Tags Posts tagged with "Sulawesi Selatan"

Sulawesi Selatan

0 64

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Cakupan vaksinasi di Sulawesi Selatan (Sulsel) kini telah mencapai 2,1 juta lebih orang untuk dosis satu atau sekitar 30,14 persen dari total target 7.058.141 orang. Untuk vaksinasi dosis dua, cakupan di Sulsel telah mencapai 17,16 persen atau sebanyak 1.211.435 orang.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) pun terus mendorong upaya percepatan cakupan vaksinasi bagi masyarakat melalui program Sulsel Kebut Vaksinasi.

“Alhamdulillah, tertanggal 18 September 2021, adapun cakupan vaksinasi di Sulawesi Selatan dari target 7.058.141 orang telah mencapai sekitar 2.127.376 orang lebih atau sekitar 30,14 persen, untuk vaksinasi dosis satu,” kata Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, Minggu, 19 September 2021.

Pemprov Sulsel, kata dia, bekerjasama dengan jajaran Forkopimda dan pihak swasta guna memassifkan program vaksinasi dengan menghadirkan gerai-gerai vaksin dan mobile vaksinator, sehingga memudahkan masyarakat untuk mendapatkan fasilitas vaksin.

“Kami bersama TNI-Polri bersama pihak swasta terus mendorong percepatan vaksinasi. Sehingga terbentuknya herd immunity (kekebalan kelompok). Apalagi dengan vaksinasi, salah satu upaya untuk menekan penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

Tertanggal 18 September 2021, kondisi perkembangan Covid-19 di Sulsel, dimana Effective Reproduction number (Rt) di Sulsel berada dibawah 1 sekitar 0,72. Sedangkan tingkat kesembuhan atau Recovery Rate (RR) mencapai 95,7 persen (Nasional 95,1 persen). Dan Tingkat Kematian atau Case Fatality Rate (CFR) adalah 2,02 persen (Nasional 3,4 persen).

Adapun beberapa kebijakan yang telah dilakukan dalam penanganan pengendalian Covid-19 di Sulsel, diantaranya program Fasilitas Isolasi Terintegrasi (FIT), yaitu di Asrama Haji Sudiang 1.500 TT, BPSDM 150 TT, Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) 80 TT dengan total 1.730 TT; pengadaan HFNC (ICU) untuk meningkatkan kapasitas BOR (Bed Occupancy Rate) kini keterisian tempat tidur rumah sakit untuk isolasi 11 persen dan tempat tidur ICU 16,71 persen; pemberlakuan RT-PCR di bandara dan pelabuhan guna menekan angka imported cases ke Sulawesi Selatan; Telemedicine Hallo Dokter, yaitu program konsultasi dokter secara online bagi pasien isolasi mandiri di rumah. (*)

0 86

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, menerima kunjungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI Perwakilan Sulsel dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulsel, di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulsel di Makassar, Senin malam, 13 September 2021. Pertemuan tersebut merupakan pertemuan silaturahmi sekaligus sharing terkait pengelolaan anggaran daerah dan pembangunan.

Dalam kesempatan itu, Plt Gubernur meminta kesediaan BPKP RI untuk dapat memberikan bimbingan kepada para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Sulsel mengenai pengelolaan keuangan dan pembangunan di Sulsel.

“Kami berharap BPKP bisa memberikan bimbingan, couching clinic kepada para OPD kita, untuk pengelolaan keuangan dan pembangunan agar kedepannya pengelolaan keuangan kita bisa lebih baik, lebih transparan dan akuntabel,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPK RI Perwakilan Sulsel, Paula Henry Simatupang, menyampaikan, pertemuannya dengan Plt Gubernur adalah untuk mendorong Pemprov Sulsel mempunyai komitmen lebih baik dalam rangka transparansi dan akuntabilitas keuangan. Dimana, pengelolaan APBD Sulsel tahun lalu dari hasil pemeriksaan BPK opininya turun dari Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) menjadi Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

“Kita menyampaikan akan mendiskusikan tentang bagaimana seharusnya langkah-langkah yang harus dilakukan supaya pengelolaan keuangan lebih transparan dan akuntabel, yang bisa nanti dibuktikan salah satunya dengan membaiknya opini,” jelasnya.

