Tags Posts tagged with "Sulawesi Selatan"

Sulawesi Selatan

0 173

Makassar, birohumas.sulselprov.go.id — Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah (NA) menilai, sektor pariwisata memiliki kekuatan menciptakan efek ekonomi ke berbagai sektor ekonomi lain di antaranya peluang kerja. 

Nurdin Abdullah meminta kepada Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) bersinergi dan mengembangkan kreativitas dan inovasi untuk mendorong perkembangan pariwisata. 

“Kita belum melihat bahwa pariwisata sebagai penyumbang pendapatan. Pariwisata ini memiliki efek sebagai sumber pendapatan,” jelas Nurdin Abdullah.

Baca Juga : Nurdin Abdullah: Pariwisata Iklan Paling Bagus

Nurdin Abdullah berharap bahwa pariwisata menjadi sektor andalan yang bisa menghasilkan pendapatan. 

“Pariwisata dijadikan sebagai sumber pendapatan daerah,” jelasnya. 

Untuk mengembangkan sektor pariwisata di Sulsel, gubernur akan membangun infrastruktur penunjang seperti Bandara, rest area, jalan-jalan ke destinasi wisata, pelabuhan, dan trotoar. 

Baca Juga : Gubernur BI Puji Pertumbuhan Ekonomi Sulsel

Menurut Gubernur Sulsel, daerah ini memiliki banyak potensi yang dijadikan objek pariwisata. 

“Daerah lain lebih cepat membenah diri dan membangun infrastruktur untuk koneksi pariwisata. Gubernur meminta kepada ASITA untuk sinergi dengan pemerintah dalam pengembangan sektor pariwisata.(*) 

0 189

Makassar, birohumas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) HM Nurdin Abdullah (NA) mengatakan, pariwisata adalah iklan atau media promosi terbaik suatu daerah, termasuk untuk sulsel. 

“Pariwisata itu sebenarnya adalah iklan paling bagus. Caranya, siapkan kawasan wisata itu secara apik. Termasuk ciptakan keamanan, kenyamanan, terus infrastruktur, fasilitas umum, restoran dan sebagainya, karena ini akan menjadi iklan,” kata Nurdin Abdullah. 

Namun, kalau menemukan sesuatu yang tidak bagus juga akan menjadi iklan buruk dan menyebabkan penurunan kunjungan wisata. Hal itu disampaikan NA usai membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sulawesi Selatan 2019 sekaligus HUT Ke-48 di Hotel Novotel, Makassar, Sabtu (2/2). Tema yang diangkat “Optimalisasi Pariwisata di Sulawesi Selatan”.

Sulsel sendiri memasuki tahun 2019 mulai melakukan penataan. Orang yang berkunjung ke Sulsel dapat menemukan dan menikmati fasilitas rest area, ada objek tertata dengan baik. 

“Orang kemana bisa mampir, terus di kawasan wisatanya juga tertata dengan bagus, bisa beli oleh-oleh, dan kuliner harus ada kuliner halal, supaya turis domestik ini akan semakin banyak, saya kira kalau ini kita lakukan akan terjadi peningkatan. Karena orang butuh wisata,” ujarnya. 

Kawasan wisata yang ada telah lengkap dibenahi pada tahun 2020. Sehingga, pemerintah bisa menentukan target. 

NA menyampaikan, marketing dalam industri pariwisata sangat penting. Namun harus didukung oleh kesiapan daerah di sektor pariwisata. Bahkan ketika keluar Sulsel, saat bertemu dengan orang, NA juga melakukan fungsi-fungsi promosi. Terutama menarik mereka untuk bersedia melakukan kegiatan di Sulsel. Sehingga untuk industri MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition) atau pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran.

“Saya lagi banyak marketing ke luar, itulah tugas pemerintah,” pungkasnya.(*)

0 206

Makassar, birohumas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) HM Nurdin Abdullah, membeberkan keberhasilan Irjen Pol Drs Umar Septono semasa menjabat Kapolda Sulsel. Ia menyebut, Umar Saptono telah mengantarkan Pemilihan Gubernur (Pilgub) yang lalu menjadi pemilu yang damai.

