Tags Posts tagged with "PKK Sulsel"

PKK Sulsel

0 65
  • Ajak Kader Berkontribusi Berdayakan Masyarakat

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Naoemi Octarina, menyatakan kegembiraannya atas prestasi Tim Penggerak PKK Kota Makassar dan Kabupaten Enrekang pada tingkat nasional.

Hal itu atas prestasi pada Lomba Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan dan Lomba Kegiatan PKK Tahun 2020, yang diumumkan saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IX PKK Tahun 2021.

Dalam Rakernas itu, Wakil Ketua TP PKK Sulsel, Naoemi Octarina mengikuti secara virtual dari Rujab Wagub Sulsel.

Adapun prestasi yang diraih, sebagai pelaksana terbaik tertib administrasi PKK kategori Kota, yakni Kelurahan Laikang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar berada pada posisi kedua. Dan sebagai pelaksana terbaik Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) dengan penuh cinta dan kasih sayang kategori Kabupaten, Desa Karueng, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, yang turut berada di posisi kedua.

Naoemi Octarina berharap, para jajaran Tim Penggerak PKK Sulsel bisa terus berinovasi untuk berkontribusi positif dan aktif untuk memberdayakan masyarakat.

“Alhamdulillah, apresiasi kami dan ucapan selamat atas raihan prestasi tingkat Nasional yang diberikan kepada Tim Penggerak PKK Kota Makassar dan Tim Penggerak PKK kabupaten Enrekang,” ujarnya, Jum’at, 12 Maret 2021.

Istri dari Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman ini pun mengapresiasi kinerja seluruh kader PKK, khususnya di tingkat dasa wisma. Ia juga mengajak kader PKK untuk terus mendukung pemerintah dalam menyukseskan program untuk masyarakat luas.

“Kami mohon para kader PKK untuk terus semangat dan berkontribusi aktif dan positif untuk masyarakat, khususnya Sulawesi Selatan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Rakernas ini berlangsung selama empat hari, yakni tanggal 8, 9, 10, dan 16 Maret 2021. Dengan tema “Sinergitas dan Kemitraan Menjadi Kunci Dalam Mewujudkan Keluarga Berdaya dan Sejahtera”. Rakernas dirangkaikan dengan Hari Kesatuan Gerak PKK ke 49 yang jatuh pada 4 Maret 2021. Rakernas IX TP PKK ini diikuti oleh para pengurus TP PKK Pusat dan TP PKK Provinsi. (*)

0 44

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Sulawesi Selatan (Sulsel) turut menyambangi pengungsi korban banjir di Kota Makassar, Kamis, 11 Maret 2021.

Untuk diketahui, intensitas hujan yang tinggi pada Rabu, 10 Maret 2021 kemarin, membuat beberapa titik mengalami banjir di Sulsel, salah satunya di Makassar. Warga pun harus mengungsi akibat genangan air yang tinggi.

Kondisi itu membuat Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulsel, Naoemi Octarina berkoordinasi dengan Pemprov Sulsel melalui Dinas Sosial terkait bantuan logistik untuk korban pengungsian.

Beberapa kader PKK Sulsel dibantu tim Dinas Sosial Sulsel dan tim Andalan Mengaji menyalurkan bantuan di beberapa titik pengungsian. Menuju ke titik lokasi pengungsian, melewati genangan air, karena beberapa wilayah belum sepenuhnya surut.

Titik pertama mengunjungi pengungsian di Masjid Ar-Rahman. Pengungsi berasal dari lingkungan setempat di permukiman Kodam 3, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya. Di sana sebanyak 42 KK atau berjumlah 180 jiwa pengungsi.

Perjalanan PKK Sulsel berlanjut di Masjid AL-Muttaqin, Jalan Ujung Bori, Manggala, Kecamatan Manggala. Di pengungsian ini terdapat 80 KK yang sedang mengungsi.

Masyarakat yang masih mengungsi di sana pun tampak senang atas kehadiran dan bantuan yang dibawa oleh Tim Penggerak PKK Sulsel. Bahkan menitipkan salam dan doa untuk Wakil Ketua PKK Sulsel, Naoemi Octarina dan Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.