Hal serupa diharapkan Kepala BPKP RI Perwakilan Sulsel, Arman Sahri Harahap. Menurutnya, pertemuannya dengan Plt Gubernur Sulsel merupakan bagian dari penguatan sinergi untuk memastikan akuntabilitas pengelolaan keuangan dan pembangunan di Sulsel.

“Kita ingin kedepan Sulsel lebih baik lagi. Kalau tahun kemarin kita lihat opini BPK memang kan turun, kita berharap dengan sinergi yang bagus seperti ini kita lanjutkan kedepan hasil penilaian BPK itu bisa kembali,” ungkapnya.

Terkait dengan upaya pembimbingan untuk pengelolaan keuangan dan pembangunan, Arman menegaskan, pembimbingan rutin dilakukan, termasuk konsultasi dari Pemprov Sulsel yang tetap berjalan. “Itu bagian dari upaya kita memperkuat akuntabilitas itu,” tutupnya. (*)

0 71

Maros, humas.sulselprov.go.id – Sinergitas dan gotong royong dari jajaran Forkopimda di Sulawesi Selatan (Sulsel) berdampak baik pada penanganan pandemi Covid-19. Pujian hingga pengakuan dilontarkan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Sulsel tertanggal 8 September 2021, kasus positif aktif kembali turun dengan jumlah 3.531 atau 3,32 persen, angka kesembuhan 94,69 persen, angka kematian 1,9 persen.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan, secara umum penanganan Covid-19 di Sulsel sangat baik dan ada beberapa perubahan sehingga angkanya juga terus menurun. Meski begitu, dirinya memberikan beberapa catatan yang perlu diperhatikan di Sulsel. Diantaranya, menjaga Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit, isolasi terpusat (isoter) dan isolasi mandiri.

Sigit juga meminta agar tempat isoter dilakukan pula oleh pemerintah kabupaten/kota lainnya. Dimana saat ini, hanya ada tempat isoter di beberapa lokasi di Kota Makassar. Yakni FIT di Asrama Haji, FIT di BPSDM, serta Isolasi Apung.

“Dengan isolasi terpadu atau terpusat, maka akan memiliki nakes dan dokter yang jauh lebih sehat, resiko penularan bisa dihindari. Dan ini menjadi perhatian kita semua, tolong segera isoternya dipersiapkan,” pintanya, pada acara pengarahan Presiden kepada Forkopimda se Provinsi Sulsel, yang digelar di Skadron Udara 11, Lanud Hasanuddin, Kabupaten Maros, Kamis, 9 September 2021.

Upaya tracing dan testing, kata Sigit, perlu lebih diperkuat. Serta mendorong upaya percepatan vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat.

Senada disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Ia meminta Forkopimda untuk bahu membahu dalam upaya menekan angka penyebaran Covid-19.

“Melihat tren di Sulsel mengalami suatu perbaikan. Namun tidak boleh berpuas diri, tidak lengah, karena Covid-19 belum selesai,” tegasnya.

Ia mengaku akan terus melaksanakan pemantauan dengan cermat. TNI Polri akan terus membantu pemerintah daerah untuk melaksanakan protokol kesehatan 3M, meningkatkan kemampuan 3T dan melaksanakan vaksinasi. (*)

0 70

Maros, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, mengakui kepedulian dan perhatian Presiden RI, Joko Widodo terhadap Sulsel sangat besar.

“Kami sangat bersyukur dengan peresmian Bendungan Passeloreng dan Bendung Gilireng di Kabupaten Wajo. Perhatian Bapak Presiden sangat kuat dalam pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan,” ujarnya saat menyampaikan sambutannya pada acara Pengarahan Presiden Republik Indonesia kepada Forkopimda se Provinsi Sulsel, yang digelar di Skadron Udara 11, Lanud Hasanuddin, Kabupaten Maros, Kamis, 9 September 2021.

