Tags Posts tagged with "Prof HM Nurdin Abdullah"

Prof HM Nurdin Abdullah

0 187

Enrekang, humas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. HM Nurdin Abdullah mengaku sangat takjub melihat inovasi Pemerintah Kabupaten Enrekang dengan bangunan Anjungan Sungai Matallo Enrekang.

Bangunan dengan anggaran sebesar Rp 14 miliar bantuan keuangan daerah dari Pemprov Sulsel nampak indah. Selain menambah tempat wisata bagi masyarakat Enrekang, anjungan tersebut terdapat los penjualan masing-masing kecamatan dan satu los untuk TP-PKK Kabupaten Enrekang.

“Saya takjub melihat inovasi Pak Bupati Enrekang dalam mendukung pembangunan (Infrastruktur) di Kabupaten Enrekang,” kata Nurdin Abdullah dalam sambutannya, pada hari jadi Kabupaten Enrekang ke-61 tahun di Alun-alun Kab. Enrekang, Jumat, 19 Februari 2021.

Sosok yang banyak melakukan perubahan terutama bidang infrastruktur di Sulsel ini mengaku, sangat memahami misi dari Bupati Enrekang, Muslimin Bando yang gereget untuk mensupport penuh pembangunan.

Menurut dia, pemimpin yang perduli terhadap pembangunan tentunya secara tidak langsung sangat mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 ini.

“Saya harus menjawab apa yang disampaikan oleh Pak Bupati. Saya yakin dan percaya Pak Bupati punya misi yang luar biasa dan semangat yang kuat. Kalau mau ekonomi berjalan dengan baik maka perbaiki jalan, jembatan dan infrastruktur lainnya supaya roda perekonomian terus jalan dengan baik,” jelasnya.

Meski demikian, Nurdin Abdullah menyampaikan dalam keadaan pendemi Covid-19 ini tentunya, terdapat refokusing anggaran yang cukup besar di semua daerah. Olehnya itu, pembangunan infrastruktur harus difokuskan pada proyek strategis.

“Insyaallah Pak Bupati kami paham, hampir semua daerah dipotong, temasuk kami dilakukan pemotongan banyak. Tapi itu tidak akan mempengaruhi bantuan keuangan daerah (tahun 2021),” katanya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Enrekang, Muslimin Bando menjelaskan, peresmian Anjungan Sungai Matallo tersebut memang harus diresmikan oleh bapak Gubernur Sulsel. Pasalnya, anggaran Rp 14 miliar tersebut adalah Bantuan Keuangan Daerah Tahun 2020 lalu dari Pemprov Sulsel.

“Kenapa harus bapak Gubernur yang meresmikan Anjungan Sungai Matallo ini, karena ini adalah anggaran Rp 14 miliar dari Pemerintah Provinsi. Ini atas usulan dari salah satu anggota TGUPP Pak Dr. Hendra, beliau ada di depan saya ini,” jelas Muslimin Bando.

Menurut dia, di awal pembangunan anjungan tersebut banyak kritikan dari masyarakat dan pihak lainnya. Namun, dirinya memilih untuk diam dan membuktikan lewat pembangunan fisik yang cukup megah itu.

“Saya tidak mau simpan di belakang. Anjungan itu adalah bantuan keuangan daerah dari Provinsi. Tapi saya tampilkan di depan untuk kita lihat semuanya,” tutupnya. (*)

0 273
  • HUT Pinrang Ke-61 Tahun

Pinrang, humas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. HM Nurdin Abdullah dalam setiap kesempatan terus mengingatkan masyarakat, satu-satunya solusi melindungi diri dari Covid-19 dengan mengikuti vaksin.

“Mari kita sukseskan vaksin ini untuk menekan penularan Covid-19. Jadi vaksin adalah solusi bagi kita semua untuk melindungi diri,” kata Prof Nurdin Abdullah dalam sambutannya pada rapat paripurna DPRD Kabupaten Pinrang di HUT Ke-61 tahun, di Protpim Kabupaten Pinrang, Jumat, 19 Febuari 2021.

