Tags Posts tagged with "Naoemi Octarina"

Naoemi Octarina

0 73

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Plt Ketua TP PKK Sulsel yang juga Ketua Dekranasda Sulsel, Naoemi Octarina, menerima kunjungan silaturahmi istri Menteri Pemuda Olahraga Zainuddin Amali, Nadiah Alhamid, dan Istri Bupati Wajo Amran Mahmud, Siti Maryam, di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Minggu malam, 12 September 2021.

Kunjungan Nadiah di Sulsel untuk menghadiri program Vaksinasi untuk Negeri DWP Kemenpora di beberapa persantren di Makassar. Sedangkan Siti Maryam melaporkan terkait kegiatan Pemkab Wajo dalam pameran produk keunggulan sutra di Mall Pipo Makassar. Keduanya disambut dalam perjamuan makan malam.

“Alhamdulillah Ibu Menpora datang ke sini, jadwalnya untuk mengunjungi kegiatan vaksinasi di pesantren. Juga meninjau beberapa sekolah yang belum divaksin dan Insyaallah akan dibantu untuk vaksin ini,” kata Naoemi Octarina.

Pada pertemuan dengan dialog santai ini, Naoemi selaku tuan rumah menyajikan menu tradisional seperti kue Barongko, kue dengan bahan dasar pisang yang dihaluskan.

“Beliau berkunjung, kita ngobrol santai saja. Tadi dapat info kalau ada program di Sulsel terkait bagaimana meningkatkan kreativitas para pemuda dan pemudi, ada program dari Kemenpora bisa kita kolaborasikan,” sebutnya.

Sedangkan, Siti Maryam yang merupakan Ketua TP PKK Wajo, menjelaskan, Pemkab Wajo hadir dengan pameran sutra Archipelago, di Phinisi Point Mall dari 3 – 12 September 2021.

“Kami sangat berharap setelah adanya kegiatan pertama kali setelah pandemi membuat kita sudah bisa mengembalikan kepercayaan diri dari UKM kita,” harapnya.

Pameran ini dilakukan selain untuk mengembalikan kepercayaan UKM yang terdampak pandemi Covid-19 juga sebagai bentuk upaya pemulihan ekonomi.

“Kedatangan kami juga mendapatkan kepercayaan mendampingi Ibu Gubernur menerima Ibu Menteri Pemuda dan Olahraga. Mudah-mudahan ini juga membantu kita menyambung tali silaturahim. Karena kita juga ketahui banyak juga ibu-ibu yang terlibat dalam usaha kecil, pemudi-pemudi kita yang punya talenta perlu mendapatkan perhatian khusus,” ucapnya. (*)

0 69

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina ST, mendampingi Penasehat Dharma Wanita Kementrian Pemuda dan Olahraga, Nadiah Zainuddin Amali, saat menghadiri

Vaksinasi Untuk Negeri, Vaksin untuk Tenaga Pendidik, Pemuda, Santri/Pelajar dan Mahasiswa, di Pondok Pesantren An-Nahdlah Makassar, Senin, 13 September 2021. Turut hadir Kapolda Sulsel, Irjen Pol Dr H Merdisyam MSi.

Pimpinan Pondok Pesantren An-Nahdlah, Dr KH Afifuddin Harisah MA, menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada semua pihak yang membantu pelaksanaan kegiatan vaksinasi ini. Khususnya kepada Penasehat Dharma Wanita Kementrian Pemuda dan Olahraga, Kapolda Sulsel, dan Pelaksana Tugas Ketua TP PKK Sulsel.

Ia mengungkapkan, vaksinasi akan dilaksanakan kepada 1.200 orang, dengan melibatkan tiga pesantren. Masing-masing Pesantren An-Nahdlah, Pesantren As’adiyah, dan Pesantren Faqihul Ilmi.

“Pondok pesantren An-Nahdlah ini sudah berusia 36 tahun. Dan kehadiran pesantren ini mengubah 360 derajat kondisi sosial masyarakat di sekitar pesantren,” kata KH Afifuddin.

Dalam kesempatan itu, ia juga melaporkan, santri-santri Pesantren An-Nahdlah berprestasi dalam bidang olahraga. Antara lain, juara tenis meja, juara silat, karate, dan futsal tingkat Provinsi Sulsel.

