Tags Posts tagged with "Naoemi Octarina"

Naoemi Octarina

0 23

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Plt Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, memberikan semangat pada peserta Lomba Tahfidz Al-Qur’an dan Hadits secara virtual dari Rujab Wagub Sulsel, Jum’at, 7 Mei 2021.

Lomba yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Sulsel bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Sulsel ini diikuti oleh 185 peserta dari 22 kabupaten/kota. Dengan kategori khusus anak-anak, remaja, serta dewasa.

Pada kesempatan tersebut, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, membuka langsung acara Lomba Tahfidz Al-Qur’an dan Hadits ini, yang turut dihadiri oleh Plt Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina.

“Kami berharap melalui kegiatan ini bisa menjadikan Sulsel sebagai ‘lumbung’ melahirkan Hafiz Qur’an dan Hafiz Hadits. Sehingga, Sulsel bisa menjadi rujukan sebagai tempat lahirnya bibit-bibit hafiz-hafiz Qur’an,” harapnya.

Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Sulsel ini pun mendorong agar para hafiz tidak hanya sekedar menghafal, namun dapat memahami dan mengamalkan Al-Qur’an.

“Kita juga kedepan mendorong literasi Al-Qur’an dan Hadits. Karena kunci dari suatu pemahaman, adalah bagaimana memiliki otentik dari literasi itu atau rumus asalnya. Sehingga para hafiz memiliki literatur yang menjadi fundamental islam dan memiliki dasar yang kuat,” bebernya.

“Melalui lomba ini, menjadi awal dalam mendorong kita agar anak-anak cinta Al-Qur’an dan Hadits, yang selanjutnya akan merasa tertantang untuk memahami dan mengamalkannya,” sambungnya.

Andi Sudirman berharap, para ustaz maupun ulama memiliki profesionalitas dalam ilmu agama, sehingga menjadi parameter sebagai tokoh pemuka agama Islam.

Sementara itu, Plt Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina, berharap kegiatan ini terus berkelanjutan dalam pengembangan syiar agama Islam.

“Tujuan dari dilaksanakannya Lomba Tahfidz Al-Qur’an dan Hadits ini, bagaimana menggiatkan kegiatan-kegiatan di bulan Ramadan yang lebih mendekatkan anak-anak cinta dan giat membaca Al-Qur’an,” ujar Naoemi. (*)

0 14

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Belasan anak-anak yang didominasi dari Sekolah Impian sangat antusias menampilkan hasil kreatifitasnya dalam kegiatan Kreasi Limbah Plastik. Kegiatan yang berlangsung di Rujab Wagub Sulsel, Jum’at, 7 Mei 2021 ini diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sulsel, bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Sulsel, dan Andalan Mengaji.

Bahkan dua anak dari pasangan Andi Sudirman Sulaiman (Plt Gubernur Sulsel) dan Naoemi Octarina (Plt Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel), turut serta dalam kreasi limbah plastik ini. Keduanya pun didampingi sang ibu.

Tak hanya bagi anak-anak, bahkan ibu-ibu PKK Sulsel dan PKK Kota Makassar pun turut antusias mengikuti kreasi limbah plastik ini. Dimana anak-anak membuat tempat pensil dengan berbahan botol plastik, kertas warna yang dihias sesuai kreasi mereka. Sementara ibu-ibu membuat bunga yang berbahan dari kantongan plastik.

Dalam Kreasi Limbah Plastik ini, para peserta dari anak-anak maupun ibu-ibu dipandu oleh Birma Rindu Kraft.

Sebelum memulai kreasi Limbah Plastik, Plt Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulsel, Naoemi Octarina, memberikan semangat kepada para peserta, terkhusus bagi anak-anak.

“Semangat ya anak-anak,” ujarnya.

Naoemi menyampaikan, kegiatan ini diselenggarakan oleh Pokja 2 dan Pokja 3 TP PKK Sulsel yang bekerjasama dengan Andalan Mengaji. Ia mengakui, banyaknya limbah yang masih bisa dimanfaatkan untuk didaur ulang. Terlebih sampah plastik dari rumah yang bisa disulap menjadi barang bermanfaat.

“Banyak limbah plastik di rumah yang bisa didaur ulang menjadi kerajinan yang bermanfaat,” ungkapnya.

Dalam kreasi limbah plastik ini, Naoemi berharap, memacu kreativitas anak-anak dalam menghasilkan karya dan menjadi ilmu baru bagi mereka.

“Kami harap anak-anak bisa mengeluarkan dan meningkatkan kreativitas, ide kreatif dari bahan-bahan limbah plastik yang ada di rumah nantinya,” kata Naoemi.

Diharapkan pula, dengan daur ulang sampah plastik menjadi kerajinan yang bermanfaat, bisa meminimalisir sampah plastik.

“Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat dan memberikan perubahan mindset anak-anak, bahwa kita harus menyelamatkan bumi kita untuk generasi masa depan,” harapnya.