Andi Sudirman juga melaporkan progres Proyek Strategis Nasional (PSN) Pelabuhan Makassar New Port yang sudah sekitar 80 persen, dan yang sudah dioperasikan secara parsial. Pengembangan Bandara juga sudah 60 persen, dan beberapa bendungan dalam proyek strategis nasional yang dilakukan melalui Kementerian PUPR sangat kuat dalam pembangunan.

“Hal itu untuk melihat bagaimana mendorong kedaulatan pangan Sulawesi Selatan,” ungkapnya.

Pemprov Sulsel, kata dia, juga melakukan pembangunan infrastruktur pertanian dengan pembangunan bendung dengan kapasitas mengairi sekitar 1000-an hektar, dan juga melakukan pembangunan infrastruktur jalan-jalan strategis.

Kehadiran Jokowi di Sulsel menjadi kedua kalinya di tahun 2021 ini. Dimana sebelumnya pada Maret 2021 lalu, Jokowi berkunjung meresmikan sejumlah proyek serta peninjauan vaksinasi.

“Suatu kebanggaan bagi kita semua masyarakat Sulawesi Selatan atas kehadiran Bapak Presiden. Ini adalah kali kedua di tahun ini. Ini adalah suatu kebanggaan bagi kita semua sebagai bukti kecintaan Bapak Presiden kepada Sulawesi Selatan,” akunya.

Dirinya juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dari masyarakat Sulsel, yang sangat mendambakan kehadiran Presiden, dan ucapan terima kasih serta selamat datang yang tulus dari seluruh masyarakat Sulsel. (*)

0 62

Maros, humas.sulselprov.go.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) tak hanya mampu menekan angka penyebaran Covid-19, tetapi juga meningkatkan perekonomian pada kuartal kedua tahun 2021 ini.

Keberhasilan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi, mendapat pujian dari Presiden RI, Joko Widodo. Apresiasi disampaikan Jokowi, saat memberikan pengarahan kepada Forkopimda se Provinsi Sulsel, yang digelar di Skadron Udara 11, Lanud Hasanuddin, Kabupaten Maros, Kamis, 9 September 2021.

Untuk diketahui, ekonomi Provinsi Sulsel pada Triwulan II tahun 2021 tumbuh sebesar 7,66 persen (y-on-y). Hal ini menjadi pencapaian Pemprov Sulsel dibawah kepemimpinan Plt Gubernur, Andi Sudirman Sulaiman. Mengingat sejak pandemi Covid-19, perekonomian Sulsel mengalami kontraksi. Bahkan pertumbuhan ekonomi ini melebihi nasional yang tumbuh 7,07 persen.

“Terkait dengan ekonomi, Sulawesi Selatan sangat bagus. Kalau angkanya seperti ini, Covid-19 bisa ditekan, angkanya 7,66 persen pertumbuhan pada kuartal kedua 2021 bisa naik lagi. Bahkan jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional 7,07 persen,” ujar Jokowi.

Ia pun meminta agar terus melakukan realisasi APBD. “Kalau bisa keluar, realisasi serapannya tinggi, akan berpengaruh terhadap ekonomi di daerah, perputaran uang akan semakin banyak, sehingga ekonomi juga akan semakin membaik,” katanya.

Menurutnya, ekonomi dan pandemi Covid-19 merupakan dua hal yang penanganan kompleksitasnya sangat sulit. “Seperti di Provinsi Sulawesi Selatan dipastikan ekonominya bergerak naik. Asal Covid-19 dikendalikan/dikurangi/diturunkan. Secara otomatis ekonomi naik,” tuturnya.

Berbagai perlindungan sosial diberikan oleh pemerintah di tahun 2021. Olehnya itu, jika ditunjang dengan APBD Provinsi, kabupaten/kota, maka akan mendongkrak lebih baik konsumsi masyarakat dan rumah tangga, serta daya beli masyarakat akan terdongkrak naik.