Ia menyebutkan, pandemi Covid-19 ini merupakan tantangan besar yang dihadapi seluruh masyarakat Indonesia bahkan dunia. Olehnya itu, tugas terbesar dari pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten kota bagaimana bersatu padu dalam pemulihan ekonomi.

“Jadi bapak ibu sekalian yang saya hormati saya kira pemerintah sudah memberikan solusi dengan mengikuti vaksin. Vaksin untuk nakes kita targetkan bulan Maret kita selesaikan vaksinasinya. Setelah itu kita lanjutkan lagi untuk yang rentan menularkan atau tertular, mubaligh, wartawan, dan yang bekerja di tempat kerumunan seperti pasar dan lainnya,” jelasnya.

Menurut dia, pemerintah pusat saat ini tidak tanggung-tanggung mengeluarkan biaya sebanyak Rp 147 triliun khusus pengadaan vaksin bagi masyarakat Indonesia, termasuk Sulsel.

“Makanya bapak Presiden sangat mengapresiasi langkah Sulsel dalam penanganan Covid-19 di Sulsel. Jadi sekarang pemerintah sudah memberikan solusi dengan vaksin,” ujarnya.

Berdasarkan laporan dari Bupati Kabupaten Pinrang, H. A. Irwan Hamid penanganan Covid-19 di Kabupaten Pinrang cukup baik.

“Saya melihat penanganan Covid-19 di Pinrang ini cukup baik. Tapi ini tetap menjadi tantangan bagi kita semua terutama untuk pemulihan ekonomi,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Pinrang, H. A Irwan Hamid mengaku, saat ini tercatat sebanyak 32 orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Pinrang. Dari 32 orang tersebut terbagi-bagi di beberapa tempat,
ada yang masih di Rumah Sakit (RS), ada pula yang masih melakukan isolasi mandiri.

“32 orang masih terkonfirmasi positif, sebagiannya masih di RS dan isolasi mandiri. Kami terus melakukan kegiatan tracking secara ketat sampai saat ini,” ungkap Irwan Hamid dalam sambutannya.

Kabupaten Pinrang di bawah kepemimpinan dirinya terus berbenah dengan membangun sinergi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat, Forkopimda dan organisasi vertikal.

“Kami saling menggenggam tangan dalam menyelesaikan masalah yang ada di kabupaten Pinrang. Kami sudah bersinergi dengan baik selama ini,” tutupnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Pinrang, H. A. Irwan Hamid, Wakil Bupati Pinrang, H. Alwin, Sekda Kabupaten Pinrang, Ir. Budaya, Ketua DPRD Kabupaten Pinrang, H. Muhtadin, Wakil Ketua DPRD Sulsel, Anggota DPRD Sulsel. Turut hadir mendampingi Gubernur, Kepala Biro Umum Setda Pemprov Sulsel, Kapala Bappeda, Kaban BKAD, Asisten 1 Bagian Pemerintah, dan seluruh rombongan lainnya. (*)

0 144

Sidrap, humas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah mengajak, masyarakat Sidenreng Rappang (Sidrap) sama-sama mengawal sejumlah program strategis baik dari Pemerintah Pusat, Pemprov Sulsel maupun di Kabupaten Sidrap sendiri.

Dimana tahun 2020 lalu sudah berhasil membangun sejumlah ruas jalan dan jembatan salah satunya jembatan Sungai Bangkae, ruas jalan lingkar dan irigasi Wette’e, perbaikan krikil ruas Jalan Tanro Tedong – Larongkong, ruas jalan Babapangi – Lajonga semuanya dengan anggaran Rp 14 miliar.

“Saya menyimak betul apa yang disampaikan sama Pak Bupati. Kami sama pak Saharuddin Alrif (Wakil Ketua DPRD Sulsel) juga bangga ada hasil dari bantuan keuangan daerah. Yang pasti kita akan melanjutkan bantuan keuangan daerah. Apalagi ada salah satu tokoh kita disini Pak Sahar. Ini adalah salah satu anggota DPRD Sulsel kita dari Dapil Sidrap,” jelas Prof. Nurdin Abdullah, di Kantor DPRD Sidrap, Kamis 18 Februari 2021.

