Tags Posts tagged with "TP PKK Sulsel"

TP PKK Sulsel

0 83

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Plt Ketua TP PKK Sulsel, Naoemi Octarina, meresmikan pembukaan UMKM Galery Jala Nirvana D’daun Korcab VI Daerah Jalasenastri Armada II di Kompleks Mess Nala, Jalan Dr Ratulangi 59 Makassar, Rabu, 8 Septmber 2021. Galeri ini menyediakan berbagai macam bahan dan pakaian ecoprint, sepatu, tas dan travel bag unik, asesori souvenir, makanan ringan dan kerajinan UMKM.

Ecoprint yang merupakan proses mencetak dengan menggunakan bahan yang terdapat di alam sekitar seperti aneka dedaunan yang menghasilkan warna-warni yang dituangkan di atas kain dengan serat alami seperti katun, sutera dan kanvas.

Naoemi mengapresiasi hadirnya UMKM yang diinisiasi oleh Ketua Korcab VI Daerah Jalasenastri Armada (DJA) II Erna Benny Sukandari di masa pendemi sebagai bentuk memberdayakan hasil kriya dan juga sebagai upaya pemulihan ekonomi.

“Apresiasi saya yang setinggi-tingginya kepada Ibu Erna dan jajaran yang telah membentuk UMKM ini, apalagi di masa pandemi ini. Kita tahu bahwa perekonomian perlu kita pulihkan kembali dan ini merupakan salah satu usaha kita, saling menguatkan komitmen bersama,” kata Naoemi.

“Jadi, bukan hanya tanggungjawab organisasi orang perorang, tetapi ini tanggung jawab kita bersama bagaimana saling menguatkan di masa pandemi ini,” lanjutnya.

Naoemi menuturkan, PKK dan Dekranasda Sulsel bekerja sama dengan Pemprov Sulsel melalui dinas terkait. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi membentuk pelatihan peningkatan produkvitas UKM, dan diharapkan Galery Jala Nirvana D’daun ini juga bisa dilibatkan sebagai bentuk untuk dapat dibantu semakin meningkatkan kualitas termasuk pemasarannya.

“Ini kesempatan emas bagi ibu-ibu bisa memasarkan hasil kreativitasnya. Banyak yang kreatif, masalah sekarang adalah pemasarannya. Bagaimana ini pemasaran bisa bagus, dan juga bagaimana dipasarkan secara online. Harus bisa didesain dengan bagus, foto shoot yang bagus. Juga terkait pengetahuan di teknologi ibu-ibu juga harus memiliki,” sebutnya.

Selain sebagai upaya peningkatan perekonomian, ia berharap agar UMKM yang ada bisa menghasilkan produk pada berbagai segmen, mulai dari kelas atas, menengah dan bawah. “Saya mau tekankan juga, bahwa bagaimana menghasilkan produk tidak hanya kalangan atas. Tetapi juga menengah dan bawah. Kalau tiga kategori ini kita kuasai, maka semuanya akan bisa membeli dan akan menuju ke sini,” ujarnya.

“Mari kita berbelanja di UKMK kita sendiri. Kami percaya keberadaan galeri ini akan membangkitkan kembali UKM-UKM kita terutama di masa pendemi ini,” tambahnya.

Pada kesempatan ini hadir juga Danlantamal VI Makassar, Laksamana Pertama TNI Dr. Benny Sukandari. Ia berharap, produk yang dihadirkan di galeri ini semakin banyak dan bervariasi, sehingga pemasaran dan konsumennya bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga sampai ke luar negeri. (*)

0 69

Gowa, humas.sulselprov.go.id – Kasus penganiayaan terhadap anak, AP (6 tahun), yang dilakukan oleh orangtua kandung beserta kakek, nenek, dan pamannya, di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, mengundang keprihatinan berbagai pihak. Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina, secara khusus menjenguk AP, yang sementara menjalani perawatan di RSUD Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa, Selasa, 7 September 2021.