Sementara, Kapolda Sulsel, Irjen Pol Dr H Merdisyam MSi, mengatakan, vaksinasi di Sulsel saat ini masih kurang dari 30 persen. Dan secara keseluruhan, target Sulsel cukup besar yakni 7 juta lebih.

“Tapi kalau dilihat dari jumlah vaksin yang diterima, sudah 70 persen. Semua tergantung dari jumlah vaksin yang diterima. Dan kita jemput bola, seperti yang dilakukan pondok pesantren ini. Kita juga sudah sampaikan ke ormas dan kampus-kampus, bahwa kita menawarkan agar mereka melaksanakan. Karena dengan sistem berbasis komunitas, vaksinasi bisa lebih cepat dilakukan,” terangnya.

Kapolda juga mengajak semua pihak untuk ikut serta menangkal banyaknya berita hoax mengenai vaksin ini di masyarakat. Ia menjamin, vaksin ini aman dan halal.

Dalam kesempatan tersebut, Pelaksana Tugas Ketua TP PKK Sulsel, Naoemi Octarina, mengatakan, vaksinasi untuk negeri ini untuk melindungi generasi masa depan, sekaligus persiapan pelaksanaan belajar tatap muka. Ia mengapresiasi kehadiran Nadiah Zainuddin Amali, atas atensinya terhadap pelaksanaan vaksinasi di Sulsel.

“Kegiatan vaksinasi ini butuh sinergi antara organisasi, komunitas, pemerintah pusat, provinsi, dan masyarakat. Kami dari PKK juga sangat mendukung kegiatan vaksinasi untuk masyarakat,”

Pemprov Sulsel, kata Naoemi, juga memiliki mobile vaccinator yang berkeliling ke kabupaten kota untuk pelaksanaan vaksinasi. PKK juga baru-baru ini mengdakan vaksinasi khusus perempuan, karena banyak perempuan saat vaksin tidak mau keliatan auratnya.

“Vaksinasi khusus perempuan ini kami bersinergi dengan Dharma Wanita dan Dekranasda, dan ada sponsorship dari PLN dan Kalbe Farma,” imbuhnya.

Untuk vaksinasi pelajar, lanjutnya, capaiannya baru 5 persen. Iapun meminta sinergi dari pendidik untuk memberikan informasi agar dilakukan percepatan. “Bagi yang sudah divaksin, bukan berarti bebas Covid, tetap lakukan protokol kesehatan, dan memberikan edukasi kepada orang-orang di sekeliling kita yang belum vaksin karena termakan berita hoax,” pesan Naoemi.

Penasehat Dharma Wanita Kementrian Pemuda dan Olahraga, Nadiah Zainuddin Amali, saat membuka acara vaksinasi tersebut, mengatakan, program ini untuk mendukung pemerintah dalam percepatan vaksinasi untuk persiapan belajar tatap muka. Pihaknya mengapresiasi pesantren ini atas semangatnya melaksanakan vaksinasi untuk 1.200 peserta.

“Atas partisipasi semua pihak, kami sampaikan terima kasih. Adik-adik yang akan divaksin, tetap jaga protokol kesehatan,” kata Nadiah.

Dalam kunjungannya tersebut, ia juga menyerahkan bantuan fasilitas olahraga dari Kementrian Pemuda dan Olahraga. Ia juga mengunjungi Pesantren Ulul Albab untuk meninjau persiapan pelaksanaan 1.000 vaksinasi di lokasi tersebut, sekaligus juga menyerahkan bantuan fasilitas olahraga. (*)

0 83

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Plt Ketua TP PKK Sulsel, Naoemi Octarina, meresmikan pembukaan UMKM Galery Jala Nirvana D’daun Korcab VI Daerah Jalasenastri Armada II di Kompleks Mess Nala, Jalan Dr Ratulangi 59 Makassar, Rabu, 8 Septmber 2021. Galeri ini menyediakan berbagai macam bahan dan pakaian ecoprint, sepatu, tas dan travel bag unik, asesori souvenir, makanan ringan dan kerajinan UMKM.

Ecoprint yang merupakan proses mencetak dengan menggunakan bahan yang terdapat di alam sekitar seperti aneka dedaunan yang menghasilkan warna-warni yang dituangkan di atas kain dengan serat alami seperti katun, sutera dan kanvas.

