Tags Posts tagged with "Presiden RI"

Presiden RI

0 52

Jakarta, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, menghadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2021, di Jakarta, Rabu (23/11/2021). Dengan tema “Bangkit dan Optimis : Sinergi dan Inovasi Untuk Pemulihan Ekonomi”.

Presiden RI, Joko Widodo membuka langsung acara yang dihadiri jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju, juga perwakilan negara-negara sahabat, Kepala Daerah dan kalangan pengusaha. Usai Pertemuan Tahunan BI itu ditutup, tampak Jokowi berjalan keluar lokasi sambil menyapa beberapa tetamu. Salah satunya, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman. Tampak kedekatan keduanya sempat berbincang sebelum Jokowi meninggalkan lokasi acara.

Pada kesempatan itu, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengupas tuntas prospek perekonomian dan arah kebijakan BI pada tahun 2022.

Dalam kegiatan ini, Bank Indonesia (BI) memberikan penghargaan Bank Indonesia Award tahun 2021 kepada 57 stakeholders individu/kelompok sebagai apresiasi dalam dukungan pelaksanaan tugas BI.

BI memilih lima pemerintah provinsi yang mendapatkan Award Pemerintah Provinsi dengan Implementasi QRIS Terbaik. Salah satunya Sulsel. Serta empat Pemerintah Provinsi lainnya yakni Sumatera Utara, Jawa Barat, Bali, dan Kalimantan Timur.

BI menungkapkan, digitalisasi sistem pembayaran terus diperluas untuk mengakselerasi ekonomi dan keuangan digital nasional. Antara lain melalui penguatan konsolidasi industri, pengembangan infrastruktur sistem pembayaran yang modern (QRIS, SNAP, BI FAST).

“Alhamdulillah, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan meraih penghargaan atas Implementasi QRIS terbaik untuk Wilayah Sulawesi, Maluku, Papua (Sulampua),” kata Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman.

Adapun Merchant QRIS usaha mikro dan kecil terbaik wilayah Indonesia tengah, adalah Toko Rohani yang berasal dari Kabupaten Takalar.

Di era digitalisasi, khususnya pada masa pandemi, perilaku masyarakat khususnya di Sulsel mengalami adaptasi terutama pada sektor keuangan. Layanan digital sudah masuk hampir ke semua lini kehidupan yang bertujuan untuk mempermudah transaksi keuangan dalam satu genggaman melalui smartphone.

Sejak diluncurkan, QRIS sebagai salah satu kanal pembayaran non-tunai pada tanggal 17 Agustus 2019 dan kewajiban penggunaan QRIS pada tanggal 1 Desember 2020 oleh Bank Indonesia, masyarakat di Sulsel mulai beradaptasi dengan QRIS. Hal ini terlihat dari jumlah Merchant QRIS di Sulsel pada akhir Desember 2019 hanya sebesar 33.704 merchants, per tanggal 12 November 2021 sudah mencapai sebesar 469.569 merchants (179% yoy atau 14,83% mtm).

Pertumbuhan QRIS di Sulsel melebihi pertumbuhan QRIS secara
nasional (144% yoy atau 9,57% mtm). Pencapaian jumlah merchant QRIS tersebut membawa Provinsi Sulsel berada pada urutan ketujuh secara nasional.

Capaian ini tentunya atas dukungan dan pendampingan, salah satunya dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel. “Pencapaian QRIS di Sulawesi Selatan sebagai perluasan kanal pembayaran untuk masyarakat tidak terlepas dari kerjasama semua pihak,” ungkap Andi Sudirman. (*)

0 39

Jeneponto, humas.sulselprov.go.id – Disela-sela penanaman jagung bersama petani di Kabupaten Jeneponto, Presiden Joko Widodo mengendarai traktor untuk menanam benih jagung. Jokowi yang didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, dan Bupati Jeneponto Iksan Iskandar, melakukan penanaman di Kelurahan Tolo, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, Selasa 23 November 2021.

Selain itu, dalam kunjungan kerjanya ini, Jokowi turut meresmikan Bendungan Karalloe.

“Hari ini saya bisa pegang traktor dan juga sangat mudah sekali. Saya tadi diajari sebentar oleh Pak Menteri Pertanian,” ujar Presiden selepas menjajal traktor.