Naoemi membawa beragam hadiah untuk AP. Mulai dari sepeda, boneka, hingga mainan. AP pun terlihat senang menerima hadiah dari isteri Andi Sudirman Sulaiman ini. Ia bahkan mencoba langsung sepeda yang diberikan.

Dalam kesempatan tersebut, Naoemi banyak berbincang dengan dokter, perawat, hingga pihak keluarga yang merawat AP. Termasuk Bayu, paman korban yang menyelamatkan dan membawa AP ke rumah sakit.

“Kita semua prihatin terhadap apa yang menimpa anak kita, AP. Selain kekerasan fisik, korban akan mengalami trauma berkepanjangan sehingga butuh perhatian khusus,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sengaja datang mengunjungi AP, sekaligus membawa hadiah dari Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Andalan Mengaji, juga PKK Sulsel. Dan berharap, apa yang diberikan bisa mengobati sedikit trauma yang dialami korban.

“Mungkin saja, AP ini hanya salah satu korban. Mungkin di luar sana, banyak anak-anak kita yang mengalami hal serupa, dan kita tidak tahu. Semoga ke depan, semua stakeholder bisa lebih memperketat pengawasan dan melindungi anak-anak kita,” pesan Naoemi.

Bunda PAUD Sulsel ini mengaku akan terus memantau perkembangan AP. Ia juga mengundang AP dan keluarga untuk berkunjung ke rumah jabatan Wakil Gubernur Sulsel.

Sebelumnya, Senin (6/9/2021), Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman pun telah menjenguk melihat kondisi AP di RSUD Syekh Yusuf Gowa. (*)

0 66

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Tim Penggerak PKK Sulsel bekerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulsel dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sulsel, melaksanakan vaksinasi khusus perempuan, Senin, 6 September 2021. Pelaksanaan vaksinasi ini diinisiasi oleh Pelaksana Tugas Ketua TP PKK Sulsel, Naoemi Octarina.

Kegiatan vaksinasi ini dilaksanakan di tiga lokasi berbeda. Antara lain, di Gedung Kartini PKK Jalan Mesjid Raya Makassar, Kantor Dekranasda Sulsel Jalan Jenderal Sudirman Makassar, dan Kantor DWP Sulsel Jalan Mappanyukki Makassar. Turut hadir, Ketua Pokja IV PKK Sulsel, dr Haeriyah Bohari Sp S.

Sekretaris IV TP PKK Sulsel, drg Aisyah Ahmad SKG PhD, mengatakan, vaksinasi khusus perempuan ini diinisiasi oleh Plt Ketua TP PKK Sulsel Naoemi Octarina, setelah melihat perjuangan para perempuan yang berdesakan mengantri dengan laki-laki, untuk mendapatkan vaksin.

“Ibu Naoemi juga mengamati ketidaknyamanan ini pada saat perempuan harus terbuka auratnya bila tidak ada sekat pada saat vaksin. Jadi beliau berharap, kaum perempuan ini difasilitasi untuk mendapatkan vaksinasi dengan nyaman,” kata drg Aisyah.

Selaku koordinator pelaksanaan vaksinasi, drg Aisyah melaporkan, tercatat 170 orang yang mendaftar untuk ikut vaksin di Gedung Kartini PKK. Namun, yang lolos screening dan divaksin hanya 161 orang. Sedangkan di Kantor Dekranasda Sulsel ada 142 orang, dan di Kantor DWP tercatat 250 orang yang mengikuti vaksinasi.

“Total, ada 553 kaum perempuan yang divaksin, termasuk didalamnya ada anak perempuan usia 12-17 tahun, perempuan usia 18 tahun ke atas, wanita hamil dan lansia,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga disupport oleh PLN yang memberikan goodie bags kepada 100 pendaftar pertama. Kemudian dari Kalbe Farma, juga ada 20 goodie bags yang diberikan untuk lansia dan ibu hamil.

“Kami juga bagikan Nutrisari untuk semua peserta vaksin,” imbuhnya. (*)

0 101

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terus menggenjot pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Hal itu sejalan dengan program Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, dalam upaya Sulsel Kebut Vaksinasi. Kali ini, sasarannya adalah ibu hamil.