“Saya menghargai kerja keras (Plt Gubernur serta Forkopimda dan Jajaran), tetapi jangan cepat puas dan tetap harus waspada. Jangan sampai lengah. Mari kita bersama-sama bekerja keras menjaga rakyat kita, agar tidak terpapar Covid-19. Dan juga kita semuanya bisa bersama-sama meningkatkan daya beli masyarakat dan konsumsi masyarakat, sehingga pertumbuhan ekonomi di provinsi, kabupaten/Kota di Sulsel bisa lebih baik lagi,” harapnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, merasa bersyukur atas dukungan dan arahan pemerintah pusat hingga perekonomian yang mengalami perbaikan.

“Semoga upaya pemulihan ekonomi terus kita lakukan sembari menekan laju penularan Covid-19,” pungkasnya. (*)

0 48

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Kehadiran Presiden RI, Joko Widodo, dalam kunjungan kerjanya di Sulsel, rupanya membawa bantuan untuk Pemerintah Provinsi Sulsel. Adapun bantuan tersebut berupa 100 unit oksigen konsentrator melalui Kementerian Kesehatan. Bantuan ini pun telah tiba di Sulsel.

“Iya, ada bantuan alat oksigen konsentrator dari Bapak Presiden Jokowi. Nantinya ini akan disalurkan di rumah sakit,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr. Ichsan Mustari, Kamis, 9 September 2021.

Menurutnya, bantuan ini sangat bermanfaat khususnya untuk penanganan pandemi Covid-19. Alat ini pun mendukung alat yang dimiliki Pemprov Sulsel, High Flow Nadal Cannula (HFNC) yaitu alat untuk membantu pernapasan oksigen aliran tinggi.

“Oksigen konsentrator adalah alat medis yang berfungsi untuk memberikan oksigen kepada orang yang memiliki gangguan pernapasan seperti pada pasien Covid-19. Alat ini dapat menghasilkan oksigen yang dibutuhkan pasien,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menghanturkan terima kasih atas bantuan dari Pemerintah Pusat melalui Presiden Jokowi. Menurutnya, ini menjadi bukti dukungan dan perhatian Jokowi dalam penanganan pandemi Covid-19 di Sulsel.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah mengirimkan oksigen konsentrator melalui Kementerian Kesehatan. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami,” katanya.

Untuk diketahui, dalam kunjungan kerjanya di Sulsel, Jokowi meresmikan Bendungan Passeloreng dan Bendung Gilireng. Serta meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi pelajar dan masyarakat umum. Diakhiri dengan memberikan pengarahan terhadap Forkopimda se Sulsel. (*)

0 54

Maros, humas.sulselprov.go.id – Presiden RI, Joko Widodo, memuji kekompakan Forkopimda dalam upaya penanganan Covid-19 yang dilakukan di Sulawesi Selatan (Sulsel). Hal itu diungkapkan Jokowi pada pengarahan kepada Forkopimda se Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), yang digelar di Skadron Udara 11, Lanud Hasanuddin, Kabupaten Maros, Kamis, 9 September 2021, yang diikuti Plt Gubernur Sulsel, para Forkopimda Provinsi Sulsel, Bupati/Wali Kota, serta Forkopimda se Sulsel yang hadir secara langsung maupun virtual.

“Alhamdulillah disampaikan tadi sama Pak Kapolri, Panglima dan Pak (Plt) Gubernur juga menyampaikan memang sudah turun (kasus aktif) 73 persen dari puncak di 7 Agustus 2021. Kita ikuti terus perkembangannya. Kalau kita lihat (tren kasus aktif per Kabupaten/kota), tidak ada yang merah, artinya baik. Tetap hati-hati, waspada, jangan lengah. Virus ini tidak kelihatan barangnya ada dimana,” ungkapnya.