Selama lima bulan bersama dengan Irjen Pol Drs Umar Septono, Nurdin Abdullah merasakan hal yang sangat tulus dilakukan oleh mantan Kapolda NTB itu. Apalagi, seluruh langkahnya menggunakan pendekatan pada agama, dan bekerja dengan hati. 

“Saya kira inilah yang membawa Sulsel menjadi provinsi yang baik. Terima kasih kepada Irjen Pol Drs Umar Septono yang telah mengubah stigma Sulsel yang tadinya kita dikenal dengan daerah yang keras, sedikit-sedikit demo, Alhamdulillah Pilkada kemarin Sulsel memang menjadi salah satu kekhawatiran, dan Pilkada Sulsel kemarin dikatakan masuk zona merah, ternyata pelaksanaan berjalan aman, damai dan tertib. Sulsel sudah masuk pada zona hijau. Saya kira ini adalah sebuah kepemimpinan yang patut kita teladani,” ungkap Nurdin Abdullah, saat acara perpisahan Kapolda Sulsel, di Hotel Claro Makassar, Jumat (1/2) malam.

Nurdin Abdullah menguraikan, apa yang disampaikan Umar Septono bukan sesuatu yang dibuat-buat. Tapi memang bekerja dengan hati dan sangat care.  

“Saya yakin selama beberapa bulan terakhir kita merasakan betul sebuah daerah yang tenang, kita tidak mendengarkan lagi ada begal, ada demo dan anarkis. Saya berdoa agar kondisi ini terus terjaga sehingga dunia usaha bisa diajalan dengan kondusif, saya yakin itu,” ujar mantan Bupati Bantaeng dua periode itu.

Baca Juga : Nurdin Abdullah Paparkan Kemudahan Ekspor, Investasi, dan Perijinan

Kepada pengganti Umar Septono, Irjen Pol Drs Hamidin, Nurdin Abdullah atas nama Pemerintah Sulsel mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung bersama Forkopimda Sulsel. 

“Semoga Bapak Hamidin menjadi panutan bagi kita semua. Kami berharap dibawah kepemimpinan Pak Hamidin yang tidak perlu belajar tentang kondisi dan situasi Sulsel, beliau sudah memiliki pengalaman menjadi Kapolres di tiga daerah (Bantaeng, Gowa dan Pinrang),” beber Nurdin Abdullah.

Nurdin Abdullah juga menitipkan doa dan harapan besar kepada Kapolda Sulsel yang terhitung baru berjalan satu minggu memimpin Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel.

“Mudah-mudahan Pileg dan Pilpres ini kita bisa jalan dengan baik, sehingga Sulsel bisa lebih baik. Harapan kita adalah kita ingin menciptakan Sulsel yang lebih baik lagi. Saya berharap sinergi yang telah kita bangun selama ini, bisa kita lanjutkan,” ucapnya. (*)

0 165

Makassar, birohumas.sulselprov.go.id – Memasuki bulan Februari 2019, tiga kepala daerah berlomba-lomba untuk menemui Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) HM Nurdin Abdullah. Diketahui, tiga kepala daerah tersebut yakni Bupati Luwu Andi Mudzakar, Bupati Pinrang Andi Aslam Patonangi, dan Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Syamsuddin A Hamid.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan, kehadiran tiga kepala daerah kabupaten kota tersebut, dalam rangka untuk menyampaikan beberapa hal, terkait dengan persiapan Hari Jadi yang hampir bersamaan dilakukan pada bulan Februari 2019.

“Ini kan bulan Februari ada beberapa daerah yang akan merayakan hari jadi, jadi kami menerima pada hari ini,” ungkap Nurdin Abdullah ditemui di Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Jumat (1/2).

Selain itu, mantan Bupati Bantaeng dua periode itu berharap, dengan hari jadi kabupaten kota yang hadir hari ini, yakni Pangkep, Luwu dan Pinrang, terhindar dari segala bahaya dan bencana.

