Tags Posts tagged with "Sulawesi Selatan"

Sulawesi Selatan

0 84

Maros, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, mengakui kepedulian dan perhatian Presiden RI, Joko Widodo terhadap Sulsel sangat besar.

“Kami sangat bersyukur dengan peresmian Bendungan Passeloreng dan Bendung Gilireng di Kabupaten Wajo. Perhatian Bapak Presiden sangat kuat dalam pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan,” ujarnya saat menyampaikan sambutannya pada acara Pengarahan Presiden Republik Indonesia kepada Forkopimda se Provinsi Sulsel, yang digelar di Skadron Udara 11, Lanud Hasanuddin, Kabupaten Maros, Kamis, 9 September 2021.

Andi Sudirman juga melaporkan progres Proyek Strategis Nasional (PSN) Pelabuhan Makassar New Port yang sudah sekitar 80 persen, dan yang sudah dioperasikan secara parsial. Pengembangan Bandara juga sudah 60 persen, dan beberapa bendungan dalam proyek strategis nasional yang dilakukan melalui Kementerian PUPR sangat kuat dalam pembangunan.

“Hal itu untuk melihat bagaimana mendorong kedaulatan pangan Sulawesi Selatan,” ungkapnya.

Pemprov Sulsel, kata dia, juga melakukan pembangunan infrastruktur pertanian dengan pembangunan bendung dengan kapasitas mengairi sekitar 1000-an hektar, dan juga melakukan pembangunan infrastruktur jalan-jalan strategis.

Kehadiran Jokowi di Sulsel menjadi kedua kalinya di tahun 2021 ini. Dimana sebelumnya pada Maret 2021 lalu, Jokowi berkunjung meresmikan sejumlah proyek serta peninjauan vaksinasi.

“Suatu kebanggaan bagi kita semua masyarakat Sulawesi Selatan atas kehadiran Bapak Presiden. Ini adalah kali kedua di tahun ini. Ini adalah suatu kebanggaan bagi kita semua sebagai bukti kecintaan Bapak Presiden kepada Sulawesi Selatan,” akunya.

Dirinya juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dari masyarakat Sulsel, yang sangat mendambakan kehadiran Presiden, dan ucapan terima kasih serta selamat datang yang tulus dari seluruh masyarakat Sulsel. (*)

0 80

Maros, humas.sulselprov.go.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) tak hanya mampu menekan angka penyebaran Covid-19, tetapi juga meningkatkan perekonomian pada kuartal kedua tahun 2021 ini.

Keberhasilan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi, mendapat pujian dari Presiden RI, Joko Widodo. Apresiasi disampaikan Jokowi, saat memberikan pengarahan kepada Forkopimda se Provinsi Sulsel, yang digelar di Skadron Udara 11, Lanud Hasanuddin, Kabupaten Maros, Kamis, 9 September 2021.

Untuk diketahui, ekonomi Provinsi Sulsel pada Triwulan II tahun 2021 tumbuh sebesar 7,66 persen (y-on-y). Hal ini menjadi pencapaian Pemprov Sulsel dibawah kepemimpinan Plt Gubernur, Andi Sudirman Sulaiman. Mengingat sejak pandemi Covid-19, perekonomian Sulsel mengalami kontraksi. Bahkan pertumbuhan ekonomi ini melebihi nasional yang tumbuh 7,07 persen.

“Terkait dengan ekonomi, Sulawesi Selatan sangat bagus. Kalau angkanya seperti ini, Covid-19 bisa ditekan, angkanya 7,66 persen pertumbuhan pada kuartal kedua 2021 bisa naik lagi. Bahkan jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional 7,07 persen,” ujar Jokowi.

Ia pun meminta agar terus melakukan realisasi APBD. “Kalau bisa keluar, realisasi serapannya tinggi, akan berpengaruh terhadap ekonomi di daerah, perputaran uang akan semakin banyak, sehingga ekonomi juga akan semakin membaik,” katanya.

Menurutnya, ekonomi dan pandemi Covid-19 merupakan dua hal yang penanganan kompleksitasnya sangat sulit. “Seperti di Provinsi Sulawesi Selatan dipastikan ekonominya bergerak naik. Asal Covid-19 dikendalikan/dikurangi/diturunkan. Secara otomatis ekonomi naik,” tuturnya.