Di akhir acara, Plt Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel memberikan hadiah kepada beberapa hasil karya terbaik dari anak-anak maupun karya terbaik dari ibu-ibu PKK. (*)

0 80

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Plt Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Naoemi Octarina, membuka secara resmi Pasar Murah Peduli Rakyat, yang berlangsung di Halaman Kantor TP PKK Sulsel, Jalan Masjid Raya, Makassar, Jum’at, 7 Mei 2021.

Kegiatan yang berlangsung selama sehari ini diselenggarakan oleh Dinas Perdagangan Sulsel bekerjasama dengan TP PKK Sulsel. Pasar Murah pun terus digelar oleh PKK Sulsel dengan menggandeng OPD Lingkup Pemprov Sulsel di Bulan Ramadan ini.

Jejeran stand ditinjau oleh Naoemi Octarina di Pasar Murah itu. Mulai dari aneka sembako, bumbu dapur, snack, hasil kerajinan, mukenah, minuman herbal, tanaman, serta produk lainnya.

Dalam sambutannya, Plt Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina, menyampaikan, hadirnya Pasar Murah Peduli Rakyat ini untuk memberikan ruang kepada masyarakat agar bisa berbelanja kebutuhan dengan harga yang dibawah harga pasar. Apalagi menjelang hari raya Idul Fitri 1442 H/2021 M ini.

“Menjelang hari raya Idul Fitri, biasanya banyak barang yang harganya tidak stabil. Olehnya itu, melalui Pasar Murah Peduli Rakyat ini, memberikan fasilitas ke masyarakat agar bisa membeli kebutuhan pokok di bawah harga pasaran,” ujar Naoemi.

Ia mengaku bersyukur atas antusiasme masyarakat yang berbelanja di pasar murah ini. “Alhamdulillah, banyak yang berbelanja, ini sangat membantu masyarakat, terutama masyarakat prasejahtera. Semoga ini bisa terus berkelanjutan di kecamatan dan semoga membentuk inovasi lainnya untuk masyarakat banyak,” terangnya.

Istri dari Andi Sudirman Sulaiman ini pun mengimbau masyarakat untuk tetap taat mengikuti protokol kesehatan. Terlebih, adanya jenis varian baru virus corona yang lebih membahayakan.

“Kita tidak boleh terlena, kita masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Masih ada Covid-19 di sekitar kita. Mohon masyarakat tolong patuhi protokol kesehatan, senantiasa mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak,” pintanya.

Di sepuluh hari terakhir Ramadan ini pun, Naoemi mengajak masyarakat untuk sama-sama berdoa yang terbaik agar dilindungi serta pandemi Covid-19 bisa segera berakhir.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri pada Dinas Perdagangan Sulsel, Andi Aldiana Tamrin, menyampaikan, kegiatan pasar murah ini diikuti dan didukung oleh OPD Lingkup Pemprov Sulsel, retail modern, distributor dan beberapa produsen.

“Di mana dalam kegiatan pasar murah ini, para peserta pasar murah menjual barang-barang dengan harga dibawah harga pasaran,” jelasnya.

Turut hadir dalam pembukaan Pasar Murah Peduli Rakyat ini, diantaranya Anggota DPRD Sulsel, Ketua DWP Sulsel, Wakil Ketua TP PKK Makassar, dan Ketua IWAPI Sulsel. (*)

0 36

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Plt Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Naoemi Octarina, mengikuti pembukaan Lomba Tahfidz Al-Qur’an dan Hadits secara virtual dari Rujab Wagub Sulsel, Jum’at, 7 Mei 2021.

Lomba bagi penghafal Al-Qur’an dan Hadits ini diikuti 185 peserta dari 22 kabupaten/kota di Provinsi Sulsel, dengan kategori khusus anak-anak, remaja, serta dewasa. Lomba ini dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Sulsel bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Sulsel.

Dalam sambutannya, Plt Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina, berharap kegiatan ini terus berkelanjutan dalam pengembangan syiar agama Islam.

“Tujuan dari dilaksanakannya Lomba Tahfidz Al-Qur’an dan Hadits ini, bagaimana menggiatkan kegiatan-kegiatan di bulan Ramadan yang lebih mendekatkan anak-anak bisa cinta dan giat membaca Al-Qur’an,” ungkapnya.

Diharapkan pula, melalui Lomba Tahfidz Al-Qur’an dan Hadits bisa menemukan bibit-bibit baru penghafal Al-Qur’an di Sulsel.

“Semoga kegiatan ini bisa berkelanjutan, sehingga Sulsel bisa lebih berkembang dalam syiar Islam dan anak-anak bisa lebih cinta Al-Qur’an,” katanya.

Di kesempatan ini pula, Naoemi meminta untuk lebih memanfaatkan momentum Ramadan 1442 H ini untuk lebih banyak beribadah dan melakukan hal-hal positif.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, turut hadir sekaligus membuka Lomba Tahfidz Al-Qur’an dan Hadits ini secara virtual.

“Kami berharap melalui kegiatan ini bisa menjadikan Sulawesi Selatan sebagai ‘lumbung’ Hafiz Qur’an dan Hafiz Hadits. Kita juga berharap kedepan kita melahirkan generasi yang banyak memiliki literatur Al-Qur’an dan Hadits,” harap Andi Sudirman. (*)

0 72
  • Diikuti Kelompok Tani, Distributor, dan Retail

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sulsel, melaksanakan Gelar Pangan Pasar Tani, di Jalan Amirullah Makassar, 3 – 4 Mei 2021. Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina.