Presiden pun mulai mendorong alat tanam jagung atau corn planter dan diikuti oleh para petani secara serentak. Uniknya, usai menanam benih jagung sepanjang kurang lebih 100 meter, Presiden menaiki traktor yang telah terparkir di lokasi.

“Tadi kan kita melakukan penanaman dengan planter untuk khusus jagung tapi juga tadi saya mencoba untuk penanaman dengan traktor yang di belakangnya ada planter-nya,” kata Presiden.

Traktor berwarna hijau pun melaju perlahan di hamparan lahan. Bersama Menteri Pertanian, Presiden berkeliling satu putaran lahan.

Kepala Negara memandang, pemanfaatan alat mekanis pertanian seperti traktor dibutuhkan jika lahan garapan para petani sangat luas sehingga penanaman bisa lebih efektif. “Saya kira dua-duanya baik, tetapi kalau dalam hamparan yang sangat luas memang yang paling cepat adalah memakai traktor, cepat sekali. Saya kira mekanisasi seperti ini juga perlu dikenalkan kepada seluruh petani agar penggunaan alat-alat semiberat seperti ini bisa juga dilakukan,” tandasnya.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menyampaikan, semua potensi pertanian berusaha dimaksimalkan agar bisa memenuhi kebutuhan pangan, dan meningkatkan perekonomian negara.

“Upaya konkret yang kita lakukan ini dalam rangka percepatan hingga terjadi peningkatan indeks pertanaman tiga kali lipat setahun dan menaikkan produktivitas. Dan kita targetkan harus bisa ekspor,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan, kehadiran Jokowi ini sebagai bentuk dukungan dan perhatian dalam mendorong Sulsel sebagai lumbung pangan Nasional. Menurutnya, bendungan ini sama halnya dengan ‘investasi’ pemerintah yang langsung dinikmati oleh masyarakat banyak.

“Bapak Presiden telah meresmikan Bendungan Karalloe, juga melakukan penanaman jagung. Alhamdulillah, ini sangat membantu para petani di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Jeneponto. Kita harap dapat meningkatkan produktivitas pertanian di Sulsel,” tuturnya.

Terlebih lagi, kehadiran Jokowi menjadi kali ketiganya ke Sulsel di tahun 2021 ini. “Terima kasih Bapak Presiden atas perhatian besarnya terhadap pembangunan di Sulsel. Semua ini untuk masyarakat Sulawesi Selatan,” tegasnya. (*)

0 103

Maros, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, mengakui kepedulian dan perhatian Presiden RI, Joko Widodo terhadap Sulsel sangat besar.

“Kami sangat bersyukur dengan peresmian Bendungan Passeloreng dan Bendung Gilireng di Kabupaten Wajo. Perhatian Bapak Presiden sangat kuat dalam pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan,” ujarnya saat menyampaikan sambutannya pada acara Pengarahan Presiden Republik Indonesia kepada Forkopimda se Provinsi Sulsel, yang digelar di Skadron Udara 11, Lanud Hasanuddin, Kabupaten Maros, Kamis, 9 September 2021.

Andi Sudirman juga melaporkan progres Proyek Strategis Nasional (PSN) Pelabuhan Makassar New Port yang sudah sekitar 80 persen, dan yang sudah dioperasikan secara parsial. Pengembangan Bandara juga sudah 60 persen, dan beberapa bendungan dalam proyek strategis nasional yang dilakukan melalui Kementerian PUPR sangat kuat dalam pembangunan.

“Hal itu untuk melihat bagaimana mendorong kedaulatan pangan Sulawesi Selatan,” ungkapnya.

Pemprov Sulsel, kata dia, juga melakukan pembangunan infrastruktur pertanian dengan pembangunan bendung dengan kapasitas mengairi sekitar 1000-an hektar, dan juga melakukan pembangunan infrastruktur jalan-jalan strategis.

Kehadiran Jokowi di Sulsel menjadi kedua kalinya di tahun 2021 ini. Dimana sebelumnya pada Maret 2021 lalu, Jokowi berkunjung meresmikan sejumlah proyek serta peninjauan vaksinasi.

“Suatu kebanggaan bagi kita semua masyarakat Sulawesi Selatan atas kehadiran Bapak Presiden. Ini adalah kali kedua di tahun ini. Ini adalah suatu kebanggaan bagi kita semua sebagai bukti kecintaan Bapak Presiden kepada Sulawesi Selatan,” akunya.