Berbagai perlindungan sosial diberikan oleh pemerintah di tahun 2021. Olehnya itu, jika ditunjang dengan APBD Provinsi, kabupaten/kota, maka akan mendongkrak lebih baik konsumsi masyarakat dan rumah tangga, serta daya beli masyarakat akan terdongkrak naik.

“Saya menghargai kerja keras (Plt Gubernur serta Forkopimda dan Jajaran), tetapi jangan cepat puas dan tetap harus waspada. Jangan sampai lengah. Mari kita bersama-sama bekerja keras menjaga rakyat kita, agar tidak terpapar Covid-19. Dan juga kita semuanya bisa bersama-sama meningkatkan daya beli masyarakat dan konsumsi masyarakat, sehingga pertumbuhan ekonomi di provinsi, kabupaten/Kota di Sulsel bisa lebih baik lagi,” harapnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, merasa bersyukur atas dukungan dan arahan pemerintah pusat hingga perekonomian yang mengalami perbaikan.

“Semoga upaya pemulihan ekonomi terus kita lakukan sembari menekan laju penularan Covid-19,” pungkasnya. (*)

0 57

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Kehadiran Presiden RI, Joko Widodo, dalam kunjungan kerjanya di Sulsel, rupanya membawa bantuan untuk Pemerintah Provinsi Sulsel. Adapun bantuan tersebut berupa 100 unit oksigen konsentrator melalui Kementerian Kesehatan. Bantuan ini pun telah tiba di Sulsel.

“Iya, ada bantuan alat oksigen konsentrator dari Bapak Presiden Jokowi. Nantinya ini akan disalurkan di rumah sakit,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr. Ichsan Mustari, Kamis, 9 September 2021.

Menurutnya, bantuan ini sangat bermanfaat khususnya untuk penanganan pandemi Covid-19. Alat ini pun mendukung alat yang dimiliki Pemprov Sulsel, High Flow Nadal Cannula (HFNC) yaitu alat untuk membantu pernapasan oksigen aliran tinggi.

“Oksigen konsentrator adalah alat medis yang berfungsi untuk memberikan oksigen kepada orang yang memiliki gangguan pernapasan seperti pada pasien Covid-19. Alat ini dapat menghasilkan oksigen yang dibutuhkan pasien,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menghanturkan terima kasih atas bantuan dari Pemerintah Pusat melalui Presiden Jokowi. Menurutnya, ini menjadi bukti dukungan dan perhatian Jokowi dalam penanganan pandemi Covid-19 di Sulsel.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah mengirimkan oksigen konsentrator melalui Kementerian Kesehatan. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami,” katanya.

Untuk diketahui, dalam kunjungan kerjanya di Sulsel, Jokowi meresmikan Bendungan Passeloreng dan Bendung Gilireng. Serta meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi pelajar dan masyarakat umum. Diakhiri dengan memberikan pengarahan terhadap Forkopimda se Sulsel. (*)

0 88

Maros, humas.sulselprov.go.id – Presiden RI, Joko Widodo, memuji kekompakan Forkopimda dalam upaya penanganan Covid-19 yang dilakukan di Sulawesi Selatan (Sulsel). Hal itu diungkapkan Jokowi pada pengarahan kepada Forkopimda se Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), yang digelar di Skadron Udara 11, Lanud Hasanuddin, Kabupaten Maros, Kamis, 9 September 2021, yang diikuti Plt Gubernur Sulsel, para Forkopimda Provinsi Sulsel, Bupati/Wali Kota, serta Forkopimda se Sulsel yang hadir secara langsung maupun virtual.

“Alhamdulillah disampaikan tadi sama Pak Kapolri, Panglima dan Pak (Plt) Gubernur juga menyampaikan memang sudah turun (kasus aktif) 73 persen dari puncak di 7 Agustus 2021. Kita ikuti terus perkembangannya. Kalau kita lihat (tren kasus aktif per Kabupaten/kota), tidak ada yang merah, artinya baik. Tetap hati-hati, waspada, jangan lengah. Virus ini tidak kelihatan barangnya ada dimana,” ungkapnya.

