Tags Posts tagged with "Rakerda PKK Sulsel 2021"

Rakerda PKK Sulsel 2021

0 164

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina, menutup pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PKK Sulsel Tahun 2021, yang diselenggarakan di Hotel Four Point by Sheraton Makassar, Kamis malam, 3 Juni 2021. Dalam acara ini, dilakukan penyerahan hasil rumusan Rakerda PKK dan pengumuman lomba stand pameran.

Dalam sambutannya, Naoemi menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja para pengurus PKK atas waktu, tenaga, dan pikiran, agar kegiatan tersebut terlaksana dengan baik. Ia berharap, PKK bisa memainkan peran sebagai mitra pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat dan keluarga.

“Ada banyak masalah yang dihadapi masyarakat kita, yang butuh perhatian serius. Seperti stunting, anak putus sekolah, hingga masalah kemiskinan,” kata Naoemi.

Selaku Pelaksana Tugas Ketua PKK Sulsel, Naoemi berpesan agar Ketua PKK Kabupaten Kota bersama-sama membangun komitmen dan dedikasi tinggi untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi di daerahnya masing-masing. PKK Kabupaten Kota bisa melahirkan inovasi sebagai motor penggerak keluarga.

“Yang paling utama dan harus menjadi perhatian bersama adalah bagaimana pola asuh anak dan remaja. Apalagi zaman digital, sekolah online, dimana mereka bisa mengakses semuanya. Semoga Ketua PKK Kabupaten Kota ada inovasi mengatasi anak-anak yang sudah ketergantungan gadget,” pesan Naoemi.

Adapun para pemenang lomba stand pameran, masing-masing Kabupaten Bone (Juara I), Enrekang (Juara II), dan Sinjai (Juara III). Kemudian, Kota Palopo (Harapan I), Kabupaten Gowa (Harapan II), dan Luwu Utara (Harapan III).

Sekedar informasi, Rakerda PKK Tahun 2021 ini menghasilkan delapan rekomendasi. Antara lain, pengadaan buku pedoman hasil rakerda tetap dicetak, penggunaan papan nama bagi seluruh pengurus sampai ke tingkat desa kelurahan, penyeragaman data, tindaklanjut SIM PKK dimana Sekretaris PKK akan diberangkatkan ke DKI Jakarta dalam rangka studi tiru, dengan catatan jika Ketua PKK Sulsel menyetujui.

Selanjutnya, struktur organisasi yang mengacu pada hasil rekomendasi Rakerda, pelaksanaan lomba program PKK masih mengacu pada tahun sebelumnya dan lomba di tingkat nasional, program unggulan PKK, dan PKK Remaja sebagai pilot project lahirnya embrio PKK di masa mendatang. (*)

0 98
  • Andi Sudirman Sulaiman Buka HKG dan Rakerda PKK Tingkat Provinsi Sulsel Tahun 2021

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina, memaparkan sejumlah program PKK Sulsel, pada pelaksanaan pembukaan Hari Kesatuan Gerak PKK dan Rapat Kerja Daerah PKK Tingkat Provinsi Sulsel Tahun 2021, yang dilaksanakan di Hotel Four Points Makassar, Rabu, 2 Juni 2021. Acara ini dibuka Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, melalui virtual.

Dalam sambutannya, Naoemi menyampaikan, PKK Sulsel berupaya untuk ikut andil dalam kemajuan Indonesia melalui program-programnya.
Termasuk mendorong kemampuan masyarakat memperoleh berbagai layanan publik. Seperti pendidikan, kesehatan, perbankan, dan sebagainya.

“Untuk mengakses layanan tersebut, tentu membutuhkan kelengkapan dokumen. Saat pelaksanaan Rakernas PKK, program KISAK ini menjadi rekomendasi. Dan Sulsel menjadi pelopor, provinsi pertama yang menindaklanjuti hasil Rakernas ini,” ujarnya.

