Tags Posts tagged with "Mobile Vaccinator"

Mobile Vaccinator

0 51

Jeneponto, humas.sulselprov.go.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terus mendorong percepatan cakupan vaksinasi Covid-19 di masyarakat. Hal itu guna membangun herd immunity (kekebalan kelompok).

Kali ini, mobile vaccinator menyasar warga Kabupaten Jeneponto. Vaksinasi yang berlansung selama sehari itu, Jum’at 12 November 2021, berlangsung pada delapan titik lokasi di Kantor Desa/Kelurahan.

Di Kecamatan Tamalatea yakni di Kelurahan Bontotangnga, Manjangloe, Tamanroya, Tonrokassi, Tonrokassi Barat, Tonrokassi Timur dan Desa Borongtala. Kemudian, di Kelurahan Balang, Kecamatan Binamu.

Pelaksana Tugas Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan, pelaksanaan vaksinasi di Jeneponto dilakukan mengingat masih rendahnya tingkat capaian vaksinasi.

“Jeneponto merupakan salah satu daerah yang masih rendah cakupan vaksinasi. Olehnya itu, tim mobile vaccinator melakukan vaksinasi di beberapa titik kantor Desa/Kelurahan,” katanya.

Olehnya itu, kata dia, dibutuhkan sinergitas bersama untuk mensosialisasikan pentingnya melakukan vaksinasi Covid-19. Apalagi dirinya pun telah menjadi orang pertama yang disuntikkan vaksin Covid-19 di Sulsel, yang diharapkan masyarakat percaya akan keamanan vaksinasi.

“Apalagi sekarang sudah ada vaksin untuk masyarakat yang memiliki penyakit bawaan, ada vaksin Moderna. Jadi kita harap, mari bersama-sama untuk saling menjaga dengan melakukan vaksinasi agar terbentuknya herd immunity,” tuturnya.

Dari data KPCPEN tanggal 11 November 2021 pukul 19.18 Wita, capaian vaksinasi di Sulsel Untuk dosis satu sebanyak 3.029.643 atau 42,92 persen dari target 7 juta. Dan dosis dua sebanyak 1.991.177 atau 28,21 persen. Sementara capaian vaksinasi Kabupaten Jeneponto untuk dosis satu sebesar 21,91 persen, dan dosis 2 sebesar 9,19 persen.

“Kita harap cakupan vaksinasi di Kabupaten Jeneponto terus meningkat. Ini menjadi tugas kita bersama untuk sama-sama mensosialisasikan ke masyarakat,” pungkasnya. (*)

0 112

Jeneponto, humas.sulselprov.go.id – Mobile vaccinator kini bergerak di Kabupaten Jeneponto. Di daerah yang dijuluki Butta Turatea itu, tim vaksinator Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan vaksinasi bagi pelajar tingkat SMA sederajat di Jeneponto.

Vaksinasi yang dilakukan selama sehari itu, pada 21 Oktober 2021 melibatkan 22 sekolah. Menempatkan tujuh titik lokasi vaksinasi dengan target sasaran sebanyak 1.500 pelajar. Dalam pelaksanaan vaksinasi ini, bekerjasama Dinas Kesehatan Sulsel dan Dinas Pendidikan Sulsel.

Adapun tujuh titik lokasi vaksinasi, yakni di SMKN 4 Jeneponto melibatkan pelajar dari SMKN 4 Jeneponto, SMKN 5 Jeneponto dan SMAN 13 Jeneponto; lokasi di SMAN 7 Jeneponto melibatkan pelajar dari SMAN 7 Jeneponto, SMAN 4 Jeneponto dan SMKS Harapan Nusantara; lokasi di SMAN 2 Jeneponto melibatkan pelajar dari SMAN 2 Jeneponto, SMKN 9 Jeneponto, SMKS Persada Tamalatea dan SMKS Persada Embo; lokasi di SMAN 10 Jeneponto melibatkan pelajar dari SMAN 10 Jeneponto, SMAN 12 Jeneponto, SMKN 6 Jeneponto, SMAS Al Bahrah dan SMAS PGRI Bontoramba; lokasi di SMAN 5 Jeneponto; lokasi di SMAN 6 Jeneponto melibatkan pelajar dari SMAN 6 Jeneponto, SMAN 8 Jeneponto dan SMKN 10 Jeneponto; lokasi di SMAN 14 Jeneponto melibatkan pelajar dari SMAN 14 Jeneponto, SMKN 2 Jeneponto, SMAS Sanur Loka dan SMAS Sanur Kapasa.