Ia menjelaskan, memasuki tahun ketiga kepemimpinan dirinya sebagai Gubernur Sulsel terbukti membangun kolaborasi dengan seluruh elemen terutama dengan DPRD Sulsel, kolaborasi tersebut berhasil melahirkan bantuan keuangan daerah bagi kabupaten kota se-Sulsel.

“Mari kita mengawal program nasional kita. Hampir semua daerah mengalami krisis. Tolong Pak Bupati dipercepat rencana pembangunan untuk kita selesaikan dengan Anggaran Tahun 2021 ini,” ungkapnya.

Apalagi, kata Nurdin Abdullah, kolaborasi dengan DPRD tentunya untuk mempermudah penyusunan APBD.

“Bayangkan belum masuk tahun 2021 sudah menyusun APBD dan memang program sinergitas langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), H. Dollah Mando menyampaikan, terimakasih banyak kepada Bapak Gubernur Sulsel atas dukungannya lewat bantuan keuangan daerah dan bantuan ini dinikmati langsung oleh masyarakat.

“Bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi seluruh masyarakat di Sidrap. Tanpa bantuan dari bapak Gubernur kami tidak bisa bekerja banyak. Kami sangat berterimakasih banyak atas bantuan keuangannya bapak Gubernur,” tutupnya. (*)

0 254

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas Harian (PLH) Bupati Kabupaten Barru, Bulukumba, Gowa, Kepulauan Selayar, Luwu Timur, Luwu Utara, Maros, Pangkep, Soppeng, dan Kabupaten Tana Toraja.

Dalam arahannya, Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah, berharap, dengan tugas yang cukup singkat ini diharapkan bisa bekerja dengan baik dan benar dalam mengemban amanah sebagai Bupati di masing-masing daerahnya.

“Iya meski cukup singkat, tapi kami berharap bapak ibu sebagai pelaksana tugas harian bupati ini bekerja dengan baik, untuk menyiapkan pelantikan bupati defenitif,” kata Nurdin Abdullah, di Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Rabu, 17 Febuari 2021.

Sementara untuk pelantikan kepala daerah terpilih berdasarkan surat dari Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, akan berlangsung di minggu ke empat Bulan Febuari 2021 ini.

Berdasarkan arahan melalui surat Mendagri dengan nomor surat 131/966/OTDA tertanggal 15 Febuari 2021 dan pasal 4 undang-undang nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan, pemerintah pusat dan pemerintah daerah bertanggung jawab melindungi kesehatan masyarakat dari penyakit atau faktor risiko kesehatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kedaruratan kesehatan penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan.

Hal ini sebagai upaya mencegah
penyebaran penyakit kedaruratan kesehatan masyarakat yang sedang terjadi antar orang di suatu wilayah tertentu. (*)

0 136
  • Sesuai Target Selesai Empat Bulan

Yogyakarta, humas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, meresmikan gedung baru Asrama Putri Sulawesi Selatan “Anging Mammiri” di Kota Yogyakarta, Selasa, 16 Februari 2021.

Sebelumnya, peletakan batu pertama untuk asrama putri yang berlokasi di Jalan Kota Baru ini dilakukan oleh Nurdin pada 2 September 2020 lalu. Menelan anggaran sebesar Rp 4.408.916.029 yang bersumber dari APBD Provinsi Sulsel tahun 2020, yang ditargetkan penyelesaian dalam waktu empat bulan. Bangunan dua lantai dengan 18 kamar.

Ia menyebutkan, masyarakat dan mahasiswa Sulsel yang ada di Yogyakarta cukup besar jumlahnya. Tentu hadirnya asrama sangat penting. Sehingga Pemprov terus mendorong penyiapan asrama. Selain itu, masyarakat Sulsel adalah perantau, termasuk anak muda dan mahasiswanya. Mereka selalu berusaha melakukan dan mendapatkan yang terbaik di perantauan, termasuk pendidikan. Dan Yogyakarta salah satu menjadi pilihan utama.