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil ini mulai dilakukan di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Ibu dan Anak Fatimah, Jalan Gunung Merapi, Makassar, Jum’at, 27 Agustus 2021. Pencanangan vaksinasi kali ini dihadiri Plt Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina.

Dirinya meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil, dengan sasaran 100 orang. Pembatasan ini juga guna menjaga agar pelaksanaan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Direktur RSKD IA Fatimah, Kusrini A Pasinringi, menyampaikan, vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil ini akan menjadi agenda rutin di rumah sakit, yang dibawah naungan Pemprov Sulsel, dengan sasaran 100 ibu hamil.

Bahkan, RSKD IA Fatimah memberikan pelayanan tambahan bagi ibu hamil yang telah menjalani vaksin. Dimana bisa melakukan pemeriksaan kesehatan dan USG secara gratis.

“Alhamdulillah, hari ini di RSKD IA Fatimah pertama kali dilaksanakan vaksinasi bagi ibu hamil. Kita juga ada program pelayanan pemeriksaan ibu hamil Antenatal Care (ANC) bagi ibu hamil secara gratis. Sudah berjalan sekitar dua bulan di rumah sakit ini, untuk pemeriksaan kesehatan (gratis) bagi ibu hamil berupa pemeriksaan USG dan pemeriksaan kandungan yang diperiksa oleh dokter-dokter kami,” ungkap Kusrini.

Dirinya berharap, tingginya tingkat keinginan ibu hamil untuk melaksanakan vaksinasi Covid-19. Dimana hal ini bukan hanya berdampak pada ibu hamil, namun juga bagi calon bayi dalam kandungan, dalam membangun herd immunity.

“Sesuai dengan harapan Bapak Plt Gubernur, semoga cakupan imunisasi di kabupaten/kota di Sulawesi Selatan semakin meningkat untuk mencapai herd immunity bagi seluruh masyarakat, terkhusus bagi ibu hamil. Di mana ibu hamil juga termasuk kelompok rentan atau resiko tinggi bilamana terpapar Covid-19,” jelasnya. (*)

0 129

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Plt Ketua Tim Penggerak PKK Sulawesi Selatan (Sulsel), Naoemi Octarina, melakukan peninjauan pelayanan vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil di RSKD IA Fatimah, Jalan Gunung Merapi, Makassar, Jum’at, 27 Agustus 2021. Dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, pelaksanaan vaksinasi diserbu oleh ibu-ibu hamil di RS dibawah naungan Pemprov Sulsel itu. Bahkan setelah mendapatkan vaksin, ibu hamil pun mendapatkan pelayanan tambahan, berupa pemeriksaan USG gratis bahkan mendapat hadiah berupa bingkisan.

Naoemi memantau proses pelayanan vaksinasi ini. Mulai dari pendaftaran, cek kesehatan, skrining hingga disuntik vaksin. Ia mengaku senang atas tingginya antusias dan kesadaran masyarakat, khususnya ibu hamil dalam melaksanakan vaksinasi Covid-19.

“Alhamdulillah, pelaksanaan vaksinasi bagi ibu hamil di RSKD IA Fatimah bisa terlaksana dengan baik. Protokol kesehatan tetap dilaksanakan, screening dilakukan secara ketat, sehingga InsyaAllah efek kedepannya setelah vaksin tidak akan terjadi,” ujar Naoemi.

Dirinya mengingatkan masyarakat untuk tidak terpengaruh atas informasi-informasi yang belum jelas kebenarannya. Serta mendorong masyarakat untuk ikut aktif mengikuti vaksin.

“Mari kita bersama-sama untuk melakukan kebut vaksinasi, guna membangun herd immunity (kekebalan kelompok). Bagi ibu hamil yang telah vaksin, bisa sosialisasikan kepada keluarga dan teman serta di sekitar, jangan takut divaksin,” pintanya.