Naoemi mengapresiasi hadirnya UMKM yang diinisiasi oleh Ketua Korcab VI Daerah Jalasenastri Armada (DJA) II Erna Benny Sukandari di masa pendemi sebagai bentuk memberdayakan hasil kriya dan juga sebagai upaya pemulihan ekonomi.

“Apresiasi saya yang setinggi-tingginya kepada Ibu Erna dan jajaran yang telah membentuk UMKM ini, apalagi di masa pandemi ini. Kita tahu bahwa perekonomian perlu kita pulihkan kembali dan ini merupakan salah satu usaha kita, saling menguatkan komitmen bersama,” kata Naoemi.

“Jadi, bukan hanya tanggungjawab organisasi orang perorang, tetapi ini tanggung jawab kita bersama bagaimana saling menguatkan di masa pandemi ini,” lanjutnya.

Naoemi menuturkan, PKK dan Dekranasda Sulsel bekerja sama dengan Pemprov Sulsel melalui dinas terkait. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi membentuk pelatihan peningkatan produkvitas UKM, dan diharapkan Galery Jala Nirvana D’daun ini juga bisa dilibatkan sebagai bentuk untuk dapat dibantu semakin meningkatkan kualitas termasuk pemasarannya.

“Ini kesempatan emas bagi ibu-ibu bisa memasarkan hasil kreativitasnya. Banyak yang kreatif, masalah sekarang adalah pemasarannya. Bagaimana ini pemasaran bisa bagus, dan juga bagaimana dipasarkan secara online. Harus bisa didesain dengan bagus, foto shoot yang bagus. Juga terkait pengetahuan di teknologi ibu-ibu juga harus memiliki,” sebutnya.

Selain sebagai upaya peningkatan perekonomian, ia berharap agar UMKM yang ada bisa menghasilkan produk pada berbagai segmen, mulai dari kelas atas, menengah dan bawah. “Saya mau tekankan juga, bahwa bagaimana menghasilkan produk tidak hanya kalangan atas. Tetapi juga menengah dan bawah. Kalau tiga kategori ini kita kuasai, maka semuanya akan bisa membeli dan akan menuju ke sini,” ujarnya.

“Mari kita berbelanja di UKMK kita sendiri. Kami percaya keberadaan galeri ini akan membangkitkan kembali UKM-UKM kita terutama di masa pendemi ini,” tambahnya.

Pada kesempatan ini hadir juga Danlantamal VI Makassar, Laksamana Pertama TNI Dr. Benny Sukandari. Ia berharap, produk yang dihadirkan di galeri ini semakin banyak dan bervariasi, sehingga pemasaran dan konsumennya bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga sampai ke luar negeri. (*)

0 69

Gowa, humas.sulselprov.go.id – Kasus penganiayaan terhadap anak, AP (6 tahun), yang dilakukan oleh orangtua kandung beserta kakek, nenek, dan pamannya, di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, mengundang keprihatinan berbagai pihak. Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina, secara khusus menjenguk AP, yang sementara menjalani perawatan di RSUD Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa, Selasa, 7 September 2021.

Naoemi membawa beragam hadiah untuk AP. Mulai dari sepeda, boneka, hingga mainan. AP pun terlihat senang menerima hadiah dari isteri Andi Sudirman Sulaiman ini. Ia bahkan mencoba langsung sepeda yang diberikan.

Dalam kesempatan tersebut, Naoemi banyak berbincang dengan dokter, perawat, hingga pihak keluarga yang merawat AP. Termasuk Bayu, paman korban yang menyelamatkan dan membawa AP ke rumah sakit.

“Kita semua prihatin terhadap apa yang menimpa anak kita, AP. Selain kekerasan fisik, korban akan mengalami trauma berkepanjangan sehingga butuh perhatian khusus,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sengaja datang mengunjungi AP, sekaligus membawa hadiah dari Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Andalan Mengaji, juga PKK Sulsel. Dan berharap, apa yang diberikan bisa mengobati sedikit trauma yang dialami korban.

“Mungkin saja, AP ini hanya salah satu korban. Mungkin di luar sana, banyak anak-anak kita yang mengalami hal serupa, dan kita tidak tahu. Semoga ke depan, semua stakeholder bisa lebih memperketat pengawasan dan melindungi anak-anak kita,” pesan Naoemi.