Ia pun memuji upaya dalam menekan angka kematian akibat Covid-19 diangka 1,9 persen. “Saat ini yang dibutuhkan adalah kepemimpinan lapangan. Gubernur, Wali Kota, Bupati, Pangdam, Kapolda, Kapolres, Dandim, semuanya harus tahu BOR (Bed Occupancy Rate) di daerahnya masing-masing berapa. (Melihat di Sulsel) BOR-nya baik-baik di bawah standar WHO 60 persen. Jangan biarkan Covid-19 ini naik,” pungkasnya.

Jokowi mengingatkan untuk memperhatikan protokol kesehatan 5M dan upaya 3T, serta mendorong percepatan vaksinasi Covid-19.

“Capaian vaksinasi secara umum di Sulsel, cukup baik (27,2 persen). Kalau bisa didorong agar segera bisa naik lagi. Jangan ada stok vaksin (tersimpan). Segera suntikkan guna menekan angka kematian. Kalau vaksin datang, habiskan,” tegasnya.

“Keadaan dan situasi sekarang ini adalah situasi yang tidak mudah atau gampang, tidak hanya negara kita, tetapi dunia menghadapi hal yang sama. Ekonomi sekaligus pandemi, dua hal yang penanganan kompleksitasnya sangat sulit. Seperti di Provinsi Sulawesi Selatan dipastikan ekonominya bergerak naik.
Asal Covid-19 dikendalikan/dikurangi/diturunkan. Secara otomatis ekonomi naik,” katanya.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, melaporkan perkembangan penanganan Covid-19 di Sulsel. Upaya dari hulu hingga hilir dilakukan untuk menekan angka penyebaran virus corona. Beberapa diantaranya, Program Kebut Vaksinasi, Mobile Vaccinator, Telemedicine Hallo Dokter, Fasilitas Isolasi Terintegrasi (FIT), dan mendistribusikan 35 unit High Flow Nasal Cannula (HFNC).

“Alhamdulillah, (positif aktif) terus melandai. Dari sebelumnya puncaknya positif diatas seribuan, sekarang kisaran 200-an per hari. Saat ini, di Sulsel ada satu PPKM Level 4 yakni Kota Makassar. Level 3 ada 15 Kabupaten/Kota dan Level 2 ada 8 daerah,” sebutnya.

Ia mengatakan, melalui pengarahan Presiden penanganan Covid-19 di Sulsel semakin membaik. Dari total target vaksinasi sebanyak 7 juta orang, kata Andi Sudirman, yang sudah divaksin sekitar 27 persen.

“Alhamdulillah animo masyarakat Sulsel sangat kuat dan terima kasih banyak terus mendorong kami melakukan vaksinasi. Kami juga menyasar bersama Bapak Kapolri melalui Kapolda dan Panglima melalui Pangdam, untuk terus melakukan vaksinasi di wilayah Sulawesi Selatan. Kami juga menyiapkan mobil vaksinator sembilan unit untuk melakukan vaksinasi di spot-spot untuk wilayah aglomerasi,” pungkasnya.

Hal lainnya, kata dia, Pemprov Sulsel juga terus melakukan pembagian sembako baik sifatnya melalui CSR, APBD serta melalui bantuan TNI Polri. “Bantuan sosial terus dikucurkan kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 ini,” akunya. (*)

0 80

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel memberikan apresiasi kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) atas inovasinya dengan menyelenggarakan lomba video tik tok untuk peserta didik SMP se-Sulsel. Kegiatan seperti ini merupakan sejarah baru untuk semua di masa pandemi Covid-19. Di saat kita semua terhambat untuk melakukan pembelajaran tatap muka, namun bukan halangan untuk terus berinovasi serta berkreasi bagi seluruh anak didik di SMP se-Sulsel.

“Kegiatan ini adalah sesuatu yang luar biasa, ini sejarah aplikatif di era pandemi dan di tengah-tengah konsentrasi masalah ekonomi, ternyata masih ada ruang, waktu, ide, gagasan. Terbukti dengan kedatangan ini Senior Manejer dari Muri untuk memberikan penganugerahan,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, di Ruang Rapim Kantor Gubernur Sulsel, Kamis 9 September 2021.

Menurut dia, penganugrahan penghargaan kepada Pemprov Sulsel merupakan sebuah pengakuan dan nilai ukur tersendiri dalam memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Sulsel.

“Artinya ini tidak sembarang memberikan sertifikat pengakuan. Namanya sertifikat, itu adalah variabel antara untuk memotivasi orang bekerja dan layanan yang kuat untuk pelayanan kepada masyarakat yang kita cintai,” tuturnya.