“Alhamdulillah fasilitas di Rumah Sakit Fatimah sudah bagus untuk ibu hamil. Insya Allah terus ditingkatkan,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang ibu yang tengah mengandung 5 bulan bernama Resty mengaku antusias ikut vaksinasi. “Saya dapat informasi dari Puskesmas ada vaksin bagi ibu hamil. Jadi saya ke sini, apalagi ada USG gratis setelah kami vaksin,” katanya.

Ibu hamil lainnya bernama Mila Rahmayanti merasa senang telah melakukan vaksinasi Covid-19.

“Alhamdulillah rasanya (efek setelah vaksin) tidak ada apa-apa. Ini sangat bermanfaat bagi ibu hamil. Dan saya harapkan bagi ibu hamil yang di luar sana, ayo kita vaksin demi kesehatan kita bersama,” ungkapnya.

Di kesempatan itu pula, Naoemi meresmikan kegiatan donor darah, sebagai stok bank darah di RSKD IA Fatimah. Bahkan Naoemi pun turut bertemu dengan tiga keluarga yang baru saja melahirkan, serta memberikan bingkisan dan ucapan selamat. (*)

0 69

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mengunjungi lokasi kebakaran di pemukiman padat penduduk di Kompleks Lepping, Jalan Muhammad Tahir, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Jumat, 13 Agustus 2021. Kebakaran dahsyat ini menghanguskan 110 rumah.

Kunjungan PKK Sulsel ini bertujuan mengetahui langsung kondisi korban, sekaligus memberikan bantuan kebutuhan sehari-hari. Seperti pasta gigi, sampho, popok, sarung, daster dan jilbab. Bantuan ini merupakan bantuan awal yang akan disalurkan.

“Ini merupakan bentuk kunjungan untuk memberikan support moril dan materil kepada korban kebakaran,” kata Sekretaris PKK Sulsel, Zulfitriany Dwiyanti Mustaka.

Ia menjelaskan, PKK melakukan penggalian lebih dalam tentang kebutuhan warga. Misalnya ditemukan bahwa selain kebutuhan untuk membangun rumah kembali, juga kebutuhan pemenuhan dapur darurat di bagian belakang lokasi, karena hanya tersedia di bagian depan kompleks warga saat mengambil kebutuhan makanan sehingga harus berjalan jauh. Selain itu, persoalan penanganan kesehatan serta kebutuhan dukungan psikologi anak-anak pasca peristiwa ini.

“Kami langsung melihat ke lokasi, bukan hanya di depan tetapi kami masuk sampai ke belakang. Kita seolah-olah masuk dalam satu kompleks di mana satu kompleks itu kebakaran. Karena kehadiran kita tadi di sana sekaligus meminta dan berbicara langsung ke masyarakat,” sebutnya.

Warga korban masih sangat membutuhkan sandang, utamanya selimut, kasur dan kompor untuk kembali memasak. Mereka tidak ke pengungsian, tetapi mereka bertahan di lokasi rumah masing-masing dengan memasang terpal sebagai atap pengganti rumah.

“Dapur umum hanya ada di depan, sementara jarak antara yang ada di depan dengan belakang itu ada sekitar 200 meter, di mana kita harus melewati lorong-lorong yang penuh bekas kebakaran. Dan itu sangat riskan di malam hari ketika mereka harus mengambil makanan. Karena masih ada pecahan beling, banyak paku dan kayu berserakan,” jelasnya.

Pemeriksaan kesehatan juga sangat dibutuhkan mengantisipasi warga dapat infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) karena banyaknya debu-debu sisa kebakaran. Tambahnya, di peristiwa kebakaran ini kebutuhan dasar masyarakat perlu segera dipenuhi. Namun di masa pandemi untuk tidak melupakan pemenuhan masker bagi warga.

“Tetapi di masa Covid-19 dengan banyaknya tamu yang datang memberikan bantuan, saya rasa itu juga bisa jadi pertimbangan bahwa mereka untuk dibagikan masker,” ujarnya.

Bagi anak-anak korban kebakaran, berdampak secara psikologis dan emosional. Anak bisa trauma atas sebuah peristiwa dengan cara berbeda. Inilah mengapa dibutuhkan untuk memberikan dukungan dan pendampingan hingga kondisi benar-benar telah kembali membaik.