Bunda PAUD Sulsel ini mengaku akan terus memantau perkembangan AP. Ia juga mengundang AP dan keluarga untuk berkunjung ke rumah jabatan Wakil Gubernur Sulsel.

Sebelumnya, Senin (6/9/2021), Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman pun telah menjenguk melihat kondisi AP di RSUD Syekh Yusuf Gowa. (*)

0 66

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Tim Penggerak PKK Sulsel bekerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulsel dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sulsel, melaksanakan vaksinasi khusus perempuan, Senin, 6 September 2021. Pelaksanaan vaksinasi ini diinisiasi oleh Pelaksana Tugas Ketua TP PKK Sulsel, Naoemi Octarina.

Kegiatan vaksinasi ini dilaksanakan di tiga lokasi berbeda. Antara lain, di Gedung Kartini PKK Jalan Mesjid Raya Makassar, Kantor Dekranasda Sulsel Jalan Jenderal Sudirman Makassar, dan Kantor DWP Sulsel Jalan Mappanyukki Makassar. Turut hadir, Ketua Pokja IV PKK Sulsel, dr Haeriyah Bohari Sp S.

Sekretaris IV TP PKK Sulsel, drg Aisyah Ahmad SKG PhD, mengatakan, vaksinasi khusus perempuan ini diinisiasi oleh Plt Ketua TP PKK Sulsel Naoemi Octarina, setelah melihat perjuangan para perempuan yang berdesakan mengantri dengan laki-laki, untuk mendapatkan vaksin.

“Ibu Naoemi juga mengamati ketidaknyamanan ini pada saat perempuan harus terbuka auratnya bila tidak ada sekat pada saat vaksin. Jadi beliau berharap, kaum perempuan ini difasilitasi untuk mendapatkan vaksinasi dengan nyaman,” kata drg Aisyah.

Selaku koordinator pelaksanaan vaksinasi, drg Aisyah melaporkan, tercatat 170 orang yang mendaftar untuk ikut vaksin di Gedung Kartini PKK. Namun, yang lolos screening dan divaksin hanya 161 orang. Sedangkan di Kantor Dekranasda Sulsel ada 142 orang, dan di Kantor DWP tercatat 250 orang yang mengikuti vaksinasi.

“Total, ada 553 kaum perempuan yang divaksin, termasuk didalamnya ada anak perempuan usia 12-17 tahun, perempuan usia 18 tahun ke atas, wanita hamil dan lansia,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga disupport oleh PLN yang memberikan goodie bags kepada 100 pendaftar pertama. Kemudian dari Kalbe Farma, juga ada 20 goodie bags yang diberikan untuk lansia dan ibu hamil.

“Kami juga bagikan Nutrisari untuk semua peserta vaksin,” imbuhnya. (*)

0 101

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terus menggenjot pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Hal itu sejalan dengan program Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, dalam upaya Sulsel Kebut Vaksinasi. Kali ini, sasarannya adalah ibu hamil.

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil ini mulai dilakukan di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Ibu dan Anak Fatimah, Jalan Gunung Merapi, Makassar, Jum’at, 27 Agustus 2021. Pencanangan vaksinasi kali ini dihadiri Plt Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina.

Dirinya meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil, dengan sasaran 100 orang. Pembatasan ini juga guna menjaga agar pelaksanaan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Direktur RSKD IA Fatimah, Kusrini A Pasinringi, menyampaikan, vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil ini akan menjadi agenda rutin di rumah sakit, yang dibawah naungan Pemprov Sulsel, dengan sasaran 100 ibu hamil.

Bahkan, RSKD IA Fatimah memberikan pelayanan tambahan bagi ibu hamil yang telah menjalani vaksin. Dimana bisa melakukan pemeriksaan kesehatan dan USG secara gratis.

“Alhamdulillah, hari ini di RSKD IA Fatimah pertama kali dilaksanakan vaksinasi bagi ibu hamil. Kita juga ada program pelayanan pemeriksaan ibu hamil Antenatal Care (ANC) bagi ibu hamil secara gratis. Sudah berjalan sekitar dua bulan di rumah sakit ini, untuk pemeriksaan kesehatan (gratis) bagi ibu hamil berupa pemeriksaan USG dan pemeriksaan kandungan yang diperiksa oleh dokter-dokter kami,” ungkap Kusrini.