Pelaksanaan vaksinasi ini sebagai upaya dalam mendukung Kebut Vaksinasi yang dicanangkan oleh Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman. Hal ini sebagai salah satu langkah hulu dalam penanganan pandemi Covid-19, guna membangun herd immunity (kekebalan kelompok).

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Sulsel (Jeneponto-Takalar), Abdul Rahim, mengakui, hadirnya mobile vaccinator sangat membantu percepatan vaksinasi di daerah. Apalagi didukung dengan antusiasme pelajar untuk melakukan vaksinasi.

“Kami telah melaksanakan vaksinasi di tujuh titik dengan sasaran 1.500 pelajar SMA/sederajat di Kabupaten Jeneponto. Para pelajar ini sebelumnya telah mendapatkan persetujuan (izin) dari orangtuanya untuk melakukan vaksinasi,” katanya, Sabtu, 23 Oktober 2021.

Saat ini, kata dia, masih ditemukan kendala-kendala dalam pemenuhan vaksinasi bagi pelajar berusia diatas 12 tahun. “Kami berharap adanya sosialisasi massif dari pemerintah kabupaten kepada orang tua siswa, pentingnya vaksinasi ini. Karena ada pelajar yang ingin vaksin, namun terkendala izin dari orang tua,” ungkapnya.

Olehnya itu, Rahim meminta pemerintah kabupaten setempat, khususnya kepala sekolah untuk mensosialisasikan pentingnya vaksinasi dan keamanannya kepada orang tua siswa. Sehingga, vaksinasi bisa kembali dilakukan dibantu oleh mobile vaccinator.

“Ada jadwal kembali tim mobile vaccinator dari provinsi untuk bisa melakukan vaksinasi lagi di sini. Target kami di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Sulsel untuk wilayah Jeneponto dan Takalar, hingga Desember 2021, bisa mencapai cakupan 70 persen vaksinasi bagi pelajar,” pungkasnya. (*)

0 108

Maros, humas.sulselprov.go.id – Mobile Vaccinator terus bergerak melakukan vaksinasi Covid-19. Hal ini sebagai upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), untuk terus mendorong percepatan vaksinasi Covid-19 di masyarakat. Tak terkecuali bagi remaja ataupun pelajar yang berusia di atas 12 tahun.

19 Oktober 2021, mobile vaccinator menyasar kelompok pelajar tingkat SMA/sederajat di Kabupaten Maros. Sasarannya sebanyak 1.150 pelajar yang melakukan vaksinasi.

Ada enam titik lokasi pelaksanaan vaksinasi. Yakni SMAN 3 Maros di Jalan Pendidikan Maros Kecamatan Lau sebanyak 300 pelajar, SMAN 6 Maros di Jalan Pendidikan Kecamatan Bontoa sebanyak 150 pelajar; SMAN 9 Maros di Jalan Patene Kecamatan Marusu sebanyak 200 pelajar, SMAN 11 Maros di Pangkasalo Kecamatan Maros Baru sebanyak 150 pelajar, SMAN 12 Maros di Desa Limapoccoe Kecamatan Cenrana sebanyak 200 pelajar, dan SMKN 2 Maros Jalan Taman Alam Bantimurung Kecamatan Simbang sebanyak 150 pelajar

Dalam pelaksanaan vaksinasi ini, kerjasama Dinas Kesehatan Sulsel dan Dinas Pendidikan Sulsel.

Kepala Bidang Pembinaan SMA pada Dinas Pendidikan Sulsel, Asqar, mengakui antusiasme pelajar untuk melakukan vaksinasi. Meski begitu, perlunya sosialisasi massif pentingnya vaksinasi bagi pelajar kepada orang tua siswa.

“Alhamdulillah pelajar cukup antusias melakukan vaksinasi. Itu terlihat dari kegiatan vaksinasi yang terus kita lakukan di kabupaten kota, yang menjadi bagian dari upaya kebut vaksinasi yang dicanangkan oleh Bapak Plt Gubernur Sulsel,” katanya, Rabu, 20 Oktober 2021.