“Terima kasih ibu atas bantuannya. Tentu ini sangat bermanfaat untuk saat ini bagi kami,” kata seorang pengungsi.

Adapun bantuan yang diberikan berupa terpal, bahan makanan, serta masker. Andalan Mengaji turut menyalurkan bantuan mukenah untuk ibu-ibu pengungsi di dua lokasi itu. Bahkan Dinsos Sulsel menyiapkan dapur umum, di Antang dan Paccerakkang.

Sementara itu, Amelia mewakili TP PKK Sulsel menyampaikan, atas arahan Wakil Ketua TP PKK Sulsel, pihaknya turun ke sejumlah lokasi pengungsian.

“Alhamdulillah, hari ini atas arahan Ibu Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, kita meninjau beberapa lokasi pengungsi. Bersama Dinas Sosial kami menyalurkan bantuan, serta melihat langsung kondisi warga. Kami berharap para korban pengungsi terus bersabar dan mendapatkan hikmah baik dibalik musibah banjir ini,” ucapnya. (*)

0 55

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Lies F Nurdin menyampaikan tantangan Pandemi Covid-19 justru mengeratkan peran PKK kepada masyarakat. Hal ini ia sampaikan pada Webinar Peran Edukasi dalam Penanggulangan pandemic covid 19. Senin, 8 Februari 2021.

Lies menyebutkan, selama periode Pandemi, PKK bersama Pemprov Sulsel dan lembaga non-pemerintahan yang terlibat mampu bergerak secara massif dan terstruktur dalam mendukung program – program strategis di Sulsel. Utamanya berkaitan dengan upaya pemutusan rantai penularan virus di masyarakat dan pemulihan ekonomi di masa Pandemi.

“Tahun 2020 di masa Pandemi, peran PKK nyata dalam menggerakkan masyarakat. Pada 24 Kab/Kota, 307 Kecamatan dan 3.047 Desa Kelurahan, upaya ini banyak memberi andil dalam berbagai upaya pemutusan rantai covid 19 sekaligus pemulihan ekonomi,” sebutnya.

Pada kesempatan ini, Lies juga menyebutkan beberapa capaian program dan strategi PKK Sulsel di tahun 2021. Program tersebut di antaranya menghadirkan perpustakaan ibu dan anak yang telah fungsional di awal tahun, pembangunan koperasi wanita sejahtera Masagena, pembangunan rumah sehat berbasis kearifan lokal di GOR Sudiang, dan penyusunan buku khasanah kuliner dan kerajinan Sulawesi Selatan.

“Untuk Menjalankan program ini ke depan sangat diharapkan kerjasama Ketua TP PKK se-Sulawesi Selatan. Dalam menjalankan tim penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan harus bersinergi dan berkalaborasi dengan Tim penggerak PKK Kabupaten/Kota se Sulawesi Selatan,” harap Lies F Nurdin.

Lies melanjutkan, untuk memaksimalkan program kegiatan di seluruh daerah, TP PKK Provinsi akan melakukan penguatan bersama PKK Kabupaten/Kota.

“Untuk itu dipandang perlu melakukan penguatan kepada Tim penggerak PKK kabupaten/Kota se Sulawesi Selatan untuk memberikan stimulant kepada Tim Pengerak PKK Kabupaten/Kota,” ujarnya.

Pada webinar yang digelar bersama IDI ini, Lies juga melaksanakan diskusi perihal perihal fakta seputar virus hingga bagaimana cara kerja vaksin Covid-19 bersama spesialis paru dr. Arief Santoso.

“Memasuki Tahun 2021, dalam ‘era new normal’ mari kita tetap menjalankan peran, utamanya dalam sosialisasi pemutusan rantai covid-19, pemberdayaan masyarakan dan Pemulihan ekonomi.” ujarnya.