Dirinya berharap, tingginya tingkat keinginan ibu hamil untuk melaksanakan vaksinasi Covid-19. Dimana hal ini bukan hanya berdampak pada ibu hamil, namun juga bagi calon bayi dalam kandungan, dalam membangun herd immunity.

“Sesuai dengan harapan Bapak Plt Gubernur, semoga cakupan imunisasi di kabupaten/kota di Sulawesi Selatan semakin meningkat untuk mencapai herd immunity bagi seluruh masyarakat, terkhusus bagi ibu hamil. Di mana ibu hamil juga termasuk kelompok rentan atau resiko tinggi bilamana terpapar Covid-19,” jelasnya. (*)

0 129

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Plt Ketua Tim Penggerak PKK Sulawesi Selatan (Sulsel), Naoemi Octarina, melakukan peninjauan pelayanan vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil di RSKD IA Fatimah, Jalan Gunung Merapi, Makassar, Jum’at, 27 Agustus 2021. Dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, pelaksanaan vaksinasi diserbu oleh ibu-ibu hamil di RS dibawah naungan Pemprov Sulsel itu. Bahkan setelah mendapatkan vaksin, ibu hamil pun mendapatkan pelayanan tambahan, berupa pemeriksaan USG gratis bahkan mendapat hadiah berupa bingkisan.

Naoemi memantau proses pelayanan vaksinasi ini. Mulai dari pendaftaran, cek kesehatan, skrining hingga disuntik vaksin. Ia mengaku senang atas tingginya antusias dan kesadaran masyarakat, khususnya ibu hamil dalam melaksanakan vaksinasi Covid-19.

“Alhamdulillah, pelaksanaan vaksinasi bagi ibu hamil di RSKD IA Fatimah bisa terlaksana dengan baik. Protokol kesehatan tetap dilaksanakan, screening dilakukan secara ketat, sehingga InsyaAllah efek kedepannya setelah vaksin tidak akan terjadi,” ujar Naoemi.

Dirinya mengingatkan masyarakat untuk tidak terpengaruh atas informasi-informasi yang belum jelas kebenarannya. Serta mendorong masyarakat untuk ikut aktif mengikuti vaksin.

“Mari kita bersama-sama untuk melakukan kebut vaksinasi, guna membangun herd immunity (kekebalan kelompok). Bagi ibu hamil yang telah vaksin, bisa sosialisasikan kepada keluarga dan teman serta di sekitar, jangan takut divaksin,” pintanya.

“Alhamdulillah fasilitas di Rumah Sakit Fatimah sudah bagus untuk ibu hamil. Insya Allah terus ditingkatkan,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang ibu yang tengah mengandung 5 bulan bernama Resty mengaku antusias ikut vaksinasi. “Saya dapat informasi dari Puskesmas ada vaksin bagi ibu hamil. Jadi saya ke sini, apalagi ada USG gratis setelah kami vaksin,” katanya.

Ibu hamil lainnya bernama Mila Rahmayanti merasa senang telah melakukan vaksinasi Covid-19.

“Alhamdulillah rasanya (efek setelah vaksin) tidak ada apa-apa. Ini sangat bermanfaat bagi ibu hamil. Dan saya harapkan bagi ibu hamil yang di luar sana, ayo kita vaksin demi kesehatan kita bersama,” ungkapnya.

Di kesempatan itu pula, Naoemi meresmikan kegiatan donor darah, sebagai stok bank darah di RSKD IA Fatimah. Bahkan Naoemi pun turut bertemu dengan tiga keluarga yang baru saja melahirkan, serta memberikan bingkisan dan ucapan selamat. (*)

0 102

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Bunda PAUD Sulawesi Selatan (Sulsel), Naoemi Octarina, mengukuhkan 24 Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten/Kota, di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Selasa, 24 Agustus 2021. Pengukuhan ini dirangkaikan dengan Koordinasi dan Advokasi Kabupaten/Kota se Sulsel Tahun 2021.

“Saya Bunda PAUD Sulawesi Selatan mengukuhkan Bunda PAUD Kabupaten/Kota, semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala meridhoi, sehingga dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab serta dedikasi sebagai Bunda PAUD di Kabupaten/Kota masing-masing,” ujar Naoemi, saat mengukuhkan para Bunda PAUD dengan protokol kesehatan yang ketat.