Sementara, Kepala Balai Badan POM Kota Makassar, Hardaningsih menyampaikan terimakasih kepada Pemprov Sulsel dan seluruh kabupaten kota se-Sulsel atas supportnya selama kegiatan berlangsung.

“Kami mengucapkan terimakasih atas dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulsel dan kabupaten kota se-Sulsel atas kegiatan yang diikuti 286 sekolah dan 2.111 peserta, serta 1.066 konten pangan aman ini,” urainya.

Menurut dia, kegiatan ini memang dimulai dari peserta didik Sekolah Menengah Pertama (SMP) di 24 kabupaten kota se-Sulsel. Namun sebenarnya bisa juga diikuti oleh peserta didik di tingkat SD dan SMA.

“Inovasi pada tahap awal ini diperuntukkan kepada anak sekolah SMP di 24 kabupaten kota se-Sulsel,” tutupnya.

Diketahui, kegiatan gebyar Komunikasi Informasi Elektronik (KEI) inovatif dan ajang kreativitas video konten pangan aman tingkat SMP se-Sulsel dan penganugerahan rekor Muri melibatkan 286 SMP dan 2.111 peserta serta 1.066 konten video.

Namun, dari jumlah peserta tersebut yang berhasil keluar sebagai pemenang hanya 7 sekolah dari 286 SMP se-Sulsel. Adapun perairan penghargaan harapan 3 SMP 29 Makassar, harapan 2 SMP 8 Sinjai, harapan 1 SMPN 4 Parepare, juara 3 SMP 2 Belopa Luwu, juara 2 SMP 2 Galesong Utara Takalar, juara 1 SMP Telkom Makassar dan SMP Budi Utomo dengan 303 konten video tik tok. (*)

0 78

Barru, humas.sulselprov.go.id – Sekertaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, menilai, daerah yang diharapkan menjadi tulang punggung kebutuhan pangan khususnya calon ibu kota negara yang baru di Kalimantan, tentunya adalah Sulsel. Pasalnya, Sulsel saat ini sudah menyuplai kebutuhan beras di berbagai provinsi di Indonesia. Dengan hadirnya ibu kota negara yang baru ini, bukan hanya sekedar kebutuhan beras, juga kebutuhan lainnya seperti semen dan bahan bangunan lainnya.

“Dengan adanya ibu kota negara yang baru di Kalimantan, maka diharapkan Sulsel menjadi tulang punggung bagi ibu kota negara,” ungkap Abdul Hayat dalam sambutannya, di kegiatan panen perdana padi varietas M70D, di Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, Minggu 4 September 2021.

Menurut dia, banyak hal menjadi pertimbangan kenapa Sulsel diharapkan menjadi tulang punggung ibu kota negara kelak. Salah satunya, jarak dengan Kalimantan, Sulsel paling dekat dibandingkan dengan beberapa daerah di Pulau Jawa.

“Mulai dari berasnya, semen dan kebutuhan lainnya tentunya daerah terdekat adalah Sulsel, tidak mungkin kebutuhan itu dari Surabaya dan lainnya, tentunya dari Sulsel nantinya,” ujarnya.

Mantan Dirjen Kemensos RI ini mengajak seluruh masyarakat Sulsel agar menyiapkan diri, khususnya dari sektor pertanian. Apalagi pertanian menjadi program unggulan di Sulsel.

“Olehnya itu, mari kita siapkan diri dari sekarang untuk menjadi tulang punggung ibu kota negara,” tutupnya. (*)

0 138

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Bunda PAUD Sulawesi Selatan (Sulsel), Naoemi Octarina, mengukuhkan 24 Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten/Kota, di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Selasa, 24 Agustus 2021. Pengukuhan ini dirangkaikan dengan Koordinasi dan Advokasi Kabupaten/Kota se Sulsel Tahun 2021.

“Saya Bunda PAUD Sulawesi Selatan mengukuhkan Bunda PAUD Kabupaten/Kota, semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala meridhoi, sehingga dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab serta dedikasi sebagai Bunda PAUD di Kabupaten/Kota masing-masing,” ujar Naoemi, saat mengukuhkan para Bunda PAUD dengan protokol kesehatan yang ketat.