“Dalam menjalani kegiatan tersebut di tengah wabah covid-19 yang bervariasi dan masih tinggi, sangat penting bagi kita mengetahui langkah – langkah dalam menghindari maupun mengatasinya. Semoga wawasan kita bertambah dan dan dapat kita teruskan kepada lingkungan masing – masing,” tutupnya. (*)

0 87
  • Sentuh Kebutuhan Masyarakat

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Di tengah pandemi yang melanda, Tim Penggerak PKK Sulawesi Selatan (Sulsel) menjadi salah satu kekuatan, dengan senantiasa hadir memberi dukungan kepada masyarakat. Melalui program kerja yang disusun, kelompok yang dimotori oleh Istri Gubernur Sulsel, Lies F Nurdin ini turun langsung melihat dan mendengar kondisi masyarakat, serta memberi respon yang dibutuhkan.

Kali ini, Dosen Ilmu Perikanan dan Kelautan Unhas ini kembali menyusun program kegiatan bersama empat Kelompok Kerja PKK yang menyentuh dan beririsan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Dalam rapat koordinasi yang digelar Kamis, 5 November 2020, Lies berujar, program kegiatan yang disusun berupaya meneruskan hal-hal yang telah dilakukan PKK dan memasukkan beberapa program baru sesuai kebutuhan masyarakat, khususnya bagi pemberdayaan perempuan dan anak.

“Program ini disesuaikan dengan 10 Program PKK yang mencakup seluruh aspek dalam mendukung kemandirian, pemberdayaan untuk mendukung kualitas kehidupan masyarakat, utamanya untuk kelompok perempuan dan anak,” tutur Lies.

Secara sederhana, program kerja yang disusun ole PKK Sulsel diupayakan mendukung kemandirian masyarakat, menghidupkan usaha kecil dan menengah masyarakat, dukungan pada industri lokal yang dikelola kelompok masyarakat di masing-masing daerah, penguatan kualitas dan ketahanan pangan masyarakat melalui pemanfaatan pekarangan, dukungan bagi tumbuh kembang anak, kebutuhan pendidikan anak serta upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan. Dalam satu tahun, ini tema besar yang berusaha dikerjakan dengan sepenuh hati oleh Lies F Nurdn.

“Akan ada program detail untuk meneruskan program yang telah kami buat sebelumnya, serta beberapa program yang kami kembangkan melihat kebutuhan masyarakat di seluruh daerah yang kami kunjungi,” jelas Lies F Nurdin.

Bukti nyata kerja PKK di tahun ini dengan terbentuknya lahan seluas empat hektare di area Gedung Olahraga Sudiang sebagai lahan produktif talas satoimo yang dikembangkan oleh kelompok tani perempuan. Tak hanya di Makassar, budidaya jenis umbi-umbian yang kaya manfaat juga dikembangkan di beberapa daerah yang memiliki iklim yang sesuai. Hasilnya, tak sampai setahun, talas satoimo berhasil diekspor dalam bentuk talas beku dan tepung talas.

“Budidaya talas bagi kelompok tani tidak hanya memberi nilai tambah ekonomi bagi kelompok petani, namun juga mendukung ketahanan pangan masyarakat, talas ini memiliki nilai gizi yang tinggi sehingga bagus jika dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.

Hal lain yang menjadi fokus proram kerja PKK Sulsel adalah pada tumbuh kembang anak melalui program cegah stunting. Program ini dimulai dari memberi edukasi kepada para orang tua, pembentukan kader Posyandu yang aktif dan memiliki kompetensi agar mendukung tumbuh kembang balita. Hasilnya, di tahun 2020, angka stunting di Sulsel berhasil turun 5 persen.

Dukungan pada kemandirian masyarakat dari hulu ke hilir terus berlanjut dengan edukasi pemanfaatan pekarangan rumah tangga, hingga pada persoalan metode pendidikan anak mulai dari rumah hingga sekolah.

Lies menuturkan, dalam menjalankan program kerjanya bersama PKK, ia senantiasa melibatkan dinas terkait yang sejalan dengan program kerja yang akan dilaksanakan.