Baca Juga : Nurdin Abdullah Paparkan Kemudahan Ekspor, Investasi, dan Perijinan

Di tempat yang sama, Bupati Luwu, Andi Mudzakar mengaku, kehadirannya untuk menyampaikan banyak hal, termasuk untuk meminta Gubernur Sulsel hadir pada acara Hari Jadi Luwu pada tanggal 13 Februari.

“Saya hadir dalam rangka hari jadi Kota Belopa (Luwu) pada tanggal 13 Februari 2019,” ungkapnya.

Selain itu, dirinya bersama wakilnya datang untuk meminta pamit kepada Gubernur Sulsel, sebelum mengakhiri masa jabatannya sebagai Bupati Luwu dua periode.

“Sekaligus saya bersama Pak Wakil Bupati menyampaikan ucapan terimakasih berhubung dengan berakhirnya masa jabatan saya, diperintahkan punya tatanan kita datang harus pamit, kita pergi juga harus pamit,” ungkapnya.

Untuk diketahui, masa jabatan Andi Mudzakkar sebagai Bupati Luwu dua periode jatuh pada tanggal 15 Februari 2019 mendatang.

Terpisah, Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Syamsuddin A Hamid mengaku, kedatangannya untuk menyampaikan tujuan dan maksud dari perayaan hari jadi daerah dibawah pimpinannya.

“Kami bersama Pak Wakil hadir untuk menyampaikan tujuan kegiatan kami, yang Insyaallah akan digelar dalam waktu dekat ini,” ucapnya. (*)

0 237
Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. Foto : Biro Humas Pemprov. Sulsel
  • Penghijauan Gunung Bawakaraeng

Makassar, birohumas.sulselprov.go.id – Wakil Gubernur (Wagub) Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, memimpin rapat penanganan dampak dan rehab lima DAS serta penghijauan Gunung Bawakaraeng, yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Jum’at (1/2). Dalam rapat tersebut membahas tentang tindak lanjut pemulihan daerah yang terkena dampak banjir, serta reboisasi Gunung Bawakaraeng dan normalisasi lima DAS di Sulsel.

Baca Juga : Wagub Minta Percepat Pembangunan Bendungan Jenelata

Pada kesempatan ini, Wagub Sulsel menyampaikan bahwa wakil tim ketua Satgas mengusulkan keterlibatan beberapa pihak seperti dari Kejaksaan, Kapolda, Pangdam, Ormas, KKSS, dan juga mahasiswa. Tim akan melakukan survei langsung di lapangan selama sebulan untuk mengumpulkan data.

Baca Juga : BNPB Hadirkan Pakar Tangani Banjir Bandang dan Longsor Sulsel

“Wakil tim ketua Satgas menegaskan bahwa tim akan bekerja dengan melakukan survei selama sebulan untuk mencari data dan turun ke lapangan,” imbuhnya

Pertemuan tersebut bertujuan untuk mengumpulkan usulan dan saran dari beberapa Bupati/Kepala Daerah yang hadir, berkenaan dengan langkah-langkah yang harus diambil selama dua minggu ke depan. Saran dan usulan tersebut akan ditampung dan disampaikan kepada Gubernur selaku Kepala Provinsi. (*)

0 205

Makassar, birohumas.sulselprov.go.id – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo memuji pertumbuhan ekonomi Sulsel di hadapan Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah, Staf Ahli Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Alwi Hamu, dan Anggota DPR RI Amir Uskara. Pujian tersebut diungkapkan langsung pada acara launching Gedung Perwakilan BI, di Kota Makassar, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Jumat (1/2/2019).

“Sedemikian kerja samanya dalam pengendalian inflasi. Alhamdulillah Provinsi Sulsel inflasinya sangat rendah tiga setengah persen, selebihnya saya ingin memajukan ekonomi daerah dan Alhamdulillah selamat bahwa Sulsel pertumbuhannya tahun lalu 7,2 persen, tahun ini (2019) diperkirakan 7,2 persen – 7,6 persen,” kata Perry Warjiyo untuk pertumbuhan ekonomi Sulsel.