“Kemudian yang penting yang akan kami tidak lanjuti adalah bagaimana mengembalikan psikologi anak-anak. Karena di sana yang jadi korban anak-anak banyak,” ucapnya.

“Tadi kelompok anak yang sempat saya temui mereka semangat. Karena kita membagikan sesuatu. Saya rasa itu hanya bersifat sementara yang harus dipikirkan bagaimana mereka, karena ini bukan persoalan satu atau dua bulan. Jadi mungkin ini akan jadi perhatian kami, kami akan membuat posko bagaimana mengembalikan psikologi anak-anak ini kerjasama dengan PKK Makassar,” tambahnya.

Dari identifikasi kebutuhan tersebut, Zulfitriany menyebutkan, PKK Sulsel akan berkolaborasi dengan beberapa organisasi wanita, termasuk beberapa dinas yang bisa mensupport. (*)

0 58

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina, tak henti-hentinya mengingatkan masyarakat akan pentingnya dokumen kependudukan, untuk mengakses layanan publik. Mulai dari Akta Kelahiran, Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan Kartu Keluarga (KK).

Hal tersebut disampaikan Naoemi saat membuka Sosialisasi Pentingnya Kepemilikan Akta Kelahiran untuk Keluarga Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (KISAK) Provinsi Sulsel, yang dilaksanakan secara virtual, Jumat, 13 Agustus 2021. Sosialisasi ini dilaksanakan Tim Penggerak PKK Sulsel bekerjasama dengan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sulsel, Sultra, dan Sulbar, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Sulsel.

“Masyarakat harus terus diingatkan akan pentingnya administrasi kependudukan. Karena itu, semua harus turun tangan melakukan sosialisasi, termasuk organisasi-organisasi sosial lainnya,” ujarnya.

Menurut Naoemi, PKK sebagai mitra pemerintah memiliki kader hingga ke tingkat desa dan kelurahan, yang bisa membantu dalam mengedukasi masyarakat. Mengubah pola pikir masyarakat, sehingga mendorong terciptanya kesadaran masyarakat tentang pentingnya administrasi kependudukan.

“Melalui sosialisasi ini, saya pribadi dan PKK, dari PLN dan pemerintah, mengajak semua kader mulai dari dasawisma, ketua organisasi yang ada di Sulsel, RT RW, dusun, desa, kecamatan, kabupaten dan provinsi, untuk terus berkontribusi aktif mendorong kader PKK dan ibu-ibu lainnya untuk mengedukasi dan mensosialisasikan, membantu masyarakat agar tertib administrasi kependudukan,” ujar istri Andi Sudirman Sulaiman ini.

Ia berharap, ke depannya, pengurusan administrasi kependudukan sudah bisa dilakukan melalui handphone. Sehingga, tidak ada lagi masalah yang dihadapi dalam mengurus administrasi kependudukan.

“Bagaimana kedepannya untuk pengurusan administrasi, bisa dalam genggaman. Selama ini, masyarakat mungkin banyak kendala yang dihadapi, dan kesulitan dalam mengurus administrasi kependudukan,” harapnya.

Naoemi menambahkan, sangat perlu dilakukan monitoring dan evaluasi mengenai administrasi kependudukan. Sehingga, bisa diketahui apa saja persoalan di masyarakat yang menjadi penghambat pengurusan administrasi kependudukan dan seperti apa solusinya. (*)

0 98

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Naoemi Octarina, memaparkan peran Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam mendukung ibu menyusui.

Hal itu disampaikan saat mengikuti Talkshow “Dukung Ibu Menyusui Tugas Kita Bersama” yang dilaksanakan dalam rangka Pekan Menyusui Dunia 2021 secara virtual, Jum’at, 6 Agustus 2021. Turut hadir sebagai narasumber, diantaranya Sentra Laktasi Indonesia, dr. Utami Roesli; Unicef Indonesia, Sri Sukotjo; Persatuan Ahli Gizi Indonesia, Pritasari; AyahAsi, Wawan Sugianto.