Gelar Pangan Pasar Tani ini diikuti oleh kelompok tani dari 10 kabupaten di Sulsel. Diantaranya, Kabupaten Enrekang, Bone, Jeneponto, Takalar, dan Pinrang. Distributor pangan dan retail juga dilibatkan dalam kegiatan ini.

Naoemi mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya yang terdampak pandemi Covid-19. Termasuk bagi para petani, agar bisa memasarkan hasil pertaniannya kepada masyarakat.

“Kegiatan ini bermanfaat meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sektor pertanian. Ini sejalan dengan program pemerintah provinsi dan Tim Penggerak PKK Sulsel,” kata Naoemi, saat membuka acara tersebut, Senin, 3 Mei 2021.

Ia mengungkapkan, daya beli masyarakat sejak pandemi Covid-19 sangat menurun. Meskipun pemerintah menyiapkan pasar murah, masih sangat berpengaruh. Sehingga, perlu dicarikan solusi. Salah satunya, mendekatkan pasar murah itu ke masyarakat.

“Kegiatan seperti ini harus dipublikasikan ke masyarakat, jauh sebelum dilaksanakan. Sehingga, masyarakat bisa tahu dimana lokasinya, dan kapan waktu pelaksanaannya,” ujarnya.

Naoemi juga menyarankan agar Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sulsel bersama PKK Sulsel, membagikan paket sembako dan paket pasar tani untuk para sopir angkutan umum. Karena, mereka sangat terdampak dengan aturan larangan mudik untuk mencegah penularan Covid-19.

“Aturan larangan mudik ini bukan dibuat-buat untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk melindungi masyarakat kita dari Covid-19. Tugas kita, adalah mendukung pemerintah, melalui berbagai upaya yang bisa kita lakukan,” terangnya.

Sementara, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sulsel, Ardin Tjajo, mengatakan, Gelar Pangan Pasar Tani ini dilaksanakan untuk memfasilitasi petani, kelompok tani, pelaku usaha, untuk memasarkan secara langsung produknya kepada masyarakat. Sekaligus, menyediakan produk segar berkualitas dengan harga terjangkau.

“Gelar Pangan Pasar Tani ini juga untuk nenjaga keseimbangan harga di tingkat konsumen,” kata Ardin.

Dalam kegiatan yang bersinergi dengan Tim Penggerak PKK Sulsel ini juga dilakukan pembagian paket sembako dan paket pasar tani untuk warga prasejahtera. Kegiatan ini memberlakukan protokol kesehatan secara ketat. Dimana para peserta dan pengunjung tidak diperkenankan membuka masker selama berada di lokasi gelar pangan, tetap menjaga jarak, serta menyiapkan wastafel untuk cuci tangan.

Usai membuka acara, Naoemi juga meninjau rumah kemasan produk pertanian, lokasi percontohan urban farming, serta stand penjualan produk pertanian.

Turut hadir mendampingi Naoemi, Ketua Pokja III TP PKK Sulsel dan Ketua Dharma Wanita Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sulsel. (*)

0 41

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Tim Penggerak (TP) PKK Sulsel bekerjasama dengan Pemprov Sulsel dan Andalan Mengaji, menggelar Kajian Online Muslimah bersama Ustadz dr Firanda Andirja Lc, M.A, di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulsel, Jalan Yusuf Daeng Ngawing, Kamis sore, 22 April 2021.

Kajian diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dari anak Naoemi Octarina, Plt Ketua TPP PKK Sulsel. Ust Firanda membawakan kajian melalui virtual dan diikuti oleh peserta on site di rumah jabatan dan dari berbagai daerah di Sulsel melalui aplikasi Zoom.

Plt Ketua TP PKK Sulsel, Naoemi Octarina menyampaikan rasa syukur karena di bulan Ramadan ini dapat digelar kajian dengan tema wanita.

“Alhamdulillah pada kesempatan hari ini kita diberikan kesempatan untuk bisa berkumpul kembali mengadakan kajian bersama Ustadz Firanda terkait tema wanita di bulan Ramadan. Terima kasih kepada bapak/ibu maupun kaum muslimah yang hadir secara off line dan online,” kata Naoemi.

Ia berharap, dari pemaparan ilmu yang diberikan dan konsultasi terkait tema tersebut dengan Ustadz Firanda, dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di bulan Ramadan.

“Tujuan kegiatan ini memang setiap bulan kita lakukan, ada kajian islami baik muslimah dan bukan muslimah gabung. Tujuannya sebagai pencerahan jiwa dan rohani yang diberikan karena memang di masa pandemi, tentu banyak juga pertanyaan yang ingin kita tanyakan baik yang halal dan haram. Jadi untuk pencerahan meningkatkan iman dan takwa,” terangnya.