Dirinya juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dari masyarakat Sulsel, yang sangat mendambakan kehadiran Presiden, dan ucapan terima kasih serta selamat datang yang tulus dari seluruh masyarakat Sulsel. (*)

0 97

Maros, humas.sulselprov.go.id – Rencana pembangunan Stadion Mattoanging menjadi salah satu yang dilaporkan Plt Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, kepada Presiden RI, Joko Widodo.

Hal itu disampaikan Andi Sudirman kepada Jokowi, pada acara Pengarahan Presiden Republik Indonesia kepada Forkopimda se Provinsi Sulsel, yang digelar di Skadron Udara 11, Lanud Hasanuddin, Kabupaten Maros, Kamis, 9 September 2021.

“Kami (Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan) lagi membangun Stadion Mattoanging. Dengan kemampuan keuangan saat ini, kita tetap lakukan pembangunan secara bertahap. Namun kita ingin pembangunan setiap tahap ini fungsional,” kata Andi Sudirman.

Olehnya itu, untuk tahun anggaran 2022, pembangunan akan dimulai untuk bagian lapangan. Hal ini pun menjadi bukti komitmen Plt Gubernur dalam melanjutkan pembangunan Stadion Mattoanging. Terlebih lagi, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Sulsel telah mengumumkan desain terbaru proyek pembangunan Stadion Mattoanging Makassar.

“Kami rencana membangun stadion, tetapi tentu kami membangun secara bertahap, karena kemampuan pendanaan dan perencanaan, rencana kami ini dilakukan bertahap dan mudah-mudahan ada dukungan dari pemerintah pusat untuk kita sinergikan. Kami memohon ada penguatan pembangunan dari pemerintah pusat,” tutur Plt Gubernur.

Andi Sudirman pun mengajukan agar Sulawesi Selatan (Sulsel) bisa ditunjuk sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) pada 2024. “Kami berharap Sulawesi Selatan bisa menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) selanjutnya,” imbuhnya.

Sebelumnya, Andi Sudirman juga sempat menyampaikan rencana pembangunan Stadion Mattoanging kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali, saat pertemuannya di Kemenpora pada 31 Mei 2021 lalu. (*)

0 91

Maros, humas.sulselprov.go.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) tak hanya mampu menekan angka penyebaran Covid-19, tetapi juga meningkatkan perekonomian pada kuartal kedua tahun 2021 ini.

Keberhasilan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi, mendapat pujian dari Presiden RI, Joko Widodo. Apresiasi disampaikan Jokowi, saat memberikan pengarahan kepada Forkopimda se Provinsi Sulsel, yang digelar di Skadron Udara 11, Lanud Hasanuddin, Kabupaten Maros, Kamis, 9 September 2021.

Untuk diketahui, ekonomi Provinsi Sulsel pada Triwulan II tahun 2021 tumbuh sebesar 7,66 persen (y-on-y). Hal ini menjadi pencapaian Pemprov Sulsel dibawah kepemimpinan Plt Gubernur, Andi Sudirman Sulaiman. Mengingat sejak pandemi Covid-19, perekonomian Sulsel mengalami kontraksi. Bahkan pertumbuhan ekonomi ini melebihi nasional yang tumbuh 7,07 persen.

“Terkait dengan ekonomi, Sulawesi Selatan sangat bagus. Kalau angkanya seperti ini, Covid-19 bisa ditekan, angkanya 7,66 persen pertumbuhan pada kuartal kedua 2021 bisa naik lagi. Bahkan jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional 7,07 persen,” ujar Jokowi.

Ia pun meminta agar terus melakukan realisasi APBD. “Kalau bisa keluar, realisasi serapannya tinggi, akan berpengaruh terhadap ekonomi di daerah, perputaran uang akan semakin banyak, sehingga ekonomi juga akan semakin membaik,” katanya.

Menurutnya, ekonomi dan pandemi Covid-19 merupakan dua hal yang penanganan kompleksitasnya sangat sulit. “Seperti di Provinsi Sulawesi Selatan dipastikan ekonominya bergerak naik. Asal Covid-19 dikendalikan/dikurangi/diturunkan. Secara otomatis ekonomi naik,” tuturnya.