“Saat ini masing-masing OPD sedang menyusun programnya, bagaimana kita akselerasi degan OPD terkait, kami bekerjasama dengan sekitar 17 OPD,” imbuhnya. (*)

0 83

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Yayasan Kanker Indonesia (YKI) menggelar Webinar Edukasi dengan tema Bersama Kita Kalahkan Kanker Prostat, Kamis, 17 September 2020. Webinar ini menghadirkan pembicara dr M Asykar A Palinrungi Sp U.

Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Sulsel, Lies F Nurdin, mengatakan, hampir setiap bulan pihaknya menyelenggarakan penyuluhan mengenai kanker. Sudah menjadi tugas YKI, mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat.

“Karena kita punya tujuan, Sulsel harus bebas dari kanker stadium lanjut,” ujarnya.

Sementara, dr Asykar, menjelaskan, salah satu pemicu kanker prostat adalah gaya hidup, dengan faktor resiko antara lain sering makan daging merah, hingga kurang makan sayur. Sehingga, yang perlu disosialisasikan ke masyarakat terkait pencegahannya. Misalnya, jangan sering makan daging merah, perbanyak makan buah dan sayur, serta makan ikan.

“Kalau sudah terlanjur kena kanker prostat, tidak perlu pembatasan aktifitas. Kecuali yang sudah stadium lanjut. Dan yang paling sering berpengaruh ke tulang belakang,” jelasnya.

Turut hadir menyampaikan opening speech pada webinar tersebut, Ketua Bhayangkari Sulsel Shanty Merdisyam. (*)

0 81

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Tim Penggerak PKK Sulsel bekerjasama dengan Dinas Perdagangan Sulsel, menggelar pasar murah untuk warga prasejahtera. Pasar murah ini dilaksanakan di Kantor PKK Sulsel, Jalan Mesjid Raya, Rabu, 26 Agustus 2020.

Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Liestiaty F Nurdin, mengatakan, pasar murah tersebut dilaksanakan untuk membantu warga yang ingin berbelanja dengan harga murah. Acara ini juga melibatkan sejumlah mitra.

“Alhamdulillah banyak yang berpartisipasi, baik dari pihak swasta maupun pemerintah,” kata Lies.

Harga yang ditawarkan dalam acara ini, menurut Lies, sangat murah. Ia mencontohkan, empat ekor ayam dibanderol dengan harga Rp 100 ribu.

“Sebelumnya sudah disampaikan kepada 15 kecamatan, bagi warga yang ingin ikut, bisa datang ke lokasi,” ujarnya.

Pasar murah ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat. Lies mengungkapkan, ia menggandeng Satpol PP agar melakukan pengawasan, sehingga bagi yang tidak menggunakan masker, dilarang masuk ke lokasi.

“Kita masih dalam suasana pandemi, dan sekarang sudah melandai. Jangan sampai lalai, dan muncul lagi klaster baru,” imbuhnya. (*)

0 77

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati, menghadiri peringatan Hari Anak Nasional Tingkat Provinsi Sulsel, yang dipusatkan di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur, Rabu, 19 Agustus 2020. Acara ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat. Mulai dari pemeriksaan suhu tubuh, memakai masker, hingga memastikan sirkulasi udara di ruangan dalam kondisi baik.

Mewakili Gubernur, Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, secara resmi membuka acara tersebut. Dalam sambutannya ia menyampaikan, Sulsel di era pandemi Covid-19, akan berproses dari segi kesehatan, ekonomi, dan sosial. Dampak Covid-19 sangat luar biasa, apalagi jika tidak ditangani dengan baik.

“Termasuk kekerasan terhadap anak,” kata Abdul Hayat.

Ketahanan keluarga, ujarnya, merupakan hal utama yang harus dibangun. Jika keluarga kuat, maka daerahpun kuat. Kedisiplinan tentu harus menjadi pondasi yang utama.

Abdul Hayat mencontohkan bagaimana para orangtua di Jepang menanamkan kedisiplinan terhadap anak-anak mereka sejak dini. Bagaimana tertib dan bersih mulai dari tempat tidur, ruang makan, dan toilet.

“Mata rantai kedisiplinan harus dimulai dari keluarga,” ujarnya.