Meski demikian, kata Asqar, perlu upaya untuk memberikan pemahaman kepada orang tua siswa, tentang pemberian vaksinasi aman bagi pelajar. Sehingga, orang tua bisa memberikan izin bagi anaknya untuk vaksin.

“Alhamdulillah, sampai saat ini pelaksanaan vaksinasi di kalangan pelajar berjalan lancar dan aman, serta belum ditemukan sesuatu hal kejadian yang tidak diinginkan,” bebernya.

Upaya kebut vaksinasi terus digenjot oleh Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. Hal ini guna membangun herd immunity (kekebalan kelompok), sebagai salah satu langkah hulu dalam penanganan pandemi Covid-19.

Andi Sudirman mengatakan, mobile vaccinator terus bergerak ke kelompok masyarakat, termasuk kelompok pelajar. (*)

0 68

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terus mendorong percepatan vaksinasi Covid-19, untuk membangun herd immunity (kekebalan kelompok). Hal tersebut sebagai salah satu langkah hulu dalam penanganan pandemi Covid-19.

Melalui upaya Sulsel Kebut Vaksinasi, beragam hal dilakukan untuk mempercepat vaksinasi. Seperti gerai vaksin dan mobile vaccinator, serta beragam inovasi lainnya.

Terkini, update capaian vaksinasi Covid-19 Provinsi Sulsel tertanggal 12 Oktober 2021 pukul 19.15 Wita, memperlihatkan angka yang terus meningkat. Data yang bersumber KPCPEN, disebutkan bahwa cakupan vaksinasi dosis satu sudah mencapai 2.526.580 orang atau 35,80 persen, sementara vaksinasi dosis dua sudah mencapai 1.555.436 orang atau 22,04 persen dari target 7.058.141.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan, mobile vaccinator terus bergerak ke kelompok masyarakat dan lainnya, seperti di sekolah, perguruan tinggi, pasar serta fasilitas umum lainnya. Apalagi, pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menerbitkan aturan teknis sebagai dasar perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Hal tersebut tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 48 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, Level 3, Level 2 dan Level 1, serta mengoptimalkan posko penanganan corona virus disease 2019 di tingkat desa dan kelurahan, untuk pengendalian penyebaran corona virus disease 2019 di wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua, yang diteken tertanggal 4 Oktober 2021. Dimana PPKM ini berlaku dua pekan, mulai tanggal 5-18 Oktober 2021.

Dari Inmendagri itu, menunjukkan perkembangan baik di Provinsi Sulsel. Seluruh kabupaten/kota di Sulsel kini masuk dalam PPKM Level 2 (zona kuning). Padahal dua pekan sebelumnya, ada enam kabupaten/kota di Sulsel yang masuk dalam PPKM Level 3 dan 18 kabupaten/kota lainnya masuk dalam PPKM Level 2.

“Alhamdulillah, saat ini seluruh kabupaten/kota di Sulsel sudah PPKM Level 2 atau zona kuning. Semoga kita terus berupaya mempertahankan ataupun bisa berupaya agar masuk dalam Level 1,” ungkapnya.

Menurutnya, capaian ini tidak terlepas dari upaya bersama pemerintah, TNI-Polri, pihak swasta lainnya, serta masyarakat yang ikut aktif mendukung dalam upaya menekan angka penyebaran Covid-19.

“Kita tidak boleh lengah, harus tetap sadar akan pentingnya protokol kesehatan 5M, disamping itu gencar dilakukan upaya 3T. Tetap jaga iman dan imun selama pandemi Covid-19 ini,” pintanya. (*)

0 121

Tana Toraja, humas sulselprov.go.id – Pemerintah Provinsi Sulsel terus berupaya memaksimalkan pencapaian herd immunity atau kekebalan kelompok. Salah satunya, dengan pengoperasian mobile vaccinator yang diturunkan untuk memberikan vaksinasi bagi masyarakat. Termasuk mengirim ke Kabupaten Tana Toraja (Tator) dan Toraja Utara (Torut).