Berbagai perlindungan sosial diberikan oleh pemerintah di tahun 2021. Olehnya itu, jika ditunjang dengan APBD Provinsi, kabupaten/kota, maka akan mendongkrak lebih baik konsumsi masyarakat dan rumah tangga, serta daya beli masyarakat akan terdongkrak naik.

“Saya menghargai kerja keras (Plt Gubernur serta Forkopimda dan Jajaran), tetapi jangan cepat puas dan tetap harus waspada. Jangan sampai lengah. Mari kita bersama-sama bekerja keras menjaga rakyat kita, agar tidak terpapar Covid-19. Dan juga kita semuanya bisa bersama-sama meningkatkan daya beli masyarakat dan konsumsi masyarakat, sehingga pertumbuhan ekonomi di provinsi, kabupaten/Kota di Sulsel bisa lebih baik lagi,” harapnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, merasa bersyukur atas dukungan dan arahan pemerintah pusat hingga perekonomian yang mengalami perbaikan.

“Semoga upaya pemulihan ekonomi terus kita lakukan sembari menekan laju penularan Covid-19,” pungkasnya. (*)

0 62

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Kehadiran Presiden RI, Joko Widodo, dalam kunjungan kerjanya di Sulsel, rupanya membawa bantuan untuk Pemerintah Provinsi Sulsel. Adapun bantuan tersebut berupa 100 unit oksigen konsentrator melalui Kementerian Kesehatan. Bantuan ini pun telah tiba di Sulsel.

“Iya, ada bantuan alat oksigen konsentrator dari Bapak Presiden Jokowi. Nantinya ini akan disalurkan di rumah sakit,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr. Ichsan Mustari, Kamis, 9 September 2021.

Menurutnya, bantuan ini sangat bermanfaat khususnya untuk penanganan pandemi Covid-19. Alat ini pun mendukung alat yang dimiliki Pemprov Sulsel, High Flow Nadal Cannula (HFNC) yaitu alat untuk membantu pernapasan oksigen aliran tinggi.

“Oksigen konsentrator adalah alat medis yang berfungsi untuk memberikan oksigen kepada orang yang memiliki gangguan pernapasan seperti pada pasien Covid-19. Alat ini dapat menghasilkan oksigen yang dibutuhkan pasien,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menghanturkan terima kasih atas bantuan dari Pemerintah Pusat melalui Presiden Jokowi. Menurutnya, ini menjadi bukti dukungan dan perhatian Jokowi dalam penanganan pandemi Covid-19 di Sulsel.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah mengirimkan oksigen konsentrator melalui Kementerian Kesehatan. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami,” katanya.

Untuk diketahui, dalam kunjungan kerjanya di Sulsel, Jokowi meresmikan Bendungan Passeloreng dan Bendung Gilireng. Serta meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi pelajar dan masyarakat umum. Diakhiri dengan memberikan pengarahan terhadap Forkopimda se Sulsel. (*)

0 116

Maros, humas.sulselprov.go.id – Presiden RI, Joko Widodo, memuji kekompakan Forkopimda dalam upaya penanganan Covid-19 yang dilakukan di Sulawesi Selatan (Sulsel). Hal itu diungkapkan Jokowi pada pengarahan kepada Forkopimda se Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), yang digelar di Skadron Udara 11, Lanud Hasanuddin, Kabupaten Maros, Kamis, 9 September 2021, yang diikuti Plt Gubernur Sulsel, para Forkopimda Provinsi Sulsel, Bupati/Wali Kota, serta Forkopimda se Sulsel yang hadir secara langsung maupun virtual.

“Alhamdulillah disampaikan tadi sama Pak Kapolri, Panglima dan Pak (Plt) Gubernur juga menyampaikan memang sudah turun (kasus aktif) 73 persen dari puncak di 7 Agustus 2021. Kita ikuti terus perkembangannya. Kalau kita lihat (tren kasus aktif per Kabupaten/kota), tidak ada yang merah, artinya baik. Tetap hati-hati, waspada, jangan lengah. Virus ini tidak kelihatan barangnya ada dimana,” ungkapnya.

Ia pun memuji upaya dalam menekan angka kematian akibat Covid-19 diangka 1,9 persen. “Saat ini yang dibutuhkan adalah kepemimpinan lapangan. Gubernur, Wali Kota, Bupati, Pangdam, Kapolda, Kapolres, Dandim, semuanya harus tahu BOR (Bed Occupancy Rate) di daerahnya masing-masing berapa. (Melihat di Sulsel) BOR-nya baik-baik di bawah standar WHO 60 persen. Jangan biarkan Covid-19 ini naik,” pungkasnya.