Naoemi mengatakan, Tim Penggerak PKK memiliki hubungan kerja secara hirarki/berjenjang. Mulai dari PKK Pusat, PKK Provinsi, PKK Kab/Kota, PKK Kecamatan dan PKK Desa/Kelurahan. Di Sulsel sendiri, potensi pengurus TP-PKK yang pada hakekatnya merupakan fasilitator dan penggerak peran serta atau partisipasi masyarakat, jumlahnya sekitar 39.000 (jumlah Pengurus PKK mulai dari kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan se Sulsel.

“Sebanyak 3.047 Desa/Kelurahan di Sulsel. Jadi jika setiap desa/kelurahan terdapat sekitar 30-35 kader PKK atau kader dasawisma, maka terdapat lebih dari 100.000 kader PKK ataupun dasawisma di Sulsel,” ungkapnya.

Ia menuturkan, hadirnya PKK sebagai mitra pemerintah dalam menjalankan dan mensukseskan suatu program. Salah satunya, pentingnya pemberian ASI bagi anak. Adapun program khusus PKK Sulsel dalam mendukung pemberian ASI, diantaranya Kampanye 1000 HPK (hari pertama kehidupan), dimana didalamnya termasuk pemberian ASI eksklusif; pemanfaatan lahan pekarangan untuk menjamin ketersediaan sumber gizi Ibu menyusui; Kampanye IMD (Inisiasi Menyusui Dini) di posyandu-posyandu; dan TABULIN (Tabungan Ibu Bersalin) untuk mendukung kesiapan finansial bagi ibu setelah bersalin, agar dapat menunjang mendapatkan makanan bergizi untuk Ibu menyusui.

Menurutnya, ASI adalah makanan terbaik bagi bayi. Dengan memberikan ASI, para Ibu sudah memenuhi hak dasar anak. Namun tidak semua Ibu memiliki kesadaran dan pengetahuan yang cukup akan pentingnya ASI bagi anak mereka.

“Disinilah peran kami di PKK sebagai fasilitator dan penggerak masyarakat. Utamanya meningkatkan pengetahuan para kader PKK di desa, baik itu kader posyandu, kader BKB (Bina Keluarga Balita) dan Kader Dasawisma yang merupakan ujung tombak gerakan PKK yang berhadapan langsung dengan masyarakat di tingkat keluarga,” ungkapnya.

Kader PKK itulah, kata Naoemi, akan mendorong para Ibu untuk memberikan ASI eksklusif, memberikan pengetahuan tentang pentingnya ASI dengan segudang manfaat. “Dengan pemberian ASI, ada banyak manfaat seperti meningkatkan kekebalan tubuh bayi dari berbagai penyakit, mencegah diare dan malnutrisi, kandungan ASI dengan nutrisi lengkap membuat bayi tumbuh sehat dan cerdas, dan memperkuat bonding antara Ibu dan bayi, mengurangi resiko kanker payudara pada Ibu, membantu memberi jarak pada kehamilan, menghemat biaya dan menjaga lingkungan,” sebutnya.

Istri dari Andi Sudirman Sulaiman itu pun mengatakan, dibutuhkan dukungan dari ayah/suami dalam mengurus anak. Dalam hal ini, program PAAR (Pola Asuh Anak dan Remaja) sangat berperan dengan memberikan kegiatan simulasi di masyarakat, bagaimana peran Ayah dalam mendukung ibu menyusui. Untuk mendukung pemberian ASI, ayah memiliki peran penting sebagai sosok yang paling dekat dengan Ibu.

“Bentuk dukungan yang dapat Ayah/suami lakukan dalam mendukung Ibu menyusui, diantaranya dengan menjamin ketersediaan makanan bergizi bagi ibu menyusui, membantu mengurus bayi dan berbagai permasalahan selama proses menyusui, menjaga kondisi psikologis ibu dengan membuat ibu tetap bahagia dan tidak tertekan,” jelasnya.

Apalagi diketahui, ibu menyusui sering menghadapi masa-masa sulit selama menyusui, bahkan tidak sedikit Ibu yang mengalami syndrome baby blues.