Baca Juga : BI Optimistis Ekonomi Sulsel Tahun 2019 Tumbuh Positif

Gubernur BI juga mengucapkan selamat kepada seluruh jajaran BI Wilayah Sulsel dan Pemprov Sulsel, dengan adanya kantor Perwakilan BI di Sulsel. Selain mempercepat proses komunikasi dengan seluruh bank di Sulsel, kantor perwakilan BI di Sulsel ini juga untuk mempermudah komunikasi di seluruh bank di Indonesia bagian timur.

“Alhamdulillah sudah resmikan gedung kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel yang baru, sehingga lebih luas representatif dan lebih modern dengan konsep modern office ini. Karna fungsi kantor perwakilan BI Sulsel tidak hanya Provinsi Sulsel, jadi juga sekaligus kantor koordinator untuk wilayah Timur Indonesia. Yang kedua, kami memberikan apresiasi kepada para mitra kerja di Provinsi Sulsel terutama Bapak Gubernur yang selama ini memang sinergi kerjanya sangat berat,” katanya.

Menurut Perry Warjiyo, dengan adanya perwakilan BI di Makassar ini, tentunya akan mempengaruhi untuk memperkuat berbagai kebutuhan Pemprov Sulsel.

“Kita bisa berprogresif nyata pada perekonomian nasional dan daerah. Karna itu, kantor perwakilan Bank Indonesia di Provinsi Sulsel kita akan perkuat, baik organisasi maupun sumber daya manusianya,” tuturnya.

Baca Juga : Nurdin Abdullah Paparkan Kemudahan Ekspor, Investasi, dan Perijinan

Selain menyampaikan kepada Gubernur Sulsel, Perry juga mengucapkan terimakasih banyak kepada jajaran pemerintahan kabupaten kota dan seluruh stakeholder.

“Sekarang melalui peresmian ini, saya menyampaikan apresiasi para mitra di Provinsi Sulsel dari Bapak Gubernur Sulsel, Bapak Walikota, Bupati, para rektor, civitas akademik, kalangan perbankan maupun berbagai pihak tokoh masyarakat mendukung kita sama-sama untuk memajukan perekonomian daerah,” pungkasnya. (*)

0 231
Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. Foto : Biro Humas Pemprov. Sulsel
  • 69 Meninggal Dunia, 7 Belum Ditemukan

Makassar, birohumas.sulselprov.go.id – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI Doni Monardo, memimpin rapat koordinasi tentang penanganan banjir bandang dan longsor di Sulsel, di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur, Jumat (1/2). Dalam rapat tersebut, Andi Sudirman meminta tim melakukan kerjasama penanggulangan dan melakukan survei terhadap penanganan bencana banjir 22 Januari lalu.

“Bagaimana tim ini bekerja ada survei selama sebulan untuk mencari data dan melihat, kemudian akan disupervisi oleh pusat. Untuk pertemuan ini kita ada beberapa masukan,” kata Andi Sudirman Sulaiman.

Pada kesempatan ini juga, ia meminta masukan dari pimpinan daerah di wilayah terdampak. Untuk kemudian dilaporkan kepada gubernur dan melakukan tindakan, termasuk masukan dari BNPB.

“Paling tidak dalam dua minggu ke depan apa yang harus kita lakukan,” sebutnya.

Baca Juga : Wagub Minta Percepat Pembangunan Bendungan Jenelata

Sementara itu, Doni mengungkapkan, besarnya dampak banjir di Sulsel disebabkan oleh galian tambang dan maraknya alih fungsi lahan.

“Melihat apa yang terjadi dalam dua pekan terakhir yang terjadi di Sulsel. Kita semua prihatin karena kerugian yang ditimbulkan luar biasa. Terdapat 69 orang meninggal dunia, 7 orang belum ditemukan, ribuan orang mengungsi dan belasan ribu lahan pertanian terdampak dan secara ekonomi kerugiannya besar,” jelasnya.

Termasuk persoalan alih fungsi lahan dan tambang galian. Ini diharapkan semuanya akan dapat diselesaikan berdasarkan ketentuan yang berlaku, aturan hukum dan teknologi.

“Dan saya juga kira ada banyak pakar di Sulsel. Ada banyak perguruan tinggi yang memiliki kapasitas, untuk bisa membantu Pemerintah Provinsi sehingga banjir tidak menimbulkan kerugian yang besar,” ujarnya.