Naoemi pun membimbing para Bunda PAUD Kabupaten/Kota se Sulsel dalam membacakan ikrar Bunda PAUD.

“Kami Bunda PAUD dengan ini berikrar : 1. Siap dan bersedia membangun, membina, dan memajukan layanan PAUD berkualitas untuk mewujudkan generasi emas Indonesia; 2. Bertekad dan bersungguh-sungguh mewujudkan Indonesia menjadi rumah ramah anak bagi Anak Usia Dini; 3. Tulus dan ikhlas mengemban amanah tugas Bunda PAUD dengan sebaik-baiknya,” tuturnya, yang dilanjutkan pemasangan selempang dan penyematan pin secara simbolis kepada beberapa perwakilan Bunda PAUD.

Dalam sambutannya, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengakui, para Bunda PAUD ini merupakan orang-orang hebat yang senantiasa mendampingi para Bupati/Wali Kota. Olehnya itu, dukungan para Bunda PAUD juga berpengaruh untuk berperan bagi masyarakat.

Ia mendorong para Bunda PAUD yang juga sebagai Ketua PKK untuk ikut mengedukasi masyarakat tentang protokol kesehatan. Serta mengingatkan masyarakat untuk segera memeriksakan diri jika mengalami gejala ringan Covid-19.

Andi Sudirman pun mengarahkan agar mengecek serta memberi pendampingan bantuan kepada anak-anak yatim atau yatim piatu yang orang tuanya meninggal akibat terpapar Covid-19.

“Kita ingin anak-anak membentuk kepribadian yang memiliki karakter akhlak, pembentukan karakter kejujuran, memiliki kearifan lokal budaya sipakatau sipakalebbi sipakainge, serta memiliki integritas. Bagaimana melahirkan generasi yang memiliki moral kepemimpinan,” ungkapnya.

Plt Gubernur Sulsel juga mengingatkan untuk terus menekan angka stunting dan gizi buruk.

“Kami mengapresiasi dan berterima kasih atas dukungan dan bantuan dari ibu-ibu di kabupaten/kota dalam menekan angka stunting. Mari kita bergotong royong, bersatu dengan budaya sipakatau sipakalebbi sipakainge untuk mengabdi. Bantu kami mendorong generasi yang berkualitas untuk Indonesia,” pungkasnya. (*)

0 50

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulawesi Selatan (Sulsel) turut menjadi pendamping pada Pameran Online Rumah Kriya Asri Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas, Mandalika, Borobudur, Labuan Bajo, Danau Toba, dan Likupang. Dimana, Dekranasda Sulsel menjadi pendamping khusus untuk Mandalika.

Pelaksana Tugas Ketua Dekranasda Sulsel, Naoemi Octarina, turut memperkenalkan hasil kerajinan yang diproduksi para pengrajin Sulsel, pada pameran online yang diselenggarakan Dekranas tersebut. Pada tayangan Instagram Live Kreasi Kriya yang ditayangkan melalui akun dekranas.id, Naoemi menjelaskan mengenai berbagai motif tenun.

“Untuk motif, kita punya bermacam-macam. Khusus Tenun Toraja saja, ada beberapa jenis,” kata Naoemi, pada Live Instagram ” Kreasi Kriya” yang dipandu Dina Ikhsan, Anggota Bidang Promosi dan Humas Dekranas, Jumat, 20 Agustus 2021.

Naoemi mencontohkan, motif Sarita, seperti yang dikenakan Dina Ikhsan. Jenis motifnya adalah tau-tau. Bagi Suku Toraja, motif tersebut sangat sakral, dan biasa juga disebut dengan kain doa. Adapula Sarita, dengan motif tongkonan.

“Untuk kain tenun jenis Sarita ini, harganya berkisar Rp 700 ribu,” ungkapnya.

Selain Sarita, lanjut Naoemi, ada juga tenun Paramba, Pamiring, dan Paruki. Semuanya berasal dari Toraja. Selain untuk pakaian, biasa digunakan untuk membuat kerajinan berupa dompet, tas, bahkan sepatu.

“Untuk dompet, harganya antara Rp 75 ribu hingga Rp 300 ribu. Kalau dompet, terbuat dari tenun Paramba. Banyak warna biasanya, dan tidak mempunyai warna dasar. Sedangkan tenun Pamiring ini, kainnya dipakai untuk acara adat atau acara resmi,” jelasnya.