“Inilah yang menjadi peran PKK, bagaimana memberdayakan potensi besar yang kami miliki untuk mengubah pola pikir masyarakat agar dapat mendukung pemberian ASI eksklusif bagi bayi hingga 6 bulan dan menyusui hingga usia 2 tahun,” terangnya. (*)

0 131

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Naoemi Octarina, mengimbau masyarakat tentang pentingnya memanfaatkan pekarangan rumah untuk ketahanan pangan keluarga.

Hal itu disampaikan Naoemi saat menjadi narasumber pada Sosialisasi Konsumsi Pangan Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) bagi Aparat dan Kelompok Masyarakat yang dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, Rabu, 7 Juli 2021. Secara daring dari Rujab Wagub Sulsel, Naoemi memaparkan mengenai Peran PKK Dalam Peningkatan Gizi Keluarga.

Ia mengajak agar memanfaatkan pekarangan menjadi produktif. “Dengan keberhasilan pemanfaatan lahan pekarangan melalui HATINYA PKK, secara tidak langsung akan menambah perbaikan asupan gizi bagi keluarga serta bisa menjadi penghasilan tambahan bagi keluarga,” jelasnya.

Menurutnya, PKK sebagai organisasi kemasyarakatan yang memberdayakan perempuan, turut berpartisipasi dalam mendukung ketahanan pangan tingkat rumah tangga. “Tim Penggerak PKK merupakan salah satu organisasi yang berperan aktif dalam pemberdayaan perempuan. PKK melalukan pendekatan kepada masyarakat, utamanya ibu-ibu, karena Ibu memiliki peran besar bagi keluarga, khususnya dalam pemenuhan gizi yang baik untuk keluarga. Namun, juga dibutuhkan dukungan dari ayah,” imbuhnya.

Dalam sosialisasi ini, para peserta tampak antusias memberikan pertanyaan maupun masukan terhadap PKK Provinsi Sulsel. Mulai dari Gowa, Sidrap, bahkan peserta dari Kabupaten Enrekang.

Naoemi merespon pertanyaan para peserta, seperti dari peran, langkah, serta upaya PKK akan pentingnya pangan B2SA bagi tumbuh kembang anak, salah satunya dalam mencegah stunting.

Untuk mencapai gizi seimbang, bukan hanya dari sayuran. Tentu dipadukan dengan pangan lainnya, misalnya dari protein nabati maupun hewani.

Beberapa giat PKK lainnya dalam Festival Pangan Lokal. Dimana dalam kegiatan ini akan memperkenalkan makanan pangan lokal yang sehat.

“PKK juga mendorong pemanfaatan lahan pekarangan, seperti yang dilakukan kelompok ibu-ibu di Toddopuli, dengan melakukan penanaman sayuran hidroponik. Bukan hanya dikonsumsi untuk masyarakat sekitar, namun kini sudah berpenghasilan. Sehingga terjadinya menciptakan ekonomi bagi ibu-ibu,” katanya.

Beberapa peran PKK yang termasuk dalam 10 program pokok PKK, diantaranya gerakan halaman, asri, teratur, indah dan nyaman (HATINYA PKK), B2SA (Pangan Beragam Bergizi, Seimbang dan Aman), serta pengembangan olahan pangan lokal. “Tim penggerak PKK mendukung dalam aspek legalitas terhadap pelaksanaan dan pengembangan B2SA dan olahan pangan lokal, tim penggerak PKK terlibat langsung mulai dari perencanaan festival pangan lokal mulai dari tingkat desa Kabupaten provinsi dan nasional,” ungkapnya.

Dirinya menekankan, bagaimana PKK bisa memberikan edukasi kepada masyarakat sehingga kesadaran masyarakat pentingnya ketahanan pangan lokal bagi keluarga. Sehingga, utamanya anak-anak bisa mengkonsumsi makanan yang sehat sesuai dengan potensi daerah masing-masing.

Ia berharap, sosialisasi B2SA bukan hanya sekedar kegiatan seremonial, namun dibutuhkan monitoring dan evaluasi agar bisa berkesinambungan dilakukan di daerah.