Untuk pelaksanaan vaksin di dua daerah tersebut, vaksinasi yang berlangsung selama tiga hari itu bahkan mencapai 12 ribu orang. Mobile vaccinator ini memberikan pelayanan di area Bundaran Kolam Makale (Patung Lakipadada), Sabtu 4 September 2021.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman yang hadir di puncak HUT Ke-64 Kabupaten Tana Toraja menyempatkan hadir.

“12 Ribu Warga Toraja divaksin dalam tiga hari. Antusiasme warga dalam mengikuti program vaksin sangat menggembirakan. Upaya ini juga untuk menegaskan program dalam menyasar wilayah epicentrum penyebaran Covid-19 tinggi dalam setiap gelombang,” ungkap Andi Sudirman.

Mobile vaccinator menyasar warga Tana Toraja dan Toraja Utara, dan akan dimaksimalkan melalui kerjasama antara pemerintah provinsi dan Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara.

Kepada Bupati Tana Toraja dan Kadis Kesehatan Tana Toraja, Andi Sudirman menyampaikan bahwa saat ini Pemprov memprioritaskan pemberian vaksin Moderna kepada penderita komorbid dan lansia. Sehingga, Pamkab diharapkan bisa dengan baik mendukung program ini.

Warga dari berbagai golongan mulai dari pelajar, petani dan lansia menyambut antusiasme pelayanan kebut vaksinasi ini.

“Mau vaksin supaya penyebaran Covid-19 tidak menyebar dan juga melindungi diri dan keluarga. Saya baru mau mendaftar Pak,” sebut Ruru, yang berprofesi sebagai petani.

“Saya dan teman-teman sudah siap divaksin, sudah makan juga,” ucap Novianti Sirendeng, siswi SMAN 2 Makale. (*)

0 153

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pemerintah Provinsi Sulsel terus berupaya memaksimalkan pencapaian herd immunity atau kekebalan kelompok. Salah satunya, dengan pengoperasian mobile vaccinator yang diturunkan untuk memberikan vaksinasi bagi masyarakat.

Setelah sebelumnya di Kabupaten Sinjai, mobile vaksinator milik Pemprov Sulsel ini kembali menyasar pencapaian vaksin di daerah lainnya. Yakni di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara.

“Mobile vaccinator menyasar warga Tana Toraja dan Toraja Utara, dan akan dimaksimalkan melalui kerjasama antara pemerintah provinsi dan Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara,” kata Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, di Makassar, Kamis, 2 September 2021.

Untuk pelaksanaan vaksin di dua daerah tersebut, Plt Gubernur menargetkan capaian vaksin sebesar 7.500 sampai 10 ribu dosis vaksin, yang akan berlangsung selama tiga hari. Ia mengungkapkan, dalam pemberian vaksinasi di daerah, pemerintah provinsi bekerjasama dengan pemerintah kabupaten kota untuk penyediaan tenaga vaksinator.

“Untuk vaksinator kita kerja sama dengan pemerintah kabupaten yang diambil dari tenaga kesehatan daerah setempat,” jelasnya.

Dengan kontribusi pemberian vaksin melalui mobile vaccinator, Andi Sudirman yakin capaian vaksinasi dengan target 7,1 juta jiwa di Sulsel bisa segera terwujud, dan herd immunity juga bisa lebih cepat terbentuk. Sehingga, aktivitas masyarakat di Sulsel perlahan dapat kembali normal. (*)

0 96

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Sebanyak 667 civitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar mendapatkan layanan vaksinasi Covid-19. Kegiatan yang dikemas dengan tema Ayo Vaksin itu berlangsung sehari, di program studi Pendidikan Dokter Kampus 1 UIN Alauddin Makassar, 25 Agustus 2021.

Pelaksanaan vaksinasi ini melibatkan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar dan Dinas Kesehatan Sulsel. Vaksinasi ini melibatkan mobile vaccinator yang diinisiasi Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman. Para penerima vaksin pun beragam, ada yang menerima dosis 1 maupun dosis 2, dengan jenis vaksin Sinovac.

Civitas akademika UIN Alauddin Makassar terlihat antusias dengan hadirnya layanan mobile vaccinator yang menjadi upaya dalam mendukung program Sulsel Kebut Vaksinasi, guna membangun herd immunity. Penerima vaksin mulai dari dosen, staf, mahasiswa, bahkan alumni UIN Alauddin Makassar.