Doni juga membawa sejumlah ahli, misalnya yang berpengalaman pembibibitan, edukasi masyarakat, dan penataan bendungan. Dia juga menekankan pendekatan berdasarkan kearifan lokal.

“Pendekatan kearifan lokal penting, pada teori tentang sosiologi dan morfologi, sehingga tidak ada resistensi pada masyarakat, karena kita hadapi masyarakat kita yang harus kita bimbing. Agar mereka tidak kehilangan mata pencarian dan ekosistem,” bebernya. (*)

0 298
Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah. Foto : Biro Humas Pemprov Sulsel.

Makassar, birohumas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) HM Nurdin Abdullah, memaparkan kemudahan ekspor, investasi dan perijinan semua usaha di depan Gubernur Bank Indonesia (BI). Iapun menyampaikan beberapa keberhasilan yang telah dicapai bersama Andi Sudirman Sulaiman, sejak dilantik 5 bulan lalu.

“Bapak Gubernur BI, kami bersama seluruh jajaran pemerintahan dan stakeholder yang ada di Sulawesi Selatan, kita terus mendorong komoditi unggulan kita,” ujarnya, saat peresmian gedung baru BI di Makassar, Jumat (1/2).

Baca Juga : Ekonomi Sulsel Positif, BI Sarankan Sulsel Perbanyak Ekspor

Nurdin Abdullah menuturkan, Indonesia pernah merasakan krisis di tahun 1998. Tapi Sulsel menikmati krisis tersebut, karena harga sejumlah komoditi melambung, seperti coklat dan kopi.

“Saya kira menjadi tantangan kita semua, karena coklat adalah keunggulan kita, tapi yang penting kita harus dorong untuk menjadi keunggulan Indonesia. Dan saya ingin menyampaikan kepada Bapak Gubernur BI, bahwa dengan dana desa yang dikucurkan pemerintah atas kebijakan Bapak Jokowi itu memberikan dampak yang sangat luar biasa,” terangnya.

Baca Juga : BI Optimistis Ekonomi Sulsel Tahun 2019 Tumbuh Positif

Nurdin Abdullah juga menyampaikan, kemandirian desa sudah mulai kelihatan. Mulai dari inovasi hingga program infrastruktur.

“Alhamdulillah kami di provinsi sudah siapkan Rp 300 miliar untuk keuangan daerah dan segera menyusul anggaran kami selanjutnya. Tapi tidak ada alasan bahwa dengan berkurangnya dana alokasi khusus ini akan menghambat program infrastruktur kita,” urainya. (*)

0 231

Makassar, birohumas.sulselprov.go.id – Era industri 4.0 ikut membuat humas dihadapkan pada Big Data dan Public Behavior, yang sangat cepat dan reaktif. Dalam beraktifitas pada era 4.0, praktisi humas harus efisien dan efektif dalam menggunakan teknologi, serta menguasai teknologi dalam rangka ikut menyebarkan citra positif melalui komunikasi yang dilakukan menggunakan berbagai teknologi.

Humas juga dapat ikut berperan dalam melawan berita-berita hoaks, serta fakenews yang sekarang ini beredar dimana-mana. Mengikuti perkembangan tersebut, Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) membuat nama, simbol atau pun identitas dalam rangka menyambut transformasi media bergeser ke era digital, dengan internet sebagai titik vital perubahannya.

Dengan melauching “New Branding Humas Sulawesi Selatan”, logo baru lebih fresh, positif dan menumbuhkan kepercayaan dengan warna merah sebagai warna utama.

Dalam identitas baru dengan simbol huruf “H” ini terkandung trust (kepercayaan), branding, Indonesia 4.0, informasi, mediamorfosis, keterbukaan informasi dan edukasi publik. Logo bertuliskan kata Humas Sulsel dengan latar belakang huruf lontara.

“Ini menjadi tahapan sejarah bagi Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel. Sejak ada humas, logo yang digunakan adalah logo pemerintah provinsi yang hanya diganti dibawahnya. Dan ini yang berlaku di semua OPD lingkup Pemprov Sulsel,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel, Devo Khaddafi saat melaunching di Mall Nipah, Makassar, Jum’at (1/2).