Ust Firanda menyampaikan, rahmat Allah di bulan Ramadan sangat mudah, sehingga pintu-pintu rahmat dibuka dan pintu langit dibuka bahwa isyarat amal saleh sangat mudah diterima.

“Di bulan Ramadan amal saleh dilipat gandakan, secara kuantitas dan kualitas. Karenanya di dalam hadis kata Nabi SAW, siapa umrah di bulan Ramadan seperti berhaji bersamaku.’ luar biasa pahalanya dilipatgandakan,” ujarnya.

Namun, tidak semua bisa merasakan hal ini. Sebagian menjalankan ibadah Ramadan seperti rutinitas tahunan dan ini membuat pahala yang diraih kecil. Oleh karenanya, menjalankan ibadah seperti puasa bukan hanya menjalankan rutinitas fisik. Tetapi berharap mendapatkan pahala dalam kondisi jiwa yang semangat.

Untuk itu, bulan Ramadan jangan disia-siakan. Lakukan ibadah dengan penuh semangat, baik itu salat, salat malam, bersedekah, baca qur’an.

“Siapa yang beramal saleh, laki-laki maupun perempuan masing-masing kita beramal. Sekarang kita sudah masuk di bulan berkah, Allah sudah kasih kita kesempatan untuk bertemu bulan yang mulia ini, maka manfaatkan sebaik-baiknya,” ucapnya.

Selanjutnya, adapun amal saleh yang dapat dilakukan oleh kaum perempuan, katanya, walaupun dengan kesibukan yang ada dan tidak menjadi alasan tidak beramal saleh. Di antara amal saleh yang dapat dilakukan, diantaranya membaca Al-Qur’an termasuk dengan target yang ingin dicapai selama Ramadan. Membaca dan metadabburi (merenungi) ayat-ayatnya, menghapal dan mengajarkannya.

“Maka harus ada target ibu-ibu untuk baca Al-Qur’an. Diantara ibadah yang sangat agung di bulan Ramadan adalah salat malam. Wanita yang terbaik adalah salat malam di rumah, taraweh di rumah, bisa dengan anak-anaknya,” sebutnya.

Namun, jika dalam pelaksanaanya di rumah kurang optimal atau berbagai hal lainnya, maka dapat melaksanakan salat di masjid. “Kalau wanita bisa salat malam di rumah itu yang terbaik. Tapi kalau di rumah ternyata dia tidak salat malam, baru dua-tiga rakaat sudah mengantuk, maka lebih baik ke masjid agar bisa salat malam dengan imam sampai selesai dan baca Al-Qur’an,” tambahnya.

Ia melanjutkan, ibadah agung lain adalah bersedekah. Nabi Muhammad SAW jelasnya, orang yang paling dermawan. Namun di bulan Ramadan semakin bertambah semangatnya bersedekah.

“Nabi Muhammad SAW adalah orang yang paling dermawan dan puncak kedermawanannya ada di bulan Ramadan. Ibu-ibu dituntut untuk bisa dapat lebih bersedekah, lebih daripada bapak-bapak,” pesannya.

Ia menyebutkan dalam satu hadis, bahwa ketika Nabi Muhammad SAW salat Id dan kemudian maju berkhotbah khusus untuk ibu-ibu. Nabi menyampaikan agar mereka bersedekah, karena banyak dari penghuni neraka jahannam adalah kaum wanita.

“Ada seorang wanita yang bertanya, kenapa kami banyak yang menjadi penghuni neraka jahannam? Kata Nabi, kalian suka tidak berterima kasih pada suami, suka mengingkari kebaikan suami dan kalian suka mengumpat. Ketika itu wanita bersedekah ada yang melepaskan antingnya, ada yang melepaskan kalungnya untuk menyelamatkan diri dari neraka jahannam, dan ibadah terbaik di bulan Ramadan adalah bersedekah. Di antara sedekah yang bisa dilakukan di bulan Ramadan adalah memberikan buka puasa,” urainya.

Ia menambahkan, wanita yang dalam kondisi haid memang dalam kondisi tidak salat dan puasa. Jika seseorang terbiasa melakukan ibadah, maka mudah-mudahan ketika haidpun pahala tetap berjalan.

Wanita haid disampaikannya bahwa tetap bisa membaca Al-Qur’an, tetapi tidak menyentuhnya langsung. Bisa dibaca dengan gadget atau smartphone, atau membaca dengan menggunakan kaos tangan. Wanita dalam kondisi haid juga diperbolehkan berdzikir.

“Karena Nabi Muhammad SAW mengatakan, jika orang beruzur, dia sakit atau bersafar, maka tetap dicatatkan pahalanya sebagai mana yang biasa ia kerjakan. Semoga para wanita kalau yang biasanya semangat berpuasa, tahu-tahu dia haid, mudah-mudahan dicatat pahala ibadah puasanya, karena itu kebiasaan dia,” paparnya.

Di bulan Ramadan ini, penekanannya, bahwa kaum wanita untuk dapat melakukan kegiatan yang bermanfaat, tidak bergunjing atau terlalu banyak mengkonsumsi konten media. “Bulan Ramadan ini bulan spesial yang setiap detik, benar-benar mempengaruhi nasib kita di alam Barzah sebelum nasib kita di hari akhirat kelak,” sebutnya.