“Animo anak-anak kita dari Sulsel itu untuk belajar ke Jogjakarta di berbagai universitas termasuk di UGM itu tinggi sekali,” kata Nurdin Abdullah.

Ia menuturkan, saat berkunjungan ke sini, asramanya banyak bagian yang bocor atapnya, kayunya lapuk demikian juga dengan dindingnya. Setiap tahun direhab, tapi dianggap belum menjadi solusi. Sehingga diputuskan untuk robohkan dan membangun bangunan yang baru.

“Tentu saya berharap, mudah-mudahan dengan hadirnya asrama ini bisa semakin memotivasi anak-anak kita untuk semakin giat belajar. Sehingga nanti sudah selesai, mereka akan kembali ke Sulsel untuk mengabdi,” harapnya.

Selian itu, bangunan baru ini dimintanya untuk dirawat dengan baik, sehingga dapat terus digunakan oleh mahasiswa Sulsel lainnya yang akan ke Kota Pelajar ini.

Nurdin menjelaskan, selain di Yogyakarta asrama lainnya ada di Bandung, Jakarta, Bogor dan Semarang.

“Di Semarang insyaallah (akan diperbaiki), di Bandung, terus di Bogor sudah selesai, ada lagi satu di sana, Jakarta. Mungkin empat tahun depan. Inikan cuma Rp 4 miliar, tidak terlalu mahal. Kira-kira seperti itu, itu sudah dengan perabot. Dan asrama ini (Angging Mammiri) letaknya sangat strategis dekat ke mana-mana,” ujarnya.

Diketahui, di Kota Yogyakarta saat ini Pemprov memiliki lima asrama provinsi. Diantaranya Asrama Mattoanging, Asrama Putri Anging Mammiri, Asrama Latimojong, Asrama Bawakaraeng, dan Asrama Sawerigading.

Sejak tahun 2018 Pemprov Sulsel memiliki 11 asrama mahasiswa di Pulau Jawa. Hadirnya asrama diharapkan akan membuat mereka semakin giat, memicu dan memacu semangat belajar mereka. (*)

0 104

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Ketua tim kunjungan kerja Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, mengaku akan mengawal progres pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Apa yang menjadi harapan dari Bapak Gubernur Sulawesi Selatan akan kami kawal di DPR RI,” kata Andi Iwan Darmawan Aras dalam sambutannya, di Ruang Rapim Kantor Gubernur Sulsel, Senin, 15 Febuari 2021.

Adapun masukan dari Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah, terkait perubahan status jalan provinsi ke jalan nasional. Jalan tol layang sesi dua Andi Pettarani – Barombong Gowa, kemudian Takalar – Bulukumba akan dikawal di Komisi V DPR RI.

“Insyaallah apa yang menjadi masukan dari Bapak Gubernur akan kami kawal dan akan menjadi prioritas kami juga,” kata Ketua DPD Gerindra Sulsel ini.

Hal serupa disampaikan Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Golkar, Hamka Baco Kady. Ia menegaskan, kepada Balai Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) betul-betul melakukan analisis data dengan baik. Pasalnya, jalan belum cukup satu tahun sudah rusak dan berlubang-lubang.

“Saya minta dengan sangat analisis pendataan berapa kilometer, berapa panjangnya yang kita harus anggarkan. Jangan pikirannya hanya perbaikan, perbaikan. Tapi bagaimana bisa selesai baik,” tegas politisi senior Partai Golkar itu.

Ia berharap pihak Kementerian PUPR berkoordinasi dengan pihaknya untuk membahas soal kebutuhan anggaran khususnya di Sulsel.

“Kalau anggaran Rp 14 miliar itu tidak ada artinya. Kalau mendengarkan paparan hari ini bukan menyelesaikan masalah, tapi justru menimbulkan masalah baru. Ini kenyataannya tidak pernah terekspos di Komisi,” tutupnya. (*)

0 196

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah, yakin Provinsi Sulsel akan berkembang dan tumbuh cepat dalam berbagai sektor dengan kehadiran Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP), dengan latar belakang keilmuan dan beragam keahlian.