Devo menyampaikan, dengan bantuan tim kreatif Biro Humas, yang terdiri dari anak muda atau kaum milenial, menjadi tempat brain-storming yang begitu menantang.

“Ini, apa yang kita buat lebih fresh dan pasti membuat brand Sulsel semakin dikenal dan menjadi trend positif di Indonesia,” sebutnya.

Devo menyebutkan, logo ini mengandung unsur kepercayaan dan melawan hoaks dan sekaligus memperlihatkan Sulsel menyambut industri 4.0. Logo baru ini semakin menghubungkan dan memperlihatkan ikatan kerjasama dan kepercayaan antara pemerintah, masyarakat dan media.

Devo menjelaskan, warna dominan adalah warna merah. “Bahwa merah ini adalah warnanya orang Sulsel, mewakili unsur berani, semangat dan kerja sama. Kita berharap dengan logo baru ini terlihat terobosan Sulsel,” sebutnya.

Lanjutnya, merah juga bermakna optimis, sekaligus merupakan gambaran kehormatan dan keberanian Sulawesi Selatan.

“Huruf H dengan tulisan Humas Sulsel dan kalau kita lihat ada terbayang-bayang huruf lontara, itu yang kita jadikan backround,” paparnya.

Brand atau logo baru Humas Sulsel ini akan digunakan pada berbagai flatform media sosial, website dan produk Kehumasan dan Protokol Pemprov Sulsel. (*)

0 462
Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. Foto : Biro Humas Pemprov Sulsel

Makassar, birohumas.sulselprov.go.id – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, mengapresiasi langkah yang diambil Kementerian PU-PR yang berencana membangun Bendungan Jenelata, di Kabupaten Gowa. Iapun berharap agar pembangunan bendungan ini dipercepat.

“Alhamdulillah jika akan dikebut pembangunannya, sehingga masyarakat Gowa bisa menikmati bendungan dan sekaligus mengairi 22 ribu hektare sawah warga Gowa,” ujar Andi Sudirman, Jum’at (1/2).

Andi Sudirman mengapresiasi langkah percepatan pemerintah pusat dan respon cepat Bupati Gowa untuk menginisiasi akselerasi pembangunan yang akan menelan anggaran sekitar Rp 1,7 sampai Rp 2 triliun dari APBN tersebut.

Baca Juga : BI Optimistis Ekonomi Sulsel Tahun 2019 Tumbuh Positif

Sebelumnya, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) Teuku Iskandar telah melaporkan rencana pembangunan bendungan pada Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, 30 Januari lalu. Dari data teknis BBWSPJ diketahui luas lahan bendungan Jenelata diperkirakan kurang lebih 1.702,81 hektare. Terdiri dari kebutuhan luas lahan untuk konstruksi kurang lebih 70,83 hektare, luas lahan untuk quarry/akses dll 199,80 hektare, luas untuk fasilitas umum 2,23 hektare, kebutuhan lahan untuk genangan 1.220,60 hektare, dan kebutuhan lahan untuk greenbelt 209,35 hektare.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengaku sudah menyiapkan anggaran pembebasan lahan sekira Rp 460 miliar untuk pembebasan lahan 1.702,81 hektare, yang mencakup lima desa di Kecamatan Manuju. Diketahui, ada sekitar 7.092 jiwa atau 1.733 kepala keluarga nantinya yang akan direlokasi, sebelum proyek pengerjaan Bendungan Jenelata dimulai.

Pihak PUPR merencanakan proyek bendungan akan selesai sekitar tahun 2022-2023. Salah satu manfaat kehadiran Bendungan Jenelata, potensi banjir sungai Jenelata yang sebelumnya 1.800 meter kubik, akan turun hingga 750 meter kubik. (*)

0 33
Makassar, humas.sulselprov.go.id - Sekertaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulsel, Abdul Hayat Gani, mengajak stakeholder sama-sama mengawal kebijakan prioritas nasional, dalam hal ini proyek kereta api...