Lainnya, bahwa pergi bersilaturahmi dengan keluarga terutama pada orang tua sangat dianjurkan.

“Ibadah yang paling agung yang bisa dilakukan oleh ibu-ibu adalah berkhidmah kepada suami dan anak-anaknya. Ibu-ibu yang berbakti sama suami di luar Ramadan pahalanya besar apalagi di bulan Ramadan, seperti menyiapkan sahur dan buka puasa untuk suami itu semua berpahala. Ini beberapa hal yang hendaknya diketahui para wanita agar mereka dapat beramal saleh sebanyak-banyaknya di bulan Ramadan,” pungkasnya. (*)

0 65

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina, meresmikan Pojok Bermain Anak dan Ruang Laktasi di Layanan Perpustakaan Ibu dan Anak Provinsi Sulsel, Rabu, 21 April 2021. Peresmian ini juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Kartini.

Pada kegiatan ini pula, TP PKK Sulsel, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Sulsel, Bunda PAUD Sulsel dan Pengelola Perpustakaan Ibu dan Anak Sulsel, dalam rangka Hari Kartini, menggelar pemetaan kompetensi anak pra-sejahtera melalui tes analisa sidik jari. Tes pemetaan kompetensi untuk mengetahui dan menemukan bakat, gaya belajar dan kecerdasan anak ini difasilitasi oleh Lembaga Kepribadian Soraya.

Naoemi Octarina di awal sambutannya, menyampaikan, momentum peresmian yang spesial karena bertepatan dengan Hari Kartini. “Peresmian ini bertepatan dengan 21 April, bertepatan dengan Hari Kartini. Hari ini bagi saya adalah harinya perempuan, Hari Ibu 22 Desember, tapi ini (Hari Kartini) bagi perempuan baik yang sudah berkeluarga maupun belum berkeluarga,” kata Naoemi.

Ia mengatakan, peradaban manusia ada di tangan seorang ibu. Karena ibu merupakan madrasah (sekolah) pertama bagi anak. Ibu mulai memberikan pelajaran bagi anak di rumah. Hadirnya perpustakaan bagi anak mendukung proses belajar pada anak.

“Alhamdulillah difasilitasi lagi dengan pojok bermain, dimana dilengkapi dengan fasilitas yang mengedukasi. Tadi saya lihat puzzle-puzzle, ada juga untuk bayi, itu sangat baik. Dan ada juga ruang laktasi,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi hadirnya ruang edukasi bagi ibu di perpustakaan yang terletak di Jalan Lanto Daeng Pasewang ini. Naoemi meminta agar protokol kesehatan tetap diperhatikan, dengan menyediakan kelengkapan protokol kesehatan.

Hal lain disampaikan terkait buku-buku yang disiapkan, agar kontennya diseleksi dengan baik. Sehingga, tidak ada hal-hal buruk yang bisa dicontoh oleh anak-anak. “Jangan sampai buku-buku itu berbahaya buat anak-anak. Karena untuk merusak suatu generasi bangsa, itu dimulai dari anak kecilnya, maka dari itu yang harus diperhatikan,” tegasnya.

Mengenai dengan tes analisa sidik jari yang dilakukan pada siswa Sekolah Impian, Sekretaris PKK Sulsel, Zulfitriany Dwiyanti Mustika, menjelaskan, PKK dan Bunda PAUD memiliki satu program yang sudah dijalankan satu bulan lalu di masa pandemi Covid-19.

“Dimana terdapat binaan PKK Sulsel untuk anak-anak dari Sekolah Impian. Merupakan sekolah dari anak-anak yang digratiskan karena berasal dari keluarga pra sejahtera,” jelasnya.

TP PKK Sulsel Pokja 2, mereka memberikan kecakapan hidup dan keterampilan, sehingga bisa produktif termasuk di masa pandemi. Mereka berhasil membuat mukena dan jilbab.

“Alhamdulillah melalui bidang sosial IWAPI Sulsel. Mereka diberikan bantuan bahan keterampilan, sehingga mereka bisa menghasilkan sebuah produk yang bisa dijadikan usaha di masa pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Sumbangan lainnya dari IWAPI untuk anak-anak terampil ini, terpilih 15 anak yang diberikan tes untuk mengetahui kompetensinya berdasarkan sidik jarinya. Sehingga akan dipetakan potensinya, apakah ke seni, olahraga dan lain sebagainya. Tim pengerak PKK Provinsi Sulsel bekerja sama dengan IWAPI Sulsel akan membuat suatu unit usaha di Sekolah Impian, sehingga orang tua mereka yang tadinya tidak mengizinkankan anak-anaknya untuk sekolah dapat bersekolah.

Sedangkan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, Moh Hasan Sijaya, menyampaikan, fasilitas pojok bermain anak dan ruang laktasi dari IWABA melalui BMPD kepada Layanan Perpustakaan Ibu dan Anak Pemprov Sulsel.