Dalam obrolan dengan Dina Ikhsan tersebut, Naoemi juga mengungkap berbagai persoalan yang dihadapi para pengrajin selama pandemi Covid-19. Mulai dari masalah pemasaran, biaya operasional, hingga modal. Namun, ia mengakui, para pengrajin sangat terbantu dengan adanya toko online.

“Dengan adanya toko online, para pengrajin sangat antusias untuk berkreasi. Kami harap, ada bantuan dari Dekranas, untuk para pengrajin potensial,” tuturnya.

Untuk menggenjot pemasaran, isteri Andi Sudirman Sulaiman ini mengungkapkan pentingnya melibatkan kaum milenial dalam memasarkan produk-produk kerajinan. Pihaknya juga telah bekerjasama dengan dinas terkait, agar para pengrajin mendapatkan bantuan pendampingan, sehingga produk yang dihasilkan memiliki daya saing.

“Ada pendampingan dari tenaga ahli desainer. Misalnya untuk produk sutera, didampingi tenaga ahli untuk menghasilkan pewarna alam dan sintesis. Ada juga pendampingan untuk pengrajin anyaman,” bebernya.

Begitupun dengan ecoprint, berbahan sutera. Dekranasda berkolaborasi dengan PKK Sulsel, untuk membuat pelatihan. Naoemi berharap, Dekranasda bisa menjadi induk dari para pengrajin. Sehingga, kerajinan yang dihasilkan berkualitas, modelnya kekinian, dan memiliki daya saing.

“Penggunaan teknologi juga sangat penting. Selain bantuan modal dan pendampingan tentunya,” kata Naoemi.

Sekedar informasi, hasil kerajinan Sulsel ini dipasarkan di beberapa toko online. Antara lain, Ladara, Tokopedia, dan pameran online Kriya Asri. (*)

0 58

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina, tak henti-hentinya mengingatkan masyarakat akan pentingnya dokumen kependudukan, untuk mengakses layanan publik. Mulai dari Akta Kelahiran, Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan Kartu Keluarga (KK).

Hal tersebut disampaikan Naoemi saat membuka Sosialisasi Pentingnya Kepemilikan Akta Kelahiran untuk Keluarga Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (KISAK) Provinsi Sulsel, yang dilaksanakan secara virtual, Jumat, 13 Agustus 2021. Sosialisasi ini dilaksanakan Tim Penggerak PKK Sulsel bekerjasama dengan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sulsel, Sultra, dan Sulbar, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Sulsel.

“Masyarakat harus terus diingatkan akan pentingnya administrasi kependudukan. Karena itu, semua harus turun tangan melakukan sosialisasi, termasuk organisasi-organisasi sosial lainnya,” ujarnya.

Menurut Naoemi, PKK sebagai mitra pemerintah memiliki kader hingga ke tingkat desa dan kelurahan, yang bisa membantu dalam mengedukasi masyarakat. Mengubah pola pikir masyarakat, sehingga mendorong terciptanya kesadaran masyarakat tentang pentingnya administrasi kependudukan.

“Melalui sosialisasi ini, saya pribadi dan PKK, dari PLN dan pemerintah, mengajak semua kader mulai dari dasawisma, ketua organisasi yang ada di Sulsel, RT RW, dusun, desa, kecamatan, kabupaten dan provinsi, untuk terus berkontribusi aktif mendorong kader PKK dan ibu-ibu lainnya untuk mengedukasi dan mensosialisasikan, membantu masyarakat agar tertib administrasi kependudukan,” ujar istri Andi Sudirman Sulaiman ini.

Ia berharap, ke depannya, pengurusan administrasi kependudukan sudah bisa dilakukan melalui handphone. Sehingga, tidak ada lagi masalah yang dihadapi dalam mengurus administrasi kependudukan.

“Bagaimana kedepannya untuk pengurusan administrasi, bisa dalam genggaman. Selama ini, masyarakat mungkin banyak kendala yang dihadapi, dan kesulitan dalam mengurus administrasi kependudukan,” harapnya.

Naoemi menambahkan, sangat perlu dilakukan monitoring dan evaluasi mengenai administrasi kependudukan. Sehingga, bisa diketahui apa saja persoalan di masyarakat yang menjadi penghambat pengurusan administrasi kependudukan dan seperti apa solusinya. (*)