Ia pun memuji upaya dalam menekan angka kematian akibat Covid-19 diangka 1,9 persen. “Saat ini yang dibutuhkan adalah kepemimpinan lapangan. Gubernur, Wali Kota, Bupati, Pangdam, Kapolda, Kapolres, Dandim, semuanya harus tahu BOR (Bed Occupancy Rate) di daerahnya masing-masing berapa. (Melihat di Sulsel) BOR-nya baik-baik di bawah standar WHO 60 persen. Jangan biarkan Covid-19 ini naik,” pungkasnya.

Jokowi mengingatkan untuk memperhatikan protokol kesehatan 5M dan upaya 3T, serta mendorong percepatan vaksinasi Covid-19.

“Capaian vaksinasi secara umum di Sulsel, cukup baik (27,2 persen). Kalau bisa didorong agar segera bisa naik lagi. Jangan ada stok vaksin (tersimpan). Segera suntikkan guna menekan angka kematian. Kalau vaksin datang, habiskan,” tegasnya.

“Keadaan dan situasi sekarang ini adalah situasi yang tidak mudah atau gampang, tidak hanya negara kita, tetapi dunia menghadapi hal yang sama. Ekonomi sekaligus pandemi, dua hal yang penanganan kompleksitasnya sangat sulit. Seperti di Provinsi Sulawesi Selatan dipastikan ekonominya bergerak naik.
Asal Covid-19 dikendalikan/dikurangi/diturunkan. Secara otomatis ekonomi naik,” katanya.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, melaporkan perkembangan penanganan Covid-19 di Sulsel. Upaya dari hulu hingga hilir dilakukan untuk menekan angka penyebaran virus corona. Beberapa diantaranya, Program Kebut Vaksinasi, Mobile Vaccinator, Telemedicine Hallo Dokter, Fasilitas Isolasi Terintegrasi (FIT), dan mendistribusikan 35 unit High Flow Nasal Cannula (HFNC).

“Alhamdulillah, (positif aktif) terus melandai. Dari sebelumnya puncaknya positif diatas seribuan, sekarang kisaran 200-an per hari. Saat ini, di Sulsel ada satu PPKM Level 4 yakni Kota Makassar. Level 3 ada 15 Kabupaten/Kota dan Level 2 ada 8 daerah,” sebutnya.

Ia mengatakan, melalui pengarahan Presiden penanganan Covid-19 di Sulsel semakin membaik. Dari total target vaksinasi sebanyak 7 juta orang, kata Andi Sudirman, yang sudah divaksin sekitar 27 persen.

“Alhamdulillah animo masyarakat Sulsel sangat kuat dan terima kasih banyak terus mendorong kami melakukan vaksinasi. Kami juga menyasar bersama Bapak Kapolri melalui Kapolda dan Panglima melalui Pangdam, untuk terus melakukan vaksinasi di wilayah Sulawesi Selatan. Kami juga menyiapkan mobil vaksinator sembilan unit untuk melakukan vaksinasi di spot-spot untuk wilayah aglomerasi,” pungkasnya.

Hal lainnya, kata dia, Pemprov Sulsel juga terus melakukan pembagian sembako baik sifatnya melalui CSR, APBD serta melalui bantuan TNI Polri. “Bantuan sosial terus dikucurkan kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 ini,” akunya. (*)

0 54

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel memberikan apresiasi kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) atas inovasinya dengan menyelenggarakan lomba video tik tok untuk peserta didik SMP se-Sulsel. Kegiatan seperti ini merupakan sejarah baru untuk semua di masa pandemi Covid-19. Di saat kita semua terhambat untuk melakukan pembelajaran tatap muka, namun bukan halangan untuk terus berinovasi serta berkreasi bagi seluruh anak didik di SMP se-Sulsel.

“Kegiatan ini adalah sesuatu yang luar biasa, ini sejarah aplikatif di era pandemi dan di tengah-tengah konsentrasi masalah ekonomi, ternyata masih ada ruang, waktu, ide, gagasan. Terbukti dengan kedatangan ini Senior Manejer dari Muri untuk memberikan penganugerahan,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, di Ruang Rapim Kantor Gubernur Sulsel, Kamis 9 September 2021.