Pemerintah Sulsel memberikan apresiasi atas pengembangan gerakan literasi yang dilakukan oleh berbagai pihak. Adapun gerakan literasi di Sulsel, pemerintah memulai dari anak-anak, kemudian masuk generasi muda.

Sejak usia dini, literasi harus dijadikan melengket di mind set anak. Sehingga amat sangat sulit bisa lupa. Karena di era saat ini, terdapat gagdet atau alat gawai yang memiliki dampak maupun bahaya bagi anak.

“Karena hadirnya gadget mulai ada, tetapi dunia perpustakaan tidak bisa musnah, dampak gadget pada anak sangat luar biasa,” ucapnya.

Melihat fenomena yang terjadi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel mendorong dunia literasi terhadap anak-anak. “Anak-anak bisa mencintai buku, kalau dia sudah mencintai pasti dia akan senang membaca buku dan Insyaallah dia akan tumbuh besar dan berkembang dalam setiap berkegiatan. Kalau kita lihat di Negara Eropa, apapun bentuk kegiatannya di dalam tasnya minimal pasti ada satu buku,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Wanita Perbankan (IWABA), Irman Safitri, mengatakan, organisasi yang dipimpinnya juga mempunyai tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial. “Oleh karena itu, mewakili IWABA Sulsel, mempersembahkan salah satu yang kita lakukan untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak melalui penyediaan pojok bermain anak dan ruang laktasi di perpustakaan ibu dan anak Provinsi Sulsel,” tuturnya.

Hal yang mendasari penyediaan fasilitas di perpustakaan ini adalah perjuangan R.A Kartini. Mengutip dari bukunya berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

“Disebutkan bahwa di tangan anaklah terletak masa depan dan di tangan ibulah tergenggam masa depan itu. Sebagai ibu, kita bertanggung jawab menyiapkan generasi penerus dengan sebaik mungkin, salah satunya dengan penyediaan fasilitas di perpustakaan ini,” imbuhnya.

Kedua, menyadari bahwa bermain adalah hal yang penting dalam usia anak, termasuk dalam usia dini. Melalui bermain, anak-anak akan belajar untuk berpikir kreatif, melakukan interaksi sosial, mengembangkan dan mengelola emosi, mengasah keterampilan, dan belajar tentang dunia.

“Unicef juga menekankan pentingnya pembelajaran bagi anak usia dini. Oleh karena itu, penyediaan pojok bermain anak ini, kami mengharapkan dapat membuat anak-anak semakin senang berkunjung ke perpustakaan dan dapat belajar sambil bermain, dan meningkatkan minat baca, agar dapat tumbuh dan berkembang baik di masa depan,” terangnya.

Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Sulsel, Ainun Jariah, menyampaikan, kegiatan scan fingers anak untuk kompotensi bakat ini merupakan salah satu program kerja dari IWAPI dan Pokja Bunda PAUD. Selain itu, salah satu programnya mencetak 10.000 wirausaha baru perempuan.

“Tak lepas dari perempuan untuk mengayomi anak-anak menjadi wirausaha nantinya. Semoga apa yang kita niatkan hari ini akan berjalan sesuai Ridho Allah SWT,” harapnya.

Pada kesempatan ini, Plt Ketua TP PKK Sulsel, Naoemi Octarina juga menyerahkan bantuan dari Andalan Mengaji kepada para siswa pra sejahtera dari Sekolah Impian. Sebelumnya, juga telah dilakukan penyerahan permainan anak dari Ikatan Wanita Perbankan (IWABA) kepada Perpustakaan Ibu dan Anak Sulsel melalui Tim Penggerak PKK. (*)

0 53

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Plt Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Sulawesi Selatan, Naoemi Octarina mengukuhkan Bunda PAUD Kota Makassar periode 2021-2026, Indira Yusuf Ismail.

Pengukuhan dan pelantikan ini berlangsung pada Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ke-49 Tingkat Kota Makassar di Hotel Claro, Sabtu, 10 April 2021.

Adapun tema pelantikan: Keluarga Pelopor Perubahan Menuju Indonesia Maju.

Naoemi Octarina menyampaikan, selamat atas pelantikan Indira Yusuf Ismail sebagai Bunda PAUD Kota Makassar.

“Selamat untuk ibu atas amanah ibu Indira Yusuf Ismail, semoga dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawab, serta dedikasi sebagai Bunda PAUD Kota Makassar,” ujar Naoemi Octarina yang juga selaku Plt Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel.

Dalam sambutannya, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Indira Yusuf Ismail membacakan sambutan Ketua TP PKK Tri Tito Karnavian. Ia mengatakan bahwa pengelolaan PKK bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Memasuki 49 tahun, keluarga menjadi pelopor perubahan untuk Indonesia maju. Tim dan kader PKK di pelosok Nusantara jadi garda terdepan untuk membentuk keluarga,” ungkapnya.

Terutama sejak adanya pandemi Covid-19, PKK menjadi salah satu yang mensosialisasikan kebiasaan mencuci tangan dan menerapkan protokol kesehatan. Pelaksanaan pembangunan nasional yang dilakukan pemerintah menuju Indonesia maju masih harus berhadapan dengan isu degradasi moral, tingginya angka stunting, covid dan lainnya.