Jokowi mengingatkan untuk memperhatikan protokol kesehatan 5M dan upaya 3T, serta mendorong percepatan vaksinasi Covid-19.

“Capaian vaksinasi secara umum di Sulsel, cukup baik (27,2 persen). Kalau bisa didorong agar segera bisa naik lagi. Jangan ada stok vaksin (tersimpan). Segera suntikkan guna menekan angka kematian. Kalau vaksin datang, habiskan,” tegasnya.

“Keadaan dan situasi sekarang ini adalah situasi yang tidak mudah atau gampang, tidak hanya negara kita, tetapi dunia menghadapi hal yang sama. Ekonomi sekaligus pandemi, dua hal yang penanganan kompleksitasnya sangat sulit. Seperti di Provinsi Sulawesi Selatan dipastikan ekonominya bergerak naik.
Asal Covid-19 dikendalikan/dikurangi/diturunkan. Secara otomatis ekonomi naik,” katanya.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, melaporkan perkembangan penanganan Covid-19 di Sulsel. Upaya dari hulu hingga hilir dilakukan untuk menekan angka penyebaran virus corona. Beberapa diantaranya, Program Kebut Vaksinasi, Mobile Vaccinator, Telemedicine Hallo Dokter, Fasilitas Isolasi Terintegrasi (FIT), dan mendistribusikan 35 unit High Flow Nasal Cannula (HFNC).

“Alhamdulillah, (positif aktif) terus melandai. Dari sebelumnya puncaknya positif diatas seribuan, sekarang kisaran 200-an per hari. Saat ini, di Sulsel ada satu PPKM Level 4 yakni Kota Makassar. Level 3 ada 15 Kabupaten/Kota dan Level 2 ada 8 daerah,” sebutnya.

Ia mengatakan, melalui pengarahan Presiden penanganan Covid-19 di Sulsel semakin membaik. Dari total target vaksinasi sebanyak 7 juta orang, kata Andi Sudirman, yang sudah divaksin sekitar 27 persen.

“Alhamdulillah animo masyarakat Sulsel sangat kuat dan terima kasih banyak terus mendorong kami melakukan vaksinasi. Kami juga menyasar bersama Bapak Kapolri melalui Kapolda dan Panglima melalui Pangdam, untuk terus melakukan vaksinasi di wilayah Sulawesi Selatan. Kami juga menyiapkan mobil vaksinator sembilan unit untuk melakukan vaksinasi di spot-spot untuk wilayah aglomerasi,” pungkasnya.

Hal lainnya, kata dia, Pemprov Sulsel juga terus melakukan pembagian sembako baik sifatnya melalui CSR, APBD serta melalui bantuan TNI Polri. “Bantuan sosial terus dikucurkan kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 ini,” akunya. (*)

0 78

Wajo, humas.sulselprov.go.id – Mengawali kunjungan kerjanya di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Presiden RI, Joko Widodo, didampingi Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, melakukan peninjauan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di SMAN 3 Wajo, di Jalan Rusa, Kelurahan Mattirotappareng, Kecamatan Tempe, Kamis, 9 September 2021.

Di sana, tampak para siswa antusias melakukan vaksinasi Covid-19. Terlebih lagi dihadiri langsung oleh Presiden Jokowi, yang didampingi oleh sang istri, Iriana Jokowi. Turut hadir pada kegiatan peninjauan vaksinasi ini yakni Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, dan Bupati Wajo Amran Mahmud.

Sebanyak 220 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) mendapatkan suntikan dosis pertama vaksin Sinovac dalam kegiatan tersebut. Selain itu, kegiatan vaksinasi bagi para pelajar juga digelar secara serentak di sejumlah sekolah yang ada di Kabupaten Wajo.

Dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ini, turut dibantu oleh layanan mobile vaccinator yang diinisiasi oleh Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.

Hadirnya mobile vaccinator ini mendukung upaya Pemerintah Provinsi Sulsel dalam Kebut Vaksinasi. Berdasarkan data Satgas Covid-19 Sulsel, tertanggal 8 September 2021, total vaksinasi Sulsel untuk dosis 1 sudah mencapai 1.897.344 orang dan untuk vaksinasi dosis 2 sudah mencapai 1.111.376 orang.