Naoemi pun membimbing para Bunda PAUD Kabupaten/Kota se Sulsel dalam membacakan ikrar Bunda PAUD.

“Kami Bunda PAUD dengan ini berikrar : 1. Siap dan bersedia membangun, membina, dan memajukan layanan PAUD berkualitas untuk mewujudkan generasi emas Indonesia; 2. Bertekad dan bersungguh-sungguh mewujudkan Indonesia menjadi rumah ramah anak bagi Anak Usia Dini; 3. Tulus dan ikhlas mengemban amanah tugas Bunda PAUD dengan sebaik-baiknya,” tuturnya, yang dilanjutkan pemasangan selempang dan penyematan pin secara simbolis kepada beberapa perwakilan Bunda PAUD.

Dalam sambutannya, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengakui, para Bunda PAUD ini merupakan orang-orang hebat yang senantiasa mendampingi para Bupati/Wali Kota. Olehnya itu, dukungan para Bunda PAUD juga berpengaruh untuk berperan bagi masyarakat.

Ia mendorong para Bunda PAUD yang juga sebagai Ketua PKK untuk ikut mengedukasi masyarakat tentang protokol kesehatan. Serta mengingatkan masyarakat untuk segera memeriksakan diri jika mengalami gejala ringan Covid-19.

Andi Sudirman pun mengarahkan agar mengecek serta memberi pendampingan bantuan kepada anak-anak yatim atau yatim piatu yang orang tuanya meninggal akibat terpapar Covid-19.

“Kita ingin anak-anak membentuk kepribadian yang memiliki karakter akhlak, pembentukan karakter kejujuran, memiliki kearifan lokal budaya sipakatau sipakalebbi sipakainge, serta memiliki integritas. Bagaimana melahirkan generasi yang memiliki moral kepemimpinan,” ungkapnya.

Plt Gubernur Sulsel juga mengingatkan untuk terus menekan angka stunting dan gizi buruk.

“Kami mengapresiasi dan berterima kasih atas dukungan dan bantuan dari ibu-ibu di kabupaten/kota dalam menekan angka stunting. Mari kita bergotong royong, bersatu dengan budaya sipakatau sipakalebbi sipakainge untuk mengabdi. Bantu kami mendorong generasi yang berkualitas untuk Indonesia,” pungkasnya. (*)

0 111

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Sekitar 50 persen pasien yang ditangani di Fasilitas Isolasi Terintegrasi (FIT) di Asrama Haji dinyatakan sembuh. Totalnya, sebanyak 72 pasien yang telah pulang dan dinyatakan sembuh atau negatif Covid-19.

FIT merupakan rumah sakit darurat (rumah sakit lapangan) yang diampuh oleh Rumah Sakit Provinsi Sulsel. Fasilitas ini diperuntukkan bagi pasien Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan, yang bisa berasal dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Sulsel, maupun dari provinsi lain yang kebetulan berada di Sulsel. Pasien pun dibawah pengawasan dokter spesialis dari RS Provinsi sebagai rumah sakit pengampuh. Terkhusus FIT di Asrama Haji, menjadi tanggungjawab dari RS Labuang Baji.

Hadirnya layanan FIT ini menjadi inisiasi Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman. Bahkan tempat isolasi ini disediakan gratis dengan kerjasama Kementerian Agama.

Direktur Utama Rumah Sakit (RS) Labuang Baji, dr. Haris Nawawi, menyampaikan, hingga 10 Agustus 2021, total pasien yang masuk sebanyak 145 pasien. 50 persen diantaranya, atau 72 pasien telah dinyatakan sembuh.

“Diantaranya pasien sekarang (menjalani isolasi) sebanyak 66 orang, pasien yang pulang sebanyak 72 orang, ada juga pasien yang dipindahkan ke RS Labuang Baji,” ujarnya, Rabu, 11 Agustus 2021.

“Alhamdulillah, pasien merasa nyaman selama isolasi di FIT ini. Apalagi setelah kunjungan Bapak Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo beberapa waktu lalu dan mendengarkan pengakuan dari pasien yang menjalani isoman di FIT,” kata Haris.

Adapun pasien yang menjalani isolasi, kata dia, berasal dari berbagai daerah. Ada dari kabupaten/kota, misalnya dari Pangkep. “Ada juga dari Jakarta yang berada di Sulsel itu isolasi di FIT,” ungkapnya.