Menurut dia, penganugrahan penghargaan kepada Pemprov Sulsel merupakan sebuah pengakuan dan nilai ukur tersendiri dalam memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Sulsel.

“Artinya ini tidak sembarang memberikan sertifikat pengakuan. Namanya sertifikat, itu adalah variabel antara untuk memotivasi orang bekerja dan layanan yang kuat untuk pelayanan kepada masyarakat yang kita cintai,” tuturnya.

Sementara, Kepala Balai Badan POM Kota Makassar, Hardaningsih menyampaikan terimakasih kepada Pemprov Sulsel dan seluruh kabupaten kota se-Sulsel atas supportnya selama kegiatan berlangsung.

“Kami mengucapkan terimakasih atas dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulsel dan kabupaten kota se-Sulsel atas kegiatan yang diikuti 286 sekolah dan 2.111 peserta, serta 1.066 konten pangan aman ini,” urainya.

Menurut dia, kegiatan ini memang dimulai dari peserta didik Sekolah Menengah Pertama (SMP) di 24 kabupaten kota se-Sulsel. Namun sebenarnya bisa juga diikuti oleh peserta didik di tingkat SD dan SMA.

“Inovasi pada tahap awal ini diperuntukkan kepada anak sekolah SMP di 24 kabupaten kota se-Sulsel,” tutupnya.

Diketahui, kegiatan gebyar Komunikasi Informasi Elektronik (KEI) inovatif dan ajang kreativitas video konten pangan aman tingkat SMP se-Sulsel dan penganugerahan rekor Muri melibatkan 286 SMP dan 2.111 peserta serta 1.066 konten video.

Namun, dari jumlah peserta tersebut yang berhasil keluar sebagai pemenang hanya 7 sekolah dari 286 SMP se-Sulsel. Adapun perairan penghargaan harapan 3 SMP 29 Makassar, harapan 2 SMP 8 Sinjai, harapan 1 SMPN 4 Parepare, juara 3 SMP 2 Belopa Luwu, juara 2 SMP 2 Galesong Utara Takalar, juara 1 SMP Telkom Makassar dan SMP Budi Utomo dengan 303 konten video tik tok. (*)

0 67

Barru, humas.sulselprov.go.id – Sekertaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, menilai, daerah yang diharapkan menjadi tulang punggung kebutuhan pangan khususnya calon ibu kota negara yang baru di Kalimantan, tentunya adalah Sulsel. Pasalnya, Sulsel saat ini sudah menyuplai kebutuhan beras di berbagai provinsi di Indonesia. Dengan hadirnya ibu kota negara yang baru ini, bukan hanya sekedar kebutuhan beras, juga kebutuhan lainnya seperti semen dan bahan bangunan lainnya.

“Dengan adanya ibu kota negara yang baru di Kalimantan, maka diharapkan Sulsel menjadi tulang punggung bagi ibu kota negara,” ungkap Abdul Hayat dalam sambutannya, di kegiatan panen perdana padi varietas M70D, di Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, Minggu 4 September 2021.

Menurut dia, banyak hal menjadi pertimbangan kenapa Sulsel diharapkan menjadi tulang punggung ibu kota negara kelak. Salah satunya, jarak dengan Kalimantan, Sulsel paling dekat dibandingkan dengan beberapa daerah di Pulau Jawa.

“Mulai dari berasnya, semen dan kebutuhan lainnya tentunya daerah terdekat adalah Sulsel, tidak mungkin kebutuhan itu dari Surabaya dan lainnya, tentunya dari Sulsel nantinya,” ujarnya.

Mantan Dirjen Kemensos RI ini mengajak seluruh masyarakat Sulsel agar menyiapkan diri, khususnya dari sektor pertanian. Apalagi pertanian menjadi program unggulan di Sulsel.

“Olehnya itu, mari kita siapkan diri dari sekarang untuk menjadi tulang punggung ibu kota negara,” tutupnya. (*)