Dosen Keperawatan di FKIK UIN Alauddin Makassar, Ardian Adhiwijaya, mengakui, antusiasme civitas akademika UIN Alauddin dalam pelaksanaan vaksinasi ini.

“Hadirnya mobile vaccinator merupakan inovasi yang tepat untuk memfasilitasi masyarakat agar menerima vaksin. Kami sangat terbantu dengan tim yang dikirim, bahkan ketika padat-padatnya pendaftar vaksin berdatangan, datang lagi tim vaccinator dari rumah sakit yang berada di bawah naungan Pemprov Sulsel. Sehingga, dengan cepat bisa menyelesaikan ratusan peserta vaksin,” ungkapnya.

Ardian selaku ketua panitia menyampaikan, dengan hadirnya layanan mobile vaccinator ini juga dilakukan dengan protokol kesehatan, sehingga mencegah kerumunan orang.

“Para vaksinator juga sangat ramah dan gesit pada saat melakukan pelayanan kepada peserta, sehingga kami sebagai panitia sangat dimudahkan. Semoga dengan adanya mobile vaccinator ini betul-betul kita bisa menuju herd immunity,” tuturnya. (*)

0 103

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Antusiasme vaksinasi Covid-19 juga terasa bagi kaum pelajar di Sulawesi Selatan (Sulsel). Diketahui, remaja dan anak sekolah menjadi salah satu sasaran dalam vaksinasi Covid-19 Tahap III ini. Dimana pelaksanaan vaksinasi bagi siswa sekolah di atas 12 tahun, atau pelajar yang duduk di bangku SMP dan SMA/sederajat.

Pelaksanaan vaksinasi bagi pelajar ini mulai dilakukan sejak Juli 2021, serentak di seluruh Indonesia. Data Dinas Kesehatan Sulsel, tertanggal 21 Agustus 2021, jumlah remaja dan anak sekolah yang telah divaksinasi sebanyak 53.966 atau 5,51 persen, dari target 978.890 orang.

Para pelajar mengaku, ingin melakukan vaksinasi Covid-19 sebagai langkah rencana persiapan untuk memasuki tahap Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Pelajar SMAN 7 Makassar, Nisa salah satunya. Ia telah melakukan vaksin 1 saat pelaksanaan Kebut Vaksinasi Sulsel bagi Pelajar SMA dan SMK yang berpusat di SMAN 22 Makassar, Sabtu, 21 Agustus 2021 lalu.

“Saya mau divaksin karena ingin segera kembali belajar tatap muka di sekolah bersama teman-teman,” katanya, Selasa, 24 Agustus 2021.

Ia pun mengapresiasi mudahnya mendapatkan vaksinasi dengan adanya pelayanan Mobile Vaccinator yang merupakan inisiasi Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.

“Alhamdulillah, adanya vaksinator keliling (Mobile Vaccinator) dari Pemprov Sulsel yang memudahkan saya dan teman-teman mendapatkan vaksin,” ungkapnya

Tak jauh beda diungkapkan oleh Fikri Fahrezy. Pelajar SMAN 7 Makassar ini menceritakan pengalamannya divaksin.

“Agak sedikit keram dibagian lengan (setelah vaksin) tetapi tidak terlalu berpengaruh. Alhamdulillah adanya vaksinasi keliling dari Pemprov Sulsel yang membantu dan memudahkan kami, sehingga tidak perlu bepergian jauh untuk mendapatkan vaksin,” bebernya.

Terpisah, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, bersyukur atas antusiasme para pelajar di Sulsel. Ia pun terus mendorong pemberian vaksin pada remaja SMP dan SMA di Sulsel, yang berusia 12-17 tahun. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah penularan Covid-19.

“Dengan vaksinasi, kita membangun herd immunity,” imbuhnya. (*)

0 107

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Program Sulsel Kebut Vaksinasi semakin diminati masyarakat. Ini terlihat pada dua kegiatan program ini, yakni Gerai Vaksin di Rumah Sakit Pemprov serta Mobile Vaccinator (vaksinator keliling) yang dilaksanakan di berbagai titik, Jumat, 20 Agustus 2021.

Untuk program mobile vaccinator setelah dilaunching pada 17 Agustus 2021 lalu. Hadir dengan dua layanan, yakni kunjungan komunitas dan layanan vaksin drive thru. Pada kegiatan perdananya, layanan ini diserbu warga, membuktikan antusiasme vaksin di Sulsel tinggi.