“Tidak ada alasan bagi Sulsel tidak bergerak cepat. Tim TGUPP sangat kokoh diisi oleh para ahli yang mumpuni pada bidangnya,” jelas Bupati Bantaeng Periode 2008 – 2018.

Dalam arahan pada Rapat Kerja TGUPP di Ruang Rapat Pimpinan, Senin 15 Februari 2021, Nurdin Abdullah menjelaskan, Sulsel memiliki keunggulan di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
Oleh karena itu, Dosen Fakultas Kehutanan Unhas ini meminta kepada anggota TGUPP membantu gubernur dalam meningkatkan sinergitas dengan OPD untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas.

Nurdin Abdullah meminta kepada Ketua TGUPP Prof Syamsu Alam untuk mengatur OPD dalam meningkatkan kapasitas. “Kita tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan sendiri. Harap TGUPP ajak OPD untuk terus belajar tingkatkan kapasitas,” jelasnya.

Kalau OPD dan TGUPP bersinergi, menurut Nurdin Abdullah, PAD Sulsel akan meningkat pesat dan tidak lagi didominasi dari pajak kendaraan bermotor.

Sementara, Prof Syamsu Alam menjelaskan, rapat kerja ini untuk menyusun kegiatan yang dapat mendukung kekuatan kerjasama TGUPP dan OPD dalam percepatan target pembangunan.

Topik lain, jelasnya, menyusun proses perencanaan, monitoring, dan evaluasi, serta memperkuat koordinasi dan kerjasama antarpihak, kerjasama dengan pemerintah kabupaten dan kota. (*)

0 233

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) menyediakan bibit udang windu gratis bagi petani tambak. Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, mengatakan, sektor perikanan harus dikembangkan, khususnya udang windu.

“Kita siapkan bibit udang windu gratis bagi petani tambak. Kita siap kembalikan kejayaan udang windu,” kata Nurdin Abdullah, di Kantor Gubernur Sulsel, Senin, 15 Febuari 2021.

Begitu juga dengan keadaan nelayan saat ini yang masih belum ada yang melek teknologi, agar didorong daya tangkap dan jumlah pendapatannya. Padahal, saat ini terlihat jelas bagaimana potensi perikanan di Sulsel sangat luar biasa.

“Sektor perikanan di depan mata kita, terlihat jelas potensi perikanan kita besar. Tapi persoalannya adalah nelayan kita belum melek teknologi. Kedua, alat tangkap kita masih sederhana, dan ini menjadi PR kita,” ungkapnya.

Hal lain, lanjut Nurdin Abdullah, akhir-akhir ini Presiden Joko Widodo angkat bicara soal kelangkaan kedelai. Padahal kebutuhan akan kedelai ini cukup tinggi di masyarakat.

“Kalau bisa dari Sulsel kita bangkitkan kedelai ini. Sebenarnya kita sudah tahu masalahnya, biaya lebih mahal daripada harganya. Makanya kita coba mungkin akan perluas area penanaman. Tentu saya berharap sektor pertanian ini menjadi unggulan kita,” jelasnya.

Sementara, Ketua TGUPP Pemprov Sulsel, Prof Syamsul Alam, mengatakan, saat ini pihaknya menyusun tim kerja cepat untuk penanganan kemiskinan. Termasuk tim penanganan bencana, dan tim untuk memaksimalkan pengelolaan aset milik Pemprov Sulsel.

“Kita akan membangun tim kerja untuk mengawal pekerjaan kita pada tahun 2021. Kehadiran Bapak Gubernur ini adalah untuk mempercepat koordinasi antara TGUPP dengan seluruh OPD lingkup Pemprov Sulsel,” ungkap Prof Syamsul Alam, saat rapat koordinasi dengan OPD lingkup Pemprov Sulsel. (*)

0 170
  • Silaturahmi Bai Nian Virtual

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Tiga komunitas Tionghoa di Sulawesi Selatan (Sulsel), yakni Permabudhi Sulsel, INTI Sulsel, dan PSMTI, menggelar Bai Nian Virtual, Minggu, 14 Februari 2021. Acara ini diikuti Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah, secara virtual.

