18.027.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sulsel, dr Nurul AR, menambahkan, secara keseluruhan, Pemprov Sulsel menargetkan total sasaran tenaga kesehatan yang harus disuntik vaksin Covid-19 di Sulsel sebanyak 57.848 orang. Pelaksanaan vaksinasi ini ditargetkan selesai hingga akhir Maret 2021.

Diketahui, Dinkes Sulsel mulai mendistribusikan vaksin Sinovac Covid-19 ke 21 Kabupaten. Vaksin sebanyak 81.960 dikirim secara bertahap dan ditargetkan selama tiga hari sejak 27 hingga 29 Januari 2021, sehingga stok vaksin Sulsel tersisa 520 Vial (dosis).

“Ini dilakukan secara bertahap. Untuk pendistribusian ke Kepulauan Selayar akan kami kondisikan. Harapan kami bisa selesai Jumat mendatang,” tutup dr Nurul AR. (*)

0 126

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Efektivitas pelayanan di Rumah Sakit (RS) menjadi salah satu penyebab tingginya angka kesembuhan pasien Covid-19 di Sulsel. Selain efektivitas layanan RS, kesembuhan juga efek dari kerja masif tim Duta Covid-19 Sulsel yang dikemas dalam program Wisata Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr H Muhammad Ichsan Mustari, mengatakan, di awal tahun 2021 ini banyak variabel penyebab tingginya angka kesembuhan pasien Covid-19 di Sulsel. Antara lain, kerja tim Tenaga Kesehatan (Nakes) yang masif, ketersediaan obat, dan tracking kontak yang intens.

“Kesembuhan meningkat karena efektivitas layanan rumah sakit untuk pasien. Kesembuhan juga banyak dari Duta Covid-19. Pasien positif 10 -14 hari yang lalu. Dengan jumlah yang banyak sudah sembuh hari ini. Demikian juga yang kemarin atau besok,” jelas dr. Ichsan Mustari, Kamis 28 Januari 2021.

Sebelumnya, Ketua Konsultan Satgas Covid-19 Sulsel, Prof Ridwan Amiruddin, mengatakan, penanganan Covid-19 semakin membaik, terlihat mengalami peningkatan angka kesembuhan 89,7 persen.

“Angka kesembuhan telah mengalami peningkatan dari 88 persen ke 89,7 persen. Ini indikator yang semakin membaik, menunjukkan ketahanan layanan semakin membaik,” kata Prof Ridwan, Rabu, 27 Januari 2021.

Guru Besar Epidemologi FKM Unhas ini mengatakan, penanganan yang maksimal dan program penanggulangan Covid-19 Pemprov Sulsel membuat angka kematian akibat virus Corona menurun menjadi 1,6 persen, dan lebih rendah dari nasional.

“Dapat juga dilihat dari angka kematian yang semakin menurun 1,6 persen. Angka ini lebih rendah dari nasional 2,8 persen,” jelasnya.

Diketahui, berdasarakan data dari Pemprov Sulsel, adanya penambahan pasien sembuh sebanyak 510 orang, sehingga jumlah total sembuh 41.210 orang.

Direktur Umum (Dirut) RSUD Labuang Baji Kota Makassar, Abdul Haris Nawawi, menjelaskan, pemanfaatan ruangan yang ada di RS Labuang Baji Makassar sendiri cukup besar sejak Desember 2021. Namun di awal tahun mulai melandai karena tingkat kesembuhan pasien Covid-19 cukup tinggi setiap harinya.

“Kami betul-betul pantau secara intensif semua pasien Covid-19 di sini (RS Labuang Baji Makassar). Selain itu tingkat kenyamanan juga cukup besar, sebab kami menggunakan springbed bukan bed biasa,” ungkap Haris Nawawi, saat dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis, 28 Januari 2021. (*)

0 325

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Vaksin Sinovac Covid-19 sebanyak 16 koli paket dari Bio Farma untuk Sulsel, telah tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Selasa, 5 Januari 2021, pukul 04.14 WITA. Tepatnya di Terminal Cargo Bandara Int Sulhas.

Pemerintah pusat mengirimkan vaksin tersebut menggunakan pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID-6196 dari Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta.

Adapun data nomor pengiriman sebagai berikut, untuk 7 koli atau 255.5 kg dengan nomor SMU 938-065580757 dan 9 koli atau 328.5 kg dengan nomor SMU 938-065558086 9.

Di tempat yang sama langsung dilakukan penandatanganan serah terima 16 Koli paket vaksin Covid-19 dari Perwakilan Bio Farma, Oki Suprayogi, kepada Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr. H. Muhammad Ichsan Mustari.

Setelah dilakukan serah terima, vaksin tersebut dibawa menuju Kantor Dinas Kesehatan Sulsel menggunakan kendaraan jenis Mobil Box Es Jenis Hino Nopol B 9023 CXS dalam keadaan aman.

Turut hadir memantau kedatangan vaksin tersebut, Kapolda Sulsel, Irjen Pol.Drs Merdisyam, M.Si, Kadis Kesehatan Sulsel, dr. H. Muhammad Ichsan Mustari, Karo Ops Polda Sulsel, Kombes Pol Drs Adeni Mohan Daeng Pabali, Direskrimum Polda Sulsel, Kombes Pol Turman Sormin Siregar, GM. PT. Angkasa Pura I Makassar, Wahyudi, Dansatpom Lanud Sultan Hasanuddin, Letkol Pom Nicolas Sinaga dan Perwakilan Bio Farma, Oki Suprayogi. (*)

0 120

Bantaeng, humas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah, meminta Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Ichsan Mustari, segera memastikan apa penyebab kebakaran Gedung Dinas Kesehatan Sulsel.

“Saya minta Kepala Dinas Kesehatan segera pastikan apa penyebabnya, apakah arus pendek atau apa,” ungkap Prof Nurdin Abdullah, di Bantaeng, Kamis 30 Juli 2020.

Kendati demikian, Nurdin Abdullah bersyukur si jago merah tidak sempat melalap fasilitas kesehatan seperti ventilator dan lainnya.

“Dan yang kita syukuri karena ventilator dan beberapa kebutuhan Covid-19 itu tidak ada yang kena karena memang disimpan di gudang,” jelasnya.

Sebelumnya, ia mengaku sudah mendapatkan laporan by telepon dari Kepala Dinas Kesehatan Sulsel terkait insiden tersebut. Dirinya belum sempat melihat secara langsung, sebab masih dalam perjalanan dinas di Kabupaten Bulukumba, Bantaeng dan Jeneponto.

“Berdasarkan hasil laporan Kadis Kesehatan itu adalah arus pendek, susah kita melakukan antisipasi kalau sudah bicara arus pendek. Mungkin karena bangunan sudah tua, jaringan sudah tua,” ungkapnya.

Disinggung soal sejumlah berkas penting mengenai Covid-19 yang ikut dilalap si jago merah, ia mengaku belum tahu pasti apa saja berkas yang ikut terbakar.

“Saya belum tahu pasti. Saya kira sekarang sudah ada backup-nya semua,” tutupnya. (*)

0 20
Makassar, humas.sulselprov.go.id - Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Sulawesi Selatan (Sulsel), Naoemi Octarina, menghadiri Gebyar PAUD Insan Masagena 2021, yang dilaksanakan di PAUD...