“Ini menegaskan bahwa program PKK sebagai mitra pemerintah harus bersinergi dengan prioritas program dan kegiatan nasional. Mari kita tetap laksanakan komitmen dan dedikasi untuk kemajuan PKK,” katanya.

Walikota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto dalam sambutannya menuturkan bahwa keluarga adalah inti dari kota.

“Keluarga adalah inti dari kota. Jika kota kuat, provinsi kuat. Maka insya Allah negara juga akan kuat. Peran PKK sangat strategis,” ungkapnya.

Dengan pendidikan usia dini, kata dia, bisa untuk penanaman akhlak dan mental bagi anak.

“Momentum Hari Kesatuan Gerak PKK ini diharapkan menjadi momen mengupdate peran PKK atau keluarga. Ada peran ibu-ibu di dalamnya. Mari sama-sama membuat resolusi yang kuat untuk masa depan,” jelasnya. (*)

0 101

Pangkep, humas.sulselprov.go.id – Didampingi Plt Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Naoemi Octarina, Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menghadiri Rapat Paripurna DPRD dalam rangka Hari Jadi ke 61 Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Jum’at, 9 April 2021.

Dengan mengangkat tema yakni Bersatu Melangkah Maju, paripurna dibuka oleh Ketua DPRD Pangkep, Haris Gani. Turut hadir, Bupati dan Wakil Bupati Pangkep, Anggota DPRD Sulsel, Anggota DPRD Pangkep, Forkopimda, para OPD lingkup Pemkab Pangkep.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengaku, banyak program strategis pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk Kabupaten Pangkep.

“Kita laksanakan secara bertahap. Saya minta tolong kepada Pak Bupati, Wakil Bupati dan para anggota DPRD, kita memiliki program strategis nasional, jalur Kereta Api Makassar-Parepare. Bapak Menteri Perhubungan sudah tegaskan akselerasi percepatan pembangunan kereta api ini. Melintasi Kabupaten Pangkep,” ungkapnya.

Jalur kereta api yang melintasi Parepare, Barru, Pangkep, Maros hingga Makassar ini diproyeksikan terhubung sampai Makassar New Port (MNP). Apalagi PSN kereta api ini digelontorkan senilai sekitar Rp 12 triliun.

“Hadirnya kereta api ini, maka peredaran (pendistribusian) barang bagus sekali. Alhamdulillah, progresnya di Pangkep sudah 93 persen untuk pembebasan lahannya,” ungkapnya.

Ia pun sempat mengusulkan kepada Menteri Perhubungan, agar pembangunan kereta api ini dibuat parsial konsentrasi. Dengan konsentrasi pertama berfokus untuk jalur Tonasa-Garongkong. Sehingga, akses barang lebih cepat.

“Barang dari Pangkep bisa jalur kereta lebih cepat,” ujarnya.

Andi Sudirman mengaku telah membuat SK Percepatan Akselerasi Pembangunan Kereta Api Makassar-Parepare. “Didalamnya ada Bapak Pangdam dan Kapolda. Semua koridor penanggung jawabnya, ada Pak Bupati/Wali Kota. Kita terus dorong, karena ini untuk kepentingan orang banyak,” jelasnya.

Dalam infrastruktur, Pemprov Sulsel telah membuka wilayah terisolir di ruas jalan Parigi-Bungoro yang menghubungkan tiga kabupaten. Yakni Kabupaten Pangkep, Barru dan Bone. “Harapannya adalah, mobil angkutan barang dan jasa dari Barru atau Pangkep ke wilayah timur, maka tidak perlu lewat Camba lagi,” terangnya.

Ia pun terus mendorong pemerataan pembangunan di seluruh daerah di Sulsel. “Dengan sinergitas dan kerjasama (Pemprov, Pemkab, DPRD), maka akan mudah. Pemerataan berkeadilan itu penting, dan melihat jalan itu strategis untuk masyarakat banyak, dan berskala prioritas,” jelasnya.

“Sudah sekitar Rp 100 miliar kita gelontorkan dari Provinsi untuk Kabupaten Pangkep. Dengan begini, sinergi kabupaten dan provinsi kelihatan,” imbuhnya.

“Saya mau membangun untuk kebutuhan masyarakat. Pangkep bantu kami untuk melihat yang betul-betul terpakai dan dibutuhkan masyarakat,” sambungnya.

Atas arahan Presiden Joko Widodo, kata dia, untuk program PEN difokuskan untuk padat karya, kemiskinan, stunting, UMKM. Ia pun mendorong Pemkab Pangkep mendorong vaksinasi Covid-19, khususnya bagi guru. Apalagi Makassar sudah mulai uji coba pembelajaran tatap muka terbatas.

“Kami sudah mengeluarkan surat edaran terkait Salat Tarawih, silahkan. Tapi tetap syaratnya protokol kesehatan, membatasi (50 persen jemaah di masjid). Alhamdulillah, kita sudah rindu salat tarawih, tetap protokol kesehatan, untuk buka puasa bersama di rumah saja. Dengan begini, kita bisa beribadah dengan baik,” tuturnya.

