Tags Posts tagged with "Plt Gubernur Sulsel"

Plt Gubernur Sulsel

0 15

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan, penurunan angka kemiskinan di Sulsel sebagai capaian dari sinergitas seluruh pihak.

“Alhamdulillah angka kemiskinan September 2021 turun sebesar 0.25 persen dari angka di Bulan Maret 2021. Ini capaian bersama seluruh Pemerintah bersama DPRD untuk berupaya dalam memberikan yang terbaik untuk kemaslahan masyarakat,” kata Andi Sudirman, Senin (17/1/2022).

Diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulsel merilis data terbarunya terkait angka kemiskinan di Provinsi Sulsel melalui paparan Kepala BPS Sulsel, Suntono, dalam siaran persnya secara virtual, Senin (17/1/2022).

Disebutkan angka kemiskinan Sulsel per September 2021 mengalami penurunan dibanding data angka kemiskinan di bulan Maret 2021, yakni sebesar 0,25 persen atau sebesar 8,53 persen atau 765,46 ribu jiwa.

Hal ini menunjukkan kinerja pemerintah provinsi yang terarah dan terukur dalam program pengentasan kemiskinan dan upaya menekan angka pengangguran di Sulsel.

“Tentu ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus bekerja mensejahterakan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Andi Sudirman, terjadinya penurunan angka kemiskinan dan pengangguran di Sulsel juga didorong oleh tingkat kesadaran masyarakat yang meningkat untuk bisa hidup sejahtera, terutama di masa pandemi seperti saat ini.

“Saya kira kontribusi masyarakat atas pencapaian angka tersebut, disebabkan salah satunya karena tingkat kesadaran masyarakat yang semakin meningkat untuk bisa hidup lebih baik dan lebih layak. Ini juga patut untuk kita apresiasi,” ucapnya.

Menurutnya, pentingnya program pemerintah dihadirkan tidak lain untuk kesejahteraan masyarakat Sulsel.

Sementara itu, BPS menilai dibawah kepemimpinan Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, angka murni ini lebih baik dibandingkan angka kemiskinan secara nasional yakni sebesar 9,71 persen.

Kepala BPS Sulsel, Suntono mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sulsel yang telah memberikan intervensi secara tepat, khususnya di masa pandemi yang telah melakukan upaya mereduksi kemiskinan yang sudah mengalami perbaikan.

“Jika melihat ini mengalami penurunan, berarti langkah langkah pemerintah setempat sudah tepat,” ungkapnya.

Adapun faktor yang terkait dengan tingkat kemiskinan, diantaranya pertumbuhan ekonomi Sulsel, produksi padi dan NTP meningkat, pertumbuhan pengeluaran konsumsi rumah tangga pada PDB, laju inflasi umum, dan tingkat pengangguran menurun. Dimana tingkat pengangguran terbuka (TPT) Agustus 2021 sebesar 5,72%, turun 0, 59% dibandingkan dengan Agustus 2020. Demikian juga persentase pekerja setengah penganggur turun sebesar 2,54% dibandingkan Agustus 2020. (*)

0 16

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mengikuti kajian rutin dalam program Andalan Mengaji, yang digelar Pemerintah Provinsi Sulsel, di Masjid Nurul Amir, Kompleks Kantor Gubernur Sulsel, Senin, 17 Januari 2022.

Kajian kali ini menghadirkan Ustad Dr Firanda Andirja LC MA, dengan mengangkat tema Amanah Dalam Memimpin.

Pelaksana Tugas Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, yang hadir langsung dalam kajian tersebut, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membekali para ASN di Sulsel untuk bisa bekerja dengan baik, khususnya di Tahun 2022. Kegiatan ini juga untuk memberikan pandangan kepada para ASN untuk bisa bekerja dan menjalankan amanah seusai dengan aturan agama.

“Kajian ini sebagai refleksi kita di tahun 2022. Ini juga tentang bagaimana amanah dalam jabatan, amanah dalam kebijakan, bagaimana pentingnya menjalankan tugas dan amanah. Terkadang yang kita jalankan ini diketahui benar dan salah dalam aturan, tapi bagaimana aturannya dalam agama,” ucapnya.

Andi Sudirman berharap, melalui kajian tersebut, seluruh ASN bisa bekerja menjalankan amanah atau melaksanakan kewajiban dengan baik berdasarkan aturan yang ada, khususnya terhadap aturan agama.