Bai Nian adalah tradisi mengucapkan salam Tahun Baru Imlek. Bagi masyarakat Tionghoa, biasanya akan berkunjung ke rumah saudara atau keluarga yang lebih tua. Mereka yang berumur panjang akan menjadi pertama yang menerima ucapan selamat tahun baru.

Generasi yang lebih muda akan menyapa atau mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek dan mengucapkan, “Sin Chun Kiong Hie” atau “Gong Xi Fa Cai” dengan menggunakan sikap Bai Nian. Yaitu dua tangan terkepal dan yang menerima ucapan, biasanya akan membalas dengan sikap Bai Nian, sambil berucap, “Kiong Hie” atau “Gong Xi”.

Namun, karena perayaan Imlek 2572 jatuh di tengah masa pandemi, maka dilakukan secara virtual melalui aplikasi Zoom, dengan Tema “Untukmu Negeri Kami Berbakti dan Peduli”.

Selain memberikan salam, acara juga menghadirkan pertunjukan barongsai, tarian dan pakaian khas Thionghoa.

Dalam sambutannya, Nurdin Abdullah mengatakan, dengan bangga hati atas nama pemerintah dan segenap masyarakat Sulsel menyampaikan ucapan selamat.

“Karena masih dalam masa pandemi, imlek kali ini tentu sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Meskipun demikian, tidak membatasi kita untuk terus menjaga dan memelihara serta menjalin tali persaudaraan dan keharmonisan. Sehingga kita selalu mendapat keberuntungan dan kesehatan,” ucap Nurdin Abdullah.

Nurdin Abdullah yang mengenakan batik merah-kuning dengan motif cheongsam, menyebutkan, tahun 2021 merupakan tahun kerbau logam yang identik dengan sifat pekerja keras. Untuk itu, dapat dimaknai dan menjadikan momentum untuk berkolaborasi.

“Mari kita maknai dengan bekerja keras dan berkolaborasi membangun Sulsel, khususnya dalam upaya recovery ekonomi dan kesehatan kita. Saya rasa ini juga sejalan dengan tema perayaan imlek kali ini, yakni mengabdi dan peduli pada negeri,” terangnya.

Ia menegaskan, Covid-19 memberikan dampak yang sangat besar bagi perekonomian dunia, termasuk di Sulsel. Sebagai upaya pemulihan ekonomi, pemerintah terus berusaha untuk menumbuhkan pusat ekonomi baru yang tersebar di 24 kabupaten/kota di Sulsel.

“Kami telah membuka akses-akses jalan di daerah-daerah tersiolir seperti Seko, Bua, Rantepao, Pangkep-Bone, Barru-Soppeng, dan beberapa ruas jalan lainnya. Selain meringkas jarak tempuh juga peningkatan konektivitas untuk mempercepat distribusi hasil-hasil pertanian,” harap Nurdin yang baru saja melakukan peninjauan bandara di Kabupaten Bone yang akan dioperasikan kembali.

Pembangunan di Sulsel sangat progresif dan massif. Banyak potensi yang dapat dikelola, tentunya ini adalah peluang investasi yang sangat bagus bagi para investor dan Pemprov.

“Saya kira pemerintah sangat menyambut baik pihak-pihak yang ingin berinvestasi di Sulsel. Bersamaan dengan itu Pemprov Sulsel berupaya menciptakan pemerintahan yang berorientasi melayani, maka dari itu izin usaha lebih mudah dan tranparan terus didorong,” ucapnya.

Paradigma masyarakat melayani harus diubah, karena pemerintah sudah seharusnya menjadi pelayan bagi seluruh lapisan masyarakat. Termasuk bagi kalangan dunia usaha.