Haris menegaskan, untuk menjalani isolasi di FIT terbuka untuk umum. Dimana alur penerimaan pasien bisa melalui mandiri, rujukan rumah sakit/puskesmas, melalui call center/website telemedicine hallo dokter.

“Sesuai arahan dari Bapak Plt Gubernur, syaratnya hanya memperlihatkan hasil PCR positif Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan. Kita terima. Untuk surat keterangan, nanti kami yang bantu follow up di puskesmas,” jelasnya.

Apalagi, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk mempermudah pengurusan surat keterangan dari puskesmas untuk pasien yang akan menjalani isolasi di Asrama Haji.

Ia pun menghimbau masyarakat, agar jika merasa bergejala Covid-19 agar segera melakukan tes PCR di puskesmas. Serta bisa berkonsultasi dengan layanan telemedicine hallo dokter yang disiapkan Pemprov Sulsel.

“Pasien yang sembuh maupun tenaga kesehatan kami juga selalu kami ingatkan agar menyampaikan kepada kerabat atau tetangga jika ada positif Covid-19 dengan tanpa gejala, sebaiknya melakukan isolasi di Asrama Haji. Kasihan keluarga di rumah. Segera ke kami, kami akan urus sampai sembuh,” pungkasnya.

Selama menjalani isolasi di FIT, pasien memiliki kegiatan rutin. Diantaranya olahraga, ibadah, berjemur dan hiburan. Untuk pelayanan check-up kesehatan mandiri diantaranya disiapkan alat saturasi, oksigen ukur suhu, telemedicine halo dokter. Serta pemantauan pola hidup sehat dengan istirahat cukup, makanan bergizi, minum vitamin dan obat pereda keluhan.

Adapun fasilitas di asrama haji memiliki 15 gedung perawatan, IGD darurat, kapasitas tempat tidur 1.500, standar kamar hotel, wisma tenaga kesehatan, sarana olahraga, sarana ibadah, sarana CCTV dan wifi. Untuk fasilitas kesehatan yakni memiliki ambulans rujukan, mobile lab, mobil x-ray, mobile PCR, oximetri, oksigen konsentrat, alkes lainnya. (*)

0 191

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali melakukan distribusi vaksin ke kabupaten dan kota mulai hari ini, Minggu, 1 Agustus 2021. Distribusi dilakukan setelah Pemprov Sulsel menerima stok vaksin dari pemerintah pusat, Jumat, 30 Juli 2021 lalu.

Sebanyak 3.730 vial vaksin Moderna dan 3.896 vial vaksin Sinovac diterima Sulsel. Stok vaksin sempat menipis empat hari sebelum suplai dari pemerintah pusat kembali diterima.

Menipisnya stok vaksin ini karena pemerintah provinsi gencar menggelar vaksinasi massal, dan besarnya antusiasme masyarakat Sulsel untuk mengikuti program vaksinasi.

“Hari ini kita mulai distribusi vaksin yang datang hari Jumat kemarin. Atas usulnya Pak Gubernur, kita cepat antisipasi dan distribusikan,” kata Plt Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sulsel, Muhammadong.

Vaksin ini distibusikan terutama bagi daerah episentrum wilayah dan perkotaan. Namun, kabupaten/kota lainnya juga mendapatkan jatah vaksin.

“Sudah ada tiga kabupaten kita distribusikan untuk hari ini. Kabupaten Tana Toraja, Luwu Utara dan Bone. Kami sudah sampaikan ke setiap kabupaten kota, nanti mereka yang akan datang ambil sesuai dengan jatahnya. Kami minta mereka secepatnya,” sebutnya.

Muhammadong menyatakan, distribusi vaksin sesuai janji dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan, akan lancar mulai awal Agustus. Sehingga ia meyakini dapat dilakukan percepatan vaksinasi dengan dukungan ketersediaan stok vaksin.

“Kami melakukan percepatan vaksinasi, apalagi pasca dicanangkannya gerakan Sulsel Kebut Vaksinasi. Ini terlihat tanda-tandanya sudah mulai lancar, sesuai janji yaitu mulai Bulan Agustus,” ucapnya. (*)

0 32
Makassar, humas.sulselprov.go.id - Sekertaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulsel, Abdul Hayat Gani, mengajak stakeholder sama-sama mengawal kebijakan prioritas nasional, dalam hal ini proyek kereta api...