Sementara, Bupati Pangkep, Muh Yusran Lalogau, menyampaikan, tantangan saat ini dan kedepannya, diantaranya permasalahan Covid-19, pasar bebas, permasalahan lingkungan dan lainnya.

“Mari jadikan Hari Jadi Kabupaten Pangkep ini sebagai momentum bersama-sama, berkolaborasi, bersinergi dalam meningkatkan produktivitas berbagai produk unggulan desa, kelurahan, di bidang pertanian, pariwisata dan lainnya,” imbaunya.

Pemkab Pangkep, kata dia, terus mendorong bantuan khususnya untuk keagamaan. Serta memberikan perhatian pemerintah terhadap tenaga pendidik dan kesehatan, dalam memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat Kabupaten Pangkep.

“Kami optimistis tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Dengan gotong royong, bahu membahu untuk mencapai tujuan. Bulatkan tekad dan niatkan agar Kabupaten Pangkep bisa lebih baik,” pungkasnya.

Di kesempatan itu, Plt Gubernur Sulsel meresmikan pembangunan tahun 2020. Diantaranya Masjid Sahabat Rasul, peresmian Pusat Informasi Geopark Maros-Pangkep, peluncuran inovasi Laskar Desa Hebat, Layanan Smart Kependudukan dan Administrasi Desa Mattiro Matae, Kecamatan Liukang Tupabbiring. (*)

0 54

Parepare, humas.sulselprov.go.id – Anak-anak yang tergabung dalam Majelis Anak Saleh di Kota Parepare sangat antusias mengikuti pembekalan menyambut bulan suci Ramadhan yang digelar oleh Andalan Mengaji. Kegiatan yang berlangsung di Balai Ainun Habibie Parepare, Rabu, 7 April 2021 ini mengangkat tema “Ramadhan Siap, Gizi Terpenuhi, Badan Sehat”.

Mengingat masih dalam kondisi pandemi, tentunya pelaksanaan kegiatan ini tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat bagi para peserta dan tetamu yang hadir, serta membatasi peserta yang hadir.

Hadirnya Andalan Mengaji ini atas inisiasi Plt Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, beserta Plt Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina. Dengan melakukan kegiatan-kegiatan sosial dan kajian-kajian Islam.

Dalam sambutannya, Plt Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulsel, Naoemi Octarina, menyampaikan, kegiatan ini diharapkan menjadi bekal bagi anak-anak yang akan menjalani puasa, khususnya di Parepare. Mengingat bulan suci Ramadhan tinggal menghitung hari di Bulan April ini.

“Kami berharap dengan pembekalan menyambut bulan suci Ramadan, bagaimana para orang tua mengajarkan kepada anak-anaknya untuk bisa lebih produktif mengisi waktu Ramadhan dengan hal-hal yang bermanfaat dan dapat memperhatikan keperluan gizi anak-anak, sehingga anak-anak bisa melaksanakan puasa dengan keadaan sehat, khususnya dalam kondisi pandemi saat ini,” ungkapnya.

Ia juga berbagi sedikit pemahaman secara sederhana tentang makna puasa, keutamaan Ramadhan, keutamaan puasa, rukun puasa, serta Sunnah-Sunnah puasa, sehingga mudah dipahami anak-anak.

“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi bekal kita sebelum memasuki bulan Ramadhan. Untuk itu, marilah kita sambut bulan Ramadhan ini dengan hati yang ikhlas dan rasa gembira. Jadikan bulan Ramadhan tahun ini sebagai bulan panen amal kebajikan untuk bekal hidup di akhirat kelak,” jelasnya.

“Salah satu keutamaan dalam bulan Ramadhan, doa-doa akan mudah dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Maka dengan itu, mari kita perbanyak berdoa dan meminta yang baik-baik kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” pintanya.

Naoemi Octarina pun menghanturkan terima kasih atas dukungan penyelenggaraan ini dari Ketua Tim Penggerak PKK Kota Parepare.

Dilanjutkan materi kedua dari Ketua Divisi Neonatologi RS Wahidin Sudirohusodo Makassar, dr. Ema Alasiry dengan membahas “Puasa pada Anak”. Ema pun menyampaikan pentingnya memberikan makanan yang bergizi pada anak. Terlebih saat berpuasa dengan menu empat sehat lima sempurna, misalnya bisa dengan memberikan susu, telur, ikan, sayur-sayuran, buah-buahan yang banyak mengandung air dan jagung/nasi. Tidak lupa juga Ema menjelaskan tentang makanan serta minuman yang sebaiknya dihindari pada saat puasa.

Andalan Mengaji pun turut membagikan bingkisan kepada anak-anak berupa Jurnal Ramadhan, buku dzikir serta cemilan. Bahkan para orang tua atau pendamping pun turut antusias bertanya terkait bulan Ramadhan, khususnya bagi anak-anak. (*)

0 13
Makassar, humas.sulselprov.go.id - Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, menerima kunjungan silaturahmi Wakil Ketua MPR RI, Syarief Hasan, di Rumah Jabatan...