Melalui program KISAK ini, lanjut Naoemi, PKK Provinsi Sulsel dan Kabupaten Kota, akan bersinergi, bersama-sama menyadarkan masyarakat akan pentingnya dokumen kependudukan, sehingga dapat mengakses pelayanan publik. Mulai dari Akte Kelahiran hingga KTP, sangat dibutuhkan.

Selanjutnya, kata Naoemi, PKK Sulsel berupaya menjadikan keluarga sebagai pelopor perubahan untuk penanganan stunting, angka kematian ibu hamil, dan angka kematian bayi. Namun untuk mewujudkan hal ini, semua harus bersinergi dan bergerak bersama.

“Sejauh ini belum ada data yang akurat mengenai angka kematian ibu dan bayi. Kita akan perbaiki sama-sama. Ke depan ada wacana, bagaimana jika data tersebut wajib ditembuskan ke PKK, agar bisa lebih diperhatikan,” ungkap Naoemi.

Terkait penanganan stunting, PKK Sulsel sudah membentuk tim stunting yang akan turun ke kabupaten kota, menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Dokter Spesialis Obgyn.

“Dalam pelaksanaan programnya, PKK Sulsel juga menitikberatkan pada lingkungan hidup, dimana PKK aktif melakukan penghijauan,” bebernya.

Selain itu, PKK Sulsel juga turut andil dalam penanganan Covid-19. Naoemi mengungkapkan, PKK Sulsel aktif melakukan sosialisasi, apalagi masih banyak warga yang tidak memakai masker dan enggan mengikuti program vaksinasi.

“Bagaimana peningkatan ekonomi selama pandemi Covid-19, PKK melakukan program inovasi agar perempuan bisa diberdayakan. Mulai dari memanfaatkan lahan pekarangan, hingga pelatihan untuk perempuan,” jelasnya.

Ke depannya, tambah Naoemi, PKK akan menjadi organisasi mandiri. Tidak hanya sekedar mengandalkan OPD, tetapi juga pihak swasta dan BUMN.

Sementara, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, dalam sambutannya yang disampaikan melalui video sekaligus membuka acara, mengapresiasi upaya PKK Provinsi Sulsel dan Kabupaten Kota, yang selama ini turun melaksanakan program pemberdayaan keluarga. Apalagi di tengah pandemi, PKK juga gencar melakukan sosialisasi pelaksanaan protokol kesehatan.

“PKK Sulsel juga banyak berperan dalam penanganan stunting, gizi buruk, hingga membantu warga miskin atau prasejahtera,” tuturnya.

Meski telah banyak berperan membantu pemerintah, Andi Sudirman mengatakan, masih banyak tugas PKK ke depannya. Salah satunya, menciptakan generasi berkualitas, yang lebih baik lagi ke depannya.

“Semoga PKK bisa membangun Sulsel lebih baik lagi ke depannya. Melakukan penanganan stunting, kesehatan ibu dan anak, mengatasi anak putus sekolah, ketahanan pangan, dan lain-lain. PKK Provinsi dan Kabupaten Kota, harus bersinergi, bekerja bersama-sama,” harap Andi Sudirman.

Sedangkan, Ketua TP PKK Pusat, Tri Tito Karnavian, dalam video sambutannya, menyampaikan, Hari Kesatuan Gerak PKK merupakan momentum mendasar dan memiliki arti strategis, dalam implementasi 10 program pokok PKK. Gerakan PKK dikelola dari, oleh, dan untuk masyarakat.

“PKK dalam hal ini tim penggerak di seluruh pelosok nusantara, menjadi garda terdepan meewujudkan keluarga berkualitas. Gerakan PKK bukan semata menempatkan keluarga sebagai objek sasaran pemerintah, tapi mampu menginisiasi menuju kehidupan lebih baik, sebagaimana tujuan pembangunan nasional,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini, juga dilakukan launching program Keluarga Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (KISAK), Penandatanganan Perpanjangan MoU PKK dan OPD lingkup Pemprov Sulsel, Pemberian Apresiasi Bagi Pemenang Lomba, dan Peninjauan Stand Pameran. (*)