Sementara itu, Ustad Firanda dalam kajiannya menyampaikan, Islam adalah agama yang sempurna, semua telah dibahas dalam Islam termasuk dalam bekerja. Ia juga menyampaikan beberapa kisah nabi yang mengangkat kisah tentang menjalankan tugas berdasarkan keahlian dan dilaksanakan secara amanah.

“Kisah Nabi Sulaiman dengan jin ifrit misalnya. Nabi Sulaiman pernah meminta memindahkan singgasana Ratu Balqis ke kerajaan Sulaiman dan jin ifrit menawarkan diri untuk memindahkan singgasana itu sebelum Nabi Sulaiman berdiri dari singgasananya. Ini menjadi bukti jika Jin Ifrit memiliki keahlian untuk memindahkan singgasana dan amanah untuk melaksanakan itu,” ungkapnya.

Ustad Firanda mengungkapkan, seorang pemimpin ataupun pekerja dapat dikatakan profesional jika memenuhi dua perkara, yakni perkara ahli dan amanah.

“Jika salah satu tidak ada dalam hal ini, maka itu bukan profesional. Pekerja yang baik adalah yang berusaha memprofesionalkan dirinya. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda, tiada iman bagi orang yang tidak amanah, atau kalau diberi amanah dia berkhianat, karena sebaik-baik pekerja adalah yang ahli dan amanah,” tegasnya.

Ustad Firanda pun berharap kajian ini bisa memberikan manfaat bagi seluruh pejabat dan ASN di lingkup Pemprov Sulsel, dan berharap semua perangkat pemerintahan bisa bekerja secara profesional, yang bisa mengantarkan Sulsel menuju pemerintahan yang baik, sesuai dengan aturan agama. (*)

0 27

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan rilis atas survei yang telah dilakukan untuk angka kemiskinan di Sulsel per September 2021.

Berdasarkan data yang dipaparkan Kepala BPS Sulsel, Suntono SE MSi dalam siaran persnya secara virtual, Senin, 17 Januari 2022, menyebutkan, angka kemiskinan Sulsel per September 2021 sebesar 8,53 persen atau 765,46 ribu jiwa.

Angka ini mengalami penurunan sebesar 0,25 persen dibanding Maret 2021 sebesar 8,78 persen. Angka penurunan ini murni dibawah kepemimpinan Andi Sudirman Sulaiman sebagai Plt Gubernur Sulsel. Angka itu pun lebih baik dibandingkan angka kemiskinan nasional diangka 9,71 persen.

“Kemiskinan di Sulsel mengalami penurunan 0,25 persen dibanding Maret 2021,” ujar Suntono.

Dirinya juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulsel yang telah memberikan intervensi secara tepat, khususnya di masa pandemi.

“Ini kabar gembira, bahwa upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka mereduksi kemiskinan di masa pandemi tampaknya sudah mengalami perbaikan. Jika melihat ini mengalami penurunan, berarti langkah-langkah pemerintah setempat sudah tepat,” tambah Suntono.

Bukan hanya kemiskinan, BPS Sulsel juga memaparkan eksisting angka pengangguran di Provinsi Sulsel. Untuk angka pengangguran, per Agustus 2021 sebesar 5,72 persen atau menurun 0,59 persen dibandingkan Agustus 2020 6,31 persen.

“Demikian juga presentase pekerja setengah penganggur turun sebesar 2,54 persen poin dibandingkan Agustus 2020,” ujar Suntono.

Untuk pertumbuhan ekonomi, lanjut Suntono, Provinsi Sulsel juga mencatat angka yang terus mengalami peningkatan. Untuk Triwulan III 2021 terhadap triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 3,71 persen, ini untuk quartal to quartal. Sedangkan untuk year to year, ekonomi Sulsel untuk Triwulan III 2021 dibanding Triwulan III 2020 tumbuh sebesar 3,24 persen. (*)

0 31

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, menghadiri 62 tahun ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) di Hotel Grand Claro, Makassar, Minggu (16/1/2022).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum DPP Partai Golkar yang juga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Ketua Umum DPP Ormas MKGR, Ketua DPD Ormas MKGR se-Indonesia, Pengurus DPP Golkar, Ketua dan Pengurus DPD I Golkar Sulsel, dan Ketua dan Pengurus DPD Ormas MKGR Sulsel.

Dalam kegiatan tersebut, Andi Sudirman melaporkan kondisi perkembangan Covid-19 di Sulsel dalam beberapa pekan terakhir, dan juga target capaian vaksinasi di Sulsel yang telah mencapai angka 70 persen.