Sementara, Menteri PPA, I Gusti Ayu Bintang Darmawati atau yang lebih dikenal dengan sapaan Bintang Puspayoga, mengatakan, masa pandemi Covid-19 membatasi gerak fisik kita, tapi tidak semangat bekerja untuk melindungi anak-anak Indonesia. Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap sambutan tuan rumah.

“Hari Anak Nasional bukan seremoni belaka, tapi pengingat untuk berkomitmen terhadap perlindungan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bintang Puspayoga juga mengukuhkan Forum Anak Daerah Sulsel yang dinahkodai oleh Bintang, serta mengukuhkan Lies F Nurdin sebagai Bunda Forum Anak Nasional Daerah Sulsel. (*)

0 70
  • Kunjungi Budidaya Talas Satoimo hingga Pelayanan untuk Korban Kekerasan

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Bintang Puspayoga, menyebut upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang dilakukan Pemprov Sulsel melalui Tim PKK dan DP3A dari hulu ke hilir layak menjadi contoh di Indonesia.

“Kegiatan nyata, saya sudah tahu karyanya Ibu Lies lebih dari lima tahun, yah tadi itu sudah aksi nyata terkait pemberdayaan perempuan melalui ketahanan pangan, anak-anak, taman baca dan taman bermain dan pusat pelayanan terpadu untuk korban kekerasan, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dilakukan dari hulu ke hilir, bisa menjadi contoh untuk daerah lain,” kata Bintang Puspayoga di RS Labuang Baji, Selasa, 18 Agustus 2020.

Saat mengunjungi areal budidaya talas satoimo seluas lima hektar yang terletak di wilayah Gedung Olahraga Sudiang, Menteri Bintang mengatakan, upaya penguatan ketahanan pangan dan mengembangkan kemandirian ekonomi masyarakat merupakan upaya mencegah tindak kekerasan dan pelecehan pada anak dan perempuan dari hulu.

“Meningkatnya kasus-kasus kekerasan utamanya selama pandemi karena banyaknya masyarakat yang mulai stres dan tidak berpenghasilan, budidaya talas yang dikembangkan oleh kelompok tani bisa menjaga stabilitas ekonomi dan pangan keluarga, ini merupakan upaya,” ujarnya.

Sementara di hilir, Pemprov Sulsel telah menyediakan UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang menyediakan layanan medis, konseling dan pendampingan hukum bagi perempuan dan anak korban kekerasan seksual.

“(Layanan) ini tahun sejak tahun 2017, layanan termasuk konseling, kasus kekerasan termasuk medis jika terjadi kekerasan, dalam bentuk pemeriksaaan dan perawatannya, dan kita juga mensupport dari sisi psikologisya, makanya di tim kita itu ada dokter spesialis anak, ada dokter kandungan untuk kasus kekerasan seksual, ada dokter psikiatri, bahkan kita siapkan dua rohaniawan,” jelas Direktur RS Labuang Baji, dr Andi Mappatoba.

Mappatoba mengatakan, unit pelayanan ini merupakan satu-satunya model percontohan di Indonesia saat ini.

“Pada 2019 ada sembilan kasus, tahun ini bertepatan dengan pandemi sudah ada enam kasus yang kami tangani,” ungkap Andi Mappatoba.

Menerima pujian Menteri Bintang atas kinerja PKK bersama DPPPA Sulsel, Lies mengatakan, kerja tim baik di PKK maupun di DPPPA .

“Alhamdulillah, kerja tim yang luar biasa sehingga kita bisa mencapai hal ini,” kata Lies singkat. (*)

0 98

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Lies F Nurdin, mendampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Bintang Puspayoga, mengunjungi sejumlah lokasi binaan PKK Sulsel yang memberdayakan perempuan dan anak.

Kunjungan dimulai di Taman Baca Anak Lestari yang terletak di Kelurahan Laikang, Kecamatan Biringkanaya. Di sini, Menteri Bintang berdialog bersama anak-anak yang biasa mengakses taman baca ini.