Jokowi pun menyapa para siswa yang tengah mengantri untuk melakukan vaksinasi. Presiden Jokowi yang turut menyapa para peserta vaksinasi melalui konferensi video menyatakan bahwa kegiatan vaksinasi di sekolah-sekolah yang ada Kabupaten Wajo berjalan dengan lancar. Tampak semangat para siswa mendukung salah satu upaya pemerintah dalam penanganan Covid-19 melalui vaksin Covid-19.

“Hari ini saya melihat dan meninjau program vaksinasi yang diadakan di sekolah-sekolah, baik SMA, SMK, dan juga di madrasah. Saya melihat semuanya berjalan lancar,” ucap Presiden.

Presiden Jokowi juga mengapresiasi tim vaksinator dari UPTD Puskesmas Belawa yang melakukan kegiatan vaksinasi secara door to door, dengan menggunakan perahu karena wilayahnya terdampak banjir. Menurut Presiden, sistem jemput bola pada kegiatan vaksinasi penting dilakukan agar pelayanan yang diberikan semakin lebih baik.

“Bagus kalau bisa dilaksanakan dari pintu ke pintu, vaksinasinya door to door itu akan memberikan pelayanan lebih baik. Kalau memang tidak bisa datang ke tempat vaksinasi, ya memang lebih bagus kalau jemput bola,” ungkapnya.

Jokowi berharap dengan percepatan vaksinasi yang dilakukan di sekolah-sekolah tersebut dapat menekan laju penyebaran Covid-19, sehingga proses pembelajaran tatap muka juga dapat segera dilaksanakan. “Kita harapkan makin banyak siswa, murid, santri yang divaksinasi, akan mempercepat proses belajar tatap muka yang kita harapkan secepatnya dimulai, karena kita ingin anak-anak segera memperoleh ilmu kembali di sekolah,” imbuhnya.

Tak lupa, Presiden Jokowi juga mengingatkan para pelajar untuk tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, sehingga dapat terhindar dari penyebaran Covid-19. “Protokol kesehatan harus dijaga ketat terutama pakai masker, jangan sampai dilepas. Saya pakai masker sampai double karena penting menjaga kita semuanya agar tidak menularkan dan tidak tertular oleh Covid,” ujar Presiden.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di SMAN 3 Wajo serta di SMA/sederajat di Wajo berjalan lancar. Pelajar antusias melakukan vaksinasi, apalagi dihadiri oleh Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi.

“Kita harap dengan kehadiran Bapak Presiden menambah semangat masyarakat untuk melakukan vaksin. Dengan vaksinasi ini, akan membentuk kekebalan kelompok (herd immunity),” tuturnya.

Diketahui, kunjungan Presiden Jokowi ini juga untuk meresmikan Bendungan Passeloreng dan Bendung Gilireng di Kabupaten Wajo. Presiden juga akan memberikan pengarahan kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Provinsi Sulsel, yang digelar di Hanggar Pangkalan TNI AU Sultan Hasanuddin. (*)

0 184

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, tiba di bandara Lanud Hasanuddin sekitar pukul 09.50 Wita. Menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1, Jokowi beserta rombongan disambut Plt Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman.

Kunjungan kerja Jokowi kali ini didampingi oleh sang istri, Iriana Joko Widodo. Turut mendampingi Presiden dan Iriana dalam penerbangan menuju Provinsi Sulsel, antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M. Tonny Harjono, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI Tri Budi Utomo.

Saat menuruni pesawat, Jokowi yang tiba disambut Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Plt Gubernur Sulsel bersama Plt Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel Naoemi Octarina.

Selanjutnya, Jokowi beserta rombongan dan didampingi Plt Gubernur Andi Sudirman akan bertolak ke Kabupaten Wajo menggunakan Helikopter Super Puma TNI AU. Mereka langsung berpindah ke helikopter dan take off sekitar pukul 09.58 Wita.

Melalui Instagram resminya @jokowi, dirinya memposting rencana kunjungan kerjanya. “Agatu kareba, silessurengku? (Apa kabar, saudaraku?) Pagi ini saya berkunjung ke Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Saya hendak meninjau kegiatan vaksinasi Covid-19 bagi para pelajar dan masyarakat, lalu meresmikan Bendung Gilireng dan Bendungan Passeloreng di Kabupaten Wajo,” tulisnya.