“Kami melaporkan kepada Bapak Menteri, Sulsel melalui Instruksi Presiden, vaksin sudah melebihi 70 persen,” kata Andi Sudirman.

Menurutnya, banyak negara yang anjlok perekonomiannya, tapi Airlangga diakuinya telah memperlihatkan kerja yang baik untuk peningkatan perekonomian di Indonesia.

“62 tahun MKGR, kita berharap senantiasa memberikan kontribusinya untuk bangsa dan negara. Apalagi dengan kondisi saat ini, untuk upaya pemulihan ekonomi dan penanganan Covid-19,” ujarnya.

Sementara itu, Airlangga mengungkapkan, di tahun 2022 ini Indonesia sudah mengalami dua tahun masa pandemi dan kondisi Covid-19 di Luar Pulau Jawa sudah relatif melandai.

“Kontribusi di Luar Pulau Jawa terhadap kasus aktif itu adalah 38 persen, dan di Luar Jawa, alhamdulillah beberapa waktu terakhir jumlah yang terkena Covid di tanggal 15 (Januari) itu dibawah 70 orang se-luar Jawa,” ucapnya.

Airlangga juga mengapresiasi pencapaian vaksinasi Sulsel yang telah mencapai 70 persen. “Saya mengapresiasi Sulawesi Selatan sudah 70 persen (capaian Vaksinasi) dosis pertama, kemudian didorong untuk dosis kedua, dan juga dosis ketiga. Ini menjadi penting untuk pemulihan ekonomi,” ungkapnya.

Airlangga pun memberikan semangat serta arahannya kepada seluruh pengurus Ormas MKGR. (*)

0 50

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, membuka acara Musyawarah Wilayah X KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) Sulsel, di Hotel Novotel, Makassar, Sabtu 15 Januari 2022. Muswil KAHMI kali ini mengusung tema Konsolidasi Kelas Menengah Untuk Penguatan Demokrasi Ekonomi Bangsa.

Dalam kegiatan tersebut, juga dilakukan pelantikan Satuan Reaksi Cepat (SARC) KAHMI Sulsel Masa Bakti 2021-2026 oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Nasional (MN) KAHMI, Manimbang Kahariady. Ini menjadi satu badan dalam KAHMI Sulsel yang akan berperan aktif dalam memberikan bantuan kemanusiaan terhadap bencana yang terjadi di Sulsel pada khususnya, maupun di Indonesia pada umumnya.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan, kehadiran kader-kader HMI maupun KAHMI sangat membantu pemerintah. “Saya sebagai Plt Gubernur sangat terbantu oleh kader-kader HMI dan KAHMI. Ada percepatan-percepatan persoalan sosial, kontribusi aktif dalam pemerintahan,” ujar Sudirman Sulaiman.

“Sebagai Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, kami sangat terbantu oleh kader-kader HMI dan KAHMI. Kita harap Muswil untuk lima tahun kedepan ini akan membentuk kepengurusan yang dapat membantu dan memberikan solusi untuk masyarakat. Serta senantiasa menyalurkan ide-ide, gagasan-gagasan serta telah memberikan sumbangsih dalam pembangunan di Sulawesi Selatan dan di Indonesia pada umumnya,” tuturnya.

“Muswil ini merupakan salah satu konsolidasi, pra sebelum munas. Kader HMI dan KAHMI sangat solid dan kompak dalam membantu pemerintah dalam pemulihan ekonomi dan juga penanganan Covid-19. Apalagi terbentuk tim SARC itu tentu membantu pemerintah,” akunya.

Sementara itu, Sekjen MN KAHMI, Manimbang Kahariadi, dalam sambutannya memberikan pujiannya terhadap Plt Gubernur Sulsel. “Baru saya ketemu Pak Plt Gub, tapi beliau dan saya sudah seperti lama kenalan. Saya katakan pada Pak Gub, KAHMI siap membantu apa yang menjadi tujuan pemerintah di Sulsel. KAHMI siap membantu Pemprov Sulsel dalam menjalankan fungsinya di tengah masyarakat,” kata Manimbang.