“Kami sudah sebar kemarin informasinya. Tapi pukul tujuh itu tiba-tiba sudah banyak orang di Anjungan Pantai Losari mau divaksin,” kata Koordinator Satgas Covid-19, dr Arman Bausat.

Ia menjelaskan, sebanyak tiga tim Vaksin Covid-19 Drive Thru (Satgas Covid-19, RSUD Dadi dan RS Haji) ditempatkan di Anjungan Pantai Losari yang sedianya hanya satu tim. Awalnya, untuk drive thru hari ini menurunkan dua tim yakni di Anjungan Pantai Losari dan Masjid Al-Markaz. Namun karena banyaknya warga di Anjungan, sehingga kedua tim menuju ke Anjungan lebih cepat dari jadwal yang ada.

Direktur RS Dadi ini mengatakan, untuk layanan drive thru tidak memiliki jumlah target sasaran harian. Namun untuk di hari pertama menyiapkan vaksin untuk 60 orang. Karena tingginya antusias warga ke Anjungan untuk divaksin, kemudian disiapkan 400 vaksin. Banyak warga yang datang dan belum dapat dilayani saat itu.

Dua tim awal yang tiba melayani di tempat terpisah untuk menghindari kerumanan. Namun, kendala yang dihadapi yakni agar masyarakat tetap menjaga jarak protokol kesehatan, sehingga satu tim drive thru dari Rumah Sakit Haji diperbantukan.

“Kami tutup di 400 orang sasaran. Tim kami pecah awalnya dua tim dengan berjarak 60 meter, tapi karena masih susah diatur, terpaksa saya minta bantuan mobile vaccinator Rumah Sakit Haji, kebetulan belum melakukan layanan kunjungan ke komunitas atau drive thru hari ini,” paparnya.

Berkoordinasi dengan Pemkot Makassar, pelaksanaan vaksinasi ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat, jaga jarak dan pakai masker. Juga didukung dengan penjagaan yang dilakukan oleh polisi dan TNI.

“Tadi juga ada Pak Kapolsek dan Pak Camat,” sebutnya.

Lanjutnya, untuk layanan drive thru dari mobile vaccinator hari ini turun sebanyak lima tim. Dua lainnya yakni tim mobile vaccinator RSUD Sayang Rakyat untuk drive thru di sekitar pasar dan kompleks Villa Mutiara, dan tim drive thru RS Labuang Baji.

Pemprov sendiri secara berkala akan mengupdate lokasi dari layanan mobile vaccinator/drive thru ini.

Ia menjelaskan, antusiasme masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi di Sulsel begitu tinggi. Untuk wilayah algomerasi Mamminasata yang merupakan wilayah awal yang dilayani oleh mobile vaccinator ini, sudah terdaftar sebanyak 38 komunitas. Seperti pesantren, pekumpulan profesi, karyawan dan buruh.
Sedangkan untuk layanan gerai vaksinasi, bisa didapatkan di tujuh rumah sakit daerah milik Pemprov.

“Misalnya RS Dadi dari hari Senin-Jumat melayani masyarakat. Yang lainnya juga demikian,” jelas Arman Bausat.

Adapun data capaian layanan Sulsel Kebut Vaksin untuk layanan di gerai vaksin dan mobile vaccinator hari ini, yakni RS Fatimah (gerai vaksin) 175 orang, RS Pertiwi (gerai vaksin) 70 orang, RS Dadi (gerai vaksin) 120 orang, RS Haji (gerai vaksin) 200 orang, RS Sayang Rakyat (drive thru) 150 orang, RSKD Gigi Mulut (kunjungan komunitas) karyawan PLN 350 orang, RS Labuang Baji (kunjungan komunitas) di Kejati 25 orang dan nakes RS GM 250 orang. Dan tiga tim mobile vaccinator drive thru di Anjungan Pantai Losari sebanyak 400 orang. (*)

0 17
Makassar, humas.sulselprov.go.id - Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Sulawesi Selatan (Sulsel), Naoemi Octarina, menghadiri Gebyar PAUD Insan Masagena 2021, yang dilaksanakan di PAUD...