Naoemi mengaku senang mendengar kabar jika penerapan pangan B2SA bisa memberikan efek pada penurunan stunting di Kabupaten Enrekang.

“Alhamdulillah, semoga pemenuhan pangan B2SA bisa juga berdampak untuk daerah lainnya. Insya Allah, dengan kolaborasi dan kerjasama dari semua lintas sektor, kita bersama dalam upaya penurunan angka stunting di Sulawesi Selatan,” pungkasnya. (*)

0 122

Palopo, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina, menyerahkan bantuan penanganan stunting dan penanganan gizi senilai Rp 150 juta, kepada Ketua TP PKK Kota Palopo, Utia Sari Judas. Bantuan diserahkan pada acara Silaturahim Tim Penggerak PKK Sulsel bersama pengurus TP PKK Kota Palopo, di Auditorium Rujab Walikota Palopo, Sabtu, 3 Juli 2021. Penyerahan bantuan turut disaksikan Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.

Plt Ketua TP PKK Sulsel, Naoemi Octarina, mengingatkan untuk tetap waspada dengan kondisi pandemi Covid-19, serta tidak mengabaikan protokol kesehatan dalam melakukan kegiatan. Ia mendoakan, di usia 19 tahun, Kota Palopo bisa menjadi kota idaman dan lebih maju dalam mensejahterakan masyarakat.

“Kehadiran kita sebagai wujud komitmen dan untuk bersinergi dalam melakukan pemberdayaan kepada masyarakat, dalam kondisi pandemi Covid-19 ini. Salah satunya dalam penanganan stunting,” ujarnya.

Stunting adalah kondisi ketika seorang anak gagal berkembang akibat kurang gizi kronis sejak dalam kandungan. Olehnya itu, pentingnya pengasuhan yang bisa dilakukan pada masa 1.000 hari pertama kehidupan untuk mencegah stunting.

Sebagai bentuk upaya pencegahan dan penanganan stunting, kata Naoemi, bantuan yang diberikan senilai Rp 150 juta.

“Diharapkan dana ini mampu untuk melakukan langkah penanganan yang bisa dimanfaatkan untuk lebih efektif programnya dalam melakukan sosialisasi, edukasi mencegah stunting dengan memberikan pemahaman pentingnya pengasuhan yang bisa dilakukan pada masa seribu hari pertama kehidupan, dan lainnya,” jelasnya.

Menurutnya, perlunya persamaan visi misi dalam penanganan stunting. “Kita harus bersinergi, berjalan sama-sama. Ada tim ahli dari Pemprov bersama PKK untuk saling monitoring upaya pencegahan dan penanganan stunting,” ungkapnya.

Naoemi juga berharap, agar adanya sinergi dalam melakukan 10 program pokok PKK yang bisa bermanfaat untuk masyarakat banyak.

Sementara, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palopo, Utia Sari Judas, berharap, dengan arahan Plt Gubernur Sulsel dan Plt Ketua TP PKK Sulsel, bisa memberikan ilmu dan masukan tentang penanganan stunting. Ia melaporkan, tahun lalu dengan bantuan anggaran dari Provinsi Sulsel senilai Rp 100 juta, memberikan intervensi kepada 129 kasus stunting yang tidak tercover dalam Dinas Kesehatan Palopo.

Usai penyerahan bantuan, kegiatan dilanjutkan dengan Sosialisasi Kelembagaan 10 Program Pokok PKK oleh pengurus PKK Sulsel. Dengan narasumber dari Ketua I, Amelia; Sekretaris I, Zulfitriany Dwiyanti Mustaka; dan Sekretaris IV, drg. Aisyah Ahmad. Adapun 10 program pokok PKK yakni Penghayatan dan Pengamalan Pancasila; Gotong Royong; Pangan; Sandang; Perumahan dan Tata Laksana; Rumah Tangga; Pendidikan dan Ketrampilan; Kesehatan; Pengembangan Kehidupan Berkoperasi; Kelestarian Lingkungan Hidup; dan Perencanaan Sehat. (*)