Muswil yang dibuka langsung oleh Plt Gubernur Sulsel ini, turut dihadiri oleh Presidium MW KAHMI Sulsel, yakni Bapak H. M. Roem, SH, M.Si; H. Ni’matullah, SE., Ak; Dr. Aminuddin Syam, SKM, M.Kes.; Ir. H. A. Tobo Hairuddin; Dr. H. Kamal Hidjaz, SH. MH; serta pengurus dan kader KAHMI Sulsel; pengurus MD KAHMI di 22 Kabupaten/Kota di Sulsel; serta pengurus HMI. (*)

0 57

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, membagikan pengalamannya di hadapan seluruh pejabat Kesbangpol Provinsi maupun Kabupaten/Kota se Indonesia, dalam Rapat Koordinasi Nasional Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), di Claro Hotel Makassar, Jumat, 14 Januari 2021. Mulai dirinya bergelut pada perusahaan multinasional, kemudian masuk ranah politik sebagai kepala daerah.

Termasuk dalam menghadapi kondisi pandemi Covid-19, tetap bisa survive dengan mengimbangi antara perekonomian dan kesehatan. “Dalam menjalankan pemerintahan, perlu menjaga trust (kepercayaan), serta senantiasa membangun teamwork yang baik untuk mencapai kinerja yang diharapkan. Tidak ada orang hebat yang sendiri. Namun hal itu karena keberhasilan dan sinergi bersama untuk mencapai hal itu,” ungkapnya.

Diharapkan dalam rapat koordinasi ini untuk menyamakan persepsi terkait politik dan pemerintahan umum, termasuk pemulihan ekonomi dan penanggulangan Covid-19.

Menurutnya, Kesbangpol memiliki peran yang sangat strategis. Disamping menjalankan fungsi-fungsi sebagai pemerintahan umum, juga untuk berinteraksi dengan kelompok masyarakat dan juga dalam proses sinkronisasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

“Kesbangpol juga berperan dalam menjaga perdamaian dan keamanan terhadap isu-isu SARA. Agama yang terbaik adalah agama yang menjaga kedamaian, menjaga kerukunan, serta menjaga NKRI,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, sejatinya Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Bahtiar membuka acara Rakornas Badan Kesbangpol ini. Namun ia memilih gubernur termuda di Indonesia itu yang membuka acara Rakornas yang dihadiri lebih dari 300 orang Kepala Kesbangpol se Indonesia.

“Saya mohon izin, saya tidak membuka ini acara, Pak Gubernur saja. (Diminta kesediaan) Gubernur berkenan membuka acara ini karena gubernur sebagai wakil pemerintah pusat, sebagai kepala pemerintahan umum. Maka lebih pantas membuka acara ini adalah Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan (Andi Sudirman Sulaiman),” ungkapnya.

Bahtiar menyampaikan, Kesbangpol merupakan satu-satunya OPD yang membantu kepala daerah dalam pemerintahan umum. “Kesbangpol ini tugas pokoknya membantu Gubernur, Bupati/Wali Kota, dalam menjalankan tugas urusan pemerintahan,” katanya.

Dalam kedudukannya, Gubernur memiliki tiga jabatan, yakni Gubernur sebagai Kepala Daerah Utama, Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat, Gubernur sebagai Kepala Pemerintahan Umum (di Provinsi). “Penanggung jawab akhir pemerintahan umum di tingkat nasional adalah Presiden sebagai Kepala Pemerintahan,” pungkasnya.

Turut hadir Sekretaris Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum, Imran; jajaran Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum; dan Bupati Wakatobi. Adapun narasumber yang dihadirkan dari BNN Kementerian Kesehatan, Bappenas, Kementerian Keuangan, dan Kemendagri. (*)

0 58

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Dr. Drs. Bahtiar, M.Si menyanjung sosok Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman. Hal itu disampaikan di hadapan para pejabat Kesbangpol Provinsi dan Kabupaten/Kota se Indonesia, pada Rapat Koordinasi Nasional Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), di Claro Hotel Makassar, Jumat, 14 Januari 2022.

Ia pun merasa senang dengan kehadiran Andi Sudirman sekaligus membuka acara yang digelar oleh Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri.

“Atas nama Kementerian Dalam Negeri dan jajaran Kesbangpol mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sulawesi Selatan, beliau berkenan hadir langsung. Beliau, Gubernur yang hebat. Gubernur yang termuda di Indonesia. Beliau lama di Jakarta, di perusahaan multinational. Kembali memimpin Sulsel. Pengalaman di perusahaan asing bisa menjadi keberkahan di Sulsel. Masyarakat bahagia memiliki Gubernur seperti Pak Andi Sudirman Sulaiman,” ujarnya.

“Kami juga mendengarkan pengalaman beliau (Plt Gubernur) dalam mengelola pemerintahan umum di Sulawesi Selatan, menyampaikan pengalaman yang sangat positif bagi kami,” ungkapnya.