Kunjungan kerja kali ini, Jokowi akan meninjau sekaligus meresmikan Bendungan Passeloreng dan Bendung Gilireng. Kepala Negara direncanakan juga akan meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Wajo. Mengakhiri rangkaian kunjungan kerja di Provinsi Sulsel, Presiden akan memberikan pengarahan kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se Provinsi Sulsel yang digelar di Hanggar Pangkalan TNI AU Sultan Hasanuddin.

Sebelumnya, Kepala Negara bersama rombongan lepas landas sekitar pukul 06.30 WIB, melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta. (*)

0 154

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Presiden Jokowi melalui Plt Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), memberikan penghargaan kepada PNS Pemprov Sulsel yang telah mengabdi selama 10, 20 dan 30 tahun. Secara simbolis kepada perwakilan 1.835 penerima, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menyematkan Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya, di Ruang Rapat Pimpinan (Rapim) Kantor Gubernur Sulsel, 16 Agustus 2021.

Sudirman Sulaiman berharap, ASN terus menjadi teladan, memiliki semangat juang, terus berkarya dan berinovasi. Sejumlah ASN yang diberikan penghargaan menyatakan terima kasih, rasa bangga dan juga harapannya.

Sekprov Sulsel, Abdul Hayat Gani, yang menerima penghargaan Satyalancana 30 tahun menyatakan rasa syukurnya dan harapan memberikan pengabdian lebih baik. Ia telah mengabdi selama 31 tahun sebagai ASN.

“Pertama, syukur alhamdulillah kita sudah masuk masa kerja 30 tahun. Kedua, kita ingin jauh lebih baik sebelumnya,” kata Abdul Hayat.

Ia mengatakan, penghargaan ini menjadi motivasi untuk lebih giat bekerja, penghargaan 30 tahun tidak membuat tersugesti merasa cukup dan puas. Tetapi berusaha memberikan yang lebih baik lagi.

Sedangkan, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sulsel, Sukarniaty Kondolele, juga menyampaikan bahwa menjadi ASN juga merupakan sebuah perjuangan kepada bangsa dan negara.

Berbagai tantangan dihadapi di masa pengabdiannya selama 31 tahun ini. Namun, ia menikmati perjalanan pengabdiannya itu dengan selalu menikmati pekerjaan dan ikhlas.

“Sepanjang kita menikmati pekerjaan dan ikhlas, insyaallah hambatannya tidak akan seperti yang kita bayangkan, sampai membuat kita patah semangat dan sebagainya,” sebutnya.

“Karena saya menikmati semua pekerjaan yang diberikan di mana saya ditempatkan, semua dijalani dengan ikhlas dan baik. Semua keberkahan sampai 31 tahun ini saya nikmati,” tambahnya.

Sukarniaty menyatakan, masa pengabdiannya tersisa 4 tahun lagi. Namun, ia tidak akan terpengaruh dengan sisa waktu yang ada dan akan memberikan yang terbaik.

“Jangan terpengaruh dengan sisa waktu yang ada, tetap bekerja dengan sebaik-baiknya. Tetap optimistis dan semangat, tetap harus melakukan hal yang lebih baik dari sebelumnya. Satyalencana 30 tahun ini, saya berharap tetap menjadi motivasi saya di sisa pengabdian saya di jabatan struktural ini,” ujarnya.

Sementara, Kasubag Dokumentasi Pimpinan Setda Sulsel, Elvira Djayanti, menyatakan, pesan Plt Gubernur agar PNS Pemprov Sulsel terus berkarya menjadi penyemangat. ASN yang telah mengabdi selama 14 tahun ini, terlebih di masa pandemi ini harus tetap berkarya dengan inovatif dan lebih kreatif.

“Semoga dengan ini saya dan teman-teman yang lain menjadi motivasi untuk menjadi ASN yang profesional, terus berkarya dengan inovatif dan kreatif dalam bekerja,” tuturnya. (*)

0 17
Makassar, humas.sulselprov.go.id - Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Sulawesi Selatan (Sulsel), Naoemi Octarina, menghadiri Gebyar PAUD Insan Masagena 2021, yang dilaksanakan di PAUD...