Ia menyebutkan, masyarakat bisnis Tionghoa yang ada di Sulsel berasal dari berbagai marga yang berbeda-beda. Begitu pula dengan Indonesia yang kaya dan beragam serta mejemuk. Ini adalah karunia yang harus disyukuri.

“Maka dari itu sangat penting untuk menjaga kerukunan dan keharmonisan antar sesama. Peran organisasi kemasyarakatan dalam meningkatkan tali persaudaraan. Seperti yang dilakukan saat ini, tentunya sangat penting dalam menjaga persaudaraan dan kesatuan kita,” ucapnya.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat Tionghoa yang telah ikut berperan dalam pembangunan dan aktivitas sosial kemasyarakatan. Semoga kondisi ini dapat kita pertahankan dan tingkatkan khususnya dalam rangka membangun kedamaian dan kemakmuran masyarakat Sulsel,” imbuhnya.

Di akhir sambutan, ia juga meminta dukungan masyarakat Tionghoa untuk mendukung program vaksinasi penanganan Covid-19.

“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa membimbing usaha kita dalam mewujudkan Sulsel yang maju dan sejahtera. Selamat Tahun Baru Imlek tahun 2572, gong xi fa cai, xin nian kuai le (selamat berbahagia di tahun baru), terima kasih, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera untuk kita semua,” ucapnya. (*)

0 194

Bone, humas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), HM Nurdin Abdullah, melakukan panen perdana benih jagung hibrida NASA 29, di Desa Unra, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, Minggu, 14 Februari 2021. Jagung Hibrida NASA 29 merupakan inovasi Balitbangtan Kementrian Pertanian, dengan potensi hasil 13,5 ton/hektare. Tetua Jagung Hibrida NASA 29 diambil dari Balai Serealia Maros.

Varietas unggul berdaya adaptasi luas ini diharapkan dapat memberikan pencerahan bagi dunia pertanian, khususnya komoditas jagung di Indonesia. Peneliti pertanian dan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Bidang Pertanian Dr Ir Muktar Andi Nawir mengatakan, Presiden Joko Widodo memberikan nama jagung hibrida tongkol ganda ini dengan nama “NASA (Nakula Sadewa) 29”.

“Varietas NASA – 29 itu dicetuskan oleh Presiden (Jokowi) namanya, dan ini ada penelitinya Doktor Muhammad Azrai (Kepala Balai Sereal Maros) di sini. Ini adalah hibrida Nakula Sadewa, singkatannya NASA-29, angka 29 adalah tanggal dicetuskan,” jelasnya.

Sementara, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, mengaku bangga dengan upaya yang dilakukan sehingga Bone bisa menghasilkan benih unggul hibrida NASA – 29.

“Saya bangga sekali hari ini bisa menghasilkan benih unggul hibrida NASA – 29. Ini adalah benar produk kita Sulsel, dan ini diawali waktu saya menjabat bupati di Bantaeng,” kata Nurdin Abdullah.

Ia mengatakan, masalah klasik yang dihadapi petani adalah saat mau menanam sulit mendapatkan benih, saat akan melakukan pemupukan juga langka, dan saat panen raya harga jatuh. Baginya, masalah klasik ini harus diselesaikan oleh pemerintah.

“Kita hadir di sini untuk menjadikan Bone tidak lagi langka bibit. Mudah-mudahan pupuk juga tahun ini mulai kita atasi,” ujarnya.

Nurdin menegaskan, dengan bibit berkualitas maka akan dihasilkan pula jagung yang berkualitas. Ia juga terus berkomitmen meningkatkan jumlah dan kualitas produksi jagung, termasuk melalui research. Termasuk kepada para peneliti, dengan belajar ke luar negeri.

Negara bagian Minnesota di Amerika Serikat, lanjutnya, memiliki produksi jagung hingga 29 ton/per hektare. “Semoga setiap tahun ada inovasi-inovasi baru,” harapnya.

Ia berharap, sebagai negara agraris, yang paling makmur adalah petani. Karena sektor pertanian tahan terhadap krisis ekonomi.