Didalam perundangan-undangan, Gubernur juga sebagai kepala pemerintahan umum. Ia pun menyampaikan, lokasi rapat koordinasi awal tahun ini dipilih Sulsel karena menjadi lokasi strategis. “Ini pintu timur Indonesia,” pungkasnya.

“Rapat koordinasi ini diharapkan muncul adanya komunikasi antara jajaran Kesbangpol seluruh Indonesia dalam mengelola stabilitas sosial politik,” pintanya. (*)

0 35

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Plt Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan selamat datang dan bertugas kepada Djaya Sukarno, sebagai Kepala BBWS Pompengan Jeneberang yang baru. Hal itu diungkapkan Andi Sudirman saat menerima kunjungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, di Rujab Wagub Sulsel, Kamis 13 Januari 2022.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak Ir. Djaya Sukarno, M.Eng sebagai Kepala BBWS Pompengan Jeneberang yang baru saja dilantik pada 4 Januari 2022 lalu,” ujarnya.

Ia berharap sinergitas senantiasa terjalin antara BBWS Pompengan Jeneberang bersama Pemprov Sulsel, khususnya dalam pengelolaan sumber daya air.

“Kami menyampaikan kondisi di Sulawesi Selatan. Termasuk ada beberapa bendungan yang perlu dinormalisasi. Kita juga perlu disiapkan adanya ‘kantong’ air yang bisa menampung air dan menahan laju air jika hujan lebat,” ungkapnya.

Pelaksana Tugas Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan, persoalan banjir di Sungai Walanae merupakan masalah sangat krusial. “Untuk itu perlu dibuatkan bangunan dalam hal mengurangi banjir,” kata Andi Sudirman.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendukung sepenuhnya pembangunan yang dilakukan oleh Kementrian PUPR dalam hal ini BBWS Pompengan Jeneberang.

Sementara itu, Kepala BBWS Pompengan Jeneberang, Djaya Sukarno, menyampaikan rencana kegiatan Balai di tahun 2022. Tak hanya itu, dalam kunjungan ini juga membahas masalah banjir di Sungai Walanae.

“Saya sebagai Kepala BBWS Pompengan Jeneberang mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Sulsel atas dukungan terhadap program-program di BBWS Pompengan Jeneberang,” ungkapnya.

Menanggapi Sungai Walanae, Djaya Sukarno menyampaikan bahwa bangunan tersebut perlu dibuatkan Dam Parit untuk mereduksi banjir di Sungai Walanae. Dengan Dam Parit kecil bisa meretensi dan mereduksi banjir. Bangunan Dam Parit itu juga bisa dimanfaatkan masyarakat dan bisa juga sebagai cadangan air sekaligus filtrasi menambah air tanah. (*)

0 50

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, melakukan rapat koordinasi dalam rangka penanganan Covid-19 melalui program percepatan vaksinasi untuk memenuhi target 100 persen, di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (13/1/2022).

Rakor yang dihadiri oleh jajaran Forkopimda Sulsel ini turut diikuti secara virtual oleh Bupati/Wali Kota se Sulsel beserta Forkopimda Kabupaten/Kota se Sulsel.

“Alhamdulillah, tanggal 31 Desember 2021 kita berhasil memenuhi target Bapak Presiden vaksinasi dosis 1 melebihi 70 persen. Saat ini, kondisi Covid-19 di Sulsel mulai melandai. Saat ini fokus kita, optimalisasi akselerasi percepatan vaksinasi. Untuk memenuhi target 100 persen hingga bulan Maret tahun 2022,” ungkapnya.

Selain itu, saat ini juga berfokus pada percepatan vaksinasi bagi lansia untuk mencapai minimal 60 persen. “Agar kita segera bisa memulai pelaksanaan vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun. Saat ini sudah enam kabupaten/kota yang mulai melakukan vaksinasi anak usia 6-11 tahun, yakni Soppeng, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Toraja Utara dan Palopo. Kita harap juga segera bisa dilakukan di kabupaten/kota lainnya,” tuturnya.

Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Sudirman berterima kasih kepada seluruh TNI-Polri, Kejaksaan, BIN, DPRD, Bupati/Wali Kota, serta tenaga kesehatan atas sinergi dan kerja bersama untuk percepatan vaksinasi.

“Kesuksesan yang diraih adalah kesuksesan bersama. Kita harap terus diperkuat akselerasi percepatan vaksinasi, dengan melibatkan organisasi masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap, inovasi layanan vaksinasi, misalnya dengan door to door semakin diperkuat. Sosialisasi dan edukasi ke masyarakat, agar lansia turut ikut melaksanakan vaksinasi.