“Sangat senang bisa hadir di Sulsel, berkaitan dengan perempuan dan anak, kami di pusat tidak bisa berbuat banyak, tergantung kebijakan di daerah masing-masing, kami sampaikan apresiasi setinggi-tingginya melalui taman baca kita bisa mengajak anak-anak untuk mengedepankan literasi,” tutur Bintang Puspayoga, Selasa, 18 Agustus 2020.

Masih berkaitan dengan fasilitas mengembangkan potensi anak, Bintang juga mengunjungi ruang bermain anak Wija Maccae yang terletak di Kelurahan Pacerakkang, Kecamatan Biringkanaya. Kembali ia mengapresiasi PKK Sulsel atas gagasan menyediakan ruang bermain bagi anak.

“Saya sampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ibu PKK Sulsel yang sudah menggagas, merancang dan menyediakan fasilitas berupa ruang bermain untuk anak-anak,”imbuhnya.

PKK Sulsel di tahun 2019 telah berhasil merampungkan enam perpustakaan anak dari 10 yang direncanakan khusus untuk Kota Makassar.

Lies yang juga Bunda Baca Sulsel berupaya mendekatkan dunia literasi dengan keseharin anak, karena prihatin melihat aktivitas anak yang banyak diisi dengan bermain gawai.

“Dari kunjungan di tiap kecamatan yang ada di Kota Makassar, kebanyakan anak hanya bermain gadget, yang memang punya manfaat namun juga ada dampak negatif,” kata istri Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah itu.

Selain membangun perpustakaan, Lies juga berhasil menyediakan lima taman bermain bagi anak.

“Ini untuk mendukung aktivitas motorik anak dengan bermain, kami juga membangun taman bermain, baru ada lima sekarang,” terangnya. (*)

0 100

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli 2020, menjadi langkah awal PKK Sulsel berkolaborasi dengan Forum Anak Sulawesi Selatan (FASS), membentuk forum berjenjang mulai dari kelurahan hingga dusun untuk memperoleh data seputar persoalan yang menimpa anak.

Ketua TP PKK Sulsel, Lies F Nurdin, menyebutkan, upaya ini dilakukan agar data persoalan yang dihadapi anak di wilayah yang tidak mampu dijangkau dapat dideteksi lebih rinci dan akurat.

“Keterbatasan wilayah terpencil untuk mengetahui masalah anak di lapangan maka akan dibuat organisasi yang juga berjenjang. Artinya, membentuk forum anak FASS, mulai dari kelurahan sampai dusun. Jadi, masalah-masalah anak dapat diketahui lebih rinci,” terang Lies usai bertemu dengan fasilitator FASS di Rujab Gubernur Sulsel, Senin, 27 Juli 2020.

Lies menyebutkan, melalui forum ini persoalan utama anak-anak di Sulsel menyangkut kekerasan, pernikahan anak, disabilitas, down sindrom, diupayakan dapat terdeteksi dan segera diselesaikan.

“Anak-anak yang memerlukan perlindungan khusus, baik anak-anak yang menerima perlakuan kekerasan, anak terlibat hukum, difabel, down sindrom, dan lain sebagainya, datanya dapat terdeteksi untuk segera difasilitasi,” papar Lies.

Selain membentuk forum anak berjenjang, Lies yang juga dinobatkan sebagai Bunda Forum Anak Sulsel, menjelaskan berbagai persoalan anak di masa pandemi juga menjadi konsern utama PKK saat ini.

“Masa pandemi, berbagai persoalan baru yang muncul juga menjadi konsern kita semua di PKK, mulai dari persoalan kesehatan anak dan pendidikan anak saat ini,” terang Lies.

Sementara, Fasilitator FASS, Syam Maulana, mengatakan, kekerasan dan pernikahan anak masih menjadi problem utama persoalan anak di Sulsel. Ia berharap, PKK yang turut berperan aktif dapat meminimalisir persoalan yang ada saat ini.

“Harapan kami sangat besar, PKK dapat membantu memfasilitasi FASS dalam meminimalisir persoalan anak di Sulsel,” imbuhnya. (*)

0 14
Makassar, humas.sulselprov.go.id - Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, menerima kunjungan silaturahmi Wakil Ketua MPR RI, Syarief Hasan, di Rumah Jabatan...