“Hasil pertanian, tidak pernah tidak laku. Karena tidak ada orang yang menunda makan. Ke depan sektor pertanian harus menjadi unggulan kita. Ke depan bukan lagi perang dunia menjadi ancaman, tetapi krisis pangan dunia. Peluang Indonesia muncul sebagai negara besar. Karena kita menguasai pangan. Kita produksi sepanjang tahun,” ungkapnya.

Tugas pemerintah, lanjutnya, menghadirkan pupuk dan bibit unggul, serta sistem pemasaran yang memberikan kepastian pada petani.

Wakil Bupati Bone, H Ambo Dalle, yang hadir pada acara tersebut menjelaskan, Kabupaten Bone memiliki lahan pertanian sawah untuk padi 118.000 hektare. Produksi setiap tahun hampir 1 juta ton. Serta lahan jagung 50.000 hektare.

“Permasalah setiap tahun adalah terkait bibit. Alhamdulillah berkat program gubernur untuk mandiri bibit, ternyata Bone dijadikan pilihan pertama untuk bibit hibrida. Ini pertama, karena bibit hibrida itu dihasilkan luar negeri. Alhamdulillah sekarang di dalam negeri dan itu Unra,” paparnya.

Ia berharap, ke depan tidak akan ada lagi persoalan bibit. Masyarakat Unra punya sejarah masa lalu. Sebagai orang-orang berani melawan penjajah, konteks sekarang berani melakukan inovasi.

“Konteks sekarang bisa menerima pembaharuan untuk menanam bibit hibrida di Kabupaten Bone. Ini luar biasa,” tambahnya.

Salah seorang petani, Muhammad Zuhri, mengaku sangat terbantu dengan hadirnya program pemerintah. Dan hadirnya PT Citra Indonesia (Perseroda) sebagai penyangga hasil pertanian.

“Ini tentu kami merasa terbantu dengan perusahaan ini,” sebutnya.

NASA 29 memiliki umur panen 100 hari dengan warna biji kuning-oranye. Potensi hasil yang tinggi mencapai 13,5 t/ha. Selain potensi hasil yang tinggi, jagung ini memiliki ketahanan terhadap penyakit bulai, karat, dan hawar.

Keunggulan jagung hibrida tongkol ganda NASA 29 ini adalah stay green, yaitu warna batang dan daun di atas tongkol masih hijau saat biji sudah masak/waktu untuk panen, sehingga dapat dimanfaatkan untuk pakan.

Jagung hibrida NASA 29 merupakan hasil persilangan antara galur inbrida G102612 sebagai tetua jantan dan MAL03 sebagai tetua betina. Kedua tetua tersebut memiliki gen bertongkol dua (prolifik) sehingga jagung hibridanya dapat bertongkol dua dengan persentase ≥70 persen pada kondisi lingkungan yang sesuai.

Adapun keunggulan jagung hibrida NASA 29 yakni: Pengisian biji pada tongkol penuh dan kelobot tertutup sempurna, rendemen biji >80%, batang kokoh, tahan terhadap serangan hawar daun, penyakit bulai dan busuk tongkol, mempunyai adaptasi yang cukup luas baik di dataran rendah sampai dataran tinggi.

Selain itu, NASA 29 mempunyai penampilan yang sangat menarik dimana kelobot tertutup rapat sehingga jika panen saat kondisi hujan air hujan tidak mudah masuk ke tongkol yang dapat menyebabkan biji berkecambah.

Jagung hibrida NASA 29 telah didesiminasikan kepada masyarakat mulai tahun 2016 dalam skala luas. Para petani dengan cepat mengadopsi jagung hibrida NASA 29, sehingga program pemerintah untuk mewujudkan swasembada jagung berkelanjutan dapat dicapai. (*)

0 33
Makassar, humas.sulselprov.go.id - Sekertaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulsel, Abdul Hayat Gani, mengajak stakeholder sama-sama mengawal kebijakan prioritas nasional, dalam hal ini proyek kereta api...