“Ingat, selalu menjaga kesehatan, jaga iman, imun, serta senantiasa berdoa. Mari kita bersama-sama untuk terus Kebut Vaksinasi,” pesannya.

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Nana Sudjana, turut memparkan upaya penanganan penyebaran Covid-19 dan Percepatan Vaksinasi di Provinsi Sulsel. “Apresiasi pelaksanaan vaksinasi dari target 2021 mencapai lebih dari 70 persen, padahal ini impossible. Hal ini berkat kerjasama dan semangat pantang menyerah bersama untuk mencapai target,” ucapnya.

Nana menyampaikan agar tetap dilakukan upaya pencegahan sesuai tiga kunci Presiden RI. Yakni penegakan disiplin protokol kesehatan, penguatan 3T (testing, tracing dan treatment), serta percepatan vaksinasi.

“Covid-19 masih di sekitar kita, untuk tetap disiplin protokol kesehatan, penguatan 3T dan akselerasi vaksinasi. Dengan bersama-sama bisa kita atasi,” pungkasnya.

Seluruh Forkopimda Sulsel bersama Kabupaten/Kota pun menyatakan sikap komitmen untuk bekerja sama dan sinergi dalam melakukan akselerasi percepatan vaksinasi. (*)

0 38

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengambil sumpah 180 orang PNS formasi tahun 2019 di Lingkup Pemerintah Provinsi Sulsel, di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Kamis, 13 Januari 2022. Pengambilan sumpah ini juga dirangkaikan dengan penyerahan petikan SK pengangkatan PNS.

CPNS Formasi Tahun 2019 ini telah memenuhi syarat dan telah diangkat sebagai pegawai negeri sipil terhitung mulai tanggal 1 Januari 2022 berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 821.1/1086/XII/BKD, berjumlah 180 orang. Sembilan PNS diantaranya merupakan peralihan dari Kemendagri, yakni lulusan IPDN Formasi tahun 2019 dan 2020.

Berdasarkan kategori jabatan, yakni fungsional kesehatan 76 orang, fungsional teknis pelaksana 48 orang, dan teknis pelaksana 56 orang.

Dalam kesempatan ini, Andi Sudirman menyampaikan motivasi kepada CPNS yang baru saja diambil sumpahnya sebagai PNS. Termasuk untuk menjaga integritas, komitmen, dan profesionalisme.

“Kami tekankan untuk menjunjung integritas dan kejujuran, serta memiliki kreativitas, kecepatan dan manajerial sistem. Serta bagaimana berpikir praktis untuk menghasilkan solusi kreatif serta senantiasa mengasah kreativitas,” pesannya.

“Kalian harus senantiasa amanah dalam bekerja, menjaga komitmen dalam melaksanakan tugas, menjaga integritas, serta menjadi ASN profesional yang handal, mampu melaksanakan tugas dan pengabdiannya kepada negara sebagai pelayan masyarakat sesuai aturan perundang-undangan,” sambungnya.

Ia pun meminta agar PNS yang baru saja mengucapkan ikrar ini mampu membedakan yang mana hak dan batil. “Kita punya batas-batas yang harus dipertahankan. Kita mengimbau agar jangan melakukan praktik yang mengarah pada korupsi. Olehnya itu, bagaimana kita berkomitmen terhadap diri sendiri dan negara untuk menjalankan tugas,” jelasnya.

Capaian dan keberhasilan yang diraih ini, kata dia, tak terlepas dari dukungan dan doa dari orang tua. “Maka muliakan, berbakti dan hormatilah orang tua kalian. Hal ini tentu doa dan dukungan dari orang tua,” pungkasnya.

Kepala BKD Sulsel, Imran Jausi, juga menyampaikan harapannya agar PNS ini mempunyai komitmen dan tekad untuk memahami apa yang telah diikrarkan, yang selanjutnya bisa mengimplementasikan dalam pelaksanaan tugasnya dalam mengemban amanat sebagai pelayan rakyat.

Turut hadir Kepala Kantor Regional IV BKN Makassar serta para Kepala OPD Lingkup Pemprov Sulsel. (*)

0 15
Makassar, humas.sulselprov.go.id - Pelaksana Tugas Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan, penurunan angka kemiskinan di Sulsel sebagai capaian dari sinergitas seluruh pihak. "Alhamdulillah angka kemiskinan...